Claim Missing Document
Check
Articles

Pengelolaan Beban Kognitif terhadap Kecakapan Matematis Siswa Azkia, Alfia; Hendrayana, Aan; Rafianti, Isna
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1699

Abstract

Penelitian ini terfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui perhatian terhadap beban kognitif siswa. Beban kognitif yang tinggi dapat menghambat proses belajar, sehingga menemukan cara untuk mengelola beban ini penting untuk memaksimalkan pemahaman konseptual dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan memperhatikan beban kognitif siswa dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konseptual dan pemecahan masalah matematis. Desain penelitian ini menggunakan desain sequential explanatory, yang dimana peneliti mengumpulkan data berupa data kuantitatif terlebih dahulu, yang kemudian dianalisis. Setelah itu, dilakukan pengumpulan data kualitatif yang digunakan untuk menjelaskan hasil dari analisis data kuantitatif. Menggunakan Uji-t sebagai analisisis data kuantitatif dan Uji Miles Huberman sebagai analisis data kualitataif. Berdasarkan hasil analisis data, didapati bahwa kemampuan pemahaman konseptual matematis dan pemecahan masalah matematis siswa dengan pembelajaran memperhatikan beban kognitif lebih baik daripada kelas dengan pembelajaran pada umumnya. Pendidik disarankan agar dalam proses pembelajaran di kelas memperhatikan beban kognitif siswa. Hal ini bertujuan agar beban kognitif siswa tidak berlebihan sehingga mereka dapat memaksimalkan kemampuan dalam memahami konsep dan memecahkan masalah. Pendidik juga harus mempertimbangkan waktu pelaksanaan pembelajaran, karena metode ini membutuhkan waktu lebih banyak dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
Pengaruh Project-Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Keterampilan Kolaborasi Siswa SMP Luthfiyah, Adzra Yumna; Rafianti, Isna; Novaliyosi, Novaliyosi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14556

Abstract

Matematika sangatlah bermanfaat bila dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Sedangkan kemampuan numerasi siswa masih kurang dari kategori baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model project-based learning terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis dan keterampilan kolaborasi siswa SMP. Metode dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode eksperimen. Teknik pengumpulan data yang diberikan berupa tes dan skala (angket), tes awal dan skala awal bertujuan untuk menilai kemampuan berpikir kreatif matematis dan keterampi kolaborasi siswa sebelum mendapatkan perlakuan dan tes akhir serta skala akhir bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pencapaian kemampuan berpikir kreatif matematis dan keterampilan kolaborasi siswa setelah mendapat perlakuan. Untuk menjawab tujuan penelitian dilakuakan uji hipotesis menggunakan uji independent sample t test satu pihak dengan taraf signifikan a = 0,05 dan kriteria pengujian 1/2 nilai signifikansi < 0,05 maka H_1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa 1/2 nilai signifikansi adalah 0,000 < 0,05 maka H_1 diterima untuk kemampuan berpikir kreatif dan bahwa 1/2 nilai signifikansi adalah 0,005 < 0,05 maka H_1 diterima untuk keterampilan kolaborasi. Dengan demikian, kemampuan berpikir kreatif matematis dan keterampilan kolaborasi siswa yang menggunakan model Project-Based Learning lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.
Worked-Example Method on Mathematical Problem-Solving Ability in term of Students’ Initial Ability Santosa, Cecep Anwar Hadi Firdos; Rafianti, Isna; Yulistiany, Dita
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 2 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v13i2.33301

Abstract

The reserch aims to understanding the phenomena of differences in mathematical problem-solving ability between students who obtained worked-example and expository learning method when reviewed from students’ initial ability. This study was a quasi-experimental with treatment by level 2×2 research design. We analize the data used two-way analysis of variance. We found that (1) There were differences in mathematical problem-solving ability between students who obtained worked-example and expository learning method. (2) There were differences in mathematical problem-solving ability between students who had high and low initial ability. (3) In high initial ability, students who obtained expository and worked-example learning method were relatively the same. (4) In low initial ability, students who obtained worked-example learning method were better than expository. (5) There was an interaction between learning method and initial ability in mathematical problem-solving ability.Penelitian yang dilakukan ingin memahami fenomena perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memperoleh metode pembelajaran worked-example dan ekspositori ditinjau dari kemampuan awal siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain treatment by level 2×2. Penlitian ini menggunana analisis variansi dua jalan untuk menganalisis data penelitian. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa (1) Ada kemampuan yang berbeda pada pemecahan masalah matematis antara siswa yang memperoleh metode pembelajaran worked-example dan ekspositori; (2) Ada perbedaan pada kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi dan rendah; (3) Pada siswa dengan kemampuan awal tinggi, relatif tidak ada perbedaan pada kemampuan pemecahan masalah matematisnya; baik siswa yang memperoleh metode pembelajaran ekspositori dan worked-example; (4) Pada kemampuan dengan awal rendah, ada perbedaan dan siswa dengan metode pembelajaran worked-example lebih baik dibandingkan siswa yang belajar dengan ekspositori, dilihat dari kemampuan pemecahan masalah matematis; (5) Terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan kemampuan awal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis.