Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBESARAN BUDIDAYA IKAN LELE (Clarias sp) POKDAKAN MINA MAKMUR DI DESA SIDOHARJO KECAMATAN PATI KABUPATEN PATI Siswandoko, Ricky Dwi; Elfitasari, Tita; Rachmawati, Diana
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.427 KB)

Abstract

Di Indonesia ikan lele merupakan salah satu ikan konsumsi yang paling popular dan banyak dibudidayakan. Desa Sidoharjo merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Pati Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah mempunyai potensi budidaya air tawar yang menjanjikan. Pembudidaya ikan di Desa Sidoharjo memelihara ikan lele dengan system alami (tradisional) baik secara monokultur maupun polikultur. Namun permasalahan yang akan dibahas dalam  penelitian usaha budidaya ikan lele ini adalah tentang bagaimana upaya untuk memperoleh hasil yang baik dan menguntungkan dalam memenuhi keinginan masyarakat tetapi dengan mengeluarkan biaya seminimal mungkin karena hal tersebut mempengaruhi profit abilitas dari pendapatan para pembudidaya lele tersebut. Untuk memperbaiki profit secara financial perlu dilakukan perhitungan aspek finansial yang berkaitan seperti keuangan, permodalan, pembiayaan, pendapatan dan pendapatan dalam periode waktu tertentu. Variabel yang akan diamati dalam usaha budidaya lele adalah bibit, pakan, tenaga kerja, listrik, transportasi, perawatan aset, perizinan, pupuk dan obat-obatan. Sedangkan prospek bisnis dalam usaha dapat ditentukan berdasarkan perhitungan Payback Periode (PP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (B/C Rasio).  Berdasarkan variable tersebut dapat diambil kesimpulan apakah kegiatan budidaya ikan lele di Kecamatan Pati Kabupaten Pati layak atau tidak diusahakan lebih lanjut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus dengan pengumpulan data yang menggunakan metode observasi langsung, wawancara dan distribusi kuisioner. Hasil penelitian ditinjau dari aspek ekonomi berupa rata – rata biaya investasi sebesar Rp. 185.580.000,-., biaya operasional sebesar Rp. 215.118.000, dan pendapatan sebesar Rp. 204.800.000,-. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, disimpulkan bahwa usaha budidaya ikan lele di Kecamatan Pati Kabupaten Pati dikatakan layak untuk dijalankan dengan nilai NPV Rp. 223.869.427,- , tidak menghasilkan IRR, B/C Ratio 1 dan Payback Periode 2. In Indonesia, catfish is one of the most popular fish consumption and widely cultivated.Sidoharjo Village is part of Rowosari Sub-district, Kendal Regency, Central Java Province has a potential of freshwater cultivation that  promising.Fish farmers in Sidoharjo Village raise catfish with natural (traditional) system either monoculture or polyculture.But the problem that will be discussed in this catfish farming business study is about efforts to obtain good and profitableresults  in meeting the desires of people but by spending as little as possible because it affects the profitability of the income of the catfish farmers. It is necessary to calculate the related financial aspects such as finance, capital, financing, income and income within a certain period of time to improve profit financially.The variables to be observed in the cultivation of catfish are seeds, feed, labor, electricity, transportation, asset maintenance, licensing, fertilizer and medicine.Business prospects in this cultivation  can be determined based on Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (B / C Ratio) calculations.Based on these variables can be concluded whether the catfish farming activities in District Rowosari Kendal District worthy or not further cultivated. The research method used is descriptive method which is case study with data collection using direct observation method, interview and distribution of questionnaire. The results of the study in terms of economic aspects of the average investment cost of Rp. 185.580.000, -., Operational cost of Rp. 215.118.000, and income of Rp. 204.800.000, -. Based on the results of this study, it is concluded that the catfish farming business in Rowosari District of Kendal Regency is said to be feasible to run with the value of NPV Rp. 223.869.427, -, does not bear IRR, B / C Ratio 1  and Payback Period 2.
ANALISA USAHA KEGIATAN PEMBESARAN UDANG VANAME (Litopenaeus Vannamei) DI POKDAKAN SUDI MAKMUR KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR Wiguna, Ghani Bagas; Elfitasari, Tita; Rachmawati, Diana
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.7 KB)

Abstract

Prospek dari pengembangan usaha pembesaran udang vaname di POKDAKAN Sudi Makmur Kecamatan Palang Kabupaten Tuban memiliki potensi yang baik karena tingginya permintaan pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek teknis dan aspek finansial kegiatan pembesaran udang vaname POKDAKAN Sudi Makmur Kabupaten Tuban. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus. Hasil dan kesimpulan yang diperoleh yaitu berdasarkan Aspek teknis budidaya , pembesaran udang vaname meliputi persiapan media budidaya, penebaran benih, pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, panen dan pemasaran.  Hasil penelitian ditinjau dari aspek ekonomi berupa modal investasi berkisar Rp. 28.950.000 sampai dengan Rp. 41.600.000,-, biaya variabel berkisar Rp. 511.000.000 sampai dengan Rp. 361.100.000 /tahun, pendapatan sebesar Rp. 976.800.000 sampai deengan Rp. 1.272.800.000/tahun Berdasarkan hasil dari penelitian ini, disimpulkan bahwa usaha pembesaran udang vaname secara intensif di Kabupaten Tuban dikatakan layak untuk di jalankan dengan nilai PP rata-rata sebesar 0.53 sampai dengan 0.61 tahun, nilai NPV 3,395,134,139 sampai dengan 7,969,643,695; B/C ratio 1.7 sampai dengan 1.9 . The prospect of the development of vannamei shrip hatchery business in POKDAKAN Sudi Makmur Palang regency  district Tuban has a good potency because demand for shrimp is also quite high. The purpose of this research is to analyse technical aspect and financial aspect of  development of vannamei shrimp in POKDAKAN Sudi Makmur in district Tuban. The data collection method used in this research is interview method and questionnaire distribution method. Results and conclusions obtained are based on technical aspects of vannamei shrimp hatchery include culture preparation, feed management, water quality management and marketing method.  The result of this research based on economical aspect is capital investation is Rp. 28.950.000 to Rp. 41.600.000,-, variabel cost Rp. 511.000.000 to Rp. 361.100.000,-/year, income Rp. 976.800.000 to Rp. 1.272.800.000,-/year. Based on the result of this research concluded that intensive vannamei shrimp culture at district Tuban is feasible to be continued with averge PP 0.53 to 0.61, NPV 3,395,134,139 to 7,969,643,695,-, B/C ratio 1.7 to 1.9.
PERFORMA KEMATANGAN GONAD, FEKUNDITAS DAN DERAJAT PENETASAN MELALUI PEMBERIAN KOMBINASI PAKAN ALAMI PADA INDUK UDANG WINDU (Penaeus monodon Fab.) Sabrina, -; Suminto, -; Rachmawati, Diana
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.916 KB)

Abstract

Pemberian kombinasi pakan alami cumi-cumi (Loligo sp.), cacing laut (Marphysa sp.) dan tiram (Crassostrea sp.) pada pembenihan udang windu diharapkan dapat meningkatkan kematangan gonad, fekunditas dan derajat penetasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai kombinasi pakan alami cumi-cumi, cacing laut dan tiram terhadap kematangan gonad, fekunditas dan derajat penetasan pada induk udang windu (P. monodon Fab.). Variabel yang diamati meliputi kematangan gonad, fekunditas dan derajat penetasan (HR). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan kombinasi pakan alami dan 3 kali ulangan. Perlakuan itu adalah A (cumi-cumi 25%, cacing laut 50% dan tiram 25%), B (cumi-cumi 30%, cacing laut 40% dan tiram 30%), C (cumi-cumi 35%, cacing laut 30% dan tiram 35%) dan D (cumi-cumi 40%, cacing laut 20% dan tiram 40%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pakan alami pada perlakuan C memberikan tingkat kematangan gonad paling cepat yaitu selama 5 – 6 hari. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa derajat penetasan (HR) pada perlakuan A, B dan C berbeda nyata (P<0,05) terhadap perlakuan D tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap fekunditas induk udang windu (P. monodon Fab.). Berdasarkan pada hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi pakan alami dengan jumlah cacing laut 30 – 50% dapat meningkatkan persentase derajat penetasan (HR) pada induk udang windu (P. monodon Fab.). The combination of live food organisms of squid (Loligo sp.), mudworm (Marphysa sp.) and oyster (Crassostrea sp.) in the tiger prawn hatchery tiger prawn, it’s can be supposed to be increase the maturation, fecundity and hatching rate. The purpose of this research was to observe the effect of the various combination of live food organisms of squid, mudworm and oyster on the maturation, fecundity and hatching rate (HR) broodstock of tiger prawn. The variables measurement were maturation, fecundity and hatching rate (HR). This research was used completely randomized design (CRD) with 4  treatments and 3 replicates, respectively.  Those treatments were A (25% squid, 50% mudworm and 25% oyster), B (30% squid, 40% mudworm and 30% oyster), C (35% squid, 30% mudworm and 35% oyster) and D (40% squid, 20% mudworm and 40% oyster). The result showed that the combination of live food organisms in treatment C was the fastest on the maturation during 5 – 6 days. This research was also showed that the Hatching Rate (HR) in treatment A, B and C were significanly effect (P<0,05) on the treatment D but no significanly effect (P>0,05) on the broodstock fecundity of tiger prawn, P. monodon Fab. Base on the results suggested that the combination of live food organisms in the ranged of mudworm 30 – 50% could to increase the prosentage HR of tiger prawn, P. monodon Fab.
Pengaruh Perbedaan Protein Pakan dengan Penambahan Protein Sel Tunggal dari Produksi MSG terhadap Pertumbuhan Nila (Oreochromis sp.) pada Salinitas 15ppt Kandida, Putri Farah; Samijan, Istiyanto; Rachmawati, Diana
Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 2, No 1 (2013) : Journal of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.117 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah penambahan Protein Sel Tunggal (PST) dari produk MSG berpengaruh terhadap tingkat konsumsi pakan, protein efisiensi rasio, rasio konversi pakan, laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan bobot mutlak, pemanfaatan protein bersih dan kelulushidupan benih nila yang dibudidayakan pada media bersalinitas 15 ppt. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu A (0% PST), B (5% PST), C (10% PST) dan D (15% PST).  Peubah yang diukur yaitu data tingkat konsumsi pakan (TKP), rasio efisiensi protein (PER), rasio konversi pakan (FCR), pertumbuhan bobot mutlak (W), laju pertumbuhan spesifik (SGR), pemanfaatan protein (NPU), kelulushidupan (SR) dan kualitas air. Penelitian ini dilaksanakan di BBPBAP Jepara pada bulan April – Juni 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan PST dalam pakan berpengaruh terhadap penurunan nilai SGR dan W secara nyata (P<0,05) dan penurunan nilai TKP dan PER secara sangat nyata (P<0,01), tetapi tidak menurunkan nilai FCR dan SR (P>0,05).  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan Protein Sel Tunggal (PST) dari produksi MSG dalam pakan buatan tersebut menurunkan nilai TKP, PER, W, dan SGR nila pada media bersalinitas 15 ppt.   ABSTRACT The aims of this experiment were to examine whether the additional of single cell protein from MSG production to artificial diet give an effect toward voluntary feed intake, feed conversion ratio, protein efficiency ratio, spesific growth rate, absolute growth rate, net protein utilization and survival rate of tilapia’s juvenil cultured in saline water.. This experiment used experimental method which is done with a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 replicates, i.e. A (0% SCP), B (5% SCP), C(10% SCP) and D (15% SCP).  The measured variables are voluntary feed intake (VFI), feed conversion ratio (FCR), protein efficiency ratio (PER), absolute growth rate (W), spesific growth rate (SGR), net protein utilization (NPU), survival rate (SR) and water quality. This expriment was carried out in BBPBAP Jepara on April – June 2012. The results showed that the treatments decreased the values of SGR and W significantly (P<0,05), also decreased VFI and PER values very significantly (P<0,01), but did not affect on FCR and SR values (P>0,05).  Based on the results, it can be concluded that supplementations of SCP from MSG production have resulted in decreasing VFI, PER, W, and SGR of tilapia reared in 15 ppt salinity water.
Pengaruh Substitusi Tepung Ikan Dengan Silase Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) Dalam Pakan Buatan Terhadap Pemanfaatan Pakan Dan Pertumbuhan Juvenil Kerapu Macan (Epinephelus fuscogutattus) Tanake, Gusti Ladini; Rachmawati, Diana; Subandiyono, Subandiyono
Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 2, No 3 (2013) : Journal of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.633 KB)

Abstract

Tiger grouper is one of the important fishery commodities due to the market and highly economical value. One of the problems faced by the farmers was the high price of fish meal. Therefore, it was needed to find alternative ingredients as a substitution for the fish meal. One of the alternative was using earthworms (Lumbricus rubellus). This research aimed to determine the effects of substitution of fish meal with earthworm silage in the artificial food on the growth and survival rate of tiger grouper (Epinephelus fuscogutattus). This experiment used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replicates i.e. treatment A (0% without earthworm silage), B (25% earthworm silage), C (50% earthworm silage), D (75% earthworm silage), and E (100% earthworm silage). This research was carried out on April to June 2012 for 42 days in Great Hall of Brackish Water Aquaculture Development (BBPBAP), Jepara. The research revealed that the substitution of fish meal with earthworm silage resulted significant effect (P0,05) for EPP, PER, FCR, and SR values. It was suggested that diet with 100% substitution of earthworm silage, i.e. treatment E, could be used for tiger grouper feeds.
PENGARUH PERSENTASE JUMLAH PAKAN BUATAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN KEPITING BAKAU (Scylla paramamosain) Qomariyah, Lailiyul; Samidjan, Istiyanto; Rachmawati, Diana
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.716 KB)

Abstract

Pakan merupakan salah satu modal operasional yang besar dalam usaha budidaya kepiting bakau (S. paramamosain).  Pakan yang digunakan harus dapat berperan efisien, supaya dapat menekan biaya tanpa mengurangi tingkat produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persentase pakan optimal terhadap perkembangan budidaya kepiting bakau (S. paramamosain). Penelitian ini menggunakan Metode Eksperimental yang dilakukan di lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu 4 perlakuan dan 3 ulangan.  Perlakuan A (pakan 3% dari bobot biomassa pakan), B (pakan 5% dari bobot biomassa pakan), C (pakan 7% dari bobot biomassa pakan, D (pakan 9% dari bobot biomassa pakan). Hewan uji yang digunakan adalah kepiting bakau (S. paramamosain) dengan berat awal rata-rata 111,91±1,12 g/ekor. Pakan uji merupakan pakan buatan yang diperkaya dengan vitamin E dengan dosis 0,8 g/100 g  pakan, kandungan protein dalam pakan mencapai 35 %. Kepiting bakau (Scylla paramamosain) dipelihara dengan metode single room dalam basket plastik berukuran 25 x 16 x 15 cm selama 56 hari. Hasil penelitian menunjukkan persentase pakan buatan  memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap RGR, EPP, PER, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap SR kepiting bakau.  Persentase optimal yang dihasilkan dari pertumbuhan adalah 7,59%, sedangkan untuk efisieinsi pakan adalah 7,72%. Nilai kelulushidupan kepiting bakau (Scylla paramamosain) berkisar antara 66,67–100,00%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah persentase pemberian pakan dengan jumlah berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan relatif, efisiensi pemanfaatan pakan dan protein efisiensi pakan, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kelulushidupan. persentase pemberian pakan yang dapat diberikan pada pakan buatan untuk kepiting bakau (Scylla paramamosain) adalah pakan dengan persentase 7% dari bobot biomassa. Feed is one of the major operating in cultivation of mud crab (S. paramamosain). Feed used must be able to act efficiently, in order to reduce costs without reducing the level of production. This research aims to determine the optimal effect of the feed percentage on the growth of mud crab aquaculture (S. paramamosain). This research was conducted using Experimental Methods with completely randomized design (CRD), those is 4 treatments and 3 replications. Treatment A (3% feeds of the weight biomass), B (5% feeds of weight biomass), C (7% feeds of weight biomass feed, D (9% feeds of weight biomass). Animal testing used was mud crab (S. paramamosain) with an average initial weight of 111.91 ± 1.12 g / individual. Feed testing is artificial feed enriched with vitamin E at a dose of 0.8 g/100 g of feed, protein content in the feed is 35%. Mud crab (S. paramamosain) maintained by the method of single room in a plastic basket measuring 25 x 16 x 15 cm during 56 day. The results shows the percentage of artificial feed gives significant effect (P <0.05) on RGR, EPP, PER, but not significantly (P> 0.05) on SR mangrove crabs. The optimal resulting percentage of growth was 7.59%, while for efisieinsi feed is 7.72%. The survival rate of mud crab (S. paramamosain) ranged from 66.67 to 100.00%.The survival rate of mud crab (S. paramamosain) ranged from 66.67 to 100.00%. The conclusion of this study is the addition with different doses significant effect on absolute weight growth and efficiency of feed utilization but no significant effect on survival rate. percentage of feeding that can be given on artificial feed for mud crab (S. paramamosain) is feed to the percentage of 7% of the weight of the biomass.
PERFORMA PERTUMBUHAN BENIH LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) MELALUI PENAMBAHAN ENZIM PAPAIN DALAM PAKAN BUATAN Hutabarat, Grace Marchelly; Rachmawati, Diana; Pinandoyo, -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.588 KB)

Abstract

Pakan yang sesuai dengan tingkat kebutuhan nutrisi dapat mendukung pertumbuhan optimum dari lobster. Papain merupakan enzim protease dari getah papaya yang mampu menghidrolisis protein menjadi unsur-unsur yang lebih sederhana dan penyerapan protein oleh lobster atas pakan yang dikonsumsi, sehingga meningkatkan pemanfaatan protein pakan oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim papain dalam pakan buatan dan mengetahui dosis enzim papain yang terbaik dalam pakan buatan terhadap performa pertumbuhan lobster air tawar (C. quadricarinatus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2014 di Laboratorium Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang. Hewan uji yang digunakan adalah benih lobster air tawar dengan bobot rata-rata 0,23±0,09 g.ekor dan padat tebar 1ekor.L-1. Pemberian pakan lobster 2 kali sehari pada pukul 08.00 dan 17.00 secara ‘at satiation’. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu pakan buatan dengan enzim papain 0%; 1,125%; 2,25%; dan 3,375%. Variabel yang diamati meliputi efisiensi pemanfaatan pakan, protein efisiensi rasio, laju pertumbuhan relatif, dan kelulushidupan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim papain dalam pakan buatan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio (PER), dan laju pertumbuhan relatif (RGR), namun tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap kelulushidupan (SR). Perlakuan D dengan dosis enzim papain 3,375% memberikan nilai terbaik pada EPP 26,11±0,51%, PER 0,87±0,02%, dan RGR 11,23±1,4%. Nilai SR lobster air tawar (C. quadricarinatus) berkisar antara 90-96,67%. Kualitas air pada media pemeliharaan terdapat pada kisaran yang layak. The feed with high nutritional requirement will be able to improve optimum growth rate of crayfish. Papain is protease enzim from papaya sap that is able to hydrolyze protein into the elements of a more simple increased protein absorption of the feed consumed, and it increase feed utility by the crayfish. The purpose of the research was to observe the effects of addition papain on artificial feeds and to know best dose of the enzyme papain on artificial feed are  growth performance of the Crayfish (Cherax quadricarinatus). This study was conducted on May to July 2014 at Laboratory of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University, Semarang. The samples in this research used crayfish seeds with weight everage of 0.23±0.09 g.crayfish, and with stocking density of 1 crayfish.L-1. The feeding time of crayfish at twice perday at 08.00 and 17.00 ‘at satiation’ method. This study used a experiment method with completely randomized design with 4 treatments and 3 replicates. They were practical diets with the enzyme papain addition in the diet 0%, 1.125%, 2.25%, and 3.375%. The variables observed were efficiency of feed utilization, protein efficiency ratio, relative growth rate, and survival rate.The results showed that the use of the enzyme papain significantly (P<0.05) of the efficiency of feed utilization (EPP), protein efficiency ratio (PER), and relative growth rate (RGR), but not significantly different (P>0.05) to survival rate (SR). The treatment D (3.375% papain) showed the best EPP 26.11±0.51%, PER 0.87±0.02%, and RGR 11.23±1.4%. The survival rate ranged from 90-96.67%. Water quality on preserve media exists on gyration that reasonably.
PERFORMA LAJU PERTUMBUHAN SPESIFIK IKAN BANDENG (Chanos chanos) MELALUI PENAMBAHAN ENZIM FITASE PADA PAKAN BUATAN Ayuniar, Ligar Novi; Rachmawati, Diana; Samidjan, Istiyanto
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.897 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim fitase pada pakan buatan dan mengetahui dosis optimum enzim fitase dalam pakan buatan terhadap laju pertumbuhan spesifik (SGR) ikan bandeng (Chanos chanos). Penelitian ini dilaksanakan dari Februari - April 2015 di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP), Jepara. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan bandeng dengan bobot rata-rata 3,55 ± 0,08 g/ekor dan padat tebar 1 ekor/L.. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini: perlakuan A (tanpa enzim fitase), B (enzim fitase dengan dosis 500 mg/kg pakan), C (enzim fitase dengan dosis 1000 mg/kg pakan), dan D (enzim fitase dengan dosis 1500 mg/kg pakan). Data yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR), rasio efisiensi protein (PER), rasio konversi pakan (FCR), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim fitase dalam pakan buatan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap SGR, PER dan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap FCR. Persentase dosis optimal yang dapat meningkatkan pertumbuhan bandeng yaitu penambahan enzim fitase 1030 mg/kg pada pakan buatan mampu menghasilkan SGR 2,03%/hari. Kualitas air pada media pemeliharaan terdapat pada kisaran yang layak untuk budidaya ikan bandeng. This research was aimed to know the effect of addition phytase enzyme in artificial feed and to know optimum dossage of phytase enzyme in artificial feed to feed specific growth rate of milkfish (Chanos chanos). This research was conducted on February to April 2015 in Center of Brackish Water Aquaculture (BBPBAP), Jepara. The fish was used of this research is milkfish with average weight 3.55 ± 0.08 g/fish and stock density 1 fish/L.  This research was conducted with experimenthal method using completely randomized design with 4 treatments and 3 replicated. Treatment in this research were A (without phytase enzyme), B (phytase enzyme with dossage 500 mg/kg feed), C (phytase enzyme with dossage 1000 mg/kg feed), and D (phytase enzyme with dossage 1500 mg/kg feed). Data observed were specific growth rate, protein efficiency ratio, feed conversion ratio, and water quality. The result of this research shown that addition of phytase enzyme giving a significantly effect (P<0.05) for SGR, PER and giving a very significantly effect (P<0.01) for FCR. Optimal dossage percentage which can increase milkfish growth were addition of phytase enzyme 1030 mg/kg in artificial feed can result SGR 2.03%/day. Water quality in feasible condition for milkfish culture.
Substitusi Tepung Ikan dengan Tepung Cacing (Lumbricus rubellus) dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan dan Efisiensi Pemanfaatan Pakan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) Widyasunu, Candra Aulia; Samijan, Istiyanto; Rachmawati, Diana
Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 2, No 1 (2013) : Journal of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.665 KB)

Abstract

ABSTRAK Sumber bahan baku hewani alternatif diperlukan untuk mengganti sumber protein dari tepung ikan untuk pakan kerapu macan. Cacing tanah dapat dipilih sebagai bahan baku lokal sumber protein hewani dikarenakan cacing tanah mempunyai prospek yang baik kedepannya untuk menjadi sumber protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi dan dosis substitusi tepung ikan dengan tepung cacing yang tepat pada formulasi pakan buatan terhadap pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan kerapu macan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April s/d Juni 2012 di BBPBAP Jepara. Hewan uji yang digunakan adalah kerapu macan dengan bobot 4,04±0,023 g/ekor. Pakan uji adalah pakan buatan berbentuk  pelet. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu, perlakuan A (0% substitusi tepung ikan dengan tepung cacing), B (25% substitusi tepung ikan dengan tepung cacing),  C (50% substitusi tepung ikan dengan tepung cacing), D (75% substitusi tepung ikan dengan tepung cacing) dan E (100% substitusi tepung ikan dengan tepung cacing). Peubah yang diukur yaitu pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, rasio efisiensi protein, tingkat konsumsi pakan, kelulushidupan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan substitusi tepung ikan dengan tepung cacing memberikan  pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap  pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan tingkat konsumsi pakan tetapi  tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap rasio konversi pakan, rasio efisiensi protein dan kelulushidupan kerapu macan. Pakan dengan substitusi 100% tepung cacing memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bobot mutlak (6,27±0,66 g) dan laju pertumbuhan spesifik (2,22±0,16%/hari) kerapu macan.  ABSTRACT The other raw materials as animal protein sources needed to replace fish meal. Earthworms can be selected as the local raw material source of protein for fish diet because earthworm has a good prospect as a source of protein in the future. This study aimed to determine the effect of fish meal substitution with earthworm meal toward growth and efficiency of feed utilization tiger grouper, and also the best dose earthworm subtstitution can be done. This research was carried out on April to June 2012 in the BBPBAP Jepara. This experiment used tiger grouper (Epinephelus fuscoguttatus) with the weight range about  4.04±0.023 g/tail. The diet test was an artificial diet with different doses of earthworm meal substitution. This experiment used an experimental laboratory method which is done with completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replicates i.e. Treatment A (0% substitution of fish meal with earthworm meal), B (25% substitution of fish meal with earthworm meal), treatment C (50% substitution of fish meal with earthworm meal), treatment D (75% substitution of fish meal with earthworm meal) and treatment E (100% substitution of fish meal with earthworm meal). The measured variables are absolute growth rate, spesific growth rate (SGR), voluntary feed intake (VFI), feed conversion ratio (FCR), protein efficiency ratio (PER), survival rate (SR) and water quality. The results revealed that substitution of fish meal with earthworms meal gave a highly significant effect (P<0.01) toward the absolute growth rate, SGR and VFI, but had no significant effect (P>0.05) toward the FCR, PER and SR of tiger grouper. Diet with 100% substitution of earthworms meal (treatment E) gave the best effect on the absolute growth rate (6,27±0,66g) and SGR (2,22±0,16%/day) of tiger grouper.
PENGARUH KOMBINASI PEMBERIAN ENZIM PAPAIN PADA PAKAN BUATAN DAN PROBIOTIK PADA MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN, PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN BAWAL AIR TAWAR (Colossoma macropomum) Fatchurochman, Vava; Rachmawati, Diana; Hutabarat, Johannes
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.394 KB)

Abstract

Ikan bawal air tawar (C. macropomum) memiliki keunggulan yaitu: kebal penyakit, nafsu makan tinggi, pertumbuhannya cepat, ekonomis penting dan mudah dibudidayakan. Keberhasilan budidaya ikan bawal air tawar dipengaruhi oleh pakan dan kualitas air. Permasalahan pada pakan adalah efisiensi pemanfaatan pakan masih rendah sehingga berakibat pada biaya produksi pada pakan yang mencapai 60%. Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan enzim eksogenus, seperti enzim papain. Enzim papain memiliki fungsi memecah polipeptida menjadi monopeptida, sehingga meningkatkan jumlah asam amino dan lebih mudah terserap oleh ikan yang meningkatkan percepatan pertumbuhan. Kualitas air yang buruk akan menyebabkan rendahnya kelulushidupan ikan. Hal tersebut dapat diatasi dengan probiotik. Probiotik dapat mendekomposisi bahan organik atau material beracun dalam air sehingga kualitas air akan menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui interaksi dan perlakuan terbaik kombinasi pemberian enzim papain pada pakan buatan dengan probiotik pada media pemeliharaan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan dan kelulushidupan ikan bawal air tawar (C. macropomum). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental RAL pola faktorial dengan dua faktor, faktor pertama berupa enzim papain yang terdiri dari tiga taraf perlakuan dan faktor kedua berupa probiotik yang terdiri atas dua taraf perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak tiga kali (ordo 3x2x3). Hewan uji berupa benih ikan bawal air tawar (C. macropomum) (bobot rerata 2,45±0,08 g/ekor) dengan kepadatan 1 ekor/L yang dipelihara selama 42 hari. Perlakuan yang digunakan adalah Perlakuan A1B1 (Pakan uji 0,25 g/kg papain dan 1 mL/L probiotik), Perlakuan A1B2 (Pakan uji 0,25 g/kg papain dan 2 mL/L probiotik), Perlakuan A2B1 (Pakan uji 0,50 g/kg papain dan 1 mL/L probiotik), Perlakuan A2B2 (Pakan uji 0,50 g/kg papain dan 2 mL/L probiotik), Perlakuan A3B1 (Pakan uji 0,75 g/kg papain dan 1 mL/L probiotik) dan Perlakuan A3B2 (Pakan uji 0,75 g/kg papain dan 2 mL/L probiotik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis nilai terbaik adalah perlakuan A3B1 yang mampu menghasilkan nilai sebesar 82,15 % (EPP) dan 8,51%/hari (RGR). Kualitas air pada media pemeliharaan terdapat pada kisaran yang layak untuk pemeliharaan ikan uji. C. macropomum has the advantage of its high immunity, high appetite, rapid growth, economically important and easy to cultivate. The success of tambaqui cultivation is influenced by feed and water quality. The problems in fish feeding is its low feed efficiency ratio. which causes high production cost that reaches 60%. This problem could be overcome by utilizing an exogenous enzymes, such as papain enzyme. Papain enzyme has a function to breaking down polypeptides into monopeptides, thereby it increases the amount of amino acids and more easily absorbed by fish which can increase its growth acceleration. Poor quality water leads to low survival rate of fish, but that problem could be overcome by utilizing probiotics. Probiotics have an ability to decompose organic matter or toxic materials in water, so that it improve water quality. The purpose of this study was to know the interaction and to know rhe best dose of combination of papain enzyme in artificial feed with probiotics on culture media toward efficiency of feed utilization, growth and survival of C. macropomum. This study applied factorial experimental complterly randomize design with two factors, where the first factor was the enzyme papain which consists of three levels of treatment and the second factor was a probiotic consisting of two levels of treatment and each repeated three times (order 3x2x3). The Sampling fish that used in this study was fry C. macropomum (initial weight average 2,45±0,08 gr) with density 1 fish/L for 42 day culture. The treatments used are A1B1 treatment (feed diet 0.25 g/kg enzyme papain and 1 mL/L probiotics), treatment A1B2 (feed diet 0.25 g/kg enzyme papain and 2 mL/L probiotics), treatment A2B1 (feed diet 0.50 g/kg enzyme papain and 1 mL/L probiotics), treatment A2B2 (feed diet 0.50 g/kg enzyme papain and 2 mL/L probiotics), treatment A3B1 (feed diet 0.75 g/kg enzyme papain and 1 mL/L probiotics) and the treatment A3B2 (feed diet 0.75 g/kg enzyme papain and 2 mL/L probiotics). The combination best dose among the treatment was A3B1 (feed diet 0.75 g/kg enzyme papain and 1 mL/L probiotics) with EPP 82.15% and RGR 8.51% / day. Water quality in the maintenance media contained in the reasonable range for the maintenance of the test fish.
Co-Authors - Sabrina Abdul Chalim, Abdul Abdul Wakhid, Da’i Muhammad Afidati, Lulu Agung Sudaryono Akhsanu Takwim, R.N. Alyosha Putra Pratama, Alyosha Putra Ananti Trisno Ambarwati Andi Kurniawan Anggi Restianti, Anggi Anis Idha Asyhariyati Ariani Ariani Astuti, Fina Andika Frida Ayu Istiana Fiat Bintang Sadinar Candra Aulia Widyasunu Cut Qanita Hidayah Depri Irawati Desrina Desrina Desy Sumardiyani Dewajani, Heny Dewi Khodijah, Dewi Dewi Nurhayati Dewi Nurhayati Dicky Harwanto Dikamulyawati, Melldhias Fatmasari Dwi Chrisnandari, Rosita Ekasari, Silvia Rahmi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahyo Dewi Faik Kurohman Fatchurochman, Vava Fauzi, Adnan Fransiska Fransiska Grace Marchelly Hutabarat Gradhika Chrisdiana, Gradhika Gusti Ladini Tanake Hadi Pranggono Haeruddin Haeruddin Haris Puspito Buwono Heryoso Heryoso Husna Dewi, Farihal Hutabarat, Yohannes Irfin, Zakijah Islamiyah, Dini Istiyanto Samidjan Istiyanto Samidjan Istiyanto Samidjan Istiyanto Samidjan Istiyanto Samidjan Istiyanto Samidjan Istiyanto Samidjan Istiyanto Samidjan Istiyanto Samidjan Istiyanto Samijan Jati Winestri Johannes Hutabarat Justin Cullen Lailiyul Qomariyah Laksono Trisnantoro Ligar Novi Ayuniar, Ligar Novi Luthfi Adhi Virnanto, Luthfi Adhi Marjuki, Moch Mega Rahadiyani Mistiyah Mohammad Aditya Prawira Mohammad Kosim Mone, Otnial Anderias mufid mufid Muhamad Agus Mustofa, Arifin Nabilla, Cicik Berkah Noviantia, Fikrotun Tazkiyah Nugraha, Bayu Avrislistya Nur Taufiq Nurmaslakhah, Azis Panji Yusroni Anwar Pinandoyo Pinandoyo Pratama, Arsy Latif Prayitno Prayitno Puput Pujianti Putri Farah Kandida Putut Har Riyadi Reza Maulana Ricky Septian Rini, Endah Setyo Ristiawan Agung Nugroho Rizki Andika Putri Rochani Rochani Rosa Amalia Rucita Ramadhana Sagita, Fadil Samidjan, Istiyanto Sansistya Dita Novian Sarjito - Seda, Fransiskus Setiyani, Ana Rikha Seto Windarto Siswandoko, Ricky Dwi Siti Maryam Siti Zulaeha, Siti Sri Hastuti Sri Hastuti Sri Rulianah, Sri Subandiyono Subandiyono Suminto Suminto Suminto, - - Sutrisno Anggoro Suyono Suyono Thimotius Jasman, Thimotius Tita Elfitasari Titik Susilowati Totok Yudhiyanto Tri Ananda Tri Mulyadi Tristiana Yuniarti Tristiana Yuniarti Tristiana Yuniarti Vivi Endar Herawati Wahyu Nurhayati, Wahyu Wahyu Prasetyo Wibowo Wardhani, Ishana Sanjaya wee, Kok leong Wiguna, Ghani Bagas Windarto, Seto Wulandhari, Pramenthari Sisti Yulyanah, - - Yuwono Yuwono