Claim Missing Document
Check
Articles

Solusi Strategis Penangan Masalah Sampah Dengan Mengolah Sampah Dapur Menjadi Pupuk Organik Cair (POC): (Kasus Dua Desa Pinggir Kota di Kota Singaraja Bali) I Made Pageh; I Gusti Made Aryana
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v4i2.16533

Abstract

Kajian ini memiliki tujuan untuk memberikan edukasi kepadamasyarakat di Desa Sari Mekar dan Desa Banyuasri di Buleleng Balitentang pentingnya pengelolaan sampah menjadi Pupuk Organik Cair(POC). Bentuk kegiatan berupa pelatihan, pendampingan dan workshoppengelolaan sampah dapur keluarga menjadi POC. Dilaksanakan di desaSari Mekar (2017) dan Desa Banyuasri (2018). Produk kegiatan iniadalah POC yang dapat dipergunakan sebagai penyubur tanaman dariakar maupun daun, termasuk hidroponik. POC hasil komposisasi inidapat dikembangkan dengan menggunakan sistem peragian, denganlimbah air beras dan gula aren. Dampak langsung Kegiatan ini padakeluarga, dengan membiasakan memilah sampah organik dengananorganik, tidak membuang sampah sembarangan, dan tumbuhkesadaran ekonomis bahwa sampah dapat berubah dari masalah menjadiberkah. Sampah organik dapur adalah sampah terbanyak menggunakanpalastik, strofum, dan kemasan makanan fastfood. Dengan melakukan pemilahan sampah dari rumahtangga dapat berdampak langsung pada lingkungan paling hulu dalam siklus sampah di dua desa ini.Sedangkan sampah anorganik dapat dilola menjadi barang berguna lainnya, atau dijual langsung padabank sampah yang sudah tersedia di Buleleng. Dengan demikian pengabdian ini menjadi sangat strategisdalam menangani masalah sampah perkotaan dan pedesaan.
FUNGSI TRADISI LAGU NENGGO DI DUSUN TUNGKU, DESA GOLO, KECAMATAN CIBAL, MANGGARAI SEBAGAI MEDIA PENGENDALIAN SOSIAL DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA Albertus Agas; I Made Pageh; I Wayan Putra Yasa
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v4i1.48815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifiksi alasan penggunaan lagu Nenggo sebagai media pengendalian sosial di Dusun Tungku, Desa Golo, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. (2) Untuk mengetahui implementasian lagu Nenggo dalam upaya pengendalian sosial di Dusun Tungku. (3) Untuk mengetahui aspek-aspek yang terdapat pada lagu Nenggo yang berpotensi sebagai sumber belajar sosiologi di SMA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah masyarakat Dusun Tungku, Desa Golo, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur dengan informan kunci sebagai kepala adat, Kepala Dusun, Dewan Stasi serta tokoh adat dan tokoh agama yang berasal dari Dusun Tungku. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Tradisi lagu Nenggo dapat dijadikan sebagai media pengendalian sosial di Dusun Tungku berdasarkan karakteristiknya, fungsinya, cara-cara dan sifat pengendalian sosial. (2) Implementasi tradisi lagu Nenggo secara preventif yaitu mendidik, mengajak, melarang dan mengingatkan dan secara represif yaitu penyebaran rasa malu dan takut, sebagai media keritik sosial dan sebagai penguatan kepercayaan rakyat (3) Fungsi lagu Nenggo sebagai media pengendalian sosial berpotensi sebagai sumber belajar sosiologi di SMA sesuai dengan kompetensi dasar (KD) dan kompetensi inti (KI). Fungsi tradisi lagu Nenggo sebagai media pengendalian sosial juga memenuhi kompetensi siswa yaitu kompetensi kognitif, afektif dan pesikomotorik.
BULELENG KELABU: SEJARAH TRAGEDI AMUK MASSA DI BALI UTARA I Made Pageh; I Wayan Pardi
Candra Sangkala Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL CANDRA SANGKALA
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman baru tentang peristiwa amuk massa di Buleleng. Metode yang digunakan adalah prosedur penulisan sejarah dengan langkah-langkah: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Karya ini termasuk sejarah kontemporer. Hasil kajian menemukan bahwa tragedi Buleleng Kelabu merupakan gerakan massa tidak sepontan, tetapi terstruktur menggunakan pemuda pengangguran dan awam politik dengan menamakan diri sebagai pendukung fanatik Megawati Soekarno Putri. Penyebab umumnya adalah kondisi masyarakat yang fanatik terhadap Megawati. Penyebab khususnya adalah adanya kelompok kecil terstruktur yang dilakukan oleh kelompok penyelamat harta benda yang terpajang di toko-toko di kota Singaraja. Namun apapun alasannya secara material dan moral sangat merugikan masyarakat Buleleng. Belajar dari peristiwa amuk massa di Buleleng masyarakat harus waspada pada agensi politik yang menggunakan SARA dalam perjuangannya, karena bhineka tunggal ikha (persatuan) itu bernilai sangat mahal di negara Indonesia.
Kehidupan Bertoleransi di Kampung Islam Kepaon Bali dalam Perspektif Tri Hita Karana sebagai Sumber Belajar IPS di SMP/MTs Andi Noprizal Sahar; I Made Pageh; I Wayan Mudana
Media Komunikasi FPIPS Vol. 21 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v21i2.50258

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sejarah Kampung Islam Kepaon Bali, struktur kearifan lokal kehidupan bertoleransi di Kampung Islam Keapon Bali, kearifan lokal kehidupan bertoleransi antar umat beragama di Kepaon Bali dalam perspektif Trihita Karana, dan nilai-nilai kearifan lokal kehidupan bertoleransi di Kampung Islam Kepaon Bali bisa digunakan sebagai Sumber Belajar IPS. Penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif. Data yang dikumpulkan dengan metode pendekatan dan metode penelitian, serta teknik pengumpulan data, seperti observasi, wawancara, studi dokumen, dan studi literatur, selanjutnya   subjek dan lokasi penelitian terdiri dari lokasi penelitian, tahap-tahap penelitian, dan terakhir teknis analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kampung Islam Kepaon merupakan pemukiman muslim yang beretnis Bugis dan keberadaanya di pusat Kota Denpasar, umat muslim bugis Kampung Islam Kepaon memiliki hubungan historis yang sanga erat dengan kerajaan Badung. Kehidupan bertoleransi di Kampung Islam Kepaon dalam perspektif keajegan Trihita Karana terbagi menjadi tiga bagian yaitu tradisi Ngejot, tradisi Magibung, dan tradisi tari Rodat. Hasil penelitian ini dapat sebagai sumber belajar IPS di SMP/MTs karena memiliki nilai-nilai karakter seperti nilai religius, nilai toleransi, nilai kesatuan, nilai solidaritas, nilai patriotism, nilai sialturahmi dan persaudaraan, serta nilai peduli. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat dan berguna bagi sumber belajar IPS di SMP/MTs.
Tokoh Syarif Abdullah Al-Qodry Dan Peranannya Dalam Syiar Islam Di Desa Loloan, Jembrana, Bali Latar Belakang, Peranan Dalam Syiar Islam, dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA/MA M Fathurrahim Alviansyah; I Made Pageh; Tuty Maryati
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i1.50254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) latar belakang Syarif Abdullah Al-Qodry datang ke Desa Loloan, Jembrana, Bali (2) peranan Syarif Abdullah Al-Qodry dalam syiar Islam di Desa Loloan, Jembrana, Bali  (3) aspek-aspek yang terdapat dari peristiwa migrasinya Syarif Abdullah Al-Qodry dan peranannya dalam syiar Islam di Desa Loloan, Jembrana, Bali sebagai sumber belajar sejarah di SMA/MA. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah, Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Syarif Abdullah Al-Qodry merupakan salah satu panglima dari Kesultanan Pontianak yang tidak menerima perjanjian antara Sultan Pontianak dan pihak Belanda pada tahun 1779 yang kemudian membuat beliau dan armadanya pergi keluar wilayah Kesultanan Pontianak dan dengan negosiasi dengan Kerajaan Jembrana, akhirnya berlabuh di wilayah Kerajaan Jembrana. Setelah Syarif Abdullah Al-Qodry diperkenankan menetap di Wilayah Kerajaan Jembrana, beliau membuat perkampungan Muslim yang bernama Loloan, selain itu Syarif Abdullah Al-Qodry juga melakukan Syiar Islam bersama Ulama dari Banyuwangi bernama Syekh Bauzir melalui perdagangan (ekonomi), pengobatan (tasawuf) dan juga pencak silat (pendidikan), serta kesenian. Adapun aspek-aspek yang dapat digunakan sebagai Sumber Belajar Sejarah berdasarkan analisis kurikulum dan silabus ialah aspek kognitif, Afektif, dan Psikomotorik yang kemudian disusun dalam Rencana Program Pembelajaran untuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA/MA.             Kata kunci: Latar Belakang, peranan, Sumber Belajar   This study aims to determine: (1) the background of Syarif Abdullah Al-Qodry coming to Loloan Village, Jembrana, Bali (2) the role of Syarif Abdullah Al-Qodry in Islamic preach in Loloan Village, Jembrana, Bali (3) aspects that there are events from the migration of Syarif Abdullah Al-Qodry and his role in Islamic preach in Loloan Village, Jembrana, Bali as a source of learning history in SMA/MA. The research method used is a historical research method consisting of, Heuristics, Verification, Interpretation, and Historiography. The research result showed that: Syarif Abdullah Al-Qodry was one of the commanders of the Pontianak Kingdom who was disappointed with the agreement between the King of Pontianak and the Nethreland in 1779 which then made him and his fleet leave the territory of the Kingdom of Pontianak and finally landed in the territory of the Kingdom of Jembrana. After Syarif Abdullah Al-Qodry was allowed to settle in the Kingdom of Jembrana, he created a Muslim village called Loloan, besides that, Syarif Abdullah Al-Qodry also carried out Islamic Preachings with an Ulama from Banyuwangi named Sheikh Bauzir through with trade (economics), medicine (sufism) and also pencak silat (education), and the arts. The aspects that can be used as History Learning Resources based on curriculum and syllabus analysis are cognitive, affective, and psychomotor aspects which are then compiled in the Learning Program Plan to be used as a history learning resource in High School/Islamic High School.           
Dinamika Kampung Bugis Di Kota Singaraja Buleleng Bali Pasca Kemerdekaan Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Riza Rizki Sukmarini; I Made Pageh; Tuty Maryati
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i1.53037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Sejarah berdirinya Kampung Bugis Singaraja Buleleng Bali Pasca Kemerdekaan. (2) Dinamika yang terjadi di Kampung Bugis di Singaraja Buleleng Bali. (3) Aspek-aspek apa saja dari sejarah Kampung Bugis yang dapat digunakan sebagai sumber sejarah lokal di SMA. Penelitian menggunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan kualitatif meliputi: (1) Heuristik: teknik observasi, wawancara, studi dokumen. (2) Kritik Sumber (3) Interpretasi, (4) Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Keberadaan Kampung Bugis di Singaraja Bali tidak dapat dipisahkan dari kekalahan kerajaan Makassar melawan VOC, tetapi kerajaan Makassar kalah melawan VOC hingga melahirkan perjanjian, dimana pemerintah dan rakyat Makassar tidak boleh berlayar kemana pun kecuali Bali, Banten, Jawa, dll. Banyak bangsawan dan rakyat Bugis meninggalkan daerahnya dan menetap di beberapa daerah nusantara termasuk Bali. Keberhasilan orang-orang Bugis membantu perkampungan di Buleleng disebabkan kemampuannya untuk mendapat restu dari penguasa dengan menjalin baik dengan penduduk pribumi tanpa menimbulkan kekerasan. Awal kedatangannnya, orang-orang Bugis pada abad ke-17 sudah mulai berperan membantu kerajaan Buleleng dibawah pemerintahan I Gusti Panji Sakti. (2) Setiap kelompok sosial pasti mengalami perubahan begitu pula di Kampung Bugis (1) Dinamika politik pemerintahan, (2) dinamika sosial ekonomi, (3) dinamika keberagama budaya, (4) dinamika kehidupan keagamaan, (5) dinamika hubungan antar etnis. (3) Aspek-aspek yang bias dikembangkan menjadi sumber belajar sejarah dalam Sejarah dan dinamika Kampung Bugis di Kota Singaraja Buleleng Bali yaitu: (1) Aspek sejarah, (2) aspek toleransi, (3) aspek kerja sama, (4) aspek budaya.
Sejarah Puri Anyar Sukasada Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA I Kadek Meiana Adi Putra; I Made Pageh; Desak Made Oka Purnawati
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v10i2.43296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Puri Anyar Sukasada di Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, (2) struktur dan fungsi Puri Anyar Sukasada, (3) aspek-aspek dari Puri Anyar Sukasada yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi: (1) heuristik, (2) kritik sumber atau verifikasi, (3) interpretasi, (4) historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: sejarah Puri Anyar Sukasada memiliki keterkaitan yang erat dengan lintasan sejarah Kerajaan Buleleng yang berkeraton di Sukasada. Struktur Puri Anyar Sukasada menggunakan konsep Tri Mandala dengan merubah fungsi nista mandala (lapangan atau alun-alun) Puri Sukasada lama menjadi kawasan madya atau pawongan, sedangkan komplek nista atau palemahan sekarang menjadi jalan dan kompleks luar Puri Anyar Sukasada. Fungsi Puri Anyar Sukasada yaitu (1) fungsi religius, (2) fungsi sosial, (3) fungsi budaya. Adapun Puri Anyar Sukasada dapat digunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA berdasarkan analisis kurikulum dan silabus ialah aspek historis dan aspek peninggalan yang kemudian disusun dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. 
Toleransi Nyama Bali-Nyama Selam Di Desa Bukit, Karangasem, Bali Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA I Nyoman Ananta Wasistha; I Made Pageh; I Wayan Putra Yasa
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v10i2.43561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui latar belakang toleransi Nyama Bali-Nyama Selam di Desa Bukit, Karangasem, Bali, (2) mengetahui apa saja bentuk-bentuk toleransi Nyama Bali-Nyama Selam di Desa Bukit, (3) Mengetahui apa saja aspek-aspek toleransi Nyama Bali-Nyama Selam di Desa Bukit yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah melalui beberapa langkah yakni: (1) Heuristik (teknik penentuan informan, observasi, dokumen dan wawancara), (2) Kritik sumber (kritik internal dan eksternal), (3) Interpretasi, (4) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) latar belakang terjadinya toleransi Nyama Bali-Nyama Selam di Desa Bukit tidak terlepas dari peran Puri Karangasem. Konsep kawulo-gusti memperlihatkan kesediaan masyarakat Islam untuk melakukan ngayah di Pura Bukit sebagai Juru Sapuh dan pengayah memikul Bende di Pura Bukit, dikarenakan pura ini di-empon (disungsung) langsung oleh Puri Karangasem, (2) masyarakat Hindu dan Islam di Desa Bukit hidup rukun yang dapat dilihat dari beberapa bentuk yaitu: organisasi subak, Jaga Baya (pacalang), magibung, ngejot, matetulung (ngoupin), persilangan kesenian rebana dengan gong kebyar, dan bahasa, (3) aspek-aspek yang bisa dikembangkan menjadi sumber belajar sejarah dalam toleransi Nyama Bali-Nyama Selam di Desa Bukit yaitu: (1) aspek sejarah, (2) aspek sosial, (3) aspek budaya, (4) aspek bahasa.
The Kehidupan Warga Pande Di Sekitar Danau Tamblingan Dan Pemanfaatannya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA (Tinjauan Tentang Prasasti Dan Tinggalan Arkeologi): Ni Ketut Anggriani; I Made Pageh; I Wayan Pardi
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i2.58296

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menambah kajian terkait dengan sejarah lokasl di Bali, mengingat bahwa lebih banyak kajian yang membahas kebesaran dan kejayaan Raja-raja Jawa di Bali. Penelitian ini fokus membahas mengenai kehidupan warga pande besi di sekitar Danau Tamblingan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian sejarah yakni, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pada pembahasan dijelaskan kehidupan warga pande besi dalam beberapa aspek, yakni keyakinan, sosial, politik, dan kesenian. Warga pande besi Tamblingan adalah satu kelompok klan yang tergabung dalam masyarakat Tamblingan dengan keahliannya memande atau membuat peralatan rumah tangga bahkan senjata perang pada saat itu. Keberadaan pande besi sangat diistimewakan oleh raja, terbukti dengan adanya pembebasan pajak untuk warga pande besi yang tertuang dalam prasasti. Namun keberadaan warga pande besi terancam setalah kedatangan Arya Cengceng yang mengganggu ketenangan warga pande besi, sehingga menyebabkan mereka meninggalkan Tamblingan. Upaya raja untuk mengembalikan warga pande besi ke Tamblingan di lakukan dengan mengeluarkan prasasti Tamblingan berangka tahun1306 Saka, yang isinya agar warga pande besi kembali ke Tamblingan, dan Arya Cengceng diperintahkan untuk tidak lagi mengganggu masyarakat Tamblingan dan bertempat tinggal di Lo Gajah. Namun perintah ini tidak berhasil membuat warga pande besi kembali ke Tamblingan. Kemudian tahun 1320 dikeluarkan prasasti dengan perintah serupa, dan tidak membuahkan hasil. Terbukti hingga saat ini di sekitar Danau Tamblingan tidak ada masyarakat yang berprofesi sebagai pande besi dan ataupun mengatakan dirinya keturunan pande Tamblingan. Kata kunci: pande besi, tamblingan, prasasti
Sarkofagus Di Desa Pedawa (Tradisi Penguburan Dari Masa Pra Aksara Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA) Krisna Hendro Setiono; I Made Pageh; I Wayan Pardi; R Ahmad Ginanjar Purnawibawa
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i2.58632

Abstract

Sarkofagus merupakan salah satu peninggalan dari masa pra aksara yang ada di Bali tepatnya di Desa Pedawa, kabupaten Buleleng sebagai desa kuno yang dapat ditemui hingga sekarang. Desa Pedawa yang dikatagorikan sebagai desa tua yang sudah berkembang sejak masa pra aksara. Sarkofagus sebagai peninggalan kebudayaan megalitik bagi orang-orang yang memiliki strata sosial tinggi memiliki pengaruh dalam masyarakat terkait dengan budaya lokal Desa Pedawa yang masih dipertahankan hingga saat ini. Penelitian ini akan berfokus pada (1)dimensi dan sejarah dari sarkofagus di Desa Pedawa dan (3) bagaiamana komunitas masyarakat pedawa dalam menghormati sarkofagus. Selain itu juga (2) bagiamana sarkofagus di Desa Pedawa dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kesejarahan dengan meminjam sedikit dari metode arkeologi dengan tujuan untuk mengidentifikasi dari sarkofagus. Sehingga hasil-hasil yang didapatkan di lapangan dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA.Hasil dari penelitian ini dapat menunjukan keberadaan sarkofagus berdasarkan ukuran dimensi selain itu juga pemertahanan nilai kepercayaan lokal masyarakat Desa Pedawa dari masa Bali Mula hingga Bali modern. Kata kunci : Sarkofagus, pra aksara, sumber belajar
Co-Authors ., ABDUL GOFAR ., DAFID RAHMAN ., Dania Fakhrunnisa ., Fiani Yulistia ., FIRDAUS RAMADANI ., FITRIYANAH ., I Komang Edi Heliana ., I Made Cita Adnyana ., Ilham Yahya ., Jro Kadek Mudiartha ., Komang Gede Arya Bawa ., M BUSAR ., Meri Yuliani ., Mukti Ali Asyadzili ., NAJI SHOLEH ., Ni Komang Arya Kusuma Dewi ., Ni Luh Sulandari ., NUR MINAH ., Nurus Shobah ., Purwa Aditya ., SHOLEH ABDUL GOFAR . Agus Aan Jiwa Permana Agus Wijaksono Albertus Agas Anak Agung Bagus Wirawan Anak Agung Ngurah Anom Kumbara Anantawikrama Tungga Atmadja Andi Firdausi Hairul Izul Haj Andi Noprizal Sahar Arta, K.S. DAFID RAHMAN . Dania Fakhrunnisa . Desak Made Oka Purnawati Desak Oka Purnawati Dharma Tari, I Dewa Ayu Eka Purba Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Fahrizal Yunus Fathurrahim, Fathurrahim Fiani Yulistia . FIRDAUS RAMADANI . FITRIYANAH . Guntur Hari Marcelliant Hedwi Prihatmoko Heni Nursafitri I Gusti Made Aryana I Kadek Adi Widiastika I Kadek Meiana Adi Putra I Ketut Ardhana Ardhana, I Ketut Ardhana I Ketut Supir I Komang Edi Heliana . I Made Cita Adnyana . I Nengah Suastika I Nyoman Ananta Wasistha I Nyoman Tri Esaputra I Putu Dandy Riartha I Putu Sriartha I Wayan Pardi I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Sumerata I Wayan Surya Eka Saputra I.W.P. Yasa Ida Ayu Gede Megasuari Indria Ida Ayu Made Rai Saraswati Ifandy, M. Rizal Ilham Yahya . Irwan Nur J. Susetyo Edy Yuwono Jro Kadek Mudiartha . K.S. Arta Kencana, Lidya Ketut Sedana Arta Ketut Sedana Artha Komang Gede Arya Bawa . Komang Setemen Krisna Hendro Setiono M BUSAR . M.Si Drs. I Ketut Margi . Meri Yuliani . Mudana, Wayan Muhammad Rivai Mukti Ali Asyadzili . NAJI SHOLEH . Nana Supriatna Ni Ketut Anggriani Ni Ketut Kertiasih Ni Komang Arya Kusuma Dewi . Ni Luh Arjani Ni Luh Sulandari . Ni Made, Putri Oktadewi Ni Putu Desi Wulandari Ni Putu Satya Oka Dewi Ninik styowati, Eva kurnia NUR MINAH . Nur, Irwan Nursafitri, Heni Nurus Shobah . Pracasitaram, I Gede Made Surya Bumi Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Purnawati, Desak Oka Purwa Aditya . Putu Abda Ursula Putu Adi Sanjaya Putu Sukardja Putu, Putu Intan Novitalia R. Ahmad Ginanjar Purnawibawa Riza Rizki Sukmarini salman, jorghia Saputra Wahyu Wijaya Saraswati, Ida Ayu Made Rai Selamat, I Ketut Seruni, Yuri Sekar SHOLEH . Sindu, I Gede Partha Sriartah, Putu Sumartika, I Wayan Sutiarsana, Putu Rian Syamsiar, Syamsiar Wayan Mudana Wayan Sugiartha Wijaya, I Gede Saputra Wahyu Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Yasa, I.W.P. Yunus, Fahrizal Yuri Sekar Seruni