Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI SODIUM TRIPOLYPHOSPHATE (STPP) PADA PEMBUATAN KERUPUK IKAN PAYUS Ainanda Alfatina; Sutrisno Adi Prayitno; Rahmad Jumadi
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 3 No 4 (2022): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v3i4.6110

Abstract

Kerupuk merupakan suatu jenis makanan yang sangat digemari masyarakat indonesia yang dapat dinikmati sebagai makanan ringan yang terbuat dari tepung tapioka dan dapat ditambahkan dengan berbagai jenis ikan. Ikan yang digunakan sebagai penambah citarasa dan kandungan gizi pada kerupuk. Penggunaan bahan baku dan bahan tambahan pangan food grade dapat meningkatkan kualitas keamanan produk seperti Sodium Tripolyphosphate (STPP). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi STPP terhadap organoleptik dan kimia seperti kadar air, kadar protein dan daya kembang. Konsentrasi STPP yang digunakan yaitu 0%; 0,4%; 0,5%; dan 0,6%. Rancangan percobaan yang digunakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor dan 6 kali pengulangan. Hasil dianalisis menggunakan metode one way ANOVA dan DMRT untuk uji kimia, serta Kruskal wallis dan mann-whitney untuk uji organoleptik. Hasil uji kimia menunjukkan bahwa kode 185 memiliki kadar air, protein dan organoleptik tertinggi yakni 3,34%; 5,81%; dan nilai tiap parameter warna 3.12, rasa 3.36, aroma 3.20, dan tekstur 3.16. Sedangkan hasil uji daya kembang semakin tinggi konsentrasi STPP memberikan efek daya kembang kerupuk tersebut. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan Sodium Tripolyphosephate memberikan pengaruh hasil uji kimia dan organoleptic kerupuk ikan dan diperlukan penelitian lebih lanjut terkait analisis kadar abu serta umur simpan kerupuk.
SOSIALISASI STANDAR PENGEMASAN PRODUK PANGAN DI UNIT USAHA SMK MUHAMMADIYAH 3 GRESIK Sutrisno Adi Prayitno; Sugiyati Ningrum; Nur Maulidiyah Ayu Safitri; Khomarul Maulidatul Hasanah; Aulia Aditi Meisyah
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v6i1.12966

Abstract

Salah satu kebutuhan utama manusia adalah makanan. Makanan yang berkualitas juga terlihat pada pengemasan yang baik. Salah satu unit usaha yang dimiliki oleh SMK Muhammadiyah 3 Gresik adalah memproduksi produk pangan hasil sendiri yang diperjualbelikan di kantin sekolah. Namun produk yang dihasilkan masih dikemas dalam kemasan sederhana dan tradisional sehingga fungsi kemasan ini hanya digunakan sebagai wadah tanpa memberikan informasi bagi konsumen. Padahal kemasan memiliki fungsi tidak hanya sebagai wadah tetapi juga dapat digunakan sebagai media informasi kepada konsumen, sebagai daya tarik konsumen serta memberikan perlindungan terhadap produk pangan agar aman terbebas dari kontaminasi dari luar kemasan. Selain itu, dengan menggunakan kemasan yang memuat berbagai informasi maka produk tersebut juga dapat dipasarkan pada area yang lebih luas. Untuk itu diperlukan suatu kegiatan sosialisasi mengenai standar pengemasan produk pangan di Unit Usaha yang dimiliki oleh SMK Muhamammadiyah 3 Gresik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan solusi dalam menyelesaikan permasalahan terkait pemilihan kemasan pangan yang sesuai dan label kemasan yang harus dicantumkan sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi beberapa tahapan diantaranya adalah persiapan, sosialisasi, demonstrasi, evaluasi dan monitoring. Dari kegiatan yang telah dilakukan, siswa sebagai pelaku usaha di unit usaha SMK Muhammadiyah 3 Gresik dapat memahami topik yang telah disampaikan. Topik yang disampaikan berupa pemilihan material kemasan yang sesuai, jenis kemasan, dan label yang harus dicantumkan sesuai dengan regulasi pemerinta serta keuntungan produk pangan yang memiliki kemasan yang sesuai. Selain itu, siswa juga diajak untuk melakukan analisis kemasan yang sedang digunakan di unit usaha dan hal-hal yang perlu diperbaiki terkait kemasan tersebut. Sehingga pemahaman terkait kemasan yang dimiliki oleh siswa-siswi dapat lebih baik dan harapannya dapat diaplikasikan kepada produk pangan yang dimiliki agar menghasilkan produk dengan kemasan yang baik dan sesuai dengan standar. Kata kunci: makanan, standar kemasan, usaha
PELATIHAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL BERBAHAN UBI JALAR UNGU UNTUK SISWA SMKN KABUPATEN GRESIK Dwi Retnaningtyas Utami; Sutrisno Adi Prayitno; Silvy Novita Antrisna; Sugiyati Ningrum; Andi Rahmad Rahim
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 2 (2024): DedikasiMU Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i2.7614

Abstract

Sekolah sebagai wadah pencetak generasi bangsa. SMK memiliki berbagai macam program keahlian. Program Keahlian yang ada di SMK salah satu diantaranya yaitu Program Keahlian Tata Boga. Dimana melalui pendidikan Tata Boga, SMK mampu menghasilkan output yang memiliki keterampilan di dalam bidang tata boga. Namun, hal ini tidak bisa terwujud jika tidak didukung dengan praktik yang memadai. Ubi jalar merupakan salah satu hasil pertanian terbesar di Jawa Timur. Ubi jalar ungu bisa menjadi makanan layak konsumsi sebagai makanan tambahan untuk memenuhi kebutuhan gizi (karbohidrat, protein, lemak, zat besi, dan vitamin C) setiap hari. Kandungan ubi jalar ungu (antioksidan, serat yang tinggi, dan karbohidrat dengan glikemik rendah) dapat mengurangi resiko hipertensi, dan diabetes mellitus ibu hamil trimester kedua. Ubi jalar ungu potensial dimanfaatkan sebagai bahan pangan fungsional. Hal ini disebabkan ubi jalar ungu memiliki antosianin, pigmen yang berwarna ungu mempunyai aktivitas antioksidan dan kandungan serat pangannya bermanfaat untuk pencernaan. Selain itu indeks glikemiknya yang rendah sampai medium, juga merupakan nilai tambah ubi jalar sebagai pangan fungsional. Meskipun manfaat ubi jalar ungu sangat banyak namun pemanfaatannya masih terbatas, sehingga perlu disosialisasikan teknik olahan yang sesuai dan menarik. Produk olahan dari ubi jalar segar maupun produk antara (tepung) berpeluang mensubstitusi penggunaan terigu 10-100%. Ubi jalar ungu juga potensial digunakan sebagai bahan pewarna alami untuk makanan dan minuman. Pengembangan produksi dan pemanfaatan ubi jalar ungu sesuai dengan program unggulan daerah yang berbasis pada hasil pertanian lokal.
PENAMBAHAN BUBUK ALGINAT (Sargassum sp) TERHADAP NILAI KESUKAAN BAKSO IKAN LELE (Clariidae batrachus) Rahmad Yliandri; Sutrisno Adi Prayitno
Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Vol 7 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jpp.v7i2.8520

Abstract

Seaweed is a plant that has many benefits so it has the potential to be developed. The advantage of seaweed is that it is very economically abundant and very attractive as a food ingredient. The quality and potential of algae make it very popular in various countries around the world, apart from that, algae as a processed product and dried algae are widely exported. Using seaweed as an additional ingredient in making fish meatballs can increase the nutritional value and fiber content of meatball products. Final product data analysis was carried out using descriptive methods based on test results of selected products carried out on panelists. The average result of proximate testing of the final product is a water content of 61.54% with a maximum of 70% SNI 2354.2 2015 standard, an ash content of 1.07%. The SNI 2354.1-2010 standard is a maximum of 2.5% so that the ash content in good catfish meatballs does not exceed the SNI 2354.1-2010 standard regarding quality requirements, namely a maximum of 2.5%, the average fat content is 0.64% with the 2017 SNI 2354.3 standard. A maximum of 0.72%, the results of testing the fat content in catfish meatballs have a good and safe fat content in accordance with SNI 2354.3-2017, a protein content of 7.86%, the SNI standard of at least 7 fish protein levels is good. Carbohydrates 28.86%. regarding quality requirements for meatball products, namely a minimum of 1.5%. The average results of microbiological testing are total plate number (ALT) of 3.6 x 10³ colonies/g with a maximum standard of 102 -105 colonies/g and the average value of Staphylococcus aureus is <10 colonies/g with standard SNI 2333.3- 2015 with a maximum of 102 x 103 colonies/g.
Pengaruh penambahan tepung kulit ari kedelai dan tepung wortel terhadap sifat fisikokimia dan sensori mie kering [Effect of the soybean husk and carrot flour addition on the physicochemical and sensory properties of dry noodles] Prayitno, Sutrisno Adi; Utami, Dwi Retnaningtyas; Ningrum, Sugiyati; Patria, Domas Galih; Putri, Silvy Novita Antrisna; Puspita, Rizqa Arya; Niam, Muhammad Khoirun
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol 28, No 2 (2023): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v28i2.76-89

Abstract

Noodles are generally made from wheat flour which is only high in carbohydrates. Meanwhile, noodle products are needed sholud have others nutritional compound that can be used as daily needs consumption. One of them is the utilization of soybean husk which has been only discardes or used as animal feed.  The utilazation of soybean husk waste has not been widely used for the food products. Noodles product can be susbtituted for carrots which are rich ini vitamins and carotenoids. Between of them can be substituted into noodle product proccesed.   The purpose of this study was to analyze dry noodle products on the effect of soybean epidermis and carrot flour addition on physicochemical and sensory properties. These dry noodles could be used for a healthy menu as an alternative to carbohydrates in rice.  There are some previous study  about the effect of soybean husk added to the making of biscuit and cookies products that increase status of nutrition, however it was rarely utilized to substitute on the noodle making. Hence, the aim of this study were to utilize of the soybean husk and to analyze dry noodle products on the effect of soybean husk and carrot flour addition on physicochemical and sensory properties. The method of this study was carried out using quantitatve descriptive with prameters analyzed were moisture content, rehydration power, swelling power, and elasticity as well assensory. While the sensory data were examined by the Kruskal Wallis test. The physicochemical analysis properties test results showed that significant differences in rehydration power, swelling power, and water content, while the product elasticity showed no significant difference. The rehydration power, swelling power, elasticity,and water content showed that 86.67-133.34%;10-20%; 29.80-48.21% and1.19-1.95%, respectively. Furthermore, the sensory test results showed that there were significant differences in aroma and taste, while no significant differences in color and texture. The evaluation sensory of color and texture showed sig>α (0.88>0.05; 0.62>0.05), it mean that there was no difference, while in aroma and taste there were differences with sig<α (0.01<0.05). It can be concluded that the addition of soybean husk and carrot flour had an effect on the chemicals and organoleptic properties of dry noodle. To distguise the aroma of soybean husk other ingredients such as ginger or can be added.  Hence,, the further research was necessary conducted in order to obtain strongly attractive color and aroma in dry noodle and to get rid of the unpleasant aroma optimally.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MESIN PENGERING CHIP SINGKONG TIPE RAK (TRAY DRYER) PRAYITNO, SUTRISNO ADI
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 4 No 4 (2023): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v4i4.8148

Abstract

Pengeringan merupakan salah satu metode pengawetan dengan cara menghilangkan sebagian air dari suatu bahan melalui penguapan. Kadar air yang rendah pada bahan pangan dapat menghambat penurunan kualitas bahan pangan karena dapat menonaktifkan enzim dan mencegah terjadinya reaksi kimia dan biokimia. Oleh karena itu, beberapa teknologi pengeringan modern telah dikembangkan dengan menggunakan alat pengering, salah satunya adalah mesin pengering tray dryer yang dimodifikasi dengan menggunakan lampu bohlamp. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat mesin tray dryer serta mengetahui kinerja mesin tray dryer yang menggunakan bahan baku chip singkong. Singkong merupakan salahsatu bahan pangan yang tidak tahan lama karena mudah terkontaminasi mikroorganisme. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan. Variabel penelitian adalah suhu (60°C, 70°C, dan 80°C) dan lama pengeringan (8 jam, 12 jam, dan 16 jam). Semua perlakuan dianalisis kadar air dan susut bobotnya. Berdasarkan data yang diperoleh, mesin tray dryer secara signifikan dapat bekerja menurunkan kadar air dengan rerata nilai efisiensi sebesar 98,29% dan susut bobot sebesar 63,28%. Dengan demikian, mesin pengering tray dryer yang dimodifikasi dengan menggunakan lampu bohlam sebagai sumber panas efektif digunakan untuk proses pengeringan chip singkong. Kadar air chip singkong berkisar antara 0,55% - 1,83% dan susut bobot chip singkong 55,90% - 70,66%.
PENGARUH FREKUENSI PENCUCIAN BERAS TERHADAP KADAR VITAMIN B1, SERAT KASAR, DAN TOTAL GULA PADA NASI Chotimah, Chusnul; Prayitno, Sutrisno Adi; Utami, Dwi Retnaningtyas
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 4 No 2 (2023): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v4i2.7337

Abstract

Beras merupakan kalori utama yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Dalam 100 g beras mengandung 6 – 14 g protein, 0,5 – 1,08 g total lemak, 0,07 – 0,58 mg vitamin B1, 0,4 g serat kasar dan 0,05 g total gula. Umumnya beras diolah menjadi nasi melalui proses pencucian dan pemasakan. Pemasakan suhu tinggi dapat mempengaruhi komponen kimia yang tidak tahan panas, sedangkan pencucian juga mempengaruhi komponen kimia larut air. Oleh karena itu, pencucian penting untuk dioptimasi dan ditentukan frekuensi pencuciannya karena pencucian berlebihan dapat mempengaruhi senyawa kimia beras hasil cucian dan pada nasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi pencucian beras yang optimum terhadap kadar vitamin B1, serat kasar, dan total gula pada nasi. Penelitian ini terdapat 2 perlakuan yaitu pencucian 2x dan pencucian 4x. Pencucian 2x memiliki kadar vitamin B1 0,8%, serat kasar 0,41% dan total gula 2,78%. Sedangkan pada pencucian 4x memiliki kadar vitamin B1 0,6%, serat kasar 0,39% dan total gula 2,90%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa frekuensi pencucian beras dapat mempengaruhi komponen kimia pada nasi. Direkomendasikan pencucian yang baik adalah 2x sebab tidak banyak menurunkan zat gizi pada beras. Sebaiknya tidak melakukan pencucian beras secara berlebih hingga airnya jernih karena dapat menurunkan gizi pada nasi.
Physicochemical Characteristics of Cream Cheese Based on Different Ratios of Bromelin Enzyme and Rennet Enzyme: Karakteristik Fisikokimia Keju Krim Berdasarkan Perbedaan Rasio Enzim Bromelin dan Enzim Rennet Ningrum, Sugiyati; Prayitno, Sutrisno adi; Yahya, Achmad Tantowi
jurnal makanan tropis dan teknologi agroindustri Vol 5 No 02 (2024): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jtfat.v5i02.1627

Abstract

Milk belongs to the food group that is readily ruined and provides complete nutrients; therefore, adequate processing is necessary to extend its shelf life. One of the most popular dairy products is cream cheese. This cream cheese has a soft texture, a white color, and a savoury flavour. It can be used as a topping or a complimentary element. This objective of this study was to determine the differences effect in the ratio of bromelain and rennet enzymes on the physicochemical characteristics of cream cheese. The experimental design used in this research was a Completely Randomized Design (CRD) with the following treatments: 8% bromelain enzyme (P1); 8% rennet enzyme (P2); bromelain enzyme 7% + rennet enzyme 1% (P3); bromelain enzyme 4% + rennet enzyme 4% (P4); 1% bromelain enzyme + 7% rennet enzyme (P5) where each treatment will be repeated 3 times. Some of the parameters tested were yield, pH, water content, protein content, color degree and spreadability. Based on the effectiveness test to determine the best treatment, the highest value was obtained for the P4 treatment with a yield of 11.14%, pH value of 5.83, water content of 55.50%, protein content of 5.62%, color degree of 78.21, and spreadability of 3.50 cm.
The Effect of Moringa Leaves Concentration on The Chemical Properties of Mango Jam Sutrisno Adi Prayitno
Agroindustrial Technology Journal Vol. 8 No. 1 (2024): Agroindustrial Technology Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/atj.v8i1.11486

Abstract

Mango fruit has perishable food properties, so a technological touch is needed in the form of a preserved product in the form of jam. Jam is an Intermediate Moisture foods ( IMF) product that has health benefits if added with ingredients that have active compounds. The purpose of adding compounds or other substances in making jam products is to improve nutritional status and increase compounds that are beneficial for body health in food for health. Moringa is a plant that has the potential to make jam. Moringa has many compounds including vitamins, minerals, glycosides, Fe, flavonoids, phenols, and antioxidants. This research aims to analyze the chemical characteristics of mango jam products which include pH, total acid, vitamin C and antioxidants. The research design used a Completely Randomized Design. The variables used were a pectin concentration of 1% for all treatments and and fresh Moringa leaf concentrations of 8%, 6%, 4% and 2%. The chemical test data obtained were analyzed using variance analysis (ANOVA) with an α test level of 5% and continued with the Duncan test. The data was analyzed using SPSS for Windows version 25. The research results showed the use of Moringa leaves and pectin influences on the quality of mango jam. Moringa leaves can increase the antioxidant status (IC50) of mango jam. The concentration of moringa leaves (8%) could provide optimal IC50 values. These results could be continued for further research on optimizing the use of fresh Moringa leaves to produce jam products to get product standards.
Phytochemicals Analysis and Antioxidant (IC50) Value of Dried and Fresh Mangrove (Rhizopora racemosa) Leaves Extract for Herbal Drink Base: Analisis Fitokimia dan Antioksidan (IC50) Ekstrak Daun Kering dan Basah Mangrove (Rhizopora racemosa) Sebagai Bahan Dasar Minuman Herbal Adi Prayitno, Sutrisno; Utami, Dwi Retnaningtyas; Putri, Silvy Novita Antrisna
jurnal makanan tropis dan teknologi agroindustri Vol 6 No 01 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jtfat.v6i01.1643

Abstract

The use of mangrove leaves as a functional ingredient is associated with secondary metabolites such as steroids, saponins, tannins, phenols, flavonoids, antioxidants, magnesium, sodium, potassium and calcium. This research determined the total phenol content (TPC), total flavonoid content (TFC) and antioxidants (IC50) in dry and fresh mangrove leaf infusion extracts. The method used was infusion extraction. The materials used are fresh mangrove leaves and dried leaves (dried in the oven). The data obtained then discussed descriptively based on the average obtained in the calculations. The research results showed that the type or condition of leaves used has an influence on TPC, TFC and Antioxidants (IC50). Oven drying can produce higher levels of secondary metabolites compared to fresh leaf infusion (TPC, 36 mg GAE/g; TFC 4.12 mg QE/g; IC50 225,706 ppm). Dried leaf extraction has better potential in producing secondary metabolic compounds and antioxidants. The choice of extraction method and type of solvent is highly recommended for further research objectives, because it suits research interests. It is recommended that when making functional drinks (tea) from mangrove leaves, to add other sources of ingredients such as dried lemon or mint leaves so that the resulting flavor is fresher and provides a better linking assessment of preferences.
Co-Authors Agnesia, Dian Agnesia Agnesia, Dian Agnesia Agustin Mardiana, Nur Ainanda Al Fatina Ainanda Alfatina AISYAH, PUTRI NUR Alfiyatus Salimah Amalia Rahma Aminin Aminin Aminin, Aminin Andi Rahmad Rahim Andrean Fajar Kusuma Annafi Tazhkira Aulia Aditi Meisyah Ayu Safitri, Nur Maulidiyah Azzahrya, Athaya Bella Budi, Setyo Chusnul Chotimah Dewi, Intan Iriani Domas Galih Patria Durrotul Ma'sumah Dwi Faqihatus S Dwi Novri S Dwi Novri Spriatiningrum Dwi Novri Supriatiningrum Dwi Retnaningtyas Utami Dwi Retnaningtyas Utami Eka Srirahayu Ariestiningsih Elfira Oktaviani Endah Mulyani, Endah Erni Sofia Murtini Fadeli Muhammad Habibie Fadjar Kurnia Hartati Firmani, Ummul Gawest Bagus Permana Hasanah, Khomarul Maulidatul Heri Purnama Pribadi Ikho Unniswati Ula Indah Permata Sari Intan Iriani Dewi Irawayantiningsih, Kholifatul Yuli Khomarul Maulidatul Hasanah Kurnia Pasa Dwi Putri Kurniati, Ade Rafita Kurniati, Ade Rafita kusnadi, joni kusnadi kusnadi, joni kusnadi Kusumawati, Rinda Lailiyah, Wiharyanti Nur Lebdoyono, Rendra Leliyana Candra Putri Lilla Puji Lestari M. Bambang Sigit S Ma’sumah, Durrotul Ma’sumah Maria Agustin Maria Agustini Ma’sumah, Durrotul Ma’sumah Meisyah, Aulia Adisti Meisyah, Aulia Aditi Muhammad Haqul Yaqin Muntaqoh, Chamidah Dyah Nadhifa Salsabila Nadhifah Salsabila Niam, Muhammad Khoirun Ningrum, Sugiyati Nofia Sofianti Nur Lailiyah, Wiharyanti Nur Maulida Safitri Nur Maulidiyah Ayu Safitri Nur Qomaria Nurjannah, Indah Nurtalitha Alifia Rochma Nurthalita Alifia Rochma Nurul Ainiyah Oktaviani, Elfira Patria, Domas Galih Puspita, Rizqa Arya Putri, Vita Maulidah Rahmad Jumadi Rahmad Yliandri Raida Amelia Ifadah Rendra Lebdoyono Restu Tjiptaningdyah Reza Astika Wahyu Pramesti Rizky Yon Exvivonda Vionella Saputri Rizqa Arya Puspita Rochma, Nurtalitha Alifia Rosydah, Dina Rosyidah, Dina Safrila, Vidya Rahmatil Salsabila, Nadhifah Saniyah, Mas'udatus Saniyah Saniyah, Mas'udatus Saniyah Sa’idah Luthfiyah Sholikhah, Desty Muzarofatus Silvy Novita Antrisna Silvy Novita Antrisna Putri Silvy Novita Antrisna Putri, Silvy Novita Antrisna Simamora, Gervbry Ranti Ramadhani Siti Juwariyah Sugiarto, Dinta Sugiyati Ningrum Tazhkira, Annafi Tazhkira Tazhkira, Annafi Tazhkira Ully Wulandari, Ully Utami, Dwi Retnaningtyas Wiwik Handayani Yahya, Achmad Tantowi Yusril Ihza Mahendra