Claim Missing Document
Check
Articles

Factors Influencing The Use Of The JKN Mobile Application In Rupit District, North Musi Rawas Regency Darurahma, Zakia; Adila Solida; Rumita Ena Sari; Arnild Augina Mekarisce
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 5 No. 1 (2026): IJHET MAY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v5i1.851

Abstract

The use of digital health services through the Mobile JKN application has become an important part of the transformation of health services in the digital era. However, the use of the Mobile JKN application in the community is still not optimal. This study aims to analyze the relationship between perceived usefulness, perceived ease of use, attitudes toward use, and intention to use with the use of the Mobile JKN application. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The study population was JKN participants in the Rupit Community Health Center working area with a sample of 96 respondents selected using an accidental sampling technique. The research instrument used a structured questionnaire, while data analysis was carried out using the chi-square test and the calculation of the Prevalence Ratio (PR). The results showed a significant relationship between perceived usefulness (p = 0.045; PR = 2.02), perceived ease of use (p = 0.000; PR = 3.36), attitudes toward use (p = 0.017; PR = 3.31), and intention to use (p = 0.027; PR = 2.14) with the use of the Mobile JKN application. Perceived ease of use was the factor with the greatest risk value for not using the application. The conclusion of this study is that factors in the Technology Acceptance Model are related to the use of the Mobile JKN application, so that increasing ease, benefits, positive attitudes, and usage intentions need to be strengthened to increase sustainable use of the application.
Hubungan Karakteristik Individu dan Pengetahuan dengan Stigma pada Penderita Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Pakuan Baru Selvia; Rumita Ena Sari; Adila Solida; Arnild Augina Mekarisce
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v15i1.755

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global dengan beban kasus dan kematian yang tinggi, termasuk di Indonesia dan Provinsi Jambi. Selain faktor medis, stigma masyarakat merupakan hambatan utama dalam pengendalian tuberkulosis karena dapat menunda pencarian pengobatan. Stigma sering dipengaruhi oleh karakteristik individu dan tingkat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik individu dan pengetahuan dengan stigma terhadap penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dilakukan pada November 2025–Februari 2026. Sampel berjumlah 132 responden dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling dari tiga kelurahan. Variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, dan pengetahuan, sedangkan variabel dependen adalah stigma pada penderita tuberkulosis. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner teruji validitas dan reliabilitas, lalu dianalisis dengan uji Chi-Square dan menggunakan SPSS 25. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,000), usia (p=0,013), pendidikan (p=0,013), dan pekerjaan (p=0,008) dengan stigma pada penderita tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru. Sedangkan Jenis kelamin (p=0,668) dan status pernikahan (p=0,080) tidak berhubungan signifikan dengan Stigma pada Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Pakuan Baru. Peningkatan edukasi kesehatan dan akses informasi yang tepat diperlukan sebagai strategi utama untuk menurunkan stigma masyarakat terhadap penderita TB.
Evaluasi Program Posyandu Balita Menggunakan Model CIPP di Wilayah Kerja Puskesmas Kebun Kopi Kota Jambi Shirin Ebadi Rinaldi; Adila Solida; Muhammad Rifqi Azhary; Arnild Augina Mekarisce
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1672

Abstract

Posyandu Balita merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara rutin. Namun, pelaksanaan Program Posyandu Balita masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Posyandu Balita di wilayah kerja Puskesmas Kebun Kopi Kota Jambi menggunakan model evaluasi Context, Input, Process, dan Product (CIPP). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap petugas kesehatan, kader Posyandu, dan ibu balita. Analisis data dilakukan secara manual melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan Posyandu Balita telah dilaksanakan secara rutin setiap bulan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Namun, cakupan kunjungan balita masih belum mencapai target, dengan jumlah kehadiran berkisar antara 30% hingga 40% dari total sasaran. Beberapa kendala yang ditemukan antara lain keterbatasan sarana dan prasarana serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk datang ke Posyandu. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan program adalah dengan meningkatkan peran kader dalam kegiatan penyuluhan kesehatan, memperbaiki sarana pelayanan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu Balita.
Analisis Implementasi Program Gerakan Sekolah Sehat di SDN 198 Kota Jambi Fathiyah Nabila; Arnild Augina Mekarisce; Andree Aulia Rahmat; Adila Solida
Jurnal Penelitian Kesmasy Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL PENELITIAN KESMASY
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpksy.v8i2.2780

Abstract

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan menjelaskan bahwa salah satu cara dalam penyelenggaraan upaya kesehatan adalah melalui upaya kesehatan sekolah. Pada tahun 2024, Kemendikbudristek berkolaborasi dengan Kemenkes dan lembaga lainnya meluncurkan program Gerakan Sekolah Sehat. Ketidakikutsertaan SDN 198 Kota Jambi dalam Lomba Sekolah Sehat tingkat Kota Jambi tahun 2024 menyebabkan tidak terdapat bukti konkrit atas upaya peningkatan kesehatan siswa di sekolah. Tujuan penelitian untuk menganalisis implementasi program Gerakan Sekolah Sehat di SDN 198 Kota Jambi. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan desain studi kasus, mengacu pada teori implementasi kebijakan yang terdiri dari aspek komunikasi, sumber daya, struktur birokrasi, dan disposisi. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan total delapan informan. Hasil penelitian menunjukkan struktural dan manajerial berjalan dengan baik, namun dihadapkan pada tantangan perilaku kesehatan peserta didik. Pada aspek komunikasi dan birokrasi, sistem berjalan terstruktur, intensif, dan tanpa tumpang tindih, didukung oleh alur pelaporan berjenjang dan dukungan penuh dari Kepala Sekolah hingga guru pelaksana, dengan Dana BOS sebagai sumber pendanaan utama. Sumber daya manusia (SDM) dinilai kompeten dan dibekali secara rutin. Terdapat kekosongan pada kegiatan kesehatan jiwa, dan belum tersedianya fasilitas ruang Bimbingan Konseling (BK). Tantangan terbesar adalah disposisi peserta didik. Kesadaran kebersihan belum optimal dan perilaku tidak sehat cenderung berulang, memerlukan pengawasan yang ketat dan berkelanjutan.
ANALISIS PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI PUSKESMAS PUTRI AYU KOTA JAMBI DENGAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) Intan Permata; Muldiasman Muldiasman; Adila Solida; Arnild Augina Mekarisce
Jurnal Penelitian Kesmasy Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL PENELITIAN KESMASY
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpksy.v8i2.2932

Abstract

The development of information technology in the health sector encourages primary healthcare facilities, such as community health centers, to transition from manual recording systems to Electronic Medical Records (EMR). However, the success of EMR implementation is not only determined by the availability of technology but also by the level of user acceptance of the system. The PMK Regulation 24 of 2022 states that every healthcare facility is required to implement electronic medical records. The purpose of this research is to analyze the implementation of Electronic Medical Records at Puskesmas Putri Ayu in Jambi City using the Technology Acceptance Model (TAM) approach. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques thru in-depth interviews and direct observation. The subjects of this research are the Head of the Community Health Center, medical record officers, doctors, dentists, nurses, midwives, laboratory officers, pharmacists, and the Head of Administration. The object of this research is the Electronic Medical Record (EMR) using the Technology Acceptance Model (TAM) method. This research is reviewed from three aspects, namely perceived ease of use, perceived usefulness, and behavioral intention to use. According to the research findings, the implementation of Electronic Medical Records (EMR) at Puskesmas Putri Ayu shows positive results, as it is considered easy to use, beneficial in improving efficiency and service quality, and receives strong support from healthcare workers for sustainable use despite some technical challenges. Overall, it can be concluded that the implementation of EHR is very important to ensure it runs smoothly and as planned, including minimizing existing obstacles or issues and also improving the system to be better.