Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AGRIEKSTENSIA

Penggunaan Berbagai Macam Biopestisida Pada Tindakan Preventif Dan Kuratif Terhadap Ulat Daun (Plutella xylostella) Pada Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa subsp chinensis) P, Lita Hardyati; Hamyana, Hamyana; Pratiwi, Arum
AGRIEKSTENSIA Vol 18 No 2 (2019): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.576 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v18i2.426

Abstract

Tanaman sawi pakcoy merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Desa Wonorejo, Lawang. Plutella xylostella adalah salah satu hama utama tanaman ini. Larva merusak tanaman saat umur 2 minggu sampai 4 minggu, dengan memakan permukaan bawah daun tanaman sampai pada kerusakan berat sehingga tanaman tidak dapat tumbuh optimal ataupun dijual penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai biopestisida pada tindakan preventif dan kuratif terhadap P.xylostella telah dilakukan dari bulan april samapi juni 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah berbagai bipestisida P1= umbi gadung, P2= daun mimba, P3= daun pepaya, P4= daun sirsak. Faktor kedua adalah sisem tindakan T1= tindakan preventif dan T2= tindakan kuratif. Masing-masing dengan 5 kali ulangan. Parameter pada tindakan preventif adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah daun terserang , kemunculan hama, bobot basah per perlakuan dan bobot basah per satuan tanaman. Parameter pada tindakan kuratif adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah daun rusak, perkembangan hama, bobot basah per perlakuan dan bobot basah per satuan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pestisida nabati umbi gadung dengan dosis optimum 15ml/liter berpengaruh terhadap kemunculan ulat daun pada tindakan preventif dan perkembangan hama pada tindakan kuratif. Dari masing-masing sistem tindakan berpengaruh terhadap produksi tanaman sawi pakcoy. Penggunaan pestisida nabati umbi gadung dosis optimum 15ml/liter pada tindakan preventif memberikan pengaruh terbaik. Kata kunci— Biopestisida, Kuratif, Pakcoy, Plutella xylostella, Preventif
Penggunaan Ekstrak Daun Kirinyuh Dan Lama Perendaman Untuk Memperpanjang Masa Simpan Cabai Rawit Wulandari, Niken Yuni; Suryadi, Tatang; Pratiwi, Arum
AGRIEKSTENSIA Vol 18 No 2 (2019): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.933 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v18i2.429

Abstract

Ekstrak daun kirinyuh dapat dimanfaattkan untuk mempertahankan kesegaran produk sayuran karena mengandung senyawa steroid yang mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab kerusakan pada produk hortikultura terutama sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun kirinyuh pada cabai rawit dan lama perendaman yang terbaik untuk memperpanjang masa simpan cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium TPHP Politeknik Pembangunan Pertanian Malang pada bulan April - Mei 2019. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama perlakuan konsentrasi ekstrak daun kirinyuh I0 = 0%, I1= 25%, I2 = 50%, I3 = 75%, I4 = 100% dan faktor yang kedua faktor lama perendaman J0 = 1 detik, J1 = 10 menit, J2 = 20 menit, J3 = 30, J4 = 40 menit. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Pengamatan dilakukan sebanyak 5 kali pada parameter warna, kesegaran dan tekstur cabai rawit yang telah diberikan perlakuan yaitu pada 5 HSP, 8 HSP, 12 HSP, 15 H SP, dan 19 HSP. Hasil penelitian memenunjukkan konsentrasi ekstrak daun kirinyuh 25% berpengaruh untuk mempertahankan warna buah cabai rawit, namun lama perendaman tidak berpengaruh pada warna buah cabai rawit, sedangkan untuk mempertahankan kesegaran dan tekstur dibutuhkan konsentrasi sebesar 25% dan perendaman selama 20 menit. Kata kunci— Daun kirinyuh, lama perendaman, cabai rawit, masa simpan, pengawetan.
Co-Authors Abi Muhlisin Agus Sudaryanto Agustina Ika Wulandari Akbar, Faliza Aidul Alfianti, Ade Leta Aliya, Rita Ambarwati, Okki Chandra An Nuuru, Hakim Rasyid Ana Oktarisa Andriyani, Selvya Hesti Arief Wahyudi Jadmiko Arif Widodo Ariyanto, Fajar Athallah, Ilham Iqbal Budi Kristanto Devita Maharani Dian Hudiyawati Dimas Ria Angga Pribadi Dina Mayasari Dina Mayasari, Dina Dwi Ari, Purwaningtyas Lisa E. R. N, Hidayati, Eka Mutya Eka Nurhayati Enita Dewi Farid, Abdul Fitri, Aan Dwi Auliya Ganesa Gita Ayu Cahyani Hamyana Hari Kusnanto Hastara Dewi, Kenwi Hastono, Heru Puji Hemi Nursita Hudiawati, Dian Intan Roesyati Juli Muhamad Kartiko Kartiko, Juli Muhamad Kartinah Laksono Trisnantoro Lidiana, Exda Hanung maharani, arlin oktavika Maharani, Devita MH Dwi Nur Arif Muhammad Afandi Mulyono Mulyono Noor Alis Setiyadi Nugroho, Agustaria Budi Nugroho, Rino Ardhian Nurlaila Fitriani Nurlaila Fitriani nurmalasari, khani Nursita, Hemi P, Lita Hardyati Panggah Widodo Parjiyana Parjiyana Parjiyana Parjiyana, Parjiyana Putra, Adam Zegy Herlambang Raden Mohamad Herdian Bhakti Reni Kartika Sari Riswaka Sudjaswadi Rita Tri Subekti Rochmad - S. Sugiharto Sahuri Teguh kurniawan, Sahuri Teguh Saikhu, M. Saraswati, Kristanti Indah Selvya Hesti Andriyani Selvya Hesti Andriyani Setyorini, Fitri Ariani Shelvy Setyawati Sri Lestari Sri Mulyani Suasa Sugiharto Sujiyanti, Sujiyanti Sukotjo, Ivanda Andinar Sulastri Suryadi, Tatang Susilowati, Arlyn Dewi Syamsul Arifin Tiffany, Egidia Ulfah Nur Hanifah Umi Budi Rahayu Wahyudi, Chandra Tri Winarti, Wiwin Wisardoyo Wisardoyo Wiyoga, Aryasatya Cahya Wulandari, Niken Yuni Yuli Novitasari