Claim Missing Document
Check
Articles

Intelligence-Led Policing To Reduce The Vulnerability Of Commercial Sex Workers Online In The Central Jakarta Metro Police Area Buwono, Arif Ardian Eka; Runturambi, Arthur Josias Simon; Daryanto, Eko
International Journal of Science and Society Vol 6 No 2 (2024): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v6i2.1196

Abstract

Various studies show that the crime rate against Commercial Sex Workers is very high. However, official data often shows that crimes against Commercial Sex Workers are low. This phenomenon was also found in the Central Jakarta Metro Police area. Various vulnerabilities that afflict Commercial Sex Workers in the region have been found. The evaluation was conducted to measure awareness of protection against commercial sex workers by members of the Central Jakarta Metro Police, identify reasons for underreporting of crimes by online sex workers, assess protection against online commercial sex workers, and the involvement of commercial sex workers in law enforcement. This study uses an intelligence-led policing approach based on intelligence analysis with a qualitative approach. The results show that increasing awareness of protection is still very much needed in the Central Jakarta Metro Police environment. In addition, there are still obstacles to reporting crimes by commercial sex workers. Protection against online sex workers needs to be improved, but it needs to be supported by better cooperation. It is recommended to continue to evaluate and enhance weaknesses to improve the response and protection of online sex workers.
Analysis of Cross-Border Cash Carrying (CBCC) Threat Countermeasures From A Customs and Strategic Intelligence Perspective Rony Putra, Aditya Rachman; Runturambi, Arthur Josias Simon
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 2 No. 6 (2023): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v2i06.367

Abstract

This research departs from the problem of potential losses in Indonesia stemming from the actions of Cross Border Cash Carrying (CBCC). In 2018 it was estimated that there were 12 trillion rupiah suspected of entering Indonesia unreported and suspected to be a criminal practice of money laundering (TPPU) and financing of terrorism activities. To that end, this article aims to provide an overview of how CBCC threat countermeasures from a strategic customs and intelligence perspective. Using a qualitative approach, this article analyzes the problem using descriptive methods. The data sources used are secondary data derived from open sources such as news articles, academic research journals and institutional documents related to the problem under study. The results showed that the CBCC threat in addition to having an impact on economic aspects is also strongly related to the threat of other transnational crimes such as narcotics trafficking and terrorism financing. Therefore, this CBCC threat cannot be underestimated and must get an appropriate approach to overcome it. From a customs and strategic intelligence standpoint, surveillance of CBCC practices requires a wealth of data from multiple points of view to provide comprehensive mapping of the problem. In addition, appropriate intelligence data exchange media is needed so as to enable every surveillance agency, especially the DGCA, to have easy access to any data needed for surveillance and enforcement. In addition, regulatory improvements and strengthening the legal foundation continue to be pursued to support the effectiveness of enforcement in the field.
Sinergitas Badan Narkotika Nasional dengan Kementerian Hukum dan HAM dalam Upaya Rehabilitasi Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Bestia, Ela; Runturambi, Arthur Josias Simon
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.828 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.2278

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memberi gambaran tentang sinergitas antara BNN dengan Kemenkumham dalam upaya rehabilitasi narkotika di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan kendala-kendala yang dihadapi. Peneliti menggunakan teori sinergi dan konsep rehabilitasi narkotika di lapas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sinergi antara BNN dan Kemenkumham dalam upaya rehabilitasi di lapas masih belum optimal, karena belum dapat menjangkau seluruh WBP Narkotika. Sehingga BNN perlu lebih mengoptimalkan sinergitas hingga tingkat wilayah (BNNP/BNNK), memperbanyak petugas rehabilitasi di BNN Kab/Kota agar dapat memberikan dukungan SDM Rehabilitasi terhadap lapas setempat sehingga terselenggaranya upaya rehabilitasi terhadap WBP Narkotika diseluruh wilayah di Indonesia.
Collaborative Sharing Intelijen Ancaman Pada Komunitas Csirt Dalam Memperkuat Keamanan Siber Nasional Sigiro, Farlin Hottua; Runturambi, Arthur Josias Simon; Widiawan, Bondan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.14245

Abstract

Sistem keamanan siber dalam beberapa tahun terakhir berkembang dan terlembaga, hal ini dikarenakan faktor keamanan siber telah menjadi perhatian penting, terutama pemerintah Indonesia. Pemerintah melalui BSSN telah banyak me-launching CSIRT (Computer Security Incident Response Team). CSIRT merupakan Tim Tanggap Insiden yang memberikan layanan untuk melindungi sistem atas insiden siber. Meskipun demikian, fenomena insiden siber yang menimpa sektor pemerintah tetap masif. Di sisi lain, lanskap keamanan siber dalam tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa kemampuan ancaman siber meningkat signifikan, dan jumlahnya semakin banyak, puluhan varian malware muncul setiap bulan. Oleh karena itu, lembaga dan organisasi tidak cukup dengan melakukan pemantauan dan respon insiden yang bersifat reaktif, namun harus mengubah strategi dengan menggabungkan langkah-langkah keamanan preventif dengan intelijen ancaman. Pengembangan kemampuan Intelijen Ancaman Siber (CTI) dinilai sangat efektif untuk meningkatkan postur keamanan siber. Saat ini program CTI ada di BSSN. Namun, distribusi informasi masih bersifat satu arah, dari BSSN ke CSIRT lembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik menggunakan studi kajian pustaka dari penelitian sebelumnya observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat trend ancaman siber semakin tinggi dalam dua tahun terakhir. Beberapa insiden mengalami ekskalasi ancaman pada informasi vital nasional. Oleh karena itu intelijen ancaman siber sektor pemerintah harus dikerjakan bersama-sama oleh komunitas CSIRT. Di akhir, penelitian ini mengusulkan model collaborative sharing CTI yang melibatkan seluruh CSIRT pada masing-masing sektor untuk meningkatkan keamanan nasional.
Upaya Pencegahan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Nonprosedural sebagai Bagian Perdagangan Orang Melalui Pengawasan Keimigrasian Martin, Yosia; Runturambi, Arthur Josias Simon
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i5.15738

Abstract

Perdagangan orang adalah kejahatan serius yang sangat bertentangan dengan hak asasi manusia. Kasus perdagangan orang di Indonesia makin marak dan naik tiap tahunnya. Kemiskinan adalah faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya kejahatan perdagangan orang. Modus perdagangan orang yang paling banyak ditemukan di Indonesia adalah melalui pengiriman pekerja migran Indonesia nonprosedural. Para korban diimingi-imingi akan bekerja di luar negeri dengan gaji yang besar. Namun pada kenyataanya banyak dari korban mengalami eksploitasi baik jam kerja yang panjang, upah yang tidak sesuai bahkan kekerasan baik fisik bahkan seksual. Imigrasi sebagai penjaga pintu gerbang negara memiliki peran sangat vital dalam upaya pencegahan kejahatan perdagangan orang terutama dalam pengiriman pekerja migran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang melalui pengiriman tenaga kerja migran nonprocedural di Indonesia melalui pengawasan keimigrasian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literature dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang dapat dilakukan melalui pengawasan keimigrasian kepada warga negara Indonesia yang akan bepergian ke luar negeri. Pengawasan Keimigrasian dilakukan kepada para WNI mulai saat melakukan permohonan Paspor hingga pemeriksaan Keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Dalam hal ditemukan indikasi terkait tindak pidana perdagangan orang melalui modus pengiriman pekerja migran nonprosedural, maka dapat dilakukan penundaan penerbitan Paspor dan penundaan keberangkatan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Upaya tersebut merupakan bentuk pencegahan terhadap perdagangan orang melalui pengiriman tenaga kerja migran Indonesia nonprosedural.