Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Ethnobotanical Study of Cangkuang Plants (Pandanus furcatus Roxb.) in the Indigenous Community of Kampung Pulo Garut Lida Amalia; Fitriani Dewi Sontani; Siti Nurkamilah
Journal Civics And Social Studies Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Civicos Vol 5 No 2 Tahun 2021
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/journalcss.v5i2.151

Abstract

Ethnobotanical Study of Cangkuang Plants (Pandanus furcatus Roxb.) in the Indigenous Community of Kampung Pulo Garut. The aim is to find out the ethnobotany of Cangkuang plants through several studies, as well as knowing the percentage of growth strata, parts of the organs used, and their utilization. The benefit of research is to provide information about ethnobotany from various aspects of study and to inspire people to cultivate Cangkuang plants. The research method uses descriptive qualitative methods, work methods are carried out directly in the field and supported by respondent interviews (semi-structural and open ended). Determining respondents and collecting plant sample data used the purposive sampling method. Based on research, observations and interviews, the botanical study of the Cangkuang plant has the morphology of elongated pointed leaves, spiny edges, has stilt roots, and no flower shape can be found. Ethnopharmacology, leaves and fruit as medicine for diarrhea, dysentery, antioxidant. Ethnolinguistically, Cangkuang is used as the name of villages, lakes, temples and tourist parks. Ethnoanthropology, the fruit has a myth of being able to ward off spirits. Ethnoeconomically, the leaves are useful as household utensils and food packaging. Percentage of growth stages/strata, seedlings 68%, saplings 16%, poles 9%, and trees 7%. The percentage of plant parts that are used, leaves 83% and fruit 17%. Percentage of plant use, 50% as medicine, 30% as food packaging, 17% as household utensils, and 3% as mythical objects.
International Research Trends of Gamification in Elementary School: Analisis Bibliometrik Siti Nurkamilah; Udin Syaefudin Sa'ud; Wahyu Sopandi; Dani Gunawan; Yara Biduri
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 3 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i3.93311

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tren penelitian internasional yang berhubungan dengan gamifikasi di lingkungan Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian berbasis sistematis kuantitatif research dengan teknik analisis bibliometric. Data penelitian diperoleh dari 2.285 artikel publikasi yang terindeks scopus mengenai gamifikasi di lingkungan Sekolah Dasar dari tahun 2012 hingga tahun 2024 yang diperoleh dengan menggunkaan analisis kata kunci, Analisis bibliometric pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi VOSviewer dan RStudio. Hasil penelitian menunjukan bahwa penelitian mengenai Gamifikasi di lingkungan Sekolah Dasar pada tahun 2012-2024 terus mengalami peningkatan jumlah publikasi pada setiap tahunnya. Negara yang paling banyak melakukan sitasi mengenai penelitian gamifikasi adalah USA yakni sebanyak 6.090 sitasi. Jurnal yang paling banyak melakukan publikasi adalah Jurnal Sustainability (Switzerlandz), kemudian artikel yang paling banyak disitasi adalah artikel publikasi karya Seaborn K yakni sebanyak 1.389 sitasi. Untuk Penulis yang paling aktif melakukan publikasi artikel yakni Isotani S dan Segura-Robles A yakni masing-masing sebanyak 14 artikel. Kemudian untuk negara yang paling banyak melakukan publikasi penelitian adalah Spanyol yakni sebanyak 445artikel publikasi. Kolaborasi penelitian banyak terjadi antara satu peneliti dengan peneliti yang lain, dalam tema gamifikasi ini terjalin delapan jaringan kolaborasi peneliti dan tiga negara mendominasi dalam jaringan kolaboasi antar negara ini yakni Spanyol, US dan UK. Trend tema penelitian yang berpotensi besar untuk penelitian selanjutnya yakni gamifikasi dihubungkna dengan elektronik learning dan students seperti pendidikan berbasis teknologi, media pendidikan, ICT, chatbot, dan lain sebagainya.
THE EFFECTIVENESS OF USING THE SUBJECTIVE IN LEARNING (SIL) LEARNING MODEL IN IMPROVING THE UNDERSTANDING OF NATURE OF SCIENCE (NoS) SUBJECTIVE ASPECTS IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Siti Nurkamilah; Udin Syaefudin Sa’ud; Ari Widodo
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v10i1.6973

Abstract

Understanding the Nature of Science (NoS) is essential because it helps students appreciate, understand and criticize science more effectively. The subjective aspect, which is one aspect of the Nature of Science (NoS), still needs to be better understood among elementary school students. This Research discusses the effectiveness of using the Subjective In Learning (SIL) learning model in increasing understanding of the Nature of Science (N0S). ) subjective aspects of elementary school students. This Research was conducted using a quantitative approach, a pre-experimental research type with a one-group pretest post-test design. The instruments used were questionnaires and interviews. The research location is at a leading private elementary school in Garut Regency, West Java. Based on the Research that has been carried out, the results show that the Subjectivies in Learning (SIL) learning model is effective in increasing students' understanding of the subjective aspect of the Nature of Science (NoS), with an increase of 0.34, which can be included in the medium category. The author recommends that further researchers develop other learning models to increase students' understanding of different aspects of NoS.
BIOLOGY TEACHERS' TPACK SELF-EFFICACY IN PRACTICAL WORK DURING DISTANCE LEARNING Muthmainnah, Rifaatul; Nurkamilah, Siti
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 1 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n1i14

Abstract

This study aims to explore Biology teachers' TPACK self-efficacy on practical work during distance learning. The descriptive method was used with 42 participants who joined as Biology teacher association in Garut city, determined by random sampling. The data were collected through an online self-assessment questionnaire to explore teachers' perceived self-efficacy. Data analysis is done descriptively. The results showed that biology teachers have a good self-efficacy on their TPACK. Biology teachers are confident that they will carry out practical work successfully during this pandemic crisis. Biology teachers tend to show better self-efficacy in content knowledge than knowledge related to technology. However, they generally still show enthusiasm to increase their technological knowledge. The results indicate sustained integration of technology in learning even after the COVID-19 crisis, for example, when blended learning is in the future. This research may be used to develop a professional program to improve teachers' TPACK. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi self-efficacy guru Biologi terhadap TPACK pada kegiatan praktikum selama pembelajaran jarak jauh. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan 42 guru yang tergabung sebagai anggota musyawarah guru mata pelajaran Biologi di Kota Garut dan dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner penilaian diri untuk mengeksplorasi self-efficacy yang dimiliki guru. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Biologi memiliki self-efficacy yang baik pada TPACK mereka. Guru Biologi percaya diri bahwa mereka bisa melaksanakan kegiatan praktikum dengan sukses selama pandemi COVID-19. Guru Biologi cenderung menunjukkan self-efficacy yang lebih baik dalam hal pengetahuan konten, jika dibandingkan dengan pengetahuan yang berkaitan dengan teknologi. Tetapi umumnya tetap menunjukkan antusias untuk meningkatkan pengetahuan teknologinya. Hasil penelitian ini mengindikasikan potensi integrasi teknologi yang berkelanjutan dalam praktikum berbasis online terutama ketika blended learning menjadi keharusan setelah melewati masa krisis pandemi COVID-19. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk mengembangkan program profesionalisme guru dalam meningkatkan kemampuan TPACK.
PENGARUH MEDIA BIG BOOK TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAAN SISWA KELAS 1 SDN 1 MEKARSARI Alawiyah, Syifa Alawiyah; Gunawan, Dani; Nurkamilah, Siti; Nuriyanti, Risma
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v4i2.2071

Abstract

This study aims to analyze the effect of using Big Book media on the early reading skills of first-grade students at SDN 1 Mekarsari. The research employed a quantitative method with a Quasi-Experimental Design, specifically the Static Group Pretest-Posttest Design. This study was conducted to address the issue of low early reading skills among students, including difficulties in recognizing letters, spelling, and understanding texts. Before the use of Big Book media, the reading abilities of students in the experimental and control classes were relatively similar. However, after using Big Book media, the students' reading abilities significantly improved. The findings indicate that Big Book media is not only effective in enhancing early reading skills but also increases students' engagement and enthusiasm in learning. With its visually appealing approach, Big Book motivates students and creates an enjoyable learning environment, resulting in more optimal improvements in their reading abilities.
ANALYSIS OF TEACHER NEEDS ON INTERACTIVE LEARNING MEDIA FOR DISTANCE LEARNING Siti Nurkamilah; Rifaatul Muthmainnah
Akademika Vol 11 No 01 (2022): Akademika : Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Akademika : Jurnal Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/akademika.v11i01.1817

Abstract

This research aims to find out the need for teachers to interactive learning media for distance learning. This research is qualitative research using descriptive methods. The research subjects involved were biology teachers of High School and Madrasah Aliyah in Garut Regency. The results of this study show that students' initial understanding of biological materials is needed, then interactive learning media is needed in the distance learning process. The needs of content or materials in interactive learning media must be following the core competencies and basic competencies that exist in the school. The purpose of learning and material can be presented briefly and clearly. In addition, there needs to be an evaluation process at the end of interactive media in the form of multiple choices. For aspects of visual communication, bright colors are needed that do not mess with the look and provide comfort for students that are accompanied by animations, audio, images, appropriate typefaces, and accompanied by distinctive icons that can help students remember the material delivered. The media used in distance learning needs to be distinguished from the medium of learning directly so that students can easily understand the material presented in addition to the teacher can easily monitor the cognitive development of students. The perception of most teachers regarding the right interactive learning media used in the distance learning process is to use android and be easy to operate.
ANALISIS FENOMENA BULLYING SISWA KELAS TINGGI DI MI AL-IJABAH Fajria, Zilfah Aulia; Nurkamilah, Siti; Rahman, Maulida Aulia
Bale Aksara Vol. 6 No. 1 (2025): Articles
Publisher : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena bullying siswa kelas tinggi di MI Al-Ijabah, mengetahui bagaimana bentuk-bentuk bullying yang dilakukan siswa-siswi kelas tinggi dan faktor-faktor apa yang menjadi penyebab siswa-siswi melakukan bullying di MI Al Ijabah. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang merupakan studi kasus di MI Al-Ijabah. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakkan teknik observasi, wawancara, angket/kuisioner, dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa SD kelas tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, fenomena bullying yang terjadi di sekolah MI Al-Ijabah terdapat bentuk bullying verbal dimana pelaku sering kali memanggil nama korban dengan sebutan nama orang tua. Selanjutnya dalam bentuk fisik sering kali siswa-siswi memukul, mendorong, menendang dan mencubit. Kemudian, Relasional dimana terdapat siswi kelas IV dan VI yang selalu diabaikan teman-temannya. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa-siswi melakukan bullying diantaranya faktor keluarga, faktor sekolah, dan lingkungan (teman). Cara yang dilakukan guru untuk mengatasi masalah bullying yaitu komunikasi dengan pelaku dan korban, berdiskusi, menasehati, menegur, memberikan arahan dan bimbingan, menekankan kepada pelaku, hukuman dan sanksi, mengajari anak dengan perilaku positif, memberikan kesibukan positif, dan pelaporan.
Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium dan Pengenalan Praktikum Biologi Sederhana bagi Guru Biologi dan Siswa Rifaatul Muthmainnah; Lida Amalia; Dewi Hernawati; Diah Ika Putri; Sriwahjuningsih; Siti Nurkamilah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1190

Abstract

Biologi sebagai cabang sains, bukan hanya belajar tentang pengetahuan konten melainkan juga belajar tentang proses. Oleh karena itu, dalam pembelajarannya, diperlukan kegiatan praktikum yang merupakan bagian integral dari pembelajaran sains. Potensi besar dari kegiatan praktikum dalam pembelajaran biologi tersebut, tidak diimbangi dengan sarana prasarana di lapangan seperti laboratorium, alat-alat laboratorium dan bahan untuk melaksanakan praktikum. Oleh karena itu, Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan untuk mengisi atau menjembatani gap antara konsep ideal tersebut dengan kondisi di lapangan yang tidak ideal tersebut melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait alat-alat laboratorium beserta penggunaannya dan pengenalan praktikum sederhana biologi sekolah. Mitra pengabdian adalah 6 guru biologi dan 32 siswa dari SMP Pakenjeng yang terletak di wilayah selatan kota Garut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui metode ekspositori, pameran, demonstrasi dan diakhiri dengan refleksi. Data diambil menggunakan angket berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Indikator keberhasilan pengabdian adalah adanya peningkatan pengetahuan, minat, dan kesediaan untuk mengikuti pengabdian selanjutnya. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa 81 % peserta sudah meningkat pengetahuannya tentang alat-alat laboratorium. Selain itu, 63% peserta sangat setuju bahwa dengan demonstrasi praktikum, antusiasme dalam menyimak pembelajaran biologi menjadi meningkat. Sementara itu, 80 % peserta menyatakan puas terhadap pelaksanaan pengabdian ini dan menyatakan bersedia mengikuti jika diadakan acara pengabdian kembali dengan tema lainnya Training on the Use of Laboratory Equipment and Introduction to Simple Biology Practicum Biology, as a branch of science, not only learns about content knowledge but also learns about processes. Therefore, practicum activities are needed in learning, which is an integral part of science learning. The great potential of practicum activities in biology learning needs to be balanced with infrastructure facilities in the field, such as laboratories, laboratory equipment, and materials to carry out the practicum. Therefore, it is necessary to take action to fill or bridge the gap between the ideal concept and the conditions in the field that could be better through community service activities. This service aims to provide knowledge related to laboratory equipment and its use and introduction to simple practicum in school biology. The service partners are six biology teachers and 32 students from SMP Pakenjeng, located in the southern area of Garut City. This community service activity is carried out through expository methods, exhibitions, and demonstrations and ends with reflection. Data were taken using a Likert scale-based questionnaire and analyzed using descriptive statistics. An indicator of successful service is increased knowledge, interest, and willingness to participate in further service. The results of service activities showed that 81% of participants had increased their knowledge of laboratory equipment. In addition, 63% of participants strongly agreed that enthusiasm for listening to biology learning increased with practicum demonstrations. Meanwhile, 80% of participants expressed satisfaction with the implementation of this service and expressed willingness to participate in a re-service event that was held with other themes.
Analisis Pemahaman Mahasiswa Terhadap Kebijakan Program Kampus Mengajar di Indonesia Siti Nurkamilah; Rohani Rohani; Udin Syaefudin Sa"ud; Rajji Adiredja; Sigit Aditya Ramadhani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92130

Abstract

Kampus mengajar dihadirkan untuk membantu sekolah dasar dalam melaksanakan proses pembelajaran dalam mencapai kesetaraan kompetensi dalam literasi, numerasi dan adaptasi teknologi khususnya di Sekolah Dasar yang berada di wilayah 3T. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan mahasiswa dalam menjalankan program kampus mengajar sehingga dapat mengantisipasi berbagai permasalahan yang muncul di lapangan ketika menjalankan program kampus mengajar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah 118 mahasiswa yang berasal dari 13 kampus yang berbeda yang ada di Indonesia. Teknik penelitian yang dilakukan menggunakan angket dan wawancara. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa mahasiswa tertarik dengan program kampus mengajar, karena selain dapat meningkatkan kompetensi personal, profesional, pedagogik dan sosial, partisipasi mereka dalam program kampus mengajar dapat menjadi kontribusi yang baik bagi pembangunan negeri, terutama di lingkungan pendidikan dasar. Pemahaman mahasiswa terhadap program kampus mengajar masih kurang, hal ini dapat terjadi karena informasi yang mereka peroleh tentang program kampus mengajar ini masih terbatas. Namun minat dan ketertarikan mahasiswa untuk mengikuti program kampus mengajar tergolong tinggi. Terdapat beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan mahasiswa dalam mengikuti program kampus mengajar, antara lain dukungan dari PT asal, persetujuan orang tua, informasi mengenai kampus mengajar, biaya, penempatan Lokasi KM, Teknik pelaporan KM, dan jadwal pelaksanaan KM.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FLASH CARD TERHADAP PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA KELAS I SEKOLAH DASAR Nuriyanti, Risma; Subagja, Sheika Intan; Widyaningsih, Yennie Indriati; Nurkamilah, Siti; Febrianti, Fitri Ayu
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v5i1.2601

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya penguasaan kokata siswa. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh media flashcard terhadap penguasaan kosakata siswa kelas 1 sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu pre-experimental dengan one group pretest-posttest design, sample yang diambil yaitu kelas 1A yang berjumlah 15 siswa  dengan menggunakan teknik sampling purposive. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan penguasaan kosakata siswa yang dilihat dari perolehan nilai rata-rata pretest yakni 65,667, mengalami peningkatan pada postest yakni 84,667. Selain itu hasil uji t menunjukkan  ttabel 2,145 lebih kecil dari thitung 5,729. Maka dapat dismpulkan bahwa media flashcard berpengaruh terhadap penguasaan kosakata siswa kelas 1 sekolah dasar