Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Penggunaan Styrofoam sebagai Kemasan Makanan Andriana Marwanto; Sri Mulyati; Resti Ayu Oktarini
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i4.8007

Abstract

Penggunaan styrofoam sebagai bahan kemasan makanan masih banyak digunakan oleh sebagian besar pedagang karena mudah dalam penggunaan serta ketahanan Styrofoam terhadap suhu makanan. Selain itu, disebabkan oleh faktor kurangnya informasi mengenai dampak yang ditimbukan oleh Styrofoam. Pengunaan Styrofoam yang tidak sesuai dengan ketentuan dapat menmbahayakan kesehatan antara lain menyebabkan sakit kepala, letih, depresi, resiko leukemia dan kanker dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap responden dengan tindakan penggunaan Styrofoam sebagai kemasan makanan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Pengumpulan data penelitian melalui wawancara dan observasi menggunakan kuesioner dan ceklist. Responden berjumlah 13 pemilik warung rumah makan yang memakai Styrofoam di Kecamatan Taba Penanjung. Hasil penelitian menunjukkan 38,5% responden pengetahuan kurang; sikap responden 46,2% kategori tidak mendukung (unfavorable) dan sebanyak 46,2% responden tidak baik dalam penggunaan Styrofoam. Kesimpulan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap responden dengan tindakan penggunaan Styrofoam sebagai kemasan makanan. nilai ρ = 0,021 dan  0,038 < 0,05. Saran yang dapat diambil adalah perlu adanya pengawasan secara berkala dan sosialiasi tentang penggunaan styrofoam kepada pedagang tentang resiko dan bahaya Styrofoam.
PENGARUH VARIASI BIOKOAGULAN CANGKANG TELUR AYAM TERHADAP PENURUNAN PARAMETER FE AIR SUMUR GALI ANDRIANA MARWANTO; SRI MULYATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan air secara sederhana dapat dilakukan dengan proses koagulasi dan flokulasi. Koagulasi adalah proses penambahan koagulan pada air baku yang menyebabkan terjadinya destabilisasi, dengan penambahan koagulan, kestabilan koloid dapat dihancurkan sehingga partikel koloid dapat menggumpal. Koagulan yang umum digunakan adalah koagulan kimia seperti alum sulfat, polyaluminium chloride, dan kalsium karbonat (CaCO3). Selain koagulan kimia, koagulan alami yang ada dilingkungan sekitar dapat dijadikan sebagai koagulan. Diketahui bahwa cangkang telur ayam mengandung Kalsium Karbonat (CaCO3). Kandungan Kalisum Karbonat dalam cangkang telur sekitar 87% - 97%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahanvariasi biokoagulan cangkang telur 10 mg, 20 mg, 30 mg, 40 mg terhadap penurunan kadar Fe Air Sumur Gali. Jenis penelitian ini bersifat eksperimen semu (Quasi-experimen) dengan desain Pre-Test Post-Test Design. Penelitian dilakukan di Workshop Jurusan Kesehatan Lingkungan. Sampel pada penelitian ini adalah air sumur gali di Kelurahan Padang Serai. Penelitian dilakukan dengan metode Jartes menggunakan alat flocumeter dengan variasi dosis 10, 20, 30, 40 mg/liter. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif dan uji statistik one way anova.Hasil penelitian diketahui kadar Fe setelah pemberian biokoagulan cangkang telur 10 mg, 20 mg, 30 mg, 40 mg mengalami penurunan dengan rata-rata penurunan sebesar 75,68 %; 84,68 %; 88,29 % dan 85,59 %.Kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan variasi dosis biokoagulan cangkang telur 10, 20, 30, 40 mg terhadap penurunan kadar Fe air sumur gali dengan nilai ρ = 0,313>0,05. Saran diharapakan warga masyarakat dapat menggunakan media biokoagulan cangkang telur sebagai alternatif pengelolaan air bersih secara koagulasi flokulasi untuk menurunkan parameter Fe.
GAMBARAN SANITASI DI KAWASAN WISATA KABUPATEN LEBONG TAHUN 2021 SRI MULYATI; ANDRIANA MARWANTO
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata adalah kegiatan dinamis yang melibatkan banyak manusia serta dapat menghidupkan berbagai bidang usaha yang memiliki mekanisme pengaturan pergerakan wisatawan dari Negara asalnya, di daerah tujuan wisata hingga kembali ke Negara asalnya yang melibatkan berbagai hal seperti trasportasi, penginapan, restoran, pemandu wisata dan lain-lain.Penelitian ini untuk mengetahui gambaran umum pelaksanaan sanitasi di kawasan wisata di Kabupaten Lebong Tahun 2021.Penelitian ini bersifat survei dengan pendekatan deskriptif, cara dan alat pengumpulan data yaitu observasi menggunakan format sanitasi pariwisata, dan analisis data persentase.Hasil penelitian didapatkan untuk Wisata Danau Picung yaitu variabel umum/lingkungan 100%, fasilitas sanitasi 81,45% dan sarana lain-lain 77,5%, untuk Wisata Religi Masjid Agung Sultan Abdullah yaitu variabel umum/lingkungan 100%, fasilitas sanitasi 95,36% dan sarana lain-lain 22,5%, untuk Pemandian Umum Air Putih yaitu variabel umum/lingkungan 100%, fasilitas sanitasi 88,41% dan sarana lain-lain 37,5%, untuk Taman Smart City yaitu untuk variabel umum/lingkungan 100%, fasilitas sanitasi 68,87% dan sarana lain-lain 22,5%, untuk Taman Tugu Presidium yaitu variabel umum/lingkungan 70%, fasilitas sanitasi 4,63% dan sarana lain-lain 22,5%.Didapatkan hasil Wisata Danau Picung sudah Memenuhi Syarat (MS), Wisata Religi Masjid Agung, Wisata Pemandian Umum Air Putih, dan Wisata Taman Smart City. Masing-masing Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pada Sarana lain-lain, dan ada satu tempat Wisata Taman Tugu Presidium ada 2 Tidak Memenuhi Syarat (TMS) fasilias sanitasi dan sarana lain-lain.
KARAKTERISTIK KUALITAS AIR SUMUR GALI DI KECAMATAN MUARA BANGKAHULU MELALUI ANALISIS DATA DAYA HANTAR LISTRIK, TOTAL DISSOLVED SOLID (TDS), pH, dan SUHU Riang Adeko; Defi Ermayendri; Andriana Andriana Marwanto
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v14i2.152

Abstract

Latar Belakang : Pemenuhan kebutuhan air baku domestik masyarakat di Indonesia semakin lama semakin meningkat dengan dibarengi laju pertumbuhan penduduk yang begitu besar. Eksploitasi secara besar-besaran air tanah dangkal dalam hal ini sumur gali berdampak pada menurunnya kualitas air baku tersebut yang ditandai dengan adanya penurunan muka air tanah dan intrusi air laut. Penelitian ini menitikberatkan pada sebaran karakteristik kualitas air sumur gali di Kecamatan Muara Bangkahulu Kota BengkuluMetode : Penelitian ini membagi 2 metode yaitu metode systematic random sampling (penentuan sampel secara acak sistematik) dan metode cluster sampling atau area sampling. Metode ini digunakan untuk menentukan sampel yang akan diukur daya hantar listrik air tanahnya,TDS, Ph,dan suhu dengan lokasi sampel ditentukan secara acak berdasarkan area kelas kedalaman muka air tanah daerah penelitian.Hasil : Suhu air sumur gali Kecamatan Muara Bangkahulu termasuk kategori aman dengan suhu 27° C – 29 °C, Total Disolved Solid (TDS) air sumur gali Kecamatan Muara Bangkahulu termasuk kategori aman dengan rata-rata TDS 26,58 ppm, Daya Hantar Listrik (DHL) air sumur gali Kecamatan Muara Bangkahulu termasuk kategori aman dengan rata-rata DHL 27,71 μmhos/cm, Derajat Keasaman (pH) air sumur gali Kecamatan Muara Bangkahulu termasuk kategori aman dengan rata-rata pH 6,63.Simpulan : Kualitas air bersih sumur gali warga Kecamatan Muara Bangkahulu termasuk dalam kategori aman sesuai hasil pengamatan dilapangan ditandai dengan nilai rata-rata hasil yang masih dibawah standar baku mutu kesehatan dan layak digunakan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KEPEMILIKAN JAMBAN KELUARGA DI DESA KEMBANG AYUN WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDODADI KECAMATAN PONDOK KELAPA KABUPATEN BENGKULU TENGAH Jubaidi Jubaidi; Mualim Mualim; Agus Widada; Andriana Marwanto; Dino Sumaryono; Dina Oktafia
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 1: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya prevalensi diare di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah diantaranya disebabkan karena akses air bersihnya masih kurang, sebanyak 27,4% sarana Air Bersih/Sumur Gali tidak menuhi syarat. Sebanyak 35% rumah tangga masih buang air sembarangan, hal ini dapat kita lihat penduduk sebagian besar mempunyai WC tetapi tidak mempunyai septictank. WC langsung dialirkan kesungai yang ada didekat rumah. Buang Air Besar Sembarangan (BABS) merupakan salah satu faktor yang memicu tingginya kasus diare. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat adalah melakukan pemicuan dan pendampingan kepada masyarakat untuk meningkatkan kepemilikan Jamban Keluarga di Rumah Tangga dan dapat mendeklarasikan desa Kembang Ayun Wilayah Puskesmas Sidodadi Bebas Dari Buang Sembarangan/ODF. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah dengan memberikan pemberdayaan masyarakat, pemicuan dan memberikan stimulan kepada masyarakat untuk membangun jamban keluarga secara mandiri. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebanyak 29 KK telah membangun dan memanfaatkan jamban keluarga. Untuk keberlanjutan kegiatan ini masyarakat diharapkan menerapkan perilaku PHBS dan memanfaatkan jamban keluarga yang telah dibuat.
EFEKTIVITAS PENGOLAHAN LIMBAH CAIR LAUNDRY DENGAN METODE BIOFILTER AEROB AGUS WIDADA; ANDRIANA MARWANTO
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4002

Abstract

Di Bengkulu limbah laundry belum mempunyai pengolahan limbah tersendiri, melainkan langsung di buang badan air atau kelingkungan hal akan menimbulkan dampak bagi industri itu sendiri dan menimbulkan gangguan terhadap kesehatan dan juga akan menciptakan media untuk tumbuh nya kuman penyakit, laundry merupakan jasa layanan dengan skala kecil, maka harus membutuhkan instalasi pengolahan limbah yang alat-alat sederhana dan mempunyai nilai ekonomis dan ramah lingkungan.Pengolahan yang khusus diperlukan untuk mengolah limbah laundry salah satu jenis pengolahan limbah cair adalah metode biofilter aerob. Tujuan penelitian ini adalah diketahui efektivitas pengolahan limbah cair laundrydengan metode biofilter aerob terhadap penurunan kadar fosfat.Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan one grouppost test design. Limbah laundry dikontakkan dengan biofilm selam 3 hari, 6 hari, dan 9 hari untuk melihat perbedaan penurunan kadar fofat pada berbagai lama kontak dan dianalisis dengan uji statistik yaitu uji anova.Hasil penelitian terdapat perbedaan yang signifikan kadar fosfat antara hari ke-0, ke-3, ke-6 dan ke-9 hal ini dibuktikan dengan nilai p-value <0,05. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk pengolahan limbah laundry. Untuk penelitian lebih lanjut dapat dikembangkan dengan media lain untuk meningkatkan efektivitas dan dengan bakteri lebih spesifik sebagai pengurai fosfat.
Pemanfaatan lubang biopori sebagai resapan air hujan dan kompos alami di wilayah Kelurahan Penurunan Kota Bengkulu Andriana Marwanto; Mualim Mualim
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.201 KB) | DOI: 10.30644/jphi.v3i1.511

Abstract

Most of the rainwater that falls to the earth cannot seep directly into the ground and eventually becomes runoff or what is often called surface water. Rainwater runoff that is not handled properly will cause various problems for the community, especially flooding. The negative impact of changing or losing catchment areas is that they cannot withstand the flow rate of water due to rainfall, causing stagnation of water or even flooding. Flood hazard in residential areas often occurs due to changes in land use from infiltration areas to watertight areas. Solutions that can be used to overcome flood problems, especially for dense residential areas or those with minimal rainwater infiltration, can be done by using biopore technology. The method used in this community service activity is to provide community empowerment regarding the use of biopore holes as rainwater infiltration and natural compost with demonstrations and practice of making biopore holes. The result of this community service activity is that the activity participants are able to make biopore holes as rainwater infiltration and natural compost which can then make biopore holes around the home page and share information and skills with other communities so that they can reduce standing water when it rains and can take advantage of compost management. Key words: biopore holes, infiltration water and compost
Pemanfaatan Lubang Biopori sebagai Sistem Drainase dan Kompos Alami di SD 2 Kota Bengkulu Andriana Marwanto; Jubaidi Jubaidi; Mualim Mualim; Aplina Kartika Sari; Arie Ikhwan Saputra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11164

Abstract

ABSTRAK Program Adiwiyata merupakan program untuk mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan. Guna mencapai Sekolah Adiwiyata, setiap sekolah wajib mengelola sarana pendukung yang ramah lingkungan anatara lain menyediakan ruang terbuka hijau (RTH), pengolahan air limbah, drainase yang baik, pengolahan air bersih, dan penyediaan tempat sampah terpisah (pengomposan). Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan aplikasi pembuatan lubang biopori sebagai resapan air hujan dan kompos alami di SDN 02 Kota Bengkulu. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan sosialisasi, demostrasi dan praktek pembuatan lubang biopori. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terkait pemanfaatan lubang biopori serta mampu membuat lubang biopori. Kesimpulan: sebanyak 20 lubang biopori telah terbentuk di halaman sekolah. Saran: untuk keberlanjutan kegiatan ini diharapkan guru dan siswa SD memanfaatkan lubang biopori sebagai sarana pengelolaan sampah organik sebagai kompos.  Kata Kunci : Lubang Biopori, Kompos, Resapan Air Hujan  ABSTRACT The Adiwiyata program is a program to create an environmentally cultured school. In order to achieve Adiwiyata Schools, each school is required to manage environmentally friendly supporting facilities, including providing green open spaces (RTH), waste water treatment, good drainage, clean water treatment, and provision of separate trash bins (composting). The purpose of this Community Service is to increase knowledge and application of making biopore holes as rainwater infiltration and natural compost at SDN 02 Bengkulu City. The method used in this community service activity is to provide socialization, demonstrations and practice of making biopore holes. The results of this community service activity are increasing knowledge and understanding regarding the use of biopore holes and being able to make biopore holes. Conclusion: as many as 20 biopore holes have formed in the school yard. Suggestion: for the continuation of this activity it is hoped that elementary school teachers and students will utilize biopore holes as a means of managing organic waste as compost. Keywords: Biopore holes, compost, rainwater infiltration
COMBINATION OF RICE HUSK WASTE AND KAPOK SHELL WASTE AS ACTIVE CARBON IN REDUCING LEVELS OF Fe, Mn, pH, TURBIDITY, and TDS IN DUG WELLS IN THE RAWA MAKMUR PERMAI AREA, BENGKULU CITYCOMBINATION OF RICE HUSK WASTE AND KAPOK SHELL WASTE AS ACTIVE CARBON IN REDUCING LEVELS OF Fe, Mn, pH, TURBIDITY, and TDS IN DUG WELLS IN THE RAWA MAKMUR PERMAI AREA, BENGKULU CITY Riang Adeko; Habibi Hidayat; Andriana Marwanto
Proceeding B-ICON Vol. 2 No. 1 (2023): Proceeding of The 3rd Bengkulu International Conference on Health (B-ICON 2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/bicon.v2i1.215

Abstract

Water is a basic need for life, especially for humans who always need water throughout their lives. Humans use water for daily needs such as drinking, bathing, washing, toileting, and so on. After measurements were carried out, the turbidity results were 113 NTU, pH 9; The iron (Fe) content is 4.83 mg/L, manganese (Mn) is 1.75 mg/L, and TDS is 336 ppm. The aim of this research was to determine the decrease in Fe, Mn, pH, turbidity and TDS levels before and after treatment using varying thickness combinations of rice husks and kapok shells of 20 cm, 30 cm, 50 cm. This type of research uses a quasi-experimental method (Quasi Experimental) with a post test design with control group, namely research carried out before and after treatment. Then the difference between the two measurements is looked for and the difference is considered as a result of the treatment. The research results showed that the reduction in Fe, Mn, pH, turbidity and TDS levels occurred very significantly even though the turbidity and TDS did not meet the quality standards required by Minister of Health Regulation No. 2 of 2023.
THE RELATIONSHIP OF DRIVER BEHAVIOR AND RISK OF ACCIDENTS IN COAL TRANSPORT TRUCK DRIVERS Andriana Marwanto; Dhea Egitania Fauzila; Riang Adeko
Proceeding B-ICON Vol. 2 No. 1 (2023): Proceeding of The 3rd Bengkulu International Conference on Health (B-ICON 2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/bicon.v2i1.219

Abstract

The death rate caused by road traffic accidents in Indonesia is still quite high, where some of these accidents involve trucking vehicles. The aims of this research was to determine the relationship between behavior and the risk of accidents in coal transport truck drivers at PT. X. The type of research used is analytical descriptive with a cross sectional approach. The study population was coal hauling truck drivers working at PT. X with a total sampling of 44 respondents. Based on the results of the study, it was found that most (75.0%) drivers have good knowledge; More than half (54.4%) of drivers are supportive of driving behavior; More than half of drivers (63.6%) have good measures against the risk of workplace accidents in coal truck drivers; And more than half of drivers (59.1%) are at risk of workplace accidents. There was no significant relationship between driver behavior, knowledge, attitudes and actions towards occupational accident risk in coal truck drivers. Insignificant research results cannot reduce the importance of risk control in the company because accidents risk death. To reduce the accident rate among truck drivers, it is necessary to provide facilities to increase intensive education and safety training.