Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The Relationship Between Student’s Personal Hygiene Behavior and Scabies Prevalence in Islamic Boarding School Anggina, Dientyah Nur; Prameswarie, Thia
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 12, No 3 (2024): EDITION NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v12i3.4608

Abstract

Sarcoptes scabiei, a variant of the hominid mite, is the cause of scabies, a skin infestation. In Indonesia, scabies accounted for three of the top 12 skin infestations. Scabies infections are particularly common in islamic boarding schools largely due to poor personal hygiene, which increases the risk of the students being infected. This study aimed to determine the relationship between personal hygiene and the prevalence of scabies. A total of 184 samples that met the inclusion and exclusion criteria were obtained for this study using a cross-sectional method and purposive sampling. Fisher’s exact test and Chi-square analysis were performed on the data. The results showed that the prevalence of scabies is 28.8%. The findings indicate a significant relationship between the prevalence of scabies and showering behavior (p=0.002), hand and nail hygiene (p=0.006), and bedding hygiene (p=0.013). However, no correlation was found between the prevalence of scabies and clothing hygiene (p=0.931). When considering overall showering habits, hand and nail hygiene, and bedding hygiene, there was a significant correlation between student hygiene and scabies prevalence (p=0.030). Islamic boarding schools could address this issue by promoting clean and healthy living habits, imposing sanctions for violations, and cooperating with health facilities to carry out periodic treatment for students suffering from scabies.
Chemical Factors in Clothes Wastewater Affect the Development of Aedes aegypti Mosquitoes Ramayanti, Indri; Prameswarie, Thia; Ghiffari, Ahmad; Alpasyah, M. Mico
Majalah Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1: 2025
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/makein.2025223

Abstract

Dengue hemorrhagic fever is caused in part by Aedes aegypti. Ae. aegypti's primary breeding habitat is a non-groundwater reservoir. Chemical variables including pH, salinity, Dissolved Oxygen (DO), and Total Dissolved Solids (TDS) all have an impact on the growth of Ae. aegypti larvae. The purpose of this study is to examine the effect of water chemistry parameters on egg hatchability as well as the number of Ae. aegypti larvae and pupae in clothes washing wastewater. The experimental design in this study was a Completely Randomized Design (CRD) with three treatment media (washing clothes wastewater from dengue patients' houses, water municipal waterworks, and abate) three repetitions. The parameters measured are egg hatchability, number of larvae, number of pupae, dissolved oxygen (DO), pH, salinity, and total dissolved solids. The data were analyzed using one-way ANOVA and the Honestly Significant Difference (BNJ) test at a 5% confidence level. The results showed that wastewater from washing clothing had a 26.00% affect on the hatchability of Ae. aegypti, 22.67% of the larvae, and 10.67% of the pupae. The chemical content in clothes washing wastewater for DO is 7.60 mg/L, TDS is 136.00 ppm, pH is 7.80, and salinity is 0.10%.  The chemical content of DO and TDS in clothes washing wastewater differs greatly from water municipal waterworks and abate water, while pH and salinity do not differ significantly. This study concludes that wastewater from washing clothes has the potential to serve as a breeding ground for the Ae. aegypti mosquito, which transmits the dengue virus.
Edukasi Masyarakat Melalui Gerakan 10 Jari Cegah Kanker Ovarium Silvana, Rista; Prameswarie, Thia; Rinaldzi, Ary; Wardani, Aliyah; Noviandini, Berliana
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023572

Abstract

Kanker ovarium adalah kanker yang muncul di jaringan ovarium atau indung telur. Kanker ini merupakan jenis kanker terbanyak ketiga yang diderita wanita di Indonesia. Minimnya pengetahuan terhadap kanker sendiri merupakan salah satu penghambat pendeteksian dini kejadian kanker ovarium. Deteksi dini merupakan kunci upaya penyembuhan kanker ovarium melalui gerakan 10 jari cegah kanker ovarium yaitu kampanye untuk mengenal enam faktor risiko dan empat tanda kanker ovarium. Tujuan kegiatan penyuluhan ini adalah untuk menyampaikan informasi mengenai kanker ovarium dan meningkatkan pengetahuan deteksi dini kanker ovarium dengan metode 10 jari pada wanita usia post menopause. Metode yang digunakan dalam kegiatan melalui serangkaian tahap antara lain dengan penyuluhan dan pemeriksaan USG (ultrasonography). Penyuluhan ini dilaksanakan di Kelurahan 16 Ulu Kecamatan SU II Kota Palembang.  Hasil yang dicapai setelah mengikuti penyuluhan dan diskusi ada peningkatan pengetahuan masyarakat mengetahui tentang bahayanya kanker ovarium dan pentingnya deteksi dini.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DBD MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN LARVITRAP DAN ATRAKTAN AIR AKUARIUM DI KECAMATAN SUKARAMI KOTA PALEMBANG Ramayanti, Indri; Prameswarie, Thia; Helmizuryani, Helmizuryani; Silvana, Rista; Rio, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i4.1707-1712

Abstract

Demam Berdarah Dengue atau DBD adalah salah satu penyakit endemis di Indonesia disebabkan oleh virus dengue (DENV) yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti. Upaya pencegahan DBD memerlukan peran aktif masyarakat dalam pengendalian vektor, terutama melalui metode inovatif seperti penggunaan larvitrap dan atraktan alami. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetauan atau pemahaman dan keterampilan masyarakat di Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, sebagai upaya pencegahan DBD melalui pelatihan pembuatan larvitrap dan pemanfaatan atraktan air akuarium sebagai media penangkapan larva nyamuk. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan larvitrap berbasis bahan sederhana serta penggunaan atraktan alami untuk menarik nyamuk bertelur. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penerapan teknologi sederhana ini sebagai strategi pengendalian nyamuk berbasis lingkungan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat berperan lebih aktif untuk pencegahan DBD, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor penyakit ini.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI PEMAKAIAN OVITRAP UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT DBD Ramayanti, Indri; Zalmi, Ghina; Saputra, Yogi; Dhimas, Fandika; Hasanah, Khalifah; Asmalia, Resy; Prameswarie, Thia
Jurnal Vokasi Vol 6, No 3 (2022): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v6i3.2578

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan infeksi akibat virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes spp. Kasus DBD di Sumatera Selatan menunjukan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Faktor penyebab yaitu rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pemberatasan penyakit DBD. Tujuan kegiatan ini untuk melakukan penyuluhan kesehatan sebagai upaya pencegahan DBD dan mengurangi kepadatan nyamuk dengan pelatihan pembuatan ovitrap sederhana. Metode yang digunakan berupa penyuluhan tentang bionomik vektor, etiologi penyakit dan teknik pengendalian vektor dengan memperkenalkan metode ovitrap air gula dan ragi roti. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan berjalan  dengan  baik  dan  lancar.  Seluruh  peserta  yang hadir   menunjukkan    adanya    respon positif dan peningkatan    pemahaman    tentang    penyebaran  dan pemberantasan  penyakit  DBD,  di  mana  pada pelaksanaan penyuluhan mencerminkan keinginan untuk memahami cara pengendalian DBD dan  mampu  menjelaskan kembali  tentang  materi  yang  telah  disampaikan. Pendampingan pembuatan alat ovitrap juga memberikan manfaat  yaitu dapat meminimalisir dan mengurangi populasi nyamuk di sekitar rumah warga. 
Hubungan Lokasi Ovitrap Atraktan Fermentasi Air Cucian Beras terhadap Keberadaan Telur Aedes Rio, Muhammad; Ramayanti, Indri; Rohani, Siti; Prameswarie, Thia; Saraswati, Nia Ayu
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 6, No 1 (2025): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v6i1.9334

Abstract

Aedes merupakan vektor utama penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, salah satu upaya pengendaliannya dapat dilakukan dengan menggunakan ovitrap dengan penambahan atraktan yaitu fermentasi air cucian beras yang terbukti menghasilkan senyawa ammonia, karbon dioksida dan asam sitrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penempatan ovitrap dengan keberadaan telur nyamuk Aedes. Desain penelitian ini dengan quasy experiment posttest only. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yang didaparkan 6 rumah warga di RT 46, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami yang merupakan wilayah endemis DBD di Kota Palembang dengan kriteria inklusi yaitu rumah dengan halaman yang cukup luas serta banyak perpohonan. Ovitrap dengan atraktan fermentasi air cucian beras pada penelitian ini diletakkan di luar dan di dalam rumah warga konsentrasi 10%, 30% dan 60% dengan tiga kali ulangan. Analisis data yang digunakan dengan dan Chi-square. Hasil penelitian didapatkan tidak terdapat hubungan antara letak ovitrap dengan keberadaan telur nyamuk Aedes. 
RELATIONSHIP BETWEEN CLIMATE VARIABLES AND DENGUE INCIDENCE IN WEST INDONESIA Ahmad Ghiffari; Ratika Febriani; Galuh Pratama Mynanda; Thia Prameswarie
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dmj.v13i3.43873

Abstract

Background: Dengue fever is a major public health problem, especially in heavily populated metropolitan areas like Palembang City, Indonesia. Gaining insight into the impact of climatic conditions on the dynamics of dengue transmission is essential for guiding specific public health actions. Objective: The objective of this study is to examine the correlation between temperature, rainfall, wind speed, air humidity, and the occurrence of dengue disease in Palembang City. Methods: Using observational data collected from 2016 to 2019 and 2022, we applied bivariate analytic approaches to evaluate the associations between meteorological factors and the incidence of dengue disease. Results: The findings demonstrate a notable inverse relationship between temperature and the occurrence of dengue disease, although rainfall displayed a favorable relationship. The relationships between wind speed, air humidity, air pressure, and dengue fever incidence were shown to be weaker. Conclusion: These findings highlight the significance of utilizing meteorological factors in early warning systems to enhance disease surveillance and control measures in metropolitan environments. This work helps to the creation of evidence-based strategies for reducing the burden of dengue fever in locations where it is common by explaining the intricate connections between climatic conditions and the dynamics of dengue transmission.
Comparative Effects of Electric and Coil Mosquito Repellents on Mice (Mus musculus L) Hartanti, Miranti Dwi; Prameswarie, Thia; Oktariza, Rury Tiara; Amrizal, Amrizal; Tanzila, Raden Ayu; Chairani, Liza; Asri, Afina Rasaki
Syifa'Medika Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i1.11104

Abstract

Antinyamuk seperti elektrik, bakar, dan bentuk lainnya banyak digunakan meskipun diketahui memiliki risiko kesehatan yang cukup tinggi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa antinyamuk ini dapat bersifat toksik bagi paru-paru, namun data perbandingannya masih terbatas. Penelitian ini mengevaluasi efek antinyamuk elektrik dan bakar terhadap jaringan paru-paru serta parameter kimia darah pada mencit (Mus musculus L.). Tiga puluh mencit Swiss Webster diberikan perlakuan terhadap salah satu jenis antinyamuk tersebut selama 6 atau 8 jam setiap hari (n=6 per kelompok). Jaringan paru-paru diperiksa menggunakan pewarnaan H&E untuk menilai ketebalan septum alveolar dan infiltrasi sel imun, sementara kadar low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL) diukur dari sampel darah. Uji statistik meliputi uji Shapiro-Wilk, uji Levene, ANOVA, dan uji post hoc Tukey HSD (p < 0,05). Kedua antinyamuk secara signifikan meningkatkan ketebalan septum alveolar (antinyamuk bakar: 32,45±10,52 µm; antinyamuk elektrik: 24,87±8,76 µm pada 8 jam; p<0,001 dibandingkan kontrol: 22,34±9,87 µm) dan menyebabkan dislipidemia (LDL: 148,23±5,76 mg/dL vs. 139,81±7,61 mg/dL; HDL: 11,46±8,21 mg/dL vs. 14,46±5,64 mg/dL). Antinyamuk bakar menunjukkan tingkat toksisitas yang lebih tinggi (p=0,001), kemungkinan akibat emisi PAH. Temuan ini mengungkapkan adanya hubungan antara perubahan mikroskopis pada jaringan paru dan perubahan kimia darah pada mencit yang terpapar antinyamuk tersebut.
Empowering Mothers Through Booklet-Based Health Education to Prevent Helminth Diseases in Children Aged 5–14 Years Indri Ramayanti; Thia Prameswarie; Nia Saraswati; Putri Erlyn; Muhammad Ramadhan Hoiri; Rista Silvana
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v8i1.26029

Abstract

Worm infections due to Soil Transmitted Helminths (STH) remain a significant public health problem, especially in children aged 5–14 years in areas with limited sanitation, risky environmental conditions, and low levels of family health literacy. Mothers have an important role as the main caregiver in shaping hygiene behavior and disease prevention in children, so that maternal empowerment through health education is an important preventive strategy. This activity aims to analyze the effectiveness of booklet-based health education in improving maternal knowledge, attitudes, and behaviors related to the prevention of worms in children. Community service activities were carried out in the assisted areas of the University of Muhammadiyah Palembang using a pre-experimental design of one group pretest involving 95 mothers. Interventions are carried out through health counseling using booklet media, presentations, and interactive discussions. Data were collected using pre- and post-intervention questionnaires, then analyzed using the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in knowledge (mean 65.83 to 99.42), attitude (63.95 to 99.50), and behavior (65.37 to 100.00) with a p value of < 0.001. All participants experienced changes to the good category after the intervention. These findings show that booklet-based education is effective in improving maternal health literacy and preventive behavior. This education has important implications as a sustainable promotive and preventive strategy to strengthen family-based deworming prevention and improve the health of children in the community.Infeksi cacing akibat Soil Transmited Helminths (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada anak usia 5–14 tahun di daerah dengan sanitasi terbatas, kondisi lingkungan berisiko, dan rendahnya tingkat literasi kesehatan keluarga. Ibu mempunyai peran penting sebagai caregiver utama dalam membentuk perilaku higienitas dan pencegahan penyakit pada anak, sehingga pemberdayaan ibu melalui pendidikan kesehatan menjadi salah satu strategi preventif yang penting. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan berbasis booklet dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu terkait pencegahan cacingan pada anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di wilayah binaan Universitas Muhammadiyah Palembang dengan menggunakan desain pre-experimental one group pretest yang melibatkan 95 orang ibu. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media booklet, presentasi, dan diskusi interaktif. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan (mean 65,83 menjadi 99,42), sikap (63,95 menjadi 99,50), dan perilaku (65,37 menjadi 100,00) dengan nilai p < 0,001. Seluruh partisipan mengalami perubahan ke kategori baik setelah dilakukan intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis buklet efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu dan perilaku preventif. Edukasi ini mempunyai implikasi penting sebagai strategi promotif dan preventif yang berkelanjutan untuk memperkuat pencegahan cacingan berbasis keluarga dan meningkatkan kesehatan anak di masyarakat.
Environmental Determinants Of Soil-Transmitted Helminth Infections In Palembang Schoolchildren: A Spatial Analysis Thia Prameswarie; Tarishah Jannah F; Ahmad Ghiffari; Putri Erlyn; Nurul Qamariah
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 23 No 2 (2026): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 23 No. 2, Juli 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkl.v23i2.1115

Abstract

Soil-transmitted helminth (STH) infection remains a public health concern in tropical urban settings. Understanding its spatial distribution and relationship with environmental determinants is important for targeted control. This cross-sectional spatial study included 294 primary school children (grades III and IV) from 18 districts of Palembang, Indonesia. Schools and participants were selected using two-stage cluster sampling. Stool specimens were examined using the direct smear method with eosin staining. District-level population density, latrine coverage, and piped water access were obtained from official statistics. Spatial autocorrelation was assessed using Global Moran's I, Local Indicators of Spatial Association (LISA), and bivariate LISA. The overall STH prevalence was 16.7% (49/294 children). Most districts had low prevalence (<20%), while Ilir Barat Dua (41.2%), Ilir Barat Satu (35.3%), and Kertapati (29.4%) showed moderate prevalence (20-50%). Global Moran's I indicated significant positive spatial autocorrelation for latrine coverage (I = 0.190; p = 0.043), but not for population density (I = -0.135; p = 0.078) or piped water access (I = -0.049; p = 0.449). LISA mapping identified localized clusters of higher STH prevalence in areas with inadequate latrine coverage. STH endemicity in Palembang is low to moderate, but localized clusters remain. Sanitation, particularly latrine availability, was the main environmental factor associated with spatial clustering, whereas population density and piped water access showed no significant spatial association. Targeted sanitation improvement, hygiene education, and spatially guided surveillance are recommended.
Co-Authors Adhi Permana Ahmad Ghiffari Ahmad Ghiffari Alfath, Mochammad Nanda Ardani Alpasyah, M. Mico Amrizal Amrizal Anggina, Dientyah Nur Ardi Artanto Ardina, Puri Pratami Asmalia, Resy Asri, Afina Rasaki Asysyauki, Akhmad Hamdi Budi Utama Budi Utama, Budi Camelia Panache Chairil Anwar Chairil Anwar Chairil Anwar Dalila Dalila Denaneer, Talitha Dhimas, Fandika Dientya Nur Anggina Dwi Handayani Faradila Faradila Faradila, Faradila Fatinah Fairuz Qonitah Florence Triningtyas Galuh Pratama Mynanda Ghina Zalmih Gita Dwi Prasasty Gusmiatun Gusmiatun Hasanah, Khalifah Helmizuryani Helmizuryani Herudiansyah, Gumar Indri Ramayanti Indri Widya Sari Indriyani Indriyani Iskandar Z. A Ismail Ismail Lilis Khairani Liza Chairani M. Renaldi Fahlevi Ma'mun, Asmarani Mayasari, Ni Made Elva Meta Prameswari Miranti Dwi Hartanti Mochammad Nanda Ardani Alfath Muhaimin Ramdja Muhammad Ihsan Muhammad Ramadhan Hoiri Muhammad Umar Abdussalam Mukhtarudin, Kuntafie Al Haq Nadhea Yolanda Nia Saraswati Noviandini, Berliana Nurita Bangun Hutahean Nurul Qamariah Nurul Qamariah Nurul Qamariah, Nurul Oktariza, Rury Tiara Permana, Adhi Prameswari, Meta Prameswari, Meta Putri Amaliah Badri Putri Erlyn Ratika Febriani Resy Asmalia Rika Agustina Riliani Hastuti Rilliani Hastuti Rinaldzi, Ary Rio, Muhammad Risdiansyah Risdiansyah Rosita, Yanti Safitri, Rizka Nabila Sanely Risti Saraswati, Nia Ayu Shalshabilla, Alysha Titania Silvana, Rista Siska Fitriani Siti Rohani Suarni, Ertati Tanzila, Raden Ayu Tarishah Jannah F Wardani, Aliyah Wieke Anggraini Wulandari Saputri, Wulandari Yanti, Darma Yogi Saputra, Yogi Zalika, Putri Zalmi, Ghina