Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) TERHADAP Testis Tikus Putih yang Diberi Paparan Gelombang Elektromagnetik Handphone Muhartono Muhartono; Andrian Rivanda; Anggraeni Janar Wulan; Susianti Susianti
Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.112 KB) | DOI: 10.26630/jk.v8i1.391

Abstract

Mobile phone electromagnetic waves will induce elevated reactive oxygen species (ROS) that may cause testicle histopathological changes. Resolving this condition, the antioxidants contained in mangosteen peel are needed. This study was to determine the effects of ethanol extract  from mangosteen peel (Garcinia mangostana L.) in order to repair testicle histopathological changes, specifically spermatozoa and spermatogenic cells on Sprague dawley strain white male rats (Rattus norvegicus) that had been exposed by handphone electromagnetic waves. This study were used 25 Sprague dawley strain white male rats with 200-300 gram body weight, then the samples were divided into 5 groups which consist of Control Group 1 (K1) with no treatments were given in rats, Control 2 (K2) were given Nacl 0,9 % and mobile phone electromagnetic waves exposures. The Treatment group (P1), (P2), and (P3) were given ethanol extract from mangosteen peel with multilevel dosage of 50, 100, 200 mg / kgBW and exposure to mobile phone electromagnetic wave for 3 hours per day along for 28 days. The result of this study showed mean of sperm cells on K1=173.75±SD 16.978, K2=101.75±7.455 SD, P1=148.50±SD 10.149, 10.247 P2=162.50± SD, P3=180.75 7.365 ± SD and mean of spermatogenic cells on K1=306.75±SD 11.955, K2= 157.00±7.303 SD, P1=243.50±SD 21.672 10.340 P2=266.75±SD P3=294.75±13.150 SD. One Way Anova test (p<0.005), sperm cells and spermatogenic cells showed significant results with p=0.000. The conclusion is ethanol extract of mangosteen peel (Garcinia mangostana L.) can repair testicle histopathological changes by inducing total  testicular sperm cells and spermatogenic cells of Sprague dawley strain white male rats (Rattus norvegicus) exposed by mobile phone electromagnetic waves.
Penyuluhan Kesehatan untuk Meningkatkan Pemahaman Kader Tentang Penanganan Stunting pada Balita Agusta Saraswati; Suharmanto; Bayu Anggileo Pramesona; Susianti
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.18

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Jumlah kasus stunting di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 37,8% sedangkan tahun 2019 menurun menjadi 27,67%. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman kader tentang penanganan stunting pada balita. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian stunting pada balita. Sasaran kegiatan ini adalah kader berjumlah 16 orang. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2021 pukul 08.00-12.00 WIB di Aula Puskesmas Karang Anyar Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari pemberian materi oleh pakar dan diskusi. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses dan evaluasi akhir. Sebelum diberikan materi, dilakukan pre-test dan setelah materi diberikan post-test. Hasil sebelum dan sesudah dibandingkan untuk mengukur pemahaman kader tentang penanganan stunting pada balita. Tim pengabdian masyarakat yang dilibatkan adalah dosen dan mahasiswa pada Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman para kader tentang penanganan stunting pada balita. Saran yang dapat diberikan bagi Puskesmas adalah membuat program yang dapat mempertahankan dan meningkatkan pemahaman kader tentang penanganan stunting seperti penyuluhan kesehatan dan seminar kesehatan. Kata kunci:,,, ,
Efek Timoquinon terhadap Apoptosis pada Sel Kanker Serviks Susianti Susianti
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1626

Abstract

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi kanker diantaranya melalui pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi. Tanaman obat sudah banyak diteliti memiliki efek antikanker. Timoquinon yang merupakan komponen mayor dari jinten hitam diketahui memiliki efek kemoterapi dan kemoprevensi. Dalam penelitian ini timoquinon diujikan pada sel HeLa yang merupakan cell line kanker serviks untuk melihat adanya efek apoptosis yang ditimbulkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 tahapan, yaitu uji sitoktoksik menggunakan MTT assay dan Uji apoptosis menggunakan metode Annexin V. Pada uji sitotoksik menggunakan MTT assay didapatkan IC50 sebesar 30 µg/mL. Selanjutnya dilakukan uji apoptosis menggunakan Annexin V. Sel HeLa dimasukkan ke dalam mikrokultur, lalu diinkubasi selama 24 jam. Kemudian media diganti dan diberi bahan uji sesuai dengan kelompok uji yaitu K (dosis timoquinon 0), P1 ( 1/2xIC50),P2 (IC50) dan P3 (2xIC50). Mikrokultur diinkubasi kembali selama 24 jam. Media kultur masing-masing sumuran dibuang dan dicuci dengan 1000 μL PBS, lalu ditambahkan 200 μL tripsin- EDTA 0,25% lalu diinkubasi pada 37ºC selama 5 menit. Masing-masingsumuran dimasukkan 1000 μL media kultur (RPMI) lalu diresuspensi dan diberikan reagen Annexin V-PI, kemudian sel siap untuk diinjek pada alat flowsitometer. Data persentase sel yang mengalami apoptosis masing-masing adalah K=2,835%, P1=2,95%, P2=3,06%, P3= 75,56, lalu diuji menggunakan uji statistik One Way Anova dan diperoleh nilai p=0,00. Simpulan: timoquinon dapat menginduksi apoptosis pada sel kanker serviks. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci: , apoptosis, flowsitometri, HeLa, kanker serviks, timoquinon
POTENSI TIMOQUINON DARI JINTEN HITAM (NIGELLASATIVAL) DALAM KEMOTERAPIKANKER SERVIKS Susianti Susianti
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.692 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i1.334

Abstract

Angka kematian akibat kanker semakin tinggi, sehingga harus menjadi perhatian serius dari berbagai pihak. Dari berbagai jenis kanker salah satu kanker yangmenjadi ancaman kesehatan wanita di dunia terutama di negara berkembangadalah kanker leher rahim (serviks).Salah satu usaha yang dapat dilakukan dalammengatasi mahalnyapengobatan kanker adalah dengan mengembangkan bahan alam sebagai obatantikanker.Dari berbagai tumbuhan yang telah diteliti baik in vitro maupun in vivobanyak diantaranya memiliki efek kemopreventif maupun kemoterapi (antikanker)yang cukup potensial.Induksi terhadap apoptosis merupakan mekanisme yang paling potensialdalam melawan kanker. Peran timoquinon dalam menginduksi apoptosis merupakan potensi yang cukup baik sebagai bahan untuk kemoterapi. Mengingat kasus kanker serviks cukup tinggi dan merupakan kanker yang paling banyak menyebabkan kematian pada wanita perlu dilakukan penelitian atau kajian mengenai efek maupun mekanisme timoquinon dalam kemoterapi kanker serviks. 
Faktor Biologi Dan Lingkungan Terhadap Disfungsi Seksual Wanita Fitri Sofiatin; Sutyarso Sutyarso; Susianti Susianti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i2.2542

Abstract

ABSTRAK Latarbelakang:Disfungsi seksual diperkirakan mempengaruhi 22-43% wanita di seluruh dunia. Faktor yang berkontribusi adalah faktor biologi dan lingkungan. Faktor penentu biologi meliputi usia, status menopause yaitu lama mengalami menopause dan usia menarche. Faktor lingkungan yang berkaitan yaitu paritas, usia pasangan (suami), tingkat pendidikan, pendapatan, pekerjaan wanita, lama hubungan pernikahan, riwayat medis, penggunaan obat-obatan dan penggunaan kontrasepsi. Sehingga perlu diketahui apakah terdapat hubungan antara faktor biologi dan lingkungan khususnya di Kota Bandar Lampung.Metode: Penelitian observasional non-eksperimental yang menggunakan rancangancross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kedaton, Bandar Lampung selama satu bulan dimulai sejak dikeluarkannya izin dari komite etik penelitian. Data disfungsi seksual didapatkan dari kuesioner Female Sexual Function Index (FSFI) dan kuesioner terkait karakteristik faktor biologi dan lingkungan. Data kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program statistic dengan uji Chi Square sebagai analisis bivariat.Hasil: Angka disfungsi seksual pada wanita sebanyak 102 (46,6%) responden.Terdapat hubungan antara usia responden, usia pasangan/suami responden dan lama pernikahan responden terhadap kejadian disfungsi seksual (p<0,05 dengan OR 1,488; 1,415; dan 1,428).Simpulan:Terdapat hubungan antara faktor biologis yaitu usia ibu serta factor lingkungan seperti usia pasangan/suami dan lama pernikahan dengan disfungsi seksual pada wanita.Saran: Pengambilan data seperti riwayat medis dapat dilakukan dengan spesifik dengan pemeriksaan medis yang mendukung, responden penelitian tidak mengetahui secara pasti riwayat medis karena tidak melakukan pemeriksaan secara rutin. Kata kunci:Faktor Biologi, DisfungsiSeksual, FaktorLingkungan, Wanita 
POLA PENYAKIT DI POLIKLINIK TELINGA HIDUNG TENGGOROK BEDAH KEPALA LEHER (THT-KL) RSUD RAGAB BEGAWE CARAM MESUJI PERIODE JANUARI 2018 – DESEMBER 2020 Bara Ade Wijaya Suprayitno; Susianti Susianti; Suharmanto Suharmanto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i2.4271

Abstract

Pemanfaatan pelayanan rawat jalan melalui poliklinik merupakan bentuk kesadaran masyarakat dalam mengatasi permasalahan terkait keluhan penyakit yang dirasakan. Kunjungan masyarakat ini merupakan indikator mutu pelayanan RSUD Ragab Begawe Caram Mesuji. Jumlah kunjungan pasien poliklinik rawat jalan dengan 10 besar penyakit dibedakan berdasarkan usia, jenis kelamin dan sistem pembiayaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola penyakit di Poliklinik Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher (THT-KL) RSUD Ragab Begawe Caram Mesuji periode Januari 2018 – Desember 2020. Metode yang digunakan deskriptif retrospektif. Hasil penelitian didapatkan kunjungan terbanyak pada tahun 2019 yaitu 755 pasien. Penyakit tersering pada tahun 2018 dan 2019 adalah serumen prop yaitu 117 pasien dan 134 pasien, sedangkan untuk tahun 2020 yang terbanyak adalah otitis externa 110 pasien. Untuk kunjungan usia paling banyak £ 10 tahun yaitu 2018 (218 pasien) dan 2019 (226 pasien), sedang untuk 2020 usia ³ 51 tahun (119 pasien). Pasien laki – laki memiliki kunjungan lebih banyak tahun 2018, sedang untuk 2019 dan 2020 lebih banyak pasien perempuan. Untuk sistem pembayaran dari tahun 2018 hingga 2020 pasien lebih banyak memanfaatkan BPJS dibanding umum. Kesimpulan urutan pola penyakit tersering di Poliklinik THT-KL RSUD Ragab Begawe Caram Mesuji 2018 yaitu serumen prop, otitis externa, otitis media akut, otitis media supuratif kronis, rhinitis alergi, tonsilitis, rhinosinusitis, benda asing di THT-KL, laringofaringeal reflux disease dan faringitis. Sedangkan untuk 2019 polanya serumen prop, otitis externa, otitis media akut, tonsilitis, rhinitis alergi, otitis media supuratif kronis, rhinosinusitis, laringofaringeal reflux disease, benda asing di THT-KL, dan faringitis. Untuk pola tahun 2020 yaitu otitis externa, serumen prop, otitis media akut, rhinosinusitis, rhinitis alergi, otitis media supuratif kronis, tonsilitis, benda asing di THT-KL, laringofaringeal reflux disease dan faringitis.
DIABETES MELLITUS AND HEALTH EDUCATION’S ROLE IN PATIENT MANAGEMENT: A LITERATURE REVIEW Ajeng Defriyanti Pusparini; Reni Zuraida; Susianti Susianti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5090

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis disebabkan organ pankreas tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau ketika tubuh tidak efektif menggunakan insulin yang diproduksinya sehingga terjadi kadar gula darah yang meningkat. Penderita DM terus meningkat setiap tahunnya selama beberapa dekade terakhir. Sekitar 463,0 juta atau 9,3 % dari orang dewasa berusia 20-79 tahun di seluruh dunia menderita DM pada tahun 2019. Perlunya pengelolaan dan pencegahan DM dimana melibatkan multi disiplin ilmu sesuai dengan kompetensi dan penugasan klinis. Beberapa upaya penatalaksaan dalam upaya pengelolaan dan pencegahan penyakit DM antara lain edukasi, melakukan aktifitas fisik, pengaturan diet dan pola makan, terapi farmakologi dan pemantauan laboratorium secara berkala. Pengelolaan secara komprehensif difokuskan terhadap upaya mengubah perilaku ke arah perilaku sehat dan modifikasi gaya hidup. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan dalam pengelolaan DM adalah dengan cara pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan kontrol glikemik dan dapat meningkatkan pemahaman serta kemampuan pasien dan keluarga dalam perawatan diri pasien DM sehingga dapat mengurangi komplikasi dan rehospitalisasi.
Pengaruh Pemberian Air Lemon pada Gambaran Histopatologi Arteri Koronaria Tikus Putih Jantangalur Sprague Dawley yang Diberi Minyak Jelantah Siti Raqiya Rasyid; Susianti Susianti; Ety Apriliana; Rizki Hanriko
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 3 No 1 (2022): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: April 2022
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.733 KB)

Abstract

Penggunaan minyak goreng semakin meningkat seiring bertambahnya tahun., hingga seringkali minyak goreng di gunakan secara berulang (minyak jelantah). Konsumsi minyak jelantah dapat meningkatkan kadar radikal bebas dan asam lemak dalam tubuh yang dapat menyebabkan disfungsi endotel pembuluh darah dan asam lemak bebas yang berlebihan dalam darah akan mudah melekat pada dinding bagian dalam pembuluh darah.Ada banyak cara untuk mengurangi pengaruh minyak jelantah salah satunya adalah dengan pemberian air lemon. Mengetahui pengaruh pemberian air lemon (Citrus limon) terhadap gambaran histopatologi pembuluh darah arteri koronaria tikus putih (Rattus norvergicus) yang diberi minyak jelantah. Jenis penelitian ini adalah desain eksperimental metode rancangan acak terkontrol dengan pola post test only control group designs. Populasi berupa tikus putih jantan galur Sprague dawley berjumlah 24 ekor yang berusia 8-10 minggu dibagi kedalam 4 kelompok percobaan. Pada penelitian ini kelompok bermakna terdapat pada semua kelompok dengan uji analisis menggunakan Kruskal Wallis dengan hasil didapatkan nilai p<0,05 yaitu K0: 0,028,K-:0,028,P1: 0,028, dan P2: 0,047. Terdapat pengaruh pemberian minyak jelantah terhadap gambaran histopatologi pembuluh darah arteri koronaria dan terdapat pengaruh pemberian air lemon terhadap gambaran histopatologi pembuluh darah arteri koronaria tikus putih (Rattus norvergicus) jantan galur Sprague dawley yang diberi minyak jelantah.
Relationship Between Low Born Weight (Lbw) And Stunting Events In Children (Age 24-59 Months) Sutarto; Sri Agustina; Kinanti Rahmadhita; Susianti; Roro Rukmi Windi Perdani
Indonesian Journal of Medical Anthropology Vol. 2 No. 1 (2021): Traditional Medicine
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.955 KB) | DOI: 10.32734/ijma.v2i1.4696

Abstract

Abstract     :     Background: Stunting is a condition of toddlers who have less length or height compared to age. Toddler stunting is a chronic nutritional problem caused by many factors, one of which is LBW. Babies born with LBW will be at high risk of morbidity, mortality, infectious diseases, underweight and stunting in the early neonatal period to childhood.The purpose of this study is to determine the association between  Low Birth Weight (LBW) with the incidence of stunting in toddlers (aged 24-59 months) in the Way Urang Community Health Center in South Lampung Regency.                         Method: This study uses an observational analytic method with a case control study design. LBW data is secondary data obtained by looking at the birth weight data of children under five listed in the Maternal and Child Health book Way Urang Community Health Center data. The statistical analysis uses the Chi Square test.                         Result: There is an association of Low Birth Weight (LBW) with the occurrence of stunting in toddlers (aged 24-59 months) in Way Urang Community Health Center South Lampung Regency. P value= 0,024.                         Conclusion: There is a significant association of Low Birth Weight with the incidence of stunting in toddlers (aged 24-59 months) in the Way Urang Community Health Center in South Lampung Regency.
Pengaruh Pemberian Teh Hijau (Camellia sinensis) terhadap Gambaran Histopatologi Paru-Paru Tikus Putih (Rattus novergicus) Jantan Galur Sprague Dawley yang di Papar Uap Rokok Elektronik Ni Putu Sari Widiyani; susianti; Putu Ristyaning Ayu Sangging
Medula Vol 12 No 3 (2022): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v12i3.472

Abstract

E-cigarettes are easy to obtain and feel safer than conventional cigarettes, making smokers begin to change their habits in using conventional cigarettes. This trend has made e-cigarettes increasingly popular. Toxic contained in e-cigarettes causes an oxidative stress process that triggers an inflammatory response and causes respiratory problems. Green tea extract is believed to be an antioxidant to suppress the oxidative stress process. The study used a pure experimental design using 30 white rats of the Sprague Dawley strain. There was a change in histopathological damage in all samples where there was a significant difference in the control group, but not significant in the value of the vape control (K2) with treatment group 1 (50 mg/kgBW) p=0.163. E-cigarette consumption leads to an increase in circulating markers of oxidative stress. E-cigarette vapor induces an increase in cellular reactive oxygen species which in turn increases circulating inflammatory markers. Green tea polyphenols seek reactive oxygen species (ROS) by generating more stable phenolic radicals. The protective effect is attributed to the antioxidant capacity thereby reducing lung tissue damage. The conclusion is that there is an effect of giving green tea extract at a dose of 50 mg/kgBW but there is an effect of giving green tea extract at a dose of 100 mg/kgBW and 200 mg/kgBW on changes in the histopathological picture of the lungs of white rats (Ratus novergicus) Sprague dawley strain exposed to steam. electronic cigarette.
Co-Authors Agusta Saraswati Ahmad Farizan Radhitya Ahmad Syah Putra Ajeng Defriyanti Pusparini Andhini, Friska Andrian Rivanda Andriansah, M. Anggi Setiorini Anggraeni Janar Wulan Anisa Nuraisa Jausal Arif Setiawansyah Arini Meronica Atmajaya, Yudhi Ayu Ningsih Bahren Nortajulu Balqis Mezzaluna D'Azzuri Bara Ade Wijaya Suprayitno Bayu Anggileo Pramesona Betta Kurniawan betta kurniawan Cana, Arla Erit Siktia Catur Ariwibowo Dedi Hermawan Devi Rahmadiani Diah Septia Liantari, Diah Septia Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Ersa, Rakhmigasti Citra Ety Apriliana Exsa Hadibrata Fitri Sofiatin Giok Pemula Hadibrata, Exsa Ibnu Fadilah Indri Windarti Irawan Budi Waskito Irma Liani Jhons Fatriyadi Suwandi Kamalia, Avissa Medina Khairun Nisa Kinanti Rahmadhita Kurniawaty, Evi Lanang Rachmadi M. Yusran Maya Ganda Ratna Mela Liberti Octoriani Simaremare Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Sudarmo Kasban Nabila Shafira Ni Putu Sari Widiyani Nisa Karima Nisa Karima Nurhasanah Nurhasanah Pemula, Giok Putu Ristyaning Ayu R Supriyanto Rengganis Wardani, Dyah Wulan Sumekar Reni Zuraida Rinawati Rinawati Rizki Hanriko Roro Rukmi Windi Perdani, Roro Rukmi Sangging, Putu Ristyaning Ayu Siti Raqiya Rasyid Smith Imanuel Saputra Sofyan Musyabiq Wijaya Sri Agustina Suharmanto Suharmanto Sutarto Sutopo Hadi Sutyarso Sutyarso Sutyarso Sutyarso Syaiful Bahri Syazili Mustofa Tasya Hani Fatwa Wido Gamani Yolanda Fratiwi Yudhi Atmajaya Zakiah Zakiah