Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Factors Affecting Second Language Comprehension Ability in Children: A Systematic Review Tahir, Asman Bin Mohd; Kusumamawarni, Deaseptia Nirmala; Susilo, Dinantari; Suharyadi, Suharyadi; Tresnadewi, Sintha; Said, Dian Riani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.12062

Abstract

Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan pemahaman bahasa kedua anak. Pemerolehan bahasa kedua pada anak merupakan proses kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Memahami faktor-faktor ini dapat memberikan wawasan berharga bagi pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan untuk mengoptimalkan strategi dan intervensi pembelajaran bahasa. Tinjauan ini mengikuti pendekatan sistematis dengan melakukan pencarian komprehensif di berbagai database, termasuk sumber pendidikan, psikologis, dan linguistik. Penelitian relevan yang diterbitkan dalam dekade terakhir dimasukkan dalam analisis. Tinjauan ini berfokus pada anak-anak berusia 5 hingga 12 tahun, karena ini adalah periode penting untuk perkembangan dan perolehan bahasa. Dengan menggabungkan penelitian-penelitian sebelumnya sebagai evaluasi literatur yang lebih menyeluruh, penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis (SLR) untuk menjawab permasalahan penelitian. Temuan ini mengungkapkan beberapa faktor kunci yang mempengaruhi kemampuan pemahaman bahasa kedua pada anak-anak. Pertama, faktor kognitif individu, seperti kapasitas memori kerja, perhatian, dan fungsi eksekutif, memainkan peran penting dalam pemrosesan dan pemahaman bahasa. Kedua, faktor sosial budaya, termasuk keterlibatan orang tua, status sosial ekonomi, dan paparan bahasa kedua di masyarakat, mempengaruhi hasil pembelajaran bahasa. Ketiga, faktor pengajaran, seperti kualitas metode pengajaran, desain kurikulum, dan lingkungan kelas, mempunyai dampak besar terhadap kemampuan pemahaman bahasa anak. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, tinjauan ini menggarisbawahi perlunya pendekatan komprehensif dan holistik untuk meningkatkan keterampilan pemahaman bahasa kedua pada anak-anak. Ini menekankan pentingnya mengintegrasikan faktor kognitif, sosial budaya, dan pembelajaran dalam program pembelajaran bahasa. Selain itu, tinjauan ini juga mengidentifikasi kesenjangan penelitian dan memberikan rekomendasi untuk penelitian di masa depan guna lebih meningkatkan pemahaman kita tentang penguasaan bahasa kedua pada anak-anak.
USING PEER COLLABORATION TECHNIQUE TO IMPROVE STUDENTS' WRITING SKILL OF THE EIGHT GRADE OF SMP NEGERI 1 TONRA Said, Dian Riani; Muhdar, Fahriadi
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 3 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v5i3.2205

Abstract

Abstrack : The objective of this study to know the difference of students writing ability before and after being thought by related picture.  Pre-experimental method was to find applied in this research with one sample group and two test, pre-test and pos-test. The population of this research was basic writing class VIII in SMP Negeri 1 Tonra Subdistrict of Tonra Bone Regency 2018-2019. The total sample of this research was 21 students from one class. Whereas, the result of computation showed that t-observed was 9,71 and t-critical was 2.086 (at 1c.=0.05). It meant that t­ observed was higher than t-critic (9,71 > 2.086). Thus, the null hypothesis was rejected, and the alternative hypothesis was accepted. It meant that there was a significant difference in students' writing ability before and after being taught by using related pictures. So it could be concluded that teaching writing by using related pictures gave better result in improving the students' writing ability of descriptive genre. There is a significant difference eight grade in students' of SMP Negeri 1 Tonra Subdistrict of Tonra Bone Regency writing ability before and after being taught by using related pictures.
DIVERSIFIKASI OLAHAN IKAN LAYANG MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMIS PADA KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA AWANGPITUO KABUPATEN BONE Sirwanti; Naimah; Fahriadi Muhdar; Dian Riani Said; Dewi Sartika; Andi Ogo Darminto
PROFICIO Vol. 5 No. 1 (2024): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i1.2910

Abstract

Ikan layang (Decapterus sp) atau oleh masyarakat Bone dikenal dengan nama ikan “lajang” tergolong bahan pangan yang cepat rusak (perishable foods) dan kurang disukai . Olehnya itu perlu adanya suatu strategi baru yakni melakukan diversifikasi olahan ikan laying agar bisa disukai oleh semua kalangan masyarakat. Salah satu diversifikasi olahan ikan yang sudah cukup dikenal dan bernilai ekonomis yaitu bakso ikan layang dan nugget ikan. Program pengabdian kepada masyarakat melalui diversifikasi olahan ikan menjadi produk bernilai ekonomi layang pada kelompok ibu-ibu rumah tangga Awangpituo kabupaten Bone dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari tahap penyuluhan, pelatihan dan pendampingan sehingga mampu mengahsilkan produk olahan ikan layang yang bernilai ekonomis, tahan lama serta dsukai oleh semua kalangan muali dari anak-anak hingga dewasa.
Analyzing the Students Pronounciation of Alphabet through IPA (International Phonetics Alphabet) at 4th Grade Students Yunita Saputri; Dian Riani Said; Fahriadi Muhdar
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v5i12.6304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran Fonetik Alfabet khusus nya penggunaan International Phonetics Alphabet (IPA) dalam meningkatkan kemampuan pelafalan Bahasa Inggris siswa kelas 4 SD 38 Janna-jannaya yang berjumlah 18 siswa, di Desa Bonto Majannang Kec. Sinoa, Kab. Bantaeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus untuk mengamati interaksi siswa selama 6 kali pertemuan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan angket yang di isi oleh siswa untuk mengevaluasi tingkat antusiasme mereka selama pembelajaran Fonetik. Hasil dari angket yang diberikan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat kepuasan dan antusiasme selama pembelajaran Fonetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran IPA membantu siswa mengenali dan melafalkan bunyi Bahasa Inggris. Perbedaan tingkat pemahaman siswa dan kesulitan dalam memahami fonetik adalah masalah yang diatasi melalui teknik interaktif. Studi ini menemukan bahwa pengaplikasian IPA dapat meningkatkan pelafalan siswa dan menciptakan fondasi Bahasa Inggris yang lebih kuat di tingkat dasar. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Fonetik menggunakan pendekatan IPA memberikan dampak signifikan terhadap pelafalan Bahasa Inggris siswa.
Menghubungkan Budaya,Membina Keberagaman dan Pemahaman Bahasa melalui Program Pertukaran Mahasiswa (PMM) tahun 2023 di Universitas Marlia, Marlia; Said, Dian Riani
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1785

Abstract

Program PMM ( Pertukaran Mahasiswa Merdeka ) merupakan program yang sungguh bermanfaat terlebih dalam segi memperkenalkan budaya khususnya budaya yang ada di pulau Jawa. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Jenis prosedur penelitian data berupa data deskriptif seperti tulisan,perkataan dan perilaku yang bisa diamati. Penelitian bersifat deskriptif diidentikkan dengan hasil data yang berupa kata-kata atau gambar dan bukan mengandung angka. Program ini dilaksanakan di seluruh Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia,salah satunya adalah Perguruan Tinggi yang terletak di pulau Jawa. Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini dilaksanakan selama satu semester yaitu pada semester ganjil. Program ini menawarkan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari dan mendalami keragaman budaya Indonesia melalui Modul Nusantara. Program ini memberikan kesempatan untuk memperdalam dan memperluas pemahaman mahasiswa tentang berbagai aspek budaya Indonesia yang dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap keanekaragaman budaya Indonesia,sehingga keberagaman asal suku ,budaya,ras,agama yang selalu ada di sekitar kita membuat semakin akrab dan tetap saling menghargai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) terhadap pemahaman mahasiswa tentang keragaman budaya Indonesia, khususnya budaya yang ada di Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana program ini dapat meningkatkan apresiasi mahasiswa terhadap keanekaragaman budaya Indonesia, serta peranannya dalam mempererat hubungan antar mahasiswa dari berbagai latar belakang suku, agama, dan ras. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji efektivitas Modul Nusantara dalam memperdalam pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang nilai-nilai budaya Indonesia yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Teaching English Vocabulary Pronounciation Using Fun-Learning for Students of SD 02 Weru Nurulsyafikah, Nurulsyafikah; Suwarni, Andi; Said, Dian Riani
Journal of Social Science and Education Research Vol. 2 No. 1 (2025): Journal of Social Science and Education Research
Publisher : Raudhah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/990y6762

Abstract

This study explores the effectiveness of fun-learning techniques in improving English pronunciation among young learners. The research arises from the increasing need for engaging and interactive teaching methods to address the challenges in language acquisition, especially in pronunciation. Traditional, monotonous methods often fail to engage students and lead to low retention rates. A qualitative approach, including classroom observations and interviews with teachers and students, was used to evaluate the impact of fun-learning activities. The findings show that incorporating games, role-playing, and phonetic exercises significantly enhances pronunciation accuracy, boosts confidence, and improves overall language retention. The study emphasizes the importance of continuous teacher development to successfully apply these techniques. In conclusion, fun-learning addresses the limitations of conventional teaching and offers an innovative approach to improving pronunciation. Teachers are encouraged to adopt these strategies, with support from school administrators through resources and training.
Introduction English Literacy through Vocabulary Memorization in Students Vegi Mutiarah; Dian Riani Said; Achmad Dahlan Abdullah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i5.7770

Abstract

Indonesia, with a population of 278,696,200 as of July 4, 2023, is ranked as the fourth most populous country in the world. Lacking official school permits and high education fees, they often continue their education at guidance centers, such as the one in Subang Mewah, Selangor. One of the main problems faced is the low achievement of literacy among elementary school students, especially in memorization skills. The lack of emphasis on teaching vocabulary hinders the development of students' English language skills. This research aims to improve students' literacy skills in English by implementing environment-based vocabulary learning methods that are relevant to students, in order to improve their understanding of the English language. This study uses a qualitative approach with a vocabulary teaching method that connects words with everyday objects, such as household items and objects in the classroom. Data were collected through direct observation and interviews with students regarding their interests and engagement in learning. After the application of the method, students show increased enthusiasm in learning English vocabulary. They are more interested in mastering the basics of English and show a greater curiosity about the language. Learning vocabulary that connects to students' environments is effective in improving their literacy in speaking and listening. This method not only improves language skills but also arouses students' interest in English. This research can be a reference for educators and education policy in developing innovative literacy strategies, especially in the context of education abroad for Indonesian students studying abroad, such as in Malaysia. The application of context-based methods can improve the overall quality of English language learning.
Peningkatan Kemampuan Pengucapan Bahasa Inggris Siswa EFL melalui Latihan Tongue Twister di MI Muhammadiyah Sawahan Muhammad Irfan; Dian Riani Said; Fahriadi Muhdar
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v5i1.1261

Abstract

Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris merupakan salah satu keterampilan esensial yang sering kali menjadi tantangan bagi siswa di MI Muhammadiyah Sawahan, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Kendala utama yang dihadapi meliputi kurangnya kepercayaan diri, minimnya pelatihan pengucapan, dan tidak adanya guru dengan latar belakang pendidikan bahasa Inggris. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kejelasan pelafalan, kefasihan berbicara, serta kemampuan siswa dalam mengekspresikan diri secara sederhana dalam bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi kendala tersebut melalui metode tongue twister dan simulasi berbicara. Tongue twister digunakan untuk melatih kejelasan pelafalan dan kesadaran fonologis, sedangkan simulasi berbicara membantu meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris secara praktis. Program ini dilaksanakan selama 12 sesi pertemuan dalam 40 hari, melibatkan siswa kelas 5 dan 6. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan berbicara siswa. Kejelasan pelafalan meningkat dari 45% menjadi 85%, kefasihan berbicara dari 50% menjadi 80%, dan kemampuan memperkenalkan diri dari 40% menjadi 90%. Selain itu, pengabdian ini juga memberikan dampak positif terhadap motivasi dan kepercayaan diri siswa. Kegiatan ini menegaskan urgensi penerapan metode inovatif dalam pembelajaran bahasa Inggris, khususnya di sekolah yang menghadapi keterbatasan sumber daya pengajaran. Solusi berbasis tongue twister dan simulasi berbicara terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan siswa sekaligus menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di sekolah lain dengan tantangan serupa.
Pelatihan MC Bahasa Inggris sebagai Penguatan Kemampuan Literasi Bahasa Inggris Rini Meliyani; Dian Riani Said; Achmad Dahlan
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v5i1.1373

Abstract

 –Pengabdian ini dilakukan karena kurangnya kemampuan membaca teks Bahasa Inggris pada siswa kelas VI SD Inpres Morowa yang berjumlah 16 siswa, di Desa Bonto Mate’ne, Kec. Sinoa, Kab. Bantaeng. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam literasi Bahasa Inggris. Sebelum penelitian ini dilaksanakan, dilakukan observasi yang menunjukkan kemampuan siswa dalam membaca teks Bahasa Inggris sangat rendah. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus untuk mengamati interaksi siswa yang dilaksanakan selama 6 kali pertemuan. Data diperoleh melalui observasi secara langsung serta angket yang diisi langsung oleh siswa yang bertujuan untuk mengevaluasi tingkat antusiasme siswa selama pembelajaran. Hasil dari angket yang diberikan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat kepuasan dan antusiasme selama pembelajaran MC (Master of Ceremony). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran ini mampu membantu siswa dalam membaca dan memahami teks yang dibaca. Tingkat pemahaman dan kesulitan siswa yang berbeda dalam memahami pembelajaran, dapat diatasi melalui teknik interaktif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan MC (Master of Ceremony) mampu memberikan dampak yang signifikan dalam penguatan kemampuan literasi Bahasa Inggris siswa.
Socialization of Stunting Prevention through Conseling and Providing Additional Food to Pregnant Woman and Toodlers Diana Saputri R; Dian Riani Said; Gunawan; Achmad Dahlan
International Journal of Community Engagement Payungi Vol. 4 No. 2 (2024): International Journal of Community Engagement Payungi
Publisher : Yayasan Payungi Smart Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58879/ijcep.v4i2.42

Abstract

Stunting or shortness is a condition of growth failure in children due to chronic nutritional deficiency, especially in the first 1000 Days of Life (HPK), making the child too short for their age. The issue of stunting has become an important issue that must be addressed collectively. Factors such as poverty, inadequate nutritional intake, and low knowledge are the main factors that must be faced to prevent stunting. Prevention of stunting must be done as early as possible, starting from when the fetus is still in the womb. One way to reduce stunting is by increasing awareness of stunting through socialization and assistance. The methods used are lectures, question and answer sessions, or interviews with the community in Siwal Village, Sukoharjo Regency, Central Java Province, related to the prevention of stunting through socialization and assistance using media such as leaflets, PowerPoint, and other supporting tools. The results and implementation include providing supplementary food to pregnant women and toddlers, education and socialization for pregnant women, and efforts to prevent stunting, as well as educating the community of Siwal Village, Sukoharjo Regency, Central Java Province, about understanding stunting or adequate nutritional intake for pregnant women and toddlers, as well as informing about the dangers of stunting.