Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Pendapatan Nelayan di Pasir Putih, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang Catur Pramono Adi
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 1 No 01 (2023): Juni 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi perikanan tangkap memberikan peluang adanya produksi perikanan yang berdampak pada tingkat pendapatan masyarakat nelayan. Di samping itu, tingkat pendapatan masyarakat nelayan juga dipengaruhi oleh sistem bagi hasil yang mereka terapkan, yang didasarkan pada kesepakatan. Sistem bagi hasil memiliki mekanisme dan perhitungan yang beragam, sesuai dengan kesepakatan dari masing-masing Kelompok Usaha Bersama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan nelayan dengan menggunakan alat tangkap Bubu dan membandingkan antara pendapatan nelayan dengan sistem bagi hasil dengan Upah Minimum Regional ( UMR) di Kabupaten Karawang. Area studi berlokasi di Pasir Putih, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan desk study. Analisis data bersifat induktif, analisis model interaktif, menarik kesimpulan dan verifikasi. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung kepada pengelola TPI, dan nelayan. Pemilihan responden dilakukan secara purposive sampling dengan keseluruhan nelayan berjumlah 85 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a) Pendapatan nelayan di Pasir Putih, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang tergantung pada musim penangkapan; b) Kegiatan Nelayan di Pasir Putih ketika tidak melakukan aktivitas penangkapan ikan adalah berdagang, buruh, dan bertani; c) Penghasilan nelayan di Pasir Putih melalui sistem bagi hasil lebih kecil bila dibandingkan dengan UMR Kabupaten Karawang.
Pola Pertumbuhan Pendederan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Pada Keramba Jaring Tancap Kolam Tanah Di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat Wahjudi Poerwanto; Donatus Haryadi Guntur Prabowo; Maria Goreti Eny Kristiany; Catur Pramono Adi; Zaskia Khansa Salviadi; Liliek Soeprijadi
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.6.2.471–490

Abstract

This study was conducted to understand the growth pattern of tilapia (Oreochromis Niloticus) when cultivated in earthen ponds with a fixed net cage system. The location of the practice is at PT. Suri Tani Pemuka Rengasdengklok, Karawang, West Java. The main focus of this activity is to see the relationship between the length and weight of fish during the maintenance period, as well as to assess the comparison of the growth of length and weight of fish for each sampling and the survival rate (SR) of fish. From the results of the observation, it is known that the b value in the analysis of length and weight is 0.72220, which indicates that growth is negative allometric - meaning that fish grow faster in length than in weight. In addition, the survival rate of fish reached 76.4%, which is quite high and indicates that the maintenance conditions are running quite well. Fixed net cages (KJT) are a fish maintenance method that has several advantages, namely it can avoid water predators and is able to limit the circulation of fish so that it facilitates harvesting, but the growth rate is still influenced by other factors including water quality and feed. With this method, fish can grow more safely and optimally. It is hoped that the results of this practice can be an illustration and reference for other cultivators who want to apply similar methods.
Analysis of Tilapia (Oreochromis Niloticus) Hatchery Business at PT. STP, Karawang, West Java Catur Pramono Adi; Pola Sabar Tumohon Panjaitan; Budi Sulistiyo; Muhammad Yusuf; Aripudin; Mohammad Ismail; Bagus Oktori; Mukhlis
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.12944

Abstract

This study aims to analyze the cost and revenue structure and evaluate the financial feasibility of the tilapia (Oreochromis niloticus) seed production (hatchery) business. The breeding stage is a crucial early phase in the aquaculture production cycle. The feasibility evaluation encompassed calculations of the Revenue to Cost Ratio (R/C), Break-Even Point (BEP), and Return on Investment (ROI). The method employed was a profitability analysis using revenue theory, applying the R/C, BEP, and ROI formulas to the business's cost and revenue data. The results indicate that from a technical and technological perspective, all operational requirements for the hatchery were met, including location suitability, operational scale, pond management, and resource utilization, supported by a single-level distribution system. Economically, the business showed profitability and business viability. The total revenue reached IDR 79,552,083. The financial analysis yielded an R/C ratio of 1.5, signifying that every Rp1 spent generated IDR 1.5 in revenue. The production break-even point (BEP) was achieved at 12,635,416 fish seeds. It is concluded that the tilapia seed production business is comprehensively feasible and profitable for further development.
Implementation of a National Marine and Fisheries Community Empowerment Program in Aquaculture Businesses in Cilacap Pola Sabar Tumohon Panjaitan; Catur Pramono Adi; Aripudin; Muhammad Yusuf; Nurhaidin; Mohammad Ismail; Taufik Hadi Ramli
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.13039

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the PNPM-MKP-DJDJPB PUMP program, particularly in Cilacap City, assesses public response to the program, and identify factors influencing its implementation. Data analysis was conducted descriptively. The results indicate that while the implementation of the PNPM-MKP program adheres to normative guidelines at each stage, there is a gap between the intended goals and the actual outcomes. This discrepancy is highlighted by public responses regarding program sustainability, participation, benefits, and conflicts during implementation. Additionally, several factors affecting the program’s overall effectiveness were identified, indicating the need for significant improvements. Key supporting factors include the appropriateness of the location, the provision of production equipment, and accuracy in selecting beneficiaries. On the other hand, inhibitory factors include the lack of ongoing support, insufficient training, and misalignment between beneficiary needs and program objectives. Based on these findings, policy recommendations to enhance future direct cash assistance (BLT) programs include: (1) ensuring procedural consistency in program activities, (2) improving beneficiary selection accuracy, (3) providing continuous training and mentoring for beneficiaries, and (4) evaluating the programs to support sustainable business development and beneficiary self-reliance.
POLA PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI PT. PYRAMIDE PARAMOUNT INDONESIA, PANDEGLANG, BANTEN. Priati, Dara Hayuning; Adi, Catur Pramono; Prabowo, Guntur
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v2i1.20486

Abstract

Kegiatan usaha budi daya udang merupakan proses produksi yang memerlukan kendali dan keberhasilannya sangat bergantung pada faktor teknis dan nonteknis. Permasalahan yang sering dikeluhkan para pembudidaya udang vaname ialah kualitas pakan dan kuantitas pakan yang diberikan hingga pola pertumbuhan yang kurang efektif.oleh karena itu,perlu diambil langkah – langkah untuk melihat pola pertumbuhan panjang dan bobot udang vaname. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 september 2024 – 7 desember 2024 yang berlokasi Di Pyramide Paramount Indonesia, Pandeglang,Banten. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan 2 cara yaitu skunder dan primer. Analisis yang digunakan yaitu menentukan FCR,SR,Laju pertumbuhan,dan hubungan panjang dan berat. Kolam G7 0,05 gram/hari nya namun pada DOC 67 menurun disebabkan sebagian terkena penyakit myo yang berakibat udang memiliki kualitas yang buruk.Dapat dilihat SR  yang terdapat pada kolam G7 yaitu 58,7% ,memiliki sr rendah diakibatkan dari padat tebar yang tinggi sehingga sulit untuk kehidupan bagi udang. Hubungan panjang berat pada pola pertumbuhan udang vaname memiliki nilai <b yang dalam artian allometrik negatif (pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan berat). kolam G7 0,05 gram/hari nya namun pada DOC 67 menurun disebabkan sebagian terkena penyakit myo.
MONITORING KUALITAS AIR FISIKA, KIMIA, DAN BIOLOGI. UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI PT. SINAR LAUT VANNAMEI, CIANJUR JAWA BARAT. Rahmat, Agus; Adi, Catur Pramono; Prabowo, Guntur
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20532

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas utama dalam industri budidaya perikanan di Indonesia karena memiliki pertumbuhan cepat, adaptasi lingkungan yang baik, serta permintaan pasar yang terus meningkat. Keberhasilan budidaya udang vaname sangat dipengaruhi oleh kualitas air sebagai media hidup utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan pengelolaan kualitas air fisika, kimia, dan biologi pada budidaya udang vaname secara intensif di PT. Sinar Laut Vannamei, Cianjur, Jawa Barat. Parameter kualitas air yang diamati meliputi suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut, kecerahan, amonia, nitrit, serta keberadaan plankton dan bakteri. Metode yang digunakan adalah observasi langsung, pengukuran rutin parameter kualitas air, serta pencatatan data selama kegiatan pemeliharaan udang. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa monitoring kualitas air secara berkala mampumenjaga kondisi perairan tetap berada pada kisaran optimal bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname. Pengelolaan kualitas air yang baik dapat meminimalkan stres, menekan risiko penyakit, serta mendukung produktivitas budidaya. Dengan demikian, monitoring kualitas air fisika, kimia, dan biologi merupakan aspek penting dalam mendukung keberhasilan dan keberlanjutan budidaya udang vaname secara intensif.
TEKNIK KULTUR Artemia dan Thalassiosira sp SEBAGAI PAKAN ALAMI LARVA UDANG VANAME (Litopanaeus Vannamei) Di PT. SURITANI PEMUKA (STP) BANYUWANGI, JAWA TIMUR Kurniawan, Dafa Aby Yudha; Priati, Dara Hayuning; Prabowo, Guntur; Adi, Catur Pramono
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v2i1.20491

Abstract

Ketersediaan pakan alami yang berkualitas merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembenihan udang vaname (Litopenaeus vannamei), terutama pada fase larva yang masih membutuhkan pakan berukuran kecil, mudah dicerna, dan bernilai nutrisi tinggi. Artemia dan Thalassiosira sp. digunakan sebagai pakan alami karena memiliki kandungan nutrisi yang mendukung pertumbuhan serta kelangsungan hidup larva udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik kultur Artemia dan Thalassiosira sp. sebagai pakan alami larva udang vaname di PT. Suritani Pemuka (STP) Banyuwangi, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah observasi langsung selama Praktik Kerja Lapang 1, pengambilan data primer melalui pengamatan proses kultur, pengukuran kualitas air, penghitungan daya tetas Artemia (hatching rate), dan penghitungan kepadatan sel Thalassiosira sp. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kultur Artemia dengan metode non-dekapsulasi pada salinitas 33–34 ppt, suhu 26–27°C, dan pH 7,9–8,46 menghasilkan daya tetas sebesar 86–90%. Pada kultur Thalassiosira sp., kualitas air yang terjaga pada kisaran salinitas 29–30 ppt, suhu 20–31°C, pH 8,1–8,7, dan intensitas cahaya 2.000–5.000 lux mendukung pertumbuhan mikroalga dengan kepadatan rata-rata pada skala laboratorium 46,6×10⁴ sel/mL, 52,8×10⁴ sel/mL, dan 67,6×10⁴ sel/mL, serta pada skala intermediate dan massal masing-masing 16,9×10⁴ sel/mL dan 13,1×10⁴ sel/mL. Kesimpulannya, teknik kultur Artemia dan Thalassiosira sp. yang dilakukan di PT. Suritani Pemuka efektif sebagai penyedia pakan alami larva udang vaname, dengan keberhasilan kultur sangat dipengaruhi oleh kualitas air, cahaya, dan tahapan pemeliharaan yang tepat.
PEMELIHARAAN LARVA KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis) DI CV. MAJAQUEEN KALIANDA, LAMPUNG SELATAN Agistha, Rahma; Safitri, Nur Maulida; Suhermanto, Achmad; Adi, Catur Pramono
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20485

Abstract

Kerapu Bebek (Cromileptes altivelis) merupakan komoditas ikan laut yang memiliki nilai jual tinggi.Pemeliharaan larva kerapu bebek merupakan tahap krusial dalam produksi benih karena tingkat kelangsungan hidup pada fase awal sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan dan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknis pemeliharaan larva meliputi penyiapan wadah,pemberian pakan alami secara bertahap dan pengelolaan kuaitas udara. Pada CV. Majaqueen, budidaya dimulai dari penebaran telur dengan jumlah total 419.710. Telur yang menetaskan larva menjadi ditebar dengan kepadatan 30-50 ekor L. Selanjutnya dipindahkan ke wadah pemeliharaan larva berukuran 4 x 2,5 x 1,2 m dan volume udara dalam wadah pemeliharaan yaitu 13 mʒ dengan total larva 313.160 yang ditebar dalam bak pemliharaan. Hasil penelitian menunjukkan nilai derajat penetasan telur (Hatching Rate) adalah sebesar 74,61% dengan nilai sintasan (Survival Rate) larva sebesar 9,85%. Selain itu hasil pengukuran kualitas udara menunjukkan nilai pH 7,8-9,2, Salinitas 31-34, Suhu 29-31. Hasil pemeliharan menunjukkan bahwa penerapan manajemen pakan yang tepat seperti penggunaan Nannocloropsis sp. Rotifera (Brachionus sp.) dan Artemia sp., serta kestabilan kualitas udara, mampu meningkatkan sintasan dan kualitas benih yang dihasilkan. Secara keseluruhan, pemeliharaan larva kerapu bebek yang terkelola dengan baik menjadi kunci keberhasilan proses budidaya dan mendukung ketersediaan benih.
PERHITUNGAN TOTAL VIBRIO COUNT (TVC) PADA SAMPEL AIR DAN LARVA PEMBENIHAN UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) DI PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA, LAMPUNG Rizqi, Nihayah Nur; Suhermanto, Achmad; Safitri, Nur Maulida; Adi, Catur Pramono
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20543

Abstract

Bakteri Vibrio sp. merupakan patogen utama penyebab kematian massal pada pembenihan udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian ini bertujuan menganalisis Total Vibrio Count (TVC) pada sampel air dan larva di PT Central Proteina Prima, Lampung (15 Oktober–15 November 2025). Sampel diambil dari stadia H-1 hingga PL-10 menggunakan media TCBS dan TSA dengan metode inkubasi suhu 30°C selama 18–24 jam. Hasil menunjukkan dominasi Yellow Vibrio Colony (YVC) pada mayoritas sampel. Secara konsisten, nilai TVC pada tubuh larva lebih tinggi dibandingkan sampel air, dengan puncak mencapai 4,47x105 CFU/mL pada stadia M2 dan PL2. Meskipun nilai TVC air umumnya stabil di bawah 104 CFU/ml, akumulasi bakteri pada larva sering melebihi standar aman (105 CFU/gr). Dinamika mikrobiologi ini menegaskan pentingnya penguatan biosekuriti, sanitasi, dan manajemen kualitas air untuk menekan risiko infeksi patogen di hatchery.
TEKNIK PEMBENIHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI PT SURI TANI PEMUKA REMBANG, JAWA TENGAH Saputra, Mohamad Nabil; Adi, Catur Pramono; Prabowo, Guntur
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20550

Abstract

Penelitian   ini   memaparkan   hasil  studi   mengenai   teknik pembenihan sepenggal udang vaname  (Litopenaeus vannamei) di PT. Suri Tani Pemuka. Tujuan  dari penelitian  ini  adalah untuk mengetahui  teknologi  pembenihan di  PT. Suri Tani Pemuka Rembang, Jawa Tengah menggunakan metode observasi, wawancara dengan teknisi lapang, serta pengukuran parameter kualitas air. Hasil menunjukkan kegiatan pembenihan dimulai dari persiapan bak,  penebaran naupli, pemeliharaan larva,  pengolaan  pakan,  kualitas  air, serta  pemanenan  benih  udang vaname. Hasil menunjukkan dari tebaran 2.400.000 dalam satu bak mendapatkan Survival Rate (SR) 60%. Parameter kualitas air-suhu rata rata 32℃, salinitas 30 ppt, pH 8,2, dan oksigen terlarut (DO) 5,2 ppm, berada dalam kisaran optimal berdasarkan SNI 8678-4:2021. Kesimpulannya, protokol pembenihan di PT. Suri Tani Pemuka Rembang, Jawa Tengah layak dijadikan acuan untuk pengembangan hatchery udang vaname berkelanjutan.
Co-Authors Aef Permadi Agistha, Rahma agus rahmat AGUSTIN, ANIS Akbar, Mohamad Adha Alavia, Rohma Anasri Tanjung Arifiana, Alya Nida Marbella Aripudin Aripudin Aripudin Aripudin Aripudin Aripudin, Aripudin Aris Kabul Pranoto ASEP SURYANA Asep Suryana Bagus Oktori Budi Sulistiyo Dian Sutono Donatus Haryadi Guntur Prabowo Elvi Andriani Br Sebayang Eny Budi Sri Haryani Eny Kristiany, Maria Goreti Eny Kristiany, Maria Gorety Ghayah Fattaah Sya Guntur Prabowo Hermawan, Fajar HUSSAIN, AZKA RASYID Ida Romawati Ismail, R Moh Kristiany, Maria Goreti Eny Kurniawan, Dafa Aby Yudha Luthfiadi, Nabila Azzahra Maria Goreti Eny Kristiany Maria Gorety Marleni, Novita Rizki Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Mohammad Ismail Muhamad Fauzan Muhammad Yusuf Mukhaimin, Iman Mukhlis Mustasim, Mustasim Napitupulu, Romauli Julia NILWAN, TEUKU Nur Maulida Safitri Nurhaidin Panjaitan, Pola S.T. Panjaitan, Pola Sabar Tumohom Pieter Amalo POERWANTO, WAHYUDI Pola Sabar Tumohon Panjaitan Prabowo (indonesia) et al, DH. Guntur Prabowo, Guntur Priati, Dara Hayuning PUSPA AMELIA PUTRI SANTIKA Ramli, Taufik Hadi Restye Putri Geofani Mbura Reva Fiani RIZA TRIANZAH Rizqi, Nihayah Nur Saputra, Mohamad Nabil Saputra, Rahmad Surya Hadi Soeprijadi, Liliek Soeprijadi, Lilik Suharyanto Suhermanto (indonesia), Achmad Suhermanto, Achmad Sukma Budi Prasetyati Sukma Budi Prasetyawati Suratna Suratna Suratna Suratna Sutrisno, Bagus Oktori TAUFIK HADI RAML Taufik Hadi Ramli Tina Fransiskha C. Panjaitan TRIANZAH, RIZA Umaroh Valentine, Riris Yuli Wahjudi Poerwanto Waluyo Waluyo Wirata, Wirata Yuda Herdiansyah Yundari, Yundari Zaskia Khansa Salviadi