Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Buah Labu Air (Lagenaria Siceraria (Molina) Standl.) Dan Madu Multiflora Terhadap Salmonella Typhi Secara In Vitro Desta Astarina Saputri Toasa; K Kurniawan; Solikah Ana Estikomah
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 1 No. 1 (2023): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v1i1.3

Abstract

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak buah labu air (Lagenaria siceraria (Molina) Standl.) dan madu multiflora, serta aktivitas kombinasi keduanya dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi secara in vitro. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan 7 kelompok perlakuan yang terdiri dari 5 kelompok kombinasi ekstrak buah air dan madu multiflora yaitu konsentrasi 100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, 0%:100% v/v dan 2 kelompok kontrol positif dan negatif. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali pengulangan. Hasil: Hasil identifikasi senyawa menunjukkan bahwa ekstrak buah labu air mengandung saponin dan polifenol. Sedangkan madu multiflora tidak mengandung satupun senyawa metabolit sekunder baik alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan polifenol. Hasil uji antibakteri dengan metode difusi cakram menunjukkan bahwa semua konsentrasi kombinasi eksrak buah labu air dan madu multiflora memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi. Kesimpulan: Konsentrasi teraktif dari kombinasi ekstrak buah labu air dan madu multiflora dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi adalah konsentrasi 0%:100% v/v dengan diamter zona hambat sebesar 20.13 mm.
SOSIALISASI DAN EDUKASI DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH KEPADA PEKERJA DI UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR Fatihah, Nadia Iha; Estikomah, Solikah Ana
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAKes) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Kesehatan (JAKes)
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jakes.v2i1.44

Abstract

Demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang mempunyai sisik berwarna hitam putih pada tubuhnya. Penyakit ini memakan banyak korban jiwa dan banyak ditemukan di genangan air, tumpukan sampah, dan tempat yang kotor. Jumlah kasus demam berdarah yang dilaporkan Kementerian Kesehatan mengenai kasus penyakit demam berdarah yang memakan jiwa penduduk indonesia hingga kasus kematian sangat tinggi. Peristiwa tersebut memakan total 27 korban jiwa di wilayah Jawa Timur. Keadaan ini mungkin disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat sekitar untuk mencegah berkembangnya penyakit demam berdarah. Oleh karena itu, kami mahasiswi program studi farmasi mengadakan sosialisasi kepada para pekerja perempuan Universitas Darussalam Gontor. Sosialisasi ini juga bertujuan untuk membantu para pekerja memahami penyakit demam berdarah, termasuk pencegahan dan pengobatannya.
Kefir sebagai Minuman Fermentasi Fungsional dengan Aktivitas Antioksidan Kurniawan, ,; Estikomah, Solikah Ana; Sawitri, Satwika Budi
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 3 (2025): JIGF - September
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kefir merupakan minuman fermentasi yang dihasilkan melalui aktivitas simbiotik bakteri asam laktat dan khamir yang terdapat dalam kefir grain. Selain dikenal sebagai minuman probiotik, kefir juga dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan yang berperan penting dalam pencegahan stres oksidatif. Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis potensi kefir sebagai minuman fermentasi fungsional dengan aktivitas antioksidan berdasarkan bukti ilmiah terkini. Kajian meliputi karakteristik kefir, komponen bioaktif penyumbang aktivitas antioksidan, mekanisme aksi, metode pengujian, serta faktor-faktor yang memengaruhi kapasitas antioksidan kefir. Penulisan dilakukan melalui studi literatur terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional bereputasi yang diterbitkan dalam dua dekade terakhir. Secara umum, hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi kefir meningkatkan ketersediaan peptida bioaktif, polisakarida kefiran, vitamin, asam organik, dan senyawa fenolik yang berkontribusi signifikan terhadap aktivitas antioksidan. Namun, variasi hasil antarpenelitian masih ditemukan akibat perbedaan substrat, mikrobiota, dan kondisi fermentasi. Dengan demikian, kefir memiliki potensi besar sebagai minuman fungsional antioksidan, meskipun diperlukan standardisasi proses untuk memperoleh efek yang konsisten