Claim Missing Document
Check
Articles

KECEMASAN DALAM MEMPELAJARI BAHASA ASING PADA SISWA SMA DI TORAJA Reynathal Beatrix; Rahmah Hastuti
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v4i2.6768

Abstract

ABSTRACT: FOREIGN LANGUAGE LEARNING ANXIETY IN HIGH SCHOOL STUDENTS IN TORAJA Language is a tool of communication used by individuals to facilitate communication and express something. Therefore, language is an important material to learn, not only regional languages, but also foreign languages, especially for high school students in Indonesia. However, learning a foreign language can cause anxiety for students who think that foreign languages are difficult to learn. Therefore, this study aims to obtain an overview of anxiety in learning foreign languages in students of SMA Negeri X in Toraja. This research was conducted at SMA Negeri X in Toraja and 132 students participated in this study. The method used is descriptive quantitative through the Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) questionnaire to get a picture of students' anxiety when learning foreign languages at SMA X in Toraja. Data collection was carried out at SMA X in Toraja during October to December 2021. The results showed that the majority of students at SMA Negeri X in Toraja experienced moderate level of anxiety when learning English. The author also found that there was no difference between gender and anxiety in learning a foreign language. Based on research results, the majority   the student   High school   Neger   X   in   Toraja   experience   anxiety   level   intermediate   on   when   learn   language   English. Keywords: Anxiety, Foreign Language Learning, High School     Students Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh individu untuk memudahkan komunikasi serta mengekspresikasn sesuatu. Karenanya, bahasa merupakan materi yang penting untuk dipelajari, tidak hanya bahasa daerah, namun bahasa asing juga perlu dipelajari oleh individu, terutama siswa SMA di Indonesia. Namun, mempelajari bahasa asing dapat menimbulkan kecemasan bagi siswa yang menganggap bahwa bahasa asing itu sulit dipelajari. Karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kecemasan dalam mempelajari bahasa asing pada siswa SMA Negeri X di Toraja. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri X di Toraja dan sebanyak 132 orang siswa yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui kuesioner Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS)                 untuk mendapatkan gambaran mengenai kecemasan siswa pada saat mempelajari bahasa asing pada SMA X di Toraja. Pengambilan data dilaksanakan di SMA X di Toraja selama bulan Oktober hingga Desember 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa SMA Neger X di Toraja mengalami kecemasan tingkat menengah pada saat mempelajari bahasa Inggris. Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas siswa SMA Neger X di Toraja mengalami kecemasan tingkat menengah pada saat mempelajari bahasa Inggris. Kata Kunci: Kecemasan, Belajar Bahasa Asing, Siswa SMA
Pengukuran Perbedaan Rasa Malu dan Self-Esteem Serta Kaitannya dengan Prestasi Akademis (Studi pada Remaja Korban Perceraian di Jakarta) Rahmah Hastuti; Yohanes Budiarto
Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2014): Provitae
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/provitae.v6i1.227

Abstract

Parental divorce psychological impact for children and adolescents. This study examines the differences are shame and self-esteem to the learning achievement of students who are teenagers, whose parents divorced. The shame is the emotional aspects that influence individual assessment of himself when dealing with others. The shame is an emotion that is typical of the growing of early interpersonal experiences when indvidu related by family or peers. The study involved participants aged teens because adolescence is a phase turbulent emotions, so that the basic emotions experienced by adolescents is an aspect that can be developed through the development of models of measuring instruments associated with the emotions of shame and self-esteem and the use of a secondary form of data measuring learning achievement teens. The study involved 184 adolescents with divorced parents have negative correlation between shame and self-esteem. The higher the shame teenager because her parents divorce, the more negative the adolescent self-evaluation. However, the two variables are not correlated with academic achievement grades obtained from past research participants.Keywords: shame, self-esteem, academic achievement, adolescent
EFEKTIVITAS PELATIHAN KETANGGUHAN (HARDINESS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERPRESTASI AKADEMIK SISWA ATLET (Studi Pada Sekolah X di Tangerang) Winy Nila Wisudawati; RIANA SAHRANI; Rahmah Hastuti
Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2017): Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/provitae.v10i2.1285

Abstract

Student athletes at School X showed low achievement motivation. It is shown from the achievements in the academic that is lower than the achievements in sports. Achievement motivation refers to behavior related to learning and progress in school. Personality is one of the factors that influence academic achievement. Hardiness is a personality characteristics to survive by making adjustments in the face of pressing conditions. Some previous studies found no relationship between hardiness and achievement motivation. This study aims to test the effectiveness of hardiness training to improve achievement motivation of student athletes at School X, Tangerang. The research design is pre-test post-test control group design. The number of participants were 10 students, specifically 5 students in the control group and 5 students in the experimental group. Participants are high school-level student athletes with age range 15 to 18 years. The format of intervention is 7 days hardiness training with 11 sessions. Measurements using Independent Sample T-Test and Paired Sample T-Test. Based on the comparison measurement of pre-test and post-test, the result is (a) there are differences in achievement motivation in control and experimental group in post-test, (t = -3.165, p < 0.05), (b) training of hardiness can increase achievement motivation in 5 participants experimental group, (t = -4.595, p < 0.05). Hardiness training effective to improve academic achievement motivation for student athletes at School X, Tangerang. Keywords: achievement motivation, hardiness training, student athletes. 
PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMA DAN SMK Vira Diar Rahmasar; Rahmah Hastuti
Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2023): Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/provitae.v16i1.23542

Abstract

The current problem is that many teenagers commit juvenile delinquency to the point that high school and vocational teachers feel tired of handling their students. This study aimed to determine whether job satisfaction impacted the performance of high school teachers. Data collection was carried out in November 2022. This research included 412 public and private high school teachers in Bogor. Data collection was carried out using convenience sampling and purposive sampling. Data collection used the Job Satisfaction Survey (JSS), a job satisfaction measure developed by Paul Spector (1997). Meanwhile, the Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ) developed by Koopmans (2014) was used to measure teacher performance. The research data were analyzed using IBM SPSS Statistics version 26. The research results on job satisfaction and teacher performance showed a positive and significant effect on teacher performance. Rewards make higher contribution to improving teacher performance. Employment status and the number of dependents affect performance. Age, length of work, marital status, and the number of dependents affect job satisfaction.
Psikoedukasi Kebijaksanaan (Wisdom) untuk Meningkatkan Pengetahuan Pemecahan Masalah pada Siswa Sekolah Rakyat Ancol (SRA) Riana Sahrani; Rahmah Hastuti; Andri Setia Dharma
Jurnal Panjar: Pengabdian Bidang Pembelajaran Vol 2 No 2 (2020): Pendidikan Karakter dalam Berbagai Perspektif dan Pendekatan
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/panjar.v2i2.36594

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan bertujuan untuk mengenalkan lebih jauh mengenai konsep wisdom (kebijaksanaan), khususnya pada para remaja. Kebijaksanaan diartikan kepandaian individu dalam menggunakan akal-budinya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan, bersamaan dengan pengintegrasian pikiran, perasaan, dan tingkah laku, serta adanya kemauan untuk mengevaluasi diri, dalam menilai dan memutuskan suatu masalah, sehingga tercipta keharmonisan antara individu dan lingkungan. Maka penting sekali membekali remaja dengan pengetahuan mengenai pemecahan masalah, mengingat masa remaja adalah masa yang penuh dengan gejolak dan konflik, yang seringkali belum mampu diatasi dengan baik dan benar oleh para remaja itu sendiri. Apalagi hasil penelitian terdahulu menghasilkan temuan bahwa para remaja juga dapat bijaksana, karena mereka sekalipun sudah mempunyai ‘bibit-bibit kebijaksanaan’, yang apabila dikembangkan dapat menjadi suatu hal yang luar biasa. Adapun peserta PKM ini adalah siswa-siswi Sekolah Rakyat Ancol (SRA) yang berjumlah 44 orang, tingkatan SMP (Sekolah Menengah Pertama) dengan usia 12-18 tahun. Peserta diberikan soal cerita terlebih dahulu sebelum psikoedukasi, untuk melihat baseline pengetahuan mereka mengenai pemecahan masalah, yang merupakan indikator kebijaksanaan. Hasilnya adalah beberapa peserta mengalami peningkatan dalam hal pengetahuan dalam pemecahan masalah dengan psikoedukasi yang telah diberikan.
Pelatihan Mind Mapping sebagai Sarana Mencatat Siswa Kelas 5 SD dalam melatih Critical Thinking Latifa Rahmanita; Rahmah Hastuti
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v5i1.585

Abstract

The increasing intensity of internet use during the pandemic has resulted in new habits among internet users. This makes it easy for students to accept the information circulating, whether it is true, just a rumor, or false (hoax). That's why students need to improve their critical thinking skills to deal with this using a mind mapping program. This research aims to provide an understanding of mind mapping to elementary school students as a forum for them to record lessons, as well as train them to use critical thinking skills in making mind maps. The method used is community service in the form of psychoeducation and training. The results of the service show that mind maps can be a means for students to record lesson material and can train their critical thinking skills. This is shown by the high percentage of students' critical thinking skills which are declared good, namely 87.9% with an average of 51.67 from 33 students.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI AKADEMIK DENGAN SELF-REGULATED LEARNING PADA MAHASISWA PASCA PANDEMI Yogaswara, Almas Mushad; Hastuti, Rahmah
JURNAL DARMA AGUNG Vol 31 No 6 (2023): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v31i6.3833

Abstract

Learning in the world of college is of course different from learning in schools, this can be seen from how teachers in lectures encourage their students to do self-regulated learning (SRL). Every student must have SRL, because the teaching given by the teacher in college is more focused on how the student is deeper into the material than what is given by the teacher. The purpose of this research is to find out whether there is a relationship between academic motivation and self-regulated learning in post- pandemic students. This study uses a quantitative non-probability-based sampling method and data collection is done online. This study had 151 participants aged 18-23. Academic motivation is measured by the Academic Motivation Scale (AMS) adapted by Vallerand et al. (1992), this measuring tool was later adapted by Natalya (2018) to become the Academic Motivational Scale - Indonesia Version. Self-regulated learning is measured by the Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) tool created by Pintrich and De Groot (1990). Based on the research results, this study showed that there was a relationship between the academic motivation variable and the SRL variable which obtained a value of (p=0.00; p<0.05) and a value of r = 0.716. This means that if an individual has high academic motivation, then that individual will also have a high SRL.
HUBUNGAN GRIT DAN EMPATI PADA SISWA SMA Aldi Erawan; Rahmah Hastuti
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.214

Abstract

Pendidikan mempunyai peran penting dalam perkembangan siswa, khususnya pendidikan pada tingkat sekolah menengah atas (SMA). Untuk mencapai prestasi akademik dan juga pengembangan sosial dan emosional, khususnya pada siswa SMA peneliti tertarik untuk memasukan dua konsep penting yakni grit dan empati. Grit merupakan kombinasi antara ketekunan, semangat, dan tekad untuk mencapai tujuan jangka panjang. Siswa yang memiliki grit tinggi diyakini lebih mampu mengatasi tantangan akademis, menjaga motivasi, dan bertahan dalam menghadapi hambatan. Di sisi lain kemampuan untuk mengalami dan memahami sudut pandang emosional orang lain dikenal sebagai empati. Dalam konteks pendidikan, tingkat empati siswa dapat mempengaruhi dinamika kelas, hubungan antar-siswa, dan kesejahteraan psikososial secara keseluruhan. Namun, belum jelas sejauh mana grit dapat memengaruhi aspek-aspek emosional, seperti tingkat empati, pada siswa SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara grit dan empati pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan analisis korelasi Spearman. Hasil analisis menghasilkan nilai r (286) = 0.137 dan p = 0.022 < 0.05. Hasil penelitian ini dapt disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara grit dan empati pada siswa SMA disekolah x. Hubungan yang positif ini menandakan semakin tinggi grit pada siswa SMA, maka semakin tinggi juga rasa empati yang dimiliki SMA. Demikian sebaliknya semakin rendah grit pada siswa SMA, maka semakin rendah juga rasa empati yang dimiliki siswa SMA. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pendekatan pembelajaran, pengembangan karakter siswa, dan merancang program khusus. Selain itu, hasil penelitian ini mendukung penyusunan kebijakan pendidikan holistik dan pembinaan kepemimpinan siswa untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
HUBUNGAN SENSE OF SCHOOL BELONGING DAN KEBAHAGIAAN PADA SISWA SMA Marsyanda; Rahmah Hastuti
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.230

Abstract

Rasa memiliki di sekolah dapat diartikan sebagai perasaan diterima, dihargai, dan didukung oleh teman sebaya dan guru. Salah satu hal yang berkaitan dengan rasa memiliki di sekolah, yaitu kebahagiaan. Siswa dengan sense of school belonging dan kebahagiaan yang tinggi, akan menunjukkan prestasi akademik yang baik dan banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan di sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara sense of school belonging dan kebahagiaan pada siswa SMA. Alat ukur penelitian ini menggunakan Psychological Sense of School Membership (PSSM) yang dikembangkan oleh Goodenow (1993) dan juga Oxford Happiness Scale yang dikembangkan oleh Peter dan Michael (2002). Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri X yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan dengan jumlah partisipan sebanyak 228. Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan positif signifikan antara sense of school belonging dan kebahagiaan.
HUBUNGAN SELF EFFICACY TERHADAP WORK ENGAGEMENT PADA MAHASISWA DI TEMPAT MAGANG Nico Saputra; Kayla Rossita Ghaisani; Meysun Salma; Rahmah Hastuti
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 1 (2024): JSER, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i1.411

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan work engagement pada mahasiswa di tempat magang. Pada era industri digital ini, tentunya pertumbuhan teknologi serta ekonomi pun semakin berkembang, pada umumnya apabila terjadi perkembangan serta pertumbuhan pada satu negara maka akan semakin banyak tenaga kerja yang dibutuhkan, penting untuk memperhatikan mengenai kesiapan kerja yang ada pada mahasiswa, karena tentunya mahasiswa nantinya akan memasuki dunia pekerjaan ketika sudah lulus. Magang juga dianggap memberikan banyak manfaat dan memberikan pengalaman kepada mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Work engagement dan self-efficacy merupakan dua faktor penting yang dapat mempengaruhi keberhasilan mahasiswa dalam magang. Hipotesis dari penelitian yakni ada hubungan self-efficacy dengan work engagement pada mahasiswa di tempat magang. Penelitian ini menggunakan partisipan dengan karakteristik rentan usia (19 - 24 tahun), jenis kelamin, tingkat pendidikan, agama dan status sosial ekonomi tidak dibatasi. Jumlah partisipan yang diambil pada penelitian ini sebanyak 100 orang dengan status sebagai mahasiswa yang sedang menjalankan program magang yang berdomisili JABODETABEK, yang akan diambil dari beberapa Universitas, Akademi, maupun Sekolah Tinggi yang berada di sekitar Jakarta. Teknik penelitian ini dipilih desain penelitian yang digunakan non eksperimental yaitu kuasi serta diolah dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari pengujian validitas menunjukkan sejumlah butir nilai daya beda butir sudah ≥ 0.2, dengan nilai reliabilitas alpha Cronbach didapatkan hasil bahwa skala self-efficacy memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,667. Hasil menggunakan metode uji korelasi Pearson Correlation pada level alpha 0.05, ada hubungan positif yang signifikan antara Self-Efficacy (Sig = 0,000, Pearson Correlation = 0,399) dan Work Engagement (Sig = 0,000, Pearson Correlation = 0,399). Berdasarkan hasil dari data yang ada artinya semakin tinggi skor Self-Efficacy maka akan semakin tinggi juga Work Engagement mahasiswa di tempat magang, sebaliknya semakin rendah skor Self-Efficacy makan rendah juga Work Engagement mahasiswa di tempat magang.
Co-Authors Adithya, Alfian Ricko Afsyari, Belva Aldi Erawan Alyshia, Deandra Nur Andri Setia Dharma Ardaffa Azra Kalandoro Aulia Kirana Aurora, Amelia Banun, Jihan Soraya Carla Eureka Caroline, Gabriella Dinna Chairunissa, Jesenia Christabella, Wynona Clarisa Virginia Dinanti, Rizka Elena Susanto, Jessica Ersa Sanfriska Felicia Lie, Audrey Fernando Romero Surjo Ghaisani, Kayla Rossita Ginta, Maria Charisse Audrey Indriani, Chelsea Intan Dina Sari JAMIL, AZIZAH NURUL Jessica Jessica Jesusia, Graciela Joselyn Tiofanny Kayla Rossita Ghaisani Kristin, Dede Larasati, Ajeng Meilyana Latifa Rahmanita Manurung, Irene Hilary Marsyanda Matthews, Abraham Melia Afriani Meysun Salma Mia Anggraeni Michelle Tirtabudi Morin, Stefania Muliani, Agnes N, Billy Nabila Putri Utama Naomi Soetikno Naomi Soetikno, Naomi Ni'mah, Najwa Ully Nico Saputra P, Ilham Ramadhan Pamela Hendra Heng Parsama, Cokorda Istri Agung Mesha Saraswati Priscillia Angelica Gunawan Puspita Zahra Arimurti Reynathal Beatrix Riana Sahrani Riana Sahrani Salma, Meysun SARI, INTAN DINA SASONGKO, SHABRINA NUR AULIA Sherly Agustina, Sherly Shijistaniah Shinta Vionita Sholihah, Dinda Nabila Silviana Silviana Silviana Silviana Sri Tiatri Sri Tiatri Stefania Morin Sudrajat, Ellena Kristy Sufarita Sufarita Surjo, Fernando Romero Suzanna Juwita Suzanna Juwita, Suzanna Tiofanny, Joselyn TIRTABUDI, MICHELLE Utama, Nabila Putri Vinny Angelina Vira Diar Rahmasar Wahyono, Dhamodhara Wijayanto, Muhammad Rafi Winy Nila Wisudawati Yogaswara, Almas Mushad Yohanes Budiarto YUDHA, IDHZHA WIRA