Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG POSYANDU DAN MOTIVASI KADER DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU DI DESA WEDORO KECAMATAN PENAWANGAN Ika Widyawati; Rusnoto Rusnoto; Heny Siswanti; Desie Andriyani
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 2 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i2.951

Abstract

Latar Belakang: Terselenggaranya pelayanan posyandu melibatkan banyak pihak salah satunya yaitu kader posyandu yang merupakan anggota masyarakat yang bersedia, mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan Posyandu secara sukarela. Hal tersebut diperlukan pengetahuan dan motivasi tinggi untuk menjadi kader yang aktif. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan motivasi dengan keaktifan kader posyandu di Desa Wedoro Kecamatan Penawangan. Metodologi Penelitian:Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, variabel yang diobservasi yaitu pengetahuan, motivasi dan keaktifan kader posyandu dengan populasi 35 kader dan sampel 32 kader diambil dengan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji Kendall Tau.Hasil : menunjukkan pengetahuan responden tentang posyandu sebagian besar cukup 56,2%.Motivasi responden rendah dan tinggi masing-masing 50% dan keaktifan kader sebagian besar aktif 56,2%. Simpulan : Kesimpulannya yaitu terdapat hubungan pengetahuan tentang posyandu dengan keaktifan kader posyandu (p=0,001) dan terdapat hubungan motivasi dengan keaktifan kader posyandu di Desa Wedoro Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan (p=0,021).Saran: Diharapkan dtapat meningkatkan pengetahuan dan motivasi kader dan dapat meningkatkan kunjungan balita ke Posyandu serta berpean aktif dalam kegiatan posyandu.
PERBANDINGAN PENGARUH KOMBINASI SENAM DM DAN SLOW DEEP BREATHING (SDB) DENGAN KOMBINASI SENAMDM DAN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH (KGD) PADA KLIEN DM TYPE 2 DI PUSKESMAS WELAHAN I KABUPATEN JEPARA JAWA TENGAH, TAHUN 2016 heny siswanti; Tri Kurniati; Nana Supriyatna
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 2, No 1 (2017): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v2i1.266

Abstract

Slow Deep Breathing (SDB) dan Progressive Muscle Relaxation (PMR) adalah salah satu bentuk mind-body therapy dalam terapi komplementer dan alternatif (Complementary and Alternative Therapy (CAM) yang sudah diakui dan dapat dipakai sebagai pendamping terapi konvensional/medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh  senam DM dan Slow Deep Breathing (SDB) dengan senam DM dan progressive muscle relaxation (PMR) terhadap  kadar glukosa darah (KGD) pada pasien DM tipe 2  di Puskesmas Welahan I Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pre and post with control group, masing-masing kelompok terdiri dari 11 orang responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh senam DM dan Slow Deep Breathing (SDB) dengan senam DM dan  PMR secara signifikan dalam menurunkan KGD pasien DM Tipe2 di Puskesmas Welahan I kabupaten Jepara. Sedangkan variabel umur, jenis kelamin, dan lama menderita DM Tipe2 tidak ber- pengaruh terhadap kadar glukosa darah setelah intervensi. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi perawat untuk menjadikan SDB dan PMR sebagai salah satu intervensi keperawatan mandiri dan memasukkan dalam protap penatalaksanaan pasien DM Tipe2
PENGARUH BALANCE EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN LANSIA DENGAN RESIKO JATUH DI DESA KALIPUCANG WETAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS WELAHAN 1 TAHUN 2019 Sukarmin Sukarmin; Heny siswanti; Ika Yuni Vera
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 2 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i2.956

Abstract

Latar belakang : Pada lansia terjadi perubahan komposisi tubuh berupa penuruna fatfree mass atau peningkatan fat mass. Pada proses penuaan Kekuatan otot muscle strength pada lansia juga berhubungan dengan masalah keseimbangan sehingga lansia berisiko mudah terjatuh. (Maryam, R. 2013),Pada setiap aktivitas, tubuh selalu membutuhkan kontrol keseimbangan tubuh dengan tujuan untuk mencapai postur berdiri yang stabil, karena pada dasarnya setiap aktivitas fisik baik statis maupun dinamis akan menempatkan seseorang pada posisi yang tidak stabil dengan risiko yang besar untuk mengalami jatuh (Achmanagara, 2012). Balance exercise merupakan latihan khusus yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kekuatan otot anggota bawah dan untuk meningkatkan sistem vestibular / keseimbangan tubuh. Organ yang berperan dalam sistem keseimbangan tubuh adalah balance percepsion Latihan ini sangat membantu mempertahankan tubuhnya agar stabil sehingga mencegah terjatuh yang sering terjadi pada lansia (Jowir, 2009). Tujuan : Untuk mengetahui Pengaruh Balance Exercise Terhadap Keseimbangan Lansia Dengan Resiko Jatuh Di Desa Kalipucang Wetan Wilayah Kerja Puskesmas Welahan 1 Tahun 2019. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasy eksperimen, dengan With desain Control Group yaitu digunakan dua kelompok intervensi dan kontrol dengan jumlah responden 44 responden, 22 intervensi dan 22 kontrol. analisa menggunkan digunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test  . Hasil : Hasil analisis statistik uji wicoxon diperoleh p value = 0.008 lebih kecil dari nilai tingkat kemaknaan ɑ 0.05. Sehingga P value table kurang dari P value hitung maka Ho ditolak dan Ha diterima.  Kesimpulan : bahwa untuk Pengaruh Balance Exercise Terhadap Keseimbangan Lansia Dengan Resiko Jatuh Di Desa Kalipucang Wetan Wilayah Kerja Puskesmas Welahan 1 Tahun 2019,
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KECEMASAN AKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH YANG DIRAWAT DI RSI SULTAN HADIRIN KABUPATEN JEPARA TAHUN 2017 heny siswanti
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 2, No 2 (2017): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v2i2.351

Abstract

Hospitalisasi sering kali mejadi krisis pertama yang harus dihadapi anak – anak. Reaksi anak terhadap krisis - krisis tersebut dipengaruhi oleh usia, perkembangan mereka, pengalaman mereka sebelumnya dengan penyakit.  Cemas timbul sebagai respon terhadap stres, baik stress fisik dan fisiologis. Artinya, ansietas terjadi ketika seorang merasa terancam baik fisik maupun psikologis Adanya kecemasan memungkinkan anak bertambah panic bahkan sampai stress sehingga anak sulit untuk diajak berperan dalam menjalani perawatan pengobatan. Komunikasi juga dapat mengurangi rasa cemas anak akibat hospitalisasi.Peran perawat dalam meminimalkan stress akibat hospitalisasi pada anak adalah sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kamunikasi terapeutik dengan kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia pra sekolah.Jenis penelitian ini adalah diskripstif dengan Rancangan studi korelasi (Correlation study), cara pengambilan sampel adalah dengan teknik quota sampling dan jumlah responden sebanyak 42 responden. Kuesioner  kecemasan anak sesuai Hamilton Rate Scale for Anxiety (HRS-A). Analisa data menggunakan rumus Chi Squere (X²). Hasil penelitian  ini  ada hubungan komunikasi terapeutik dengan  kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia pra sekolah (p=0.000 α=0,05).Hasil penelitian ini bisa menjadi masukan rumah sakit untuk lebih meningkatkan komunikasi dalam melakukan implementasi dan untuk bisa melibatkan Keluarga terdekat pasien harus dalam memberikan terapi yang diberikan.
AGE AND KNOWLEDGE OF STROKE PATIENT CARE FOR CARE PROVIDERS Mohamad Khafidh Rio Irwansyah; Muhammad Hasan Burhanudin; Heny Siswanti; Muhamad Jauhar
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2761

Abstract

For families who are caring for post-stroke, it is important to know the impacts that arise and the potential for complications in the patient. Recovery for stroke sufferers is difficult to achieve properly if no one in the family understands what needs to be done to improve the health status of post-stroke patients and that appropriate care is given to family members who have suffered a stroke. There are many factors that can influence a person's knowledge, one of the factors is age. To find out the relationship between age and family knowledge about post-stroke patient care. The research is correlational research, independent variable (family knowledge) and dependent (age)  the respondents was 30 respondents total sampling , Inclusion Criteria; Family of patients, Willing to be respondents, Aged ≥18 years, Can communicate well, Has direct involvement in patient care, Exclusion criteria; Families who are unwilling to participate, have cognitive or communication disorders, have health conditions such as serious mental disorders or chronic diseases. Research Instruments use Questionnaires.  Results of statistical analysis of tests spearmen rho obtained p value = 0.017 is smaller than the significance level value ɑ 0.05. then Ho is rejected and Ha is accepted. It can be concluded that there is a relationship between the respondent's age and family knowledge about post-stroke patient care. The hope is that future researchers can increase the number of samples not only in one hospital.
SELF-EFFICACY AND ABILITY TO PERFORM ACTIVITIES OF DAILY LIVING (ADL) IN APPENDICECTOMY POST-OPERATIVE PATIENTS Iswatun Qasanah; Futkhatin Nasikhah; Heny Siswanti; Muhamad Jauhar
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2632

Abstract

The incidence of appendicitis in Indonesia ranks highest among other abdominal emergencies. The cause is usually an obstruction in the lumen of the appendix and causes acute inflammation with perforation and abscess formation. Treatment of appendicitis can be done by surgery. Postoperative recovery restores normal physical, psychological, social, habitual, and daily activities. The ability to perform Activities of Daily Living (ADL) depends on cognitive, motor, and perceptual abilities, which can affect postoperative patients in mobilizing is a psychological factor, one of which is self-efficacy; someone who can mobilize early requires strong or high self-efficacy. This study aims to analyze the relationship between self-efficacy and ADL in appendicectomy postoperative patients. This study used a correlational research design using a cross-sectional approach and purposive sampling technique. The variables in this study were self-efficacy and ADL ability of appendicectomy postoperative patients. This research was conducted at Sunan Kalijaga Demak Hospital in August 2024. The sample obtained was 57 people who met the criteria. This research instrument uses the General Self-Efficacy (GSE) questionnaire and the Care Dependency Scale (CDS) questionnaire—data analysis using the Spearman Rank Test statistical test. Based on the results of this study, we obtained a p-value of 0.351 (p0.05). It can be concluded that there is a relationship between self-efficacy and ADL in postoperative patients at Sunan Kalijaga Demak Hospital. The results of this study can provide input to the nursing profession that self-efficacy can improve Activity of Daily Living (ADL) in postoperative patients.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA BAE KECEMATAN BAE KUDUS Heny Siswanti; Ana Zumrotun Nisak; Shinta Dwi Kurnia
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1697

Abstract

PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA BAE KECEMATAN BAE KUDUS Heny Siswantia,*, Ana Zumrotun Na, b ,Shinta Dwi Kurniab henysiswanti@umkudus.ac.id , anazumotun@umkudus.ac.id .shintadwi@umkudus.ac.id aUniversitas Muhammadiyah Kudus Desa Pelang Mayong, Jepara, Indonesia bUniversitas Muhammadiyah Kudus, Indonesia Abstrak Stunting merupakan masalah gizi yang disebabkan karena kekurangan asupan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yang merupakan masa kritis, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.. Pevalensi stunting di Indonesia mencapai angka 37,2%, dengan kata lain terdapat 93 juta kasus stunting terjadi di Indonesia. Dari anak dibawah 3 tahun di desa Puskesmas Bae terdapat 23% anak mengalami stunting slah satunya Desa Bae. Dari permasalahan tersebut perlu adanya keterlibatan keluarga dan peran serta masyarakat sehingga program dapat berjalan. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pada Kader Gizi Anak, Pengetahuan tentang gizi anak, pertumbuhan dan perkembangan anak, cara menyajikan makanan batita yang baik, pembuatan media promosi yang menarik tentang gizi anak supaya lebih mudah dipahami serta pencegahan stunting. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan memberi pengetahuan para ibu untuk pemberian makanan yang tepat sesuai dengan usia anaknya dan mengetahui tahapan normal proses tumbuh kembang seorang anak. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan kegiatan ini terdapat 25 kader Gizi serta membuat menu sehat untuk batita,. Setelah dilakukan pendampingan duta gizi anak, dilakukan pula pendataan gizi anak, dimana didapatkan hasil angka stunting di Desa Bae mengalami penurunan. Dan kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan batita dan keluarga. Kata Kunci: Kader, Gizi, Stunting Abstract Stunting is a nutritional problem caused by a long-term lack of nutritional intake during the first 1000 days of life (HPK) which is a critical period, resulting in growth disorders in children, namely the child's height is lower or shorter (dwarf) than the standard age. stunting in Indonesia reached 37.2%, in other words there were 93 million cases of stunting occurring in Indonesia. Of the children under 3 years old in the Bae Health Center village, 23% of the children were stunted, one of them was in Bae Village. From these problems it is necessary to have family involvement and community participation so that the program can run. This community service activity aims to provide training for Child Nutrition Cadres, Knowledge of child nutrition, child growth and development, how to serve good toddler food, making attractive promotional media about child nutrition to make it easier to understand and stunting prevention. This activity is aimed at increasing the knowledge of posyandu cadres and giving mothers the knowledge to provide proper food according to their child's age and to know the normal stages of a child's growth and development process. The results obtained after this activity were 25 Nutrition cadres and made a healthy menu for toddlers. After assisting the child nutrition ambassador, a child nutrition data collection was also carried out, which resulted in a decrease in the stunting rate in Bae Village. And this community service activity is very useful for improving the health of toddlers and families. Keywords: Health Cadres, Nutrition, Stunting.
ISOLASI MANDIRI TERPUSAT SHELTER UMKU SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN PENYEBARAN COVID DI KABUPATEN KUDUS Sri Karyati; Heny Siswanti; Anny Rosiana Masithoh
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1720

Abstract

Abstrak Angka penyebaran covid-19 di Kudus yang awalnya sudah mulai menurun mengalami lonjakan yang sangat tinggi pasca lebaran akibat peningkatan arus mudik dan adanya varian baru. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah pelaksanaan isolasi mandiri bagi mereka yang terkonfirmasi covid dengan tanpa gejala atau dengan gejala ringan. Tidak semua orang atau keluarga siap dan tertib untuk melakukan isolasi mandiri. Untuk itu perlu disiapkannya tempat isolasi terpusat, salah satunya shelter UMKU. Shelter UMKU yang dikelola oleh persyarikatan Muhammadiyah memiliki beberapa kelebihan dibanding tempat isolasi mandiri terpusat lain, yaitu adanya edukasi serta pendampingan, pemantauan dan evaluasi secara rutin pada santri penghuni shelter. Edukasi tentang penyakit covid, cara pencegahan penularan, cara meningkatkan daya tahan tubuh, serta upaya untuk mengatasi rasa cemas, takut, dan kesepian diberikan untuk meningkatkan pengetahuan santri. Pendampingan dan pemantauan kesehatan dilakukan secara berkala 3x sehari. Santri juga mendapatkan pendampingan spiritual dan psikososial. Kegiatan tersebut terbukti dapat menurunkan kecemasan dan kesepian mereka. Pengalaman yang baik selama di shelter serta edukasi yang diberikan menjadikan mereka edukator yang efektif di masyarakat. Kegiatan isolasi mandiri terpusat shelter UMKU merupakan bentuk peranserta persyarikatan Muhammadiyah khususnya Universitas Muhammadiyah dalam membantu pemerintah untuk menurunkan angka penyebaran covid-19. Kata Kunci: shelter UMKU, covid-19, edukasi, pendampingan kesehatan Abstract The spread of Covid-19 in Kudus experienced a very high spike after Eid al-Fitr due to increased population mobility and new variants. One of the government's problems is the implementation of self-isolation for those who are confirmed positive for Covid. Not everyone or family is ready and orderly to self-isolate. It is necessary to prepare a centralized isolation place, one of which is the UMKU shelter. Managed by the Muhammadiyah Association. It has several advantages over others, in the form of education and assistance, regular monitoring and evaluation of all living in shelters. Education about COVID-19, how to prevent transmission, increase endurance, as well as efforts to overcome anxiety, fear, and loneliness are given to increase their knowledge. Assistance and health monitoring are carried out regularly 3 times a day. they also receive spiritual and psychosocial assistance. all of which can reduce their anxiety and loneliness. Good experience while in the shelter and education provided make them effective educators in the community. The centralization of self-isolation activities at the UMKU shelter is a form of participation from Muhammadiyah organizations, especially Muhammadiyah University in helping the government suppress the spread of COVID-1. Keywords: UMKU shelter, covid-19, education, health assistance
PEMBERDAYAAN KELUARGA REMAJA MELALUI EDUKASI SEKSUALITAS DAN KETRAMPILAN PEMBUATAN LILIN LIMBAH AROMATERAPI Muhammad Ridwanto; Zunia Khairunnisa; Dwi Astuti; Umi Faridah; Septiani Septiani; Lailatul Farikhah; Heny Siswanti; Anis Solikhah; Muhammad Khoirurosyid
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2213

Abstract

Remaja memiliki peranan penting bagi sumber daya manusia suatu kemajuan bangsa. Akan tetapi, saat ini remaja masih dihadapkan berbagai masalah seksualitas. Sebanyak 8% remaja pria dan 2% wanita di usia 15-24 tahun telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Sebanyak 11% diantaranya mengalami kehamilan yang tidak diinginkan dan berisiko tertularnya penyakit HIV/AIDS. Perlu adanya upaya program pencegahan perilaku seksual berisiko tertularnya penyakit HIV/AIDS. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemberdayaan keluarga remaja melalui edukasi seksualitas dan ketrampilan pembuatan lilin limbah aromaterapi. Pengabdian ini dilakukan secara tatap muka berbentuk ceramah, diskusi dan workshop. Sebanyak 22 orang terdiri dari ibu PKK dan BKK. Diberikan edukasi penyuluhan selama 15 menit dan pretest dan post test. Kegiatan workshop ketrampilan pembuatan lilin limbah aromaterapi selama 30 menit. Didapatkan sebagian besar keluarga remaja memiliki tingkat pengetahuan yang baik setelah diberikan edukasi seksualitas dan mampu membuat ketrampilan pembuatan lilin limbah aromaterapi. Kesimpulan pengabdian ini bahwa pemberdayaan keluarga remaja melalui edukasi seksualitas dan ketrampilan pembuatan lilin limbah efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan skill bagi keluarga remaja. Kata kunci: Pemberdayaan keluarga remaja, seksualitas dan lilin
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BLACK GARLIC PADA IBU PKK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT HIPERTENSI heny siswanti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1448

Abstract

Abstrak Hipertensi adalah istilah medis dari penyakit tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat mengakibatkan berbagai komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa sekaligus meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, bahkan kematian. Black Garlic telah dievaluasi penggunaannya dapat digunakan untuk pengobatan penyakit tekanan darah tinggi. Data dari Puskesmas Mayong 1 pada tahun 2020 jumlah penderita Hipertensim desa Pelang kecamatan Mayong kabupaten Jepara berjumlah 157. Sehingga perlu edukasi konsumsi Black Garlic mengingat khasiatnya yang besar dalam mencegah dan mengobati hipertensi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi pembuatan Black Garlic secara mandiri untuk kemudian dikonsumsi untuk pencegahan hipertensi. Uji laboratorium menunjukkan hasil Black Garlic memiliki prosentase antioksidan dan phenol yang lebih tinggi daripada bawang putih.Praktek langsung pembuatan Black Garlic oleh ibu PKK desa Pelang didapatkan hasil proses pembuatan selama kurun waktu 14 hari berupa olahan bawang putih yang telah terfermentasi menjadi bawang hitam (Black Garlic). Rasa Black Garlic yang manis dan asam dengan tekstur yang kenyal seperti Jenang atau dodol yang bisa dikonsumsi sehari-hari untuk memperlancar peredaran darah sehingga dapat mencegah penyakit hipertensi. Kata Kunci: Black Garlic, Hipertensi, Ibu PKK Pelang Abstract Hypertension is the medical term for high blood pressure. This condition can lead to various health complications that are life-threatening while increasing the risk of heart disease, stroke, and even death. Black Garlic has been evaluated its use can be used for the treatment of high blood pressure. Data from the Mayong 1 Health Center in 2020 the number of hypertension sufferers in Pelang village, Mayong district, Jepara district, amounted to 157. So it is necessary to educate on the consumption of Black Garlic considering its great efficacy in preventing and treating hypertension. The purpose of this community service is to provide education on making Black Garlic independently and then consumed for the prevention of hypertension. Laboratory tests showed that Black Garlic had a higher percentage of antioxidants and phenols than garlic. The direct practice of making Black Garlic by PKK Pelang village resulted in the production process for a period of 14 days in the form of processed garlic that has been fermented into black garlic (Black Garlic). ). The sweet and sour taste of Black Garlic with a chewy texture like Jenang or lunkhead that can be consumed daily to improve blood circulation so as to prevent hypertension. Kata Kunci : Black Garlic, Hypertension, Mother of PKK Pelang
Co-Authors Aditiya Puspanegara Afifah Nur Cahya Putri Ajeng Ana Zumrotun Nisak Anggita Sari, Devi Ani, Putri Anis Solikhah Annisa Yulianingrum Anny Rosiana Masithoh Anny Rosiana Masithoh Anny Rosiana Masithoh Arnika Dwi Asti Aryani Rosita Astuti, Delina Aziz, Muhammad Nur Bidara, Tanaya Trustha Budiono, Setiyo Desie Andriyani Desiyani Nani Devi Anggita Sari Dewi Hartinah Diah Ayu Puji Lestari Dian Heni Susanti Dwi ASTUTI Edi Wibowo Suwandi Edi Wibowo Suwandi Eva Untar Fuji Nurul Hidayah Futkhatin Nasikhah Hidayah, Fuji Nurul Ika Widyawati Ika Yuni Vera Indanah Iswatun Qasanah Karlina, Nonok Khasanah, Mufidatun Khasanah, Tia Meilana Uswatun Kriswidanarta, Arya Fabiano Kusumaningrum, Rafika Putri Ayu Lailatul Farikhah Lailatul Maghfiroh LAILATUL MAGHFIROH M. Octaviano Eka Mahendra Mardiana, Sri Siska Minggiwati, Nevi Misga, Nesdania Mohamad Khafidh Rio Irwansyah Muh Purnomo Muhamad Jauhar Muhammad Hasan Burhanudin Muhammad Khoirurosyid Muhammad Purnomo Muhammad Ridwanto Nafi'un Niam Nana Supriyatna Noor Hidayah Noor Hidayah Nugroho, Waluyo Budi Purbaningsih, Endah Sari Purnomo, Muh Putri Wulan Meilani R Rusnoto Rachmawati, Yuaninda Astri Ridwanto, Muhammad Rusnoto , R rusnoto rusnoto Rusnoto, R Safitri, Adinda Anisa Sari, Vera Zulfi Nofita Septiani Septiani shinta dwi kurnia Siti Haniyah Sri Karyati Srikaryati Subiwati Subiwati Sukarmin Sukarmin Sukarmin Sukarmin Sukarmin Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih, Sukesih Supardi Susanti, Dian Heni Tri Kurniati Umi Faridah Ummi Kulsum Vera Zulfi Nofita Sari Wahyu Dewi Asmara Yuli Susanti Yuli Susanti Yulianingrum, Annisa Yunus Mustaqim Zunia Khairunnisa