Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Kayu Apu (Pistia stratiotes) untuk Menurunkan Kadar BOD, COD, dan Fosfat pada Air Limbah Laundry Safira Istighfari; Denny Dermawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak negatif yang ditimbulkan dari limbah laundry adalah pencemaran badan air yang disebabkan dari hasil proses pencucian baju oleh adanya kandungan nitrogen dan fosfat, sehingga menyebabkan kekeruhan dan menghalangi masuknya sinar matahari yang akan mengakibatkan terjadinya eutrofikasi. Berdasarkan hasil pengujian air limbah laundry dari salah satu usaha laundry di daerah Keputih, Surabaya diperoleh data kandungan BOD dalam air limbah laundry mencapai 103,74 mg/L, COD sebesar 239,25 mg/L dan fosfat sebesar 16 mg/L. Kandungan BOD, COD, dan fosfat ini melebihi baku mutu air limbah kegiatan laundry berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur nomor 52 tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya. Berdasarkan permasalahan yang ada, salah satu alternatif penyisihan BOD, COD, dan fosfat yang mudah, murah, dan efektif adalah teknik fitoremediasi menggunakan tumbuhan kayu apu (Pistia stratiotes). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi tumbuhan kayu apu dalam menurunkan kadar BOD, COD, dan fosfat pada air limbah laundry. Metode yang digunakan adalah eksperimen skala laboratorium menggunakan wadah berupa ember plastik yang diisi air limbah laundry 100%. Penelitian pendahuluan yang dilakukan adalah aklimatisasi tumbuhan selama 3 hari, selanjutnya dilakukan uji fitoremediasi selama 15 hari atau sampai tumbuhan mati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tumbuhan kayu apu mampu bertahan hanya sampai hari ke- 5 dengan persentase removal BOD, COD, dan fosfat pada air limbah sebesar 8,753%, 20,033%, dan 46,875%.
Identifikasi Komponen FAME(Fatty Acid Methyl Ester) pada Biodiesel yang Disintesis dari Minyak Goreng Bekas Rakhmad Faizal Yudha; Adhi Setiawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak goreng bekas merupakan salah satu minyak nabati yang dihasilkan dari kelapa sawit. Selama ini minyak goreng bekas merupakan limbah bagi ibu rumah tangga, bahkan dibuang sembarangan. Minyak goreng bekas dapat digunakan alternatif sebagai pengganti solar dikarenakan sifat komposisi fisika-kimia antara biodiesel dan solar yang memiliki kemiripan. Potensi dari minyak goreng bekas adalah ketersediaan produksinya kontinyu dibandingkan jenis bahan yang lain. Minyak goreng bekas dapat digunakan sebagai biodiesel dengan catatan dilakukan proses ­de-gumming, esterifikasi dan transesterifikasi terlebih dahulu. Tujuan pada penelitian ini adalah mengidentifikasi komposisi FAME yang dilakukan menggunakan alat GC-MS pada biodiesel dari bahan dasar minyak goreng bekas dengan metode yang sudah ada, yaitu dengan proses de-gumming, esterifikasi, dan transesterifikasi terlebih dahulu. Hasilnya yaitu minyak goreng bekas yang disintesis menjadi biodiesel memiliki yield 71,43% dengan kandungan FAME sebesar 99,35% yang terdiri atas metil palmitat, metil oleat, metil stearat, dan metil miristat masing-masing 49,08%, 44,62%, 4,01%, dan 1,68%.
Komparasi Efektivitas Karbon Aktif Pabrikan, Karbon Aktif Tempurung Kelapa dan Karbon Aktif Kayu Mahoni terhadap Penurunan Nilai BOD, TSS dan Turbidity Febi Oktafiharto; Adhi Setiawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa Parameter air limbah dalam sebuah indusrti farmasi tidak memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan, parameter tersebut adalah BOD, TSS dan turbidity. Salah satu cara untuk menurunkan nilai dari parameter tersebut adalah dengan menggunakan karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas karbon aktif pabrikan, karbon aktif tempurung kelapa dan karbon aktif kayu mahoni dalam penurunan nilai BOD, TSS dan turbidity jika ditinjau dari efisiensi removal BOD, TSS dan turbidity dengan variasi massa karbon aktif (200 gram dan 300 gramn) dan waktu operasional karbon aktif (2,5 menit, 5 menit, 7,5 menit dan 10 menit). Efisiensi removal BOD, TSS dan turbidity karbon aktif tempurung kelapa dengan massa 300 gram selama 7,5 menit merupakan yang tertinggi diantara lainnya, dimana efisiensi removal BOD mencapai 64,6%, efisiensi removal TSS mencapai 77,8% dan efisiensi removal turbidity mencapai 78,46%.
Penurunan Konsentrasi COD, TSS, dan Fluoride pada Limbah Cair Industri Asam Fosfat Menggunakan Elektrokoagulasi Herdika Afiant Bimantara; Adhi Setiawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu industri asam fosfat menghasilkan air limbah dari berbagai proses seperti kegiatan blowdown, pencucian gypsum, dan kondensat. Air limbah tersebut diolah pada unit Waste Water Treatment (WWT) dengan metode koagulasi flokulasi kimia. Penggunaan bahan kimia yang tinggi serta perlengkapan mekanik dalam chemical preparation memiliki operating cost yang cukup besar. Terdapat teknologi pengolahan air limbah yang dinamakan elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi merupakan metode pengolahan air limbah yang dapat meminimalisir bahkan tidak membutuhkan bahan kimia, sehingga perlu dilakukan sebuah penelitian tentang pengolahan air limbah industri asam fosfat menggunakan metode elektrokoagulasi. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan reaktor dengan dimensi 25 cm x 30 cm x 25 cm serta pelat elektroda aluminium sebesar 0,1 cm x 5 cm x 20 cm. Air limbah yang digunakan berasal dari industri asam fosfat dengan volume sebesar 13,5 liter diolah secara batch lalu diukur konsentrasi dari COD, TSS, dan Fluoride. Hasil pengukuran kandungan COD, TSS, dan Fluoride dianalisis pengaruh dari nilai tegangan yang digunakan yakni 10 Volt, 20 Volt, dan 30 Volt dengan jarak antar pelat elektroda sebesar 0,5 cm. Dari penelitian ini didapatkan penurunan konsentrasi tertinggi untuk COD adalah 640,675 mg/liter; TSS sebesar 701,955 mg/liter; dan Fluoride sebesar 15,615 mg/liter dengan menggunakan tegangan listrik sebesar 30 V.
Recovery Amonium Hidroksida (NH4OH) dari Limbah Regenerasi Mengandung (NH4)2SO4 dengan Menggunakan Distilasi Vakum Asadina Kusma Cahyaninggalih; Adhi Setiawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amonium hidroksida (NH4OH) adalah senyawa basa bentuk dari amonia (NH3) yang terionisasi dan terlarut dalam air. Amonia bereaksi secara reversibel dengan air menghasilkan ion amonium (NH4+) dan ion hidroksida (OH-). Amonium hidroksida digunakan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menerapkan All Volatile Treatment sebagai pengatur pH air baku pada kisaran 9,1 – 9,4 agar peralatan terjaga dari korosi dan juga untuk menghindari kondiktivitas melebihi 0,2 µS/cm agar tidak terjadi scalling. Terdapat unit Condensate Polisher yang berfungsi sebagai proteksi apabila Condenser mengalami kebocoran. Di dalamnya terjadi proses ion exchange oleh resin kation-anion untuk menukar ion NH4+, Na+, Cl-,SO42-. Seiring waktu resin tersebut akan jenuh, sehingga dilakukan proses regenerasi. Limbah regenerasi ini mengandung ion NH4+ dalam senyawa (NH4)2SO4 yang selanjutnya akan diproses di Ammonia Recovery Plant (ARP) untuk direcovery menjadi NH4OH. Penelitian ini dilakukan untuk mengetehui pengaruh pH (8, 9, 10, 11, 12) dan temperatur (52⁰C, 57⁰C, 62⁰C, 67⁰C, 72⁰C) terhadap recovery NH4OH dari limbah regenerasi Condensate Polisher. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat distilasi skala laboratorium pada tekanan vakum 40 kPa selama 120 menit dan analisanya menggunakan metode Spektrofotometri. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa recovery NH4OH dengan hasil paling besar adalah pada kondisi pH 12 dan tempratur 62⁰C yaitu dengan persen recovery sebesar 61,08 %.
Pemodelan Pola Sebaran NO2 Pada Musim Hujan Dari Cerobong PT. PJB UP Gresik Ikka Widyasari; Ahmad Erlan Affiuddin; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. PJB UP Gresik sebagai salah satu industri pembangkit listrik telah menghasilkan gas buang berupa NO2.Gas NO2 ini dikeluarkan melalui cerobong dan nantinya akan menyebar menuju daerah di sekitarnya,sehingga perlu adanya penelitian mengenai sebaran gas NO2 tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengidentifikasi pola sebaran NO2 yang dihasilkan oleh cerobong pada musim hujan. Pada penelitian inidipilih model Dispersi Gauss untuk memodelkan sebaran gas NO2 yang dihasilkan oleh cerobong dansoftware Golden Surfer untuk membantu proses penyelesain penggambaran pola sebaran emisi NO2. Hasilpenelitian menunjukkan semakin jauh jarak titik penerima dari sumber emisi maka semakin kecil konsentrasiyang diterima. Konsentrasi NO2 tertinggi berdasarkan hasil simulasi menghasilkan nilai 405,42 μg/m3 padakoordinat 683593,91 m ; 9207119,41 m. Hasil konsentrasi tersebut dapat digolongkan kedalam range baikberdasarkan Keputusan Kepala Bappedal Nomor 107 Tahun 1997 tentang Perhitungan Dan Pelaporan SertaInformasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
Pengaruh Waktu Delignifikasi terhadap Karakteristik Selulosa dari Daun Nanas dan Jerami Egata Dwi Veptiyan; Mirna Apriani; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selulosa merupakan senyawa dominan penyusun struktur dari tumbuhan seperti yang ditemukan di dalam daun nanas dan jerami. Selulosa memiliki gugus fungsi hidroksil dan karboksil yang berpotensi untuk menyerap logam berat. Untuk memecah ikatan antara lignin dan selulosa maka diperlukan proses delignifikasi. Pada umumnya proses delignifikasi atau penghilangan lignin dilakukan dengan larutan alkali. Proses ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik selulosa dari daun nanas dan jerami. Proses delignifikasi dilakukan menggunakan NaOH 9% dengan variasi waktu 70 menit dan 90 menit. Daun nanas dan jerami sebelum dan sesudah delignifikasi dianalisis dengan menggunakan metode chesson, SEM, dan XRD. Hasil analisis metode chesson menunjukkan bahwa kandungan selulosa tertinggi daun nanas dan jerami dihasilkan dari proses delignifikasi selama 70 menit. Kadar selulosa daun nanas dan jerami sebesar 59,12% dan 57,78% dengan kandungan lignin sebesar 10,78% dan 8,28%. Hasil analisis SEM menunjukkan daun nanas dan jerami sebelum mengalami delignifikasi memiliki morfologi permukaan yang halus, padat, dan rapat, setelah mengalami proses delignifikasi morfologi permukaan menjadi kasar dan renggang. Hasil analisis XRD menunjukkan puncak pada 2q sekitar 18° dan 23°. Kristalinitas tertinggi daun nanas dan jerami pada proses delignifikasi selama 90 menit, sebesar 65,97% dan 71,77% dengan kadar lignin turun hingga mencapai 16,25% dan 31,77%.
Analisis Pengaruh Waktu Deasetilasi terhadap Karakteristik Kitosan dari Cangkang Kepiting Citra Eripramita Yunus; Adhi Setiawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitosan merupakan produk deasetilasi kitin yang merupakan polimer rantai panjang glukosamin (b-1,4-2 amino-2-dioksi-D-Glukosa). Kitosan terbentuk pada proses penghilangan gugus asetil yang dilakukan setelah tahap demineralisasi dan deproteinasi. Kitosan memiliki banyak kegunaan, seperti sebagai koagulan dalam pengolahan limbah cair. Sebagai bahan baku utama dalam proses pembuatan biasanya digunakan limbah berupa cangkang dari hewan crustacea seperti kepiting. Salah satu parameter penting dalam mengetahui karakteristik kitosan yaitu derajat deasetilasi. Derajat deasetilasi (DD) menentukan seberapa besar persentase penghilangan gugus asetil yang diubah menjadi NH2 (amina). Pada penelitian ini, nilai derajat deasetilasi dioptimalkan dengan menggunakan variasi waktu kontak (4 jam, 5 jam, 6 jam) dengan suhu 125 °C pada tahap deasetilasi. Berdasarkan hasil analisa FT-IR (Fourier Transform Infra-Red) dengan menggunakan Baseline Method pada kitosan cangkang kepiting dapat diketahui nilai DD meliputi 62,4%, 72,2% dan 76,1%. Peningkatan nilai DD ini seiring dengan peningkatan waktu deasetilasi.
Sintesis dan Karakterisasi TiO2-Karbon Aktif Tempurung Kelapa sebagai Photocatalyst Agent dalam Pengolahan Limbah Cair Batik Putri Dwi Anggraini; Adhi Setiawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi industri batik banyak menggunakan bahan kimia dan pewarna sintetis dalam proses produksinya. Limbah cair yang dihasilkan, apabila tidak diolah akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu metode alternatif dalam pengolahan limbah cair batik yaitu metode fotokatalis. Kelebihan metode fotokatalis yaitu dapat mendegradasi bahan anorganik dan bahan organik, biaya operasi yang rendah dan ramah lingkungan. Penelitihan ini bertujuan sintesis dan karakterisasi TiO2/C sebagai photocatalyst agent dalam pengolahan limbah cair batik. Karakterisasi yang digunakan meliputi pengujian kualitas arang aktif teknis, FTIR, dan XRD. Kualitas karbon aktif telah memenuhi (SNI) 06-3730-1995 tentang syarat mutu karbon aktif teknis powder. Pengujian XRD dari hasil sintesis didapatkan TiO2 tipe anatase. Hasil pengujian FTIR karbon aktif terbaca gugus fungsi O-H, C=C, C-O dan gugus C-C. FTIR TiO2 dan sintesis TiO2/C terbaca gugus Ti-O-C dan Ti-O-Ti.
Penurunan Kadar Fluoride dan COD pada Industri Asam Fosfat Menggunakan Kombinasi Metode Presipitasi Elektrokoagulasi dengan Elektroda Alumunium Nadya Ayu Arianingtyas; Adhi Setiawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembuatan asam fosfat akan menghasilkan air limbah yang perlu dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke badan air. Air limbah atau yang disebut dengan Acid Water (AW) dihasilkan dari blowdown proses SWC (Shutdown Water Cleaning) di unit Phosporic Acid Plant (PA) dan kondensat steam di unit Sulfuric Acid Plant (SA). Proses pengolahan limbah menggunakan bahan kimia, membutuhkan perlengkapan mekanik serta biaya yang cukup besar. Teknologi pengolahan air limbah yang lain dibutuhkan sebagai alternatif pengolahan yang lebih efisien yaitu meggunakan kombinasi metode presipitasi elektrokoagulasi. Kombinasi metode presipitasi elektrokoagulasi merupakan metode pengolahan air limbah yang dapat meminimalisir bahan kimia dan biaya yang lebih murah, sehingga perlu dilakukan sebuah penelitian tentang pengolahan air limbah fluoride industri asam fosfat menggunakan kombinasi metode presipitasi elektrokoagulasi. Penelitian dilakukan menggunakan reaktor presipitasi dan elektrokoagulasi, menggunakan presipitan Ca(OH)2, serta pelat elektroda alumunium dengan ukuran 10 cm x 20 cm. Air limbah fluoride yang digunakan berasal dari industri asam fosfat dengan volume sebesar 10 liter diolah secara batch dengan tahapan pengolahan presipitasi kemudian elektrokoagulasi lalu diukur konsentrasi dari COD dan fluoride. Hasil pengukuran kandungan COD dan fluoride dianalisis berdasarkan pengaruh dari nilai tegangan yang digunakan yakni 17 Volt, 22 Volt, dan 27 Volt. Nilai tegangan listrik yang semakin meningkat, didukung dengan kondisi pH 9 dan waktu kontak selama 60 menit, maka penurunan konsentrasi fluoride dan COD meningkat semakin baik. Penurunan terbesar fluoride adalah 99,96% dengan konsentrasi 0,58 mg/L dan COD 65,24 % dengan konsentrasi 8,87 mg/L dengan menggunakan tegangan listrik sebesar 27 V.
Co-Authors Adhi Setiawan Adhi Setiawan Agung Nugroho Ahmad Erlan Affiuddin Ahmad Erlan Afiuddin Ahmad Erlan Afiuddin Aisyah Nur Rahmadania Alma Vita Shopia Alma Vita Sophia Am Maisarah Amelia Novitrie, Nora Anggun Dwi Setia Ningsih Arianingtyas, Nadya Ayu As-sajdah, Gumelar Muluk Asadina Kusma Cahyaninggalih Ashifa, Naura Aqillafasha Aulia Binta Safira Aulia Diva Satriavi Ayu Nindyapuspa Ayu Nindyapuspa Azzahro, Annisa Bagas Adhiwangsa Bambang Antoko Bella Naziel Iqmalia Bhagaskara Cipta Linuwih Cahyono, Luqman Chelvin Sugiarto Citra Eripramita Yunus Citra Eripramita Yunus Denny Dermawan Denny Dermawan Denny Dermawan Denny Dermawan Dewi One Dira Pratiwi Dhiya’ Arnada Ramadhani Dika Rahayu Widiana Dimas Adi Wijaya Dira Pratiwi, Dewi One Dwi Rasy Mujiyanti Egata Dwi Veptiyan Erlan Afiuddin, Ahmad Faa’iz Samanta Rachmadani Fajrin, Roihana Fani Firmansyah Fatmawati, Meilinda Eka Febi Oktafiharto Fitria Nur Hamidah Ghea Abbyah Nur Gigih Alam Pambudi Gusma Hamdana Putra Haekal Irfan Titan Prianto Herdika Afiant Bimantara Ibnu Khusnuz Zain Ikka Widyasari Ilham Ngudyana Imam Hambali Azhori Inas Aidah Fikriyah Indri Santiasih Jannah, Nabillah Rodhifatul Jesicca Fatma Dewi Karina Larasati Gunawan Khofifah Hadi Lestari Luqman Cahyono Luqman Cahyono Lutfi Wicaksono M Arya Maliki Syah Putra M. Miftah Khoironi M. Rizal Fahmi Meilinda Eka Fatmawati Mirna Apriani Mitha Amelia Anjani Moch Luqman Ashari Moch. Luqman Ashari Mochammad Choirul Rizal Moh. Fikri Rizaldi Muhamad Ari Muhammad Ikhwan Habib Nabila Antarisna Nabillah Rodhifatul Jannah Nadya Ayu Arianingtyas Naura Aqillafasya Ashifa Nella Maulidiyatul Jannah Ngudyana, Ilham Nindyapuspa, Ayu Nora Amelia Novitrie Nora Amelia Novtitrie Novitrie, Nora Amelia Nurhidayati, Dyah Isna nurul aliya Pinang Azzah Lutfiah Putri Anjarwati Putri Dwi Anggraini Rafi Narariya Ramadhan Rakhmad Faizal Yudha Rama Hasan Ababil Ramadhani, Dhiya’ Arnada Ria Rismawati Rizki Medy Prasetyo Rizki Noviana Damayanti Roihana Fajrin Safira Istighfari Satriavi, Aulia Diva Setiani, Vivin Setiawan, Shinta Dewingga Siti Muthi’ah Tanti Utami Dewi Tanti Utami Dewi Tarikh Azis Ramadani Ulvi Pri Astuti Utami Dewi, Tanti Utomo, Agung Prasetyo Veptiyan, Egata Dwi Vivin Setiani Widiyastuti Widiyastuti Yusron Khoiru Nadhori Zauzan Billah