Claim Missing Document
Check
Articles

Metilasi DNA dan Peranannya Pada Kanker Payudara Sporadik Wirsma Arif Harahap
Majalah Kedokteran Andalas Vol 37 (2014): Supplement 2 | Published in December 2014
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8040.129 KB)

Abstract

Metilasi DNA dan Peranannya Pada Kanker Payudara Sporadik
Pembedahan Pada Tumor Ganas Payudara Wirsma Arif Harahap
Majalah Kedokteran Andalas Vol 38 (2015): Supplement 1 | Published in September 2015
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3281.172 KB)

Abstract

Pembedahan Pada Tumor Ganas Payudara
Peranan microRNA dalam diagnosis dan tata laksana kanker payudara Wirsma Arif Harahap
Majalah Kedokteran Andalas Vol 42, No 3S (2019): Published in November 2019
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.166 KB) | DOI: 10.25077/mka.v42.i3S.p85-94.2019

Abstract

Epigenetik adalah suatu perubahan ekspresi gen yang dapat diturunkan namun tidak terdapat perubahan sekuen DNA pada gen tersebut. Saat ini diperlukan adanya identifikasi proses epigenetik peranan microRNA dalam diagnosis dan tatalaksana kanker payudara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran microRNA (miRNA) dalam diagnosis dan tatalaksana kanker payudara. Metode: Penelitian ini merupakan literature review terhadap artikel penelitian yang terpublikasi secara internasional pada database Pubmed/Medline dan Proquest dari tahun 1998-2019. Studi literatur ini disusun berdasarkan panduan Walker dan Avant. Hasil: Peranan miRNA yang dapat menginduksi dan dapat juga mencegah kanker serta peranannya dalam tingkat agresivitas kanker menjadikan mikro molekul dapat dijadikan biomarker untuk deteksi dini dan penilaian agresivitas kanker payudara (KPD). Lepasnya miRNA dari tumor ke dalam sirkulasi darah dapat dijadikan indikator biomarker baik sebagai diagnostik, prognostik, dan prediktif. level ekspresi miRNA juga dapat dijadikan monitor terhadap status tumor, sehingga menjadi catatan penting bahwa pengangkatan primer tumor akan mengurasi jumlah miRNA yang bersirkulasi di dalam darah. Simpulan: miRNA dapat digunakan baik sebagai biomarker pada KPD dan juga sebagai bagian dari terapi KPD.
Recurrence Prediction Score of the Localy Advance Breast Cancer in West Sumatera Province, Indonesia Shinta Qorina; Wirsma Arif Harahap; Ricvan Dana Nindrea
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 5 No. 9 (2021): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bsm.v5i9.406

Abstract

Introduction: Breast cancer is the most common malignancy that occurs in women in the world, which is about 18% of cancer cases that occur in women. Every year there are 1 million new cases of breast cancer worldwide and nearly 60,000 patients die from this disease. Therefore, the authors want to find out more about the prognosis factors that play a role in influencing the survival of patients with locally advanced breast cancer in Padang city, West Sumatera Province Indonesia. Methods: This study is a retrospective case-control study of locally advanced breast cancer for patients in Padang city. The study was conducted at the Surgical Oncology Division of Dr. M Djamil Padang Hospital, Ropana Suri Hospital, Ibnu Sina Hospital and Siti Rahmah Padang Hospital from September 2018 to December 2018. The total number of samples for the two groups was 242 people. The sampling technique used was convenience sampling. Results: In this study 4 prognostic factors were found that had a significant effect on predicting breast cancer recurrence, namely histopathological type, stage, regional lymph and lymphovascular invasion with p <0.05. Conclusion: Prognosis factors that influence breast cancer recurrence are histopathological type, stage, regional lymph node status and lymphovascular invasion. A scoring system is obtained that is good enough to predict the possibility of breast cancer recurrence.
Association of Early Drain Removal with Formation of Seroma in Breast Cancer Patients After Modified Radical Mastectomy Ramadanus; Daan Khambri; Wirsma Arif Harahap
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 6 No. 7 (2022): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v6i7.544

Abstract

Background: The installation of drainage after MRM surgery has been aimed at reducing seroma formation. However, when the drain should be removed has not been studied well. This study aims to determine the association of early drain removal with seroma formation. Methods: A nested cohort study was conducted on 40 breast cancer patients undergoing MRM surgery. Patients were divided into 2 groups; off-drain day I and day III post-surgery. Seroma formation was assessed 7 days after the patient was discharged. Results: Seroma formation seven days after discharge occurs in 25 of the total 40 patients (62.5%). There was no difference in seroma incidence between groups of patients on the off-drain day I and day III seven days after discharge (65% vs. 60%) (p 1,000) or the number of seromas (157.31 +120.00 ml vs. 149.58 + 110.00 ml) (p 0.437). Conclusion: Removing the drain faster does not reduce the incidence and number of seromas seven days after discharge.
Profil Paparan Asap Rokok Lingkungan pada Pasien Kanker Payudara di Sumatera Barat Tahun 2020 Fathma Mardhotilla; Wirsma Arif Harahap; Yuniar Lestari
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.024 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.95

Abstract

Latar Belakang. Kanker payudara merupakan keganasan pada perempuan terbanyak ke-dua di dunia dan merupakan keganasan dengan tingkat kejadian tertinggi ke-dua di Indonesia. Kanker payudara disebabkan oleh faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi yang dicurigai menyebabkan kanker payudara adalah paparan asap rokok lingkungan, baik paparan asap rokok dari suami, rekan kerja, dan orang tua saat kecil. Objektif. Mengetahui profil paparan asap rokok lingkungan pada pasien kanker payudara di Sumatera Barat tahun 2020 Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 107 orang pasien yang sedang rawat jalan atau rawat inap di di Bagian Bedah RSUP Dr. M. Djamil, RS Pendidikan Universitas Andalas, dan RSI Ibnu Sina Padang dari Januari 2020 – Maret 2020. Hasil. Sebanyak 90 (84,1%) pasien terpapar asap rokok lingkungan. Simpulan. Pasien yang terpapar asap rokok lingkungan lebih banyak lima kali lipat daripada yang tidak terpapar asap rokok lingkungan. Kata kunci: kanker payudara, faktor risiko yang dapat dimodifikasi, paparan asap rokok lingkungan, sumatera barat Background. Breast cancer is the second most common malignancy in women in the world and the second highest malignancy incidence rate in Indonesia. Breast cancer is caused by modifiable and non-modifiable risk factors One of the modifiable risk factors factor suspected of causing breast cancer is exposure to environmental cigarette smoke, such as exposure to cigarette smoke from husband, coworkers, and parents as a child. Objective. To determine the he profile of environmental cigarette smoke exposure in breast cancer patients in West Sumatra in 2020. Methods. This research is a descriptive study with a sample of 107 patients who are being treated as outpatients or inpatients in the Department of Surgery Dr. M. Djamil, Andalas University Hospital, and Ibnu Sina Padang Hospital from January 2020 - March 2020 Results. 90 (84.1%) patients were exposed to environmental cigarette smoke Conclusion. Patients who are exposed to environmental cigarette smoke are lima times more likely than those who are not exposed Keyword: breast cancer, modifiable risk factor, environmental cigarette smoke, West Sumatra
Lepas Drain Dini Terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Pasca Operasi Modified Radical Mastectomy (MRM) Ramadanus Ramadanus; Daan Khambri; Wirsma Arif Harahap
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 7 No 1 (2020): JUNI 2020 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.081 KB) | DOI: 10.33653/jkp.v7i1.427

Abstract

Pemasangan drain setelah operasi Modified Radical Mastectomy (MRM) bertujuan untuk mengurangi pembentukan seroma, namun di sisi lain dapat menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan serta mempengaruhi kualitas hidup pasien. Belum ada penelitian di Indonesia mengenai kapan sebaiknya drain dilepas dan bagaimana hubungannya dengan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan lepas drain dini dengan kualitas hidup pasien pasca operasi MRM; Penelitian ini merupakan penelitian nested cohort pada 40 pasien kanker payudara yang menjalani operasi MRM. Pasien dibagi atas 2 kelompok; lepas drain hari I dan hari III pasca operasi. Semua pasien dipulangkan pada hari III. Dilakukan penilaian kualitas hidup pasien 7 hari setelah pasien dipulangkan menggunakan Kuesioner EORTC QLQ-C30 meliputi skala gejala, skala fungsi dan skala kesehatan secara umum. Skor skala gejala kelompok pasien lepas drain hari I lebih rendah dan berbeda bermakna daripada hari III (7,75±3,19 vs 11,25±3,58) (p 0,002) namun tidak berbeda bermakna pada skala fungsional (86,50±3,03 vs 86,35±2,86) (p 0,869) dan kualitas hidup secara umum (72,92±10,06 vs 71,67±8,29) (p 0,671). Terdapat hubungan bermakna lepas drain dini dengan kualitas hidup pasien dalam skala gejala. Kualitas hidup pasien lepas drain hari I lebih baik daripada lepas drain hari III.
Metilasi Promoter Gen BRCA1 dan Pengaruhnya terhadap Karakteristik Kanker Payudara Premenopausal Sporadik Etnis Minang Wirsma Arif Harahap; Daan Khambri; Dessy Arisanty; Yanwirasti -; Sofia Mubarika
Cermin Dunia Kedokteran Vol 42, No 3 (2015): Nyeri
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v42i3.1031

Abstract

Karsinoma payudara sporadik merupakan kanker yang paling sering pada wanita premenopause etnis Minang. Terdapat perbedaan faktor risiko dan karakteristik tumor jika dibandingkan dengan pasien Kaukasian. Diduga faktor metilasi pada promoter BRCA1 berperan dalam kejadian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kejadian metilasi promoter gen BRCA1 pada pasien kanker payudara premenopause sporadik etnis Minang. Penelitian menggunakan metoda deskriptif analitik pemeriksaan metilasi dengan teknik Bisulfit PCR pada promoter gen BRCA1 pada 43 jaringan kanker payudara sporadik usia premenopause etnis Minang yang diobati di RS M Jamil Padang. Faktor prognosis yang diperiksa adalah stadium, gradasi tumor, indeks mitosis, dan pemeriksaan imunohistokimia (Er,Pr,HER2,Ki67). Didapatkan 35 pasien kanker payudara yang memenuhi syarat, dengan perincian: 17,2% stadium II, 71,4% stadium III, dan 11,4% stadium IV. Subtipe adalah Luminal A 16 orang (17,1%), Luminal B 9 orang (25,7 %), HER2 3 orang (8,6%) dan TNBC 17 orang (48,6%). Metilasi pada jaringan kanker didapatkan pada 21 pasien (60 %). Metilasi berhubungan dengan derajat proliferasi tinggi (Ki67 >14%), stadium lanjut, dan subtipe jenis TNBC. Kanker payudara dengan metilasi pada promoter gen BRCA1 memiliki prognosis lebih buruk. Perlu penelitian lebih lanjut untuk melihat dampak klinis obat anti-metilasi pada penderita KPD dengan metilasi pada promoter BRCA1. Sporadic breast carcinoma is the most common cancer among premenopausal Minang ethnic women. There are differences of risk factors and tumor characteristics compared with Caucasian patients. It was assumed that promoter methylation in BRCA1 plays a role in this differences. This descriptive analytic study aimed to describe the incidence of promoter methylation in the BRCA1 gene in sporadic premenopausal ethnic Minang breast cancer patients. This research used methylation with bisulfate PCR technique method in the BRCA1 promoter in 43 sporadic premenopausal ethnic Minang breast cancer patients at M Djamil Hospital Padang. Stage, tumor grading, mitotic index, and immunohistochemical examination (Er, Pr, HER2, Ki67) are examined prognostic factor. Among eligible 35 breast cancer patients, 17.2% are stage II, 71.4% are stage III and 11.4% are stage IV. Cancer subtypes were Luminal A in 16 patients (17.1%), Luminal B in 9 patients (25.7%), HER2 in 3 patients (8.6%), and TNBCin 17 patients (48.6%). Methylation in cancer tissue was found in 21 patients (60%). Methylation associated with a high degree of proliferation (Ki67>14%), advanced stage and type of TNBC subtypes. Breast cancer with promoter methylation in the BRCA1 gene have a worse prognosis. Further research is needed to study the clinical impact of antimethylation in breast cancer patients with BRCA1 promoter methylation.
Hasil Pengobatan Adjuvan Tamoksifen pada Pasien Kanker Payudara di RSUP Dr. M. Djamil Padang Muhammad Fadhil; Wirsma Arif Harahap; Dewi Rusnita
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 12 (2019): Kardiovaskular
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i12.395

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak pada perempuan di dunia. Pada beberapa dekade terakhir, pengobatan adjuvan tamoksifen banyak digunakan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi disease-free survival, survival rate dan efek samping pengobatan tamoksifen. Penelitian deskriptif retrospektif pada bulan September hingga Desember 2016 di RSUP Dr. M. Djamil Padang menggunakan data sekunder 100 sampel dari rekam medik bagian Bedah Onkologi RSUP Dr. M. Djamil Padang dan data primer melalui wawancara. Analisis secara univariat dan metode Kaplan-Meier. Hasil penelitian ini didapatkan kelompok usia terbanyak adalah 50-59 tahun dengan rerata 52,3 tahun. Disease-free survival 5 tahun adalah 0,727 dan survival rate 5 tahun adalah 0,777. Efek samping paling banyak adalah hot-flashes 65%. Terdapat hubungan antara efek samping pengobatan tamoksifen dengan disease free survival dengan nilai p=0,001 (p < 0,05) kekuatan hubungan sedang (r=0,376).Breast cancer is the most commonly diagnosed cancer among women worldwide. For the last few decades, adjuvant tamoxifen is the most preferred therapy. This research aims to evaluate the disease-free survival, survival rate, and side effects of tamoxifen therapy. This retrospective descriptive research was conducted in September until December 2016 at Dr. M. Djamil Padang Hospital using 100 secondary data samples from medical records of Surgical Oncology Dept., Dr. M. Djamil Padang Hospital and primary data through interviews. Univariate analysis and Kaplan-Meier method are used. The result shows that the largest age group is 50-59 years old with average 52,3 years old. The 5-year disease-free survival is 0,727 and 5-year survival rate is 0,777, the most frequent side effect is hot flashes 65%. There is medium strength of the relationship (r = 0,376) between side effects of tamoxifen treatment with disease free survival (p = 0,001 <0,05). 
Rekonstruksi Pectoralis Major Myocutaneuos Flap untuk Defek Operasi Kanker Tiroid Oktahermoniza .; Heldrian Dwinanda Suyuthie; Ari Oktavenra; Sondang Nora; Daan Khambri; Wirsma Arif Harahap; Rony Rustam; Azamris .
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49, No 1 (2022): Bedah
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i1.1645

Abstract

Latar Belakang: Pembedahan kanker daerah kepala dan leher umumnya menimbulkan defek luas dan biasanya memerlukan flap. Meskipun free flap saat ini merupakan gold standard untuk rekonstruksi daerah kepala leher, pectoralis major myocutaneous flap (PMMC) masih digunakan. Kasus: Perempuan usia 47 tahun, dengan kanker tiroid papiler T4aN0M0 dengan ulserasi di kulit leher, menjalani tiroidektomi total dan defek operasi direkonstruksi dengan pectoralis major myocutaneous flap. Hasil rekonstruksi dapat diterima secara fungsional dan estetik. Tidak ada komplikasi hematom ataupun abses post operasi. Simpulan: Pectoralis major myocutaneous flap masih merupakan salah satu metode utama untuk rekonstruksi operasi kepala leher dan dapat diterima secara fungsional dan estetik jika free flap tidak dapat dilakukan. Background: Surgery for head and neck cancer generally leaves a wide defect that usually needed a flap. Although free flap is currently the gold standard for reconstruction of the head and neck, the pectoralis major myocutaneous flap is still popularly used. Case: A 47-year old female with thyroid carcinoma, underwent total thyroidectomy and the surgical defect was reconstructed with pectoralis major myocutaneous flap. The results were viable, functional, and aesthetically acceptable. No postoperative complications such as hematoma or abscess observed. Conclusion: Pectoralis major myocutaneous flap was still one of the main methods for head and neck reconstruction surgery. 
Co-Authors ., Azamris ., Oktahermoniza Afriwardi Afriwardi Aisyah Ellyanti Ari Oktavenra Arifin, Hidayat Aswiyanti Asri Avit Suchitra Azamris Azamris Bastian Nova Beni Indra, Beni Bethy Suryawathy Hernowo Bugi R Budiarto Cicilia Artitin Daan Khambri Deddy Saputra Defrin Defrin Desriani Desriani Dessy Arisanty Desti Wahyuni Dewi Rusnita Diandra K., Puti Reno Edison Edison Effif Syofra Tripriadi, Effif Syofra Erin Desweni Fadil Oenzil Fathma Mardhotilla Ferry Sandra Fitra, Maisa Hafiz, Muhammad Zaki Abdul Hasmiwati Irianiwati Widodo Ismiati Ismiati Jamil, Mohd Krisdianto, Boby Febri Kurniawan, Arif Rasyidi Leni Merdawati Magdi Ayuza Maisa Fitra Mardhiyah, Farah Martga Bella Rahimi Masnadi, Nice Rachmawati Maulanisa, Sinta C. Muhammad Fadhil Muhammad Fadhil Muhammad Iqbal Muthia Afdhelia Putri Anbiar Nailatul Fadhilah Nindrea, Ricvan Dana Nora, Sondang Nur Indrawati Lipoeto Oktahermoniza Oktahermoniza . Oktahermoniza Oktahermoniza Oktarina, Elvi Oktavenra, Ari Oktora, Meta Zulyati Pieri Kumaladewi Putri, Rizqy Nurfathonah Raden Mohamad Herdian Bhakti Ramadanus Ramadanus Ramadanus Ramadhan Karsono Richvan Dana Nindrea Ricvan Dana Nindrea Rima Semiarty Risna Meliyani Rony Rustam Rony Rustam Rosfita Rasyid Rusnita, Dewi Rustam, Rony Rusydah Syarlina Salmiah Agus Selfi Renita Rusjdi Shinta Qorina Sofia Mubarika Sofia Mubarika Haryana Sonar Soni Panigoro Sondang Nora Sondang Nora Suci Estetika Sari Suyuthie, Heldrian Dwinanda Tofriza Tofriza Utami, Tania Nugrah Vashti Resti Putri Firdaus Yanwirasti - Yanwirasti - Yanwirasti Yanwirasti Yanwirasti Yanwirasti Yenda Hasnita Yevri Zulfiqar Yuniar Lestari Yuniar Lestari