Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN DERAJAT DISPLASIA DENGAN JUMLAH SEL GOBLET PADA GAMBARAN HISTOPATOLOGI KOLITIS DI RSUD ULIN BANJARMASIN PADA TAHUN 2020-2022 Kanessha Winola Sunata; Agung Ary Wibowo; Ika Kustiyah Oktaviyanti Kustiyah Oktaviyanti; Winardi Budiwinata; Lena Rosida Rosida
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8787

Abstract

Kolitis merupakan suatu kondisi dimana lapisan mukosa kolon meradang, secara akut maupun kronis. Selama 2 dekade terakhir, insidensi IBD meningkat secara signifikan di Asia. Selain itu, kolitis juga bisa berkembang menjadi suatu keganasan. Hal ini bisa dilihat dengan memantau peningkatan derajat displasia dan pengurangan jumlah sel goblet sejalan dengan progesivitas penyakit. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis karakeritstik serta hubungan derajat displasia dengan jumlah sel goblet pada kolitis di RSUD Banjarmasin tahun 2020-2022. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan sampel sebanyak 39 sediaan (preparate/slide) histopatologi pasien kolitis yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil dari penelitian ini dianalisis dengan uji Rank Spearman dan ditemukan ada hubungan antara peningkatan derajat displasia dengan penurunan jumlah sel goblet. Semakin tinggi derajat displasia maka semakin rendah jumlah rata – rata sel goblet pada kolitis.
HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN DERAJAT KEPARAHAN HEMOROID INTERNA Nazwa Salsabila Hadni; Ika Kustiyah Oktaviyanti; Lena Rosida; Agung Ary Wibowo; Ida Yuliana
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8813

Abstract

Hemoroid adalah keadaan abnormal bantalan anus, terbagi menjadi interna, eksterna, campuran. Hemoroid interna terdiri dari empat derajat keparahan, derajat I-IV. Hemoroid sebagai penyebab morbiditas dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, seperti usia dan jenis kelamin. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan usia dan jenis kelamin dengan derajat keparahan hemoroid interna di RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2019-2021, menggunakan pendekatan cross sectional, didapatkan 45 sampel, dianalisis dengan uji statistik Kolmogorov-Smirnov. Berdasarkan hasil, sebanyak 58% pasien berusia < 45 tahun, 67% laki-laki, dan 58% derajat III. Analisis data menunjukan usia < 45 tahun terbanyak derajat III yaitu 14 pasien (54%), sedangkan ≥ 45 tahun derajat III yaitu 12 pasien (63%). Pasien laki-laki terbanyak derajat III yaitu 18 pasien (60%), sedangkan perempuan derajat III yaitu 8 pasien (54%). Hasil analsis hubungan menunjukkan p = 0,000. Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan bermakna antara usia dan jenis kelamin dengan derajat keparahan hemoroid interna di RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2019-2021.
Pathological Characteristics of Fiberoptic Bronchoscopy Procedure in Ulin General Hospital, Banjarmasin Ira Nurrasyidah; Muhammad Ajib Nuzula; Ika Kustiyah Oktaviyanti; Desi Rahmawaty; Tenri Ashari Wanahari
Jurnal Respirasi Vol. 9 No. 2 (2023): May 2023
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jr.v9-I.2.2023.117-123

Abstract

Introduction:  Fiberoptic Bronchoscopy (FOB) has emerged into the method of choice for the detection of lung tumors due to its availability of Adequate cytological and histological samples in the form of broncho-alveolar lavage, bronchial brushings, and bronchial forceps biopsy. This study aims to identify characteristics of bronchoalveolar lavage, aspiration cytology, brushing cytology and forceps cytology of patients suspected with malignancy at the Ulin Regional Hospital in South Kalimantan. Methods: A cross-sectional study was carried out utilizing medical documentation of patients suspested lung cancer from March 2018 to March 2020. Data were grouped by gender, age, type of procedure, and cytology and histopathology findings. Results: The result showed that 67.5% of 117 patients who underwent bronchoscopy had positive results and common histological diagnosis The frequent histopathological conclusion was adenocarcinoma (45.6%) tailed by squamous cell carcinoma (40.55). Forceps bronchoscopy showed a greater positivity rate (75.0%) than bronchoscopy without forceps (63.6%), we also found that by combining BAL and brushing and forceps biopsy, the detection rate of lung malignancy increased to 85.7%, but no correlation between the type of procedure and the likelihood of malignancy was discovered. Conclusions: Forceps bronchoscopy showed a greater positivity rate than bronchoscopy without forceps, but no correlation between the type of procedure and the likelihood of malignancy was discovered in our study.
HUBUNGAN OBESITAS DAN KONSTIPASI DENGAN DERAJAT KEPARAHAN HEMOROID INTERNA Khairini Putri; Ika Kustiyah Oktaviyanti; Lena Rosida; Agung Ary Wibowo; Maria Ulfah
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.9984

Abstract

Hemoroid merupakan bantalan jaringan submukosa di saluran anus yang mengalami pembesaran dan penonjolan. Hemoroid interna diklasifikasikan oleh Goligher dalam derajat I hingga derajat IV. Hemoroid dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, seperti obesitas dan konstipasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan obesitas dan konstipasi dengan derajat keparahan hemoroid interna tinjauan kasus di RSUD Ulin Banjarmasin dan RSUD Dr. H. M. Ansari Saleh periode Agustus-Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan didapatkan 36 sampel yang memenuhi kriteria inklusi kemudian dianalisis menggunakan uji regresi logistik ordinal. Berdasarkan hasil penelitian, 75% pasien hemoroid interna mengalami obesitas, 52,78% pasien memiliki riwayat konstipasi, dan derajat hemoroid interna terbanyak yaitu 38,89% derajat II. Nilai p variabel obesitas sebesar 0,03 dan variabel konstipasi sebesar 0,01 (< 0,05). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas dan konstipasi dengan derajat keparahan hemoroid interna.
KORELASI JUMLAH SEL GOBLET DENGAN JUMLAH SEL RADANG LIMFOSIT PADA GAMBARAN HISTOPATOLOGI KANKER KOLOREKTAL Widya Noor Haliza; Agung Ary Wibowo; Ika Kustiyah Oktaviyanti; Winardi Budiwinata; Lena Rosida
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.10018

Abstract

Kanker kolorektal merupakan penyakit yang berasal dari polip yang merupakan hasil dari sel epitel pelapis kolon dan rektum yang mengalami mutasi sehingga tumbuh menjadi polip yang merupakan lesi prekursor neoplastik. Mutasi ini menyebabkan hiperproliferasi, penipisan musin, dan disintegrasi sel goblet sehingga homeostasis usus terganggu dan proses inflamasi terus menerus terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi jumlah sel goblet dengan jumlah sel radang limfosit pada sediaan histopatologi kolorektal di RSUD Ulin Banjarmasin pada tahun 2021-2022. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan sampel sebanyak 35 sediaan (preparat/slide) histopatologi dan diambil dengan teknik total sampling. Uji Rank Spearman yang dilakukan telah menunjukkan adanya korelasi antara jumlah sel goblet dengan jumlah sel radang limfosit dengan nilai p yaitu 0,002. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara jumlah sel goblet dengan jumlah sel radang limfosit pada gambaran histopatologi kanker kolorektal di RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2021-2022.
KARAKTERISTIK PASIEN HEMOROID DI RUANG RAWAT INAP RSUD ULIN BANJARMASIN TAHUN 2019-2021 Widya Shoffa Rosyida; Ika Kustiyah Oktaviyanti; Lena Rosida; Agung Ary Wibowo; Ida Yuliana
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.10020

Abstract

Hemoroid terdiri dari hemoroid eksterna dan interna yang diklasifikasikan derajat I-IV, dengan gejala perdarahan, prolaps dan nyeri yang sering disebabkan trombosis. Jenis operasi dibagi menjadi stapled hemorrhoidopexy dan hemoroidektomi konvensional yang mempengaruhi lama perawatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik pasien hemoroid di Ruang Rawat Inap RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2019-2021 ditinjau derajat hemoroid interna, gejala klinis, gambaran histopatologi trombosis, jenis operasi, dan lama perawatan. Metode penelitian adalah deskriptif observasional melalui data rekam medis dan preparat histopatologi di Laboratorium Patologi Anatomi dengan 46 sampel. Hasil menunjukkan 95% hemoroid interna dengan derajat II (25%), derajat III (47,5%), derajat IV (27,5%). Adapun gejala perdarahan (72%), prolaps (59%), dan nyeri (33%). Gambaran trombosis ditemukan pada 57% preparat. Operasi stapled hemorroidopexy (58,3%) dan hemoroidektomi konvensional (41,67%). Sebanyak 52% menerima perawatan ≤ 3 hari. Karakteristik terbanyak adalah hemoroid derajat III, dengan perdarahan, gambaran trombosis, dan diterapi stapled hemorrhoidopexy selama ≤ 3 hari.
Survival of Lung Adenocarcinoma Patients with Tyrosine Kinase Inhibitor Therapy Based on EGFR Mutation Status in Tumor and Plasma Samples Haryati, Haryati; Arganita, Fidya Rahmadhany; Oktaviyanti, Ika Kustiyah
Indonesian Journal of Cancer Vol 17, No 4 (2023): December
Publisher : http://dharmais.co.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v17i4.995

Abstract

Background:The prognosis for epidermal growth factor receptor (EGFR)-mutated non-small cell lung cancer (NSCLC) is greatly improved when treated with tyrosine kinase inhibitor (TKI). In this context, EGFR mutation status should be determined at the diagnosis stage but circulating tumor DNA (ctDNA) has been increasingly used for molecular profiling. Therefore, this study aimed to establish the correlation between the presence of ctDNA before TKI therapy and subsequent clinical outcomes Methods: A total of 18 patients with NSCLC who received EGFR-TKI therapy were enrolled. EGFR mutations were simultaneously identified in tumor samples and plasma ctDNA, as well as information regarding overall survival (OS) and progression-free survival (PFS). Result: These case studies showed that 14 of 18 patients (77.8%) with concordance results detected EGFR-positive mutations on ctDNA examination and histopathology from plasma and tumor samples, respectively. The median PFS was similar at 7.5 months in both groups, while the median OS was shorter in patients with EGFR-detected in ctDNA (17 vs. 25.5 months) after TKI-targeted therapy. Conclusion: The identification of EGFR mutations in plasma ctDNA was a promising, effective, and minimally invasive alternative to tumor biopsy. The existence potentially reflected the disease burden and showed a poor prognosis.
HUBUNGAN USIA DENGAN DERAJAT DIFERENSIASI KANKER PAYUDARA PADA WANITA Hasfira, Fairuz Izdihar; Oktaviyanti, Ika Kustiyah; Budiwinata, Winardi; Priyono, Sasongko Hadi; Rosida, Lena
Homeostasis Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i2.13219

Abstract

Abstract: Breast cancer is a type of cancer that starts in the breast tissue and spreads to the duct or lobule epithelium. As people age, the incidence of breast cancer rises. The aim of this research is to determine the correlation between age and the level of breast cancer differentiation in female patients at RSUD Ulin Banjarmasin. This study used a cross-sectional technique and an analytical observational research design. Purposive sampling was the method used to collect the samples. A total of 64 breast cancer slides met the inclusion criteria for the sample size. A 95% confidence level was used to evaluate the relationship between the two variables using the chi-square test. People under the age of 40 received grade 1 (8.7%), grade 2 (39.1%) and grade 3 (52.2%), while people beyond the age of 40 received grade 1 (14.6%), grade 2 (63.4%), and grade 3 (22%). The chi-square statistical results suggest p-value=0,047. The results showed a correlation between a woman's age and the degree of breast cancer differentiation at RSUD Ulin Banjarmasin. Keywords: breast cancer, grade, age  Abstrak: Kanker payudara ialah suatu keganasan pada jaringan payudara yang berasal dari epitel duktus ataupun lobulus. Insiden dari kanker payudara meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. Derajat diferensiasi ialah ukuran perbandingan sel kanker dengan sel normal yang membantu dalam memprediksi prognosis. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah adanya hubungan antara usia dengan derajat diferensiasi kanker payudara pada wanita. Penelitian ini memakai rancangan penelitian observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Sampel diambil melalui teknik purposive sampling. Sampel yang memenuhi inklusi ialah 64 slide kanker payudara. Hubungan dari kedua variabel dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Usia ≤40 tahun didapatkan grade 1 (8,7%), grade 2 (39,1%), dan grade 3 (52,2%), sedangkan usia >40 tahun didapatkan grade 1 (14,6%), grade 2 (63,4%), dan grade 3 (22%). Hasil dari statistik chi-square menunjukkan p-value=0,047. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa adanya hubungan antara usia dengan derajat diferensiasi kanker payudara pada wanita di RSUD Ulin Banjarmasin. Kata-kata kunci: kanker payudara, derajat diferensiasi, usia
HUBUNGAN FAKTOR PREDISPOSISI DENGAN KETERLAMBATAN BEROBAT PASIEN KANKER PAYUDARA LANJUT LOKAL Juliana, Adies; Budiwinata, Winardi; Oktaviyanti, Ika Kustiyah
Homeostasis Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i2.13175

Abstract

Abstract: Breast cancer patients often come to the doctor diagnosed at a locally advanced stage. The cause of delay in treatment is influenced by predisposing factors, namely knowledge, family history, education level, attitude, action to seek health facilities, fear, and family income. The study aimed to analyze the relationship between predisposing factors and the delay in treatment of locally advanced breast cancer patients. The study used an analytic observational method with a cross sectional approach. The study respondents were 51 patients with locally advanced breast cancer who sought treatment at the Oncology Surgery Polyclinic and were recorded in the medical records of RSUD Ulin Banjarmasin for the period January 2020-November 2023. Data were collected based on a questionnaire of predisposing factors for delay in treatment. Data analysis used Fisher's test on SPSS and was said to have a significant relationship if p < 0.05. As a result, the majority of respondents were in the inoperable category 96.1% with poor knowledge (84.3%; p=0.022), low education level (51%; p=1), no family history (56.9%; p=0.5), poor attitude (92.2%; p=0.152), poor action to seek health facilities (90.2%; p=0.188), fear of symptoms (82.4%; p=0.152), and low family income (60.8%; p=1). In conclusion, there was a significant association between knowledge and delay in seeking treatment for locally advanced breast cancer patients. Meanwhile, the level of education, family history, attitude, action to seek health facilities, fear and family income did not have a significant relationship with the delay in treatment of locally advanced breast cancer patients. Keywords: breast cancer, locally advanced, predisposing factor, treatment delay Abstrak: Pasien kanker payudara seringkali datang ke dokter terdiagnosis pada stadium lanjut lokal. Penyebab keterlambatan berobat tersebut dipengaruhi oleh faktor predisposisi, yaitu pengetahuan, riwayat keluarga, tingkat pendidikan, sikap, tindakan mencari fasilitas kesehatan, rasa takut, dan penghasilan keluarga. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan faktor predisposisi dengan keterlambatan berobat pasien kanker payudara lanjut lokal. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian adalah 51 pasien kanker payudara lanjut lokal yang berobat ke Poliklinik Bedah Onkologi dan terdata di rekam medis RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2020-November 2023. Data dikumpulkan berdasarkan kuesioner dan analisis data menggunakan uji Fisher pada SPSS, dikatakan memiliki hubungan signifikan apabila p < 0,05. Hasilnya, mayoritas responden dalam kategori inoperable 96,1% dengan pengetahuan kurang (84,3%; p=0,022) tingkat pendidikan rendah (51%; p=1), tidak memiliki riwayat keluarga (56,9%; p=0,5), sikap kurang (92,2%; p=0,152), tindakan mencari fasilitas kesehatan kurang (90,2%; p=0,188), takut gejala (82,4%; p=0,152), dan penghasilan keluarga rendah (60,8%; p=1). Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan keterlambatan berobat pasien kanker payudara lanjut lokal. Aspek tingkat pendidikan, riwayat keluarga, sikap, tindakan mencari fasilitas kesehatan, rasa takut dan penghasilan keluarga tidak terdapat hubungan signifikan dengan keterlambatan berobat pasien kanker payudara lanjut lokal. Kata-kata kunci: kanker payudara, stadium lanjut lokal, faktor predisposisi, keterlambatan berobat
HUBUNGAN DERAJAT DIFERENSIASI DENGAN JUMLAH SEL RADANG LIMFOSIT PADA HISTOPATOLOGI KANKER KOLOREKTAL Wahyuni, Dina; Wibowo, Agung Ary; Oktaviyanti, Ika Kustiyah; Budiwinata, Winardi; Rosida, Lena
Homeostasis Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i3.11450

Abstract

Colorectal cancer is the third most common cause of death in the world. Colorectal cancer was ranked third in Indonesia. Colorectal cancer patients had a statistically significant difference in lymphocyte inflammatory cell values compared to healthy controls. Colorectal cancer patients had much higher lymphocyte inflammatory cell values than healthy controls. Lymphocyte infiltration can provide additional prognostic information for treatment options in some situations. Histopathology is an essential factor in determining the diagnosis, treatment management, and prognosis. Histopathological examination of the degree of differentiation can determine whether a neoplasm is malignant. The prognosis of colorectal cancer depends on the presence or absence of metastases and the degree of differentiation; with a histopathological examination, we can see the spread of inflammatory cell infiltration at the degree of differentiation which can be used to determine the prognosis of colorectal cancer. The normality test results of the p-value of inflammatory lymphocyte cells were <0.001. Correlation data analysis using the rank-spearman test showed p>0.05 in colorectal cancer patients at Ulin Hospital Banjarmasin. 
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Achmad Rudijanto Agung Ary Wibowo Agung Ary Wibowo Agung Ary Wibowo Agung Ary Wibowo, Agung Ary Ahmad Marzuki Rifki Hanafi Ahmad Marzuki Rifki Hanafi, Ahmad Marzuki Rifki Al Hasani, Siti Atthahirah Alfi Yasmina Ali Assagaf Alifah Nadia Ambarita, Winona Vida Vita Nathania Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Arganita, Fidya Rahmadhany Ariska Endariantari Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Brian Hansen Efraim Sitompul Budiwinata, Winardi Desi Rahmawaty Dewi Nurdiana Diani, Holly Dini Desviana Rahmayanti Dini Desviana Rahmayanti, Dini Desviana Djanggan Sargowo Djanggan Sargowo Eka Yudha Rahman Eka Yudha Rahman Eka Yudha Rahman Eko Suhartono Eko Suhartono Erna Yulida Fahrina Ulfah Fatmathalia Ranti Gading Aurora Puspita Kencana Hafidza, Fadhil Haryati Haryati Hasfira, Fairuz Izdihar Hendra Sutapa Hendra Sutapa Heni Pujiastuti Hery Poerwosusanta Hery Poerwosusanta Hidayat Sujuti Hilda Ayu Setyawati Hilda Ayu Setyawati, Hilda Ayu Ida Yuliana Ida Yuliana Ira Nurrasyidah Irfan Maulana Irfan Maulana, Irfan Isa, Mohamad Isnaini Isnaini Istiana Istiana Istiana Istiana Juliana, Adies Kanessha Winola Sunata Karyono Mintaroem Karyono Mintarum Khairini Putri Khatimah, Husnul Kusumawardhani, Erna Lena Rosida Lena Rosida Lena Rosida Madargerong, Vincentius Adrian Maharani Laillyza Apriasari Maria Ulfah Mohammad Aris Widodo Muhammad Abianovan Ramadhan Muhammad Ajib Nuzula Muhammad Ali Faisal Muhammad Rizki Syabana Muhammad Sahal Imaduddin Muhammad Sahal Imaduddin, Muhammad Sahal Muthmainah, Noor Nazwa Salsabila Hadni Nurdiana Dewi Nurrafi Aliya Khasanah Oscar Tri Joko Putra Prenggono, Muhamad Darwin Priyono, Sasongko Hadi Rahmiati Rahmiati Rosmitha Monikayani Salma Nurul Ahyati Sasongko Hadi Priyono Sukses Hadi Syafa’ah, Irmi Tenri Ashari Wanahari Triawanti Triawanti Triawanti Ulfah, Fahrina Wahyuni, Dina Widodo, Firman Aprilianto Widya Noor Haliza Widya Shoffa Rosyida Widya Wulan Fitri Winardi Budiwinata Winardi Budiwinata Zakia, Sukma Dina