Claim Missing Document
Check
Articles

JEJAK KEPAHLAWANAN KHR. ASAD SYAMSUL ARIFIN SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI MA IBRAHIMI PONDOK PESANTREN SYALAFIYAH SYAFI'IYAH SUKOREJO, SITUBONDO JAWA TIMUR M BUSAR .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i2.18267

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Jejak kepahlawanan Kyai As’ad Samsul Arifin melawan Sekutu dan Belanda, (2) Nilai-nilai yang terkandung dalam perjuangan Kyai As’ad Samsul Arifin, (3) Nilai-nilai kepahlawanan Kyai As’ad Samsul Arifin dikemas menjadi sumber belajar Sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu:(1)Teknik penentuan lokasi penelitian; (2) Teknik penentuan informan; (3) Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, Studi dokumen dan studi fustaka); (4) Teknik validasi data (Triangulasi data, triangulasi metode); (5) Teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Kyai As’ad Samsul Arifin merupakan tokoh yang baru diangakat menjadi pahlawan nasional, beliau adalah ulama NU yang dikenal kharismatik dan sangat disegani oleh ulama lainnya. Selama hidupnya, Kyai As’ad berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. Pada masa penjajahan Jepang kyai As’ad Syamsul Arifin pernah berinisiatif mencuri senjata dan amunisi dari gedung senjata Jepang yang ada di Kecamatan Kalisat, Jember.Pada masa perjuangan fisik, Kyai As`ad Syamsul Arifin bergabung dengan laskar Sabilillah yang pernah terlibat kontak senjata dengan Belanda di Surabaya, dan di masa pemerintahan Orde Baru peranan Kyai As’ad syamsul Arifin sangat menentukan keutuhan NKRI, akibat diterapkannya Pancasila Sebagai Asas Tunggal. Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dari Kyai As’ad Syamsul Arifin anatar lain: (1) Nilai Keberanian (2 ) Nilai Patriotisme (3) Nilai Kemandirian. Nilai kepahlawanan Kyai As’ad Syamsul arifin dapat dikemas menjadi sumber belajar sejarah pada materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu dan Belanda. Kata Kunci : Kata kunci: Kyai As’ad Samsul Arifin, Pahlawan Nasional, Sumber Belajar Sejarah ABSTRACT The purpose of this study was to find out (1) the heroic traces of the As'ad Kyai Samsul Arifin against the Allies and the Netherlands, (2) The values contained in the struggle of Kyai As'ad Samsul Arifin, (3) The heroic values of Kyai As'ad Samsul Arifin is packaged as a source of learning history. This study uses a qualitative descriptive approach, namely: (1) Techniques for determining the location of research; (2) Informant determination techniques; (3) Data collection techniques (observation, interviews, document studies and literature studies); (4) Data validation techniques (data triangulation, method triangulation); (5) Data analysis techniques. The results of this study indicate that, Kyai As'ad Samsul Arifin is a new figure who has been deemed to be a national hero, he is a NU cleric known for being charismatic and highly respected by other scholars. During his life, Kyai As’ad struggled to uplift the dignity of the nation. During the Japanese occupation kyai As'ad Syamsul Arifin had taken the initiative to steal weapons and ammunition from Japanese weapons buildings in Kalisat District, Jember. in Surabaya, and during the New Order government the role of Kyai As'ad syamsul Arifin greatly determined the integrity of the Unitary Republic of Indonesia, due to the implementation of Pancasila as the Sole Principle. The heroic values contained in Kyai As’ad Syamsul Arifin are: (1) Value of Courage (2) Value of Patriotism (3) Value of Independence. The heroic value of Kyai As'ad Syamsul arifin can be packaged as a source of learning history in material struggle in defending independence from the threat of the Allies and the Netherlands. keyword : Keyword: Kyai As'ad Samsul Arifin, National Hero, Historical Learning Source
Pondok Pesantren Abul ‘Abbas Nahdhatul Wathan (NW) di Desa Tegallinggah, Sukasada, Buleleng, Bali (Latar Belakang dan Kontribusinya bagi Pembelajaran IPS di MTs) MUHAMMAD RIVAI .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i2.18523

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Abul ‘Abbas Nahdhatul Wathan di Desa Tegallinggah. (2) Perkembangan Pondok Pesantren Abul ‘Abbas NW Pondok Pesantren Nahdatul Wathandi Desa Tegallinggah tahun 2008-2018. (3)Aspek-aspek apa yang dapat dikontribusikan dalam pembelajaran IPS di MTs. Dalam penelitian ini, dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode sejarah dengan tahap-tahap; (1) Tahap Pengumpulan Data, (observasi, wawancara, studi dokumen), (2) Kritik Sumber ( verifikasi), (3) Interpretasi ( Analisis Data), dan (4) Historiografi ( Penulisan Sejarah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Abul ‘Abbas Nahdhatul Wathan di Desa Tegallinggah. (2) Perkembangan Pondok Pesantren Abul ‘Abbas NW Pondok Pesantren Nahdatul Wathandi Desa Tegallinggah tahun 2008-2018. (3)Aspek-aspek apa yang dapat dikontribusikan dalam pembelajaran IPS di MTs Abul ‘Abbas NW di Desa Tegallinggah. yang apa yang dapat dikontribusikan dalam pembelajaran IPS sesuai dengan kurikulum 2013. Kata Kunci : Pondok Pesantren, Sejarah, Nilai, Sumber Belajar The purpose of this study was to find out (1) the background of the establishment of Islamic Boarding School Abul ‘Abbas Nahdhatul Wathan in Tegallinggah Village. (2) Development of Abul ‘Abbas NW Islamic Boarding School Nahdatul Wath Islamic Boarding School in Tegallinggah Village in 2008-2018. (3) What aspects can be contributed to social studies at MTs . In this study, it can be collected using historical methods with stages; (1) Data Collection Phase, (observation, interview, document study), (2) Source Criticism (verification), (3) Interpretation (Data Analysis), and (4) Historiography (History Writing). The results of the study showed that, (1) The background of the establishment of Abul Islamic Boarding School ‘Abbas Nahdhatul Wathan in Tegallinggah Village. (2) Development of Abul ‘Abbas NW Islamic Boarding School Nahdatul Wath Islamic Boarding School in Tegallinggah Village in 2008-2018. (3) What aspects can be contributed to social studies at MTs Abul ‘Abbas NW in Tegallinggah Village. what can be contributed to social studies learning in accordance with the 2013 curriculum. keyword : Islamic Boarding Schools, History, Values, Learning Resource
MONUMEN PERJUANGAN AMARTA YUDA DI DESA PATAS, GEROKGAK, BULELENG ( Latar Belakang Pendirian, Bentuk dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelaran IPS di SMP) Ilham Yahya .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i2.18980

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hal berikut (1) Latar belakang berdirinya Monumen Amartha Yudha desa Patas (2) bentuk Monumen Perjuangan Amartha Yudha (3) Potensi apa saja dari Monumen Perjuangan Amartha Yudha yang dapat dikembangkan sebagai media pembelajaran IPS di SMP . Dalam penelitian ini, dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode sejarah dengan tahap-tahap penelitian sebagai berikut; (1) Tahap Pengumpulan Data, (observasi, wawancara, studi dokumen), (2) Trianggulasi ( verifikasi), (3) dan Interpretasi, ( Analisis Data) Adapun Hasil Dari penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Latar belakang berdirinya Monumen Amartha Yuda adalah untuk mengenang perlawanan pemuda dalam memepertahankan kemerdekaan (2) Bentuk Monumen Perjuangan Amartha Yudha merupakan monument non figure, bentuknya menyerupai MONAS. (3) Potensi Monumen Perjuangan Amartha Yudha yang dapatl dikembangkan sebagai media pembelajaran IPS sesuai dengan kurikulim 2013 di SMP berupa Artefak dan Sejarah monumen amartha YudhaKata Kunci : Monumen Amartha Yudha, Bentuk Monumen, Media Pembelajaran. The purpose of this study was to find out the following (1) The background of the establishment of Amartha Yudha Monument in Patas village (2) the form of Amartha Yudha Struggle Monument (3) Any potential of the Amartha Yudha Monument of Struggle which can be developed as a medium for social studies learning in junior high schools. In this study, it can be collected using historical methods with the following stages of research; (1) Data Collection Phase (observation, interview, document study), (2) Trianggulasi (verification), (3) and Interpretation (Data Analysis) The results of this study indicate that, (1) Background of the establishment of the Amartha Monument Yuda is to commemorate the resistance of youth in maintaining independence (2) Form of Monument of Struggle Amartha Yudha is a non-figure monument, its shape resembles that of MONAS. (3) Potential of Amartha Yudha Struggle Monument which can be developed as social studies learning media in accordance with the 2013 curriculum in junior high school in the form of artefacts and history of the amartha Yudha monumentkeyword : Amartha Yudha Monument, Shape of Monument, Learning Media.
SEJARAH BERDIRINYA MASJID KERAMAT KUNO DI JALAN HASANUDDIN KAMPUNG KAJANAN, SINGARAJA BALI, SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI MA.AT-TAUFIQ SHOLEH .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .; Dr. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i2.19098

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) sejarah Berdirinya Masjid Keramat Kuno di jalan Hasanuddi Kampung Kajanan, Singaraja Bali. (2) Fungsi Masjid Keramat Kuno Singaraja (3) Aspek-Aspek Apa saja dari Masjid Keramat Kuno Kampung Kajanan, Singaraja Bali, yang dapat dijadikan sebagai Sumber belajar Sejarah di MA. At-Taufiq. Lokasi penelitian ini adalah di Kampung Kajanan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah. Data dikumpulkan dengan metode observasi, studi dokumen, wawancara, selanjutnya kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Masjid Keramat Kuna Singaraja Bali ditemukan warga pada tahun 1654 M, Masjid ini menjadi kebanggaan masyarakat singaraja, karena nilai sejarahnya menjadi saksi masu’nya Agama Islam di pulau dewata ini. (2) Fungsi masjid keramat ini selain tempat ibadah masjid ini di gunakan berbagai keperluan (3).hasil penelitian ini dapat di jadikan sebagai sumber belajar sejarah di (MA)at-Taufiq karena memiliki nilai-nilai karakter seperti nilai religius, tolerasansi dan muntikulturalisme, dan gotong royong.Kata Kunci : Masjid, Sumber Belajar, Nilai Karakter. This study aims to describe (1) the history of the Establishment of the Ancient Sacred Mosque on the Hasanud road in Kajanan Village, Singaraja, Bali. (2) Functions of the Singaraja Ancient Sacred Mosque (3) Any Aspects of the Ancient Sacred Mosque of Kajanan Village, Singaraja Bali, which can be used as a Historical Learning Resource in the MA. At-Taufiq. The location of this study was in Kajanan Village, Buleleng District, Buleleng Regency. This research is historical research. Data is collected by observation, document study, interview, then source criticism, interpretation, and historiography. The results showed that (1) the Singaraja Ancient Sacred Mosque of Bali was found by residents in 1654 AD, this mosque became the pride of the Singaraja community, because its historical value became a massive witness of Islam on this island of the gods. (2) The functions of this sacred mosque in addition to the place of worship of this mosque are used by various purposes (3). The results of this study can be used as a source of historical learning in (MA) at-Taufiq because they have character values such as religious values, tolerance and vomiting. and mutual cooperationkeyword : Mosque, learning resources,character values
KAMPUNG TOGE DI DESA PATAS, GEROKGAK, BULELENG, BALI : SEJARAH DAN NILAI-NILAINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA ABDUL GOFAR .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .; Dr. I Wayan Mudana,M.Si. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i3.21492

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui sejarah keberadaan kampung toge (2) Untuk mengetahui wujud Toleransi yang ada di Kampung Toge (3) sejarah dan nilai-nilainya yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu: (1) penentuan Jenis Penelitian (2) Lokasi penelitian (3) Teknik penentuan informan (4) Teknik pengumpulan data, meliputi (observasi, wawancara, studi dokumen, dan pengelolaan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan Kampung toge karena adanya perpindahan penduduk dari kerang asem akibat adanya bencana alam yang berupan letusan gunung agung, kemudian yang disusul oleh orang-orang Madura, dan jawa, kemudian kampung toge ini menjadi kampung yang multicultural dengan penuh kedamaian, kedamaian ini sendiri tidak bisa dilepaskan dari refleksi tokoh-tokoh masyarakat Kampung Toge, yaitu adanya musolla yang berada ditengah-tengah Masyarakat Kampung Toge. Hal itu berdampak positif karena adanya musollah menunjukkan atas merima dengan adanya perbedaan. Selain itu dengan adanya interaksi yang intens antara masyarakat yang beragama Hindu dan Islam karena adanya kepentingan yang sama baik ekonomi dan sosial, masyarakat selalu dalalam kondisi yang terintegrasi. Faktor- faktor keberadaan kampung toge yang dijadikan sebagai sumber pembelajaran ada tiga yaitu (1) faktor sosial (2) faktor ekonomi, dan (3) faktor budaya (4) integrasi. Kata Kunci : Sejarah, Toleransi, Sumber Belajar. This study aims to (1) To find out the history of the existence of Toge village (2) To find out the form of Tolerance in Kampung Toge (3) history and its values ​​that can be used as a source of historical learning in high school. This study uses a qualitative descriptive approach, namely: (1) determination of the type of research (2) location of research (3) technique of determining informants (4) data collection techniques, including (observation, interviews, document studies, and data management). Toge village because of the displacement of residents from tamarind shells due to natural disasters which have a massive volcanic eruption, then followed by Madurese people, and Java, then the Toge village became a multicultural village with peace, peace itself cannot be separated from reflection of community leaders from Kampung Toge, namely the existence of musolla in the midst of the Kampung Toge Community, which had a positive impact because the existence of musollah showed the merima with differences. In addition, with intense interaction between Hindus and Muslims because of the same interests both economically and socially, the community interrupted You're in an integrated condition. The factors of the existence of toge village which are used as sources of learning are three, namely (1) social factors (2) economic factors, and (3) cultural factors (4) integration.keyword : History, Tolerance, Learning Resources
ETNIS SASAK DI BANJAR BUKIT TABUAN DESA BUKIT, KARANGASEM, BALI (Sejarah, Kerukunan, dan Pengintegrasian Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) FIRDAUS RAMADANI .; Dra. Desak Made Oka Purnawati, M.Hum. .; Dr. I Made Pageh, M.Hum. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i3.29507

Abstract

ABSTRAK Penelitiaan ini bertujuan; (1) mengetahui bagaimana latar belakang sejarah keberadaan Etnis Sasak di Banjar Bukit Tabuan, Desa Bukit, Karangasem, Bali, (2) mengetahui bagaimana kerukunan antarumat beragama antara Etnis Muslim Sasak dan Etnis Hindu Bali di Banjar Bukit, Tabuan Desa Bukit, Karangasem, Bali, (3) mengetahui Aspek – aspek apa saja dari keberadaan Etnis Sasak di Banjar Bukit Tabuan, Desa Bukit yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarh melalui beberapa langkah yakni : (1) Heuristik ( teknik penentuan informan, observasi, dokumen dan wawancara), (2) kritik Sumber (Kritik Internal dan Eksternal), (3) Interpretasi, (4) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) latar belakang sejarah Etnis Sasak di Banjar Bukit Tabuan, Desa Bukit, Karangasem,Bali tidak bisa lepas dari sejarah Kerajaan Karangasem yang melakukan perluasan kekuasaan ke Lombok yang kemudian membawa tawanan politik berupa orang-orang Sasak, (2) Etnis Sasak Muslim di Banjar Bukit Tabuan hidup rukun dengan masyarakat Etnis Hindu Bali yang terlihat dari adanya Safaran, dimana masyarakat Etnis Sasak Muslim Banjar Bukit Tabuan melakukan syukuran dan melakukan gotong – royong di pura Bhur-Bwah-Swah bersama masyarakat Etnis Hindu Bali disana. (3) aspek-aspek yang bisa dikembangkan menjadi sumber belajar sejarah dari keberadaan Etnis Sasak di Banjar Bukit Tabuan yaitu, (1) aspek sejarah, (2) aspek toleransi, (3) aspek sosial budaya, (4) aspek Politik dan pertahanan. Kata Kunci : Etnis Sasak, Toleransi, Sumber Belajar Sejarah This research aims; (1) knowing the historical background of the existence of the Sasak ethnic group in Banjar Bukit Tabuan, Bukit Village, Karangasem, Bali, (2) knowing how the inter-religious harmony between the Sasak Muslim Ethnic and the Balinese Hindu Ethnicity in Banjar Bukit, Tabuan, Bukit Village, Karangasem, Bali, (3) knowing what aspects of the existence of the Sasak ethnic group in Banjar Bukit Tabuan, Bukit Village that can be used as a source of learning history at high school. This study uses the historical research method through several steps, namely: (1) Heuristics (informant determination techniques, observation, documents and interviews), (2) Source criticism (Internal and External Criticism), (3) Interpretation, (4) Historiography. The results of this study indicate that, (1) the historical background of the Sasak ethnic group in Banjar Bukit Tabuan, Bukit Village, Karangasem, Bali cannot be separated from the history of the Karangasem Kingdom which expanded its power to Lombok which then brought political prisoners in the form of the Sasak people, (2) The Sasak Muslim ethnic group in Banjar Bukit Tabuan lives in harmony with the Balinese Hindu ethnic community as seen from the Safaran, where the Banjar Bukit Tabuan Sasak Muslim Ethnic community performs thanksgiving and performs mutual cooperation at the Bhur-Bwah-Swah temple with the Balinese Hindu ethnic community there,(3) aspects that can be developed as a source of historical learning from the existence of the Sasak ethnic group in Banjar Bukit Tabuan, namely, (1) historical aspects, (2) tolerance aspects, (3) socio-cultural aspects, (4) political and defense aspects.keyword : Sasak Ethnicity, Tolerance, Historical Learning Resources
PERISTIWA RAWAGEDE PADA MASA AGRESI MILITER BELANDA I DI DESA BALONGSARI, RAWAMERTA, KARAWANG DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Yuri Sekar Seruni; Desak Made Oka Purnawati; I Made Pageh
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i1.31495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) rangkaian peristiwa Rawagede pada masa agresi militer Belanda I di Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang, (2) kehidupan masyarakat setelah peristiwa Rawagede, (3) aspek-aspek yang terdapat pada peristiwa Rawagede pada masa agresi Belanda I yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian sejarah meliputi : (1) Heuristik (pengumpulan sumber), (2) Kritik Sumber, (3) Interpretasi (penafsiran), (4) Historiografi (penulisan kisah sejarah). Hasil penelitian ini adalah rangkaian peristiwa Rawagede, kehidupan masyarakat setelah peristiwa yaitu tuntutan keluarga korban peristiwa Rawagede yang membuahkan permintaan maaf secara resmi dari Pemerintah Belanda atas kejahatan perang yang dilakukan. Adapun potensi Peristiwa Rawagede berdasarkan hasil anlisis kurikulum dan silabus ialah nilai kerja keras, nilai patriotisme/ cinta tanah air, nilai rasa kebangsaan, nilai rasa ingin tahu yang selanjutnya disusun ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Buku Suplemen agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA.
SEJARAH INDUSTRI KERAJINAN BATOK KELAPA YANDE BATOK DI DESA NEGARI, BANJARANGKAN, KLUNGKUNG-BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP Ida Ayu Made Rai Saraswati; I Made Pageh; Tuty Maryati
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i1.31548

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah industri kerajinan batok kelapa Yande Batok di Desa Negari, Banjarangkan, Klungkung-Bali, (2) Perkembangan industri kerajinan batok kelapa Yande Batok dari tahun 1996 – 2020, (3) Potensi yang terdapat di industri kerajinan batok kelapa Yande Batok dapat dijadikan sumber belajar IPS di SMP. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian sejarah dengan pendekatan kualitatif meliputi : (1) Heuristik (mencari jejak/sumber data), (2) Kritik sumber/verifikasi (pengujian sumber data), (3) Interpretasi (pemberian tafsiran terhadap data), (4) Historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Sejarah berdirinya industri kerajinan batok kelapa Yande Batok dipengaruhi oleh faktor produksinya yaitu SDA, SDM dan SDU (2) industri kerajinan Yande Batok mengalami perkembangan dari tahun 1996 – 2020 dilihat dari hasil produk kerajinan, alat produksi, pemasaran dan perkembangan harga setiap hasil kerajinan (3) Industri kerajinan Yande Batok dapat digunakan sebagai sumber belajar IPS sesuai dengan analisis silabus mata pelajaran dilihat dari aspek geografis, sosial, ekonomi, dan aspek budaya.Kata Kunci: Sejarah Industri Kerajinan Batok Kelapa Yande Batok, perkembangan dan sumber belajar IPS.
MUSEUM BALI DI KOTA DENPASAR, BALI (LATAR BELAKANG SEJARAH, KOLEKSI, DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI SMA) Fahrizal Yunus; I Made Pageh; Desak Made Oka Purnawati
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i3.36025

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Museum Bali, (2) struktur bangunan Museum Bali, (3) koleksi dari Museum Bali yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian sejarah, diantaranya adalah (1) pengumpulan sumber, (2) kritik sumber, (3) Interpretasi (penafsiran), (4) Historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini adalah (1) Kebijakan Baliseering sebagai upaya menjadikan Bali sebagai Museum dilakukan dengan upaya penyelamatan benda-benda bersejarah, (2) struktur bangunan Museum Bali berdasarkan bangunan tradisional tetapi mengikuti fungsi museum, (3) koleksi museum yang berpotensi sebagai sumber belajar. Adapun koleksi Museum Bali yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar sejarah hasil analisis kurikulum dan silabus adalah (1) artefak pra-aksara, (2) berbagai jenis uang kepeng, (3) Cili, (4) Keris, dan (5) peninggalan kolonial yang selanjutnya disusun kedalam Buku Suplemen supaya dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA.
STUDI SEJARAH PURA GUNUNG PAYUNG SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA I Wayan Surya Eka Saputra; I Made Pageh; I Wayan Putra Yasa
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pura memiliki potensi sumber daya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji studi sejarah pura Gunung Payung sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Data-data pada penelitian ini dikumpulkan secara kualitatif dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Penelitian ini di laksanakan di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Bali. Subjek dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling. Seorang guru sejarah dan dua orang siswa dari SMA Negeri 1 Kuta Selatan dipilih sebagai sampel dari penelitian ini Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka dan dokumen. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pura gunung payung dibangun berdasarkan konsep filosofis dan keagamaan yaitu Tri Hita Karana, Panca Maha Bhuta, Dewata Nawa Sanga. Selain itu, pura ini memiliki empat fungsi, yaitu fungsi religius sebagai tempat pemujaan/persembahyangan umat Hindu, fungsi sosial sebagai tempat untuk mempersatu segala, fungsi budaya sebagai tempat pementasan kesenian seperti seni suara, seni tari, dan seni tabuh, dan fungsi pendidikan sebagai tempat belajar nonformal dalam bidang keagamaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai keberadaan pura Gunung Payung sehingga kesucian dan kelestariannya terjaga dan dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah.AbstractTemples have potential resources that can be used as a source of learning history. This study aims to examine the study of the history of the Gunung Payung temple as a source of learning history in high school. The data in this study were collected qualitatively and presented in descriptive form. This research was conducted in Kutuh Village, South Kuta, Badung, Bali. The subjects in this study were selected by purposive sampling technique. A history teacher and two students from SMA Negeri 1 Kuta Selatan were selected as samples for this study. The instruments used to collect data were observation, interviews, and literature and document studies. The results of this study found that Gunung Umbrella Temple was built based on philosophical and religious concepts, namely Tri Hita Karana, Panca Maha Bhuta, Dewata Nawa Sanga. In addition, this temple has four functions, namely a religious function as a place of worship for Hindus, a social function as a place to unite everything, a cultural function as a place for performing arts such as sound art, dance, and percussion arts, and an educational function as a place for non-formal learning in the field of religion. This research is expected to provide information about the existence of the Gunung Payung temple so that its sanctity and sustainability are maintained and can be used as a source of learning history.
Co-Authors ., ABDUL GOFAR ., DAFID RAHMAN ., Dania Fakhrunnisa ., Fiani Yulistia ., FIRDAUS RAMADANI ., FITRIYANAH ., I Komang Edi Heliana ., I Made Cita Adnyana ., Ilham Yahya ., Jro Kadek Mudiartha ., Komang Gede Arya Bawa ., M BUSAR ., Meri Yuliani ., Mukti Ali Asyadzili ., NAJI SHOLEH ., Ni Komang Arya Kusuma Dewi ., Ni Luh Sulandari ., NUR MINAH ., Nurus Shobah ., Purwa Aditya ., SHOLEH ABDUL GOFAR . Agus Aan Jiwa Permana Agus Wijaksono Albertus Agas Anak Agung Bagus Wirawan Anak Agung Ngurah Anom Kumbara Anantawikrama Tungga Atmadja Andi Firdausi Hairul Izul Haj Andi Noprizal Sahar Arta, K.S. DAFID RAHMAN . Dania Fakhrunnisa . Desak Made Oka Purnawati Desak Oka Purnawati Dharma Tari, I Dewa Ayu Eka Purba Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Fahrizal Yunus Fathurrahim, Fathurrahim Fiani Yulistia . FIRDAUS RAMADANI . FITRIYANAH . Guntur Hari Marcelliant Hedwi Prihatmoko Heni Nursafitri I Gusti Made Aryana I Kadek Adi Widiastika I Kadek Meiana Adi Putra I Ketut Ardhana Ardhana, I Ketut Ardhana I Ketut Supir I Komang Edi Heliana . I Made Cita Adnyana . I Nengah Suastika I Nyoman Ananta Wasistha I Nyoman Tri Esaputra I Putu Dandy Riartha I Putu Sriartha I Wayan Pardi I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Sumerata I Wayan Surya Eka Saputra I.W.P. Yasa Ida Ayu Gede Megasuari Indria Ida Ayu Made Rai Saraswati Ifandy, M. Rizal Ilham Yahya . Irwan Nur J. Susetyo Edy Yuwono Jro Kadek Mudiartha . K.S. Arta Kencana, Lidya Ketut Sedana Arta Ketut Sedana Artha Komang Gede Arya Bawa . Komang Setemen Krisna Hendro Setiono M BUSAR . M.Si Drs. I Ketut Margi . Meri Yuliani . Mudana, Wayan Muhammad Rivai Mukti Ali Asyadzili . NAJI SHOLEH . Nana Supriatna Ni Ketut Anggriani Ni Ketut Kertiasih Ni Komang Arya Kusuma Dewi . Ni Luh Arjani Ni Luh Sulandari . Ni Made, Putri Oktadewi Ni Putu Desi Wulandari Ni Putu Satya Oka Dewi Ninik styowati, Eva kurnia NUR MINAH . Nur, Irwan Nursafitri, Heni Nurus Shobah . Pracasitaram, I Gede Made Surya Bumi Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Purnawati, Desak Oka Purwa Aditya . Putu Abda Ursula Putu Adi Sanjaya Putu Sukardja Putu, Putu Intan Novitalia R. Ahmad Ginanjar Purnawibawa Riza Rizki Sukmarini salman, jorghia Saputra Wahyu Wijaya Saraswati, Ida Ayu Made Rai Selamat, I Ketut Seruni, Yuri Sekar SHOLEH . Sindu, I Gede Partha Sriartah, Putu Sumartika, I Wayan Sutiarsana, Putu Rian Syamsiar, Syamsiar Wayan Mudana Wayan Sugiartha Wijaya, I Gede Saputra Wahyu Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Yasa, I.W.P. Yunus, Fahrizal Yuri Sekar Seruni