Claim Missing Document
Check
Articles

Dari Petani Ke Pengrajin: Industri Aksesoris Dalam Pakaian Adat Bali Tahun 1990-2024 Di Desa Undisan Kelod, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali, Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA Ni Putu Satya Oka Dewi; I Made Pageh; Desak Made Oka Purnawati
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v13i3.100678

Abstract

Penelitian ini mengkaji sejarah dan perkembangan industri aksesoris busana tradisional Bali di Desa Undisan Kelod, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, dari tahun 1990 hingga 2024, dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah untuk pendidikan sekolah menengah atas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan asal usul industri, (2) menganalisis dinamika perkembangan produk, dan (3) mengidentifikasi aspek-aspek yang relevan untuk tujuan pendidikan. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah termasuk heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Temuan utama mengungkapkan bahwa: (1) Kemunculan industri dipengaruhi oleh empat faktor produksi: sumber daya manusia, bahan baku, modal, dan peralatan; (2) Perkembangannya terjadi dalam dua periode yang berbeda - fase tradisional (1990-2010) dan fase inovatif (2010-2024) - ditandai dengan diversifikasi produk, evolusi sistem pemasaran, dan adaptasi terhadap tren pasar termasuk penggabungan emas asli; (3) Selain manfaat ekonomi, industri ini berfungsi sebagai wadah pelestarian budaya. Dimensi sejarah, budaya, dan ekonomi menunjukkan relevansi yang kuat sebagai bahan pembelajaran sejarah lokal, khususnya untuk metodologi penelitian sejarah dalam kurikulum sekolah menengah. Studi ini berkontribusi pada kajian sejarah dan menyediakan kerangka kerja untuk mengembangkan bahan pembelajaran kontekstual dalam pendidikan sejarah. Kata Kunci : Industri Aksesoris, Pakaian Adat Bali, Sumber Belajar Sejarah, Undisan Kelod
PERKAWINAN NYENTANA DALAM PERSPEKTIF SOSIO KULTURAL DI DESA MUNDEH, KECAMATAN SELEMADEG BARAT, TABANAN DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA Kencana, Lidya; Pageh, I Made; Nur, Irwan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v7i2.101072

Abstract

Perkawinan Nyentana merupakan praktik perkawinan unik di Bali yang bertolak belakang dengan sistem patrilineal dominan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan perkawinan Nyentana di Desa Mundeh, konflik internal yang ditimbulkan, serta potensi fenomena ini sebagai sumber belajar sosiologi di SMA. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan Nyentana di Desa Mundeh masih tetap dilaksanakan karena alasan keberlanjutan garis keturunan, terutama bagi keluarga yang tidak memiliki anak laki-laki. Konflik yang timbul lebih banyak bersifat sosial dan kultural seperti pengakuan status gender dan hak waris. Namun demikian, nilai-nilai sosial, tanggung jawab, dan solidaritas dalam keluarga justru semakin diperkuat. Berdasarkan teori konflik Lewis A. Coser, konflik-konflik ini dapat bersifat fungsional dan memperkuat ikatan sosial. Fenomena ini juga memiliki potensi besar sebagai sumber belajar sosiologi karena mencerminkan dinamika nilai, norma, dan struktur sosial dalam masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nyentana masih eksis meskipun mengalami tantangan sosial dan kultural seperti konflik hak waris, tekanan sosial, dan perubahan status gender. Konflik tersebut dapat diminimalkan melalui komunikasi keluarga, kesepakatan adat, serta peran aktif tokoh masyarakat. Aspek tradisi, konflik, dan integrasi sosial dalam perkawinan Nyentana dapat dijadikan sebagai sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran sosiologi di SMA.
Marjinalisasi Seni Prasi: Genealogi Seni Lukis Wayang Bali di Daun Lontar Supir, I Ketut; Pageh, I Made
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 11 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v11i3.28878

Abstract

The marginalization of prasi art as a fine art and craft art on palm leaves which is one of Bali's world cultural heritages is fading and losing its taksu, is very interesting to study. Prasi generally contains a narrative puppet theme that contains a moral message in Hinduism teachings. Traces of prasi art have developed since the ancient Balinese era and as a genealogy of Balinese puppet painting. In accordance with the development of the era in this universal era, its existence is marginalized, it is important to understand several causal factors. The study is packaged in the concept of power relation theory (Foucaultian) and postmodern aesthetic theory, as an eclectic analysis tool to answer the problem that there is a power relation at play behind the marginalization of prasi art. The results obtained are that behind the marginalization of prasi art: there is a power relation and ideology of modern art that plays behind the fading taksu prasi and the ideology of pemrasi. Fabrication of prasi artwork (capitalist ideology) to follow consumers in the pemrasi, as a result the theme of the moral message of the puppet in the form of a puppet narrative is changed into a single figure actor in everyday life, so that there is a stripping of the character and charm of the prasi art. Added to the condition of the transfer of generations of prasi art does not occur, ideologically, the formal education policy of the Balinese government does not accommodate it in the local curriculum at all levels of education, as a result of the appreciation of the community and government, the art of prasi is not known to the community and the younger generation has no interest in studying the art of prasi. In fact, foreign visitors are very impressed with the art of prasi which is very unique and the subtle way of working on palm leaves. Some pemrasi in tourism centers (Tenganan Pegringsingan) for example, to meet consumer tastes, there is commodification and fabrication by the prasi craftsman so that the art of prasi loses its identity. As a result of changing the theme of the puppet (narrative) into a single figure by presenting objects of everyday life, becoming calendar souvenirs, and interpreting the needs of tourists themselves, even though schooler tourists are looking for authentic prasi. The ideology of moneytheism, the government and society's neglect of the art of prasi has resulted in the world heritage of prasi art losing its charm, prestige, and the function and meaning of its authenticity, as a character builder of the Balinese people.
Periode Akhir Revolusi Fisik di Bali, 1946-1949 Arta, Ketut Sedana; Yasa, I Wayan Putra; Pageh, I Made; Pardi, I Wayan
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v8i1.22326

Abstract

This research aims to investigate Puputan Margarana and its impact on the physical revolution in Bali, both from a military and psychological perspective, and then to gain a clearer understanding of the tactics and strategies of resistance in Bali following the Puputan Margarana. This study employs historical methods encompassing heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The research findings indicate that the impact of Puputan Margarana resulted in psychological turmoil for the fighters in the Buleleng region, leading to sadness and a profound sense of loss due to the fall of Ngurah Rai and his staff. The post-Puputan Margarana physical revolution in Bali witnessed the reorganization of MBU-DPRI and the emergence of MBI, along with various persuasive actions to implement the minimum Banyuning program, the infiltration of DPRI's influence into government organs, and acts of violence against those openly supportive of NICA. With the achievement of the Renville Agreement in 1948, the shift in resistance in Buleleng came to be known as the "penurunan" (covert withdrawal) and "penyerahan" (official surrender), as orchestrated by Wijakusuma and the core leaders of MBU-DPRI.
Co-Authors ., ABDUL GOFAR ., DAFID RAHMAN ., Dania Fakhrunnisa ., Fiani Yulistia ., FIRDAUS RAMADANI ., FITRIYANAH ., I Komang Edi Heliana ., I Made Cita Adnyana ., Ilham Yahya ., Jro Kadek Mudiartha ., Komang Gede Arya Bawa ., M BUSAR ., Meri Yuliani ., Mukti Ali Asyadzili ., NAJI SHOLEH ., Ni Komang Arya Kusuma Dewi ., Ni Luh Sulandari ., NUR MINAH ., Nurus Shobah ., Purwa Aditya ., SHOLEH ABDUL GOFAR . Agus Aan Jiwa Permana Agus Wijaksono Albertus Agas Anak Agung Bagus Wirawan Anak Agung Ngurah Anom Kumbara Anantawikrama Tungga Atmadja Andi Firdausi Hairul Izul Haj Andi Noprizal Sahar Arta, K.S. DAFID RAHMAN . Dania Fakhrunnisa . Desak Made Oka Purnawati Desak Oka Purnawati Dharma Tari, I Dewa Ayu Eka Purba Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Fahrizal Yunus Fathurrahim, Fathurrahim Fiani Yulistia . FIRDAUS RAMADANI . FITRIYANAH . Guntur Hari Marcelliant Hedwi Prihatmoko Heni Nursafitri I Gusti Made Aryana I Kadek Adi Widiastika I Kadek Meiana Adi Putra I Ketut Ardhana Ardhana, I Ketut Ardhana I Ketut Supir I Komang Edi Heliana . I Made Cita Adnyana . I Nengah Suastika I Nyoman Ananta Wasistha I Nyoman Tri Esaputra I Putu Dandy Riartha I Putu Sriartha I Wayan Pardi I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Sumerata I Wayan Surya Eka Saputra I.W.P. Yasa Ida Ayu Gede Megasuari Indria Ida Ayu Made Rai Saraswati Ifandy, M. Rizal Ilham Yahya . Irwan Nur J. Susetyo Edy Yuwono Jro Kadek Mudiartha . K.S. Arta Kencana, Lidya Ketut Sedana Arta Ketut Sedana Artha Komang Gede Arya Bawa . Komang Setemen Krisna Hendro Setiono M BUSAR . M.Si Drs. I Ketut Margi . Meri Yuliani . Mudana, Wayan Muhammad Rivai Mukti Ali Asyadzili . NAJI SHOLEH . Nana Supriatna Ni Ketut Anggriani Ni Ketut Kertiasih Ni Komang Arya Kusuma Dewi . Ni Luh Arjani Ni Luh Sulandari . Ni Made, Putri Oktadewi Ni Putu Desi Wulandari Ni Putu Satya Oka Dewi Ninik styowati, Eva kurnia NUR MINAH . Nur, Irwan Nursafitri, Heni Nurus Shobah . Pracasitaram, I Gede Made Surya Bumi Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Purnawati, Desak Oka Purwa Aditya . Putu Abda Ursula Putu Adi Sanjaya Putu Sukardja Putu, Putu Intan Novitalia R. Ahmad Ginanjar Purnawibawa Riza Rizki Sukmarini salman, jorghia Saputra Wahyu Wijaya Saraswati, Ida Ayu Made Rai Selamat, I Ketut Seruni, Yuri Sekar SHOLEH . Sindu, I Gede Partha Sriartah, Putu Sumartika, I Wayan Sutiarsana, Putu Rian Syamsiar, Syamsiar Wayan Mudana Wayan Sugiartha Wijaya, I Gede Saputra Wahyu Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Yasa, I.W.P. Yunus, Fahrizal Yuri Sekar Seruni