Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Dragonfly Effect pada Instagram Sebagai Platform Kampanye HIV dan Kesehatan Seksual Muaya, Gerald; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.27741

Abstract

According to data from the Indonesian Ministry of Health (2023), there are 526,841 people living with Human Immunodeficiency Virus (HIV). From this data, there are around 100,000 people who do not know their HIV status and have the potential to cause a wider spread without them realising it. This study aims to analyse the application of the Dragonfly Effect model on the @testJKT account in campaigning for HIV and sexual health issues, especially for Men who have Sexual Relations with Men (MSM) and transgender women through Instagram. This research uses a qualitative approach with a case study method and conducts observations, interviews, and documentation studies. The results of this study show that the campaign carried out by the @testJKT account can run effectively by coordinating and combining the four wings of the dragonfly effect, namely focus, grab attention, engage, and take action. TestJKT has the right purpose and focus according to the target audience, namely MSM and transgender women. The TestJKT account visualises its message purpose and focuses through creative graphic and audiovisual content, using the power of storytelling and touching the target audience personally so as to successfully stir the audience's emotions. In the end, the audience takes action easily and brings prosperity to themselves and the social community. Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI (2023) terdapat 526.841 orang yang hidup dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dari data tersebut terdapat sekitar 100.000 orang yang belum mengetahui status HIV-nya dan berpotensi menimbulkan penyebaran yang lebih luas tanpa mereka sadari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Dragonfly Effect pada akun @testJKT dalam mengkampanyekan isu HIV dan kesehatan seksual terutama bagi Lelaki yang melakukan hubungan Seksual dengan Lelaki (LSL) dan transgender perempuan melalui Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus serta melakukan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kampanye yang dilakukan akun @testJKT dapat berjalan efektif dengan koordinasi dan memadukan empat sayap dragonfly effect yaitu focus, grab attention, engage, dan take action. TestJKT memiliki tujuan dan fokus yang tepat sesuai dengan target audiens yakni LSL dan transpuan. Akun TestJKT memvisualisasikan pesan, tujuan, dan fokusnya melalui konten grafis dan audiovisual yang kreatif, menggunakan kekuatan cerita dan menyentuh target audiens secara pribadi sehingga berhasil menggugah emosi audiens. Pada akhirnya, audiens mengambil aksi dengan mudah dan membawa kesejahteraan bagi dirinya dan masyarakat sosial.
Tahapan Self-Disclosure Pengguna Fitur LINE Nearby di Aplikasi LINE untuk Menemukan Teman Murti, B.Brindawan Suraj; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33171

Abstract

In the digital era, location-based platforms like LINE Nearby have gained popularity as tools for building new social connections. Self-disclosure, the gradual process of sharing personal information, plays a crucial role in interactions on such platforms. Social Penetration Theory explains how self-disclosure evolves from basic information to more intimate details, all while maintaining privacy boundaries. This study adopts a qualitative approach with a phenomenological method, gathering data through in-depth interviews with LINE Nearby users to explore their self-disclosure patterns. The results show that self-disclosure happens in four stages: orientation, emotional exploration, emotional exchange, and stable exchange. Factors influencing this process include trust, social motivations such as the desire to expand one’s network, and privacy management. This research offers practical insights for users to maintain a balance between openness and privacy, while also providing valuable feedback for app developers to enhance security and privacy features. The study contributes to a better understanding of digital social interactions in the context of privacy concerns. Dalam era digital yang semakin berkembang, platform berbasis lokasi seperti LINE Nearby menjadi semakin populer sebagai sarana untuk membangun hubungan sosial yang lebih luas dan bervariasi. Pengungkapan diri (self-disclosure) menjadi proses kunci dalam interaksi antar pengguna, di mana individu berbagi informasi pribadi secara bertahap. Teori Penetrasi Sosial digunakan dalam penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana tingkat keterbukaan diri berkembang, dimulai dari informasi dasar hingga yang lebih pribadi, sambil tetap mempertimbangkan batasan privasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melalui wawancara mendalam terhadap pengguna LINE Nearby untuk menggali pola pengungkapan diri mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan diri terjadi dalam empat tahapan: orientasi, eksplorasi emosi, pertukaran emosional, dan pertukaran stabil. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses ini mencakup tingkat kepercayaan, motivasi sosial seperti keinginan untuk memperluas jaringan, serta pengelolaan privasi yang bijaksana. Penelitian ini memberikan manfaat praktis berupa panduan bagi pengguna untuk menjaga keseimbangan antara keterbukaan diri dan privasi, serta memberikan masukan berharga bagi pengembang aplikasi untuk meningkatkan sistem keamanan dan privasi.
Penyebaran Budaya Tionghoa melalui Akun Instagram @Peranakan.Story Jesica, Meini; Paramita, Sinta
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33296

Abstract

The development of digital communication technology, which facilitates easy access to information, has led to the erosion of past cultural preservation. One such culture in Indonesia is Chinese culture, which views the past as a reflection of present success. To preserve Chinese culture, a group of young people formed a community called Peranakan Story as a forum for spreading Chinese culture, especially Peranakan. This study aims to analyze message production through Instagram @peranakan.story in promoting Chinese culture. The study applies Stuart Hall’s Encoding/Decoding theory. Using a descriptive qualitative approach and case study method, data were collected through interviews with three core members of the Peranakan Story community (Encoding) and four Instagram followers (Decoding). The findings indicate that the Peranakan Story community produces cultural content based on a series of knowledge aligned with social, political, and ideological conditions, utilizing technology and social media. The content shared on Instagram receives diverse audience feedback, contributing to the ongoing process of message production. Perkembangan teknologi komunikasi digital yang memberikan kemudahan dalam mendapatkan informasi mengakibatkan lunturnya kelestarian budaya lampau. Salah satu budaya lampau di Indonesia adalah Budaya Tionghoa yang memiliki memiliki pandangan bahwa masa lampau merupakan cermin keberhasilan masa kini. Dalam pelestarian budaya Tionghoa, sekelompok anak muda membentuk sebuah komunitas yang bernama Peranakan Story sebagai wadah penyebaran budaya Tionghoa terutama Peranakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui produksi pesan melalui Instagram @peranakan.story dalam menyebarkan budaya Tionghoa. Teori pendekatan produksi pesan yang digunakan adalah Teori Encoding Decoding Stuart Hall. Pendekatan penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Penelitian ini menganalisis data hasil wawancara dengan 3 anggota inti Komunitas Peranakan Story sebagai pihak Encoding dan 4 pengikut akun Instagram @peranakan.story sebagai pihak Decoding. Hasil penelitian ini adalah Komunitas Peranakan Story memproduksi konten budaya berdasarkan serangkaian pengetahuan sesuai dengan kondisi sosial, politik, dan ideologi yang dikemas menggunakan produk teknologi serta disebarkan melalui media sosial Instagram dengan berbagai tanggapan audiens sebagai keberlanjutan produksi.
Self-Disclosure Of Generation Z Heavy Social Media Users In Bali Sari, Wulan Purnama; Paramita, Sinta; Irena, Lydia
KOMUNIKA Vol 8 No 1 (2025): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.152/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/evndne61

Abstract

The digital era keeps evolving, particularly in terms of communication technology and internet usage. It is predicted that around 80% of Indonesia's population will have social media accounts by 2026, with the majority of users being Generation Z. The close relationship between Generation Z. Social media has given rise to the term "heavy social media users," referring to individuals who engage with social media for more than four hours a day. This study analyzes self-disclosure among Generation Z heavy social media users in Bali. The research adopts a quantitative approach, using a survey method. The population of this study consists of Generation Z individuals who are heavy social media users and reside in Bali. Nonprobability sampling, specifically purposive sampling, was used with predefined criteria. The findings indicate that while Instagram is the most frequently used social media platform by Generation Z, this group tends to engage in self-disclosure more on Twitter and TikTok, with an average of 10-12 times per day. Generation Z users distinguish between positive and negative self-disclosure, where positive disclosures are made public and accessible to many. In contrast, negative disclosures remain private and hidden from the broader social media audience.
Penyampaian Informasi Kebudayaan Indonesia di Akun Instagram @kemenparekraf.ri Kholifah, Setya; Paramita, Sinta; Irena, Lydia
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34988

Abstract

This research aims to analyse the public communication conducted by the Ministry of Tourism and Creative Economy (Kemenparekraf) through the Instagram account @kemenparekraf.ri in conveying Indonesian cultural information to the public. Using a descriptive qualitative approach and case study method, this research identifies how the ministry utilises Instagram in public communication to promote Indonesian culture. The researcher analysed the four pillars of public communication applied in the Instagram account, namely informative, educative, entertainment, and interactive content. The results showed that the Instagram account @kemenparekraf.ri succeeded in attracting audience attention with relevant, interesting, and easy-to-understand content. Professional content and visual quality as well as simple language make Indonesian cultural information well received. Evaluation through social media metrics shows high audience interaction with the content presented. However, some content needs to be strengthened in its narrative to increase the impact of cultural messages. This research provides insights for public communication strategies in cultural promotion through social media. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi publik yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui akun Instagram @kemenparekraf.ri dalam menyampaikan informasi kebudayaan Indonesia kepada masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana Kemenparekraf memanfaatkan Instagram dalam komunikasi publik untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia. Peneliti menganalisis empat pilar komunikasi publik yang diterapkan dalam akun Instagram tersebut, yaitu konten informatif, edukatif, hiburan, dan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun Instagram @kemenparekraf.ri berhasil menarik perhatian audiens dengan konten yang relevan, menarik, dan mudah dipahami. Isi konten dan kualitas visual yang profesional serta bahasa yang sederhana membuat informasi kebudayaan Indonesia diterima dengan baik. Evaluasi melalui metrik media sosial menunjukkan tingginya interaksi audiens dengan konten yang disajikan. Namun, beberapa konten perlu diperkuat narasinya untuk meningkatkan dampak pesan kebudayaan. Penelitian ini memberikan wawasan untuk strategi komunikasi publik dalam promosi kebudayaan melalui media sosial.
Effectiveness of Interpersonal Communication between Teachers and Students in the Learning System Sapphine, Rosalina Valencia; Paramita, Sinta
Journal of Social Science Vol. 5 No. 4 (2024): Journal of Social Science
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jss.v5i4.876

Abstract

The key to successful education as a process or learning activity lies in the teacher's competencies to build effective communication with students in their learning process. This study uses a case study method at Wardaya College and measures the effectiveness of interpersonal communication in the learning system based on various indicators (openness, empathy, supportiveness, positiveness and equality). The sample consisted of 5 teachers out of 26 teachers and 11 students out of 85 students. The results of the study show a gap between the opinions of teachers and students. Teachers believe they have engaged in interpersonal communication, provided methods that are easy for students to understand, demonstrated empathy, consistently offered motivational support, maintained a positive attitude, and positioned students themselves as equals during teaching and learning activities. However, this is not consistent with the opinions of some students. Some students stated that it was not easy to understand the communication from some teachers, not all teachers showed openness in interactions, empathy, or presented content in ways that captured students' attention, nor did they give recognition or appreciation for students' efforts, and displayed a positive attitude and equality. This gap indicates areas for improvement within the institution.
Analisis Peran Humas DPR RI dalam Pengelolaan Instagram @ppid.dprri Budi, Mauly Helau; Paramita, Sinta
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.35432

Abstract

In carrying out its duties and performance, the DPR RI institution often reaps pros and cons in society, news about the DPR also often creates a bad image of this institution. Therefore, Public Relations of the DPR RI needs to disseminate information related to the results of DPR RI products. Public Relations currently needs to follow developments in the digital era so that Public Relations of the DPR RI uses the social media Instagram as a digital medium for conveying information. This research uses descriptive qualitative methods as a type of research. Data collection techniques are obtained from the process of observation, interviews and documentation. This research uses the theory of the role of public relations management Fantini, E., Sofyan, M., & Suryana, A. (2021). Researchers also use primary sources through other literature that is relevant to the discussion and reliable which is then processed into data for writing this journal. From the research results, it is known that there are several important factors, one of which is managing information content related to DPR institutions into interesting content. Public Relations of the People's Representative Council of the Republic of Indonesia (DPR RI) continues to innovate in following things that are currently popular or trending in society. Efforts that have been made include conducting research or looking for interesting content references to become a reference in managing information content so that the PPID Instagram account gets more interaction (engagement). However, this is still not optimal. So there needs to be collaboration and innovation in content creation. For this reason, this research is an interesting study with aspects of the role of public relations based on the research conducted. Dalam melaksanakan tugas dan kinerjanya lembaga DPR RI seringkali menuai pro dan kontra dimasyarakat, pemberitaan tentang DPR juga seringkali membuat citra lembaga ini buruk. Maka dari itu Humas DPR RI perlu menyebarluaskan informasi terkait hasil produk DPR RI, Humas saat ini perlu mengikuti perkembangan jaman digital sehingga Humas DPR RI menggunakan media sosial instagram sebagai media digital dalam menyampaikan informasi. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif sebagai jenis penelitian.Teknik pengumpulan data diperoleh dari proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori peranan manajemen humas Fantini, E., Sofyan, M., & Suryana, A. (2021). Peneliti  juga menggunakan sumber primer melalui literatur lainnya yang relevan dengan pembahasan dan terpercaya yang kemudian diolah menjadi data untuk penulisan jurnal ini. Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat beberapa faktor penting, salah satunya dalam mengelola konten informasi terkait lembaga DPR menjadi konten yang menarik. Humas Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terus berinovasi dalam mengikuti hal-hal yang sedang ramai atau sedang tren di masyarakat. Upaya yang telah dilakukan yaitu melakukan research atau mencari referensi konten yang menarik untuk menjadi acuan dalam pengelolaan konten informasi sehingga akun instagram PPID lebih banyak interaksi (engagement). Namun hal ini dirasa masih belum maksimal. Maka perlu adanya kolaborasi dan inovasi-inovasi dalam pembuatan konten. Untuk itulah penelitian ini menjadi kajian yang menarik dengan aspek peranan humas berdasarkan penelitian yang dilakukan.
Komunikasi Antar Budaya Etnis Tiong Hoa, Melayu, dan Dayak dalam Menjaga Toleransi Antar Etnis di Singkawang Violita, Jessica; Paramita, Sinta
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.35462

Abstract

The object of this research is intercultural communication that occurs among a group of Chinese, Dayak and Malay communities in Singkawang. At first, Singkawang was not a city but a village part of the Sambas Sultanate area as a stopover for traders and gold miners from the Monterado area which is now a sub-district in Bengkayang Regency which is located to the east of Singkawang. With cultural diversity consisting of 3 majority ethnicities, namely Dayak, Chinese and Malay. The city of Singkawang, West Kalimantan, is in first place as the most tolerant city in Indonesia according to SETARA Institude, this is because of the harmonious life of its diverse society. This research uses qualitative research methods which aim to determine social interactions between Chinese, Dayak and Malay communities in Singkawang, West Kalimantan. Based on the Singkawang Central Statistics Agency, the area of Singkawang city is around 504 square kilometers with a population of 235,064 people in Singkawang. Based on population data from the West Kalimantan provincial government in 2023, there are 235,064 people in the city of Singkawang. Objek dalam penelitian ini adalah komunikasi antar budaya yang terjadi kepada sekompok masyarakat Tionghoa, Dayak, dan Melayu di Singkawang. Pada awalnya, Singkawang bukanlah kota melainkan sebuah desa bagian dari wilayah Kesultanan Sambas sebagai tempat singgah para pedagang dan penambang emas dari daerah Monterado yang kini menjadi sebuah kecamatan di Kabupaten Bengkayang yang berada di sebelah Timur Singkawang. Dengan keberagaman budaya yang terdiri dari 3 etnis mayoritas yaitu etnis Dayak, Tionghoa dan Melayu. Kota Singkawang Kalimantan Barat menempati posisi pertama kota paling toleransi di indonesia versi SETARA Institude hal ini karena kehidupan harmonis masyarkatnya yang majemuk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui interaksi sosial antara masyarakat Tionghoa, Dayak, dan Melayu di Singkawang, Kalimantan Barat. Berdasarkan Badan Pusat Stastik Singkawang, Luas kota Singkawang sekitar 504 kilometer persegi dengan jumlah penduduk Singkawang sebanyak 235.064 jiwa. Berdasarkan data kependudukan pemerintahan provinsi kalimantan barat tahun 2023 terdapat 235.064 jiwa dikota singkawang.
Hambatan Komunikasi Bisnis di Perusahaan Ekspor (Studi Kasus PT Sinar Dunia Logam) Nathalie, Jennifer; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33186

Abstract

International relations carried out by China in the business sector can provide import access and cooperation in product development. This study attempts to identify the business communication barriers PT Sinar Dunia Logam faces. Research related to communication barriers is fundamental in building a business communication relationship. In the business world, communication is essential for the smooth running of the business. Furthermore, effective communication must ensure that each system understands its role and responsibilities for the business system to run well. This study aims to determine the business communication barriers used by PT Sinar Dunia Logam in building business communication with foreign companies. This study uses business communication theories and concepts in the form of international relations concepts and business relations. The approach to this research is qualitative, using a case study method; data collection is carried out through observation, interviews, documentation, and literature studies. The results of the research that has been conducted show that PT Sinar Dunia Logam experiences three business communication barriers. First, socio-antro-psychological communication barriers, anthropopsychological communication barriers, and ecological communication barriers. Hubungan internasional yang dijalankan oleh negara China dalam  sektor bisnis adalah dapat memberikan akses impor dan kerjasama dalam perkembangan suatu produk. Penelitian ini berupaya untuk mengidentifikasi hambatan komunikasi bisnis yang di hadapi oleh perusahaan PT Sinar Dunia Logam. Penelitian terkait hambatan komunikasi sanggatlah penting dalam membangun suatu hubungan komunikasi bisnis. Dalam dunia bisnis, komunikasi sangat diperlukan demi kelancaran bisnis tersebut. Selanjutnya, agar sistem bisnis dapat berjalan dengan baik, tentu diperlukan komunikasi yang efektif untuk memastikan setiap sistem memahami peran dan tanggung jawabnya. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hambatan komunikasi bisnis yang digunakan oleh perusahaan PT Sinar Dunia Logam dalam membangun komunikasi bisnis dengan perusahaan asing. Penelitian ini menggunakan teori dan konsep komunikasi bisnis berupa, konsep hubungan internasional dan relasi bisnis. Pendekatan penelitian ini dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah menunjukkan terdapat tiga hambatan komunikasi bisnis yang dialami PT Sinar Dunia Logam. Pertama hambatan komunikasi sosio antro psikologis, hambatan komunikasi antropsikologis, dan hambatan komunikasi ekologi.
Personal Branding @Pinkflash.live sebagai Strategi Menarik Audiens di TikTok Siswanto, Marsheilin Nadya; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33414

Abstract

This study investigates how Pinkflash, a cosmetic brand, builds personal branding through its TikTok account, @Pinkflash.live. It aims to identify key factors that make the content engaging and relevant to TikTok users. Using a qualitative approach and case study method, the research gathers data through in-depth interviews with content creators, their audience, and academic experts, as well as analyzing the @Pinkflash.live account. The results show that Pinkflash’s personal branding is effective due to its focus on affordable, youth- oriented products that appeal to teenagers, particularly those in middle and high school. The brand’s TikTok content emphasizes the use of cosmetics tailored for younger audiences, fostering a positive perception of the brand. Despite the success, Pinkflash faces challenges and competition in the growing cosmetic industry. This study highlights the importance of a strong personal branding strategy, focusing on core values, product attributes, benefits, and brand personality, to create deeper connections with the target audience. By implementing these strategies, Pinkflash can enhance its brand positioning and better navigate the competitive digital landscape. Perkembangan teknologi digital telah mengubah dunia bisnis, khususnya e-commerce, yang memicu persaingan ketat antar perusahaan. Untuk menarik perhatian konsumen, perusahaan harus memiliki strategi pemasaran yang mumpuni. Salah satu brand kosmetik yang berkembang pesat di media sosial adalah Pinkflash. Penelitian ini membahas bagaimana Pinkflash membangun personal branding di akun TikTok @Pinkflash.live. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang membuat konten menarik dan relevan bagi pengguna TikTok. Menggunakan teori komunikasi massa dan digital, penelitian ini juga membahas konsep personal branding, aplikasi TikTok, content creator, dan brand Pinkflash. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melibatkan content creator @Pinkflash.live, audiens, dan dosen ahli sebagai narasumber. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan analisis konten dari akun TikTok tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding yang diterapkan melalui produk khas dan harga terjangkau menarik perhatian remaja. Video TikTok yang diunggah menekankan penggunaan kosmetik untuk remaja. Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi personal branding yang mendalam untuk meningkatkan daya tarik audiens terhadap brand.