Claim Missing Document
Check
Articles

MANAJEMEN RESIKO BANK SYARI’AH Mhd. Alisadikin; Heri Sunandar; Nurnasrina Nurnasrina
JEMBA: JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 2 No. 1: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbankan syariah selalu dikaitkan dengan berbagai jenis risiko dan operasinya dengan kompleksitas yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko pada perbankan syariah menjadi sangat mendesak untuk dilakukan guna mengidentifikasi, mengukur dan mengendalikan berbagai risiko yang dihadapi. Makalah diskusi mengelaborasi teori manajemen risiko dan penerapannya pada perbankan syariah di Indonesia. Pandangan dunia tentang pentingnya manajemen risiko dalam perbankan syariah, mengidentifikasi profil risiko perbankan syariah, mengklasifikasikan jenis risiko dalam perbankan syariah, dan membahas penerapan pengaturan manajemen risiko syariah
PENGEMBANGAN, PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN BANK SYARIAH DI INDONESIA Fauziah Fauziah; Heri Sunandar; Nurnasrina
JEMBA: JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 2 No. 1: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OJK dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas perbankan syariah ternyata tidak melakukan pengawasan tehadap semua aktivitas lembaga syariah itu, melainkan ada beberapa aspek yang secara khusus diawasi oleh lembaga lain, dalam hal ini adalah DPS (Dewan Pengawas Syariah). DPS adalah bagian dari Lembaga Keuangan Syariah, yang bersangkutan yang penempatannya atas persetujuan Dewan Syariah Nasional (DSN). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review. Hasil penelitian ini adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan lembaga independen yang memiliki fungsi, tugas dan wewenang dalam mengatur sistem regulasi dan melakukan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan. Tujuan dibentuknya OJK ini adalah untuk memenuhi dan melindungi kebutuhan dan kepentingan masyarakat, mewujudkan sistem keuangan yang stabil dan berkelanjutan, dan terselenggaranya sistem keuangan yang berdasarkan pada prinsip-prinsip tata kelola yang baik, yang meliputi akuntabilitas, transparansi, independensi
MITIGASI RISIKO: ANALISIS TERHADAP ANTISIPASI RISIKO DALAM PEMBIAYAAN MIKRO SYARIAH POPI ADIYES PUTRA; SAPARUDDIN SAPARUDDIN; NURNASRINA NURNASRINA
Al-Masraf: Jurnal Lembaga Keuangan dan Perbankan Vol 8, No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Prodi Manaj. Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam – UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-masraf.v8i1.414

Abstract

Risiko terbesar dari penyaluran kredit adalah munculnya kredit macet. Kredit macet tidak bisa dihindari, tapi harus dihadapi lewat pengelolaan risiko kredit macet tersebut. Pengelolaan risiko dilakukan lewat penerapan manajemen risiko. Manajemen risiko pada pembiayaan mikro syariah diterapkan dengan melakukan tahap awal berupa identifikasi risiko, pengukuran risiko, pengendalian risiko dan pengawasan risiko. Setiap potensi munculnya kerugian dilakukan infentarisir, kemudian dianalisis berdasarkan penyebabnya, terus dicarikan cara pencegahan berupa mitigasi risiko. Mitigasi risiko ditujukan untuk mencari pemecahan atas akibat yang memunculkan risiko kerugian atas penyaluran pembiayaan. Mitigasi risiko melahirkan aturan-aturan atau kebijakan dalam bentuk SOP khususnya dalam penyaluran pembiayaan mikro. SOP kemudian dijadikan sebagai “kitab sucinya” pegawai bank dalam menyalurkan kredit, tidak boleh ada yang keluar atau bertentangan dengan SOP yang ada. SOP berisi proses penyaluran pembiayaan, verifikasi berupa analisis pembiayaan atas kelayakan nasabah penerima pembiayaan, pengawasan kredit yang telah disalurkan, dan penyelesaian kredit yang bermasalah. Dalam analisisa pembiayaan diterapkan penilaian kelayakan nasabah lewat character, capacity, capital, cholateral, dan condition of economic. Nasabah yang akan mendapatkan pembiayaan hanya nasabah yang memenuhi unsur-unsur penilai kelayakan berdasarkan 5 C tersebut.
PERSEPSI MASYARAKAT KOTA PEKANBARU TERHADAP LAYANAN DIGITAL PERBANKAN SYARIAH M Arie Pradina; Trian Zulhadi; Nurnasrina Nurnasrina
JEI : Jurnal Ekonomi Islam Vol. 1 No. 1 (2023): JURNAL EKONOMI ISLAM
Publisher : LP2M STAI Imam Asy Syafii Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56184/jeijournal.v1i1.239

Abstract

Perkembangan perbankan syariah di Indonesia terkesan lamban karena pengelolaan yang kurang profesional dan pengembangan perbankan syariah oleh masyarakatnya sendiri, karena masih ada umat Islam yang belum memahami ekonomi syariah atau belum mempraktekkannya dalam transaksi bisnis dan keuangan sehari-hari. . Pesatnya perkembangan teknologi mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat dan pelayanan publik termasuk perbankan memberikan kemudahan dalam bentuk layanan digital. Namun, kendala modal dan regulasi menyebabkan terbatasnya layanan digital yang tersedia di perbankan syariah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis layanan digital apa saja yang ada di perbankan syariah, layanan digital perbankan syariah apa saja yang banyak digunakan, dan bagaimana tanggapan masyarakat terhadap layanan tersebut Layanan digital di perbankan syariah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif, objek penelitiannya adalah penduduk kota Pekanbaru kecamatan Binawidya yang berjumlah 203.238 orang dengan sampel menggunakan metode slovin dengan teknik random sampling, data meliputi primer dan sekunder. data. teknik pengumpulan melalui observasi, wawancara dan kuesioner serta menggunakan teknik analisis data kuantitatif dengan analisis kualitatif dengan metode SEM-PLS. Dari hasil penelitian diketahui bahwa bentuk perbankan digital dalam Syariah meliputi phone banking, SMS banking, mobile banking, ATM. Layanan digital yang dominan digunakan adalah Mobile Banking. Untuk persepsi warga Pekanbaru terhadap layanan perbankan syariah digital berbasis data pada hasil nilai konvergen, nilai diskriminan, rentang akar kuadrat, Cronbach Alpha, composite reliability, R squared, R squared adjusted, baik. Hasil ini sesuai dengan uji SEM-PLS, yang diperoleh nilai koefisien pengalaman (0,190) t-statistik (2,319) nilai p (0,020), nilai koefisien permintaan satu arah (0,212) t-statistik (2,628) p ( 0,009), nilai koefisien minat sebesar (0,210) t-statistik (3,155) nilai p-value (0,002), nilai koefisien minat sebesar (0,214) nilai t-statistik (2,110) nilai p (0,035), nilai koefisien fisiologis sebesar (0,252) ) t-statistik (3,033) nilai p (0,002). Oleh karena itu, dapat dibayangkan bahwa pengalaman, kebutuhan searah, preferensi, perhatian dan fisiologi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap layanan digital di perbankan syariah.
BUDAYA FILANTROPI ISLAM PADA BMT SEBAGAI WADAH BISNIS BERBASIS ISLAM Despileny, Iren; Nurnasrina, Nurnasrina
Jurnal Ekonomi Bisnis Kompetif Vol 3 No 2 (2024): Bisnis Berbasis Islam: Prinsip Syariah dan Keberlanjutan
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/bisniskompetif.v3i2.1851

Abstract

Organizational culture in Islamic philanthropy is a reflection of Islamic values, principles, and ethics that are carried out in various charitable and social activities. Islamic philanthropic organizations have a mission to help the community, especially the underprivileged, by distributing resources fairly and sustainably. Through descriptive research with a sample of 100 BMT members in Pekanbaru, the results showed that the culture of Islamic philanthropy is interpreted in the criteria of good enough to good, this indicates that the culture of Islamic philanthropy that has been running in BMT can be said to be quite good even though there must still be continuous evaluation to improve improvement and perfect the culture in an Islamic manner. Keywords: Organizational Culture, BMT, Islamic Philanthropy
Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah Pada Bank Syariah Di Indonesia Lubis, Nurhayati; Nurnasrina; Nola Fibriani Bte Salman
Al-Hisbah Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Al Hisbah
Publisher : Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam perbankan syariah semakin banyak terutama dalam tunggakan pembayaran angsuran pembiayaan sehingga diperlukan manajemen dan penyelesaian pembiayaan yang baik agar bank semakin meningkat baik dari segi profit dan juga keamanan nasabah. Yang harus ditemukan adalah faktor penyebab pembiayaan bermasalah baik dari faktor internal maupun faktor eksternal dari bank dan nasabah. Dalam menyelesaikan pembiyaan bermasalah dibutuhkan 3 Fase diantaranya pertama pembinaan pembiyaan bermasalah, kedua penyelamatan kredit bermasalah yaitu dengan 3 R (rescheduling, reconditioning, dan restructuring) dan yang terahir penyelesaian pembiyaan yang bermasalah. Namun jika pembiayaan macet tidak bisa diselesaikan dengan cara tersebut maka penyelesaian dilakukan dengan lelang pada agunan, penyelesaian melalui peradilan, badan arbitrase, direktoral jendral piutang dan lelang negara, dan terakhir kebijakan hapus buku dan hapus tagih.
Sejarah dan Eksistensi Ekonomi Islam pada Era Global di Asia Tenggara Putra, Popi Adiyes; Nurnasrina, Nurnasrina; Aisyah, Siti; Syukri, Mahyudin
JAWI : Journal of Ahkam Wa Iqtishad Vol. 1 No. 4 (2023): JAWI - DESEMBER
Publisher : MUI Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10421259

Abstract

Sharia Economics of Southeast Asian countries has been existing, with a close relationship with their society, since the early arrival of Islam and its spreading in this archipelago through the period of the Islamic Kingdoms up till today. The unity of this Islamic economy with its society because the society has made their identity as Islam so that their habits, customs, economic system, and Worldview are identical to Islam. However, the implementation of the Islamic economic system and its financial activities were interrupted by the existing of colonialism. After their independence from colonization, the country such as Malaysia, Indonesia, and Brunei Darussalam initiated to raise awareness and conducted studies on the Islamic economic system. Even the government has a commitment to achieve the World's prominent center of Islamic economy. This year's report by The State of global Islamic economists reveal that ASEAN countries have succeeded in positioning their countries as a largest of sharia financial center in the world.
Penilaian Kualitas dan Risiko Pembiayaan Bank Syari'ah Jefri, Gio Vani; Nurnasrina, Nurnasrina; Syahfawi, Syahfawi
JAWI : Journal of Ahkam Wa Iqtishad Vol. 1 No. 4 (2023): JAWI - DESEMBER
Publisher : MUI Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10445929

Abstract

The quality of productive assets plays a significant role in the success of Islamic banking, not just a mere function. Islamic banks consistently measure their performance by referring to the standard of productive asset quality as a benchmark. The prosperity of an Islamic bank's business substantially depends on its ability to manage investments by adhering to two main principles: the prudence principle and the Sharia principle. The aim of this research is to conduct a comprehensive evaluation of the quality and risks in Islamic bank financing. To face the complexity and dynamics of the Islamic banking world, a qualitative approach was used. The research method is based on the post-positivism philosophical foundation, which views social reality as a whole, dynamic, complex, meaningful, and colored by interactive relationships.
Hierarki Hukum dan Hukum Perbankan Syariah Indonesia Rozy, Vikri; Nurnasrina, Nurnasrina; Syahpawi, Syahpawi
JAWI : Journal of Ahkam Wa Iqtishad Vol. 2 No. 1 (2024): JAWI - MARET
Publisher : MUI Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10823296

Abstract

Research Objective: This study aims to discuss the hierarchy of law in Islamic banking. A recurring issue is the effectiveness of the legal hierarchy in the framework of Islamic banking, which sometimes does not function significantly, consequently impacting the effectiveness of the law in Islamic banking. An examination of the issues regarding Islamic banking regulations becomes a discourse that requires finding solutions. Method: The research employs library research, which is a method of acquiring data and information by utilizing available library resources such as books, journals, documents, historical records, or pure literature related to the research object to gain a deeper understanding of the hierarchy of law in Islamic banking using a thematic approach.Results: The findings of this research reveal that Islamic banking in Indonesia is grounded in two legal foundations, namely Islamic law and positive law, supported by government regulations. The hierarchy of law in Islamic banking comprises various forms, including laws, Bank Indonesia regulations, Financial Services Authority (OJK) regulations, and National Sharia Council (DSN) fatwas.
Implikasi Peran Dan Fungsi Pengawasan Bank Syariah Di Indonesia Pasca UU No. 21 Tahun 2011 Sadillah, Ferri; Nurnasrina, Nurnasrina; Syahfawi, Syahfawi
JAWI : Journal of Ahkam Wa Iqtishad Vol. 1 No. 4 (2023): JAWI - DESEMBER
Publisher : MUI Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10444764

Abstract

The growth of the Sharia banking system in Indonesia is considered a measure of Sharia's economic success. The Indonesian Sharia Banking Supervision is responsible for regulating sharia banking activities. It is important to note that this information is from a regulatory point of view. The regulation and supervision of sharia banking activities are based on amendments to Act No. 3 of 2004 on the Bank of Indonesia, No. 23 of 1999, and Law No. 21 of 2008. After the passing of OJK Act No. 21 in 2011, Indonesian banks were granted the authority to oversee Sharia banks, which were then transferred to the JSC. The Financial Services Authority was formed due to concerns from various parties about the supervisory function of Indonesian banks in regulating Sharia banking. The JSC does not directly monitor all activities of Sharia institutions, but rather ensures that certain aspects are overseen by other institutions, such as the DPS (Dewan Pengawas Syariah).  The DPS is responsible for overseeing Sharia Financial Institutions, and is registered based on the approval of the National Sharia Council (DSN). The objective of the OJK is to meet and protect the needs and interests of the public, create a stable and sustainable financial system, and implement a financial system based on the principles of good governance, which include accountability, transparency, and independence.
Co-Authors Addianata, Vydika Harya Adiyes Putra Adiyes Putra Adiyes Putra Adiyes Putra, Popi Afriyadi, Afriyadi Al Farid, Hazwin Amalia Cahyati Amelia, Lili Andika, Abdi Kurnia Andrian Saputra Arif Mudi Priyatno Arif Rahman Azis, Fahnur Brillyandra, Fradini Bte Salman, Nola Fibriani Bte Salman, Nola Fibriyani Cintia, Ardilla Damanik, Khairuddin Desfianti, Silvia Despileny, Iren Ernita, Mahdar Fauziah Fauziah Fauziah, Wiwin Fibriyani Bte Salman, Nola Fibriyani, Nola Fikri, Azizul Fitri Andina, Dwitya Furqon Nur Islamiati Haniah Lubis Harahap, Ferri Sadillah Hazwin Hazwin Heri Sunandar Heri Sunandar Hertina Hertina Iskandar Iskandar Jefri, Gio Vani jenita jenita, jenita Jufendri, Jufendri Khaidir, Widya Khairunisa, Madona KHAIRUNISA, MADONA Kurnialis, Sri Kusnadi Lu'luul Karimah, Luluk Lubis, Haniah Lubis, Nurhayati M Arie Pradina Mahyudin Syukri Mhd. Alisadikin Miftahurrazak, Muhammad Muhammad Syaipudin Mukhlis Mukhlis Mulia Sosiady Musnawati, Musnawati Nabela, Firdha Nola Fibriani Bte Salman Nur Hasanah Nurhalimah Hanum, Siti Nurul Huda p. adiyes putra Palison, Aan Pebrianto, Erpindo Soni Popi Adiyes Putra Pradina, M Arie Putra, Adiyes Putra, Popi Adiyes Putra, Zulfadli Nugraha Triyan Putri, Joelia Nurhasanah Rahmawati, Fathira Rahmawati, Rahmawati Roikhani, Melati Julia Rozy, Vikri Rusmiati Rusmiati Sadillah, Ferri Salman, Nola Fibriani Binti Salman, Nola Fibriyani Bte SAPARUDDIN SAPARUDDIN Saufi Saufi Sayuti, Abdulrahman Siti Aisyah Siti Aisyah Sunandar , Heri Sunandar, Heri Syahfawi, Syahfawi Syahpawi Syahpawi Syahpawi Syamsiar, Syamsiar Syamsurizal - - Trian Zulhadi Uliya, Zahrotul Wahyu Febri Ramadhan Sudirman Wulandari, Shevia Yuliana Yuliana