Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Intensitas Nyeri Saat Tindakan Skeling Ultrasonik Berdasarkan Kriteria OHI-S di RSGM Universitas Sam Ratulangi Karamoy, Deborah; Pangemanan, Damajanty H. C.; Mintjelungan, Christy N.; Khoman, Johanna
e-GiGi Vol 7, No 2 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.2.2019.23881

Abstract

Abstract: Pain is defined as an unpleasant sensory and emotional experience related to actual or the potential to cause tissue damage. Ultrasonic scaling is easier and more preferred to remove calculus on the tooth surface compared to manual scaling. The Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) is an index for assessing dental and oral hygiene status. This study was aimed to obtain the differences in pain intensity during ultrasonic scaling treatment among patients with varied OHI-S at RSGM Unsrat. This study is an analytical study using a cross sectional analysis. There were 36 patients involved in this study, obtained by using total sampling method. The results showed that the means of pain intensity during ultrasonic scaling in patients with good OHI-S was 6.50%; in patients with moderate OHI-S was 18.50%; and in patients with poor OHI-S was 28.79%. The Kruskal Wallis test showed a p-value of 0,000 for the differences in pain intensity during ultrasonic scaling. It is concluded that there were significant differences in the pain intensity during ultrasonic scaling based on the OHI-S criteria.Keywords: pain, ultrasonic scaling, Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S).Abstrak: Nyeri didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan yang aktual atau berpotensi untuk mengakibatkan kerusakan jaringan. Skeling ultrasonik merupakan skeling yang lebih mudah dan lebih banyak dilakukan untuk menghilangkan kalkulus pada permukaan gigi dibanding dengan skeling manual. Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) merupakan indeks untuk menilai status kebersihan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri saat tindakan skeling ultrasonik berdasarkan kriteria OHI-S di RSGM Unsrat. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang. Sampel diperoleh secara total sampling yang berjumlah 36 orang. Hasil pemeriksaan menunjukkan nilai rerata intensitas nyeri saat skeling ultrasonik dengan OHI-S baik sebesar 6,50%; dengan OHI-S sedang sebesar 18,50%; dan dengan OHI-S buruk sebesar 28,79%. Hasil uji Kruskal Wallis terhadap perbedaan nilai rerata intensitas myeri mendapatkan nilai p=0,000. Simpulan penelitian ini ialah terdapat perbedaan bermakna dalam intensitas nyeri saat tindakan skeling ultrasonik berdasarkan kriteria OHI-S.Kata kunci: nyeri, skeling ultrasonik, Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S)
GAMBARAN KEBUTUHAN PERAWATAN PERIODONTAL PADA PEROKOK DI DESA MATUNGKAS KECAMATAN DIMEMBE Suhanda, Debby J.; Pangemanan, Damajanty H. C.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6454

Abstract

Abstract: Periodontal disease is the most common oral disease in Indonesia, especially in rural areas. One of the habits that can aggravate the status of oral hygiene which result periodontal disease is smoking. In addition, the prevalence of smokers in North Sulawesi is quite high when compared to other provinces. This research was conducted in Matungkas Village because high levels of smoking habits. Theres no limit of gender and age for people to smoke, men or women, and teens to the elderly. The purpose of this study was to describe the periodontal treatment needs of the smokers in Matungkas Village District of Dimembe. This type of research is a descriptive research with cross sectional study. The number of samples were taken using the Slovin formula and proportional simple random sampling method. The number of samples are 89 people from 11 parts of the village. Community Periodontal Index Treatment Needs (CPITN) assessment scores was used in this study. The results of this study indicate that the most treatment needs of smokers in the Matungkas Village District of Dimembe seen from the number of cigarettes and frequency of smoking habit is type II services with treatment needs of improvement OHIS and scaling. According to the result, it is suggested that the people of Matungkas village should reduce their smoking habit as a causing factor of periodontal disease and do the routine check up to the dentist every 6 months for the periodontal treatment needed..Keywords: periodontal treatment needs, smokersAbstrak: Penyakit periodontal merupakan penyakit gigi dan mulut yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia, khususnya di daerah pedesaan. Salah satu kebiasaan yang dapat memperburuk status kebersihan mulut dan mengakibatkan terjadinya penyakit periodontal yaitu merokok. Selain itu, prevalensi perokok di Sulawesi Utara cukup tinggi jika dibandingkan dengan provinsi lain. Penelitian ini dilakukan di Desa Matungkas karena tingkat kebiasaan merokok yang tinggi. Jenis kelamin dan usia tidak membatasi masyarakat untuk merokok, laki-laki maupun perempuan, serta usia remaja sampai lanjut usia. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran kebutuhan perawatan periodontal pada perokok di Desa Matungkas Kecamatan Dimembe. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Besar sampel diambil menggunakan rumus Slovin dan metode proportional simple random sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 89 orang dari 11 dusun. Penelitian ini menggunakan skor penilaian Community Periodontal Index Treatment Needs (CPITN). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran kebutuhan perawatan pada perokok di Desa Matungkas Kecamatan Dimembe dilihat dari jumlah rokok dan lama merokok yang paling banyak ditemukan ialah tipe pelayanan II dengan kebutuhan perawatan perbaikan OHIS disertai skeling. Berdasarkan hasil tersebut, masyarakat perlu mengurangi kebiasaan merokok yang merupakan salah satu faktor penyebab penyakit periodontal dan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk mendapatkan perawatan periodontal yang dibutuhkan..Kata kunci: kebutuhan perawatan periodontal, perokok
Perbandingan indeks plak gigi setelah mengunyah buah stroberi dan buah apel pada siswa SMK Negeri 6 Manado Koagouw, Marco S.; Mintjelungan, Christy N.; Pangemanan, Damajanty H.C.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14160

Abstract

Abstract: Oral health plays an important role in human life. One effort to maintain oral health is plaque control. Plaque is a layer that is formed from food residues on the teeth that reacts with saliva, bacteria, enzymes, and acids. Strawberry and apple are juicy and fibrous fruit that are able to clean the dental plaque. This study was aimed to compare the plaque indexes after chewing strawberry and then apple. This was a quasi experimental study with a pre-post design group. This study was performed on students of 10th pharmaceutical grade SMK Negeri 6 Manado. Samples were obtained by using proportionate stratified simple random sampling of 3 classes of 10th grade. There were 55 students as respondents. The results showed that based on dental plaque index, chewing strawberries had a declined average of 0.74 meanwhile chewing apples had a declined average of 0.78. The unpaired T-test showed a p value of 0.58 (p> 0.05). Conclusion: Strawberries and royal gala apples could reduce dental plaque index, however, there was no significant difference between the two of them. Keywords: munching strawberry, munching apple, plaque indeks Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal penting dalam hidup manusia. Salah satu upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut ialah dengan kontrol plak. Plak merupakan lapisan yang terbentuk dari sisa makanan, menempel pada gigi, dan bereaksi dengan ludah, bakteri, enzim, dan asam. Buah stroberi dan buah apel yaitu buah berair dan berserat yang mampu membersihkan plak gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan indeks plak setelah mengunyah buah stroberi dan apel. Jenis penelitian quasi experimental dengan rancangan pre-post design group terhadap siswa kelas X Farmasi SMK N 6 Manado. Untuk pengambilan sampel digunakan proportionate stratified simple random sampling pada 3 kelas X Farmasi dengan jumlah responden 55 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengunyah buah stroberi mempunyai rerata penurunan indeks plak gigi 0,74 dan mengunyah buah apel mempunyai rerata penurunan indeks plak gigi 0,78. Uji T tidak berpasangan menunjukkan nilai p = 0,58 (p > 0,05). Simpulan: Buah stroberi dan buah apel royal gala dapat menurunkan nilai indeks plak gigi tetapi tidak terdapat perbedaan bermakna antara keduanya.Kata kunci: mengunyah, buah stroberi, buah apel, plak gigi
GAMBARAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT SERTA STATUS GINGIVA PADA ANAK REMAJA DI SMP ADVENT WATULANEY KABUPATEN MINAHASA Lesar, Astrid M.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Zuliari, Kustina
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8823

Abstract

Abstract: Adolescence is a transition period from childhood to adulthood characterized by the presence of physiological amendments, as well as hormonal. Such reformations may influence the hygiene of dental, mouth and gingiva. Thus are results of mental pattern, adolescents cooperation to look after dental and mouth hygiene in order to prevent gingiva’s inflammation when the level of dental and mouth hygiene decreases. Gingivitis is one of periodontal diseases that is particularly vulnerable to occur during adolescence period, when dental and mouth hygiene are not carefully preserved. The purpose of this research is to identify the status of dental, mouth, and gingiva hygiene among advent junior high school adolescents in Watulaney, Regency of Minahasa. This is a descriptive study, with cross sectional study approach. Conducted in Advent Junior High School, Watulaney, Regency of Minahasa. With 63 subjects under Total Sampling method, measured by oral hygine index simplified by Green and Vermillion, and gingiva index by Loe and Sillness. The implication of this study shows that dental and mouth hygiene among adolescents overall reaches the good category obtains 14,28%, medium category obtains 65,08%, and poor category obtains 20,64%. The status of gingiva upon general adolescents 47,62% for light inflammation, 34,92% for medium inflammation, 17,46% for severe inflammation.Keywords: adolecents, oral hygiene status, gingival statusAbstrak: Remaja merupakan masa transisi dari anak menuju kedewasaan yang ditandai oleh adanya perubahan fisiologis dan hormonal. Perubahan ini dapat memengaruhi kebersihan gigi dan mulut serta gingiva. Hal ini disebabkan oleh pola pemikiran, kepatuhan anak remaja terhadap kebersihan gigi dan mulut guna menjaga terjadinya peradangan pada gingiva apabila kurangnya tingkat kebersihan gigi dan mulut. Gingivitis merupakan salah satu penyakit periodontal yang sangat rentan terjadi di usia remaja apabila kebersihan gigi dan mulut tidak terjaga dengan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui status kebersihan gigi dan mulut serta status gingiva pada anak remaja di SMP Advent Watulaney kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilakukan di SMP Advent Watulaney kabupaten Minahasa dengan subjek penelitian sebanyak 63 orang, menggunakan metode Total Sampling yang diukur dengan indeks oral hygiene index simplified menurut Green and Vermillion dan indeks gingiva menurut Loe and Sillness. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa status kebersihan gigi dan mulut anak remaja berada pada kategori baik 14,28%, kategori sedang 65,08%, dan kategori buruk 20,64. Status gingiva anak remaja yang memiliki inflamasi ringan sebesar 47,62%, inflamasi sedang sebesar 34,92%, inflamasi berat sebesar 17,46%.Kata kunci: anak remaja, status kebersihan gigi dan mulut, status gingiva
GAMBARAN PENGGUNAAN MATERIAL RESTORASI SEMEN IONOMER KACA DI POLI GIGI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MANADO Sarjono, Myrtle Irene; Wicaksono, Dinar A.; Pangemanan, Damayanti H. C.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5762

Abstract

Abstrak: Kesehatan gigi dapat terganggu oleh adanya karies. Gigi yang karies dapat dikembalikan fungsinya dengan cara membuang jaringan karies dan merestorasinya dengan material restorasi. Salah satu material restorasi yang digunakan di Poli Gigi RS Bhayangkara Manado ialah Semen ionomer kaca (SIK). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan material restorasi SIK di Poli Gigi RS Bhayangkara Manado tahun 2011 – 2013 berdasarkan waktu penumpatan, usia pasien, regio gigi dan jenis kelamin. Desain penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 55 rekam medik dan 67 tindakan. Berdasarkan waktu penumpatan, pada tahun 2011 terdapat 11 penumpatan dan mengalami peningkatan pada tahun 2012 menjadi 17 penumpatan dan tahun 2013 menjadi 39 penumpatan. Distribusi frekuensi usia berdasarkan waktu penumpatan, pasien usia dewasa lebih banyak terdapat penumpatan dibanding kelompok umur lainnya. Frekuensi regio gigi berdasarkan tahun restorasi didapatkan hasil penumpatan paling banyak pada posterior. Berdasarkan jenis kelamin, jumlah penumpatan paling banyak pada jenis kelamin perempuan dibanding laki-laki. Kata kunci: Semen ionomer kaca, material restorasi, RS Bhayangkara Manado   Abstract: Dental health can be damage by the caries. Dental caries can be restored by removing carious tissue and restore it with restoration materials.One of the restorative material that used in Poly Dental of Manado Bhayangkara Hospital is Glass ionomer cement (GIC). The purpose of this research is to describe the use of restorative material GIC at Poly Dental of Manado Bhayangkara Hospital years 2011 – 2013, based on years of restoration, age, dental regions and gender.This research is a descriptive research that used cross sectional approach. The study sample number is 55 medical record and 67 action. Based on the time of fillings, in 2011 there were 11 fillings. It increased in 2012 to 17 fillings and in 2013 to 39 dental fillings. The frequency distribution of age base on years of restoration, adult patients get more fillings than other age groups. The frequency of dental regions based on years restoration show that teeth fillings most occur in posterior. By gender, the number of teeth fillings most occur in the female than male. Keywords: Glass ionomer cement, restorative materials, Manado Bhayangkara Hospital
Hubungan tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status karies gigi pada penyandang tunanetra Marimbun, Betrix E.; Mintjelungan, Christy N.; Pangemanan, Damajanty H.C.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13924

Abstract

Abstract: Blind people have limited ability to receive any knowledge through their sight. A false perception can lead to wrong actions including the act of oral health maintenance, therefore, the risk of oral diseases such as caries, is higher in blind people than in normal ones. This study was aimed to determine the relationship between the level of oral health knowledge and caries status. Respondents were selected by using total sampling technique. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. Data were obtained by using questionnaires and caries status examination, the DMF-T (Decay, Missing, Filling - Teeth), and were presented in frequency distribution tables. The results showed that of 31 respondents aged 18-45 years old, there were 18 (58.1%) with poor knowledge and 13 (41.9%) with good knowledge. There were also 25 respondents (80.6%) with high caries status and 6 (19.4%) with low caries status. The Chi-Square showed a significant relationship between the level of oral health knowledge and caries status (p=0,022). Conclusion: There was a significant relationship between the oral health knowledge and caries status among blind people.Keywords: oral heath knowledge, caries status, blind people Abstrak: Penyandang tunanetra memiliki keterbatasan dalam penglihatan yang memengaruhi kemampuan untuk memperoleh pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut. Persepsi yang salah dapat menghasilkan tindakan yang keliru dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sehingga resiko penyakit mulut antara lain karies diprediksikan lebih tinggi pada tunanetra. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status karies penyandang tunanetra. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan status karies menggunakan DMF-T (Decayed, Missing, Filled - Teeth) dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Responden penelitian diperoleh menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian mendapatkan 31 responden pada kelompok usia 18-45 tahun. Sejumlah 18 responden (58,1%) dengan tingkat pengetahuan kurang dan 13 responden (41,9%) dengan tingkat pengetahuan baik. Terdapat 25 responden (80,6%) dengan status karies tinggi dan 6 responden (19,4%) dengan status karies rendah. Hasil uji Chi Square mendapatkan hubungan bermakna antara pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status karies (p = 0,022). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status karies pada penyandang tunanetra. Kata kunci: pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, status karies, tunanetra.
GAMBARAN STATUS KEBERSIHAN MULUT SISWA SD KATOLIK ST. AGUSTINUS KAWANGKOAN Mawuntu, Maureen M.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Mintjelungan, Christy
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8763

Abstract

Abstract: Oral health problems are influenced by many factors, one of them is personal attitude. School aged children need special attention since they are still in growth and development process, and still depend on adult people to maintain their oral hygiene. Caries of deciduous teeth will make bad impacts on the growth of their permanent teeth. This study aimed to obtain the oral hygiene status of students in Catholic Elementary School St. Agustinus, Kawangkoan. Total respondents were 65 student. Data of oral hygiene were obtained by using OHI-S index. The results showed that there were 37% of students belonged to good category; 60% of students to fair category; and 3% to poor category. Conclusion: Most of the students in Catholic Elementary School St. Agustinus, Kawangkoan belonged to fair category of oral hygiene.Keywords: oral hygiene status, elemetary studentAbstract: Masalah kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya ialah perilaku. Anak usia sekolah perlu mendapat perhatian khusus karena pada usia ini anak sedang menjalani proses tumbuh kembang, dan masih sangat bergantung kepada orang dewasa dalam hal menjaga kesehatan dan kebersihan mulut. Gigi susu yang terkena karies akan memengaruhi pertumbuhan gigi permanen. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran status kebersihan misturb the development of permanent teeth.ulut siswa SD Katolik St. Agustinus Kawangkoan. Responden penelitian ialah seluruh siswa berjumlah 65 anak. Data status kebersihan mulut siswa diperoleh melalui pemeriksaan status kebersihan menggunakan indeks OHI-S. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 37% responden termasuk kategori baik; 60% kategori sedang; dan 3% kategori buruk. Simpulan: Gambaran status kebersihan mulut sebagian besar siswa SD Katolik St. Agustinus Kawangkoan termasuk dalam kategori sedang.Kata kunci: status kebersihan mulut, anak SD
Prevalensi stomatitis nikotina pada buruh tambang yang memiliki kebiasaan merokok Siwi, Filliany A. P.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.15415

Abstract

Abstract: Smoking is one of the causes of death that is already known by most people. Besides that, smoking can cause several diseases in the oral cavity, inter alia nicotinic stomatitis. Although there are many bad effects of smoking, the prevalence of smokers in Indonesia is still increasing. Miners belong to the largest proportion of active smokers. This study was aimed to obtain the prevalence of nicotinic stomatitis among the miners who had smoking habit. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. This study was conducted at Ratatotok mining with a population of 1.463 miners. Subjects were 94 miners obtained by using simple random sampling. The results showed that 78.7% of subjects had nicotinic stomatitis. Based on the types of cigarette, the majority (53.3%) smoked white cigarette. Based on the duration of smoking, most subjects had smoking habbit for >20 years (38.3%). Moreover, based on the number of cigarettes smoked each day, most subjects (44.7%) smoked more than 20 cigarettes per day. Conclusion: The majority of miners that suffered from nicotinic stomatitis smoked white cigarettes, had smoking habit for more than 20 years, and smoked more than 20 cigarettes per day.Keywords: smoking habit, nicotinic stomatitisAbstrak: Rokok termasuk salah satu penyebab kematian yang umumnya telah diketahui oleh sebagian besar masyarakat. Selain penyebab kematian, rokok juga dapat menyebabkan penyakit dalam rongga mulut, salah satunya yaitu stomatitis nikotina. Meskipun banyak dampak buruk dari rokok namun prevalensi perokok di Indonesia semakin meningkat. Buruh tambang merupakan salah satu jenis pekerjaan yang mempunyai proporsi terbesar perokok aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi stomatitis nikotina pada buruh tambang yang memiliki kebiasaan merokok. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Penelitian dilakukan di wilayah pertambangan Kecamatan Ratatotok dengan jumlah populasi buruh tambang yang terdaftar sebanyak 1463 orang. Subyrk pernelitian sebanyak 94 orang diperoleh dengan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian dengan stomatitis nikotina sebanyak 78,7%. Subjek penelitian yang terlihat adanya stomatitis nikotina berdasarkan jenis rokok paling banyak pada subjek yang merokok dengan jenis rokok putih (55,3%). Berdasarkan lama merokok paling banyak pada subjek yang sudah merokok >20 tahun (38,3%), dan berdasarkan jumlah rokok yang dihisap setiap hari paling banyak pada subjek yang merokok >20 batang per hari (44,7%). Simpulan: Sebagian besar buruh tambang yang menderita stomatitis nikotina menghisap rokok dengan jenis rokok putih, sudah merokok selama >20 tahun, dan merokok >20 batang per hari.Kata kunci: kebiasaan merokok, stomatitis nikotina
Pengaruh Motivasi Ekstrinsik terhadap Tingkat Kepatuhan Pemakai Gigi Tiruan Lepasan di Kelurahan Batu Kota Iksan, Nurwahid P.; Wowor, Vonny N. S.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-GiGi Vol 6, No 2 (2018): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.6.2.2018.20151

Abstract

Abstract: The purpose of artificial teeth is to replace the lost teeth and to maintain the function of mastication and speech. Lack of personal mindset to wear denture leads to poor compliance. Motivation can affect personal mindset or attitude. Extrinsic motivation can make the denture wearers become more compliant. This study was aimed to determine the effect of extrinsic motivation on the compliance of removable denture wearers as well as the compliance level of the denture wearers at Batu Kota Manado. This was an analytical descriptive study using a cross sectional design. There were 81 respondents in this study obtained by using purposive sampling method. We used questionnaires which were already tested in terms of validity and reliability. Data were analyzed by using the simple regression test. The results showed that the extrinsic motivation of 60.5% respondents belonged to moderate category, 23.5% to high category, and 16% to low category. Based on the compliance level, 55.6% of respondents were in moderate level, 24.7% in low level, and 19.7% in high level. The simple regression test showed a P value of 0.000 (<0.05). Conclusion: Extrinsic motivation and compliance level of removable denture wearers were generally moderate. Moreover, extrinsic motivation could influence the level of compliance of the removable denture wearers at Batu Kota Manado.Keywords: extrinsic motivation, compliance, removable denture Abstrak: Pemakaian gigi tiruan bertujuan untuk menggantikan gigi yang hilang dan mence-gah terjadinya gangguan fungsi pengunyahan hingga fungsi bicara. Kurangnya pola pikir seseorang terhadap pemakaian gigi tiruan menyebabkan kepatuhan yang rendah. Motivasi dapat memengaruhi pola pikir atau sikap seseorang. Motivasi ekstrinsik dapat menjadikan pengguna gigi tiruan menjadi taat dan patuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap tingkat kepatuhan pemakai gigi tiruan di Kelurahan Batu Kota. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian sebanyak 81 responden diperoleh dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis hasil penelitian menggunakan uji statistik regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,5% masyarakat Kelurahan Batu Kota memiliki motivasi ekstrinsik sedang, 23,5% tinggi, dan sebanyak16% rendah. Sebanyak 55,6% masyarakat memiliki tingkat kepatuhan sedang, 24,7% rendah, dan 19,7% tinggi. Hasil uji regresi sederhana mendapatkan P=0,000 (<0,05). Simpulan: Motivasi ekstrinsik masyarakat pemakai gigi tiruan lepasan dan tigkat kepatuhan umumnya tergolong sedang. Terdapat pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap tingkat kepatuhan pemakai gigi tiruan lepasan di Kelurahan Batu Kota Manado.Kata kunci: motivasi ekstrinsik, kepatuhan, gigi tiruan lepasan
HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN INDEKS GINGIVA SISWA SD KATOLIK 03 FRATER DON BOSCO MANADO Lossu, Fara M.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10489

Abstract

Abstract: The knowledge about healthy teeth and mouth is very important at this time. At their early ages, children start to acknowledge how important their tooth health is and their bad habbits which effect their teeth. If they can not keep their teeth clean, it can increase the risk og gingival inflammation. This study aimed to obtain the relationship between the knowledge of healthy teeth and the gingival indexes of students in SD Katolik 03 Frater Don Bosco Manado. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. Data were collected by using a questionairre and checking the gingival status with gingival index of Loe and Silness. There were 42 students in grade VB and VIB as samples obtained by using total sampling method. The chi square test showed a p value of >0.05. Conclusion: There was no significant relationship between the knowledge of healthy teeth and their gingival indexes among students in SD Katolik 03 Frater Don Bosco Manado.Keywords: knowledge, healthy teeth and mouth, gingival indexAbstrak: Pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut sangat penting pada usia dini. Pada usia dini anak-anak mulai memahami pentingnya kesehatan serta pembatasan yang harus dijauhi atau kebiasaan yang dapat memengaruhi keadaan gigi dan mulut termasuk gingiva mereka. Bila kondisi rongga mulut tidak terjaga kebersihannya maka akan meningkatkan resiko terjadinya inflamasi gingiva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan indeks gingiva siswa SD Katolik 03 Frater Don Bosco Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan status gingiva menggunakan indeks gingiva Loe dan Silness. Sejumlah 42 responden pada siswa kelas VB dan VIB dengan menggunakan teknik total sampling. Data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil analisis data menggunakan uji chi square menunjukkan nilai p>0,05. Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan indeks gingiva.Kata kunci: pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, indeks gingiva.
Co-Authors Aji M. Sanhia Amelia Ramadhani, Amelia Ampow, Falen V. Anastasia P. G. Goni Angelia Langkir Angelita A. Durado Angmalisang , Elvin C. Anna M. Maruanaya, Anna M. Apituley, Tracy L. D Arif P. Yanto Aruperes, Geraldo Y. Astrid M. Lesar, Astrid M. Aurelia Supit Aviva, Novia N. Bangun, Liasma K. Beatrix I. Pontoh Berhimpon, Siemona Lydia_Eunike Castendo, Cynthia C. Catra H. E. Lengkey, Catra H. E. Christal G. Oroh, Christal G. Christian Rompis, Christian Christoffel Elim Christy Mintjelungan Christy N. Mintjelungan Cicilia A. Fernatubun Danes, Vennetia Ryckerens Debby J. Suhanda Dewi P. Sari, Dewi P. Dinar A. Wicaksono Dondokambey, Serena D. V. Dwi Cahya Fitriyana Fara M. Lossu, Fara M. Felicia P. C. C. Pantow, Felicia P. C. C. Fernanda, Vena Franly Onibala Fransiska Lintong Frenly Muntu Untu Gabrielly F. J. Rorong, Gabrielly F. J. Galant Rompas Gary S. J. Nayoan, Gary S. J. Geri W. Setiawan, Geri W. Gita J. Tulangow, Gita J. Hedison Polii Hendro Bidjuni Herlina I. S. Wungouw Hutagalung, Bernart S.P. Iksan, Nurwahid P. Indriani Tubagus Ivander A. Supit, Ivander A. Ivonny M. Sapulete Jeffry Sony Junus Lengkong Jeremy Frans, Joel Johanna A. Khoman Joice M. Laoh Joice N. A. Engka Joice N.A. Engka Juliatri . Kainde, Abedneju R. Karamoy, Deborah Karjoyo, Julianti Dewi Katarina D. Manibuy, Katarina D. Keloay, Princess Kewo, Lidia A. Khoman, Johanna Koagouw, Marco S. Korah, Sanny C. Korompot, Febri Krista V. Siagian Krista Veronica Siagian Kustina Zuliari, Kustina Li Ping Pontoh Lontaan, Jehuda Lumunon, Novita P. Mangindaan, Rocky J. Mariane Wowor Marimbun, Betrix E. Marunduh, Sylvia Ritta Maureen M. Mawuntu, Maureen M. Mendur, Sheren Ch. M. Michael A. Leman Mirani A. Uga Monica M. Sengkey, Monica M. Moningka, Maya Esther Wullur Muchyar, Dwi S.R. Myrtle Irene Sarjono Nancy Engka Natalia Purnamasari Natalia, Adriani Ngongoloy, Johanes J. F. Ni Made Windrawati, Ni Made Ni Wayan Mariati Nonutu, Stevia E. P. S. Anindita Paputungan, Fazriah F. Parengkuan, Henaldy Paulina Gunawan Paulina N. Gunawan Pingkan E.O. Lengkong Pormes, Oktovianus Pritartha S. Anindita Puk, Jimmy Rumam Rahayu, Mayangsari P. Rando F. Mamitoho, Rando F. Randy V. S. Kindangen Rantung, Galatia Marline Victoria Rasni, Novia D. P. Rawung, Meilita M. Rebecca A. Ngantung, Rebecca A. Rinto Mangiwa Rompis, Karen Ronald Sondakh Rumampuk, Jimmy Franky Sanger, Seily E. Sapulete, Ivonny M Saputra, Yoddy G. Sarah Warouw Sekeon, Saskia E. Shianata, Chrisshania M. Siada, Gracela Marchtica Siantan Supit Siemona Berhimpon, Siemona Silalahi, Agnes M. Simak, Valen Siwi, Filliany A. P. Soba, Siane Stefana H. M. Kaligis Suci M. J. Amir Sukarno, Karina Janneta Sumual, Inriyani A. Sundah, Michael J. Supit, Aurelia S.R. Syahril Panigoro, Syahril Sylvia Marunduh Sylvia R. Marunduh Tawas, Stevany A.D. Tendean, Brigitta A. Tilaar, Keren D. Tinneke A. Tololiu Tinneke Tololiu Tombokan, Kevin C. Triska Yolanda Worang Tulungnen, Regina S. Tulungnen S Vellisia Lindo Vita A. Lethulur Vonny N. S. Wowor Vonny N.S. Wowor, Vonny N.S. Warong, Kristo Waworuntu, Elshadai Teovilia Wibowo, Devina V. Wulan G. Parengkuan, Wulan G. Wulandari, Fitri K. Wuon, Kleysia D.