p-Index From 2021 - 2026
7.797
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

SELF-EFFICACY DAN FUTURE ANXIETY PADA FRESH GRADUATE: MENJELANG TRANSISI KE DUNIA KERJA Clarisa Virginia; Rahmah Hastuti
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1101

Abstract

Masa transisi dari dunia akademik menuju dunia kerja seringkali menimbulkan kecemasan terhadap masa depan atau future anxiety pada fresh graduate. Di sisi lain satu faktor yang dipercaya berperan dalam menurunkan tingkat kecemasan adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya dalam menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara self-efficacy dan future anxiety pada fresh graduate di wilayah Jabodetabek. Pengambilan data dilakukan selama 1 bulan melalui penyebaran kuesioner daring dengan teknik purposive sampling pada partisipan berusia 20–25 tahun yang telah lulus maksimal satu tahun, mendapatkan 136 partisipan yang sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif antara self-efficacy dan future anxiety, temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar partisipan dalam penelitian menunjukkan tingkat self-efficacy yang rendah serta future anxiety yang tinggi. Individu dengan self-efficacy rendah cenderung mengalami future anxiety yang lebih tinggi karena kurangnya keyakinan terhadap kemampuan diri dalam menghadapi tuntutan dan ketidakpastian setelah lulus. Temuan ini dapat digunakan untuk membantu fresh graduate mengelola kecemasan terhadap masa depan melalui peningkatan fresh graduate.
Roblox addiction and psychological well-being in Generation Z Adithya, Alfian Ricko; Hastuti, Rahmah
INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6 No. 2 December 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/inspira.v6i2.13631

Abstract

This study aimed to investigate the relationship between Roblox online game addiction tendency and psychological well-being among Generation Z in Greater Jakarta (Jabodetabek). The research was motivated by the increasing use of the online game Roblox, which has the potential to foster addictive behaviors and diminish psychological well-being. Using a correlational quantitative method, non-parametric Spearman's Rank and Kruskal-Wallis analyses were employed due to non-normally distributed data. Participants consisted of 273 Generation Z individuals selected via purposive sampling. The results indicated a significant negative correlation between Roblox addiction and psychological well-being (r = -.752, p < .01), suggesting that higher addiction levels are associated with lower psychological well-being. The conflict dimension contributed most substantially to the decline in psychological well-being. Furthermore, significant differences were found based on age, residence, frequency of play, duration of play, and reasons for playing. Theoretically, these findings contribute to the literature on the relationship between Roblox addiction and the psychological well-being of Generation Z, while also highlighting opportunities for future research on potential mediating or moderating variables such as self-control and social support. Practically, the results are expected to serve as an educational foundation for adolescents, parents, and educational institutions to promote self-regulation in playing Roblox.
The effect of digital detox on psychological well-being in college students Afsyari, Belva; Hastuti, Rahmah
INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6 No. 2 December 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/inspira.v6i2.13638

Abstract

Gambaran Insecure Attachment pada Dewasa Awal yang Memiliki Hubungan Romantis Zahra, Shalika Fatimah; Hastuti, Rahmah
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7841

Abstract

Hubungan romantis pada dewasa awal merupakan aspek penting dalam perkembangan psikososial, namun tidak semua individu mampu membangun hubungan yang aman secara emosional. Latar belakang keluarga, khususnya pengalaman dibesarkan oleh orang tua tunggal, serta karakteristik demografis dan relasional diduga berkontribusi terhadap munculnya insecure attachment dalam hubungan romantis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat insecure attachment ditinjau dari faktor demografi dan relasional, seperti jenis kelamin, usia, lama berpacaran, status orang tua, lama memiliki orang tua tunggal, serta kedekatan dengan orang tua. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan melibatkan partisipan dewasa awal berusia 18–25 tahun yang sedang menjalin hubungan romantis dan memiliki latar belakang orang tua tunggal. Alat ukur yang digunakan adalah Experiences in Close Relationships (ECR) yang mengukur dua dimensi insecure attachment, yaitu anxiety attachment dan avoidance attachment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat insecure attachment berada pada kategori sedang dengan anxiety attachment sebagai dimensi yang lebih dominan. Hasil uji beda menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin, usia, dan lama berpacaran, namun terdapat perbedaan berdasarkan faktor relasional keluarga, khususnya lama memiliki orang tua tunggal dan kedekatan dengan orang tua, sehingga insecure attachment lebih dipengaruhi oleh kualitas pengalaman relasional dibandingkan karakteristik demografis.
TETAP BERTAHAN DI TENGAH TEKANAN: GAMBARAN RESILIENSI AKADEMIK MAHASISWA Adrianne Taskia, Frizka; Hastuti, Rahmah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 No.1, Maret 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i1.40656

Abstract

Academic resilience refers to students’ ability to persevere, recover, and adapt positively to academic challenges and pressures throughout their studies. This ability is essential because it supports sustained learning engagement and facilitates the management of academic obstacles that may hinder study continuation. Although research on academic resilience is extensive, most studies focus on its relationship with other variables, while studies that specifically describe students’ academic resilience based on its dimensions remain limited, particularly in the Indonesian context. Therefore, this study aims to describe academic resilience among students. This study employed a quantitative approach with a descriptive single-variable design. The sample consisted of 103 students recruited using convenience sampling. Data were collected using the academic resilience scale developed by Hardiansyah et al. (2020), which consists of 27 items covering four dimensions adapted from Cassidy (2015): perseverance, reflecting and adaptive help-seeking, negative affect and emotional response, and adaptive coping. Data analysis was conducted using descriptive statistics by comparing empirical means with hypothetical means. The results indicate that, overall, students’ academic resilience falls into the high category, as shown by a hypothetical mean of 3.6490 and an empirical mean of 2.50. These findings suggest that students demonstrate adequate capabilities in maintaining academic perseverance, reflecting on learning experiences, seeking adaptive assistance, and regulating emotional responses when facing academic stress. Nevertheless, variations across dimensions indicate that certain aspects still require improvement to achieve optimal academic resilience. The findings of this study are expected to serve as a reference for universities in developing more targeted academic resilience development programs.
Hubungan antara Celebrity Worship dan Fantasy Proneness pada Mahasiswa Penggemar K-Pop Irene Hilary Manurung; Rahmah Hastuti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10591

Abstract

Celebrity worship refers to an excessive psychological attachment to celebrity figures, while fantasy proneness describes an individual’s tendency to become deeply absorbed in imagination. The rapid growth of K-Pop fan communities, or “fandoms” has intensified parasocial interactions with idols, which may influences fans’ fantasy tendencies. This study used a quantitative correlational approach with purposive sampling. Participants were 321 K-Pop fans aged 18 to 25 who were active university students (259 females and 62 males). The Celebrity Attitude Scale (CAS) and the Creative Experiences Questionnaire (CEQ) were used to measure the variables. Spearman’s rho analysis showed a correlation coefficient of r = 0.581 with p = 0.001 < 0.05, indicating a positive and significant relationship between celebrity worship are associated with hugher levels of fantasy proneness. These findings suggest that strong attachment to celebrities may increase individuals’ tendency to engage in fantasy. Theoretically, the results strengthen the understanding of how parasocial relationship influence cognitive processes.
KORELASI DIGITAL HOARDING BEHAVIOR DAN MINDFULNESS PADA GURU DI JAKARTA Aurora, Amelia; Hastuti, Rahmah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.10477

Abstract

A crucial phenomenon among middle-adult teachers indicates that 77.9% of participants exhibit a high level of digital hoarding behaviour. Digital hoarding is the tendency to collect and retain digital files excessively, often accompanied by emotional attachment and difficulty in deleting data that are no longer in use. Mindfulness, defined as full awareness of present-moment experience without judgement, functions as a protective factor in managing impulsive behaviours, including digital hoarding. This study aims to identify the correlational relationship between digital hoarding behaviour and mindfulness among middle-adult teachers in Jakarta. The research sample consisted of 149 teachers aged 40–50 years, selected through purposive sampling and assessed using the Indonesian versions of the Digital Hoarding Questionnaire (DHQ) and the Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ). Statistical analysis showed that the majority of respondents had high digital-hoarding scores (77.9%) and moderate mindfulness (79.2%), while only 3.4% achieved a high level of mindfulness. The correlation analysis yielded a significant negative relationship, with a Spearman’s rho value of –0.449 (p<0.001), indicating that the higher the mindfulness, the lower the digital hoarding behaviour. Further analysis found significant differences based on age and school level, though not by gender or the number of digital devices. These findings emphasise the importance of practical interventions such as mindfulness training and digital-data management workshops to reduce digital hoarding behaviour and improve teachers’ psychological well-being. It is suggested that educational institutions develop mentoring, coaching, and monitoring programmes to help teachers manage digital data and work-related stress. Future research is recommended to explore more deeply the influence of psychological and organisational factors. ABSTRAK Fenomena krusial pada guru dewasa madya menunjukkan bahwa 77,9% partisipan memiliki tingkat digital hoarding behavior yang tinggi Digital hoarding merupakan kecenderungan mengumpulkan dan mempertahankan file, digital secara berlebihan, seringkali, disertai keterikatan emosional dan kesulitan untuk menghapus data yang telah tidak terpakai.. Mindfulness, yang didefinisikan sebagai kesadaran penuh terhadap pengalaman saat ini tanpa menghakimi, berperan sebagai, faktor protektif dalam mengelola perilaku impulsif termasuk digital hoarding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, hubungan korelasi antara digital hoarding behavior dan mindfulness pada guru dewasa madya di, Jakarta. Sampel penelitian adalah 149 guru berusia 40-50 tahun, dipilih melalui, purposive, sampling dan diukur menggunakan Digital Hoarding Questionnaire, versi Indonesia (DHQ) serta Five, Facet Mindfulness Questionnaire, versi Indonesia (FFMQ). Analisis statistik menunjukkan mayoritas responden memiliki, skor digital hoarding tinggi (77,9%) dan mindfulness sedang (79,2%), sedangkan hanya 3,4% yang mencapai mindfulness tinggi.. Analisis korelasi menghasilkan hubungan negatif signifikan, dengan nilai, Spearman's tho sebesar -0,449 (p<0,001), menandakan bahwa semakin tinggi, mindfulness maka semakin rendah perilaku digital hoarding Analisis lanjutan me.nemukan perbedaan signifikan berdasarkan usia dan jenjang sekolah, namun tidak berdasarkan jenis kelamin atau jumlah perangkat digital Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi praktis seperti, pe Jatihan mindfulness dan workshop manajemen data digital dalam upaya menurunkan digital hoarding behavior dan meningkatkan kesejahteraan psikologis guru diberikan Saran agar institusi pendidikan mengembangkan program pendampingan, coaching, dan monitoring untuk membantu guru mengelola data digital dan stres kerja Direkomendasikan penelitian selanjutnya agar lebih mengeksplorasi pengaruh faktor psikologis maupun organisasi secara lebih mendalam.  
Psikoedukasi sebagai Upaya Preventif Cyberbullying pada Siswa SMA Hastuti, Rahmah; Johan, Hani Rahmawati; Nguru, Marcia Vinly Calysta
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1912

Abstract

This Community Service Activity (CSA) aims to enhance high school students' understanding of cyberbullying thru psychoeducation as a preventive measure. The activity was conducted at SMA Negeri X Jakarta, involving 112 students. The methods used include material presentation, interactive discussions, reflective games, QA sessions, and evaluation thru questionnaires. The material focuses on introducing forms of cyberbullying, its impact on the psychological and social conditions of adolescents, and prevention strategies thru empathy, positive communication, and wise use of social media. The evaluation results showed a positive response from the participants, with 72.3% of students rating the material as very good and 61.6% rating the interaction with the resource person as very good. This activity shows that psychoeducation can be a relevant means to enhance students' awareness, empathy, and readiness to prevent cyberbullying in the school environment.
PSIKOEDUKASI TEKNIK MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWI SMP NEGERI X JAKARTA Rahmah Hastuti; Justin Imannuel; Elvin
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37311

Abstract

Learning motivation is an important factor influencing students’ academic achievement and participation in classroom activities. However, initial observations conducted at SMP Negeri X Jakarta revealed that students’ learning motivation was relatively low due to the dominance of conventional lecture-based teaching methods, which often made students passive, less interactive, and easily bored during the learning process. To address this issue, a Community Service (PkM) activity was implemented through psychoeducation on mind mapping techniques as an alternative and innovative learning strategy. Mind mapping was selected because its visual and creative characteristics encourage students to become more actively involved in organizing, understanding, and remembering learning materials independently. The implementation of this activity used a participatory approach consisting of three stages, namely coordination with school partners, psychoeducational seminars discussing the relationship between motivation and effective learning strategies accompanied by practical training sessions, and evaluation through satisfaction questionnaires distributed to participants. The results of the activity demonstrated a highly positive response from students, reflected in their high satisfaction levels and increased enthusiasm toward learning activities. In addition, students showed improved mastery of active learning strategies through their ability to create systematic, creative, and visually attractive mind maps. Overall, this activity contributed an innovative student-centered learning model that effectively reduced dependence on traditional lecture methods and supported a more engaging learning environment in schools Motivasi belajar merupakan faktor krusial dalam keberhasilan akademik siswa. Namun, observasi awal di SMP Negeri X Jakarta menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa masih rendah akibat dominasi metode ceramah, sehingga siswa cenderung pasif, mudah terdistraksi, dan cepat merasa bosan dalam proses pembelajaran. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan melalui psikoedukasi teknik mind mapping sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dan lebih interaktif. Teknik mind mapping dipilih karena memiliki karakteristik visual dan kreatif yang mampu membantu siswa dalam mengorganisasi informasi secara lebih sistematis, sekaligus mendorong perubahan peran siswa dari penerima informasi pasif menjadi pembelajar aktif yang mampu memahami dan mengembangkan materi secara mandiri. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri atas tiga tahap utama, yaitu (a) koordinasi dengan pihak mitra sekolah untuk menentukan kebutuhan dan jadwal kegiatan, (b) pelaksanaan seminar psikoedukasi yang membahas hubungan antara motivasi belajar dan strategi pembelajaran efektif disertai pelatihan praktis pembuatan mind mapping, serta (c) tahap evaluasi melalui penyebaran kuesioner kepuasan peserta untuk mengukur respons dan efektivitas kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memberikan respons yang sangat positif dengan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pelatihan yang diberikan. Selain itu, pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menerapkan strategi belajar aktif juga meningkat, yang terlihat dari kemampuan mereka dalam menyusun mind map secara lebih sistematis, kreatif, dan terstruktur dengan baik dalam berbagai materi pelajaran.
Co-Authors Adithya, Alfian Ricko Adrianne Taskia, Frizka Afsyari, Belva Aldi Erawan Alyshia, Deandra Nur Andri Setia Dharma Ardaffa Azra Kalandoro Aulia Kirana Aurora, Amelia Banun, Jihan Soraya Carla Eureka Caroline, Gabriella Dinna Chairunissa, Jesenia Christabella, Wynona Clarisa Virginia Dinanti, Rizka Elena Susanto, Jessica Elvin Ersa Sanfriska Felicia Lie, Audrey Fernando Romero Surjo Ghaisani, Kayla Rossita Ginta, Maria Charisse Audrey Indriani, Chelsea Intan Dina Sari Irene Hilary Manurung JAMIL, AZIZAH NURUL Jessica Jessica Jesusia, Graciela Johan, Hani Rahmawati Joselyn Tiofanny Justin Imannuel Kayla Rossita Ghaisani Kristin, Dede Larasati, Ajeng Meilyana Latifa Rahmanita Manurung, Irene Hilary Marsyanda Matthews, Abraham Melia Afriani Meysun Salma Mia Anggraeni Michelle Tirtabudi Morin, Stefania Muliani, Agnes N, Billy Nabila Putri Utama Naomi Soetikno Naomi Soetikno, Naomi Nguru, Marcia Vinly Calysta Ni'mah, Najwa Ully Nico Saputra P, Ilham Ramadhan Pamela Hendra Heng Parsama, Cokorda Istri Agung Mesha Saraswati Priscillia Angelica Gunawan Puspita Zahra Arimurti Reynathal Beatrix Riana Sahrani Riana Sahrani Salma, Meysun SARI, INTAN DINA SASONGKO, SHABRINA NUR AULIA Sherly Agustina, Sherly Shijistaniah Shinta Vionita Sholihah, Dinda Nabila Silviana Silviana Silviana Silviana Sri Tiatri Stefania Morin Sudrajat, Ellena Kristy Sufarita Sufarita Surjo, Fernando Romero Suzanna Juwita Suzanna Juwita, Suzanna Tiatri, Sri Tiofanny, Joselyn TIRTABUDI, MICHELLE Utama, Nabila Putri Vinny Angelina Vira Diar Rahmasar Wahyono, Dhamodhara Wijayanto, Muhammad Rafi Winy Nila Wisudawati Yogaswara, Almas Mushad Yohanes Budiarto YUDHA, IDHZHA WIRA Zahra, Shalika Fatimah