Claim Missing Document
Check
Articles

Problematika Perkembangan Kegiatan Usaha Bank Syariah di Indonesia Fikri, Azizul; Nurnasrina, Nurnasrina; Sunandar, Heri
Astina: Jurnal Ekonomi Utama Vol 2 No 2 (2023): Juria: Jurnal Ekonomi Utama
Publisher : CV. Astina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55903/juria.v2i2.57

Abstract

Sebagian orang, untuk membedakan dengan bank konvensional, menyampaikan bahwa Bank syariah sebagai Bank Bagi hasil. Pernyataan ini betul, namun tidak sepenuhnya benar karena sesungguhnya bagi hasil hanya sebagian dari sistem operasi Bank syariah dalam bidang investasi. Karena masih ada sistem jual-beli dan sewa menyewa dalam sistem perbankan syariah. Pada dasarnya terdapat tiga kelompok besar produk yang ditawarkan suatu Bank syariah. Produk tersebut adalah (1) produk penghimpunan dana (funding), (2) produk penyaluran dana (financing), dan (3) produk jasa (servrbe). Dalam tulisan ini akan dibahas lebih detil produk-produk apa saja yang ada dalam ketiga kelompok tersebut. Dalam tulisan ini juga akan disampaikan contoh pelaksanaan masing-masing jenis produk tersebut dalam praktek perbankan syariah.
Hirarki Hukum dan Dasar Hukum Perbankan Syariah di Indonesia Nabela, Firdha; Nurnasrina, Nurnasrina; Sunandar, Heri
Astina: Jurnal Ekonomi Utama Vol 2 No 2 (2023): Juria: Jurnal Ekonomi Utama
Publisher : CV. Astina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55903/juria.v2i2.58

Abstract

Penelitian ini membahas tentang hierarki hukum dan dasar hukum perbankan syariah di. Permasalahan yang sering terjadi yakni efektifitas peran hierarki hukum dalam tatanan hukum perbankan syariah yang terkadang belum berjalan signifikan, sehingga akan berdampak pada efektifitas hukum di perbankan syariah, kajian atas permasalahan regulasi perbankan syariah menjadi sebuah diskursus yang harus ditemukan solusinya. Peneliti menggunakan penelitian kepustakaan (library research) untuk mengkaji lebih dalam mengenai hirarki hukum pada perbankan syariah dengan metode tematik. Hasil penelitian ini menemukan Perbankan syariah di Indonesia memiliki dua landasan hukum yaitu sumber hukum Islam dan sumber hukum positif. Sumber hukum Islam meliputi sumber hukum dan dalil hukum yang disepakati seperti Quran, Hadis, qiyas, ijma dan dalil hukum yang tidak disepakati seperti maslahah mursalah, istihsan dan lain sebagainya. Adapun sumber hukum positif meliputi Undang – Undang tentang perbankan Syariah, Peraturan Bank Indonesia yang memuat tentang Bank Syariah, Peraturan OJK yang tentang Bank Syariah dan Fatwa DSN MUI. Keberadaan hukum perbankan syariah mempertegas pentingnya kedudukan hukum Islam dalam sistem hukum nasional. Terakhir, keberadaan hirearki regulasi ini memperkuat eksistensi perbankan syariah dalam menjalankan aktivitas oprasional dan bisnis.
Analisis Kerangka Kerja Asset dan Liability Managament (Alma) Roikhani, Melati Julia; Nurnasrina, Nurnasrina; Sunandar, Heri
Astina: Jurnal Ekonomi Utama Vol 2 No 2 (2023): Juria: Jurnal Ekonomi Utama
Publisher : CV. Astina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55903/juria.v2i2.59

Abstract

Di era globalisasi ini diikuti dengan perkembangan teknologi yang berubah sangat cepat telah sangat berpengaruh pada aktivitas perbisnisan, termasuk pada bisnis perbankan. Dengan perubahan tersebut, dapat mempengaruhi kebijakan perbankan dalam bidang pengolahan asset dan liability-nya. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Studi kepustakaan merupakan serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca, mencatat, serta mengolah bahan penelitian. Penelitian ini membahas tentang penerapan konsep asset and liability management (ALMA) dalam sistem perbankan. Penerapan asset and liability management pada lembaga perbankan, baik itu bank syariah maupun konvensional harus melalui tahap penilaian budget, membuat rencana pendapatan, penilaian kinerja investasi masa lalu, memantau distribusi asset dan liabilitas bank dan menerapkan strategi asset dan liabilitas.
Implementasi Fungsi Pengawasan dan Pengendalian Bank Syariah di Indonesia Rusmiati, Rusmiati; Nurnasrina, Nurnasrina; Sunandar, Heri
Astina: Jurnal Ekonomi Utama Vol 2 No 2 (2023): Juria: Jurnal Ekonomi Utama
Publisher : CV. Astina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55903/juria.v2i2.61

Abstract

Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia termasuk perbankan syariah merupakan salah satu wujud komitmen Otoritas Jasa Keuangan untuk terus mendorong perkembangan industri keuangan syariah melalui penyusunan informasi yang lengkap dan menyeluruh tentang perkembangan industri keuangan syariah serta faktor-faktor yang mempengaruhinya sepanjang tahun. OJK dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas perbankan syariah tidak melakukan pengawasan tehadap semua aktivitas lembaga syariah itu, melainkan ada beberapa aspek yang secara khusus diawasi oleh lembaga lain, dalam hal ini adalah DPS (Dewan Pengawas Syariah). DPS adalah bagian dari Lembaga Keuangan Syariah, yang bersangkutan yang penempatannya atas persetujuan Dewan Syariah Nasional (DSN). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review. Hasil penelitian ini adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan lembaga independen yang memiliki fungsi, tugas dan wewenang dalam mengatur sistem regulasi dan melakukan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan. Tujuan dibentuknya OJK ini adalah untuk memenuhi dan melindungi kebutuhan dan kepentingan masyarakat, mewujudkan sistem keuangan yang stabil dan berkelanjutan, dan terselenggaranya sistem keuangan yang berdasarkan pada prinsip-prinsip tata kelola yang baik, yang meliputi akuntabilitas, transparansi, independensi.Lembaga yang mengatur dan mengawasi bank syariah sebelum tahun 2014 diatur dan diawasi Bank Indonesia kemudian sejak tahun 2014 diatur dan diawasi OJK. Selain itu bank syariah diatur dan diawasi oleh DSN yang kemudian mewakilkan DPS di perbankan syariah untuk mengawasi kegiatan bank syariah sesuai atau tidak dengan prinsip-prinsip syariah.
Pengaruh Label Halal, Harga dan Merek Terhadap Keputusan Pembelian Melalui Religiusitas Sebagai Variabel Intervening Pada Produk HNI-HPAI di Kecamatan Bengkalis Afriyadi, Afriyadi; Sosiady, Mulia; Nurnasrina, Nurnasrina
Jurnal Rumpun Ilmu Ekonomi Vol. 2 No. 2 (2024): JRIE (JUNI)
Publisher : Basecamp Economics PubMed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11504187

Abstract

The objective of this thesis is to determine the partial influence of the halal label, price, and brand on purchasing decisions. Additionally, it aims to examine their simultaneous effects on purchasing decisions. Moreover, it seeks to investigate how the halal label, price, and brand influence purchasing decisions through religiosity as an intervening variable. This research adopts a descriptive nature with a quantitative approach and was conducted in Bengkalis District, which has a population of 71,360 people. Then, the sample taken consisted of 100 individuals. Data collection for this research was conducted through a questionnaire/survey. The instrument used in this study was tested using the SEM/PLS method operated through the SMART/PLS program. Based on the research findings, firstly, it is known that simultaneously, the halal label has an influence, but at a moderate/medium structural level. Secondly, price does not have an influence and is at a low structural level. Lastly, the brand has an influence but at a moderate/medium structural level. Secondly, the halal label, price, and brand together or partially exert a significant coefficient influence on purchase decisions. Thirdly, religiosity does not intervene in the influence of the halal label on purchase decisions and holds a low value at the structural level. Furthermore, religiosity intervenes in the influence of price on purchase decisions but also holds a low value at the structural level. Lastly, religiosity does not intervene in the influence of the brand on purchase decisions at a low structural level.
BANK UMUM SYARIAH: TINGKAT KESEHATAN DENGAN METODE RGEC Despileny, Iren; Huda, Nurul; Nurnasrina, Nurnasrina; Bte Salman, Nola Fibriyani
JURNAL ECONOMICA: Media Komunikasi ISEI Riau Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46750/economica.v12i2.290

Abstract

The purpose of this research is to see the health level of Islamic commercial banks in Indonesia from 2020-2023 with the RGEC (Risk profile, Good Corporate Governance, Earning, Capital) approach. The analysis method used in this research is to use qualitative descriptive analysis, which is a method that aims to describe the state of the company based on the reality that actually occurs in a company. The results of the research Risk Level (Risk Profile): Islamic commercial banks have a low level of risk, with an average risk score of 75.75. This reflects the bank's ability to manage credit, market, operational, and liquidity risks well, maintaining operational stability and sustainability. Good Corporate Governance (GCG): Corporate governance is rated good, with an average score of 1.82. This indicates the application of the principles of transparency, accountability, responsibility, independence, and fairness that support investor and customer confidence. Quality of Earnings: The bank's profitability is at a very adequate level, with an average earning score of 1.68. The bank is able to optimize revenues and manage costs efficiently to achieve stable profits. Capital: Capital levels are highly adequate, with an average capital score of 24.74. This indicates the bank's financial strength to support growth and bear potential risks. This assessment illustrates financial stability, effective risk management, solid governance, and the ability to maintain profitability growth Keywords:
ASPEK YURIDIS (LANDASAN HUKUM) DAN DASAR HUKUM OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Pradina, M Arie; Nurnasrina, Nurnasrina
Sharing: Journal of Islamic Economics Management and Business Vol. 2 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sharing.v2i2.11149

Abstract

Dalam aspek yuridis pada undang-undang Perbankan Syariah No. 21Tahun 2008 secara filosofis telah memenuhi tuntutan rasa keadilan dan kepastian hukum terutama menyangkut transaksi bisnis ekonomi syariah. Pada tataran politik hukum eksistensi UU No. 21 tahun 2008 masih menyisakan pekerjaan rumah diantaranya tahap yuridis, tahap kelembagaan dan tahap mekanik. Aspek Hukum Undang-undang Perbankan Syariah UU No. 21 Tahun 2008, dilihat dari sisi filosofi yuridis dan Sosiologis pada dasarnya telah menjawab kebutuhan rasa Keadilan Ummat Islam sebagai konsekuensi fluralisme hukum yang hidup dan tumbuh dalam dinamika masyarakat Indonesia. Sedangkan dari pendekatan yuridis formalistik melalui payung hukum UU No.3 tahun 2006 dan UU No.4 tahun 2004 implementasinya menuntut hakim dalam mewujudkan dan menegakkan keadilan, hendaknya mengetahui dan memahami aspirasi serta nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat dan orientasi keadilanlah yang harus dikedepankan bersama-sama dengan orientasi kepastian hukum dan kemanfaatan. Dan dalam hal ini juga kita dapat melihat secara yuridis, kepatuhan syariah dalam operasional perbankan syariah di Indonesia dari beberapa aspek, yaitu kelembagaan, kegiatan usaha dan pengelolaan likuiditas serta instrumen  keuangan.
Perbandingan Kesehatan Keuangan Bank Syariah dan Bank Konvensional di Indonesia dengan Pendekatan RGEC Brillyandra, Fradini; Nurnasrina, Nurnasrina; Huda, Nurul; Bte Salman, Nola Fibriyani
At-Tajdid : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Pacsasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/at-tajdid.v5i1.34346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kesehatan keuangan antara Bank Syariah dan Bank Konvensional di Indonesia menggunakan metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Capital). Data yang digunakan adalah laporan keuangan tahunan dari dua bank syariah dan dua bank konvensional pada periode 2021–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua jenis bank menghadapi risiko keuangan, Bank Syariah memiliki kekuatan dalam pengelolaan modal berdasarkan prinsip syariah, sementara Bank Konvensional menunjukkan kinerja lebih unggul dalam hal laba. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan stabilitas kedua jenis bank dengan mengadopsi kebijakan yang relevan dengan tantangan masing-masing.
Implementasi Pengawasan dan Pengendalian Bank Syariah di Indonesia Mukhlis, Mukhlis; Nurnasrina, Nurnasrina; Huda, Nurul; Fibriyani, Nola
Qonun Iqtishad EL Madani Journal Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Marwah Madani Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55438/jqim.v4i1.132

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Implementasi Pengawasan dan Pengendalian Bank syariah di Indonesia. Penelitian ini disebut sebagai penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang dilakukan melalui bahan-bahan pustaka atau literatur kepustakaan sebagai sumber tertulis. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Pengawasan dan pengendalian bank syariah di Indonesia menjadi aspek krusial dalam menjaga integritas dan stabilitas sistem keuangan syariah. Dengan pertumbuhan signifikan perbankan syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berperan dalam pengawasan stabilitas perbankan syariah dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) memiliki peran penting dalam memastikan bahwa operasional bank sesuai dengan prinsip syariah dan regulasi yang berlaku. Meskipun kerangka hukum yang jelas telah ditetapkan melalui Undang-Undang No. 21 Tahun 2008, tantangan seperti kurangnya pemahaman masyarakat dan integrasi pengawasan yang tidak optimal antara OJK dan DPS masih menjadi kendala. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif untuk meningkatkan edukasi masyarakat dan memperkuat kerjasama antar lembaga pengawas. Dengan pendekatan yang holistik, pengawasan dan pengendalian bank syariah diharapkan dapat berfungsi secara efektif, mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan memastikan bahwa bank syariah beroperasi sesuai dengan prinsip syariah yang diharapkan oleh Masyarakat
IMPLIKASI PERAN DAN FUNGSI PENGAWASAN BANK SYARIAH DI INDONESIA PASCA UU NO. 21 TAHUN 2011 Harahap, Ferri Sadillah; Nurnasrina; Syahfawi, Syahfawi
Jurnal El Rayyan: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal El Rayyan: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jer.v3i1.486

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisi pengaturan dan pengawasan perbankan syariah berdasarkan UU Nomor 3 tahun 2004 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia dan UU No 21 tahun 2008 merupakan wewenang BI. Pasca berlakunya UU No 21 tahun 2011 tentang OJK maka pengawasan perbankan syariah yang semula menjadi wewenang BI beralih ke OJK. Pembentukan Otoritas Jasa Keuangan berawal dari adanya keresahan dari berbagai pihak dalam hal fungsi pengawasan Bank Indonesia. OJK dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas perbankan syariah ternyata tidak melakukan pengawasan tehadap semua aktivitas lembaga syariah itu, melainkan ada beberapa aspek yang secara khusus diawasi oleh lembaga lain, dalam hal ini adalah DPS (Dewan Pengawas Syariah). DPS adalah bagian dari Lembaga Keuangan Syariah, yang bersangkutan yang penempatannya atas persetujuan Dewan Syariah Nasional (DSN). Tujuan dibentuknya OJK ini adalah untuk memenuhi danmelindungi kebutuhan dan kepentingan masyarakat, mewujudkan sistem keuangan yang stabil dan berkelanjutan, dan terselenggaranya sistem keuangan yang berdasarkan pada prinsip-prinsip tata kelola yang baik, yang meliputi akuntabilitas, transparansi, independensi.
Co-Authors Addianata, Vydika Harya Adiyes Putra Adiyes Putra Adiyes Putra Adiyes Putra, Popi Afriyadi, Afriyadi Al Farid, Hazwin Amalia Cahyati Amelia, Lili Andika, Abdi Kurnia Andrian Saputra Arif Mudi Priyatno Arif Rahman Azis, Fahnur Brillyandra, Fradini Bte Salman, Nola Fibriani Bte Salman, Nola Fibriyani Cintia, Ardilla Damanik, Khairuddin Desfianti, Silvia Despileny, Iren Ernita, Mahdar Fauziah Fauziah Fauziah, Wiwin Fibriyani Bte Salman, Nola Fibriyani, Nola Fikri, Azizul Fitri Andina, Dwitya Furqon Nur Islamiati Haniah Lubis Harahap, Ferri Sadillah Hazwin Hazwin Heri Sunandar Heri Sunandar Hertina Hertina Iskandar Iskandar Jefri, Gio Vani jenita jenita, jenita Jufendri, Jufendri Khaidir, Widya Khairunisa, Madona KHAIRUNISA, MADONA Kurnialis, Sri Kusnadi Lu'luul Karimah, Luluk Lubis, Haniah Lubis, Nurhayati M Arie Pradina Mahyudin Syukri Mhd. Alisadikin Miftahurrazak, Muhammad Muhammad Syaipudin Mukhlis Mukhlis Mulia Sosiady Musnawati, Musnawati Nabela, Firdha Nola Fibriani Bte Salman Nur Hasanah Nurhalimah Hanum, Siti Nurul Huda p. adiyes putra Palison, Aan Pebrianto, Erpindo Soni Popi Adiyes Putra Pradina, M Arie Putra, Adiyes Putra, Popi Adiyes Putra, Zulfadli Nugraha Triyan Putri, Joelia Nurhasanah Rahmawati, Fathira Rahmawati, Rahmawati Roikhani, Melati Julia Rozy, Vikri Rusmiati Rusmiati Sadillah, Ferri Salman, Nola Fibriani Binti Salman, Nola Fibriyani Bte SAPARUDDIN SAPARUDDIN Saufi Saufi Sayuti, Abdulrahman Siti Aisyah Siti Aisyah Sunandar , Heri Sunandar, Heri Syahfawi, Syahfawi Syahpawi Syahpawi Syahpawi Syamsiar, Syamsiar Syamsurizal - - Trian Zulhadi Uliya, Zahrotul Wahyu Febri Ramadhan Sudirman Wulandari, Shevia Yuliana Yuliana