Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN KERUSAKAN GIGI PENYANGGA PADA PENGGUNA GIGI TIRUAN SEBAGAI LEPASAN DI KELURAHAN BATU KOTA Fernatubun, Cicilia A.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6452

Abstract

Abstract: Removable partial denture is inserted in the mouth after remained generally require maintenance. Most people who think that the problem of missing teeth in the oral cavity has been overcome with the use of dentures, but in fact the use of denture without maintenance of good oral health can lead to disrupted. Oral hygiene that is not maintained properly can result in an increase in plaque and caries and periodontal disease more. The aim of this study was to assess the damage abutment on the user partial dentures in Kota Batu village. This study is a descriptive study with cross sectional study. The sampling technique used purposive sampling with a sample size in this study of 81 patients. The data were collected with intra oral examinatio. The results of this study indicate damage to the gear elements that serve as a buffer in the form of caries and fractures by 59 damage and damage to the tissues supporting the teeth in the form of mobility of teeth, gingivitis, bleeding and periodontitis by 72 damage. In this study found the majority of respondents suffered damages in abutment with the most damage occurred on the elements of the teeth that serve as the backbone is in the form of caries damage and damage most of the tissues supporting the abutment is damage in the form of gingivitis. Keywords: removable partial dentures, tooth decay bufferAbstrak: Gigi Tiruan Sebagian Lepasan setelah dipasang dalam mulut pada umumnya tetap memerlukan pemeliharaan. Kebanyakan individu yang kehilangan gigi berpikir bahwa masalah pada rongga mulut sudah teratasi dengan pemakaian gigi tiruan, namun kenyataannya penggunaan gigi tiruan tanpa pemeliharaan yang baik dapat mengakibatkan kesehatan rongga mulut terganggu. Kebersihan mulut yang tidak dijaga dengan baik dapat mengakibatkan meningkatnya plak dan terjadi peningkatan karies dan penyakit periodontal lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran kerusakan gigi penyangga pada pengguna Gigi Tiruan Sebagian Lepasan di Kelurahan Batu Kota. Penelitian ini merupakan penelian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yang menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 81 orang. Pengambilan data dilakukan dengan pemeriksaan intra oral. Hasil penelitian ini menunjukkan kerusakan pada elemen gigi yang dijadikan sebagai penyangga berupa karies dan fraktur sebesar 59 kerusakan dan kerusakan pada jaringan pendukung gigi berupa mobilitas gigi, gingivitis, perdarahan dan periodontitis sebesar 72 kerusakan. Pada penelitian ini ditemukan sebagian besar responden mengalami kerusakan pada gigi penyangga kerusakan yang paling banyak terjadi pada elemen gigi geligi yang dijadikan sebagai penyangga ialah kerusakan berupa karies dan kerusakan terbanyak pada jaringan penunjang gigi penyangga ialah kerusakan berupa gingivitis. Kata kunci: gigi tiruan sebagian lepasan, kerusakan gigi penyangga
UJI PENGARUH SALIVA BUATAN TERHADAP KEKUATAN TEKAN SEMEN IONOMER KACA TIPE II YANG DIRENDAM DALAM MINUMAN ISOTONIK Fitriyana, Dwi Cahya; Pangemanan, D. H. C.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5900

Abstract

Abstract: The immersion of GIC type II in acid drink like isotonic drink could reduce the compressive strength (CS) of GIC type II. This is due to the matrix degradation process of  GIC in acid condition. But on the other hand, there is artificial saliva that can neutralize this condition. Purpose: Purpose of this study was to evaluate the effect of artificial saliva on compressive strength of GIC type II immersed in isotonic drink. Method: The GIC specimens of 6mm x 6mm x 12mm (length x width x depth) were immersed for 24 hours in water, 24 hours in isotonic drink, 24 hours in isotonic drink and continue with 72 hours in artificial saliva, 48 hours in isotonic drink, and 48 hours in isotonic drink and continue with 144 hours in artificial saliva. The compressive strength was determined using Universal Testing Machine with a crosshead speed of 0.5 mm/min. Statistical analysis was performed by one-way ANOVA and post-hoc LSD test ( = 0.05). Result: Statistic test shows significant difference of CS (p<0,05). Conclusion: conclusion of this study artificial saliva gives effect to the rising of the compressive strength of GIC type II immersed in isotonic drink. Keywords: Isotonic drink, artificial saliva, compressive strength, Glass Ionomer Cement       type II.  Abstrak: Perendaman SIK tipe II dalam minuman asam seperti minuman isotonik dapat mengurangi kekuatan tekan SIK tipe II. Hal ini disebabkan proses degradasi matriks SIK pada kondisi asam. Namun di sisi lain, saliva buatan yang dapat menetralkan kondisi ini. Tujuan: untuk untuk mengetahui pengaruh saliva buatan terhadap kekuatan tekan SIK yang direndam dalam minuman isotonik. Metode: Spesimen SIK tipe II berukuran 6mm x 6mm x 12 mm (panjang x lebar x tinggi) direndam selama 24 jam dalam air, 24 jam di dalam minuman isotonik, 24 jam di dalam minuman isotonik dan lanjutkan dengan 72 jam pada saliva buatan, 48 jam di minuman isotonik, dan 48 jam di minum isotonik dan lanjutkan dengan 144 jam dalam saliva buatan. Kekuatan tekan diukur menggunakan Universal Testing Machine dengan kecepatan 0,5 mm / min. Analisis statistik dilakukan dengan one-way ANOVA dan post-hoc uji LSD ( = 0,05). Hasil: Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan dari kekuatan tekan (p <0,05). Simpulan: terdapat pengaruh saliva buatan terhadap kekuatan tekan SIK tipe II yang direndam dalam minuman isotonik. Kata kunci: minuman isotonik, saliva buatan, kekuatan tekan, Semen Ionomer Kaca tipe II.
Ukuran dan bentuk lengkung gigi rahang bawah pada orang Papua Saputra, Yoddy G.; Anindita, P. S.; Pangemanan, Damajanty H.C.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14163

Abstract

Abstract: Mandibular size and shape are important information especially in terms to figure out the right diagnosis and the type of treatment a patient should have. Human mandible is a key factor for occlusion adjustment, meanwhile maxilla is following the mandible’s position. Several studies show that the stability of mandibular shape and size determines the success of one’s treatment. Each ethnic group has a particular skeletal pattern as well as shape and size of mandible. This study was aimed to obtain the average size and shape of mandibles among local Papuans. This was a descriptive observational study with a cross-sectional design. Samples were obtained by using purposive sampling method. There were 35 local Papuans aged 18-25 years as subjects. Data were obtained by molding the subject’s mandible, therefore, each subject produced a study model. The study model was measured in sagittal (length) and transversal (width) views based on Raberin method. The results showed that the average lengths of local Papuans’ mandibular size in sagittal view (L31, L61, and L71 in a row) were 6.143; 26.463; and 43.743 mm meanwhile the average widths of local Papuans’ mandibular size (L33, L66, and L77 in a row) were 30.857; 50.971; and 60.971 mm. The mandibular shape of most local Papuans was mid shape (45.8%) meanwhile the least shape of them was pointed (5.7%)Keywords: dental arch size, dental arch shape, mandibular, local Papuan Abstrak: Ukuran dan bentuk lengkung gigi rahang bawah sangat diperlukan dalam menentukan diagnosis dan rencana perawatan yang tepat dalam bidang ortodontik karena rahang bawah merupakan faktor stabilitas oklusi, sedangkan rahang atas menyesuaikan pada rahang bawah. Beberapa peneliti menyatakan bahwa kestabilan bentuk dan ukuran lengkung gigi rahang bawah merupakan faktor stabilitas dari hasil perawatan. Setiap kelompok etnik cenderung memiliki pola skeletal dan ukuran lengkung gigi rahang bawah yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rerata ukuran dan bentuk lengkung gigi rahang bawah pada orang Papua. Jenis penelitian yaitu deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Subjek penelitian ini sebanyak 35 orang Papua berusia 18-25 tahun diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dalam penelitian dilakukan dengan mencetak rahang bawah setiap subjek penelitian dan didapatkan hasil cetakan berupa model studi. Model studi yang diperoleh diukur dalam arah sagital (panjang) dan transversal (lebar) berdasarkan metode Raberin. Hasil pengukurun diperoleh rerata panjang lengkung gigi rahang bawah pada orang Papua dalam arah sagital (yaitu L31, L61, L71) berturut-turut 6,143; 26,463; dan 43,743 mm, sedangkan rerata lebar lengkung gigi dalam arah transversal (yaitu L33, L66, L77) berturut-turut 30,857; 50,971; dan 60,971 mm. Bentuk lengkung gigi rahang bawah pada orang asli Papua paling banyak yaitu bentuk mid (45,8%) dan yang paling sedikit berbentuk pointed (5,7%). Kata kunci: ukuran lengkung gigi, bentuk lengkung gigi, rahang bawah, orang asli Papua
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN STATUS GINGIVA PADA REMAJA USIA 15-19 TAHUN Manibuy, Katarina D.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10018

Abstract

Abstract:Currently, smokers in Indonesia have already included teenagers. Adolescent phase is particularly vulnerable to try new things with the purpose of identity searching, one of which is through smoking. Smoking does not only cause a systemic effect on the body, but can also cause pathologic conditions in the oral cavity such as gingivitis. Accumulation of heat and combustion products of cigarettes can affect the response of gingival inflammation. The objective of this study was to determine the relation between smoking habits based on the amount and duration of smoking cigarettes with gingival status in adolescents aged 15-19 years in Tuminting district.This research was descriptive analytic with cross sectional approach. The population was all adolescents aged 15-19 years in Tuminting district. A sample of 99 adolescents was taken using proportional random sampling. The data were collected using questionnaires and checks on gingival status by gingival index.The research findings show that as many as 49 adolescents (49.5%) had a mild smoking habit based on the number of cigarettes (1-4 cigarettes/day), 39 adolescents (39.4%) had a heavy smoking habit by smoking duration (>2 years) and 70 adolescents (70.7%) had mild gingival status. Chi-square test results show no significant relation between smoking habits based on the amount of cigarettes smoked and gingival status (p>0.05), but smoking habits based on the duration of smoking relate to gingival status (p<0.05).Keywords: smoking habit, gingival status, adolescentsAbstrak:Saat ini, perokok di Indonesia sudah mencakup ke kalangan remaja. Fase remaja sangat rentan untuk mencoba hal-hal baru dengan tujuan untuk pencarian jati dirinya, salah satunya yaitu dengan caramerokok. Kebiasaan merokok tidak hanya menimbulkan efek sistemik pada tubuh, tetapi juga dapat menimbulkan kondisi patologis di rongga mulut, salah satunya yaitu gingivitis.Panas dan akumulasi produk hasil pembakaran rokok dapat memengaruhi respon inflamasi gingiva. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok berdasarkan jumlah rokok dan lama merokok dengan status gingiva pada remaja usia 15-19 tahun di kecamatan Tuminting.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ialah seluruh remaja usia 15-19 tahun di kecamatan Tuminting. Jumlah sampel 99 orang diambil dengan caraproportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan status gingiva berdasarkan indeks gingiva.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 49 orang (49,5%) memiliki kebiasaan merokok ringan berdasarkan jumlah rokok (1-4 batang rokok/hari), 39 orang (39,4%) memiliki kebiasaan merokok berat berdasarkan lama merokok (>2 tahun), 70 orang (70,7%) yang memiliki status gingiva ringan. Hasil uji chi-sqaure menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok berdasarkan jumlah rokok dengan status gingiva (p>0,05) namun kebiasaan merokok berdasarkan lama merokok berhubungan dengan status gingiva ((p<0,05).Kata kunci: kebiasaan merokok, status gingiva, remaja
GAMBARAN PERAWATAN GIGI DAN MULUT PADA BULAN KESEHATAN GIGI NASIONAL PERIODE TAHUN 2011 DAN 2014 DI RSGMP UNSRAT Windrawati, Ni Made; Mintjelungan, Christy N.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8766

Abstract

Abstract: Dentists in Indonesia in order to improve the health of society, shall act as a motivator, educator, and providers of health services (preventive, promotive, curative, and rehabilitative). Dentists have to serves in an efficient, effective, and qualified in accordance with the needs and demands of patients when providing health service. This study was conducted to describe the oral cares in the Bulan Kesehatan Gigi Nasional periods of 2011 and 2014 in RSGMP Unsrat. The research design used was descriptive with retrospective approach. The population is the entire patient record in BKGN periods in 2011 and 2014 in RSGMP Unsrat each numbered 1372 and 1327 records. Sampling was done by using total sampling technique. The sample size in this study after seeing the inclusion and exclusion criteria was 1237 in the period of 2011 and 1079 in the period of 2014. The results showed that the percentage of oral cares according to sex in BKGN periods in 2011 and 2014 showed that female gender is higher than men. The percentage of oral cares by age group in BKGN period in 2011 shows that the age group 0-11 years is higher than other age groups. The percentage of oral cares highest in the age group 12-25 years was only found in the permanent tooth extractions and scaling. The percentage of oral cares by age group in BKGN period in 2014 showed that the oral cares in the age group 0-11 years are fissure sealants and topical application fluoride. Oral cares highest in the age group 12-25 years is scaling. The highest oral cares at BKGN in the periods of 2011 and 2014 is scaling.Keywords: oral cares, scaling, permanent tooth extraction, fissure sealant, topical application fluorideAbstrak: Doker gigi di Indonesia dalam rangka meningkatan derajat kesehatan masyarakat, wajib bertindak sebagai motivator, penididik, dan pemberi pelayanan kesehatan (preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif). Dokter gigi wajib bertindak efisien, efektif, dan berkualitas sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasien saat melakukan pelayanan kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran perawatan gigi dan mulut pada Bulan Kesehatan Gigi Nasional periode tahun 2011 dan 2014 di RSGMP Unsrat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi yang digunakan yaitu seluruh rekam medik pasien pada BKGN periode tahun 2011 dan 2014 di RSGMP Unsrat yang masing-masing berjumlah 1372 dan 1327 rekam medik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Besar sampel pada penelitian ini setelah melihat kriteria inklusi dan ekslusi menjadi 1237 pada periode tahun 2011 dan 1079 pada periode tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perawatan gigi dan mulut menurut jenis kelamin pada BKGN periode tahun 2011 dan 2014 menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan lebih tinggi daripada laki-laki. Persentase perawatan gigi dan mulut menurut kelompok umur pada BKGN periode tahun 2011 menunjukkan bahwa kelompok umur 0-11 tahun lebih tinggi daripada kelompok umur lainnya. Persentase perawatan gigi dan mulut tertinggi pada kelompok umur 12-25 tahun hanya ditemukan pada pencabutan gigi permanen dan scaling. Persentase perawatan gigi dan mulut menurut kelompok umur pada BKGN periode tahun 2014 menunjukkan bahwa perawatan gigi dan mulut tertinggi pada kelompok umur 0-11 tahun yaitu fissure sealant dan aplikasi fluor topikal. Perawatan gigi dan mulut tertinggi pada kelompok umur 12-25 tahun yaitu scaling. Perawatan gigi dan mulut terbanyak pada BKGN periode tahun 2011 dan 2014 yaitu scaling.Kata kunci: perawatan gigi dan mulut, scaling, pencabutan gigi permanen, fissure sealant, aplikasi fluor topical
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENCABUTAN GIGI PADA MASYARAKAT KELURAHAN KOMBOS BARAT BERDASARKAN PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN Lethulur, Vita A.; Pangemanan, Damajanti H. C.; Supit, Aurelia
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6397

Abstract

Abstract: Dental health as an integral part of public health needs attention of the government and society. Efforts to provide dental care to the community in the field of curative usually a tooth extraction. Lack of knowledge about tooth extraction causes the general public, especially people in West Kombos village avoid prolonged pain even though the tooth can still be maintained. This study aimed to describe the level of public knowledge about tooth extraction based on education and jobs in West Kombos village. This was a cross sectional study. Data were taken by using stratified random sampling method in which the number of samples taken at 5 areas. The result showed that the level of knowledge based on public education 39.7% were in primary school education and the level of knowledge based on jobs 35.87% were housewives. Conclusion: Based on education and jobs, the level of knowledge about tooth extraction among West Kombos people were largely categorized bad.Keywords: knowledge, tooth extractionAbstrak: Kesehatan gigi sebagai bagian integral dari kesehatan umum perlu mendapat perhatian dari pemerintah maupun masyarakat. Upaya pemberian pelayanan kesehatan gigi pada masyarakat dibidang kuratif umumnya berupa pencabutan gigi. Kurangnya pengetahuan tentang pencabutan gigi menyebabkan masyarakat umum khususnya masyarakat di kelurahan Kombos Barat melakukan pencabutan agar terhindar dari rasa sakit berkepanjangan meskipun gigi tersebut masih bisa dipertahankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencabutan gigi berdasarkan pendidikan dan pekerjaan di kelurahan Kombos Barat. Penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang. Data diambil menggunakan metode proportional stratified random sampling dimana jumlah sampel diambil pada 5 lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berdasarkan pendidikan yaitu 39,7% pendidikan sekolah dasar dan tingkat pengetahuan berdasarkan pekerjaan yaitu 35,87% ibu rumah tangga. Simpulan: Tingkat pengetahuan masyarakat kelurahan Kombos Barat tentang pencabutan gigi berdasarkan pendidikan dan pekerjaan sebagian besar dikategorikan buruk.Kata kunci: pengetahuan, pencabutan gigi
Uji daya hambat ekstrak alga coklat (Padina australis Hauck) terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis secara in vitro Sari, Dewi P.; Pangemanan, Damajanty H. C.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13652

Abstract

Abstract: Padina australis Hauck is one of the brown algae used as human food, cattle woof, and as antibacterial in medicine. This brown algae contains some antibacterial compounds such as alkaloid, phenol, tannin, steroid, and saponin. Periodontitis is a disease that causes infection and inflammation around tooth’s supportive tissue. One of the alternatives to treat periodontitis is using the brown algae Padina australis Hauck. This study aimed to obtain the effectiveness of Padina australis Hauck to inhibit the growth of Porphyromonas gingivalis. This was an experimental study using wells with modified Kirby-Bauer method. Samples were obtained from Molas coastal areaa, sub district of Bunaken, Manado city, North Sulawesi. The samples were extracted by maceration method. Porphyromonas gingivalis was obtained from pure stock bacteria at the Microbiology Laboratory Faculty of Medicine, University of Hassanuddin Makassar. The results showed that the total diameter of inhibition zones of Padina australis Hauck extract was 91.0 mm from five Petri dishes with an average of 18.2 mm. Conclusion: Padina australis Hauck extract had sttrong antibacterial effect to inhibit the growth of porphyromonas gingivalis bacteria.Keywords: padina australis hauck, porphyromonas gingivalis, zona hambatAbstrak: Padina australis Hauck merupakan salah satu jenis alga coklat yang berguna sebagai makanan manusia, pakan ternak, dan antibakteri dalam bidang kesehatan. Padina australis Hauck mengandung berbagai senyawa yang bersifat antibakteri seperti alkaloid, fenol, tannin, steroid dan saponin. Periodontitis merupakan penyakit yang menyebabkan infeksi dan peradangan jaringan pendukung gigi. Salah satu alternatif untuk menanggulanginya yaitu dengan tumbuhan alga coklat (Padina australis Hauck). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Padina australis Hauck dalam menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Jenis penelitian ini ialah eksperimental secara in vitro dengan metode modifikasi Kirby-Bauer menggunakan sumuran. Sampel diperoleh dari pesisir pantai Molas Kecamatan Bunaken Kota Manado Sulawesi Utara dan diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi. Porphromonas gingivalis yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari stok bakteri murni di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. Hasil penelitian menunjukkan total diameter zona hambat yang dihasilkan ekstrak Padina australis Hauck pada lima cawan Petri sebesar 91,0 mm dengan nilai rerata 18,2 mm. Simpulan: Ekstrak Padina australis Hauck memiliki efek antibakteri yang tergolong dalam katagori kuat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis.Kata kunci: Padina australis Hauck, Porphyromonas gingivalis, zona hambat
KADAR KALSIUM GIGI YANG TERLARUT PADA PERENDAMAN MINUMAN ISOTONIK Panigoro, Syahril; Pangemanan, Damajanty H. C.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.9604

Abstract

Abstract: Dental enamelis a tissuethat experience a very high and susceptibleprocess ofmineralizationto acid attack. The composition ofdrinksthat contain lots ofacidwillaccelerate the damageto the tooth surface. Isotonic drink is one of several carbonated or noncarbonated products to improve fitness, which contains sugar, citric acid, and minerals. Isotonicdrinkshavea low pH that cancausedemineralization ofthe enamel surface and continuous demineralizationwill formporosity on the enamel surface and it can cause thedissolution ofmineralcalcium. This study aims to determine the solubility of calcium in teeth soaking in the isotonic drinks. This research was a laboratory experiment with control time series design. The samples used in this study were four post extraction permanent premolar teeth which are divided into treatment group and control group. Based on this study it can be concluded that the level of the teeth calcium dissolved in the immersion of isotonic drink is 0.005 ppm.Keywords: isotonic drinks, teeth calcium dissolutionAbstrak:Email gigi merupakan suatu jaringan yang mengalami proses mineralisasi yang sangat tinggi dan rentan terhadap serangan asam. Komposisi minuman yang banyak mengandung asam akan mempercepat kerusakan pada permukaan gigi. Minuman isotonik merupakan salah satu dari beberapa produk minuman ringan karbonasi atau nonkarbonasi untuk meningkatkan kebugaran, yang mengandung gula, asam sitrat, dan mineral. Minuman isotonik mempunyai pH rendah yang dapat menyebabkan demineralisasi permukaan email gigi dan demineralisasi yang terus menerus akan membentuk porositas pada permukaan email gigi sehingga dapat menyebabkan larutnya mineral kalsium. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besar kelarutan kalsium pada perendaman gigi dalam minuman isotonik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratoriumdengan desain penelitian control time series design. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak empat buah gigi premolar permanen post ekstraksi yang dibagi menjadi dua kelompok perlakuan dan kontrol. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kadar kalsium gigi yang terlarut pada perendaman minuman isotonik adalah sebesar 0,005 ppm.Kata kunci: minuman isotonik, kelarutan kalsium gigi
Perilaku Pemeliharaan dan Status Kebersihan Gigi dan Mulut Masyarakat di Kelurahan Paniki Kabupaten Sitaro Wulandari, Fitri K.; Pangemanan, Damajanty H.C.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 5, No 2 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.2.2017.17607

Abstract

Abstract: Oral health plays an important role in the body health status. This study was aimed to determine the behavior about dental and oral health care among the people at Paniki, Sitaro. This was a descriptive study with a cross sectional design. Population consisted of people living at Paniki, Sitaro aged 18-60 years. There were 92 respondents obtained by using purposive sampling method. Data were collected by using questionnaire and examination of simplified oral hygiene index (OHI-S). The results showed that 60.8% of respondents had good behavior of dental and oral health care, and 75% of respondents had OHI-S evaluation as poor category. Conclusion: In general, people of Paniki, Sitaro had good behavior about dental and oral health care but their dental and oral hygiene was in poor category.Keywords: behavior of dental and oral hygiene maintenance Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut berperan penting bagi kesehatan tubuh umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pemeliharaan dan status kebersihan gigi dan mulut masyarakat di Kelurahan Paniki Kabupaten Sitaro. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang, dilakukan terhadap masyarakat usia 18-60 tahun di Kelurahan Paniki Kabupaten Sitaro. Jumlah responden 92 orang diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data didapat melalui pengisian kuisioner dan pemeriksaan Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut masyarakat di Kelurahan Paniki Kabupaten Sitaro sebanyak 60,8% tergolong baik. Penilaian OHI-S dari masyarakat Paniki sebanyak 75% tergolong buruk. Simpulan: Pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat di Kelurahan Paniki Kabupaten Sitaro tergolong baik tetapi status kebersihan gigi dan mulut tergolong buruk.Kata kunci: Perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut
PROFIL TUMOR NECROSIS FACTOR (TNF-α) BERDASARKAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRAT ANGKATAN 2014 Supit, Ivander A.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Marunduh, Sylvia R.
e-Biomedik Vol 3, No 2 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i2.8621

Abstract

Abstract: Tumor Necrosis Factor alpha (TNF-α) is one of the pleiotrophic cytokines that plays a role in the inflammatory process, initiates and activates polymorphonuclears (PMNs), therefore the PMNs can reach the infection site. This study aimed to determine the profile of TNF-α based on body mass index (BMI) among the students of the Faculty of Medicine Unsrat batch 2014. This was a survey study with a cross sectional design. The study population was students of the Faculty of Medicine University of Sam Ratulangi Manado batch 2014. The results showed that samples with BMI 18-18.9 had an average TNF-α level of 69.48 pg/ml; samples with BMI 19-19.9 had an average TNF-α level of 78.04 pg/ml; samples with BMI 20-20.9 had an average TNF-α level of 61.94 pg/ml; samples with BMI 21-21.9 had an average TNF-α level of 64.37 pg/ml; and samples with BMI 22-22.9 had the highest average level of TNF-α which was 78.65 pg/ml. Conclusion: In this study, all students with normal body mass index (BMI) had normal levels of TNF-α, which was 10-100 pg/ml.Keywords: TNF-α, immune system, body mass index (BMI)Abstrak: Tumor necrosis factor alpha (TNF-α) adalah salah satu sitokin pleiotropik yang berperan dalam proses inflamsi, menginisiasi polymorphonuclear (PMN) dan mengaktivasinya sehingga PMN dapat mencapai tempat infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil TNF-α berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsrat angkatan 2014. Jenis penelitian bersifat survei dengan rancangan potong lintang. Populasi penelitian ialah mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsrat angkatan 2014. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sampel dengan IMT 18-18,9 memiliki nilai rerata kadar TNF-α 69,48 pg/ml; sampel dengan IMT 19-19,9 memilki nilai rerata kadar TNF-α 78,04 pg/ml; sampel dengan IMT 20-20,9 memiliki nilai rerata kadar TNF-α 61,94 pg/ml; sampel dengan IMT 21-21,9 memiliki nilai rerata kadar TNF-α 64,37 pg/ml; dan sampel dengan IMT 22-22,9 memiliki nilai rerata TNF-α tertinggi yaitu 78,65 pg/ml. Simpulan: Pada penelitian ini, semua mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsrat angkatan 2014 dengan IMT normal memiliki kadar TNF-α normal, yaitu 10-100 ml/pg.Kata kunci: TNF-α, sistem imun, indeks massa tubuh (IMT)
Co-Authors Aji M. Sanhia Amelia Ramadhani, Amelia Ampow, Falen V. Anastasia P. G. Goni Angelia Langkir Angelita A. Durado Angmalisang , Elvin C. Anna M. Maruanaya, Anna M. Apituley, Tracy L. D Arif P. Yanto Aruperes, Geraldo Y. Astrid M. Lesar, Astrid M. Aurelia Supit Aviva, Novia N. Bangun, Liasma K. Beatrix I. Pontoh Berhimpon, Siemona Lydia_Eunike Castendo, Cynthia C. Catra H. E. Lengkey, Catra H. E. Christal G. Oroh, Christal G. Christian Rompis, Christian Christoffel Elim Christy Mintjelungan Christy N. Mintjelungan Cicilia A. Fernatubun Danes, Vennetia Ryckerens Debby J. Suhanda Dewi P. Sari, Dewi P. Dinar A. Wicaksono Dondokambey, Serena D. V. Dwi Cahya Fitriyana Fara M. Lossu, Fara M. Felicia P. C. C. Pantow, Felicia P. C. C. Fernanda, Vena Franly Onibala Fransiska Lintong Frenly Muntu Untu Gabrielly F. J. Rorong, Gabrielly F. J. Galant Rompas Gary S. J. Nayoan, Gary S. J. Geri W. Setiawan, Geri W. Gita J. Tulangow, Gita J. Hedison Polii Hendro Bidjuni Herlina I. S. Wungouw Hutagalung, Bernart S.P. Iksan, Nurwahid P. Indriani Tubagus Ivander A. Supit, Ivander A. Ivonny M. Sapulete Jeffry Sony Junus Lengkong Jeremy Frans, Joel Johanna A. Khoman Joice M. Laoh Joice N. A. Engka Joice N.A. Engka Juliatri . Kainde, Abedneju R. Karamoy, Deborah Karjoyo, Julianti Dewi Katarina D. Manibuy, Katarina D. Keloay, Princess Kewo, Lidia A. Khoman, Johanna Koagouw, Marco S. Korah, Sanny C. Korompot, Febri Krista V. Siagian Krista Veronica Siagian Kustina Zuliari, Kustina Li Ping Pontoh Lontaan, Jehuda Lumunon, Novita P. Mangindaan, Rocky J. Mariane Wowor Marimbun, Betrix E. Marunduh, Sylvia Ritta Maureen M. Mawuntu, Maureen M. Mendur, Sheren Ch. M. Michael A. Leman Mirani A. Uga Monica M. Sengkey, Monica M. Moningka, Maya Esther Wullur Muchyar, Dwi S.R. Myrtle Irene Sarjono Nancy Engka Natalia Purnamasari Natalia, Adriani Ngongoloy, Johanes J. F. Ni Made Windrawati, Ni Made Ni Wayan Mariati Nonutu, Stevia E. P. S. Anindita Paputungan, Fazriah F. Parengkuan, Henaldy Paulina Gunawan Paulina N. Gunawan Pingkan E.O. Lengkong Pormes, Oktovianus Pritartha S. Anindita Puk, Jimmy Rumam Rahayu, Mayangsari P. Rando F. Mamitoho, Rando F. Randy V. S. Kindangen Rantung, Galatia Marline Victoria Rasni, Novia D. P. Rawung, Meilita M. Rebecca A. Ngantung, Rebecca A. Rinto Mangiwa Rompis, Karen Ronald Sondakh Rumampuk, Jimmy Franky Sanger, Seily E. Sapulete, Ivonny M Saputra, Yoddy G. Sarah Warouw Sekeon, Saskia E. Shianata, Chrisshania M. Siada, Gracela Marchtica Siantan Supit Siemona Berhimpon, Siemona Silalahi, Agnes M. Simak, Valen Siwi, Filliany A. P. Soba, Siane Stefana H. M. Kaligis Suci M. J. Amir Sukarno, Karina Janneta Sumual, Inriyani A. Sundah, Michael J. Supit, Aurelia S.R. Syahril Panigoro, Syahril Sylvia Marunduh Sylvia R. Marunduh Tawas, Stevany A.D. Tendean, Brigitta A. Tilaar, Keren D. Tinneke A. Tololiu Tinneke Tololiu Tombokan, Kevin C. Triska Yolanda Worang Tulungnen, Regina S. Tulungnen S Vellisia Lindo Vita A. Lethulur Vonny N. S. Wowor Vonny N.S. Wowor, Vonny N.S. Warong, Kristo Waworuntu, Elshadai Teovilia Wibowo, Devina V. Wulan G. Parengkuan, Wulan G. Wulandari, Fitri K. Wuon, Kleysia D.