Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Hedonik Kualitas Minuman Teh Fungsional dari Proporsi Daun Mint dan Daun Melinjo serta Lemon Kering Rosydah, Dina; Prayitno, Sutrisno Adi; Rahma, Amalia
Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT) Vol. 1 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jfspt.v1i2.7449

Abstract

Minuman teh sebagai bahan penyegar akan memberikan dampak yang positif bagi tubuh karena memiliki potensi senyawa untuk kesehatan. Pengembangan produk teh yang bernilai untuk kesehatan haruslah terus dikembangkan. Penggunaan bahan alam yang aman dan berkualitas akan menjawab tantangan tersebut dalam membuat produk teh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas melinjo [Gnetum gnemon L.] dan daun mint sebagai minuman fungsional dengan penambahan lemon kering dalam kualitas sensori. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen untuk mendapatkan data dan menggunakan uji Kruskal Wallis sebagai uji analisis datanya. Sampel percobaan yang diuji ada tiga macam, T0 (40% daun melinjo: 40% daun mint: 20% lemon) T1 (50% daun melinjo: 30% daun mint: 20% lemon) T2: ( 30% daun melinjo: 50% daun mint: 20% lemon). Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi uji sensorik yang terdiri dari rasa, aroma, warna dan kejernihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi jumlah daun mint dan semakin sedikit jumlah daun melinjo dapat meningkatkan tingkat minat panelis terhadap nilai aroma, warna dan kejernihan. Namun seiring dengan bertambahnya jumlah daun mint menyebabkan menurunnya minat panelis terhadap rasa teh sebagai minuman fungsional. Berdasarkan analisis Kruskall Wallis terhadap penilaian panelis terhadap daun melinjo dan daun mint sebagai minuman fungsional dengan penambahan lemon kering tidak memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap rasa, warna, aroma dan kejernihan. Formulasi terbaik sebagai pengobatan yang dihasilkan dari penelitian ini berdasarkan parameter sensorik adalah minum fungsional dengan perlakuan T2 (30% daun melinjo: 50% daun mint: 20% lemon kering.
Analisis syarat mutu minyak goreng di balai standardisasi pelayanan dan jasa indusrtri surabaya Meisyah, Aulia Adisti; Prayitno, Sutrisno Adi; Ningrum, sugiyati
Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jfspt.v2i1.8295

Abstract

Minyak goreng sawit yang diedarkan dan dikonsumsi harus sesuai dengan standar yang berlaku di Indoesia. Hal ini dikarenakan kualitas minyak goreng akan berdampak pada kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu minyak goreng sawit yang telah beredar di pasaran. Parameter yang akan dianalisa, yaitu kadar air, asam lemak bebas, bilangan peroksida, dan cemaran arsen. Penelitiian menggunakan desain deskripsi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel minyak goreng A dan minyak goreng B memiliki kandungan kadar air, asam lemak bebas, bilangan peroksida, dan cemaran arsen yang berada dibawah batas cemaran yang ditetapkan pada SNI Minyak Goreng Sawit 7709:2019. Sampel minyak goreng A dan B tersebut telah memenuhi standar yang telah ditetapkan, sehingga kedua minyak goreng tersebut layak untuk diedarkan dan dikonsumsi.
Kualitas Sensorik Dan Kimia Minuman Fungsional Berbasis Daun Melinjo Dengan Penambahan Daun Mint Dan Lemon Rosyidah, Dina; Prayitno, Sutrisno Adi; Rahma, Amalia
Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jfspt.v2i1.8374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas sensorik dan kimia (kadar air dan aktivitas antioksidan) pada tiga formulasi minuman fungsional berbasis daun melinjo dengan penambahan daun mint dan lemon. Pada penelitian ini menggunakan tiga formulasi dengan bahan daun melinjo, daun mint dan lemon yaitu, F1: 50 g: 30 g: 20 g. F2: 40 g:40 g:20 g. F3: 30 g:50 g:20 g yang akan diuji hedonik oleh 36 panelis dan diuji kimia (kadar air dan aktivitas antioksidan). Uji hedonik dianalisis menggunakan uji kruskall wallis dan diuji lanjut menggunakan uji man whitney. Uji kimia (kadar air dan aktivitas antioksidan) dianalisis secara metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa uji kualitas sensori pada F2 dan F3 tidak memiliki perbedaan dari warna, aroma dan kejernihan dibanding dengan F1. Pada hasil aroma dan kejernihan didapatkan sig <0,05 sehingga perlu adanya uji coba lanjutan dengan menggunakan uji man whitney. Pada hasil uji kadar air, F2 (7,71%) dan F3(7,56%) memiliki kadar air yang sesuai SNI yaitu 8% dari pada F1(8,34%) dan pada hasil uji aktivitas antioksidan, pada F1(37.4 ppm) dan F2(45,34 ppm) memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dibanding F3(59,3 ppm). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa formulasi yang paling baik untuk dijadikan minuman herbal adalah F2 (40:40:20).
ANALISIS KADAR KUERSETIN DAN MUTU SENSORI PADA FORMULASI MINUMAN SEDUHAN BERBAHAN DASAR DAUN KELOR DAN BUAH BELIMBING WULUH Aisyah, Putri Nur; Rahma, Amalia; Prayitno, Sutrisno Adi
Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT) Vol. 2 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jfspt.v2i2.9402

Abstract

ABSTRAK Radikal bebas dapat dinetralisir oleh antioksidan seperti kuersetin, yang terkandung dalam kelor dan belimbing wuluh. Penelitian ini bertujuan mengembangkan minuman herbal dari keduanya untuk meningkatkan penerimaan masyarakat dan mempertahankan kuersetin sebagai antioksidan alami. Metode yang digunakan adalah teknik infusa dengan lima formulasi, F163 (100% daun kelor), F927 (100% buah belimbing wuluh), F385 (75% daun kelor + 25% belimbing wuluh), F749 (25% daun kelor + 75% belimbing wuluh), dan F501 (50% daun kelor + 50% belimbing wuluh). Kadar kuersetin dianalisis dengan HPLC, dan penerimaan masyarakat diuji melalui uji organoleptik menggunakan metode Kruskal Wallis. Hasil kadar kuersetin bervariasi menunjukkan antara 0,011 – 0,902 ppm. Untuk uji organoleptik menunjukkan warna tidak berpengaruh signifikan, sedangkan aroma dan rasa berpengaruh signifikan, sehingga dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Perlakuan terbaik ditemukan pada formulasi F495, yang menggabungkan 25% daun kelor dan 75% buah belimbing wuluh, dengan kadar kuersetin tertinggi yaitu 0,902 ppm dan penilaian rasa tertinggi dengan nilai hedonik rata-rata 2,60, yang masih tergolong kurang disukai. Dapat dilakukan ekstraksi cair (infusa) dengan penguapan menggunakan rotary vakum evaporator, serta penambahan aroma dan rasa lain pada minuman daun kelor dan belimbing wuluh, sambil tetap mempertahankan kadar kuersetin dan melakukan analisis ulang kadar kuersetin.
Pengaruh Suhu Penyeduhan Minuman Herbal Kombinasi Daun Kelor Dengan Buah Belimbing Wuluh Terhadap Kadar Total Fenol Safrila, Vidya Rahmatil; Rahma, Amalia; Prayitno, Sutrisno Adi
Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT) Vol. 2 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jfspt.v2i2.9434

Abstract

Senyawa fenolik sebagai senyawa biologik aktif sangat penting bagi manusia. Senyawa ini berperan sebagai aktivitas antioksidan yang membantu melawan penyakit akibat radikal bebas, mencegah penumpukan lemak, mengatasi obesitas serta penyakit degeneratif yang lain. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh suhu penyeduhan dan variasi formulasi minuman herbal daun kelor dan buah belimbing wuluh terhadap kadar total fenol. Penelitian ini menggunakan design Acak Faktorial, data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilakukan uji lanjut Duncan apabila terdapat perbedaan dengan software SPSS. Berdasarkan hasil uji, pengaruh suhu penyeduhan padda setiap variasi formulasi memberikan hasil berbeda signifikan dengan Pvalue < 0,05. Akan tetapi pada rasio 25:75 menunjukkan hasil yang tidak berbeda signifikan dengan Pvalue>0,05. Begitu juga dengan pengaruh variasi formulasi pada setiap suhu penyeduhan yang juga menunjukkan hasil yang berbeda signifikan, akan tetapi pada suhu penyeduhan 700C mununjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Kadar fenol tertinggi terdapat pada formulasi (F190) 100% daun kelor (18,655 mg GAE/100g) dan kadar total fenol paling rendah terdapat pada formulasi (F570) 100% buah belimbing wuluh (6,265 mg GAE/100g). Untuk mengurangi rasa dan aroma langu dari daun kelor, dapat ditambahkan buah belimbing wuluh dengan kombinasi 25% dari berat total (0,5 gr/2 gr) dan diseduh dengan suhu 900C. Kesimpulannya, Terdapat pengaruh antara perbedaan suhu penyeduhan dan perbedaan variasi formulasi terhadap kadar total fenol.
Co-Authors Agnesia, Dian Agnesia Agnesia, Dian Agnesia Agustin Mardiana, Nur Ainanda Al Fatina Ainanda Alfatina AISYAH, PUTRI NUR Alfiyatus Salimah Amalia Rahma Aminin Aminin Aminin, Aminin Andi Rahmad Rahim Andrean Fajar Kusuma Annafi Tazhkira Aulia Aditi Meisyah Ayu Safitri, Nur Maulidiyah Azzahrya, Athaya Bella Budi, Setyo Chusnul Chotimah Dewi, Intan Iriani Domas Galih Patria Durrotul Ma'sumah Dwi Faqihatus S Dwi Novri S Dwi Novri Spriatiningrum Dwi Novri Supriatiningrum Dwi Retnaningtyas Utami Dwi Retnaningtyas Utami Eka Srirahayu Ariestiningsih Elfira Oktaviani Endah Mulyani, Endah Erni Sofia Murtini Fadeli Muhammad Habibie Fadjar Kurnia Hartati Firmani, Ummul Gawest Bagus Permana Hasanah, Khomarul Maulidatul Heri Purnama Pribadi Ikho Unniswati Ula Indah Permata Sari Intan Iriani Dewi Irawayantiningsih, Kholifatul Yuli Khomarul Maulidatul Hasanah Kurnia Pasa Dwi Putri Kurniati, Ade Rafita Kurniati, Ade Rafita kusnadi, joni kusnadi kusnadi, joni kusnadi Kusumawati, Rinda Lailiyah, Wiharyanti Nur Lebdoyono, Rendra Leliyana Candra Putri Lilla Puji Lestari M. Bambang Sigit S Ma’sumah, Durrotul Ma’sumah Maria Agustin Maria Agustini Ma’sumah, Durrotul Ma’sumah Meisyah, Aulia Adisti Meisyah, Aulia Aditi Muhammad Haqul Yaqin Muntaqoh, Chamidah Dyah Nadhifa Salsabila Nadhifah Salsabila Niam, Muhammad Khoirun Ningrum, Sugiyati Nofia Sofianti Nur Lailiyah, Wiharyanti Nur Maulida Safitri Nur Maulidiyah Ayu Safitri Nur Qomaria Nurjannah, Indah Nurtalitha Alifia Rochma Nurthalita Alifia Rochma Nurul Ainiyah Oktaviani, Elfira Patria, Domas Galih Puspita, Rizqa Arya Putri, Vita Maulidah Rahmad Jumadi Rahmad Yliandri Raida Amelia Ifadah Rendra Lebdoyono Restu Tjiptaningdyah Reza Astika Wahyu Pramesti Rizky Yon Exvivonda Vionella Saputri Rizqa Arya Puspita Rochma, Nurtalitha Alifia Rosydah, Dina Rosyidah, Dina Safrila, Vidya Rahmatil Salsabila, Nadhifah Saniyah, Mas'udatus Saniyah Saniyah, Mas'udatus Saniyah Sa’idah Luthfiyah Sholikhah, Desty Muzarofatus Silvy Novita Antrisna Silvy Novita Antrisna Putri Silvy Novita Antrisna Putri, Silvy Novita Antrisna Simamora, Gervbry Ranti Ramadhani Siti Juwariyah Sugiarto, Dinta Sugiyati Ningrum Tazhkira, Annafi Tazhkira Tazhkira, Annafi Tazhkira Ully Wulandari, Ully Utami, Dwi Retnaningtyas Wiwik Handayani Yahya, Achmad Tantowi Yusril Ihza Mahendra