Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Perlindungan Hukum Korban Main Hakim Sendiri sebagai Bentuk Realisasi terhadap Hak Warga Negara Indonesia Subakdi Subakdi
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v6i1.10521

Abstract

Indonesia, as a country governed by law, cannot be separated from the regulations stated in legislation and other regulations related to the fulfillment of rights and obligations. Before the law, every citizen is entitled to the same rights and obligations. In cases of criminal acts such as vigilantism, there are regulations in place for dealing with such actions. Therefore, legal protection for victims of vigilantism must also be upheld to achieve justice in the nation and the state. The author aims to write this article to assess the effectiveness of protection measures for victims and the criminal penalties for perpetrators of vigilantism. The method used in this article is a qualitative descriptive approach. The data collection technique used by the author is through literature review from previous articles. Based on the findings presented, it can be concluded that legal protection for victims of vigilantism has been regulated by law enforcement, ensuring that it is a realization of the rights of Indonesian citizens. However, even though there are laws and regulations in place, all citizens of Indonesia, both from the government and society, must continue to fulfill their rights and obligations to create welfare for the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI).
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila pada Mahasiswa di Era Digital Sebagai Generasi Penerus Bangsa Subakdi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5365

Abstract

Abstrak Pancasila merupakan dasar negara bangsa Indonesia yang telah ada sejak zaman dahulu dan didirikan oleh para pendiri bangsa Indonesia. Pancasila harus melekat pada bangsa Indonesia karena di dalam Pancasila terkandung nilai-nilai luhur yang didalamnya terkandung nilai-nilai positif dan harus dibawa oleh masyarakat. Pancasila adalah panduan menuju kewarganegaraan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan penerapan nilai-nilai Pancasila bagi mahasiswa di era digital. Pancasila di era digital khususnya di kalangan pelajar yang terkena imbas globalisasi. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai pancasila yang dipelajari baik di perkuliahan maupun di tahap awal. Metodologi yang digunakan adalah metodologi kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan. Tulisan ini didasarkan pada hilangnya nilai-nilai pancasila dalam kehidupan mahasiswa, penyebab hilangnya nilai-nilai pancasila dalam kehidupan, dan akibat dari hilangnya nilai-nilai pancasila dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyadarkan mahasiswa bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila dan kewarganegaraan sangat penting dalam kehidupan mahasiswa, terutama di era digital. Kata kunci: Agen Perubahan, Era Digital, dan Kontrol Sosial. Abstract Pancasila is the foundation of the Indonesian state that has existed since ancient times and was established by the founders of the Indonesian nation. Pancasila must be attached to the Indonesian nation because Pancasila contains noble values that contain positive values and must be carried by the community. Pancasila is a guide to good citizenship. This research aims to find the application of Pancasila values for students in the digital era. Pancasila in the digital era especially among students who are affected by globalization. Students as the next generation of the nation must understand and implement the values of Pancasila learned both in lectures and in the early stages. The methodology used is a qualitative methodology where data collection is done through literature studies. This paper is based on the loss of Pancasila values in student life, the causes of the loss of Pancasila values in life, and the consequences of the loss of Pancasila values in life. The purpose of this study is to make students aware that the application of Pancasila and citizenship values is very important in student life, especially in the digital era. Keywords: Agents of Change, Digital Age, and Social Control.
Penguatan Literasi Politik Digital Warga Kelurahan Pangkalan Jati Depok dalam Menghadapi Hoaks dan Disinformasi Media Sosial Putrawan Yuliandri; M. Prakoso Aji; Subakdi; Hartanto; Ratu Nadya Wahyuningratna
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.19337

Abstract

Perkembangan media sosial telah meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi politik, namun juga memperbesar risiko penyebaran hoaks dan disinformasi yang dapat memengaruhi kualitas partisipasi publik. Rendahnya kemampuan verifikasi informasi di tingkat masyarakat menjadi tantangan dalam mewujudkan ruang digital yang sehat dan kondusif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi politik digital warga Kelurahan Pangkalan Jati, Kota Depok dalam menghadapi hoaks dan disinformasi di media sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui tahapan perencanaan, koordinasi dengan mitra, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2026 dan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas warga, anggota PKK, Karang Taruna, dan tokoh masyarakat. Materi pelatihan mencakup pengenalan hoaks dan disinformasi, verifikasi informasi digital, penggunaan pencarian gambar balik, pemahaman algoritma media sosial, serta etika komunikasi digital. Hasil kegiatan menunjukkan nilai rata-rata peserta meningkat dari 58,3 menjadi 84,7 setelah pelatihan. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam memeriksa sumber informasi, mengidentifikasi konten yang menyesatkan, dan menerapkan prinsip komunikasi digital yang bertanggung jawab. Program ini membuktikan bahwa pelatihan literasi politik digital berbasis praktik efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi hoaks dan disinformasi serta mendukung terciptanya lingkungan digital yang lebih kritis dan berdaya tahan.
Literasi Hukum Digital: Mitigasi Risiko Pencemaran Nama Baik bagi Pelajar Sekolah Menengah Atas: Digital Legal Literacy: Mitigating Defamation Risks for High School Students Handoyo Prasetyo; Bambang Waluyo; Subakdi Subakdi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 6 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i6.12244

Abstract

Low digital legal literacy among high school students has led to high vulnerability to defamation charges. This community service initiative aims to mitigate such risks through a legal literacy dissemination method, specifically by producing scientific articles as a medium for independent public education. The primary focus of this study is to translate complex norms in the Electronic Information and Transactions (ITE) Law and the new Criminal Code (KUHP) into practical mitigation guidelines for students. The results indicate that providing a knowledge infrastructure through scientific writing offers an authoritative reference for both students and guidance counselors in distinguishing between freedom of expression and criminal defamation. In conclusion, this asynchronous dissemination strategy effectively provides a sustainable preventive solution, unrestricted by space or time. This article serves as a practical guide to building students' digital legal resilience and protecting future digital footprints.
Co-Authors A Halim Abdul Halim ADINDA ZAHRA ANDRIYANI Adzkia Nuffus Humairoh Ahmad Hidayatullah Ahmad Hidayatullah Ahmad Hidayatullah Alfathir Syahendra Amanda Mutiara Natasya An Nazwa Artha Rea Ahmad Ananda Putri Andreas Bramantyo Andriyanto Adhi Nugroho Asyraf Al Dzahabi Sihmanto Audy Luvena Junaedi Ayudia Aura Ancesar Putri Bakar Azaria Pratista Nataneila Azka Emilia Putri Bambang Waluyo Bambang Waluyo Bambang Waluyo Beniharmoni Harefa Cecil Goretty Situngkir Citranti Hanifah Dewani Claudia Larissa Sihaloho Desti Salsabila E.P. Dhini Renata Julia Silaban Diah Septi Haryani Diandra Ratuolinka Donny Januardi Izmi Dzini Qonita Chayara Edelin Fortuna Edward Benedictus Roring Elinda Azis Elisabeth Hana G.S Elvina Aretha Erni Agustin Fachnani Alia Fadia Fatimatuzzahra Fakhrani Rafa Farchanza Haykanna Pireno Fitrya Putry Amanda Flora Tri Melfanny Bu’Ulolo Handoyo Prasetyo Handoyo Prasetyo Hannatrie Syalsabillah Happy Sturaya Quratuainniza Hartanto, Hartanto Hasan Basri Hasya ' Afina Haykanna Pireno, Farchanza Hermina Manihuruk Hibban Rafi Kurnia Intan Hesti Indriana Jessica Desideria Desideria Kayla Fellicia Putri Kayus Kayowuan Kayus Kayowuan Lewoleba Khaila Aurellia Leon Leon Lubna Murti Marina Ery Setyawati Meisya Assyifa Putri Melani Balqys S.R Mexi Christian Simamora Muhamad Naufal Ashari Muhammad Azhar Zakiy Fadhlullah Muhammad Prakoso Aji MULYADI Muniratri Rachmita Nadya Zaharani Najwa Putri Khairunnisa Nanang Anggara Nasywa Rayhana Nayla Rizqika Ramadhani Ni Made Dhwi D.P. Ni Nyoman Sudiani Nigeel Jose Mourinho Nurul Lutfiah Putrawan Yuliandri Putri Kinanti Putri Maisya A Putri Nabila Sahwahita Putry Amanda, Fitrya Qonita Mutmainah Rashya Serien Rahmadhani Rechta Nazhifa Rifa Atiyyah Romo Andreas Ronald Manalu Ronald Manalu Rosalia Marlina S.Y.Z Sabina Namira Rachman Safina Alia Rameyza Satino Sevira Citra Verdani SITI NUR AMALIAH Siti Nur’Aini Suprima Suprima Surinaia Zulfi Tsaqif Tasfiyah Tasfiyah Taufik Hidayatulloh Wahyuningratna, Ratu Nadya Yasmin Sobikhoh Nawaidah Yusuf Gandhy Natabrata Zefanya Valerina Putri