Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI SERTA PELATIHAN PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH MENJADI SABUN CUCI DI KECAMATAN MANTINGAN KABUPATEN NGAWI JAWA TIMUR Rizki Awaluddin; Solikah Ana Estikomah; Satwika Budi Sawitri
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 4 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i4.713

Abstract

Used cooking oil is used cooking oil. Used cooking oil that is used repeatedly can cause disease, in addition, if it is disposed of directly into the environment, it can cause environmental pollution. The lack of public knowledge about the dangers of using used cooking oil will eventually have a negative impact, so there is a need for public education about the health risks of using used cooking oil and the need for training to recycle used cooking oil to make products that are beneficial and friendly to the environment. The purpose of this activity is to educate and provide skills through training provided to the community, especially PKK women in Sambirejo village about processing used cooking oil into solid soap. The method in community service is in the form of counseling accompanied by questions and answers, then demonstrations and practice are carried out. The material presented in the counseling was the understanding of used cooking oil and the dangers of consuming it, the impact of throwing waste directly into the ground/water, and how to recycle used cooking oil. Based on the results of the program implementation, it was found that making soap from used cooking oil was easily understood by partners from PKK women from Sambirejo Mantingan village. The sustainability of this program deserves to be maintained in order to increase the independence of the community through the manufacture of economically valuable products. Community empowerment through making soap from used cooking oil as an effort to provide benefits to the community. Making soap from used cooking oil is easily understood by partners.
Analisis Faktor-Faktor dalam Menggunakan Obat Herbal di Lingkungan Kampus UNIDA Gontor Amal Fadholah; Lija Oktya Artanti; Solikah Ana Estikomah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i1.5706

Abstract

Herbal asli Indonesia adalah tanaman obat yang tumbuh dan dibudidayakan di Indonesia dan digunakan secara turun temurun untuk tujuan kesehatan. Obat herbal yang beredar di Indonesia aman dikonsumsi dengan catatan bahwa produk tersebut sudah terdaftar di BPOM dan tidak mengandung bahan kimia obat (BKO) karena dapat membahayakan kesehatan dan berakibat fatal. Efektifitas obat herbal secara klinis masih belum didukung oleh bukti yang kuat dan konsisten. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor (feature, benefit dan function) yang mempengaruhi penggunaan produk herbal di lingkungan keluarga kampus UNIDA Gontor. Identifikasi obat herbal yang digunakan sesuai dengan keamanan produk dan manfaat yang diperoleh. Metode penelitian ini adalah mix method yaitu campuran kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan survey rapid assessment. Pengambilan sampel meggunakan metode purpossive sampling dan alat ukur berupa kuesioner dan panduan wawancara singkat dengan atribut features, benefit dan function. Hasil penelitian ditemukan penyebab pemilihan obat herbal alasan terbanyak yaitu alasan aman terhadap efek samping 25 orang, sunnah Rasul 20 orang, minim efek samping 20 orang, dan alasan lain 33 orang. Alasan berdasarkan persentase mengobati 18% dan mencegah penyakit 82%. Identifikasi terkait tingkat pemahaman responden tentang features antara lain: kemasan yang tidak layak digunakan berjumlah 64 orang dengan persentase 72%, dosis penggunaan 54%, kandungan bahan alam 67%, kemasan produk yang menarik 71%, label halal MUI 72%, serta label tanggal kadaluarsa 67%. Pemahaman benefit terkait obat yang efektif 62%, obat yang berkualitas 49%; rasa, bau dan warna obat herbal yang baik 48%, bentuk obat 70%, kemasan yang layak digunakan 71%, dan penyimpanan obat herbal 71%. Pemahaman function terkait komposisi obat herbal 11%, ketertarikan memahami cara kerja obat herbal 52%, kesesuaian indikasi obat herbal 31%, dan adanya efek samping 25%.
Pengaruh konsentrasi etanol terhadap aktivitas antibakteri ekstrak sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) pada pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis Rizky Dila Khairunnisa; Nurul Marfu'ah; Kurniawan Kurniawan; Solikah Ana Estikomah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v7i1.9301

Abstract

Salah satunya penyebab penyakit infeksi adalah bakteri Staphylococcus epidermidis. Infeksi bakteri pada umumnya dapat diobati dengan menggunakan antibiotik, namun menimbulkan efek samping misalnya resistensi. Salah satu bahan alam alternatif yang dapat digunakan sebagai antibakteri adalah sirih merah karena memiliki senyawa flavonoid, alkaloid, steroid, tannin dan minyak atsiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh konsentrasi etanol terhadap aktivitas antibakteri ekstrak sirih merah terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 kali perlakuan dan 4 kali pengulangan. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 60%, 70%, 80%, dan 90%. Uji in-vitro dilakukan menggunakan metode difusi cakram. Zona hambat yang dihasilkan kemudian dianalisis dengan SPSS 20.0 menggunakan One Way ANOVA taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  ekstrak etanol daun sirih merah memiliki kemampuan antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis (p < 0,05). Aktivitas antibakteri tertinggi terdapat pada ekstrak etanol 60% dengan rata-rata daya hambat sebesar 5.90 mm.
Formulasi Sediaan Gel Semprot Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) dan Uji Daya Hambat terhadap Bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes Solikah Ana Estikomah; Andi Sri Suriati Amal; Sri Fathiyah Safaatsih
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i1.5705

Abstract

Kersen (Muntingia calabura) merupakan salah satu tumbuhan liar yang belum dimanfaatkan secara optimal.Tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat dengan memanfaatkan daun atau buahnya. Penelitian ini bertujuan  untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% daun kersen dengan metode maserasi menjadi sediaaan gel semprot sebagai antijerawat serta mengetahui karakteristik fisik gel semprot ekstrak etanol daun kersen dan diuji aktivitas antibakterinya terhadap 3 bakteri penyebab jerawat, yaitu Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes. Analisis Data satistik menggunakan one way anova. Penelitian ini menunjukkan bahwa Ekstrak etanol daun kersen dapat diformulasikan sebagai gel semprot dan memiliki karakteristik yang stabil secara penampakan fisik, viskositas, pH dan pola penyemprotan.  Perbedaan konsentrasi karbopol 940 1%, 1,5% dan 2% pada formulasi gel semprot ekstrak etanol daun kersen berpengaruh pada nilai viskositas, pH, daya sebar dan bobot semprot sediaan. Uji formulasi gel semprot dengan konsentrasi karbopol 1,5% merupakan konsentrasi terbaik karena memiliki nilai viskositas, pH, dan pola penyemprotan sesuai dengan rentangan sediaan gel semprot yang baik. Formulasi Gel dengan karbopol 940 1%, 1,5% dan 2% stabil secara sentrifugasi, penampakan fisik, homogenitas dalam pengujianya 21 hari penyimpanan. Sediaan gel semprot ekstrak etanol daun kersen mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus, S. epidermidis, dan P. acnes ditunjukkan dengan adanya  zona bening yang menunjukkan adanya zona hambat.
Pemanfaatan Rhizopus oryzae Dalam Pengembangan Produk Olahan Susu (Keju) Halal Berbasis Bioteknologi Solikah Ana Estikomah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.5268

Abstract

Pertumbuhan industri pangan halal semakin pesat seiring pertambahan jumlah populasi Muslim dunia. Permintaan produk pangan halal oleh negara-negara non-muslim juga meningkat sejalan dengan peningkatan pemahaman masyarakat umum tentang proses-proses ketat untuk mencapai status halal. Bioteknologi mengalami perkembangan yang pesat hingga saat ini. Peranan bioteknologi sangat luas dalam aspek pemenuhan kebutuhan manusia salah satunya yaitu dalam industri makanan. Beberapa proses bioteknologi baik konvensional maupun modern tidak terlepas dari peranan mikroorganisme. Tujuan penelitian ini guna mengetahui pemanfaatan Rhizopus oryzae dalam  produk olahan pangan susu (keju) halal yang berbasis bioteknologi. Penelitian ini dilakukan dengan 3 (tiga) tahap yaitu tahap pertama pembuatan produk bioteknologi pangan. tahapan kedua adalah pembuatan diagram alir proses produksi produk. Tahap ketiga yaitu identifikasi resiko titik kritis kehalalan produk. Dari hasil penelitian menunjukkan Rhizophus oryzae  berpotensi sebagai starter dalam pembuatan keju berpotensi menggantikan rennet. Rennet mengandung enzim renin yang berperan menggumpalkan susu. Rennet dikategorikan halal, jika rennet berasal dari hewan halal dan proses penyembelihan sesuai dengan syariat islam.Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim sehingga dalam penyediaan pangan sangat memperhatikan aspek kehalalan.
Evaluasi Terapi Antibiotik pada Pasien Diare Akut Balita di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Tentara Dr. Soedjono Magelang Tahun 2018 Ruskiah Octavia; Wahyu Kumil Laila; Nadia Saptarina; Solikah Ana Estikomah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.5629

Abstract

Diare akut merupakan buang air besar lebih dari 3 kali perhari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari 14 hari. Terapi antibiotik merupakan salahsatu standar tatalaksana diare akut yang dianjurkan oleh WHO. Ketidaktepatan terapi antibiotik pada diare akut balita dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan terapi antibiotik pada pasien diare akut balita di instalasi rawat inap Rumah Sakit Dr. Soedjono Magelang tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental yang dilakukan dengan pengumpulan data rekam medik pasien rawat inap secara retrospektif sesuai dengan kriteria inklusi dan dianalisis dengan pedoman World Gastroenterology Organisation Acute Diarrhea in Adults and Children: A Global Perspective 2012 dengan metode deskriptif retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 34 sampel balita dengan diagnosa diare akut dan mendapat terapi antibiotik meliputi 91% tepat indikasi, 91% tepat obat, dan 85% tepat dosis.
Uji Daya Hambat Fraksi N-Heksan, Kloroform, dan Etanol Ekstrak Daun Kitolod (Isotoma longiflora (Wild.) Presl.) terhadap Bakteri Shigella sonnei Muthiah Rabbaniyyah; Solikah Ana Estikomah; Lija Oktya Artanti
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i1.5631

Abstract

Bakteri Shigella sonnei (golongan Shigella sp) merupakan bakteri patogen penyebab penyakit disentri basiler (shigellosis). Penyakit infeksi saluran pencernaan umumnya diobati antibiotik, tetapi seiring berjalannya waktu resistensi terhadap antibiotik sintesis ditemukan. Hal ini membuat pencarian bahan alam dengan efek antibakteri sebagai alternatif mulai dikembangkan. Salah satu bahan alam yang memiliki senyawa metabolit sekunder dengan efek antibakteri adalah daun kitolod (Isotoma longiflora (Wild.) Presl.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hambat fraksi n-heksan, fraksi kloroform, dan fraksi etanol ekstrak daun kitolod terhadap bakteri Shigella sonnei. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, dan selanjutnya dilakukan fraksinasi dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan ketiga pelarut dengan konsentrasi 10% v/v, 20% v/v, 30% v/v, dan 40% v/v. Pengujian daya hambat dilakukan dengan metode difusi sumuran pada media MHA, serta diukur zona hambat yang terbentuk. Skrining senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan metode KLT . Hasil penelitian diketahui bahwa seluruh fraksi dari ekstrak daun kitolod memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella sonnei, sedangkan fraksi teraktif didapatkan dari fraksi etanol dengan konsentrasi 40% v/v. Uji skrining menyatakan ekstrak daun kitolod mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan steroid.
Evaluasi Fisik Sediaan Kondisioner dengan Varian Ekstrak Rimpang Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K. Schum.) Solikah Ana Estikomah; Anugerah Suciati; Vita Kaunia
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.6648

Abstract

Rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) jenis tumbuhan yang sering dimanfaatkan sebagai obat herbal.  Rimpang lengkuas merah mengandung minyak atsiri terdiri dari metilsinamat, eugenol, senyawa flavonoid, alkaloid, steroid yang dapat berfungsi sebagai antijamur dan antibakteri, yang dapat berfungsi sebagai sediaan kondisioner. Sediaan kondisioner memiliki keunggulan lebih praktis dan merupakan salah satu sediaan semi padat yang digunakan untuk pemakaian luar dengan cara dioleskan pada bagian rambut setelah penggunaan shampo. Tujuan penelitian ini untuk mendapakan formulasi sediaan kondisioner dengan konsentrasi ektrak rimpang lengkuas 5%, 10%, dan 15%  pembanding yang digunakan dalam penelitian ini yaitu formulasi sediaan kondisioner tanpa zat aktif. Evaluasi fisik yang dilakukan dalam penelitian ini berupa uji stabilitas dengan metode cycling-test selama 6 siklus yaitu 12 hari yang mencakup uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, dan uji ketahanan krim. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa formula 2 merupakan formula yang terbaik dengan konsentrasi 5% ekstrak rimpang lengkuas merah. Berdasarkan uji organoleptik menunujukkan kondisioner pada penelitian ini memiliki bau khas rimpang lengkuas merah, berwarna coklat, berstektur lembut, kental, homogenitas yang stabil, nilai pH antara 5,6-6,3, nilai viskositas antara 5.061,0-18.398,0. Semua formulasi menunjukkan mengalami kenaikan dan penurunan selama waktu penyimpanan.
Penyuluhan Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Susu Etawa di Kelompok Peternak Kambing Etawa Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam Lilla Puji Lestari; Endang Endang; Jiarti Kusbandiyah; Solikah Ana Estikomah; Marniati Marniati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7668

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing usaha peternakan di kelompok peternak kambing Etawa Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam. Kegiatan ini didasarkan pada banyaknya UMKM usaha peternakan kambing Etawa di Desa tersebut dengan produknya berupa susu kambing segar.  Produk tersebut cukup terkenal sehingga memiliki banyak konsumen yang berasal dari luar kecamatan, akan tetapi konsep usaha peternakannya masih sangat tradisional dan belum terlalu berorientasi pada bisnis modern, oleh karenanya perlu adanya modernisasi melalui penyuluhan dan pendampingan tentang peningkatan kelembagaan, peningkatan budidaya kambing Etawa, dan peningkatan pengetahuan akan potensi susu kambing Etawa bagi kesehatan masyarakat. PkM dilaksanakan pada tanggal 7-10 Desember 2022, di balai desa Panglungan-Wonosalam-Jombang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan observasi lapang dilanjutkan dengan analisis deskriptif dengan membandingkan pre-test dan post test. Kegiatan dilakukan secara luring diikuti oleh 25 orang peternak yang berasal dari 3 kelompok ternak kambing Etawa. Hasil yang diperoleh dari PkM adalah 1) peningkatan pengetahuan peternak akan pentingnya kelembagaan peternak guna menuju organisasi bisnis (dari 5% menjadi 89%), 2). Terbentuknya kelembagaan peternak secara utuh dan terspesialisasi, 3). Meningkatnya pengetahuan peternak terkait dengan budidaya ternak kambing Etawa (dari 40% menjadi 95%), dan 4). Meningkatnya pengetahuan peternak terhadap potensi susu kambing Etawa bagi kesehatan masyarakat (dari 10% menjadi 87%). Kesimpulan dari PKM adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang kelembagaan, daya saing dan pengetahuan pentingnya susu kambing etawa untuk kesehatan dengan rencana tindak lanjut pendampingan dalam perbaikan kemasan, logo dan teknik penjualan.This Community Service (PkM) aims to increase the competitiveness of the livestock business in the Etawa goat breeder group, Panglungan Village, Wonosalam District. This activity is based on many Etawa goat farming businesses in the village whose product is fresh goat milk. This product is quite well-known, so it has many consumers from outside the sub-district; however, the concept of the livestock business is still very traditional and not very modern business oriented. Knowledge of the potential of Etawa goat milk for public health. PkM will be held on 7-10 December 2022 at the Panglungan-Wonosalam-Jombang village hall. The method used is counselling and field observation followed by descriptive analysis comparing the pre-test and post-test. The activity was conducted offline and attended by 25 breeders from 3 groups of Etawa goats. The results obtained from the PkM are: 1) increasing the farmer's knowledge of the importance of breeder institutions to lead to business organization (from 5% to 89%), 2). The establishment of a whole and specialized breeder institution, 3). Increased farmer knowledge related to Etawa goat farming (from 40% to 95%), 4). Increased farmer knowledge of the potential of Etawa goat milk for public health (from 10% to 87%). The conclusion from the PkM is: there is an increase in institutional knowledge, competitiveness and knowledge of the importance of Etawa goat milk for health with follow-up plans for assistance in improving packaging, logos and sales techniques. 
FORMULASI SEDIAAN BEDAK TABUR EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruitz & Pav.) iaisragen, iaisragen; Annisa, Firstiyani; Estikomah, Solikah Ana; Widyaratna, Indriyanti; Wahyuni, Sri
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 1 (2024): JIGF - Januari
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i1.31

Abstract

Tujuan: Penelitian ini mengenai formulasi bedak tabur ekstrak daun sirih merah yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik formulasi sediaan bedak tabur ekstrak daun sirih merah. Metode: Penelitian bersifat penelitian eksperimental. Pembuatan bedak tabur ekstrak daun sirih merah dibuat dengan 3 kali pengulangan. Kemuadian masing-masing pengulangan diuji serta diamati stabilitas fisik dan organoleptisnya. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan bedak tabur yaitu ekstrak daun sirih merah, magnesium oksida, zink oksida, metil paraben, talkum dan essesntial oil lavender. Pada setiap formula terdapat perbedaan konsentrasi yaitu perbedaan pada konsentrasi magnesium oksida yaitu 1%, 2%, dan 3%. Hasil: Data yang diperoleh dibandingkan dengan pustaka dan literature lalu dianalisis dengan uji one way ANOVA untuk data yang terdistribusi normal dan Kruskall Wallis untuk data yang tidak terdistribusi normal. Dari keempat formula mendapatkan hasil bahwa dari keempat formula memiliki perbedaan yang signifikan pada pH 0,00 (<0,05), dan perbedaan yang tidak signifikan pada sifat alir 0,885 (>0,005), sudut diam 0,438 (>0,05), kadar air (>0,05) dan daya lekat 0,363 (>0,05). Kesimpulan: Berdasarkan karakteristik bedak tabur dengan perbandingan Magnesium Oksida 1%, 2%, dan 3% yang telah melalui uji fisik dan uji organoleptis mendapatkan hasil bahwa dari keempat formula, formula 1 (F1) merupakan formula yang baik karakteristiknya dari segi daya lekat, pH, sifat alir, dan kadar air.