Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Penggunaan Koagulan Alami dan Magnetik dari Biji Kelor (Moringa oleifera) terhadap Efisiensi Penurunan Warna Congo Red Dhiya’ Arnada Ramadhani; Novi Eka Mayangsari; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Congo red merupakan zat warna yang terdapat dalam industri tekstil yang bersifat beracun dan tidak terurai. Koagulasi-flokulasi menjadi metode yang paling sederhana dan relatif murah untuk menghilangkan zat warna congo red. Biji kelor (Moringa Oleifera) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai koagulan alami karena mengandung protein kationik. Nanopartikel Fe3O4 merupakan salah satu bahan yang dapat dilakukan sintesis dengan metode ko-presipitasi untuk meningkatkan kemampuan koagulan. Ko-presipitasi merupakan metode sintesis sederhana yang digunakan untuk memperoleh serbuk nanopertikel. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penggunaan koagulan alami dan koagulan magnetik terhadap efisiensi penurunan konsentrasi zat warna congo red. Variasi konsentrasi congo red yang digunakan yaitusebesar 100, 250, 400, 550 ppm dengan dosis koagulan sebanyak 125 mg/l. Efisiensi penurunan menggunakan koagulan magnetik memiliki hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan koagulan alami pada semua konsentrasi congo red. Konsentrasi congo red yang bervariasi membuat hasil efisiensi penurunan pada koagulan magnetik relatif stabil dan pada koagulan alami semakin tinggi konsentrasi congo red efsiensi penurunannya semakin rendah dikarenakan penurunan kemempuan koagulan dalam mengikat ion-ion pada air limbah congo red.
Pengaruh PH Terhadap Kapasitas Efisiensi Penyisihan Komposit Adsorben untuk Pengolahan Limbah Industri Penyamakan Kulit Aulia Diva Satriavi; Denny Dermawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam kromium heksavalen (Cr(VI)) merupakan salah satu polutan berbahaya yang sering ditemukan dalam air limbah industri, terutama dari industri penyamakan kulit. Cr(VI) sangat toksik dan karsinogenik, bahkan pada konsentrasi rendah, serta dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Salah satu metode yang efektif dan ekonomis untuk menghilangkan Cr(VI) dari air limbah adalah melalui proses adsorpsi. Biochar dari ampas tebu dan nano zero-valent iron (nZVI) merupakan kombinasi adsorben yang menunjukkan potensi besar dalam menghilangkan Cr(VI) dari air limbah. Ampas tebu, dengan kandungan lignin tinggi sebesar 25-28%, berpotensi menjadi biochar bermutu tinggi. Nano zero valent iron (nZVI) memiliki magnetisasi tinggi sehingga efektif dalam mengikat logam berat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan komposit biochar-nZVI sebagai adsorben untuk menghilangkan logam Cr(VI). Ampas tebu diubah menjadi biochar melalui metode pirolisis plasma dan dikompositkan dengan nZVI. Adsorpsi diuji secara batch dengan variasi konsentrasi awal Cr(VI), waktu kontak, pH, dan dosis adsorben. Adsorpsi optimum terjadi pada konsentrasi awal Cr(VI) 175 mg/L, waktu kontak 180 menit, dan massa adsorben 1 g/L pada pH 2, dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 118.09 mg/g.
Pengaruh Warna Cahaya Putih dan Cahaya Merah pada Proses Biosorpsi Limbah Cair Artifisial Logam Cu(II) Menggunakan Mikroalga Skeletonema costatum Karina Larasati Gunawan; Tanti Utami Dewi; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah logam Cu(II) merupakan limbah logam yang bila berlebihan dalam mencemari badan air dapat membahayakan sistem fisiologis dan biologis manusia. Strategi penanganan fisikokimia menghasilkan sludge dan memakan biaya yang besar. Oleh karena itu, strategi penanganan logam Cu(II) yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penanganan organik biosorpsi Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh warna cahaya, waktu kontak, dan konsentrasi terhadap penyisihan kadar Cu(II) dalam limbah cair artifisial menggunakan mikroalga Skeletonema costatum. Warna cahaya yang digunakan adalah putih (380 – 750 nm) dan merah (625 – 740 nm). Variasi waktu kontak Cu(II) adalah 60 menit, 120 menit, dan 180 menit sedangkan konsentrasi awal Cn(II) adalah 2 mg/L dan 5 mg/L. Analisis yang digunakan untuk menganalisis penurunan kadar Cu(II) adalah analisis spektrofotometer UV-Vis. Hasil yang didapatkan yaitu penurunan kadar Cu(II) menggunakan cahaya putih, waktu kontak 180 menit, konsentrasi Cu(II) awal 5 mg/L dengan persentase penyisihan mencapai 63,78%. Sedangkan pada cahaya merah sebesar 60,98% dengan waktu kontak 60 menit.
Koagulasi-Flokulasi Zat Warna Congo Red Menggunakan Kitosan Cangkang Kepiting Bakau (Scylla serrata) Roihana Fajrin; Novi Eka Mayangsari; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Congo red merupakan salah satu pewarna yang biasa digunakan dalam industri tekstil dan percetakan. Limbah zat warna ini memiliki tingkat toksisitas yang tinggi dan sukar terurai secara alami. Limbah tersebut perlu ditangani dengan penanganan yang sesuai sebelum dibuang ke lingkungan khususnya perairan agar tidak mencemari lingkungan. Salah satu metode alternatif untuk mengolah air limbah zat warna congo red yaitu menggunakan koagulasi-flokulasi. Metode ini memerlukan adanya koagulan sebagai pembentuk flok polutan. Koagulan yang umum digunakan yaitu koagulan berbahan sintetik seperti tawas dan poli aluminium klorida. Penggunaan koagulan sintetik dalam jangka panjang tentunya akan menimbulkan bahaya bagi lingkungan, karena bahan tersebut sulit didegradasi. Perlu adanya koagulan yang ramah lingkungan seperti memanfaatkan limbah cangkang kepiting bakau (Scylla serrata) untuk dijadikan kitosan sebagai koagulan dalam proses koagulasi-flokulasi. Pada penelitian ini, variasi dosis kitosan yang digunakan yaitu 25 mg/L, 50 mgL, 75 mg/L,100 m/L, dan 150 mg/L serta menggunakan variasi konsentrasi zat warna congo red sebesar 400 ppm dan 550 ppm. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu penggunaan dosis koagulan kitosan sebesar 100 mg/L mampu menurunkan konsentrasi zat warna congo red hingga 99,9% pada kondisi pH 3.
Pengaruh Warna Cahaya Putih dan Merah pada Biosorpsi Mikroalga Skeletonema costatum Terhadap Limbah Cair Artifisial Logam Anorganik Pb(II) Haekal Irfan Titan Prianto; Tanti Utami Dewi; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran logam anorganik timbal memiliki dampak yang berbahaya bagi tubuh manusia dan hewan apabila terpapar dalam kontaminasi yang melebihi ketetapan regulasi oleh pemerintah. Terdapat berbagai metode upaya penurunan logam anorganik, tetapi pengolahan menggunakan metode biologis dinilai lebih ramah lingkungan karena sedikitnya lumpur yang dihasilkan dari proses pengolahannya. Penggunaan mikroalga dengan metode biosorpsi logam anorganik dinilai mampu menurunkan kandungan logam anorganik karena kemampuan biomaterial mikroba untuk mengikat dan mengkonsentrasikan logam anorganik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh warna cahaya putih dan merah pada biosorpsi, waktu kontak, dan konsentrasi logam anorganik Pb(II) terhadap penurunan kadar Pb(II) dalam limbah cair artifisial menggunakan mikroalga Skeletonema costatum. Warna cahaya yang digunakan adalah putih dengan panjang gelombang 380-750 nm dan warna cahaya merah dengan panjang gelombang 620-750 nm. Variasi waktu kontak mikroalga dengan logam anorganik Pb(II) adalah 60 menit, 120 menit, dan 180 menit sedangkan konsentrasi awal Pb(II) adalah 3 mg/L. Analisis yang digunakan untuk menganalisis penurunan kadar Pb(II) adalah analisis spektrofotometer UV-Vis. Hasil yang didapatkan yakni penurunan kadar Pb(II) tertinggi yakni pada kondisi cahaya warna merah dengan waktu kontak selama 60 menit dengan persentase removal mencapai 66,3154 %.
Studi Jejak Karbon dari Penggunaan LPG, Listrik dan Bensin Pada Aktivitas Rumah Tangga di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Khofifah Hadi Lestari; Nora Amelia Novitrie; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya jumlah kepadatan penduduk di kecamatan Sumbersari sejalan dengan penggunaan energi sehingga berpotensi menyumbangkan emisi karbon. Penggunaan energi oleh setiap rumah tangga untuk kegiatan sehari hari seperti penggunaan memasak, listrik dan bahan bakar kendaraan menjadi penyumbang emisi karbon pada aktivitas rumah tangga. Perhitungan jejak karbon perlu dilakukan untuk mengetahui emisi karbon yang dihasilkan oleh suatu kegiatan pada suatu wilayah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai emisi karbon dan pemetaan jejak karbon. Sampel rumah tangga diklasifikasikan menjadi rumah sederhana, menengah dan mewah. Perhitungan emisi karbon berdasarkan metode IPCC (Intergovermental Panel on Climate Change) pada penggunaan energi. Gas karbon yang dihitung pada penelitian ini yaitu CO2, CH4, dan N2O. Berdasarkan perhitungan rata-rata emisi karbon di kecamatan Sumbersari sebesar 12,80615 ton CO2-eq/tahun. Rumah mewah menghasilkan emisi karbon 6,536977 ton CO2-eq/tahun menjadi paling tinggi. Rumah menengah 4,067081 ton CO2-eq/tahun dan rumah sederhana 2,202092 ton CO2-eq/tahun. Pemetaan jejak karbon berdasarkan sub-sektor pada penggunaan listrik menjadi penyumbang emisi karbon paling tinggi sekitar 67% dari emisi karbon yang dihasilkan.
Kombinasi Cangkang Kepiting- Fly Ash-Nanopartikel (Fe3O4) Dalam Proses Adsorpsi Zat Warna Dewi One Dira Pratiwi; Novi Eka Mayangsari; Nora Amelia Novitrie
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cangkang kepiting memiliki kandungan kitin sebesar 50-60% dapat dimodifikasi menjadi kitosan. Isolasi kitin menjadi kitosan melalui proses deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Komposit kitosan cangkang kepiting Fly Ash-Magnetik Nanopartikel (Fe3O4) untuk menurunkan efisiensi kandungan konsentrasi limbah artifisial zat warna Congo Red dengan metode adsorpsi. Kitosan dapat menurunkan polutan dengan memodifikasi yang dikompositkan bahan Magnetik Nanopartikel (Fe3O4) dan Fly Ash. Efisiensi Congo Red terhadap kitosan cangkang kepiting-Fly Ash-Magnetik Nanopartikel memiliki nilai tertinggi sebesar 99,99%. Kinetika adsorpsi mengikuti orde dua dan isotherm mengikuti Langmuir dan Freundlich. Kapasitas adsorpsi komposit tertinggi sebesar 49,73 mg/g.
Pengaruh Variasi Dosis dan Konsentrasi Congo Red terhadap Efisiensi Penyisihan Menggunakan Koagulan Magnetik Biji Petai Cina dengan Metode Uji ANOVA One Way Anggun Dwi Setia Ningsih; Novi Eka Mayangsari; Nora Amelia Novtitrie
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan aktivitas industri tekstil di Indonesia menyebabkan tingginya pencemaran air akibat limbah yang mengandung zat warna seperti Congo red yang bersifat toksik dan sulit terurai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi dosis koagulan dan konsentrasi awal Congo red terhadap efisiensi penyisihan zat warna menggunakan koagulan magnetik berbasis biji petai cina (Leucaena leucocephala) yang dimodifikasi dengan nanopartikel Fe?O?. Koagulan alami diekstrak menggunakan larutan NaCl 1,0 M dan disintesis dengan Fe?O? untuk meningkatkan efektivitasnya. Metode yang digunakan adalah koagulasi-flokulasi. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji ANOVA One Way. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa seluruh data memiliki nilai signifikansi >0,05, yang menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas juga menunjukkan nilai signifikansi >0,05, yang berarti varians antar kelompok bersifat homogen. Uji ANOVA One Way menunjukkan bahwa variasi dosis koagulan dan konsentrasi awal Congo red memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi penyisihan zat warna, ditunjukkan dengan nilai signifikansi < 0,05. Dengan demikian, koagulan magnetik berbasis biji petai cina terbukti efektif dan berpotensi sebagai alternatif ramah lingkungan dalam pengolahan limbah cair industri tekstil.
Analisis Statistik Pengaruh Dosis dan Konsentrasi Awal Terhadap Efisiensi Penyisihan Warna Congo Red Menggunakan Koagulan Alami Biji Kelor (Moringa oleifera) Meilinda Eka Fatmawati; Novi Eka Mayangsari; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tekstil merupakan salah satu sektor penghasil limbah cair yang mengandung zat warna bersifat toksik, karsinogenik, dan sulit terurai secara alami (non-biodegradable), seperti congo red. Zat warna ini dapat mencemari lingkungan perairan, sehingga diperlukan metode penanganan yang efektif. Salah satu metode sederhana dan ekonomis untuk menghilangkan zat warna adalah koagulasi-flokulasi menggunakan koagulan berbasis bahan alami. Biji kelor (Moringa oleifera) memiliki potensi sebagai koagulan alami karena mengandung protein globulin yang bersifat polielektrolit kationik. Ekstrak biji kelor diperoleh melalui metode sonikasi dengan bantuan gelombang ultrasonik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas koagulan alami dalam penyisihan warna congo red berdasarkan variasi dosis koagulan dan konsentrasi awal zat warna. Pengujian ini dilakukan pada larutan congo red konsentrasi 100,250,400, dan 550 ppm dengan pH awal 3, serta variasi dosis koagulan sebesar 5, 15, 25, 50, 75, 100, dan 125 mg/L. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA dua arah (Two-Way ANOVA) menunjukkan bahwa variasi dosis koagulan dan konsentrasi awal zat warna berpengaruh signifikan terhadap efisiensi penyisihan warna congo red, dengan nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05).
Analisis Statistik Pengaruh Dosis dan Waktu Kontak Adsorpsi dalam Menurunkan Kandungan Logam Berat Cu Menggunakan Nanokristal Selulosa-Magnetik Nanopartikel Putri Anjarwati; Novi Eka Mayangsari; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran logam berat Cu akibat aktivitas industri merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang signifikan dan membutuhkan penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi massa adsorben dan waktu kontak terhadap efisiensi adsorpsi ion Cu menggunakan adsorben nanokristal selulosa@Fe?O? melalui pendekatan statistik One Way ANOVA. Proses adsorpsi dilakukan dalam larutan Cu berkonsentrasi 100 ppm dengan variasi massa adsorben sebesar 0,05; 0,10; 0,15; 0,20; dan 0,25 gram serta waktu kontak selama 20, 40, 60, 80, dan 100 menit. Efisiensi adsorpsi tertinggi diperoleh pada waktu kontak 100 menit dan massa adsorben 0,20 gram. Hasil analisis statistik menggunakan perangkat lunak SPSS menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk variasi massa adsorben adalah 0,023, dan untuk variasi waktu kontak adalah 0,002. Karena nilai p value lebih kecil dari taraf signifikansi (? = 0,05), maka disimpulkan bahwa kedua parameter tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi adsorpsi ion Cu. Temuan ini menunjukkan bahwa pengendalian parameter operasional sangat penting dalam optimalisasi kinerja adsorpsi menggunakan nanomaterial berbasis selulosa magnetik untuk aplikasi pengolahan limbah logam berat.
Co-Authors Adhi Setiawan Adhi Setiawan Agung Nugroho Ahmad Erlan Affiuddin Ahmad Erlan Afiuddin Ahmad Erlan Afiuddin Aisyah Nur Rahmadania Alma Vita Shopia Alma Vita Sophia Am Maisarah Amelia Novitrie, Nora Anggun Dwi Setia Ningsih Arianingtyas, Nadya Ayu As-sajdah, Gumelar Muluk Asadina Kusma Cahyaninggalih Ashifa, Naura Aqillafasha Aulia Binta Safira Aulia Diva Satriavi Ayu Nindyapuspa Ayu Nindyapuspa Azzahro, Annisa Bagas Adhiwangsa Bambang Antoko Bella Naziel Iqmalia Bhagaskara Cipta Linuwih Cahyono, Luqman Chelvin Sugiarto Citra Eripramita Yunus Citra Eripramita Yunus Denny Dermawan Denny Dermawan Denny Dermawan Denny Dermawan Dewi One Dira Pratiwi Dhiya’ Arnada Ramadhani Dika Rahayu Widiana Dimas Adi Wijaya Dira Pratiwi, Dewi One Dwi Rasy Mujiyanti Egata Dwi Veptiyan Erlan Afiuddin, Ahmad Faa’iz Samanta Rachmadani Fajrin, Roihana Fani Firmansyah Fatmawati, Meilinda Eka Febi Oktafiharto Fitria Nur Hamidah Ghea Abbyah Nur Gigih Alam Pambudi Gusma Hamdana Putra Haekal Irfan Titan Prianto Herdika Afiant Bimantara Ibnu Khusnuz Zain Ikka Widyasari Ilham Ngudyana Imam Hambali Azhori Inas Aidah Fikriyah Indri Santiasih Jannah, Nabillah Rodhifatul Jesicca Fatma Dewi Karina Larasati Gunawan Khofifah Hadi Lestari Luqman Cahyono Luqman Cahyono Lutfi Wicaksono M Arya Maliki Syah Putra M. Miftah Khoironi M. Rizal Fahmi Meilinda Eka Fatmawati Mirna Apriani Mitha Amelia Anjani Moch Luqman Ashari Moch. Luqman Ashari Mochammad Choirul Rizal Moh. Fikri Rizaldi Muhamad Ari Muhammad Ikhwan Habib Nabila Antarisna Nabillah Rodhifatul Jannah Nadya Ayu Arianingtyas Naura Aqillafasya Ashifa Nella Maulidiyatul Jannah Ngudyana, Ilham Nindyapuspa, Ayu Nora Amelia Novitrie Nora Amelia Novtitrie Novitrie, Nora Amelia Nurhidayati, Dyah Isna nurul aliya Pinang Azzah Lutfiah Putri Anjarwati Putri Dwi Anggraini Rafi Narariya Ramadhan Rakhmad Faizal Yudha Rama Hasan Ababil Ramadhani, Dhiya’ Arnada Ria Rismawati Rizki Medy Prasetyo Rizki Noviana Damayanti Roihana Fajrin Safira Istighfari Satriavi, Aulia Diva Setiani, Vivin Setiawan, Shinta Dewingga Siti Muthi’ah Tanti Utami Dewi Tanti Utami Dewi Tarikh Azis Ramadani Ulvi Pri Astuti Utami Dewi, Tanti Utomo, Agung Prasetyo Veptiyan, Egata Dwi Vivin Setiani Widiyastuti Widiyastuti Yusron Khoiru Nadhori Zauzan Billah