Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Biji Asam Jawa (Tamarindus indica.) sebagai Biokoagulan untuk Menurunkan COD pada Limbah Laundry Pinang Azzah Lutfiah; Nora Amelia Novitrie; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah pada industri laundry mengandung polutan yang menjadi salah satu penyebab pencemaran lingkungan. Baku mutu COD limbah laundry menurut Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 bagi usaha dan/atau kegiatan laundry yaitu 250 mg/L, berdasarkan hasil uji konsentrasi COD sebelum dilakukan pengolahan sebesar 5183 mg/L. Salah satu solusi untuk menurunkan tingkat pencemar pada limbah laundry adalah dengan mengaplikasikan metode koagulasi-flokulasi, akan tetapi penggunaan koagulan sintetik secara terus menerus memiliki dampak negatif pada lingkungan. Biokoagulan yang berasal dari tanaman dapat menjadi alternatif pengganti koagulan sintetik. Biji asam jawa memiliki kandungan protein yang dapat digunakan sebagai koagulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan biji asam jawa sebagai biokoagulan terhadap persentase penurunan konsentrasi COD pada air limbah laundry. Proses pembuatan biokoagulan di awali dengan pengeringan, penumbukan dengan ukuran 80 mesh, ekstraksi penghilangan lemak, dan ekstraksi protein dengan larutan NaCl. Variasi dosis yang digunakan pada Jar Test yakni 250 mg/L, 500 mg/L, 750 mg/L, dan 1000 mg/L. Dosis terbaik dalam menurunkan konsentrasi COD yaitu pada dosis 1000 mg/L dengan efisiensi penyisihan 50,65%. Hasil analisis menunjukkan penggunaan biji asam jawa sebagai biokoagulan dapat menurunkan konsentrasi COD, akan tetapi konsentrasi tersebut masih berada diatas baku mutu maksimum yang dipersyaratkan pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013
Studi Isoterm dan Kinetika Adsorpsi Cu(II) Menggunakan Kitosan Berlapis Kaolin Moh. Fikri Rizaldi; Nora Amelia Novitrie; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cangkang kerang dara (Anadara granosa) merupakan permasalahan yang dihadapi masyarakat pesisir Pantai Kenjeran karena belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal tersebut menyebabkan penumpukan cangkang kerang yang menimbulkan bau, pemandangan yang tidak indah, dan lingkungan menjadi tercemar. Cangkang kerang memiliki kandungan kitin sebesar 14-35% yang dapat dimodifikasi menjadi kitosan. Kemampuan adsorpsi kitosan dapat ditingkatkan melalui modifikasi dalam bentuk hibrida kitosan dengan material anorganik lainnya, diantaranya lempung (clay) seperti kaolin. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh waktu kontak terhadap penurunan logam Cu(II) dan menganalisis isoterm adsorpsi serta kinetika adsorpsi. Massa yang digunakan yaitu 0,5 g dan variasi lama waktu kontak yang digunakan yaitu selama 30 menit, 60 menit, dan 120 menit. Efisiensi penurunan Cu(II) tertinggi terjadi diperoleh pada kondisi waktu kontak selama 60 menit yaitu sebesar 48,83%. Mekanisme adsorpsi logam Cu(II) mengikuti isoterm Freundlich dengan koefisien regresi R2 = 0,6692 dan nilai Kf = 1,52. Kinetika adsorpsi logam Cu(II)mengikuti kinetika orde dua dengan koefisien regresi R2 = 0,6884 dan nilai k = 0,0059.
Studi Isoterm dan Kinetika Adsorpsi Logam Berat Cu Menggunakan Komposit Kitosan Kulit Udang-Karbon Aktif Ampas Kopi Dimas Adi Wijaya; Novi Eka Mayangsari; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam berat Cu merupakan limbah yang berasal dari berbagai industri salah satunya industri tekstil. Cu dapat diolah menggunakan metode adsorpsi. Penelitian ini memanfaatkan komposit karbon aktif ampas kopi dan kitosan kulit udang sebagai adsorben untuk mereduksi logam berat Cu karena. Pengunaan karbon aktif ampas kopi dan kitosan sebagai adsorben karena memiliki kadar karbon dan kandungan kitin yang baik untuk penyerapanlogam berat Cu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isoterm Langmuir dan Freundlich dan model kinetika pada proses adsorpsi zat Cu dengan menggunakan komposit kitosan kulit udang-karbon aktif ampas kopi denganmassa karbon aktif 1 gram, waktu kontak (60, 90, 120 menit), pH 4. Adsorpsi Cu dianalisis menggunakan spektrofotometer Uv-vis. Hasil peneltian menunjukan efisiensi removal terbaik sebesar 81,09% waktu 60 menit. Isoterm adsorpsi komposit mengikuti isoterm Langmuir dengan nilai R2sebesar 0,9494 dan model kinetika adsorpsi komposit mengikuti orde 2 dengan nilai R2 0,9602 dengan persamaan -76,669x + 4887.
Aplikasi Koagulan Polyaluminium Chloride dari Limbah Aluminium Kemasan Susu Terhadap Parameter TSS dan pH pada Limbah Cair Industri Kimia Aulia Binta Safira; Nora Amelia Novitrie; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah kemasan multilayer termasuk limbah padat yang banyak ditemukan pada kemasan susu. Aluminium yang terkandung dalam kemasan susu dapat dimanfaatkan dalam pembuatan koagulan Polyaluminium Chloride. Lembaran aluminium dalam limbah kemasan dilakukan pemanasan menggunakan larutan asam oksalat kemudian diekstrak menggunakan HCl 37% pada temperatur ruang dan menghasilkan monomer AlCl3. Monomer AlCl3 yang terbentuk dipolimerisasi dengan menambahkan Na2CO3 25% lalu didiamkan selama 24 jam sehingga memperoleh hasil koagulan PAC. Koagulan PAC hasil penelitian dibandingkan dengan PAC komersial dalam proses uji performance untuk menentukan persentase performa penyisihan PAC terhadap kadar TSS dan pH pada Limbah Cair Industri Kimia. Koagulan PAC hasil penelitian menurunkan kadar TSS sebesar 96,58% sedangkan PAC komersial sebesar 95,65%. pH pada penelitian ini tidak mengalami penurunan yaitu tetap sebesar 6 atau netral. Hasil parameter TSS dan pH memenuhi syarat Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah untuk Industri Asam Fosfat.
Studi Kinetika Adsorpsi Zat Warna Methylene Blue dengan Menggunakan Komposit Hidroksiapatit Tulang Ikan-Karbon Aktif Ampas Tebu Nabila Antarisna; Novi Eka Mayangsari; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Methylene blue merupakan salah satu limbah industri tekstil yang sulit diuraikan sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Salah satu metode yang digunakan untuk menurunkan kandungan zat warna methylene blue adalah adsorpsi. Pada penelitian ini, adsorpsi zat warna methylene blue dilakukan dengan menggunakan adsorben komposit berupa hidroksiapatit tulang ikan dan karbon aktif ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penurunan methylene blue dan mendapatkan persamaan kinetika pada proses adsorpsi zat warna methylene blue dengan menggunakan komposit hidroksiapatit tulang ikan-karbon aktif ampas tebu dalam rasio massa 1:2, waktu kontak (30, 60, 90, dan 120 menit) pada pH 4. Adsorpsi zat warna methylene blue dilakukan dengan konsentrasi larutan sebesar 50 mg/L dan dianalisis dengan menggunakan Spektrofotometer Uv-Vis. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa efisiensi terbaik dalam penurunan methylene blue sebesar 68,16% dan persamaan kinetika adsorpsi yang sesuai untuk adsorpsi komposit hidroksiapatit tulang ikan-karbon aktif ampas tebu yaitu persamaan orde nol (y = 4E-07x + 6E-05) dengan nilai konstanta laju reaksi (K) sebesar 4 x 10-7 menit-1 dan nilai koefisien determinasi (R2) = 0,9866.
Pengaruh Konsentrasi NaOH Terhadap Nilai Derajat Deasetilasi Kitosan dari Limbah Udang Nabillah Rodhifatul Jannah; Ulvi Pri Astuti; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitosan merupakan biopolimer yang diturunkan dari kitin. Kitosan disintesis dari sumber alam yang berasal dari limbah crustacean, ikan, dan udang. Kitosan memiliki kegunaan yang sangat luas dalam kehidupan sehari-hari seperti sebagai adsorben limbah, pengawet, anti jamur, kosmetik, dan flokulan. Limbah udang meliputi kulit, ekor, dan kepala memiliki kandungan kitin yang dapat dimanfaatkan menjadi kitosan. Preparasi kitosan terbagi menjadi tiga tahap yaitu demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besarnya nilai derajat deasetilasi melalui proses deasetilasi yang dipengaruhi oleh konsentrasi NaOH. Konsentrasi NaOH yang digunakan yaitu 70% dan 80%. Kitosan yang didapatkan dikarakterisasi menggunakan FTIR untukmengetahui nilai derajat deasetilasi. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum nilai derajat deasetilasi tertinggi yaitu 74,41% menggunakan konsentrasi NaOH 80%.
Kajian Isoterm Adsorpsi Metilen Biru Menggunakan Komposit Adsorben Karbon Aktif Sekam Padi - Hidroksiapatit Tulang Ikan Fitria Nur Hamidah; Novi Eka Mayangsari; Adhi Setiawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan zat warna metilen biru yang dihasilkan dari proses produksi industri mengakibatkan kerusakan lingkungan terutama di area perairan. Salah satu alternatif yang efektif adalah dengan metode adsorpsi. Adsorben yang digunakan berbahan dari tulang ikan. Daya serap tulang ikan masih rendah sehinggadiperlukan kombinasi adsorben organik lain. Limbah sekam padi memiliki kandungan selulosa yang berpengaruh dalam adsorpsi zat warna metilen biru. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kemampuan penyerapan adsorben komposit Hidroksiapatit tulang ikan – karbon aktif sekam padi dalammenurunkan zat warna metilen biru dalam air limbah dan menganalisis model isoterm adsorpsi. Penelitian dilakukan dengan sistem batch menggunakan variasi konsentrasi zat warna metilen biru 25 ppm dan 50 ppm dengan rasio komposit adsoren (AC:HAp = 1:1 dan 1:2) pada pH 9 dan waktu kontak 120 menit. Hasilpenelitian adsorpsi menunjukkan konsentrasi zat warna metilen biru optimum (25 ppm) yang teradsorpsi menggunakan rasio komposit adsorben optimum (1:1) menghasilkan efisiensi penyisihan sebesar 90,95%. Adsorpsi dari kedua adsorben komposit (AC:HAp=1:1 dan 1:2) mengikuti model isotherm Freundlich dengankoefisien determinasi masing-masing sebesar R2=0,9644 dan R2=0,9644.
Pengaruh Waktu Fermentasi terhadap Suhu dan pH pada Produksi Biogas dari Serbuk Kayu Sengon (Albizia Chinensis) Hasil Pretreatment Kimiawi Inas Aidah Fikriyah; Novi Eka Mayangsari; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serbuk kayu sengon merupakan biomassa yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai energi alternatif berupa biogas. Serbuk kayu sengon memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi sehingga dapat dikonversi menjadi biogas. Sebelum dikonversi menjadi biogas, serbuk kayu sengon dilakukan pretreatment kimiawi terlebih dahulu untuk menghilangkan lignin yang dapat menghambat pada proses anaerobik. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio komposisi dan waktu fermentasi terhadap suhu dan pH pada proses pembuatan biogas dari serbuk kayu sengon hasil pretreatment kimiawi. Pada penelitian ini menggunakan reaktor anaerobik berkapasitas 5 liter dengan volume yang bekerja sebesar 4 liter. Variabel yang digunakan ialah waktu fermentasi 0 hari, 15 hari, dan 30 hari. Hasil penelitian diperoleh bahwa pH pada setiap reaktor biogas berkisar 6,9 – 7 yang menunjukkan pH optimum dalam pembuatan biogas. Sedangkan, suhu pada setiap reaktor diperoleh kisaran 27 – 30 °C yang mengindikasikan rentang suhu dalam kondisi mesofilik.
Pengaruh Massa Adsorben Nanopartikel Fe3O4 – Karbon Aktif Tempurung Siwalan (Borassus Flabillefer L) Terhadap Efisiensi Penyisihan Zat Warna Ibnu Khusnuz Zain; Novi Eka Mayangsari; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempurung Siwalan memiliki kandungan hemiselulosa, selulosa, dan lignin yang tinggi sehingga berpotensi sebagai bahan pembuat karbon aktif. Karbon aktif memiliki pori-pori dan luas permukaan yang dapat dioptimalkan sebagai penjernihan air, pemurnian gas, dan penetral dari berbagai limbah. Karbon aktif dari bahan dasar tempurung siwalan dapat dimanfaatkan sebagai adsorben untuk penjernihan zat pewarna tekstil, seperti zat congo red dan methylene blue. Karbon aktif tempurung siwalan dapat dikompositkan dengan Fe3O4 (Fe3O4 @AC-Tempurung Siwalan) dengan metode kopresipitasi dengan tujuan meningkatkan kapasitas adsorpsi. Pengujian dilakukan dengan variasi massa (0,25; 0,5; 0,75; 1,00 dan 1,25 gram) serta dilakukan pada waktu kontak 100 menit. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penyisihan tertinggi congo red dan methylene blue terjadi pada massa 0,25 gram sebesar 96,24% dan 93,24%. Berdasarkan hasil tersebut Fe3O4 @ACTempurung Siwalan memiliki efisiensi penyisihan yang tinggi untuk menjernihkan zat pewarna congo red dan methylene blue.
Pengaruh Massa Adsorben Nanopartikel Fe3O4 – Karbon Aktif terhadap Efesiensi Penurunan Zat Warna Yusron Khoiru Nadhori; Novi Eka Mayangsari; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu limbah cair industri tekstil adalah zat warna yang dapat mencemari lingkungan jika tidak diolah dengan benar. Kulit durian mengandung karbon yang tinggi, dengan proporsi 50-60% unsur selulosa, 5% lignin, dan 5% pati. Kadar selulosa yang tinggi ini membuatnya cocok untuk digunakan sebagai bahan pembuatan karbon aktif untuk adsorben yang dapat menurunkan kadar zat warna. Penelitian ini menggunakan kulit durian sebagai bahan dasar karbon aktif yang dimodifikasi dengan magnetik Fe3O4. Tujuan penelitian in adalah menganalisis kemampuan penyerapan adsorben Fe3O4@AC - kulit durian dalam menurunkan zat warna metilen biru dan kongo merah dalam sistem biner. Variasi yang diuji meliputi massa adsorben dengan waktu kontak 100 menit. Massa adsorben yang digunakan yaitu 0,25; 0,5; 0,75; 1; dan 1,25 gram. Hasil penelitian menunjukan massa adsorben optimum adalah 0.25 gram dengan penyisihan tertinggi metilen biru 93,46% dan kongo merah 95,32%.
Co-Authors Adhi Setiawan Adhi Setiawan Agung Nugroho Ahmad Erlan Affiuddin Ahmad Erlan Afiuddin Ahmad Erlan Afiuddin Aisyah Nur Rahmadania Alma Vita Shopia Alma Vita Sophia Am Maisarah Amelia Novitrie, Nora Anggun Dwi Setia Ningsih Arianingtyas, Nadya Ayu As-sajdah, Gumelar Muluk Asadina Kusma Cahyaninggalih Ashifa, Naura Aqillafasha Aulia Binta Safira Aulia Diva Satriavi Ayu Nindyapuspa Ayu Nindyapuspa Azzahro, Annisa Bagas Adhiwangsa Bambang Antoko Bella Naziel Iqmalia Bhagaskara Cipta Linuwih Cahyono, Luqman Chelvin Sugiarto Citra Eripramita Yunus Citra Eripramita Yunus Denny Dermawan Denny Dermawan Denny Dermawan Denny Dermawan Dewi One Dira Pratiwi Dhiya’ Arnada Ramadhani Dika Rahayu Widiana Dimas Adi Wijaya Dira Pratiwi, Dewi One Dwi Rasy Mujiyanti Egata Dwi Veptiyan Erlan Afiuddin, Ahmad Faa’iz Samanta Rachmadani Fajrin, Roihana Fani Firmansyah Fatmawati, Meilinda Eka Febi Oktafiharto Fitria Nur Hamidah Ghea Abbyah Nur Gigih Alam Pambudi Gusma Hamdana Putra Haekal Irfan Titan Prianto Herdika Afiant Bimantara Ibnu Khusnuz Zain Ikka Widyasari Ilham Ngudyana Imam Hambali Azhori Inas Aidah Fikriyah Indri Santiasih Jannah, Nabillah Rodhifatul Jesicca Fatma Dewi Karina Larasati Gunawan Khofifah Hadi Lestari Luqman Cahyono Luqman Cahyono Lutfi Wicaksono M Arya Maliki Syah Putra M. Miftah Khoironi M. Rizal Fahmi Meilinda Eka Fatmawati Mirna Apriani Mitha Amelia Anjani Moch Luqman Ashari Moch. Luqman Ashari Mochammad Choirul Rizal Moh. Fikri Rizaldi Muhamad Ari Muhammad Ikhwan Habib Nabila Antarisna Nabillah Rodhifatul Jannah Nadya Ayu Arianingtyas Naura Aqillafasya Ashifa Nella Maulidiyatul Jannah Ngudyana, Ilham Nindyapuspa, Ayu Nora Amelia Novitrie Nora Amelia Novtitrie Novitrie, Nora Amelia Nurhidayati, Dyah Isna nurul aliya Pinang Azzah Lutfiah Putri Anjarwati Putri Dwi Anggraini Rafi Narariya Ramadhan Rakhmad Faizal Yudha Rama Hasan Ababil Ramadhani, Dhiya’ Arnada Ria Rismawati Rizki Medy Prasetyo Rizki Noviana Damayanti Roihana Fajrin Safira Istighfari Satriavi, Aulia Diva Setiani, Vivin Setiawan, Shinta Dewingga Siti Muthi’ah Tanti Utami Dewi Tanti Utami Dewi Tarikh Azis Ramadani Ulvi Pri Astuti Utami Dewi, Tanti Utomo, Agung Prasetyo Veptiyan, Egata Dwi Vivin Setiani Widiyastuti Widiyastuti Yusron Khoiru Nadhori Zauzan Billah