Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Volume Aktivator EM 4 (Effective Microorganism 4) pada Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Cair Tahu dan Tanaman Eceng Gondok (Eichornia crassipes) Jesicca Fatma Dewi; Novi Eka Mayangsari; Mirna Apriani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair industri tahu mengandung bahan organik yang tinggi sehingga perlu dilakukan pemanfaatan untuk mencegah terjadinya permasalahan lingkungan. Adanya kandungan bahan organik pada limbah cair tahu dapat dimanfaatkan sebagai produk yang memiliki nilai ekonomis seperti pupuk organik cair (POC). Tanaman eceng gondok dijadikan penambahan bahan organik pada penelitian ini dikarenakan tanaman eceng gondok dapat meningkatkan kandungan C-organik dan Nitrogen total pada pupuk. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh variasi volume EM 4 terhadap parameter kimia (pH, C-organik, N-total, P2O5, K2O). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode fermentasi. Proses fermentasi berlangsung selama 10 hari dengan kondisi anaerob. Hasil penelitian terbaik yaitu pada penambahan volume EM 4 sebanyak 60 ml dengan komposisi bahan 5:1 (v/v). Variasi tersebut memiliki pH 5,2 dan mengandung 0,43% C-Organik; 0,025% N-Total; 0,0023% P2O5; 0,132% K2O.
Perencanaan Tempat Penampungan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (TPS Limbah B3) di Pelabuhan Tanjung Perak Ilham Ngudyana; Novi Eka Mayangsari; Alma Vita Sophia
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Tanjung Perak memiliki fasilitas untuk proses bongkar muat kapal. Saat melakukkan aktivitas bongkar muat dibutuhkan alat bantu operasional seperti: mobil pick up, forklift, ekskavator, dan alat berat lainnya. Alat bantu operasional tersebut memerlukan perawatan rutin dan selama proses perawatan terdapat limbah B3 yang dihasilkan. TPS limbah B3 adalah bangunan untuk menyimpan Limbah B3 oleh penghasil limbah B3. Perencanaan TPS limbah B3 ini bertujuan untuk menentukan karakteristik dan desain bangunan. Perencanaan TPS limbah B3 berlokasi pada daerah bebas bencana. Blok limbah B3 direncanakan untuk limbah B3 yang memiliki karakteristik sama. Luasan TPS limbah B3 yang didapat sebesar 1200 cm2. Limbah B3 yang terdapat pada Pelabuhan Tanjung Perak memiliki karakteristik berbahaya terhadap lingkungan. Limbah B3 oli bekas memiliki karakteristik lain seperti cairan mudah terbakar dan beracun. Kain majun dan filter oli bekas memiliki karakteristik lain seperti padatan mudah terbakar. Accu bekas memiliki karakteristik lain seperti beracun dan cairan mudah korosif. Bangunan TPS limbah B3 mempunyai dimensi 12 m x 10 m dengan total luas area 120 m2.
Pemanfaatan Abu Insinerator Rumah Sakit dengan Campuran Serbuk Cangkang Bekicot sebagai Material Agregat Halus terhadap Kuat Tekan Paving Block Ghea Abbyah Nur; Novi Eka Mayangsari; Luqman Cahyono
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas kesehatan menghasilkan limbah yang bersifat infeksius dan berbahaya bagi lingkungan, hasil pembakaran limbah infeksius dengan insinerator di RSUD Dr Soetomo Surabaya dilakukan 4 kali sehari dan didapatkan hasil abu dari pembakaran insinerator sebesar 0,0161 m3/hari dengan mengandung kontaminan logam berat. Pemanfaatan cangkang bekicot yang belum maksimal, mulai dari bekicot hanya dimanfaatkan sebagai kuliner dan sebagian besar cangkangnya dibuang ke sungai. Penelitian ini berupaya untuk memanfaatkan abu hasil pembakaran insinerator rumah sakit dan serbuk cangkang bekicot sebagai material agregat halus yang digunakan sebagai paving block. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh uji kuat tekan paving block. Analisa penelitian yang dilakukan berupa pengujian kuat tekan pada paving block dengan komposisi campuran abu insinerator rumah sakit dan ditambahkan serbuk cangkang bekicot dengan substitusi agregat halus sebesar 0%+0%, 2%+0%, dan 4%+3% untuk umur beton 28 hari dengan faktor air semen 0,40. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kuat tekan paving block tertinggi pada variasi komposisi abu insinerator 2% yaitu sebesar 39,36 MPa memiliki mutu B sesuai dengan standar SNI. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin banyak substitusi abu insinerator rumah sakit dengan campuran serbuk cangkang bekicot yang digunakan, dapat mempengaruhi penurunan nilai kuat tekan pada pavingblock.
Kajian Teknis Pemanfaatan Limbah Spent Bleaching Earth sebagai Substitusi Agregat Halus pada Paving Block dengan Penambahan Cangkang Kulit Kerang Hijau Muhammad Ikhwan Habib; Novi Eka Mayangsari; Moch. Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spent Bleaching Earth (SBE) merupakan salah satu limbah dari proses pemucatan minyak kelapa sawit yang kaya akan senyawa pozzolan. Berdasarkan penelitian terdahulu material SBE apabila digunakan sebagai bahan pengganti maka mutu paving block yang dihasilkan tidak lebih baik dari mutu paving block tanpa SBE, sehingga untuk meningkatkan mutu maka diperlukan material tambahan salah satunya adalah cangkang kulit kerang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penggunaan material SBE sebagai bahan pengganti dengan bahan tambahan cangkang kulit kerang terhadap kelayakan mutu paving block. Pada penelitian ini perbandingan semen dan pasir yangdigunakan adalah 1;4, FAS 0,35, dengan 4 variasi substitusi limbah SBE 0%,10%,15% dan 20% selain itu ditambahkan 5% cangkang kerang dari berat total semen yang digunakan. Hasil penelitian didapatkan bahwa formulasi terbaik adalah paving block dengan formulasi substitusi 10% limbah SBE dengan nilai kuat tekan sebesar 40,4 MPa, berdasarkan hasil kuat tekan rata-rata menunjukkan bahwa formulasi substitusi 10% termasuk kedalam paving block dengan kelas mutu A.
Life Cycle Assessment (LCA) pada Proses Pengolahan Sampah di TPA Karangdiyeng Kabupaten Mojokerto Rama Hasan Ababil; Novi Eka Mayangsari; Alma Vita Shopia
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi eksisting di TPA Karangdiyeng saat ini menggunakan metode pengolahan sanitary landfill, metodesanitary landfill merupakan metode konvensional yang membutuhkan lahan yang cukup luas serta memiliki dampak negatif terhadap lingkungan sekitar berupa pencemaran dari produksi air lindi dan gas landfill. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak lingkungan pada proses pengolahan sampah dan menentukan alternatif mitigasi terbaik untuk mereduksi dampak. Penilaian dampak menggunakan pendekatan metode Life Cycle Assessment (LCA), dengan software SimaPro 9.0.3.0 dan menggunakan metode EDIP 2003. Hasil analisis LCA menunjukkan kontribusi dampak Global Warming 100a sebesar 12,1 kPt, Ozone Formotion (Vegetation) sebesar 21 kPt, Ozone Formotion (Human) sebesar 35,5 kPt, Acidification sebesar 1,43 kPt, Terrestrial eutrophication sebesar 0,963 kPt, Aquatic eutrophication EP(N) sebesar 0,716 kPt, Human toxicity air sebesar 0,0459 kPt, dan Human toxicity water sebesar 0,348 kPt..Hasil analisis hotspot menunjukkan Ozone Formotion (Human) sebagai dampak terbesar dengan nilai 35,5 kPt (49,21065%).
Studi Kuat Tekan Pemanfaatan Copper Slag sebagai Substitusi Pasir untuk Batako Pejal Rizki Medy Prasetyo; Novi Eka Mayangsari; Moch. Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Copper slag merupakan salah satu limbah dari proses Industri peleburan dan pemurnian tembaga yang memiliki karakteristik fisik dan kimiawi menyerupai agregat halus pasir. Tercatat pada tahun 2021, salah satu industri peleburan tembaga di Jawa Timur menghasilkan limbah tembaga (Copper slag) sebanyak 665.000 ton per tahun yang belum dimanfaatkan seluruhnya. Berdasarkan beberapa penelitian, penggunaan Copper slag sebagai material penyusun beton banyak dilakukan. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknik solidifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penggunaan material Copper slag sebagai bahan pengganti agregat halus batako pejal. Perbandingan semen dan pasir yang digunakan pada penelitian ini adalah 1:5, FAS (0,45), dengan 4 variasi substitusilimbah Copper slag 0%,10%,15% dan 20%. Tiap variasi di uji kuat tekan setelah benda uji berusia 28 hari. Pengujian karakteristik Copper slag dilakukan melalui pengujian XRF dan SEM. Hasil dalam penelitian ini didapatkan nilai kuat tekan pada umur 28 hari untuk komposisi 0%, 10%, 15%, 20% masing-masing sebesar 105,83 kg/cm2; 112,92 kg/cm2; 143,89 kg/cm2; dan 103,19 kg/cm2. Kuat tekan optimum yang memenuhi mutu tingkat B2 pada substitusi limbah 15%.
Variasi Penambahan Asam Sulfat terhadap Kualitas Pelumas Hasil Pemurnian menggunakan Metode Acid-Clay Treatment M. Miftah Khoironi; Novi Eka Mayangsari; Adhi Setiawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri galangan kapal merupakan salah satu industri yang menghasilkan limbah pelumas. Galangan kapal yang ada di Lamongan menghasilkan limbah pelumas sebesar ±64.800 liter per tahun. Berdasarkan PP No. 101 Tahun 2014 limbah pelumas bekas termasuk limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3). Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 diharuskan untuk mengelola limbah tersebut. Pemurnian merupakan salah satu solusi untuk memurnikan pelumas agar dapat dimanfaatkan kembali. Penelitian ini menggunakan metode acid-clay treatment dengan asam sulfat sebagai asam kuat dan bentonit sebagai adsorben. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis konsentrasi optimum asam sulfat dengan konsentrasi 5%wt, 8%wt dan 10%wt. Clay treatment dilakukan dengan menggunakan konsentrasi bentonit 50%. Parameter yang digunakan sebagai indikator kualitas yaitu densitas, viskositas kinematik dan warna Didapatkan hasil optimum dengan variasi asam sulfat 10%. Hasil penelitian menghasilkan pelumas dengan densitas 0,8546 g/ml, viskositas kinematik 147,3713 cSt dan warna 6,0. Pelumas hasil pemurnian hanya memenuhi standar untuk parameter viskositas kinematik, belum memenuhi standar untuk parameter densitas dan warna.
Penggunaan Air Laut dan Air Tawar sebagai Media Curing Terhadap Kuat Tekan Beton Pemanfaatan Copper Slag sebagai Substitusi Semen Faa’iz Samanta Rachmadani; Novi Eka Mayangsari; Moch. Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pemurnian dan peleburan tembaga menghasilkan limbah berupa copper slag yang menurut PP 22 Tahun 2021 dikategorikan sebagai limbah B3. pada tahun 2021 copper slag yang dihasilkan oleh PT. Smelting Gresik sebanyak 655.000 Ton per-tahun yang belum optimal pemanfaatannya. Penelitian ini dilakukan pemanfaatan limbah copper slag sebagai bahan substitusi semen pada beton. Terdapat kemiripan karakteristik antara copper slag dan semen, yaitu pada oksida yang terkandung serta bentuk dan struktur baik dari copper slag dan semen. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan substitusi limbah sebesar 0%, 15%, 20%, dan 25% terhadap berat semen. Perencanaan mix desain menggunakan SNI 03-2834-2000 dengan faktor air semen sebesar 0,45 dan dilakukan curing dengan media air tawar dan air laut. Kuat tekan beton subtitusi copper slag pada umur 7 hari sebesar 20,00 MPa; 20,24 MPa; 19,04 MPa; dan 17,18 MPa pada curing air tawar dan 19,47 MPa; 19,39 MPa; 17,14 MPa; dan 16,22 MPa pada curing air laut.
Penurunan Kadar COD Air Limbah Industri Tempe dengan Metode Fitoremediasi Menggunakan Tanaman Typha latifolia Zauzan Billah; Tanti Utami Dewi; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair salah satu industri tempe di daerah Sidoarjo memiliki kadar COD yang melebihi baku mutu yaitu sebesar 15.360 mg/L. Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya menyatakan bahwa baku mutu COD yang diizinkan untuk dibuang ke lingkungan sebesar 300 mg/L. Salah satu alternatif pengolahan yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar COD pada limbah cair industri tempe adalah menggunakan metode fitoremediasi dengan memanfaatkan tanaman Typha latifolia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyisihan kadar COD menggunakan tanaman Typha latifolia dalam air limbah industri tempe. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi air limbah (100% dan 75%) dan variasi waktu kontak (0, 5, 10, 15, dan 20 hari). Selama proses fitoremediasi berlangsung dilakukan penambahan aerasi setiap 6 jam selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar COD terbaik sebesar 49% pada reaktor dengan konsentrasi air limbah 100% danwaktu kontak 20 hari. Hasil uji MANOVA menunjukkan nilai ? < 0,05 yang menjelaskan bahwa variasi konsentrasi air limbah dan variasi waktu kontak memiliki pengaruh terhadap penurunan kadar COD.
Pengaruh Jenis Tawas terhadap pH dan Kadar TSS Air Limbah Industri Kimia Siti Muthi’ah; Novi Eka Mayangsari; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah industri kimia diolah menggunakan proses koagulasi dengan konsumsi koagulan tawas mencapai 175,2 kg/jam. Tawas umumnya dibuat dengan bahan baku bauksit yang termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Alternatif pengganti bauksit yaitu limbah yang memiliki kandungan aluminium misalnya plastik multilayer. Aluminium dalam plastik multilayer dapat didaur ulang melalui metode ekstraksi green solvent menggunakan asam laktat dan DES (choline chloride – asam laktat, rasio molar 1:9) dan dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pembuatan tawas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji performa tawas berbahan baku aluminium hasil recovery dari multilayer menggunakan asam laktat dan DES dalam menyisihkan pH dan kadarTSS air limbah industri kimia, kemudian membandingkannya dengan tawas komersial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa tawas multilayer-asam laktat dalam menurunkan kadar pencemar air limbah industri kimia lebih baik daripada tawas multilayer-DES dan tawas komersial. Efisiensi penyisihan TSS yaitu98,22% pada tawas multilayer-asam laktat, 97,61% pada tawas multilayer-DES, dan 94,76% pada tawas komersial. Perubahan pH air limbah teramati pada semua jenis tawas, dari pH awal 3 menjadi 7.
Co-Authors Adhi Setiawan Adhi Setiawan Agung Nugroho Ahmad Erlan Affiuddin Ahmad Erlan Afiuddin Ahmad Erlan Afiuddin Aisyah Nur Rahmadania Alma Vita Shopia Alma Vita Sophia Am Maisarah Amelia Novitrie, Nora Anggun Dwi Setia Ningsih Arianingtyas, Nadya Ayu As-sajdah, Gumelar Muluk Asadina Kusma Cahyaninggalih Ashifa, Naura Aqillafasha Aulia Binta Safira Aulia Diva Satriavi Ayu Nindyapuspa Ayu Nindyapuspa Azzahro, Annisa Bagas Adhiwangsa Bambang Antoko Bella Naziel Iqmalia Bhagaskara Cipta Linuwih Cahyono, Luqman Chelvin Sugiarto Citra Eripramita Yunus Citra Eripramita Yunus Denny Dermawan Denny Dermawan Denny Dermawan Denny Dermawan Dewi One Dira Pratiwi Dhiya’ Arnada Ramadhani Dika Rahayu Widiana Dimas Adi Wijaya Dira Pratiwi, Dewi One Dwi Rasy Mujiyanti Egata Dwi Veptiyan Erlan Afiuddin, Ahmad Faa’iz Samanta Rachmadani Fajrin, Roihana Fani Firmansyah Fatmawati, Meilinda Eka Febi Oktafiharto Fitria Nur Hamidah Ghea Abbyah Nur Gigih Alam Pambudi Gusma Hamdana Putra Haekal Irfan Titan Prianto Herdika Afiant Bimantara Ibnu Khusnuz Zain Ikka Widyasari Ilham Ngudyana Imam Hambali Azhori Inas Aidah Fikriyah Indri Santiasih Jannah, Nabillah Rodhifatul Jesicca Fatma Dewi Karina Larasati Gunawan Khofifah Hadi Lestari Luqman Cahyono Luqman Cahyono Lutfi Wicaksono M Arya Maliki Syah Putra M. Miftah Khoironi M. Rizal Fahmi Meilinda Eka Fatmawati Mirna Apriani Mitha Amelia Anjani Moch Luqman Ashari Moch. Luqman Ashari Mochammad Choirul Rizal Moh. Fikri Rizaldi Muhamad Ari Muhammad Ikhwan Habib Nabila Antarisna Nabillah Rodhifatul Jannah Nadya Ayu Arianingtyas Naura Aqillafasya Ashifa Nella Maulidiyatul Jannah Ngudyana, Ilham Nindyapuspa, Ayu Nora Amelia Novitrie Nora Amelia Novtitrie Novitrie, Nora Amelia Nurhidayati, Dyah Isna nurul aliya Pinang Azzah Lutfiah Putri Anjarwati Putri Dwi Anggraini Rafi Narariya Ramadhan Rakhmad Faizal Yudha Rama Hasan Ababil Ramadhani, Dhiya’ Arnada Ria Rismawati Rizki Medy Prasetyo Rizki Noviana Damayanti Roihana Fajrin Safira Istighfari Satriavi, Aulia Diva Setiani, Vivin Setiawan, Shinta Dewingga Siti Muthi’ah Tanti Utami Dewi Tanti Utami Dewi Tarikh Azis Ramadani Ulvi Pri Astuti Utami Dewi, Tanti Utomo, Agung Prasetyo Veptiyan, Egata Dwi Vivin Setiani Widiyastuti Widiyastuti Yusron Khoiru Nadhori Zauzan Billah