Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KEPEMILIKAN JAMBAN KELUARGA DI DESA TALANG BOSENG WILAYAH PUSKESMAS SIDODADI KECAMATAN PONDOK KELAPA KABUPATEN BENGKULU TENGAH Widada, Agus; Jubaidi, Jubaidi; Mualim, Mualim; Marwanto, Andriana; Oktavia, Dina
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 1 No. 2 (2022): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Desember 2022
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.089 KB) | DOI: 10.55681/devote.v1i2.409

Abstract

Efforts to improve hygiene behavior and increase access to sanitation continue to be developed. One of the applications of the Community Led Total Sanitation (CLTS) concept, CLTS is a concept with a promotion approach by facilitating the community to apply good environmental sanitation with a focus on not defecating in the open. Based on the 2019 annual report Health Center, the incidence of diarrhea ranks second in environmental-based diseases with 111 cases. The high prevalence of diarrhea is partly due to the lack of access to clean water, as much as 27.4% of clean water facilities/dug wells do not meet the requirements. As many as 35% of households still defecate in the open. The process of implementing community service activities in the framework of open defecation-free villages in Talang Boseng Village Working Area of ​​the Sidodadi Health Center, Pondok Kelapa District, Central Bengkulu Regency, namely using a combination of triggering and providing stimulants for the construction of family latrines carried out by the Community Service Team from the Bengkulu Ministry of Health Polytechnic, Sidodadi Health Center, Sidodadi Village Officials, and the Sidodadi community who do not yet have or who have latrines that do not meet health requirements.
COMBINATION OF ANAEROBIC-AEROBIC BIOFILTER METHODS IN LIQUID WASTE TREATMENT Mualim, Mualim; Marwanto, Andriana
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2956

Abstract

Limbah cair merupakan hasil buangan berupa cairan yang muncul selama kegiatan produksi berlangsung. Umumnya limbah langsung dibuang ke perairan tanpa proses pengolahan. Hal ini beresiko terjadinya kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas parameter TSS, BOD, COD, minyak lemak, amoniak, phospat dan total coliform pada limbah cair domestik setelah dilakukan perlakuan dengan metode biofilter anaerob-aerob. Metode yang digunakan yaitu true experiment dengan rancangan pretest-posttest. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah limbah cair domestik sebanyak 490 liter. Analisis data dilakukan dengan uji Paired T-Test. Hasil pengukuran awal menunjukkan parameter BOD 32mg/l,  TSS 41mg/l, COD 118mg/l, amoniak 12mg/l, minyak lemak 9,3mg/l, phospat0,26 mg/l dan total coliform 8980. Sedangkan pada kelompok setelah  perlakuan parameter TSS19,3 mg/l, BOD 22,667mg/l, COD 87,667mg/l, minyak lemak 5,2mg/l, amoniak 4,4mg/l, phospat 0,11mg/l dan total coliform 4940/100 ml. Disarankan bagi peneliti berikutnya yang akan melanjutkan penelitian ini untuk menambahkan kaporit sebagai tahap akhir pengolahan guna membunuh bakteri pada limbah cair domestik.
Pendampingan Pembentukan Bank Sampah Untuk Mendukung Adiwiyata Di Sekolah Dasar Kota Bengkulu Marwanto, Andriana; Sari, Aplina Kartika; Saputra, Arie Ikhwan
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.13197

Abstract

Background: Program Adiwiyata memberikan dampak yang baik dalam mewujudkan masyarakat peduli lingkungan. SD Negeri 02 Kota Bengkulu merupakan sekolah yang ditunjuk dan dipersiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu untuk percontohan dalam menerapkan program Adiwiyata di tingkat kota maupun nasional. Guna mencapai Sekolah Adiwiyata, setiap sekolah wajib mengelola sarana pendukung yang ramah lingkungan salah satunya adalah pengelolaan sampah. Oleh karena itu, SDN 02 Kota Bengkulu dipilih sebagai mitra agar dapat dilakukan pengelolan sampah secara mandiri. Tujuan kegiatan ini adalah pembentukan sistem Bank Sampah dalalam pengelolaan sampah secara mandiri. Metode: Metode yang akan diterapkan antara lain (1) sosialisasi, diskusi dan tanya jawab terkait pengelolaan sampah; (2) FGD dalam menentukan kepengurusan dan nama Bank Sampah; (3) Demosntrasi praktik sistem bank sampah; (4) kegiatan louncing bank sampah. Hasil: Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman tentang proses pemilahan sampah dan penerapan bank sampah. Kesimpulan: Telah dibentuk bank sampah “Berseri” di SDN 02 Kota Bengkulu.
Analysis of the differences in the quality of briquettes made from durian peel and young coconut shells as an alternative energy source Marwanto, Andriana; Mualim, Mualim; Bathari, Rosalia Rina
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 36 No. 1 (2026): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v36i1.4236

Abstract

Background: Durian peel and young coconut shells are abundant organic waste in Bengkulu City. Up to 80% of coastal waste consists of coconut shells, while durian peel waste can reach 1.5–2 tons/day during harvest season. Poor management contributes to environmental pollution. Converting this waste into biochar briquettes offers a sustainable solution. Objective: To compare the quality of briquettes from durian peel and young coconut shells based on moisture, ash, fixed carbon, volatile matter, and calorific value. Methods: A quasi-experimental (posttest-only) design was used. Briquettes were produced from durian peel and coconut shell charcoal with 5% tapioca binder (300 g per treatment). Results: Coconut shell briquettes showed better quality, with moisture 3.33%, ash 6.33%, fixed carbon 85.96%, volatile matter 4.38%, and calorific value 5922 cal/g. Durian peel briquettes had moisture 2.38%, ash 11.37%, fixed carbon 81.49%, volatile matter 4.77%, and calorific value 5398 cal/g. Coconut shell briquettes met SNI 1/6235/2000 standards, and all parameters differed significantly (p < 0.05). Conclusion: Coconut shell briquettes are more efficient as a solid fuel, while durian peel briquettes remain potential when combined with other biomass. This study supports the use of organic waste as a renewable energy source and contributes to sustainable environmental management in Indonesia.
Hubungan Implementasi Kebijakan Kesehatan dengan Faktor Penentu Angka Kematian Bayi di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu Suryanti, Reny; Ningsih, Lisma; Febryanti, Ade; Marwanto, Andriana
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25094

Abstract

ABSTRACT Infant Mortality Rate (IMR) is one of the primary indicators of public health status and remains a significant health problem in various regions, including Bengkulu City. Efforts to reduce IMR require effective implementation of health policies at the primary healthcare level. This study aimed to analyze the relationship between health policy implementation and the determinants of infant mortality at Pasar Ikan Primary Health Center, Bengkulu City. This research employed a mixed-method approach. Quantitative data were collected through structured questionnaires to analyze the relationship between health policy implementation and the determinants of IMR, while qualitative data were obtained through interviews to support and explain the quantitative findings. The study population consisted of 42 respondents, including the Head of the Primary Health Center, the Head of Administrative Subdivision, medical personnel, healthcare workers, and community members with infants or toddlers, using a total sampling technique. Quantitative data were analyzed using the Spearman correlation test, while qualitative data were analyzed descriptively. The results showed a strong, positive, and statistically significant relationship between health policy implementation and the determinants of infant mortality (r = 0.716; p 0.001). Interview findings indicated that health policy implementation plays a role in strengthening maternal and child health services through improved access to services, enhanced service quality, and better monitoring of maternal and infant health. The study concludes that effective health policy implementation at the primary healthcare level plays an important role in supporting efforts to reduce infant mortality in Bengkulu City. Keywords : Health Policy Implementation, Infant Mortality Rate, Primary Health Center.  ABSTRAK Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator utama derajat kesehatan masyarakat yang masih menjadi permasalahan kesehatan di berbagai daerah, termasuk di Kota Bengkulu. Upaya penurunan AKB memerlukan implementasi kebijakan kesehatan yang efektif di tingkat pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara implementasi kebijakan kesehatan dengan faktor-faktor penentu angka kematian bayi di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method). Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner terstruktur untuk menganalisis hubungan antara implementasi kebijakan kesehatan dan faktor-faktor penentu AKB, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara untuk memperkuat dan menjelaskan temuan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 42 responden yang terdiri atas Kepala Puskesmas, Kepala Subbagian Tata Usaha, tenaga medis, tenaga kesehatan puskesmas, serta masyarakat yang memiliki bayi atau balita, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang kuat, positif, dan signifikan antara implementasi kebijakan kesehatan dengan faktor-faktor penentu angka kematian bayi (r = 0,716; p 0,001). Hasil wawancara menunjukkan bahwa implementasi kebijakan kesehatan berperan dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui peningkatan akses layanan, kualitas pelayanan, serta pemantauan kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan kesehatan yang efektif di tingkat pelayanan primer memiliki peran penting dalam mendukung upaya penurunan angka kematian bayi di Kota Bengkulu. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan Kesehatan, Angka Kematian Bayi, Puskesmas.