Claim Missing Document
Check
Articles

Systematic Literature Review: Analisis Kemampuan Literasi Matematis di Kabupaten Serang Akras, Ayat; Pujiastuti, Heni; Rafianti, Isna
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i3.3322

Abstract

Kemampuan literasi matematis adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seluruh peserta didik tak terkecuali di Kabupaten Serang di mana diharapkan peserta didik memiliki kemampuan literasi matematis yang baik. Dengan kemampuan literasi matematis yang baik diharapkan peserta didik dapat bersaing di era abad 21 ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji artikel terkait untuk mengetahui kemampuan literasi matematis di Kabupaten Serang, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari hasil mengkaji dan menganalisis artikel terkait permasalahan yang dibahas. Artikel yang digunakan berjumlah 14 artikel. Berdasarkan hasil penelitian di dapat bahwa kemampuan literasi memiliki peranan yang sangat penting dan kesimpulan yang didapat adalah siswa yang berada di Kabupaten Serang belum memenuhi seluruh indikator kemampuan literasi sehingga dapat dikatakan kemampuan literasi siswa di Kabupaten Serang khususnya kemampuan literasi matematika masih tergolong rendah.
IMPLEMENTASI PROGRAM ASISTENSI MENGAJAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA Risnadia, Risnadia; Ichwan, Aghnia Auliannisa; Priatna, Muhammad Fathin; Zahra, Aulia Tu; Navisa, Elena Trida; Rosdianti, Dina; Rafianti, Isna; Ihsanudin, Ihsanudin
Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistik
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/lb.v6i1.885

Abstract

The research conducted aims to implement various Teaching Assistance programs in order to increase students' motivation to learn mathematics. This study also aims to determine whether the role of the Teaching Assistance Program is an increase in student learning motivation. This research was conducted in one of the public high schools located in Serang Regency. The research method used is a descriptive qualitative approach. The target of this research is class X students. The data collection techniques used were questionnaires, interviews, participatory observation and documentation. The results of this study are teaching assistance programs such as technology-based learning using the Tiktok application, technology-based learning using Kahoot, student center learning-based learning using LKPD and Ice Breaking Dream can increase students' motivation to learn mathematics. This research shows that the teaching assistance program plays an important role in maintaining, growing, and increasing student learning motivation, especially in grade X high school students.
Pengembangan E-Modul Berbasis Android Menggunakan Kodular Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Almaida, Farihah; Anriani, Nurul; Rafianti, Isna
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 19 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14121241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa e-modul berbasis android menggunakan kodular yang valid, praktis serta efekktif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model ADDIE dengan lima tahap pengembangan, yaitu Analyze, Design, Develompment, Implementation. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPIT Al-Masykar Bina Insani. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai untuk uji ahli materi dengan persentase kevalidan sebesar 77,29% dengan kategori “valid”. Untuk uji validasi oleh ahli media diperoleh persentase sebesar 78,73% dengan kategori “valid”. Serta untuk uji kepraktisan yang dilakukan kepada guru mata pelajaran matematika diperoleh hasil persentase sebesar 80,24% dengan kategori “praktis”. dan respon siswa terhadap media pembelajaran memperoleh hasil persentase sebesar 84,56% dengan kategori “sangat baik”. Keefektifan e-modul kreatif matematis berdasarkan skor n-gain sebesar 0.59 dengan interpretasi terdapat peningkatan pada kategori sedang. Oleh karena itu, e-modul berbasis android menggunakan kodular untuk meningkat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dapat disimpulkan valid, praktis serta efektif digunakan sebagai media pembelajaran matematika di SMP Kelas VII.
Pengaruh Model Problem Based Learning Menggunakan Quizwhizzer Sebagai Game Interaktif Terhadap Kemampuan Numerasi Siswa Kurnia Muharromah, Selvi; Rafianti, Isna; Rahayu , Ilmiyati
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025 (July - September)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v8i3.5969

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model problem based learning menggunakan Quizwhizzer sebagai game interaktif terhadap kemampuan numerasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimen dan Nonequivalent Control Group Design. Sampel yang digunakan terdiri dari dua kelas yaitu kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII A kelas kontrol. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pretest nilai rata-rata tertinggi di kelas eksperimen adalah 20,39 sedangkan di kelas kontrol sebesar 19,17. Sementara itu, pada posttest nilai rata-rata tertinggi di kelas eksperimen mencapai 37,61 dan di kelas kontrol sebesar 31,69. Hasil uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney U-Test menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,020. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model problem based learning menggunakan Quizwhizzer sebagai game interaktif terhadap kemampuan numerasi siswa. Kata Kunci: Kemampuan Numerasi, Problem Based Learning , Quizwhizzer Abstract. This study aims to determine the effect of applying problem-based learning model using Quizwhizzer as an interactive game on students' numeracy skills. This study used a quantitative approach with a Quasi Experiment design and Nonequivalent Control Group Design. The sample used consisted of two classes, namely class VII B as the experimental class and class VII A as the control class. Samples were selected using purposive sampling technique. The results showed that in the pretest, the highest average value in the experimental class was 20.39 while in the control class it was 19.17. Meanwhile, in the posttest, the highest average value in the experimental class reached 37.61 and in the control class it was 31.69. The results of hypothesis testing using the Mann-Whitney U-Test resulted in a significance value of 0.020. Based on these findings, it can be concluded that there is an effect of applying the problem-based learning model using Quizwhizzer as an interactive game on students' numeracy skills. Keywords: Numeracy Skills, Problem Based Learning, Quizwhizzer.
Efektivitas Model Team Games Tournament Berbantuan Permainan Tic Tac Toe Terhadap Kemampuan Literasi Matematis Siswa S Syarahma Framdhika Sari Putri; Rafianti, Isna; Setiani, Yani
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025 (July - September)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v8i3.6057

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model Team Games Tournament berbantuan permainan Tic Tac Toe efektif terhadap kemampuan literasi matematis pada siswa SMP. Jenis penelitian kuantitatif dengan Quasi Eksperimen. Desain penelitian menggunakan Nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini ialah seluruh siswa SMP kelas VIII pada sekolah penelitian. Penentuan sampel berbantuan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 68 siswa kelas VIII yang berada di kelas VIII D sebagai kelas eksperimen dan VIII B sebagai kelas kontrol. Data penelitian diperoleh melalui instrumen tes kemampuan literasi matematis, lembar observasi kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dan angket respon positif siswa. Adapun hasil penelitian yaitu model Team Games Tournament berbantuan permainan Tic Tac Toe efektif terhadap kemampuan literasi matematis pada siswa SMP. Hal ini dibuktikan melalui melalui hasil uji- t satu pihak dengan angka 8,528 > 1,67 yang berarti ditolak. selain itu, ketercapaian literasi matematis siswa mencapai kategori “baik” dan hasil indikator efektivitas pembelajaran pada respon positif siswa berada dikategori “sangat positif”, hasil belajar siswa menunjukan ketuntasan lebih dari 80% dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran berada dikategori “sangat baik”.
Peran Guru Penggerak Dalam Ekosistem Pendidikan: Studi Kasus Di Provinsi Banten Alamsyah, Trian Pamungkas; Rafianti, Isna
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 25 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/14mqaj58

Abstract

Abstract   Guru Penggerak program plays a crucial role in advancing learning so far, and thus, the discourse on discontinuing the Guru Penggerak Program should be reconsidered. This study aims to explore the role of Guru Penggerak after participating in the Teacher Education Program (PPGP) in Banten Province. The research method used is descriptive quantitative with an evaluation model based on Kirkpatrick’s model, utilizing a questionnaire distributed to 82 teachers who have participated in PPGP. The questionnaire consists of 25 statements measuring five main roles of Guru Penggerak: motivating practitioner communities, becoming coaches for other teachers, realizing student leadership, promoting collaboration, and leading learning. The data obtained was analyzed using descriptive statistical techniques by calculating the average of each statement. The results show that 90,89% of respondents gave positive responses to the program, with an average score of 4,54, indicating that most teachers are highly satisfied with their roles after participating in PPGP. The highest-achieving role was realizing student leadership, which obtained an average score of 4,67, followed by promoting collaboration and motivating practitioner communities. This study reveals that the Guru Penggerak Program has had a significant positive impact on improving education quality and professional development for teachers in Banten Province. The results also highlight the importance of sustaining the program to create lasting changes in the education ecosystem Keywords: Program Evaluation, Kirkpatrick Model, Guru Penggerak.   Abstrak   Guru Pengerak memiliki peranan yang sangat penting dalam memajukan pembelajaran sejauh ini, sehingga wacana pemberhentian Program Guru Penggerak harus ditinjau kembali. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran Guru Penggerak setelah mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) di Provinsi Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian evaluasi model Kirkpatrick dengan menggunakan angket yang disebarkan kepada 82 guru yang telah mengikuti PPGP. Angket ini terdiri dari 25 pernyataan yang mengukur lima peran utama guru penggerak, yaitu menggerakkan komunitas praktisi, menjadi pelatih (coach) bagi guru lain, mewujudkan kepemimpinan murid, mendorong kolaborasi, dan menjadi pemimpin pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dengan menghitung rata-rata dari setiap pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90,89% responden memberikan respons positif terhadap program ini, dengan rata-rata skor 4,54 yang menunjukkan bahwa sebagian besar guru merasa sangat puas dengan peran mereka setelah mengikuti PPGP. Peran yang paling tinggi dalam pencapaiannya adalah mewujudkan kepemimpinan murid, yang memperoleh rata-rata skor 4,67, diikuti oleh mendorong kolaborasi dan menggerakkan komunitas praktisi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa Program Guru Penggerak memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan profesionalisme guru di Provinsi Banten. Hasil penelitian ini juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program Guru Penggerak untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan dalam ekosistem pendidikan. Kata kunci: Evaluasi Program, Kirkpatrick Model, Guru Penggerak
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKPD TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK SMA Rafianti, Isna; Trigunadi; Nurussalamah, Nisa Aula; Wulandari, Amellia; Hairoh
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2025): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/relevan.v5i3.1008

Abstract

Matematika merupakan mata pelajaran yang banyak menggunakan logika, sehingga sebagian besar peserta didik cenderung mengalami kesulitan dalam mempelajari matematika. Beberapa permasalahan yang dialami adalah rendahnya hasil belajar peserta didik karena banyak peserta didik yang tidak memperhatikan penyampaian guru saat menjelaskan materi matematika. Hal ini menggambarkan peserta didik kurang fokus dan antusiasme peserta didik rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan LKPD terhadap hasil belajar matematika peserta didik SMA. Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dan subjek penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik kelas XI IPA 2 SMAN CIRUAS yang berjumlah 38 peserta didik. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif berupa hasil belajar matematika peserta didik melalui metode pengumpulan data tes hasil belajar. Peserta didik yang memperoleh nilai ≥ 75 (skor KKM) berjumlah 31 dari 38 peserta didik. Hal ini dikarenakan materi dan permasalahan dalam LKPD dikembangkan sesuai dengan kondisi lingkungan belajar peserta didik. Berdasarkan hasil analisis hasil belajar pada pretest dan posttest menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan. Peningkatan hasil belajar peserta didik terlihat dari rata-rata hasil pretest dan posttest yang diperoleh peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan LKPD yang dikembangkan memberikan dampak terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik.  ABSTRACT Mathematics is a subject that uses a lot of logic, so most students tend to experience difficulties in learning mathematics. Some of the problems experienced are low student learning outcomes because many students do not pay attention to the teacher's delivery when explaining mathematics material. This illustrates that students lack focus and student enthusiasm is lacking. The aim of this research is to determine the effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by LKPD on the mathematics learning outcomes of high school students. The research carried out was a type of classroom action research (PTK) and the subjects of this classroom action research were students in class XI IPA 2 at SMAN CIRUAS, totaling 38 students.The data collected in this research is quantitative data in the form of students' mathematics learning outcomes through the learning outcomes test data collection method. Students who obtained ≥ 75 (KKM score) were 31 out of 38 students. This is because the material and problems in the LKPD are developed in accordance with the conditions of the students' learning environment. Based on the results of the analysis of learning outcomes in the pretest and posttest, it shows that student learning outcomes have increased. The increase in student learning outcomes can be seen from the average pretest and posttest results obtained by students. This shows that the use of the developed LKPD has an impact on improving student learning outcomes.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Nurazizah, Siti; Marethi, Indiana; Rafianti, Isna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang memperoleh model Project Based Learning dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Penelitian dilaksanakan di MTs Negeri 2 Pandeglang pada tahun ajaran 2024/2025 dengan menggunakan metode kuasi eksperimen dan desain penelitian the nonequivalent pre-test post-test control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) pencapaian kemampuan berpikir kritis siswa yang memperoleh model Project Based Learning lebih baik daripada siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional, dan 2) peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang memperoleh model Project Based Learning lebih baik daripada siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional.
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Ditinjau dari Kecemasan Matematika Astuti, Liana Widya; Nindiasari, Hepsi; Rafianti, Isna
Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jp.v4i3.2237

Abstract

This study aims to analyze the relationship between mathematical anxiety and the mathematical connection ability of students in grades XI and XII of SMAS Plus Permata Insani Islamic School. This study used a descriptive quantitative approach involving 30 students. The selection of subjects was carried out using the purpsive sampling technique, such as studying row and series material. The instruments used were a mathematical anxiety questionnaire and a mathematical connection test. The data was analyzed using descriptive statistics, which included mean values, standard deviation, frequency distribution, and cross-tabulation. The results showed that most students experienced math anxiety in the medium category, which was related to the ability to make mathematical connections that were also in the medium category. Some students with high anxiety still show high connection ability, while students with low anxiety sometimes show low connection ability. These findings suggest that math anxiety is not the only factor affecting students' mathematical connection abilities, with other factors such as motivation and environmental support also playing an important role. This research suggests that teachers create an emotionally comfortable learning atmosphere and encourage increased motivation and appropriate learning strategies.
ANALISIS KESALAHAN DALAM PENYELESAIAN SOAL MATRIKS BERDASARKAN TEORI NEWMAN OLEH SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Mukti, Taufiq Indra; Ihsanudin, Ihsanudin; Rafianti, Isna
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2025): September 2025
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/wjirpm.v6i3.33088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan penyebab kesalahan siswa dalam penyelesaian soal matriks berdasarkan teori Newman di SMA Islamic Centre Tahun Pelajaran 2024/2025. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Islamic Centre yang berjumlah 33 siswa. Hasil penelitian menunjukkan persentase kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam penyelesaian soal matriks berdasarkan teori newman adalah: (a) persentase kesalahan membaca yang dilakukan oleh siswa sebesar 7,87%, (b) persentase kesalahan memahami yang dilakukan oleh siswa sebesar 26,06%, (c) persentase kesalahan transformasi yang dilakukan oleh siswa sebesar 44,84%, (d) persentase kesalahan keterampilan proses yang dilakukan oleh siswa sebesar 54,54%, (e) persentase kesalahan penulisan jawaban akhir yang dilakukan oleh siswa sebesar 23,63%. Adapun penyebab kesalahan yang dilakukan oleh siswa diantaranya adalah tergesa-gesa dan kurang teliti dalam membaca soal, tidak memahami maksud dari soal, salah menggunakan rumus yang digunakan, kurnag dalam proses perhitungan, dan terburu-buru dalam menyelesaikan perhitungan.Kata kunci: Analisis kesalahan, teori Newman, soal matriks