Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BOARD GAME “GUESS THE NUMBER” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Rifda Nurafifah; Isna Rafianti; Nurul Anriani
Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistik
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/lb.v5i1.569

Abstract

The aim of this research is to produce a valid, practical, and effective learning media in the form of a board game to enhance students' critical thinking skills. The research uses the 4D model, consisting of the define, design, development, and disseminate stages. It was conducted in one of the middle school in Serang, involving seventh-grade students (one class). The result of this research and development is a learning board game named "Guess the Number," which is considered valid, practical, and effective to improving students' critical thinking skills. The validity of the media is confirmed by teachers and lecturers, with a media validity percentage of 83.3% and material validity of 95%. The practicality of the media is confirmed by teachers and students, with a percentage of 86.8%. The effectiveness of the media, based on the n-gain score, is 0.682, with a percentage of 68,2% which was in the medium category with an effective interpretation
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN INTEGRASI TEKNOLOGI SAMR TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP Shafira Yaumil Alin; Isna Rafianti
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v5i1.23891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan integrasi teknologi SAMR lebih baik dari pada siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) tanpa integrasi teknologi SAMR. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu Sekolah Menengah Pertama yang ada di daerah Kota Serang dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII D sebagai kelas eksperimen dan VIII A sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa model Problem Problem Based Learning (PBL) dengan integrasi teknologi SAMR berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP.
PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL INTERAKTIF BERBASIS LITERASI MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP SOAL CERITA Nurhasanah Nurhasanah; Yani Setiani; Isna Rafianti
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v5i1.22997

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap soal cerita. Dimana siswa masih merasa kesulitan untuk mengerjakan permasalahan matematika dalam bentuk soal cerita. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan media pembelajaran berupa modul digital interaktif berbasis literasi matematika untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap soal cerita; 2) mengetahui kevalidan dan kelayakan modul digital; 3) mengetahui keefektifan penggunaan modul digital. Modul pengembangan yang digunakan adalah ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, dan tes. Subjek uji coba modul digital adalah kelas VII C. Teknik analisis data meliputi uji validitas, kelayakan, dan keefektifan. Hasil penelitian ini adalah: 1) Tingkat validitas materi termasuk dalam kategori “Valid” yang didapatkan dari 2 ahli materi dan validitas media yang termasuk dalam kategori “Sangat Valid” yang diperoleh dari 2 ahli media; 2) Tingkat kelayakan dari modul digital berdasarkan rata-rata angket respon siswa sebesar 80,78%. Modul digital yang dikembangkan masuk dalam kategori “Sangat Layak”; 3) modul digital memenuhi kategori keefektifan “Cukup Efektif” dengan peningkatan pemahaman soal cerita sebesar 0,72 yang masuk dalam kategori “Tinggi”. Kesimpulan yang diperoleh bahwa modul digital interaktif berbasis literasi matematika dikatakan layak dan baik kerena memunuhi aspek kevalidan, kelayakan, dan keefektifan.
Pengembangan E-Modul Berbasis Android Menggunakan Kodular Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Farihah Almaida; Nurul Anriani; Isna Rafianti
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v5i2.24020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa e-modul berbasis android menggunakan kodular yang valid, praktis serta efekktif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model ADDIE dengan lima tahap pengembangan, yaitu Analyze, Design, Develompment, Implementation. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPIT Al-Masykar Bina Insani. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai untuk uji ahli materi dengan persentase kevalidan sebesar 77,29% dengan kategori “valid”. Untuk uji validasi oleh ahli media diperoleh persentase sebesar 78,73% dengan kategori “valid”. Serta untuk uji kepraktisan yang dilakukan kepada guru mata pelajaran matematika diperoleh hasil persentase sebesar 80,24% dengan kategori “praktis”. dan respon siswa terhadap media pembelajaran memperoleh hasil persentase sebesar 84,56% dengan kategori “sangat baik”. Keefektifan e-modul kreatif matematis berdasarkan skor n-gain sebesar 0.59  dengan interpretasi terdapat peningkatan pada kategori sedang. Oleh karena itu, e-modul berbasis android menggunakan kodular untuk meningkat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dapat disimpulkan valid, praktis serta efektif digunakan sebagai media pembelajaran matematika di SMP Kelas VII.
Development Of Smojo.Ai Website-Based Math Learning Media On the Topic of 3D Flat Shapes To Improve Student Learning Outcomes Rafianti, Isna; Ihsanudin, Ihsanudin; Ardini, Anggi; Pamungkas, Aan Subhan
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 3 (2024): PRIMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/prima.v8i3.12147

Abstract

Student learning outcomes in the field of mathematics are still relatively low with several contributing factors such as the quality of teachers, the use of technology and the lack of understanding of basic mathematical concepts. Teachers can improve student learning outcomes by utilizing technology-based learning materials. One of the media that can be used is website-based learning media, namely media that provides learning materials, learning activities and various other supporting features to support the learning process. Smojo.Ai is an example of website-based learning media that can be used by teachers in the classroom. This study aims to produce a smojo.ai website-based math learning media product on the topic of 3D flat shapes that is feasible, effective and can improve student learning outcomes in the cognitive aspect. The results showed that the learning media products produced were categorized as feasible to use based on the validation assessment by media experts with a percentage assessment of 80% with a good category and an assessment by material experts with a percentage assessment of 89.4% with a very good category. The resulting media product is considered effective based on the results of the teacher practicality test assessment and student response questionnaire with a score of 95% and 86.25% with a very practical category. This learning media product is also proven to be able to improve student learning outcomes on cognitive aspects with an average pre-test score of 34.86 and an average post-test score of 74.89.
Analisis Miskonsepsi Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Matematika Menggunakan Four Tier Diagnostic Test Arda, Fita Nofiana; Pujiastuti, Heni; Rafianti, Isna
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v12i1.11035

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis miskonsespsi yang dialami siswa SMP dalam menyelesaikan soal matematika menggunakan Four Tier Diagnostic Test. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Kota Tangerang Selatan, subjek penelitian siswa kelas VII-2 SMN 1 Kota Tangerang Selatan. Pemilihan subjek dengan teknik purposive sampling. Intrumen yang digunakan berupa tes diagnostik empat tingkat, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menujukkan bahwa subjek penelitian mengalami miskonsepsi teoritikal yang ditandai kesalahan siswa saat memilih alasan jawaban, kesalahan mendefinisikan konsep perbandingan senilai maupun berbalik nilai, kesalahan menuliskan satuan, salah dalam perhitungan serta tidak menuliskan kesimpulan diakhir. Miskonsepsi klasifikasional yang dialami siswa ditandai kesalahan siswa tidak menuliskan keterangan apa yang diketahui dan ditanya, tidak mengubah kalimat matematika kebentuk model matematikanya, kemudian miskonsepsi korelasional ditandai dengan kesalahan siswa dalam menentukan dan menggabungkan rumus yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan.Kata kunci: Miskonsepsi; Four Tier Diagnostic Test; Perbandingan
Analisis Kemampuan Numerasi Matematis Peserta Didik Dalam Menyelesaikan Soal Asesmen Kompetensi Minimum Shafara, Nurul Izzah; Ihsanudin, Ihsanudin; Rafianti, Isna
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i2.8840

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi peserta didik kelas VIII dan kesulitannya dalam menyelesaikan soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Subjek penelitian adalah 35 peserta didik kelas VIII A SMP Islam Baidhaul Ahkam tahun ajaran 2023/2024. Instrumen penelitian diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini memberikan hasil bahwa kemampuan numerasi peserta didik dominan berada pada level rendah dengan persentase sebesar 63%. Sedangkan 23% siswa dengan kemampuan numerasi sedang dan sisanya yaitu 14% berada pada tingkat kemampuan numerasi tinggi. Dari tiap tingkatan kemampuan numerasi tersebut dipilih 10 siswa sebagai subjek wawancara yaitu 3 siswa kemampuan tinggi, 3 siswa kemampuan sedang, dan 4 siswa kemampuan rendah. Kesimpulan yaitu peserta didik menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi yang diajarkan, sementara yang lainnya mengalami kesulitan dalam memahami konsep yang diajarkan. Kesulitan terbesar muncul dalam menerapkan strategi pemecahan masalah matematika, terutama dalam mengidentifikasi informasi yang relevan, mengaitkannya dengan rumus atau konsep yang tepat, dan membuat kesimpulan yang akurat. Peserta didik juga mengalami kesulitan dalam memahami soal matematika dengan baik, yang menunjukkan adanya kebutuhan akan dukungan tambahan dari guru maupun orang tua. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan pendekatan pembelajaran yang beragam dan interaktif agar memenuhi kebutuhan belajar peserta didik dengan cara yang efektif.
Pengelolaan Beban Kognitif terhadap Kecakapan Matematis Siswa Azkia, Alfia; Hendrayana, Aan; Rafianti, Isna
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): Juli -Desember 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1699

Abstract

Penelitian ini terfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui perhatian terhadap beban kognitif siswa. Beban kognitif yang tinggi dapat menghambat proses belajar, sehingga menemukan cara untuk mengelola beban ini penting untuk memaksimalkan pemahaman konseptual dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan memperhatikan beban kognitif siswa dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konseptual dan pemecahan masalah matematis. Desain penelitian ini menggunakan desain sequential explanatory, yang dimana peneliti mengumpulkan data berupa data kuantitatif terlebih dahulu, yang kemudian dianalisis. Setelah itu, dilakukan pengumpulan data kualitatif yang digunakan untuk menjelaskan hasil dari analisis data kuantitatif. Menggunakan Uji-t sebagai analisisis data kuantitatif dan Uji Miles Huberman sebagai analisis data kualitataif. Berdasarkan hasil analisis data, didapati bahwa kemampuan pemahaman konseptual matematis dan pemecahan masalah matematis siswa dengan pembelajaran memperhatikan beban kognitif lebih baik daripada kelas dengan pembelajaran pada umumnya. Pendidik disarankan agar dalam proses pembelajaran di kelas memperhatikan beban kognitif siswa. Hal ini bertujuan agar beban kognitif siswa tidak berlebihan sehingga mereka dapat memaksimalkan kemampuan dalam memahami konsep dan memecahkan masalah. Pendidik juga harus mempertimbangkan waktu pelaksanaan pembelajaran, karena metode ini membutuhkan waktu lebih banyak dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Madani Dasawisma: Sebuah Studi Kasus di Desa Teluk Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang, Indonesia Rahmawati Rahmawati; Nurul Hayat; Istinganatul Ngulqiyah; Isna Rafianti
Jurnal Studi Kasus Kegiatan Masyarakat Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jskkm.v1i1.253

Abstract

Tujuan penulisan naskah ini adalah untuk mendeskripsikan serangkaian kegiatan penyuluhan berupa pengelolaan dan pemanfaata limbah rumah tangga. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Kegiatan penyuluhan berupa pengelolaan dan pemanfaata limbah rumah tangga diberikan kepada ibu-ibu dasawisma desa Teluk Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang sejumlah 40 orang. Peserta kegiatan sebagian besar merupakan istri atau anak dari para nelayan. Sasaran kegiatan para perempuan dengan alasan bahwa penanganan permasalah pengelolaan dan pemanfaatan limbah rumah tangga membutuhkan penanganan Bersama yang diawali dari rumah. Adanya upaya pemberian pelatihan diharapkan dapat memberikan pengetahuan pada warga akan pentingnya perubahan perilaku menjaga lingkungan dan memberikan keterampilan pengelolaan dan pemanfaatan sampah rumah tangga. Pelatihan dilakukan dalam beberapa tahapan selama Mei-Juni 2023. Pelatihan tersebut diharapkan bermanfaat dalam pemanfaatan sampah tangga yang berguna bagi penguatan ekonomi keluarga melalui keterlibatan peran perempuan anggota dasawisma desa Teluk kecamatan Labuan. Adapun keterampilan yang telah diberikan berupa 1) Pemberian pemahaman/ pengetahuan akan pentingnya kebutuhan kelestarian lingkungan dengan mau terlibat aktif dalam peran pengelolaan dan pemanfaatan limbah rumah tangga; 2) Pelatihan pemilahan limbah organik dan anorganik; 3) Pelatihan pemanfaatan limbah organik; 4) Pelatihan pemanfaatan limbah anorganik; 5) Pelatihan pemanfaatan limbah ikan; 6) Pendidikan dan pelatihan tentang manajemen keuangan dalam keluarga, sehingga peran perempuan dalam pengelolaan ekonomi rumah tangga, bisa berjalan dengan baik.
MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA Maharani, Deswita; Rafianti, Isna; Novaliyosi, Novaliyosi
Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistik
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/lb.v5i2.638

Abstract

Mathematics, as an important foundation in education, contributes to the advancement of science and technology and teaches students logical, analytical, and creative thinking. This is in accordance with the Merdeka Curriculum which emphasizes the development of 21st century skills and character development, including critical thinking and self-regulated learning. However, the low mathematical critical thinking skills and self-regulated learning in Indonesia is still a challenge. One of the factors that influence this is the use of inappropriate learning models. The Discovery Learning learning model supported by technology such as GeoGebra is a potential solution to improve both capabilities. The purpose of this study was to determine the increase in mathematical critical thinking skills and determine the increase in self-regulated learning of students who obtained the GeoGebra-assisted Discovery Learning model compared to students who obtained conventional learning models. This research method is a quasi-experiment with the nonequivalent pre-test post-test control group design. Sampling is done by purposive sampling technique. This research was carried out in one of the Junior High Schools in Serang City in the 2023/2024 school year, involving two classes of grade VII students as an experimental and control group. The instruments in this study consisted of tests of mathematical critical thinking skills and learning independence scales. The results showed that the improvement of mathematical critical thinking skills and increased self-regulated learning of students who applied the GeoGebra-assisted Discovery Learning model were better than students who applied conventional learning models