Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN WORK LIFE BALANCE TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA MAHASISWA YANG MELAKUKAN MBKM Intan Dina Sari; Michelle Tirtabudi; Fernando Romero Surjo; Rahmah Hastuti
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 1 (2024): JSER, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i1.447

Abstract

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia bertujuan untuk memberikan kebebasan belajar kepada mahasiswa, memungkinkan mereka untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara Work Life Balance (WLB) dan kesejahteraan psikologis (psychological well-being) pada mahasiswa yang mengikuti program MBKM. Penelitian ini melibatkan 152 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia yang telah mengikuti program MBKM. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri dari skala WLB dan skala psychological well-being, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara WLB dan kesejahteraan psikologis dengan nilai korelasi Pearson sebesar 0.788 (p < 0.01). Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang mampu mencapai keseimbangan antara kehidupan akademik, pribadi, dan profesional cenderung memiliki kesejahteraan psikologis yang lebih baik. Penelitian ini menyoroti pentingnya dukungan dari institusi pendidikan dalam membantu mahasiswa mengelola WLB mereka, serta pentingnya memberikan pemahaman dan pelatihan kepada mahasiswa tentang pentingnya WLB.
Studi Deskriptif Prokrastinasi Akademik Pada Siswa SMA X Berbasis Kurikulum Merdeka Di Jakarta Barat Priscillia Angelica Gunawan; Rahmah Hastuti
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 1 No. 11 (2024): NJMS - Juni 2024
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merdeka bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan potensi siswa melalui pembelajaran kelompok. Namun, kurikulum yang fleksibel ini memerlukan siswa untuk menyesuaikan waktu mereka dengan orang lain, yang dapat memakan waktu dan menyebabkan manajemen waktu yang buruk serta penundaan tugas akademik. Penundaan tugas akademik merupakan bentuk dari prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik perlu diperhatikan oleh pihak sekolah untuk mengoptimalkan tugas yang dikerjakan oleh siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan perilaku prokrastinasi akademik pada siswa SMA X berbasis kurikulum merdeka di Jakarta Barat. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa SMA X di Jakarta Barat yang menggunakan Kurikulum Merdeka. Uji hipotesis dilakukan menggunakan analisis deskriptif, dengan hasil penelitian menemukan bahwa siswa SMA X memiliki prokrastinasi akademik yang tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai mean empirik sebesar 3.60 > 3.00. Pada hasil penelitian ini, nilai prokrastinasi akademik yang tinggi ditandai dengan adanya rasa takut akan kegagalan dan adanya rasa malas dalam menghadapi tugas makalah. Tingginya prokrastinasi akademik mengimplikasikan bahwa pihak sekolah perlu mencegah perilaku tersebut dengan cara memberikan tugas atau kegiatan sekolah yang dapat membangun minat siswa, sehingga tidak merasa terintimidasi atau malas.
Hubungan antara Celebrity Worship dengan Problematic Internet Use pada Mahasiswa di Jakarta Carla Eureka; Rahmah Hastuti
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 1 No. 12 (2024): NJMS - Juli 2024
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet merupakan sarana yang memudahkan penggemar dalam berkomunikasi dengan idolanya dan memunculkan sebuah hubungan parasosial yang berkembang menjadi sebuah bentuk pemujaan kepada selebriti yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan celebrity worship. Adanya kemudahan ini membuat penggunaan internet bisa dilakukan secara berlebihan dan berujung pada penggunaan internet yang bermasalah. Mahasiswa secara umum berada di rentang usia dewasa awal dan memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan pendidikan mereka. Chia dan Poo mengatakan bahwa fenomena celebrity worship semakin mendapatkan perhatian dari orangtua, pendidik, maupun peneliti komunikasi karena keterlibatan dari dewasa awal dengan selebritis hiburan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara celebrity worship dengan problematic internet use pada mahasiswa di Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-eksperimental dengan teknik sampling berupa criterion sampling. Partisipan penelitian adalah mahasiswa yang berdomisili dan berkuliah di Jakarta dan berada pada rentang usia 18 – 29 tahun. Pada penelitian ini, didapatkan hasil adanya korelasi positif dan signifikan antara celebrity worship dengan problematic internet use dengan nilai p = 0,000 < 0,005 dan nilai r = 0,474.
HUBUNGAN SELF EFFICACY TERHADAP WORK ENGAGEMENT PADA MAHASISWA DI TEMPAT MAGANG Nico Saputra; Kayla Rossita Ghaisani; Meysun Salma; Rahmah Hastuti
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 1 (2024): JSER, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i1.411

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan work engagement pada mahasiswa di tempat magang. Pada era industri digital ini, tentunya pertumbuhan teknologi serta ekonomi pun semakin berkembang, pada umumnya apabila terjadi perkembangan serta pertumbuhan pada satu negara maka akan semakin banyak tenaga kerja yang dibutuhkan, penting untuk memperhatikan mengenai kesiapan kerja yang ada pada mahasiswa, karena tentunya mahasiswa nantinya akan memasuki dunia pekerjaan ketika sudah lulus. Magang juga dianggap memberikan banyak manfaat dan memberikan pengalaman kepada mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Work engagement dan self-efficacy merupakan dua faktor penting yang dapat mempengaruhi keberhasilan mahasiswa dalam magang. Hipotesis dari penelitian yakni ada hubungan self-efficacy dengan work engagement pada mahasiswa di tempat magang. Penelitian ini menggunakan partisipan dengan karakteristik rentan usia (19 - 24 tahun), jenis kelamin, tingkat pendidikan, agama dan status sosial ekonomi tidak dibatasi. Jumlah partisipan yang diambil pada penelitian ini sebanyak 100 orang dengan status sebagai mahasiswa yang sedang menjalankan program magang yang berdomisili JABODETABEK, yang akan diambil dari beberapa Universitas, Akademi, maupun Sekolah Tinggi yang berada di sekitar Jakarta. Teknik penelitian ini dipilih desain penelitian yang digunakan non eksperimental yaitu kuasi serta diolah dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari pengujian validitas menunjukkan sejumlah butir nilai daya beda butir sudah ≥ 0.2, dengan nilai reliabilitas alpha Cronbach didapatkan hasil bahwa skala self-efficacy memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,667. Hasil menggunakan metode uji korelasi Pearson Correlation pada level alpha 0.05, ada hubungan positif yang signifikan antara Self-Efficacy (Sig = 0,000, Pearson Correlation = 0,399) dan Work Engagement (Sig = 0,000, Pearson Correlation = 0,399). Berdasarkan hasil dari data yang ada artinya semakin tinggi skor Self-Efficacy maka akan semakin tinggi juga Work Engagement mahasiswa di tempat magang, sebaliknya semakin rendah skor Self-Efficacy makan rendah juga Work Engagement mahasiswa di tempat magang.
Psikoedukasi Membangun Resiliensi Sebagai Strategi untuk Pengembangan Diri Generasi-Z Rahmah Hastuti; Joselyn Tiofanny; Vinny Angelina
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2024
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v4i1.55

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan psikoedukasi tentang resiliensi kepada siswa SMAN X Jakarta sebagai strategi pengembangan diri. Kegiatan PKM dilaksanakan pada 02 Oktober 2024 dengan metode ceramah. Generasi Z menghadapi tantangan seperti stres akademik dan tekanan sosial, sehingga penting bagi mereka untuk mengembangkan resiliensi agar dapat beradaptasi dengan baik. Melalui lokakarya interaktif, siswa diajak memahami konsep resiliensi, mengenali faktor-faktor pendukungnya, dan menerapkan strategi untuk meningkatkan kemampuan menghadapi tekanan hidup. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki tingkat resiliensi sedang hingga tinggi, yang menunjukkan kapasitas adaptif mereka terhadap tantangan sehari-hari. Selain itu, psikoedukasi ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tekanan akademik dan sosial. Dukungan sosial dari keluarga dan sekolah terbukti memainkan peran penting dalam pengembangan resiliensi siswa. Kegiatan ini berhasil memberikan manfaat positif dalam membantu siswa mengelola stres, meningkatkan kesejahteraan psikologis, dan menjadi individu yang lebih tangguh menghadapi masa depan.
HUBUNGAN ANTARA DYADIC COPING DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA PASANGAN SUAMI ISTRI DI JAKARTA SARI, INTAN DINA; HASTUTI, RAHMAH
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3796

Abstract

This study was conducted to determine the relationship between dyadic coping and mental health in married couples in Jakarta. This study discusses the ability of dyadic coping in married couples in Jakarta towards their mental health. The research method used a quantitative method using a population of 2,806,727 married couples in Jakarta. Due to the large population, the researcher used the Slovin formula with purposive sampling to determine the number of samples to be studied based on the criteria of living in Jakarta and having been married for at least five years, either longer or less than five years. After using the Slovin formula to determine the sample, it was obtained that the number of samples to be used in the study was 400 married couples in Jakarta. Then, the researcher conducted a data analysis using simple linear regression, which was processed using SPSS 23. The correlation analysis in this study used Pearson correlation which showed a positive and significant relationship between dyadic coping and mental health (r = 0.461, p 0.000> 0.05). This indicates that the higher the ability of dyadic coping, the higher the relationship and influence on the mental health of married couples in Jakarta. ABSTRAKPenelitian ini dibuat untuk mengetahui hubungan antara dyadic coping dengan kesehatan mental pada pasangan suami istri di Jakarta. Penelitian ini membahas mengenai dyadic coping pada pasangan suami istri di Jakarta terhadap kesehatan mentalnya. Metode penelitian yang dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan populasi sebesar 2.806.727 pasangan suami istri di Jakarta. Karena jumlah populasi yang besar, maka peneliti menggunakan metode Slovin dengan purposive sampling untuk menentukan jumlah sampel yang akan diteliti dengan kriteria tinggal di Jakarta dan telah menikah selama minimal lima tahun baik lebih lama maupun di bawah lima tahun. Setelah digunakan rumus Slovin pada penentuan sampel, didapatkan bahwa jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian berjumlah menjadi 400 pasangan suami istri di Jakarta. Kemudian, peneliti melakukan metode analisis data dengan uji reliabilitas serta uji korelasi yang diolah menggunakan SPSS 23. Analisis korelasi pada penelitian ini menggunakan korelasi Pearson yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan dari dyadic coping dengan kesehatan mental (r = 0.461, p 0.000 > 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan dyadic coping, semakin tinggi hubungan dyadic coping terhadap kesehatan mental pasangan suami istri di Jakarta.
PENGARUH KUALITAS ATTACHMENT REMAJA DENGAN ORANG TUA TERHADAP PERILAKU PHUBBING PADA KELUARGA DI KALIMANTAN BARAT YUDHA, IDHZHA WIRA; HASTUTI, RAHMAH; JESSICA, JESSICA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3797

Abstract

Family is the first environment that influences the psychological development of individuals, especially adolescents. The quality of attachment greatly influences individuals in responding to interpersonal relationships later on. Phubbing can basically be influenced by the quality of attachment between parents and adolescents. Therefore, this study aims to identify the influence between phubbing and the quality of attachment between adolescents and parents. Researchers collected 237 adolescent participants with an age range of 13 to 18 years in West Kalimantan. The method used is quantitative with a purposive sampling technique. The measuring instruments used in this study were the Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) and the Generic Scale Phubbing (GSP). The results of the study using regression analysis showed that the quality of attachment has an influence on phubbing behavior in family interactions (t = -11.407, p <0.05) which means negative and significant. that is, it can be concluded that the quality of attachment between adolescents and their parents can strengthen and weaken the influence of phubbing behavior in family interactions. ABSTRAKKeluarga merupakan lingkungan pertama yang memengaruhi perkembangan psikologis individu, terutama pada remaja. Kualitas attachment sangat memengaruhi individu merespons hubungan interpersonal di kemudian hari. Phubbing pada dasarnya dapat dipengaruhi oleh kualitas attachment antara orang tua dan remaja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh antara phubbing dan kualitas attachment antara remaja dan orang tua. Peneliti mengumpulkan 237 partisipan remaja dengan rentang usia 13 tahun sampai 18 tahun di Kalimantan barat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) dan Generic Scale Phubbing (GSP). Hasil penelitian menggunakan analisis regresi menunjukkan bahwa kualitas attachment memiliki pengaruh terhadap perilaku phubbing dalam interaksi keluarga (t = -11.407, p < 0.05) yang berarti negatif dan signifikan. artinya, dapat disimpulkan bahwa kualitas attachment antara remaja dengan orang tuanya dapat memperkuat dan memperlemah pengaruh perilaku phubbing di dalam interaksi keluarga.
HUBUNGAN CORPORATE REPUTATION DENGAN INTENTION TO APPLY PADA MAHASISWA TIRTABUDI, MICHELLE; HASTUTI, RAHMAH; JESSICA, JESSICA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3798

Abstract

This study aims to analyze the relationship between corporate reputation and intention to apply in students. Corporate reputation is considered one of the key factors that affect the perception of individuals, especially students, towards the company, which can ultimately determine the decision to apply for a job. This study uses a quantitative approach with a survey method involving 215 students from various universities. The implementation of the research was carried out from July 2024 – November 2024. The data was collected through a questionnaire that measured students' perception of the company's reputation as well as their interest in applying for jobs. The purpose of this study, among others, is to find out the relationship between corporate reputation and interest in applying for jobs. Data collection is carried out through google forms. Hypothesis testing in this study using a simple linear regression method Based on the results of the hypothesis test, p = 0.000 < 0.05 and a significance value of 0.000, So, it can be concluded that the corporate reputation variable has a significant relationship with the intention to apply variable. These findings indicate that companies with good reputations have more potential to attract younger generations to join. This research provides practical implications for companies to continue to improve their image to attract qualified prospective workers ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara corporate reputation (reputasi perusahaan) dan intention to apply (minat melamar pekerjaan) pada mahasiswa. Corporate reputation dianggap sebagai salah satu faktor kunci yang memengaruhi persepsi individu terutama mahasiswa terhadap perusahaan, yang pada akhirnya dapat menentukan keputusan melamar pekerjaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 215 mahasiswa dari berbagai universitas. Pelaksanaan penelitian dilakukan dari bulan Juli 2024 – November 2024. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur persepsi mahasiswa terhadap reputasi perusahaan serta minat mereka untuk melamar pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini, yang diantaranya adalah untuk mengetahui hubungan antara Corporate reputation dengan minat melamar pekerjaan. Pengumpulan data dilakukan melalui google form. Pengujian hipotesis pada penelitian ini dengan menggunakan metode regresi linier sederhana Berdasarkan hasil uji hipotesis, p = 0,000 < 0,05 serta nilai signifikansi sebesar 0,000, Sehingga, dapat disimpulkan bahwa variabel corporate reputation memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel intention to apply. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan dengan reputasi yang baik lebih berpotensi menarik minat generasi muda untuk bergabung. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan untuk terus meningkatkan citra mereka guna menarik calon pekerja berkualitas.
ACADEMIC SELF-EFFICACY DAN KAITANNYA DENGAN PERILAKU ACADEMIC DISHONESTY PADA MAHASISWA UNIVERSITAS X DALAM PERKEMBANGAN AI SURJO, FERNANDO ROMERO; HASTUTI, RAHMAH; JESSICA, JESSICA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3799

Abstract

This study aims to explore the relationship between academic self-efficacy and academic dishonesty among students at University X in the context of AI development. The research was conducted due to the limited studies addressing academic self-efficacy and academic dishonesty in relation to the AI phenomenon. A quantitative method was employed using purposive sampling, involving 313 university students as participants. Data were collected using the Academic Self-Efficacy Scale and the Academic Dishonesty Scale, both measured with a Likert scale. Correlation analysis was performed using Spearman's correlation, revealing a significant negative relationship between academic self-efficacy and academic dishonesty (r = -0.149, p = 0.008 < 0.05). This indicates that higher levels of academic self-efficacy are associated with lower levels of academic dishonesty among students. These findings can be utilized by educational institutions to develop programs that enhance academic self-efficacy through training, academic support, and fostering an environment that promotes educational integrity. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri akademik dengan perilaku academic dishonesty pada mahasiswa Universitas X dalam perkembangan AI. Penelitian ini dilakukan karena penelitian yang membahas tentang efikasi diri akademik dan academic dishonesty dengan fenomena perkembangan AI masih sedikit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan purposive sampling. Total partisipan pada penelitian ini berjumlah 313 mahasiswa menggunakan alat ukur academic self-efficacy scale dan academic dishonesty scale dengan menggunakan skala Likert. Analisis korelasi pada penelitian ini menggunakan korelasi Spearman yang menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri akademik dengan academic dishonesty pada mahasiswa Universitas X dalam perkembangan AI (r = -0.149, p 0.008<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri akademik, semakin rendah perilaku academic dishonesty yang dilakukan oleh mahasiswa. Temuan ini dapat digunakan oleh institusi pendidikan untuk mengembangkan program yang meningkatan efikasi diri akademik melalui pelatihan, dukungan akademik, dan pembentukan lingkungan yang mendukung integritas pendidikan.
HUBUNGAN SELF-CONTROL DENGAN ADIKSI TIKTOK PADA EMERGING ADULTHOOD SAPUTRA, NICO; HASTUTI, RAHMAH
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3800

Abstract

Tiktok addiction is becoming an increasingly common phenomenon among emerging adulthood, characterized by excessive use and negative impacts on mental health, productivity, and social relationships. This study aims to examine the relationship between self-control and Tiktok addiction in individuals aged 18-25 years who are classified as emerging adulthood. The method used is quantitative research with purposive sampling technique. Data were obtained from 200 participants domiciled in Jabodetabek through filling out an online questionnaire using the Brief Self-Control Scale (BSCS) and an adaptation of the Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) to measure Tiktok addiction. The results of the analysis showed a significant negative relationship between self-control and Tiktok addiction (r = ?0.806; p < 0.05), meaning that higher levels of self-control are associated with a lower tendency for Tiktok addiction. The inhibition and initiation dimensions in self-control each contribute significantly to the decrease in Tiktok addiction with correlation values ??of r = ?0.793 and r = ?0.761. This study confirms the importance of self-control in reducing the risk of social media addiction, especially Tiktok, in emerging adulthood. ABSTRAKAdiksi Tiktok menjadi fenomena yang semakin umum di kalangan emerging adulthood, ditandai dengan penggunaan yang berlebihan dan dampak negatif terhadap kesehatan mental, produktivitas, serta hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara self-control dengan adiksi Tiktok pada individu berusia 18-25 tahun yang tergolong sebagai emerging adulthood. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari 200 partisipan yang berdomisili di Jabodetabek melalui pengisian kuesioner daring menggunakan alat ukur Brief Self-Control Scale (BSCS) dan adaptasi Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) untuk mengukur adiksi Tiktok. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-control dan adiksi Tiktok (r = ?0,806; p < 0,05), artinya tingkat self-control yang lebih tinggi berhubungan dengan kecenderungan adiksi Tiktok yang lebih rendah. Dimensi inhibisi dan inisiasi dalam self-control masing-masing berkontribusi secara signifikan terhadap penurunan adiksi Tiktok dengan nilai korelasi r = ?0,793 dan r = ?0,761. Penelitian ini menegaskan pentingnya self-control dalam mengurangi risiko adiksi media sosial, khususnya Tiktok, pada emerging adulthood.
Co-Authors Adithya, Alfian Ricko Adrianne Taskia, Frizka Afsyari, Belva Aldi Erawan Alyshia, Deandra Nur Andri Setia Dharma Ardaffa Azra Kalandoro Aulia Kirana Aurora, Amelia Banun, Jihan Soraya Carla Eureka Caroline, Gabriella Dinna Chairunissa, Jesenia Christabella, Wynona Clarisa Virginia Dinanti, Rizka Elena Susanto, Jessica Ersa Sanfriska Felicia Lie, Audrey Fernando Romero Surjo Ghaisani, Kayla Rossita Ginta, Maria Charisse Audrey Indriani, Chelsea Intan Dina Sari Irene Hilary Manurung JAMIL, AZIZAH NURUL Jessica Jessica Jesusia, Graciela Joselyn Tiofanny Kayla Rossita Ghaisani Kristin, Dede Larasati, Ajeng Meilyana Latifa Rahmanita Manurung, Irene Hilary Marsyanda Matthews, Abraham Melia Afriani Meysun Salma Mia Anggraeni Michelle Tirtabudi Morin, Stefania Muliani, Agnes N, Billy Nabila Putri Utama Naomi Soetikno Naomi Soetikno, Naomi Ni'mah, Najwa Ully Nico Saputra P, Ilham Ramadhan Pamela Hendra Heng Parsama, Cokorda Istri Agung Mesha Saraswati Priscillia Angelica Gunawan Puspita Zahra Arimurti Reynathal Beatrix Riana Sahrani Riana Sahrani Salma, Meysun SARI, INTAN DINA SASONGKO, SHABRINA NUR AULIA Sherly Agustina, Sherly Shijistaniah Shinta Vionita Sholihah, Dinda Nabila Silviana Silviana Silviana Silviana Sri Tiatri Sri Tiatri Stefania Morin Sudrajat, Ellena Kristy Sufarita Sufarita Surjo, Fernando Romero Suzanna Juwita Suzanna Juwita, Suzanna Tiofanny, Joselyn TIRTABUDI, MICHELLE Utama, Nabila Putri Vinny Angelina Vira Diar Rahmasar Wahyono, Dhamodhara Wijayanto, Muhammad Rafi Winy Nila Wisudawati Yogaswara, Almas Mushad Yohanes Budiarto YUDHA, IDHZHA WIRA Zahra, Shalika Fatimah