Claim Missing Document
Check
Articles

STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA NELAYAN DI KELURAHAN BAHU KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO SULAWESI UTARA Nayoan, Gary S. J.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10014

Abstract

Abstract: Oral hygiene is a part of the general health that is needed to be considered by the community. Some causes of a person neglecting his/her teeth and mouth cleanliness are level of education, level of knowledge, and the person's income. Generally, fishermen do not have enough time to take care of their oral hygiene. This study aimed to determine the status of oral hygiene of fishermen living in Bahu Malalayang Manado, North Sulawesi. This was a descriptive study using a cross sectional design. There were 63 fishermen, but only 38 fulfilled the inclusion and exclusion criteria. The results showed that based on the knowledge, most of the dental and oral hygiene status (62.52%) belonged to the medium category of OHI-S. Oral hygiene status Based on the characteristics of age, most of the age group of 36-45 years (61.29%) had the medium category of OHI-S. Distribution of oral hygiene status by education was most dominant subjects with secondary school education level that is equal to 81,82%. Distribution of oral hygiene status by income is most prevalent subject to income <UMP included in category status OHI-S was in the amount of 60.00 %.Keywords: status of oral hygiene, fishermanAbstrak: Kebersihan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan secara umum yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. Beberapa faktor penyebab seseorang mengabaikan kebersihan gigi dan mulutnya yaitu diantaranya tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, dan penghasilan. Kegiatan perikanan para nelayan yang sehari semalam berada dilaut menyebabkan perhatian terhadap kebersihan gigi dan mulut menjadi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kebersihan gigi dan mulut pada nelayan di kelurahan Bahu kecamatan Malalayang kota Manado Sulawesi Utara. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan pendekatan potong lintang, dilakukan pada nelayan yang berada di kelurahan Bahu kecamatan Malalayang kota Manado Sulawesi Utara yang berjumlah 63 orang, namun sampel yang didapat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yaitu berjumlah 38 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pengetahuan paling banyak ditemukan pada kategori OHI-S sedang (65,52%). Status kebersihan gigi dan mulut berdasarkan karakteristik usia lebih banyak ditemukan pada kategori usia 36-45 tahun yang memiliki status OHI-S sedang (61,29%). Distribusi berdasarkan pendidikan paling banyak ditemukan tingkat pendidikan SMA dengan status OHI-S sedang (81,82%). Distribusi berdasarkan penghasilan paling banyak ditemukan penghasilan lebih kecil dari UMP yang termasuk dalam kategori status OHI-S (60,00%).Kata kunci: status kebersihan gigi dan mulut, nelayan
GAMBARAN STATUS GINGIVA MENURUT KEBIASAAN MENYIKAT GIGI SEBELUM TIDUR MALAM HARI PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 70 MANADO Maruanaya, Anna M.; Mariati, Ni Wayan; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8762

Abstract

Abstract: Gingiva is a part of the oral mucosa which is closely related to the elements of teeth, interdental space, and alveolar bones. Gingival tissue health status is affected by dental and oral hygiene. Tooth brushing is needed to maintain the oral hygiene. This study aimed to obtain the gingival status related to tooth brushing before going to bed at night among students at Elementary School 70 Manado. This was a descriptive study. Samples were obtained by using total sampling technique. There were 45 students as samples. The results showed that based on gingival index, most of the students had gingival status of mild inflammation (55.6%). Based on gingival status related to tooth brushing before going to bed, the majority of students (55.6%) did that before going to bed at night.Keywords: gingival status, brushing teeth before bed at nightAbstrak: Gingiva merupakan bagian dari mukosa mulut yang memiliki hubungan erat dengan elemen-elemen gigi, ruang interdental, dan tulang alveolar. Kesehatan jaringan gingiva dipengaruhi oleh kebersihan gigi dan mulut. Salah satu cara menjaga kebersihan gigi dan mulut yaitu dengan menyikat gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran status gingiva menurut kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur malam hari pada siswa di Sekolah Dasar Negeri 70 Manado. Penelitian ini merupakan menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengambilan sampe total sampling. Jumlah sampel penelitian 45 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pengukuran indeks gingiva sebagian besar siswa-siswi memiliki status gingiva dengan kriteria inflamasi ringan (55,6%). Untuk status gingiva berdasarkan menyikat gigi sebelum tidur malam hari diperoleh hasil bahwa sebagian besar siswa-siswi (55,6%) menyikat gigi sebelum tidur malam hari.Kata kunci: status gingiva, menyikat gigi sebelum tidur malam hari
Xerostomia pada Usia Lanjut di Kelurahan Malalayang Satu Timur Tawas, Stevany A.D.; Mintjelungan, Christy N.; Pangemanan, Damajanty H.C.
e-GiGi Vol 6, No 1 (2018): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.6.1.2018.19556

Abstract

Abstract: Generally, in elderly there is a change in saliva composition due to the decreased production of saliva which leads to dry mouth or xersotomia. Clinically, a patient with dry mouth will feel dry on his/her lips and the mouth corners become irritated. This study was aimed to obtain the profile of xerostomia in the elderly at Kelurahan Malalayang Satu Timur. This was a descriptive study using a cross sectional design. This study was conducted in Kelurahan Malalayang Satu Timur. Samples of this study were obtained by using total sampling method. The study was performed on 35 peoples aged 60 to 75 years (according to WHO standard) as subjects. Salivary flow rate was measured with a measuring cup. The results showed that xerostomia was found in 87.5% of the subjects, more dominant in females (96.7%), and more frequent in the age group 65-69 years (66.7%). Conclusion: At Kelurahan Malalayang Satu Timur, xerostomia was more common in female elderly and age group 65-69 yearsKeywords: xerostomia, elderly Abstrak: Umumnya seseorang yang sudah memasuki usia lanjut akan mengalami perubahan dalam komposisi saliva akibat produksi saliva berkurang yang bermanifestasi sebagai xerostomia. Secara klinis pasien dengan xerostomia akan merasa kering pada bibir dan bagian sudut mulut mengalami iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran xerostomia pada kelompok usia lanjut di Kelurahan Malalayang Satu Timur. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Penelitian dilakukan di Kelurahan Malalayang Satu Timur. Terdapat 35 subyek usia lanjut dengan usia 60-75 tahun (menurut standar WHO). Pengukuran laju aliran saliva dilakukan dengan menggunakan metode spitting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa xerostomia ditemukan pada 85,7% dari subyek. Jenis kelamin perempuan lebih dominan (96,7%) dan tersering pada rentang usia 65-69 tahun (66,7%). Simpulan: Pada kelompok usia lanjut di Kelurahan Malalayang Satu Timur xerostomia lebih sering terjadi pada yang berjenis kelamin perempuan dan usia 65-69 tahun.Kata kunci: xerostomia, usia lanjut
Hubungan antara stres dan pola siklus menstruasi pada mahasiswa Kepaniteraan Klinik Madya (co-assistant) di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Tombokan, Kevin C.; Pangemanan, Damajanty H.C.; Engka, Joice N.A.
eBiomedik Vol 5, No 1 (2017): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.5.1.2017.15978

Abstract

Abstract: Menstruation is one of the aspects of sexual maturity which occurs at the end stage of puberty in a woman. Stress entangles the neuroendocrinological system that might further affect the menstrual cycle pattern. The most common type of stress experienced by students is academical stress. This study was aimed to determine the correlation between stress and menstrual cycle pattern among pre-clinical medical students (co-assistant) at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was an observational analytical study with a cross-sectional design. There were 34 respondents obtained by using purposive sampling technique. Stress degree was assessed by using modified Depression, Anxiety, and Stress Scales 42 (DASS-42) questionnaire meanwhile the menstrual cycle pattern was assessed by using an ordinal-scaled questionnaire. Data were analyzed with the Spearman Rank Correlation test. The correlation between stress and the menstrual cycle pattern showed a p-value = 0.014 and an r = 0.417. Conclusion: There was a moderate significant correlation between stress and menstrual cycle pattern among pre-clinical medical students (co-assistant) ar Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado.Keywords: stress, menstrual cycle patterns, co-assistant Abstrak: Menstruasi merupakan salah satu aspek kematangan seksual yang pertama kali terjadi pada masa pubertas seorang wanita. Stres melibatkan sistem neuroendokrinologi sehingga dapat memengaruhi pola siklus menstruasi. Stres yang paling umum dialami oleh mahasiswa ialah stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres dan pola siklus menstruasi pada mahasiswa Kepaniteraan Klinik Madya (co-assistant) di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Terdapat 34 responden yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Derajat stres dinilai menggunakan kuesioner Depression, Anxiety, and Stress Scales 42 (DASS-42) termodifikasi dan pola siklus menstruasi dinilai dengan kuesioner yang menggunakan skala ordinal. Data penelitian dianalisis dengan uji Spearman Rank Correlation. Hasil uji korelasi antara stres dan pola siklus menstruasi mendapatkan p=0,014 dan r=0,417. Simpulan: Terdapat hubungan moderat yang bermakna antara stres dan pola siklus menstruasi pada mahasiswa Kepaniteraan Klinik Madya (co-assistant) di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.Kata kunci: stres, pola siklus menstruasi, mahasiswa (co-assistant)
GAMBARAN KADAR KOLESTEROL LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) PADA MASYARAKAT PEROKOK DI PESISIR PANTAI Sanhia, Aji M.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Engka, Joice N. A.
eBiomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.1.2015.7425

Abstract

Abstract: Low Density Lipoprotein (LDL) is a type of lipoprotein that transports cholesterol most widely in the body. Smoking is one of the factors that can cause elevated levels of LDL cholesterol, which nicotine is one element in cigarettes cathecolamine that stimulates secretion, increases lipolysis, and also increases free fatty acids. Excessive levels of LDL cholesterol in the blood will increase the risk of cholesterol buildup in the arteries, followed by atherosclerosis. This study aimed to describe the levels of LDL cholesterol in seashores community smoker. This was a descriptive analysis with a cross sectional design. Samples in this study were 40 people. The results showed that the mean LDL cholesterol level of 40 samples was 132.93 mg / dl which 24 sample (60%) was at the above the borderline threshold. There was no subject with high LDL level. Conclusion: There was an increase in LDL level in smokers who lived in seashores.Keywords: low density lipoprotein (LDL), smokers.Abstrak: Low Density Lipoprotein (LDL) merupakan jenis lipoprotein yang paling banyak mengangkut kolesterol di dalam tubuh. Merokok merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar kolesterol LDL, dimana nikotin yang merupakan salah satu unsur pada rokok merangsang sekresi katakolamin, meningkatkan lipolisis, dan meningkatkan asam lemak bebas. Kadar kolesterol LDL yang berlebihan dalam darah akan meningkatkan resiko penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah arteri yang diikuti dengan terjadinya aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar kolesterol LDL pada masyarakat di pesisir pantai. Penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analisis dengan rancangan Cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang yang sesuai kriteria inklusi dan bersedia menjadi responden. Hasil penelitian memperlihatkan tingkat kolesterol LDL rata-rata pada 40 sampel ialah 132,93 mg/dl, dengan 24 sampel (60%) berada di atas ambang batas dan sisanya memiliki kadar LDL di bawah ambang batas. Simpulan: Terdapat peningkatan kadar LDL pada perokok yang tinggal di pesisir pantai.Kata kunci: low density lipoprotein (LDL), perokok.
Uji Daya Hambat Ekstrak Tinta Cumi-cumi (Loligo sp) terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Mangindaan, Rocky J.; Mintjelungan, Christy N.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-Biomedik Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v7i2.23877

Abstract

Abstract: Dental caries is still a health problem in Indonesia. There are several factors that play some important roles in the occurence of caries, as follows: microorganism, host, food, and time. Streptococcus mutans is one of the microorganisms that cause caries. Squid ink contains melanin which has an active compound to inhibit microbial activity. This study was aimed to determine the inhibitory effect of squid ink extract (Loligo sp) on the growth of Streptococcus mutans. This was a laboratory experimental study, with a post test only control group design. The results showed that the mean diameter of the inhibitory zones of the squid ink extract (Loligo sp) was 10.50 mm which was categorized as strong inhibition (Davis and Stout criteria). In conclusion, the squid ink extract (Loligo sp) had a strong inhibitory effect on the growth of Streptococcus mutans bacteria.Keywords: squid ink extract (Loligo sp), Streptococcus mutans, zone of inhibitionAbstrak: Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Faktor-faktor penyebab karies gigi yaitu mikroba, pejamu, makanan, dan waktu. Salah satu mikroba penyebab karies ialah bakteri Streptococcus mutans. Tinta cumi-cumi mengandung melanin yang memiliki senyawa aktif untuk menghambat aktivitas mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorik, dengan post test only control group design. Hasil penelitian menunjukkan diameter rerata zona hambat dari ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) sebesar 10,50 mm dan digolongkan dalam kategori kuat (kriteria Davis dan Stout). Simpulan penelitian ini ialah ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) memiliki daya hambat yang kuat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.Kata kunci: ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo Sp), Streptococcus mutans, zona hambat
PENGARUH SENAM BUGAR LANSIA TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA Sondakh, Ronald; Pangemanan, Damajanty; Marunduh, Sylvia
eBiomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.1.2013.4631

Abstract

Abstract : Triglycerides are one of fat body. Elevated levels of triglycerides occur because of obesity, alcohol consumption, sugar, and lack of activity, induced accumulation of triglycerides in the blood. Elderly is individuals with a restriction of physical activity due to physical conditions or disallowance of the family. This restriction leads to reduced physical activity that very useful for lowering triglycerides level. This causes an increase triglyceride levels. This study aims to look at the influence of elderly aerobics exercise on triglyceride levels. This research was an experimental design of the field with pre-post one group test. Samples were 30 elderly that lived in BPLU Senja Cerah, Paniki Bawah. Samples fasting for 8 hours to blood sampling. Tests performed are elderly aerobics exercise performed for 30 minutes in a 3x a week for 3 weeks. The results analyze with paired sample t-test to determine  the differenc e in the results  triglyceride levels before and after exercise. The  obtained  results  showed  a highly significant difference between  triglycerides levels before and after exercise with ? = 0,004 (<0,05) as shown by thitung (3.153) > Ttabel (2.045) Elderly aerobics exercise showed a significant effect in reducing trigiyceride levels in the blood. Keyword: elderly aerobics exercise, triglycerides, elderly.   Abstrak: Trigliserida merupakan salah satu lemak didalam tubuh. Peningkatan kadar trigliserida terjadi karena kegemukan, konsumsi alkohol, gula, serta kurangnya aktivitas sehingga menyebabkan penumpukan trigliserida dalam darah. Lansia merupakan individu yang mengalami pembatasan aktivitas fisik dikarenakan kondisi fisik atau larangan dari keluarga. Pembatasan ini menyebabkan berkurangnya aktivitas fisik yang berguna untuk menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar trigliserida dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh senam bugar lansia terhadap kadar trigliserida. Penelitian ini bersifat ekperimental lapangan dengan rancangan pre-post one group test. Sampel berjumlah 30 orang yang merupakan Lansia yang berada di BPLU Senja Cerah, Paniki Bawah. Sampel berpuasa selama 10 jam sebelum dilakukan pengambilan darah. Tes yang dilakukan adalah senam bugar lansia yang dilakukan selama 30 menit dalam 3x seminggu selama 3 minggu. Hasil yang didapatkan diolah dengan uji t berpasangan untuk melihat perbedaan hasil kadar trigliserida sebelum melakukan senam dan setelah melakukan senam.  Hasil yang didapatkan menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara  kadar trigliserida lansia sebelum senam dan sesudah senam dengan ? = 0,004 (<0,05%) hal ini ditunjukkan dengan thitung (3,153) > ttabel (2,045). Senam bugar lansia memberikan pengaruh yang sangat signifikan dalam menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Kata Kunci: aktivitas fisik, senam bugar, trigliserida, lansia.
PENGARUH LATIHAN BEBAN TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA LANSIA DI PANTI WREDHA BETANIA LEMBEAN Uga, Mirani A.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Marunduh, Sylvia
e-Biomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i1.6606

Abstract

Abstract: Triglyceride is the main fat in the body, was formed in the liver from glycerol and fat from food or from excess calories due to overeating. Elderly individuals who are aging resulting in a progressive loss of muscle mass and replaced by fatty tissue. Increased levels of fat (triglycerides) elderly is also caused by a decrease in the ability of their activities as usual. This study aims to prove whether or not the effect of weight training on elderly triglyceride levels. This study is an experimental field with research design one group pre-post test and the sample size of 30 elderly. This research was conducted at Panti Wredha Lembean Bethany began in November 2014 until January 2015. Weight training on the left and right upper extremity was performed twice a week in a period of one month. This study showed a decrease in triglyceride levels in the elderly after a given intervention of weight training for a month. The analysis results obtained by the α = 0.00 (<0.05), which means there is a significant difference between weight training and triglyceride levels elderly.Keywords: triglycerides, weight training, elderlyAbstrak : Trigliserida merupakan lemak utama di dalam tubuh, dibentuk di hati dari gliserol dan lemak yang berasal dari makanan atau dari kelebihan kalori akibat makan berlebihan. Lansia adalah individu yang mengalami proses penuaan yang mengakibatkan terjadinya kehilangan massa otot secara progressif dan terganti dengan jaringan lemak. Peningkatan kadar lemak (trigliserida) lansia juga disebabkan oleh penurunan kemampuan beraktifitas sebagaimana biasanya. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ada atau tidaknya pengaruh latihan beban terhadap kadar trigliserida lansia. Penelitian ini bersifat eksperimental lapangan dengan menggunakan desain penelitian one group pre-post test dan jumlah sampel 30 orang lansia. Penelitian ini dilaksanakan di Panti Wredha Betania Lembean dimulai pada bulan November 2014 sampai Januari 2015. Latihan beban pada ekstremitas atas kiri dan kanan dilakukan dua kali seminggu dalam jangka waktu satu bulan. Penelitian ini menunjukkan terjadinya penurunan kadar trigliserida pada lansia setelah diberi intervensi latihan beban selama satu bulan. Analisis Hasil yang diperoleh yaitu α = 0.00 (<0.05) yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara latihan beban dan kadar trigliserida lansia.Kata Kunci: trigliserida, latihan beban, lansia
Pengaruh senam lansia terhadap kadar kolesterol total pada lansia di BPLU Senja Cerah Manado Mamitoho, Rando F.; Sapulete, Ivonny M.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.10845

Abstract

Abstract: Many changes occur in the elderly include changes in body composition, muscle, bones and joints, cardiovascular system, respiratory and cognition. One of the efforts to maintain, improve health and physical fitness for the elderly is to exercise. The aim of this research is to know the effect of the elderly gymnastics on the levels of total cholesterol in elderly at BPLU Senja Cerah Manado. This research is experimental study with one group pre-post test design. The research respondents are 18 elderly people in BPLU Senja Cerah Manado. Cholesterol levels are measured before the first gymnastics session and after final gymnastics session. Respondents do gymnastics three times a week for eight weeks. The research results is analyzed by Wilcoxon test using a computer program. The result of the research shows that the mean level of cholesterol before first elderly gymnastics 222,17 mg/dL and after final elderly gymnastics 231,50 mg/dL. There is no significant effect on respondents total cholesterol after doing elderly gymnastics for three times a week for eight weeks.Keywords: elderly, cholesterol, elderly gymnasticAbstrak: Banyak perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia di antaranya perubahan komposisi tubuh, otot, tulang dan sendi, sistem kardiovaskular, respirasi dan kognisi. Salah satu upaya untuk menjaga, meningkatkan kesehatan dan kesegaran jasmani bagi lansia adalah dengan melakukan olahraga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap kadar kolesterol total pada lansia di BPLU Senja Cerah Manado. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan pre-post one group test. Responden merupakan lansia di BPLU Senja Cerah Manado yang berjumlah 18 orang. Kadar kolesterol diukur sebelum senam pertama dan sesudah senam terakhir. Responden melakukan senam tiga kali dalam seminggu selama delapan minggu. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Wilcoxon menggunakan program komputer. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil yang menunjukan bahwa rerata kadar kolesterol sebelum senam lansia pertama adalah 222,17 mg/dL dan kadar kolesterol sesudah senam lansia terakhir adalah 231,50 mg/dL. Tidak ada pengaruh yang bermakna terhadap kolesterol total responden setelah melakukan senam lansia selama tiga kali dalam seminggu selama delapan minggu.Kata Kunci: lansia, kolesterol, senam lansia
GAMBARAN KEKUATAN OTOT DAN FLEKSIBILITAS SENDI EKSTREMITAS ATAS DAN EKSTREMITAS BAWAH PADA SISWA/I SMKN 3 MANADO Pangemanan, Damajanty H.C.; Engka, Joice N.A.; Supit, Siantan
Jurnal Biomedik : JBM Vol 4, No 3 (2012): JURNAL BIOMEDIK : JBM Suplemen
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.4.3.2012.1217

Abstract

Abstract: This study aimed to reveal an overview of muscle strength and joint flexibility of the upper and lower limbs of the students of SMKN 3 Manado. This was a simple descriptive study with a cross-sectional design. In this study, muscle strength of the right and left hands  was measured by using a grip strength dynamometer and of the limb muscles by using a leg dynamometer. Respondents who met the inclusion criteria were 53 people composed of 22 males and 31 females. The results showed that the upper and lower limb muscle strength were lower than normal, and none were categorized as good muscle strength. Flexibility of lower limb joints generally had a normal range of motion (ROM) value. Conclusion: Most students of SMKN 3 Manado had very low upper and lower limb muscle strength. The evaluation of lower limb joint flexibility showed normal ROM value. Keywords: muscle strength,joints flexibility.     Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kekuatan otot dan fleksibilitas sendi ekstremitas atas dan bawah pada pelajar SMKN 3 Manado. Penelitian menggunakan model survey deskriptif potong lintang dengan mengukur kekuatan otot ektremitas kiri dan kanan menggunakan alat pengukur khusus pada tangan dan kaki. Responden yang memenuhi kriteria inklusi terdiri dari 53 orang yang terbagi 22 orang pria dan 31 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan otot ekstremitas atas (kekuatan otot genggam tangan kanan dan kiri) dan kekuatan otot ekstremitas bawah (kekuatan otot tungkai) umumnya mempunyai kekuatan otot yang kurang sekali dan tidak ada yang masuk kategori baik Fleksibilitas sendi ekstremitas bawah umumnya mempunyai nilai range of motion (ROM) normal. Simpulan: Sebagian besar siswa/i SMKN 3 Manado mempunyai kekuatan otot ekstremitas atas dan bawah tergolong kategori kurang sekali. Penilaian fleksibilitas sendi-sendi ekstremitas bawah umumnya memperlihatkan ROM yang normal. Kata kunci: kekuatan otot, fleksibilitas sendi.
Co-Authors Aji M. Sanhia Amelia Ramadhani, Amelia Ampow, Falen V. Anastasia P. G. Goni Angelia Langkir Angelita A. Durado Angmalisang , Elvin C. Anna M. Maruanaya, Anna M. Apituley, Tracy L. D Arif P. Yanto Aruperes, Geraldo Y. Astrid M. Lesar, Astrid M. Aurelia Supit Aviva, Novia N. Bangun, Liasma K. Beatrix I. Pontoh Berhimpon, Siemona Lydia_Eunike Castendo, Cynthia C. Catra H. E. Lengkey, Catra H. E. Christal G. Oroh, Christal G. Christian Rompis, Christian Christoffel Elim Christy Mintjelungan Christy N. Mintjelungan Cicilia A. Fernatubun Danes, Vennetia Ryckerens Debby J. Suhanda Dewi P. Sari, Dewi P. Dinar A. Wicaksono Dondokambey, Serena D. V. Dwi Cahya Fitriyana Fara M. Lossu, Fara M. Felicia P. C. C. Pantow, Felicia P. C. C. Fernanda, Vena Franly Onibala Fransiska Lintong Frenly Muntu Untu Gabrielly F. J. Rorong, Gabrielly F. J. Galant Rompas Gary S. J. Nayoan, Gary S. J. Geri W. Setiawan, Geri W. Gita J. Tulangow, Gita J. Hedison Polii Hendro Bidjuni Herlina I. S. Wungouw Hutagalung, Bernart S.P. Iksan, Nurwahid P. Indriani Tubagus Ivander A. Supit, Ivander A. Ivonny M. Sapulete Jeffry Sony Junus Lengkong Jeremy Frans, Joel Johanna A. Khoman Joice M. Laoh Joice N. A. Engka Joice N.A. Engka Juliatri . Kainde, Abedneju R. Karamoy, Deborah Karjoyo, Julianti Dewi Katarina D. Manibuy, Katarina D. Keloay, Princess Kewo, Lidia A. Khoman, Johanna Koagouw, Marco S. Korah, Sanny C. Korompot, Febri Krista V. Siagian Krista Veronica Siagian Kustina Zuliari, Kustina Li Ping Pontoh Lontaan, Jehuda Lumunon, Novita P. Mangindaan, Rocky J. Mariane Wowor Marimbun, Betrix E. Marunduh, Sylvia Ritta Maureen M. Mawuntu, Maureen M. Mendur, Sheren Ch. M. Michael A. Leman Mirani A. Uga Monica M. Sengkey, Monica M. Moningka, Maya Esther Wullur Muchyar, Dwi S.R. Myrtle Irene Sarjono Nancy Engka Natalia Purnamasari Natalia, Adriani Ngongoloy, Johanes J. F. Ni Made Windrawati, Ni Made Ni Wayan Mariati Nonutu, Stevia E. P. S. Anindita Paputungan, Fazriah F. Parengkuan, Henaldy Paulina Gunawan Paulina N. Gunawan Pingkan E.O. Lengkong Pormes, Oktovianus Pritartha S. Anindita Puk, Jimmy Rumam Rahayu, Mayangsari P. Rando F. Mamitoho, Rando F. Randy V. S. Kindangen Rantung, Galatia Marline Victoria Rasni, Novia D. P. Rawung, Meilita M. Rebecca A. Ngantung, Rebecca A. Rinto Mangiwa Rompis, Karen Ronald Sondakh Rumampuk, Jimmy Franky Sanger, Seily E. Sapulete, Ivonny M Saputra, Yoddy G. Sarah Warouw Sekeon, Saskia E. Shianata, Chrisshania M. Siada, Gracela Marchtica Siantan Supit Siemona Berhimpon, Siemona Silalahi, Agnes M. Simak, Valen Siwi, Filliany A. P. Soba, Siane Stefana H. M. Kaligis Suci M. J. Amir Sukarno, Karina Janneta Sumual, Inriyani A. Sundah, Michael J. Supit, Aurelia S.R. Syahril Panigoro, Syahril Sylvia Marunduh Sylvia R. Marunduh Tawas, Stevany A.D. Tendean, Brigitta A. Tinneke A. Tololiu Tinneke Tololiu Tombokan, Kevin C. Triska Yolanda Worang Tulungnen, Regina S. Tulungnen S Vellisia Lindo Vita A. Lethulur Vonny N. S. Wowor Vonny N.S. Wowor, Vonny N.S. Warong, Kristo Waworuntu, Elshadai Teovilia Wibowo, Devina V. Wulan G. Parengkuan, Wulan G. Wulandari, Fitri K. Wuon, Kleysia D.