Claim Missing Document
Check
Articles

PSIKOEDUKASI TEKNIK MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWI SMP NEGERI X JAKARTA Rahmah Hastuti; Justin Imannuel; Elvin
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37311

Abstract

Learning motivation is an important factor influencing students’ academic achievement and participation in classroom activities. However, initial observations conducted at SMP Negeri X Jakarta revealed that students’ learning motivation was relatively low due to the dominance of conventional lecture-based teaching methods, which often made students passive, less interactive, and easily bored during the learning process. To address this issue, a Community Service (PkM) activity was implemented through psychoeducation on mind mapping techniques as an alternative and innovative learning strategy. Mind mapping was selected because its visual and creative characteristics encourage students to become more actively involved in organizing, understanding, and remembering learning materials independently. The implementation of this activity used a participatory approach consisting of three stages, namely coordination with school partners, psychoeducational seminars discussing the relationship between motivation and effective learning strategies accompanied by practical training sessions, and evaluation through satisfaction questionnaires distributed to participants. The results of the activity demonstrated a highly positive response from students, reflected in their high satisfaction levels and increased enthusiasm toward learning activities. In addition, students showed improved mastery of active learning strategies through their ability to create systematic, creative, and visually attractive mind maps. Overall, this activity contributed an innovative student-centered learning model that effectively reduced dependence on traditional lecture methods and supported a more engaging learning environment in schools Motivasi belajar merupakan faktor krusial dalam keberhasilan akademik siswa. Namun, observasi awal di SMP Negeri X Jakarta menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa masih rendah akibat dominasi metode ceramah, sehingga siswa cenderung pasif, mudah terdistraksi, dan cepat merasa bosan dalam proses pembelajaran. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan melalui psikoedukasi teknik mind mapping sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dan lebih interaktif. Teknik mind mapping dipilih karena memiliki karakteristik visual dan kreatif yang mampu membantu siswa dalam mengorganisasi informasi secara lebih sistematis, sekaligus mendorong perubahan peran siswa dari penerima informasi pasif menjadi pembelajar aktif yang mampu memahami dan mengembangkan materi secara mandiri. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri atas tiga tahap utama, yaitu (a) koordinasi dengan pihak mitra sekolah untuk menentukan kebutuhan dan jadwal kegiatan, (b) pelaksanaan seminar psikoedukasi yang membahas hubungan antara motivasi belajar dan strategi pembelajaran efektif disertai pelatihan praktis pembuatan mind mapping, serta (c) tahap evaluasi melalui penyebaran kuesioner kepuasan peserta untuk mengukur respons dan efektivitas kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memberikan respons yang sangat positif dengan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pelatihan yang diberikan. Selain itu, pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menerapkan strategi belajar aktif juga meningkat, yang terlihat dari kemampuan mereka dalam menyusun mind map secara lebih sistematis, kreatif, dan terstruktur dengan baik dalam berbagai materi pelajaran.
Hubungan Social Comparison dan Envy dengan Career Anxiety pada Fresh Graduate Pengguna LinkedIn Clearesta Averillia; Jeniffer Davina; Vallerina Suwandy; Cindy Angelia; Rahmah Hastuti
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara social comparison dan envy dengan career anxiety pada fresh graduate pengguna LinkedIn, serta menguji peran envy sebagai mediator dalam hubungan antara social comparison dan career anxiety. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya penggunaan LinkedIn di kalangan fresh graduate Indonesia di tengah tingginya tingkat pengangguran terbuka lulusan perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dari 232 fresh graduate pengguna LinkedIn di Indonesia. Instrumen penelitian meliputi skala social comparison, skala envy, dan skala career anxiety. Karena data terdistribusi tidak normal, analisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara social comparison dan career anxiety (rs = .315, p < .01), antara envy dan career anxiety (rs = .561, p < .01), serta antara social comparison dan envy (rs = .423, p < .01). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi kecenderungan fresh graduate melakukan perbandingan sosial di LinkedIn, semakin tinggi pula rasa envy dan kecemasan karier yang dialami.
PENGARUH INTERPERSONAL TRUST TERHADAP SELF-DISCLOSURE PADA DEWASA AWAL PENGGUNA SECOND ACCOUNT INSTAGRAM Jihan Soraya Banun; Rahmah Hastuti
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.5930

Abstract

The phenomenon of using a second Instagram account among young adults offers a more private and authentic space for expression than a primary account, which often triggers self-disclosure behavior. This study focuses on analyzing the influence of interpersonal trust on the intensity of self-disclosure among users of these second accounts. Through a quantitative approach with a simple linear regression method, data was collected online from 415 young adult participants using the Interpersonal Trust Scale and the Revised Self-Disclosure Scale (RSDS). The research findings indicate that interpersonal trust has a significant positive influence on self-disclosure, with a contribution of 4% (R2 = 0.040). This indicates that the higher an individual's level of trust in others, the greater their motivation to disclose themselves on the second account. It is concluded that although interpersonal trust is not the sole main determinant because the majority of the variance is influenced by other external factors, this variable still plays a crucial role in facilitating individuals' courage to share personal and emotional information in a more controlled digital environment. ABSTRAK Fenomena penggunaan second account Instagram di kalangan dewasa awal menawarkan ruang ekspresi yang lebih privat dan otentik dibandingkan akun utama, yang sering kali memicu perilaku pengungkapan diri (self-disclosure). Penelitian ini berfokus untuk menganalisis pengaruh interpersonal trust terhadap intensitas self-disclosure pada pengguna akun kedua tersebut. Melalui pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear sederhana, data dikumpulkan secara daring dari 415 partisipan dewasa awal menggunakan Skala Interpersonal Trust dan Revised Self-Disclosure Scale (RSDS). Temuan penelitian menunjukkan bahwa interpersonal trust memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap self-disclosure, dengan kontribusi pengaruh sebesar 4% (R2 = 0,040$). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kepercayaan individu terhadap orang lain, semakin besar pula dorongan mereka untuk membuka diri di akun kedua. Disimpulkan bahwa meskipun interpersonal trust bukan satu-satunya determinan utama karena mayoritas variansi dipengaruhi faktor eksternal lain, variabel ini tetap memegang peran krusial dalam memfasilitasi keberanian individu untuk berbagi informasi pribadi dan emosional di lingkungan digital yang lebih terkontrol.    
KEKUATAN KEPEDULIAN: DARI TINDAKAN ALTRUISTIK MENUJU PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA RELAWAN DEWASA AWAL Audrey Felicia Lie; Rahmah Hastuti
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.8320

Abstract

This study aimed to examine the relationship between altruism and psychological well-being (PWB) among early adult volunteers. Altruism refers to the tendency to help others voluntarily, while PWB includes six core dimensions: self-acceptance, positive relations, autonomy, environmental mastery, purpose in life, and personal growth. A total of 138 volunteers aged 20–40 years from Community X were selected using purposive sampling. Data were collected using the Self-Report Altruism Scale and the Indonesian-adapted version of the Ryff Psychological Well-Being Scale. Spearman's rho correlation was used due to non-normal data distribution. The results showed that most participants had moderate to high levels of altruism and PWB. However, altruism was not significantly associated with overall PWB (r = 0.041; p = 0.635), except for the autonomy dimension, which showed a significant positive correlation (r = 0.192; p = 0.024). These findings suggest that altruistic behavior does not necessarily enhance general psychological well-being but does contribute to a sense of independence in decision-making. This study expands the understanding of the dynamics between volunteering and well-being within a collectivist cultural context. Future research is recommended to explore potential mediators such as empathy and prosocial motivation, as well as to broaden the scope and sectors of volunteer activities. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara altruisme dan psychological well-being (PWB) pada volunteer dewasa awal. Altruisme adalah kecenderungan membantu secara sukarela, sedangkan PWB mencakup enam aspek utama: penerimaan diri, relasi positif, autonomy, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi. Sebanyak 138 volunteer berusia 20–40 tahun dari Komunitas X dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui Self-Report Altruism Scale dan Ryff Psychological Well-Being Scale versi Indonesia. Analisis Spearman's rho digunakan karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan sebagian besar partisipan memiliki tingkat altruisme dan PWB sedang hingga tinggi. Namun, altruisme tidak berhubungan signifikan dengan PWB secara keseluruhan (r = 0,041; p = 0,635), kecuali pada dimensi autonomy yang menunjukkan hubungan positif signifikan (r = 0,192; p = 0,024). Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku altruistik tidak serta merta meningkatkan kesejahteraan psikologis secara umum, tetapi berkontribusi pada aspek kemandirian dalam pengambilan keputusan. Studi ini memperluas pemahaman mengenai dinamika volunteering dan kesejahteraan dalam konteks budaya kolektivis. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi peran mediator seperti empati, motivasi prososial, serta memperluas konteks dan sektor kegiatan kerelawanan.
RESILIENSI AKADEMIK DAN ACADEMIC SELF-EFFICACY PADA MAHASISWA CAREGIVER KELUARGA DEMENSIA Dede Kristin; Rahmah Hastuti
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8332

Abstract

Students who care for family members with dementia face dual demands in the form of academic responsibilities and caregiving duties, which may increase stress and interfere with academic functioning. This study aimed to examine the relationship between academic resilience and academic self-efficacy among student caregivers of family members with dementia. This study employed a quantitative correlational design involving 158 active university students who served as family caregivers and were selected using purposive sampling. Data were collected using an academic resilience scale and an academic self-efficacy scale, and were analyzed using Spearman’s correlation test. The results showed a significant positive relationship between academic resilience and academic self-efficacy (ρ = 0.725; p < 0.001). These findings indicate that the higher the students’ academic resilience, the higher their confidence in their ability to manage academic demands while carrying out caregiving roles. This study extends the empirical understanding of the psychological dynamics of student caregivers of family members with dementia and highlights the importance of psychological support and more responsive university policies to address their needs. ABSTRAK Mahasiswa yang merawat anggota keluarga dengan demensia menghadapi tuntutan ganda berupa kewajiban akademik dan tanggung jawab caregiving, yang dapat meningkatkan stres dan mengganggu fungsi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara resiliensi akademik dan academic self-efficacy pada mahasiswa caregiver keluarga penyandang demensia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan melibatkan 158 mahasiswa aktif yang berperan sebagai caregiver keluarga, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala resiliensi akademik dan skala academic self-efficacy, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara resiliensi akademik dan academic self-efficacy (ρ = 0,725; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi resiliensi akademik, semakin tinggi pula keyakinan mahasiswa terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tuntutan akademik di tengah peran caregiving. Studi ini memperluas pemahaman empiris mengenai dinamika psikologis mahasiswa caregiver keluarga penyandang demensia serta menegaskan pentingnya dukungan psikologis dan kebijakan kampus yang lebih responsif terhadap kebutuhan mereka.
HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN KUALITAS PERSAHABATAN PADA EMERGING ADULTS DARI KELUARGA BERCERAI Jessica Elena Susanto; Rahmah Hastuti
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.8707

Abstract

This quantitative study employed a non-experimental correlational design to examine the relationship between resilience and friendship quality among emerging adults from divorced families. Data were collected through online questionnaires distributed to participants who met specific demographic criteria. As the data were not normally distributed, the Spearman correlation test was used for analysis. The results revealed a significant positive relationship between resilience and friendship quality (p = 0.002; r = 0.281). Higher levels of resilience were associated with better friendship quality, although the strength of the correlation was relatively low. These findings underscore the importance of resilience as a protective factor that enables individuals from divorced families to build and maintain healthy social relationships during early adulthood. This study contributes empirical evidence to the psychological understanding of resilience's positive role in navigating the challenges of developmental transition ABSTRAK Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan korelasional non-eksperimental untuk menguji hubungan antara resiliensi dan kualitas pertemanan pada individu emerging adulthood yang berasal dari keluarga bercerai. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring kepada partisipan yang memenuhi kriteria demografis tertentu. Karena data tidak berdistribusi normal, analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara resiliensi dan kualitas pertemanan (p = 0.002; r = 0.281). Semakin tinggi tingkat resiliensi individu, semakin baik kualitas pertemanannya, meskipun kekuatan hubungan berada dalam kategori rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya resiliensi sebagai faktor protektif yang memungkinkan individu dengan latar belakang keluarga bercerai membangun dan mempertahankan hubungan sosial yang sehat di masa dewasa awal. Studi ini memberikan kontribusi empiris terhadap pemahaman psikologis mengenai dampak positif resiliensi dalam konteks transisi perkembangan yang penuh tantangan.
Co-Authors Adrianne Taskia, Frizka Aldi Erawan Alyshia, Deandra Nur Andri Setia Dharma Ardaffa Azra Kalandoro Audrey Felicia Lie Aulia Kirana Aurora, Amelia Banun, Jihan Soraya Carla Eureka Caroline, Gabriella Dinna Chairunissa, Jesenia Christabella, Wynona Cindy Angelia Clarisa Virginia Clearesta Averillia Dede Kristin Dinanti, Rizka Elena Susanto, Jessica Elvin Ersa Sanfriska Felicia Lie, Audrey Fernando Romero Surjo Ghaisani, Kayla Rossita Ginta, Maria Charisse Audrey Indriani, Chelsea Intan Dina Sari Irene Hilary Manurung JAMIL, AZIZAH NURUL Jeniffer Davina Jessica Elena Susanto Jessica Jessica Jihan Soraya Banun Johan, Hani Rahmawati Joselyn Tiofanny Justin Imannuel Kayla Rossita Ghaisani Larasati, Ajeng Meilyana Latifa Rahmanita Manurung, Irene Hilary Marsyanda Matthews, Abraham Melia Afriani Meysun Salma Mia Anggraeni Michelle Tirtabudi Morin, Stefania Muliani, Agnes N, Billy Nabila Putri Utama Naomi Soetikno Naomi Soetikno, Naomi Nguru, Marcia Vinly Calysta Nico Saputra P, Ilham Ramadhan Pamela Hendra Heng Priscillia Angelica Gunawan Puspita Zahra Arimurti Reynathal Beatrix Riana Sahrani Riana Sahrani Salma, Meysun SARI, INTAN DINA SASONGKO, SHABRINA NUR AULIA Sherly Agustina, Sherly Shijistaniah Shinta Vionita Sholihah, Dinda Nabila Silviana Silviana Silviana Silviana Sri Tiatri Stefania Morin Sudrajat, Ellena Kristy Sufarita Sufarita Surjo, Fernando Romero Suzanna Juwita Suzanna Juwita, Suzanna Tiatri, Sri Tiofanny, Joselyn TIRTABUDI, MICHELLE Utama, Nabila Putri Vallerina Suwandy Vinny Angelina Vira Diar Rahmasar Wahyono, Dhamodhara Wijayanto, Muhammad Rafi Winy Nila Wisudawati Yogaswara, Almas Mushad Yohanes Budiarto YUDHA, IDHZHA WIRA Zahra, Shalika Fatimah