Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Adaptasi Bauran Pemasaran pada UKM "Kedai Coffee Panda" di Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo (Studi Kasus di Kedai Coffee Panda) Yunus, Fitra; Indriani, Ria; Bempah, Irwan
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 7, NO 3, 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.18370

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang dapat mendukung dan menghambat pemasaran di UKM Kedai Coffee Panda, dan menyusun strategi bauran pemasaran di UKM Kedai Coffee Panda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi kasus, yang merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tehnik analisis data yang digunakan yaitu analisis SWOT melalui beberapa tahapan pembobotan dan peratingan menggunakan tabel IFE dan EFE. Hasil penelitian berdasarkan penetuan titik koordinat diagram faktor internal dan eksternal maka posisi kuadran usaha Kedai Coffee Panda berada di kuadran I (Grow Oriented Strategy) yang berarti kondisi usaha yang menguntungkan. Sehingga strategi yang baik digunakan berdasarkan analisis SWOT yakni: strategi SO: (1) mengikuti trend (2)menjaga kualitas produk (3) memanfaatkan lokasi yang strategis (4)sering mengadakan ivent tournament game (5)rutin mengupload informasi tentang kedai Coffee Panda. Strategi WO: (1) Menambah karyawan (2) memilih karyawan yang berpengalaman (3)menambah peralatan produksi (4)membangun sistem berbasis teknologi (5)melakukan riset (6) mengoptimalkan pengolahan data (7) membuat website (8) merekrut karyawan khusus mengelola website Kedai Coffee Panda. Strategi ST: (1) melakukan penyesuaian dengan pesaing bisnis (2) memberikan reward kepada pelanggan (3) perbaikan papan nama (baliho) (4) luncurkan promo spesial (5) perhatikan protokol kesehatan (6) menyediakan tempat mencuci tangan (7) menjaga jarak. Strategi WT: (1) meningkatkan pelayanan kepada konsumen. (2) menerapkan 5S pada karyawan yakni (senyum,sapa,sopan,santun dan sabar) terhadap konsumen (3) menyediakan sistem pembayaran noncash (4)meningkatkan kegiatan distribusi (5)membuat situs grabfood dan gofood.
PERILAKU PETANI DALAM PENGGUNAAN MESIN PERONTOK PADI (Combine Harvester) DESA BONGOMEME KECAMATAN DUNGALIYO KABUPATEN GORONTALO Ibrahim, Kristian; Bempah, Irwan; Saleh, Yanti
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 8, NO 3, 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.25066

Abstract

Kristian Ibrahim. Perilaku Petani Dalam Penggunaan Mesin Perontok Padi (Combine Harvester) Desa Bongomeme Kecamatan Dungaliyo Kabupaten Gorontalo. Di bimbing oleh Dr. Irwan Bempah dan Yanti Saleh. Penelitian ini  bertujuan untuk: 1) mengetahui bagaimana karakteristik petani dalam menggunaan mesin Combine Hervester di Desa Bongomeme, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo. 2) mengetahui bagaimana perilaku petani dalam penggunaan mesin Combine Hervester di Desa Bongomeme, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo. Jumlah responden dalam penelitian berjumlah 39 responden dari berbagai kelompok tani yang berada di Desa Bongomeme. Penilitian ini menggunakan metode Deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini di karenakan penelti melakukan kontak langsung dengan para responden dan juga objek yang diteliti yang berada langsung di tempat mereka. Hasil pelitian ini menggunakananalisis Deskriptif dengan menggunakan skala likert dengan hasil penelitian ini yakni indikator kontrol perilaku pribadi memiliki kategori cukup baik dengan jumlah presentase 63.07%, kemudian  kedua yakni pengetahuan memiliki kategori cukup baik dengan jumlah presentase 58.87%, selanjutnya sikap berada pada urutan ketiga dengan memiliki kategori  cukup baik dengan jumlah presentase 56.20%, dan yang terakhir niat memiliki kategori  kurang baik dengan jumlah presentase 51.68%. Berdasarkan data pada penelitian ini kontrol perilaku pribadi petani merupan aspek penting dalam proses perubahan suatu inovasi dari yang tradisional ke modern dengan dibantunya oleh pihak yang terkait yakni dari segi pemerintahan yang dalam hal ini para penyuluh.
Studi Literatur Tentang Karakteristik Spesies Endemik Sulawesi Burung Maleo (Macrocepalon Maleo): Karakteristik Burung Maleo Misnawaty Wantogia; Bempah, Irwan; Marini Susanti Hamidun
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): FEBRUARI - MARET 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The Maleo bird (Macrocephalon maleo) is an endemic species found only on Sulawesi Island, Indonesia. This species has unique characteristics and plays an important role in the biodiversity of the region. This bird is characterized by a black hard print on its head. The facial skin is yellow, with an orange beak and predominantly black feathers. Its body size is medium, with a length of about 55 centimeters. These animals have a unique way of reproduction, where they do not incubate their eggs but bury their eggs in sand warmed by natural geothermal heat until they hatch. Maleo eggs are very large, about 5 times the size of chicken eggs. as an endangered species according to the IUCN. The main threats to the survival of this species include habitat destruction, poaching of wildcatchers, and theft of their eggs. Various conservation efforts have been made to protect Maleo, including research, habitat protection, and public education. Conservation programs that involve the active participation of local communities and collaboration with conservation organizations. Maleo has an important ecological role in the Sulawesi ecosystem. Socially, Maleo is a symbol of biodiversity and local identity, and is the focus of conservation efforts involving the community
Studi Komparatif Kelayakan Usahatani Pakcoy (Brassica Rapa Subsp. Chinensis) Secara Hidroponik dan Konvensional Kadir, Salsabila Nur; Imran, Supriyo; Bempah, Irwan
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.21365

Abstract

Pak choy farming is the organized cultivation of bok choy plants to produce economically valuable agricultural products. This study aims to determine the current state of hydroponic and conventional bok choy cultivation techniques and to compare the feasibility of hydroponic and conventional bok choy farming. A total of 18 bok choy farmers were interviewed. The analysis used in this study was the R/C Ratio and B/C Ratio. The results indicate that both cultivation methods are feasible because they have R/C and B/C ratios above 1. The hydroponic method offers advantages in land use efficiency and environmental control, while the conventional method is more cost-efficient due to lower costs. Each method presents its own challenges, both technically and financially. Therefore, the choice of cultivation method is tailored to the conditions and capabilities of the farmer, as well as the objectives of the farming business.
Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung sebagai Pakan Ikan di Desa Bondaraya Kabupaten Bone Bolango Nento, Wila Rumina; Sirajuddin, Zulham; Bempah, Irwan; R, St. Aisyah; Dahlan, Sakinah Ahyani; Singgili, Haris
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.5196

Abstract

Tongkol jagung memiliki potensi yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan karena mengandung senyawa-senyawa yang bermanfaat karena mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, serat kasar untuk kesehatan pencernaan ikan, dan sebagai sumber protein dan lemaknya rendah. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat Desa Bondaraya dalam memanfaatkan limbah tongkol jagung hasil panen pertanian untuk dijadikan sebagai pakan ikan. Berhubung sebagian masyarakat Desa Bondaraya pembudidaya ikan air tawar. Metode yang digunakann yakni transfer ilmu dan pelatihan langsung kepada kelompok masyarakat tani dan pembudidaya ikan. Dimana bahan-bahan yang digunakan yakni, tepung tongkol jagung, tepung kedelai, tepung tapioka, dan air hangat. Kegiatan pelatihan pembuatan pakan ini mendapat respon positif dari masyarakat. Hal ini terlihat dari keseriusan masyarakat yang memanfaatkannya untuk produksi pakan. Sehingga pelaksanaan kegiatan pengabdian berjalan dengan baik dan dapat diterima oleh masyarakat.
STRATEGI PENGEMBANGAN PETERNAKAN AYAM KAMPUNG DI KABUPATEN BONE BOLANGO Sulistyo, Wahyu; Sayuti, Muhammad; Bempah, Irwan
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i1.2050

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis (1) manajemen usaha peternakan ayam kampung yang dilakukan peternak di Kabupaten Bone Bolango. (2) Keunggulan kompetitif pendukung usaha peternakan ayam kampung di Kabupaten Bone Bolango. (3) strategi pengembangan peternakan ayam kampung di Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data BPS dan data primer dari penyebaran kuesioner kepada pihak-pihak yang terkait dengan pengembangan ayam kampung. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan AHP. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) manajemen pemeliharaan peternakan ayam kampung di Kabupaten Bone Bolango dapat dilakukan dengan mengadopsi proses manajemen POAC yakni dengan melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi secara rutin pada keadaan usaha dan penggunaan teknologi serta pemasaran. (2) Faktor-faktor keunggulan kompetitif pengembangan peternakan ayam kampung berada pada kategori sedang dengan memiliki skor akhir sebesar 2,987. Hal ini karena keenam faktor yang teridentifikasi melalui berbagai informasi belum sepenuhnya mampu memberikan kontribusi konkrit seperti kondisi permintaan yang tidak menentu atau mengalami fluktuasi yang dikarenakan posisi tawar dari peternak ayam kampung. (3) Strategi yang urgen dilakukan dalam pengembangan peternakan ayam kampung di Kabupaten Bone Bolango yakni meningkatkan teknik budidaya, pemeliharaan dan pengelolaan usaha, meningkatkan pengembangan pemasaran dan meningkatkan kualitas input dan output produksi melalui pemanfaatan teknologi.
KONTRIBUSI PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PENGENDALIAN HAMA TERPADU PADA TANAMAN CABAI RAWIT DI DESA MOLAS KECAMATAN BONGOMEME KABUPATEN GORONTALO Ismail, Wandri; Tolinggi, Wawan K; Bempah, Irwan
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21215

Abstract

Penyuluhan pertanian memegang peran penting dalam membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dalam budidaya tanaman, termasuk dalam pengendalian hama secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi penyuluhan pertanian dalam pengendalian hama terpadu pada tanaman cabai rawit di Desa Molas, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory yang dilakukan terhadap 20 informan petani cabai rawit. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan transkripsi hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi penyuluhan masih belum optimal. Sebanyak 100% informan menyatakan bahwa kunjungan penyuluh hanya dilakukan 1–3 kali dalam sebula dan seminggu sekali, seluruh informan (100%) menyebutkan bahwa materi penyuluhan bersifat teori tanpa pelatihan lapangan maupun pendampingan teknis. Hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman petani terhadap penerapan PHT. Seluruh informan menyatakan bahwa media penyuluhan hanya menggunakan slide presentasi tanpa adanya demplot atau simulasi praktik. Akibatnya, 75% petani mengalami kesulitan dalam menerapkan teknik yang diajarkan, dan 70% informan menyatakan kurang memahami teknik PHT karena tidak mendapatkan pengalaman langsung. Selain itu, petani juga menghadapi kendala dalam implementasi PHT, seperti serangan hama yang tetap terjadi (25%), hasil panen yang tidak sesuai harapan (60%), dan metode yang dianggap kurang efektif karena hanya disampaikan secara teori (50%). Melalui proses axial coding, ditemukan tiga kategori utama yang menggambarkan kontribusi penyuluhan (1) Rendahnya kualitas pelaksanaan penyuluhan, (2) Keterbatasan media dan metode, serta (3) Kendala implementasi di lapangan. Berdasarkan hasil axial coding yang telah disusun, core category yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: "Kontribusi penyuluhan pertanian dalam pengendalian hama terpadu di Desa Molas masih belum optimal karena metode penyuluhan yang bersifat teoritis, keterbatasan media praktik, dan tidak adanya pendampingan lapangan, sehingga menghambat pemahaman dan implementasi teknik PHT oleh petani." Penelitian ini menekankan peningkatan kualitas penyuluhan melalui praktik lapangan, pelatihan langsung, dan penyediaan demplot untuk mendorong keberhasilan penerapan PHT.  
Efektivitas Program Ketahanan Pangan Berbasis Dana Desa di Desa Bonedaa: Konteks Tata Kelola dan Implikasi Kebijakan Karim, Arjuna Andika Putra; R, St. Aisyah; Bempah, Irwan
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 1 (2026): Vol 4 No 1 April 2026
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i1.238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program ketahanan pangan berbasis dana desa di Desa Bonedaa. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei deskriptif kuantitatif dengan metode sampling total yang melibatkan 51 petani sebagai penerima manfaat program ketahanan pangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner yang dikombinasikan dengan wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan tabel distribusi frekuensi pada skala Likert. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman program sebesar 72,86%, ketepatan sasaran sebesar 72,31%, dan ketepatan waktu sebesar 68,47% dikategorikan cukup efektif, sedangkan pencapaian tujuan program sebesar 76,94% diklasifikasikan sangat efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa program tersebut telah meningkatkan akses terhadap fasilitas pertanian, produktivitas pertanian, dan ketahanan pangan rumah tangga, meskipun masih terdapat kendala terkait akurasi data penerima manfaat dan koordinasi distribusi. Berdasarkan hal Ini, rekomendasi kebijakan yang diusulkan meliputi perbaikan mekanisme pendaftaran penerima manfaat, peningkatan koordinasi distribusi, serta penguatan sistem pemantauan dan evaluasi program ketahanan pangan desa.
Manajemen Keberlanjutan Pertanian Kelapa di Desa Molanihu Kabupaten Gorontalo Rahmita Nova; Amelia Murtisari; Irwan Bempah
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v10i3.1906

Abstract

Coconut plantations are one of the strategic commodities that play an important role in the national economy and community welfare. However, the development of coconut farming faces various obstacles, particularly the limited resources of farmers and difficulties in marketing. This study aims to 1) identify coconut farming management practices in Molanihu Village, Gorontalo, and 2) assess the sustainability of coconut farming in the area. A quantitative descriptive approach was used for the first objective, and the Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) method was used for the second objective. The study involved 64 coconut farmers, selected through purposive sampling, utilizing both primary and secondary data. Three dimensions were analyzed: economic, social, and environmental. The results of the study indicate that coconut farming management has been implemented effectively, particularly in terms of group cooperation, harvesting systems, and labor utilization. However, improvements are needed in plant maintenance, market diversification, and the use of irrigation technology. The MSA analysis shows that the sustainability index of coconut farming is categorized as moderately sustainable. The social dimension (78.13) and environmental dimension (84.38) are classified as highly sustainable, while the economic dimension is still classified as moderately sustainable. The differences in indices between dimensions highlight the need for increased attention to enhance the overall sustainability of coconut farming.
Modal Sosial dan Perilaku Pro-Lingkungan pada Wisata Pesisir Pohuwato: Literature Review Sitti Mutiah Rahman; Wawan K. Tolinggi; Irwan Bempah
Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 1 (2026): Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin (Februari 2026 - Juli 2026)
Publisher : Transbahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/researchreview.v5i1.347

Abstract

Coastal tourism in Pohuwato Regency has significant potential to support community economic development, while also requiring environmental management that involves active community participation. This article aims to examine the role of social capital in encouraging pro-environmental behavior in coastal tourism areas, particularly at Pohon Cinta Beach. The study employed an integrative literature review method. A thematic search across Google Scholar, the SINTA portal, and Garuda for the 2021–2026 period yielded around 60 records, which were screened and reduced to 22 peer-reviewed national and international journal articles, supplemented by several seminal theoretical sources on social capital, environmental sociology, and coastal tourism governance. The results indicate that trust plays a role in strengthening collective action and supporting the acceptance of community-based environmental programs. Social norms derived from local wisdom and religious values ​​also shape informal environmental control mechanisms. In addition, social networks involving Pokdarwis (tourism groups), village institutions, NGOs, and universities contribute to expanding community access to knowledge, cooperation, and resources to support environmental management. The reviewed literature also indicates several aspects that need to be strengthened, such as increasing environmental literacy, strengthening inter-institutional coordination, optimizing funding support, and developing more integrated management mechanisms. Therefore, strengthening social capital through the utilization of local wisdom, developing institutional collaboration, and increasing community environmental literacy are important parts in supporting sustainable coastal tourism management in Pohuwato Regency.
Co-Authors Adam, Vera Waty Adrianto Kalamento Agustinus Moonti Ahmad, Rizkiyanto Akbar S, M. Ricci Alfin Nasution Suaib Amelia Amelia Amelia Murtisari Amelia Murtisari Amir Halid Antuala, Sri Asmawati Aris Subagiyo Arsyad, Nur Hasrini Arya Nugraha Hananto Asda Rauf Azwar Lahusin Bambang Suharto Bambang Suprianto Bambang Susilo Basir Noho Bempah, Yulinda Dahlan Podungge Dariska Yanti Yusuf Dicky Artha Djatmiko Bagus Wibowo Echan Adam Eka Mawarni Entengo, Arfan Ersa Abdullah Erwin Hujani Essa Noer Bhakty Mulia Fahmi Akbar Yuliansyah Farid Nurhamidin Faturahman, Gilang Ferianto Manopo Fitryane Lihawa Handika Saad Haris Singgili Harki Himawan Hiola, Abdul Samad I Kadek Olin Adi Wiguna Ibrahim, Kristian Indara, Sofyan R Inong Thalib Uriasi Ismail, Wandri Kadir, Salsabila Nur Kandouw, Sintia Dewinta Karim, Arjuna Andika Putra Karlena Arsyad KIKI FIBRIANTO Laha, Rahmad D Lahidjun, Nur Mia Rahma Larasati Sukmadewi Wibowo Latif, Yopan M. Nur, Yuni Maulani Mahludin H. Baruwadi Mahmud, Candrawati Marini Susanti Hamidun Marliani Kelengon Meylan Dai Mila Rosita Misnawaty Wantogia Moh Dandung Mandey Moh Rizkisahbani Mohammad Fatoni Putrafardani Mosi, Yetty Muhamad Irsyad Olii Muhammad Arwani Muhammad Bagaskara Wiratirta Nahriyati Usman Nandaria Yakub Napu, Husain Nurul Fadly Nurul Wakhidah Polinto, Yuspin Pontoh, Siti Hajar Mirantia Prayer Immanuel Nicolaus Silaban Rachmad Pratama Fauzi Radi Afriandi E Rahmad D Laha Rahmatiya Lawajo Rahmita Nova Ramlan Mustafa Ramlan Mustafa Rauf, Nurain Ria Indriani Ria Indriani Ria Indriani Rinaldi, I Made Ray Rindiani Rajak Riska Ayu Lestari Rizki Putra Samudra Safira Putri H. Malik Sakinah Ahyani Dahlan Sari Wulan Sayuti, Muhammad Serlin Mooduto Setyawan, Hendrix Yulis Simon Azriel Napitupulu Sinyin Dalila Siti Lailatus Sa’adah Sitti Mutiah Rahman Sofyan R Indara Sriwulanty Rudjua St. Aisyah R Suangita, Indriyani Harmain Suci Puji Rahma Ahmad Sukirman Rahim Sulistian Sumaila Supriyo Imran Syamsu Qomar Badu Tajeb, Widiawati Taufik Alhabsyi Usman, Mutmainnah Vera Waty Adam Wafa Nida Faida Azra Wahdaniah Wahdaniah Wahyu Sulistyo Wandri Ismail Wantogia , Misnawaty Wawan K Tolinggi Wawan K Tolinggi Wawan K. Tolinggi Widyawati Sabu Wila Rumina Nento Yanti Saleh Yolanda Idrus Yudin Yudiawan Maksum Yuliana Bakari Yunus, Fitra Yuriko Boekoesoe Zulham Sirajuddin