Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Kadar Total Karbohidrat, Abu, Kalsium, Fosfor, dan Aktivitas Antioksidan pada Tepung Siwalan Tuban dan Gresik, Jawa Timur Supriatiningrum, Dwi Novri; Prayitno, Sutrisno Adi
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1638

Abstract

Latar Belakang: Buah Siwalan (Borassus flabellifer Linn.) salah satu tumbuhan penghasil buah dan getah pohonnya pun dapat dimanfaatkan yang disebut air legen. Sebagai bahan pangan lokal di wilayah Tuban dan Gresik, memiliki potensi dengan kandungan zat gizi antara lain total karbohidrat, vitamin A, asam askorbat, kalsium, fosfor, dan sebagian besar kandungannya adalah air. Pada buah siwalan tua belum dimanfaatkan secara baik untuk sumber bahan pangan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian terhadap proses produksi tepung siwalan dengan proses pemanasan yang diharapkan dapat meningkatkan daya tahan simpan dan memudahkan proses inovasi menjadi produk makanan. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan karbohidrat, kadar abu, kalsium, fosfor dan aktivitas antioksidan (DPPH). Metode: Variabel bebas (perlakuan) adalah asal buah siwalan (buah siwalan Tuban dan siwalan Gresik. Analisis data dengan tes T Independen digunakan untuk mengetahui perbedaan antara kadar total karbohidrat, abu, kalsium, fosfor, dan aktivitas antioksidan pada tepung siwalan tuban dan Gresik. Hasil: Kadar karbohidrat menunjukkan signifikasi p>0,05 (p=0,155) dan tepung siwalan Gresik p>0,05 (p = 0,222), sedangkan kadar abu, kadar kalsium, kadar fosfor dan aktivitas antioksidan antara tepung siwalan Tuban dan tepung siwalan Gresik menunjukkan nilai signifikasi yang sama yaitu p<0,05 (p = 0,000). Kesimpulan: Daerah asal buah siwalan tidak mempengaruhi kadar karbohidrat tepung siwalan, namun ada perbedaan kadar abu, kadar kalsium, kadar fosfor, dan aktivitas antioksidan pada tepung siwalan. Tepung siwalan menjadi salah satu alternatif untuk memanfaatkan buah siwalan tua. Tepung siwalan dapat digunakan untuk formulasi produk makanan dalam meningkatkan kandungan karbohidrat, mineral khususnya kalsium.
Characteristics of Food Raw Materials Made from Rubber Seeds Based on Variations in Soaking and Heating Times for Tempeh Production: Karakteristik Bahan Baku Pangan Berbahan Biji Karet Berdasarkan Variasi Lama Perendaman dan Pemanasan untuk Pembuatan Tempe Habibie, Fadeli Muhammad; Simamora, Gervbry Ranti Ramadhani; Prayitno, Sutrisno Adi
jurnal makanan tropis dan teknologi agroindustri Vol 6 No 02 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jtfat.v6i02.1653

Abstract

Rubber seeds (Hevea brasiliensis) have great potential as an alternative food source, particularly as a substitute ingredient in tempe production, due to their high protein and oil content. However, the presence of toxic hydrocyanic acid (HCN) remains a major obstacle to their utilization. This study aimed to investigate the effectiveness of soaking and heating processes in reducing HCN content and their effects on the nutritional composition of rubber seeds. A quantitative descriptive method with a Completely Randomized Design (CRD) was employed. The soaking treatment was applied for 0, 12, 24, and 36 hours, followed by two heating methods, namely steaming and boiling, each conducted for 30, 60, 90, and 120 minutes with three replications. HCN content was analyzed using spectrophotometry, with data processed using ANOVA and further tested with DMRT at a 5% significance level, while proximate analyses were analyzed descriptively. The results indicated that 24-hour soaking effectively reduced HCN levels to 0.14%, while heating for 120 minutes via steaming and boiling reduced HCN levels to 15.98 ppm and 14.21 ppm, respectively, below the safe consumption limit of 20 ppm. Proximate analysis showed no significant changes in the main nutritional components, although a slight decrease in fat and protein content was observed with longer heating durations. The study concluded that the combination of soaking and heating effectively reduced cyanide levels in rubber seeds without causing significant nutrient loss. Further research is recommended to explore fermentation processes, sensory characteristics, and food safety aspects of tempe made from rubber seeds as a local food diversification effort.      
Perbandingan Konsentrasi Tumbuhan Sarang Semut (Myrmecodia pendans) yang Berbeda pada Karakteristik Kimia Minuman Herbal Dewi, Intan Iriani; Adi Prayitno, Sutrisno; Retnaningtyas Utami, Dwi
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health), Me
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v7i1.2831

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi potensi tumbuhan sarang semut (Myrmecodia Pendans) dari Nabire, Papua Tengah, sebagai bahan dasar minuman herbal dengan karakteristik kimia optimal. Tumbuhan sarang semut kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenol, dan serat kasar yang memiliki manfaat kesehatan, termasuk antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ditujukan guna menyelidiki pengaruh konsentrasi tumbuhan sarang semut terhadap kadar senyawa bioaktif, serat kasar, dan kualitas organoleptik pada minuman herbal, yang diformulasikan dengan jahe dan kayu manis. Metode yang dipergunakan ialah eksperimen mempergunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), melalui empat perlakuan (P1, P2, P3, dan P4) yang memiliki variasi konsentrasi sarang semut (2 g, 4 g, 6 g, dan 8 g). Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi tumbuhan sarang semut secara signifikan meningkatkan kadar flavonoid, fenol, dan serat kasar, dengan P4 memberikan hasil optimal (172,16 mgQE/g flavonoid dan 38,06 mg GAE/g fenol). Pada uji serat kasar, P4 mencatatkan kadar tertinggi sebesar 16,32%. Hasil uji organoleptik menunjukkan perbedaan signifikan pada parameter warna, dengan P3 sebagai perlakuan terbaik (mean 3,23), namun aroma dan rasa tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Penelitian menyimpulkan bahwa konsentrasi tumbuhan sarang semut berpengaruh pada karakteristik kimia dan visual minuman herbal, namun tidak pada aroma dan rasa. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi metode ekstraksi alternatif dan mengkaji stabilitas senyawa bioaktif selama penyimpanan.
Pengaruh Lama Penyangraian Terhadap Sifat Kimia Kopi Biji Kurma Oktaviani, Elfira; Adi Prayitno, Sutrisno; Retnaningtyas Utami, Dwi
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health), Me
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v7i1.2832

Abstract

ABSTRAK: Biji kurma merupakan komponen yang terdapat pada buah kurma dan jarang dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemanfaatan biji kurma sebagai bahan baku pembuatan kopi dapat menciptakan industri baru pada produk pangan karena biji kurma mengandung nutrisi yang cukup lengkap diantaranya mineral, vitamin C, protein, flavonoid dan tidak mengandung kafein. Proses penting yang dapat menentukan citarasa pada kopi adalah penyangraian, penyangraian yang baik akan menghasilkan kopi dengan citarasa yang khas sehingga diperlukan penyangraian yang tepat untuk menghasilkan kopi biji kurma yang serupa dengan kopi pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyangraian terhadap sifat kimia kopi biji kurma. Variasi lama penyangraian yang digunakan yaitu 10, 15, 20, 25, dan 30 menit. Parameter kimia yang dianalisis yaitu kadar air, kadar zat besi, kadar flavonoid dan kadar sari. Hasil data dianalisis menggunakan software SPSS metode Analysis of Variance (ANOVA) dan diuji lanjut menggunakan uji Duncan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin lama penyangraian yang digunakan maka semakin rendah kadar zat besi, kadar flavonoid, dan kadar sari, sedangkan pada hasil kadar air menunjukkan tidak terdapat pengaruh lama penyangraian terhadap kadar air kopi biji kurma. Hasil kadar air dengan nilai terendah didapatkan pada P2 lama penyangraian 15 menit yakni 5,48%, kadar zat besi dengan nilai tertinggi pada P1 lama penyangraian 10 menit yakni sebanyak 27,67 mg, kadar flavonoid dengan nilai tertinggi pada P1 lama penyangraian 10 menit yakni sebanyak 3,36 mgQE/g, dan kadar sari dengan nilai tertinggi pada P1 lama penyangraian 10 menit yakni sebanyak 219,90%.
Pembuatan dan Pengembangan Bibit Varietas Unggul Baru Tanaman Tebu (Saccarum Officinarum L.) Bersertifikat Berbasis Kultur Jaringan di SMK Muhammadiyah 5 Gresik Budi, Setyo; Nur lailiyah, Wiharyanti; Rahim, Andi Rahmad; Prayitno, Sutrisno Adi; Nurjannah, Indah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3489

Abstract

SMK Muhammadiyah 5 Gresik berpotensi dikembangkan menjadi center of excelen perbanyakan dan pengembangan bibit tebu unggul (Saccarum Officinarum L.) klon JW01 UMG NX, SB03 UMG NX, SB04 UMG NX, SB11 UMG NX, SB12 UMG NX, SB12 UMG NX, SB19 UMG NX bersertifikat berbasis kultur jaringan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat dan kaitan MBKM, IKU terdiri jangka pendek, menengah dan panjang. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara partisipatif aktif dan pendampingan dalam perbanyakan dan pengembangan bibit tunggul tebu bersertifikat berbasis kultur jaringan, SMK Muhammadiyah 5 Gresik mendukung pengabdian masyarakat oleh UMG dan berpartisipasi aktif dalam menyediakan dan mengembangkan laboratorium kultur jaringan sebagai tempat produksi awal bibit tebu unggul  dan lahan seluas 5 ha untuk pengembangan bibit tebu bersertifikat klasifikasi KBPU, serta evaluasi pelaksanaan program berkelanjutan jangka pendek, menengah, dan panjang. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa tersedianya bahan klon JW01 UMG NX, SB03 UMG NX, SB04 UMG NX, SB11 UMG NX, SB12 UMG NX, SB12 UMG NX, SB19 UMG NX dari P3T dan perbanyakan bibit tanaman tebu melalui kultur jaringan sampai pada tahapan diferensiasi kalus dengan media MS produksi kurang lebih 1000 planlet. Kegiatan pengabdian masyarakat ini didukung penuh oleh research majelis dikti PP Muhammadiyah dan pendanaan Hibah RisetMu Batch VII Tahun 2023/2024.
SOSIALISASI STANDAR PENGEMASAN PRODUK PANGAN DI UNIT USAHA SMK MUHAMMADIYAH 3 GRESIK Prayitno, Sutrisno Adi; Ningrum, Sugiyati; Ayu Safitri, Nur Maulidiyah; Hasanah, Khomarul Maulidatul; Meisyah, Aulia Aditi
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kebutuhan utama manusia adalah makanan. Makanan yang berkualitas juga terlihat pada pengemasan yang baik. Salah satu unit usaha yang dimiliki oleh SMK Muhammadiyah 3 Gresik adalah memproduksi produk pangan hasil sendiri yang diperjualbelikan di kantin sekolah. Namun produk yang dihasilkan masih dikemas dalam kemasan sederhana dan tradisional sehingga fungsi kemasan ini hanya digunakan sebagai wadah tanpa memberikan informasi bagi konsumen. Padahal kemasan memiliki fungsi tidak hanya sebagai wadah tetapi juga dapat digunakan sebagai media informasi kepada konsumen, sebagai daya tarik konsumen serta memberikan perlindungan terhadap produk pangan agar aman terbebas dari kontaminasi dari luar kemasan. Selain itu, dengan menggunakan kemasan yang memuat berbagai informasi maka produk tersebut juga dapat dipasarkan pada area yang lebih luas. Untuk itu diperlukan suatu kegiatan sosialisasi mengenai standar pengemasan produk pangan di Unit Usaha yang dimiliki oleh SMK Muhamammadiyah 3 Gresik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan solusi dalam menyelesaikan permasalahan terkait pemilihan kemasan pangan yang sesuai dan label kemasan yang harus dicantumkan sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi beberapa tahapan diantaranya adalah persiapan, sosialisasi, demonstrasi, evaluasi dan monitoring. Dari kegiatan yang telah dilakukan, siswa sebagai pelaku usaha di unit usaha SMK Muhammadiyah 3 Gresik dapat memahami topik yang telah disampaikan. Topik yang disampaikan berupa pemilihan material kemasan yang sesuai, jenis kemasan, dan label yang harus dicantumkan sesuai dengan regulasi pemerinta serta keuntungan produk pangan yang memiliki kemasan yang sesuai. Selain itu, siswa juga diajak untuk melakukan analisis kemasan yang sedang digunakan di unit usaha dan hal-hal yang perlu diperbaiki terkait kemasan tersebut. Sehingga pemahaman terkait kemasan yang dimiliki oleh siswa-siswi dapat lebih baik dan harapannya dapat diaplikasikan kepada produk pangan yang dimiliki agar menghasilkan produk dengan kemasan yang baik dan sesuai dengan standar. Kata kunci: makanan, standar kemasan, usaha
Proses pembekuan udang bentuk peeled deveined untuk produk Individual Quick Freezing (IQF) di PT. Misaja Mitra Pati Jawa Tengah Niam, Muhammad Khoirun; Prayitno, Sutrisno Adi; Utami, Dwi Retnaningtyas
Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT) Vol. 1 No. 1 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jfspt.v1i1.6347

Abstract

Komoditas hasil perikanan merupakan salah satu komoditas penting sebagai sub sektor yang memiliki peran dalam peningkatan ekonomi pada negara Indonesia. Udang merupakan salah satu komoditas hasil perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Salah satu jenis udang yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan memiliki kualitas expor tinggi adalah udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Komoditas udang merupakan nilai ekspor terbesar di Indonesia, dengan nilai ekspor USD 1 miliar atau 40,1% dari total nilai ekspor). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh pengetahuan dan aplikatif secara langsung proses produksi udang beku bentuk peeled and deveined (PD) untuk produk individual quick freezing (IQF). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah observasi pasrtisipan. Data yang diperoleh kemudian dilakukan pengolahan dengan tabulasi, dan deskriptif data. Hasil studi menunjukan terdapat beberapa tahapan dalam pengolahan udang beku IQF yaitu penerimaan bahan baku, pemotongan kepala deheading, pencucian I, sortasi ukuran grading, pengupasan PD dan pembersihan usus, pencucian II, pengecekan ulang corect material, perendaman soaking dan chiling, pembekuan IQF, penimbangan I, penggelasan / glazzing, penimbangan II, pengemasan inner plastic polyetilen dan sealer, pendeteksian logam metal detector, rotgen X-Ray, pengemasan master carton, penyimpanan beku cold storage, dan ekspor atau pendistribusian. Dari hasil studi didapatkan kesimpulan bahwa penerapan proses produksi yang ada di PT Misaja Mitra sudah sesuai dengan regulasi yang diwajibkan oleh pemerintah untuk mencapai komoditas yang aman untuk dikonsumsi. Semua operasional produksi dapat dikendalikan sesuai dengan standar yang diwajibkan.
Pengolahan Udang Vanname PDTO Di PT Misaja Mitra, Pati-Jawa Tengah Yahya, Achmad Tantowi; Utami, Dwi Retnaningtyas; Prayitno, Sutrisno Adi
Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT) Vol. 1 No. 1 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jfspt.v1i1.6357

Abstract

Udang vanname merupakan salah satu komoditas perikanan yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Salah satu olahan udang vanname yang digemari adalah udang beku PDTO (Peeled Deveined Tail On). PT. Misaja Mitra Pati, Jawa Tengah merupakan salah satu perusahaan yang mengolah udang beku PDTO. Tujuan dilakukan kegiatan ini adalah untuk mengetahui alur proses pengolahan udang beku PDTO, mutu bahan baku dan mutu produk, penerapan metode IQF (Individually Quick Frozen) selama proses pengolahan. Kegiatan ini menggunakan metode survey, dengan mengikuti secara langsung seluruh alur proses mulai dari penerimaan bahan baku sampai distribusi. Metode analisa data yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa alur proses pengolahan udang vanname beku di PT. Misaja Mitra, Pati telah memenuhi standar perusahaan, dan telah menerapkan rantai dingin dengan baik sehingga suhu udang bahan baku 5°C. Metode IQF menggunakan hemburan udara dingin sehingga dapat mempersingkat waktu pembekuan, kadar air benar –benar habis dan kapasitas produksi besar.
Sifat fisikokimia dan pemasakan beras restruktur rendah protein yang diproduksi menggunakan mesin pasta extruder Hasanah, Khomarul Maulidatul; Prayitno, Sutrisno Adi; Ningrum, Sugiyati; Patria, Domas Galih
Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT) Vol. 1 No. 1 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jfspt.v1i1.6374

Abstract

Saat ini, sebagian masyarakat memiliki masalah dengan asupan proteinnya seperti pasien penyakit ginjal predialisis, dll, karena beras setelah digiling masih memiliki kandungan protein 6-7%. Akibatnya, jumlah nasi dalam makanan harus dibatasi untuk kelompok konsumen ini. Maka, penelitian ini menarik untuk mengembangkan beras buatan rendah protein menggunakan pasta dengan bahan pengikat yang berbeda (2% Carrageenan dan 4% Xanthan gum). Kemudian diamati karakteristik fisikokimia dan sifat gizi. Penelitian ini menemukan perlakuan penambahan xanthan gum 4% adalah yang terbaik. lebih tepatnya indeks penyerapan air (WAI); 2,95 g/g, indeks kelarutan air (WSI); 1,76 %, rasio penyerapan air (WAR); 3,61 %, dan susut masak (CL); 10,38. Diharapkan beras restruktur rendah protein ini dapat menjadi alternatif pangan untuk orang mengalami permasalahan pada ginjal dan juga dapat dikonsumsi oleh masyarakat seluruh Dunia.
Analisis Mikrobiologi Pada Produk Garam yang Diproduksi Oleh PT.UNIChemCandi Indonesia Berdasarkan Regulasi DI Indonesia (SNI & BPOM) Putri, Vita Maulidah; Prayitno, Sutrisno Adi; Putri, Silvy Novita Antrisna
Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT) Vol. 1 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jfspt.v1i2.7440

Abstract

Garam yang berkualitas harus memenuhi standar keamanan yang telah ditetapkan di Indonesia yaitu berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Per-BPOM). Keamanan pangan pada suatu produk dapat terpenuhi salah satunya dengan menerapkan Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan mikroorganisme pada garam dan membandingkan dengan standar yang telah ditentukan berdasarkan SNI dan Per-BPOM. Hasil penelitian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil analisis mikrobiologi menunjukkan bahwa garam yang diuji dengan parameter Bacillus cereus, Enterobacteriaceae, dan Clostridium perfringens adalah <1x yang artinya garam yang diuji tidak melebihi batas yang ditentukan berdasarkan SNI 7388-2009 dan per-BPOM No 13 Tahun 2019 yang ditunjukkan setelah inokulasi bahwa tidak ada petumbuhan koloni bakteri pada msaing-masing media selektif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada pertumbuhan mikroorganisme pada garam yang diproduksi PT.UNIChemCandi Indonesia sehingga garam telah memenuhi standar keamanan pangan dan aman dikonsumsi.
Co-Authors Agnesia, Dian Agnesia Agnesia, Dian Agnesia Agustin Mardiana, Nur Ainanda Al Fatina Ainanda Alfatina AISYAH, PUTRI NUR Alfiyatus Salimah Amalia Rahma Aminin Aminin Aminin, Aminin Andi Rahmad Rahim Andrean Fajar Kusuma Annafi Tazhkira Aulia Aditi Meisyah Ayu Safitri, Nur Maulidiyah Azzahrya, Athaya Bella Budi, Setyo Chusnul Chotimah Dewi, Intan Iriani Domas Galih Patria Durrotul Ma'sumah Dwi Faqihatus S Dwi Novri S Dwi Novri Spriatiningrum Dwi Novri Supriatiningrum Dwi Retnaningtyas Utami Dwi Retnaningtyas Utami Eka Srirahayu Ariestiningsih Elfira Oktaviani Endah Mulyani, Endah Erni Sofia Murtini Fadeli Muhammad Habibie Fadjar Kurnia Hartati Firmani, Ummul Gawest Bagus Permana Hasanah, Khomarul Maulidatul Heri Purnama Pribadi Ikho Unniswati Ula Indah Permata Sari Intan Iriani Dewi Irawayantiningsih, Kholifatul Yuli Khomarul Maulidatul Hasanah Kurnia Pasa Dwi Putri Kurniati, Ade Rafita Kurniati, Ade Rafita kusnadi, joni kusnadi kusnadi, joni kusnadi Kusumawati, Rinda Lailiyah, Wiharyanti Nur Lebdoyono, Rendra Leliyana Candra Putri Lilla Puji Lestari M. Bambang Sigit S Ma’sumah, Durrotul Ma’sumah Maria Agustin Maria Agustini Ma’sumah, Durrotul Ma’sumah Meisyah, Aulia Adisti Meisyah, Aulia Aditi Muhammad Haqul Yaqin Muntaqoh, Chamidah Dyah Nadhifa Salsabila Nadhifah Salsabila Niam, Muhammad Khoirun Ningrum, Sugiyati Nofia Sofianti Nur Lailiyah, Wiharyanti Nur Maulida Safitri Nur Maulidiyah Ayu Safitri Nur Qomaria Nurjannah, Indah Nurtalitha Alifia Rochma Nurthalita Alifia Rochma Nurul Ainiyah Oktaviani, Elfira Patria, Domas Galih Puspita, Rizqa Arya Putri, Vita Maulidah Rahmad Jumadi Rahmad Yliandri Raida Amelia Ifadah Rendra Lebdoyono Restu Tjiptaningdyah Reza Astika Wahyu Pramesti Rizky Yon Exvivonda Vionella Saputri Rizqa Arya Puspita Rochma, Nurtalitha Alifia Rosydah, Dina Rosyidah, Dina Safrila, Vidya Rahmatil Salsabila, Nadhifah Saniyah, Mas'udatus Saniyah Saniyah, Mas'udatus Saniyah Sa’idah Luthfiyah Sholikhah, Desty Muzarofatus Silvy Novita Antrisna Silvy Novita Antrisna Putri Silvy Novita Antrisna Putri, Silvy Novita Antrisna Simamora, Gervbry Ranti Ramadhani Siti Juwariyah Sugiarto, Dinta Sugiyati Ningrum Tazhkira, Annafi Tazhkira Tazhkira, Annafi Tazhkira Ully Wulandari, Ully Utami, Dwi Retnaningtyas Wiwik Handayani Yahya, Achmad Tantowi Yusril Ihza Mahendra