Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN SUSU DAN MENTEGA TERHADAP BERAT BADAN PADA BALITA DENGAN BERAT BADAN YANG KURANG DI DESA SEDO KECAMATAN DEMAK KABUPATEN DEMAK heny siswanti; Devi Anggita Sari; Noor Hidayah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i2.863

Abstract

Latar Belakang: World Health Organization (WHO) terdapat sekitar 54% balita di Indonesia pada tahun 2015, prevalensi status gizi balita untuk gizi kurang sebesar 19,20% dan gizi buruk 8,8%. Data Jawa Tengah mununjukkan bahwa Gizi buruk sebanyak 3% dan gizi kurang sebanyak 13,9%. Prevalensi gizi kurang di Kabupaten Demak untuk tahun pada tahun 2015 sebesar 3,05 %, pada tahun 2016 sebesar 2,8 % dan pada tahun 2017 sebanyak 2,6 %. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian susu dan mentega terhadap berat badan pada balita dengan berat badan yang kurang di Desa Sedo Kecamatan Demak Kabupaten Demak. Metode: Jenis penelitian quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest group with control design. Besar sampel 22 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling.. Analisis data uji statistik nonparametrik Wilcoxon Test. Hasil Penelitian : Sebagian besar pada kelompok intervensi berat badan balita  (pre-test) adalah kurus sebanyak 9 balita (81,8%), sedangkan  (post-test) adalah kurus sebanyak 7 balita (63,6%).  Sementara pada kelompok kontrol, sebagian besar berat badan balita saat observasi awal adalah kurus sebanyak 9 balita (81,8%), sedangkan saat observasi akhir adalah kurus sebanyak 8 balita (72,7%). Simpulan : Ada pengaruh pemberian susu dan mentega terhadap berat badan pada balita dengan berat badan yang kurang di Desa Sedo Kecamatan Demak Kabupaten Demak dengan p value 0,014 α 0,05.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KECEMASAN AKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH YANG DIRAWAT DI RSI SULTAN HADIRIN KABUPATEN JEPARA TAHUN 2017 Heny Siswanti; Sukesih Sukesih
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v8i2.352

Abstract

Hospitalisasi sering kali mejadi krisis pertama yang harus dihadapi anak – anak. Reaksi anak terhadap krisis - krisis tersebut dipengaruhi oleh usia, perkembangan mereka, pengalaman mereka sebelumnya dengan penyakit.  Cemas timbul sebagai respon terhadap stres, baik stress fisik dan fisiologis. Artinya, ansietas terjadi ketika seorang merasa terancam baik fisik maupun psikologis Adanya kecemasan memungkinkan anak bertambah panic bahkan sampai stress sehingga anak sulit untuk diajak berperan dalam menjalani perawatan pengobatan. Komunikasi juga dapat mengurangi rasa cemas anak akibat hospitalisasi.Peran perawat dalam meminimalkan stress akibat hospitalisasi pada anak adalah sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kamunikasi terapeutik dengan kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia pra sekolah.Jenis penelitian ini adalah diskripstif dengan Rancangan studi korelasi (Correlation study), cara pengambilan sampel adalah dengan teknik quota sampling dan jumlah responden sebanyak 42 responden. Kuesioner  kecemasan anak sesuai Hamilton Rate Scale for Anxiety (HRS-A). Analisa data menggunakan rumus Chi Squere (X²). Hasil penelitian  ini  ada hubungan komunikasi terapeutik dengan  kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia pra sekolah (p=0.000 α=0,05).Hasil penelitian ini bisa menjadi masukan rumah sakit untuk lebih meningkatkan komunikasi dalam melakukan implementasi dan untuk bisa melibatkan Keluarga terdekat pasien harus dalam memberikan terapi yang diberikan.
Hubungan Beban Kerja, Sift Kerja Dan Lingkungan Kerja Dengan Stress Kerja Perawat di IGD RS PKU Muhammadiyah Mayong Wahyu Dewi Asmara; Rusnoto Rusnoto; Heny Siswanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2656

Abstract

Pendahuluan: Fenomena stres kerja sudah menjadi masalah di dunia. Stres yang dialami perawat harus diperhatikan, karena jika perawat telah mengalami stres yang tinggi maka dapat berdampak dengan kualitas pelayanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja, sift kerja, dan lingkungan kerja dengan stress kerja perawat di IGD RS PKU Muhammadiyah Mayong. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi menggunakan total sampel sebanyak 32 perawat. Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner. Kuesioner stress kerja yaitu Expanded Nursing Stress Scale, Kuesioner beban kerja diadopsi oleh Nursalam (2017). Untuk shift kerja sesuai UU No.13 Tahun 2003. Kuesioner lingkungan kerja yaitu kuesioner NEW-q. Kuesioner tersebut diuji dengan uji validitas dan reliabitas. Analisa statistik yang digunakan yaitu uji Rank Spearman. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan beban kerja (0,001), sift kerja (0,009) dan lingkungan kerja (0,001) dengan stress kerja pada perawat di IGD RS PKU Muhammadiyah Mayong Jepara. Saran: kepada perawat yang mengalami stres kerja juga bisa melakukan kegiatan diluar tugas asuhan keperawatan dengan melakukan kegiatan yang dapat menurunkan stres kerjanya, seperti melakukan relaksasi seperti duduk sejenak sebelum dan setelah kerja sambil menarik nafas pelan-pelan lalu mengeluarkannya
PENGARUH DURASI WAKTU KANGAROO MOTHER CARE (KMC) PADA BBLR DENGAN FUNGSI FISIOLOGIS BAYI DAN PSIKOLOGIS IBU DENGAN BAYI DI RSIA RESTU IBU SRAGEN Heny Siswanti; Sukesih Sukesih; Sri Karyati; Eva Untar; Subiwati Subiwati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.2091

Abstract

Latar Belakang: Bayi baru lahir yang berat badan lahirnya kurang dari 2500 gram, berapapun usia kehamilannya, termasuk bayi baru lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang mempunyai dampak langsung dan jangka panjang. Secara total, 15% hingga 20% bayi baru lahir di seluruh dunia diperkirakan mengalami BBLR, yang setara dengan lebih dari 20 juta kelahiran setiap tahunnya. Angka kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Indonesia mencapai 6,2% menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 (Alfira et al., 2020). berdasarkan informasi dari BPS (Badan Pusat Statistik) Provinsi Jawa Tengah) proporsi bayi berat lahir rendah (BBLR). Pada tahun 2020, Jawa Tengah memiliki nilai sebesar 23.772, lebih tinggi dibandingkan persentase BBLR pada tahun 2021 sebesar 21.001. Sementara di Sragen terdapat 677 lebih sedikit bayi baru lahir dengan BBLR pada tahun 2020 dibandingkan pada tahun 2021, yaitu sebanyak 704 bayi. Ahli neonatologi Kolombia mengembangkan PMK, atau teknik pengobatan kanguru, untuk menghilangkan bayi tersebut. Dengan menciptakan keadaan dan lingkungan yang sebanding dengan kondisi di dalam rahim, pendekatan Kanguru mampu memenuhi kebutuhan dasar BBLR dan memberi mereka kesempatan untuk berhasil menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar rahim. Metode perawatan kanguru (PMK) atau Kangaroo Mother Care (KMC) telah terbukti meningkatkan ikatan ibu-bayi sekaligus menurunkan angka kematian, infeksi, pertumbuhan, dan menyusui. Tujuan: Di RS Restu Ibu Sragen, peneliti ingin mengetahui berapa lama Kangaroo Mother Care (KMC) berlangsung dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan fisik dan psikologis ibu dan bayi.Metode:  Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pre-post-test with control. dengan sosok itu. Terdapat 22 ibu dan bayi BBLR yang merespon. dengan teknik sampling insidental.Hasil: Lamanya waktu sebelum dan sesudah Kangaroo Mathe Care dilakukan berdampak pada psikologi ibu dan fisiologi bayi di SRIA estu Ibu Sagen. T, nilai Asymp.Sig (2 tailed) 0,000 0,05). Nilai Asymp.Sig (2 tailed) 0,000 0,05).Kesimpulan: Itu ada. Dampak jeda waktu dilakukannya Kanggaroo Mathe Care terhadap fisiologi bayi dan psikis ibu di SRIA estu, ibu Sagen
PIJAT OKSITOSIN DAN PIJAT ENDORPHIN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR IBU NIFAS Sri Karyati; Indanah Indanah; Heny Siswanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1718

Abstract

Perubahan peran sebagai ibu seringkali menyebabkan ibu nifas mengalami penurunan kualitas tidur.  Selain itu, stres paska persalinan, serta tuntutan untuk menyusui dan   memberikan perawatan pada bayi juga dapat memperburuk . Secara global, ibu nifas yang mengalami  kualitas tidur buruk sebanyak 87,5%. Pijat oksitoksin dan pijat endorfin merupakan upaya meningkatkan produksi prolaktin dan endorfin yang dapat meningkatkan relaksasi, sehingga diharapkan dapat memperbaiki kualitas tidur ibu. Ini adalah penelitian kuantitatif quasi eksperimen, dengan jumlah responden 12 orang ibu post partum. Hasil analisis dengan Wilcoxon Signed Rank Test terdapat perbaikan  kualitas tidur ibu nifas pada kelompok yang dilakukan pijat  Oksitosin (p = 0,027) maupun kelompok yang dilakukan pijat endorphin (p =0,022).  Hasil uji Mann Whitney, perbaikan Kualitas Tidur Ibu Nifas antara kelompok pijat endorphine dengan kelompok pijat endorphin tidak ada perbedaan yang bermakna (p = 0.127).
HUBUNGAN POSISI ELEVASI DENGAN TEKANAN INTRA KRANIAL PADA PASIEN CIDERA KEPALA SEDANG DI RSUD RAA SOEWONDO PATI Heny Siswanti; Sukarmin Sukarmin; Lailatul Maghfiroh
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i1.902

Abstract

Kecelakaanlalulintasmerupakanpenyebabcederakepalaserius yang menyebabkankematian dan kecacatanutama pada kelompokusiaproduktif. Cederakepalamerupakan salah satudaripenyebabkematian di negara berkembang. Setiappasiencederakepalamempunyaikemungkinanadanyapeningkatantekananintrakranial (TIK) yang dapatmenyebabkankematian. TekananIntrakranialadalahtekanan total yang didesak oleh otak, darah dan cairanserebrospinal di dalamkubahintrakranial. Peningkatan TIK merupakanpeningkatancairan cerebrospinal (CSS) lebihdari 15 mmHg. Positioning, elevasiatau head up kepalaringandari 15°-30° telahterbuktimengurangi TIK tanpaefekmerugikan yang signifikan pada cerebral perfussion pressure (CPP). Tujuan:Mengetahuihubunganposisielevasidengantekanan intrakranial pada pasienciderakepalasedang Di RSUD RAA SoewondoPatiTahun 2019. Metode:analitikkorelasi. teknik Purposive sampling. Data di analisadengan uji statistikChi square. Hasil:terdapathubungan posisielevasi dengan tekanan intra karanial pada pasienciderakepalasedang di RSUD RAA Soewondo Pati dengan nilai P Value 0,003 0,05
PROGRESIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) TERHADAP PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAH (KGD) PADA PASIEN DEABETES MELITUS (DM) Heny Siswanti; Ummi Kulsum
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i1.640

Abstract

Deabetes Melitus adalah kelompok penyakit metabolic yang dikarakteristikan dengan tingginya kadar glukosa dalam darah (Hiperglikemia) karena kelainan sekresi insulin, kelainan kerja insulin atau kombinasi keduanya, yang menyebabkan tingginya angka kematian di Indonesia. Progresif muscle relaxation merupakan salah satu terapi non farmakologis untuk merilekskan otot sehingga menyebabkan penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh terapi PMR terhadap perubahan kadar glukosa darah (KGD) pada pasien DM di Puskesmas Kalinyamatan Jepara. Dalam penelitian ini menggunakan desain pre experimental one group pretest-postest. Besar sampel adalah 32 responden yang masing – masing kelompok terdiri dari 16 responden. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Uji yang digunakan yaitu Uji T dan uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. P value = 0,000 (α0,05) yang berarti ada pengaruh terapi PMR terhadap kadar glukosa darah pada pasien DM di Puskesmas Kalinyamatan Jepara. Hasil penelitian ini  dapat menjadi masukan bagi tenaga kesehatan terutama di pukesmas Kalinyamatan Jepara untuk menjadikan PMR sebagai salah satu intervensi mandiri. Kata Kunci : Deabetes Melitus, kadar glukosa darah, terapi PMR.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA Anny Rosiana Masithoh; Heny Siswanti; Diah Ayu Puji Lestari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1668

Abstract

Latar Belakang: Terdapat banyak kendala yang muncul Saat proses megerjakan skripsi yang dihadapi mahasiswa, hal tersebutlah yang mengakibatkan mahasiswa mengalami gangguan kecemasan dikarenakan proses dalam penyusunan skripsi, Individu yang mengalami kecemasan memiliki tanda dan gejala diantaranya produktivitas menurun, selalu dan waspada, kontak mata buruk, Individu merasa gelisah dan menjadi insomnia (gangguan tidur), salah satu hal yang dapat membantu mahasiswa untuk menghadapi perasaan-perasaan negatif tersebut adalah dukungan sosial dari orang tua, dukungan orang tua memegang peranan yang penting untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi kesulitan-kesulitan dalam penyusunan tugas akhir atau skripsi. pada tanggal 20 0ktober 2021 di Universitas Muhammadiyah Kudus dengan 10 mahasiswa prodi S1 keperawatan tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi diperoleh permasalahan yaitu 8 dari 10 mahasiswa merasa cemas hingga tidur kurang nyenyak karena ada perasaan cemas, mahasiswa mengatakan semenjak mengerjakan skripsi jam tidur mulai berkurang yang awalnya sebelum mengerjakan skripsi bisa tidur pada jam 10.00 WIB malam tapi sekarang baru bisa tidur pada jam 01.00 WIB pagi tetapi terkadang sering terbangun tiba-tiba mahasiswa mengatakan jumlah jam tidurnya hanya 4 sampai 5 jam saja. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat kecemasan dan dukungan orang tua dengan kualitas tidur pada mahasiswa S1 keperawatan tingkat akhir yang sedang  menyusun skripsi di Universitas Muhammadiyah Kudus. Metode: Jenis penelitian analitik korelasional, penelitian ini dimulai dari pengambilan sampel dari populasi di Universitas Muhammadiyah Kudus Program Studi S1 Keperawatan yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi, kemudian ditentukan sampel dari populasi tersebut dengan tehnik pemilihan sampel menggunakan Random Sampling yakni dengan cara di acak dan didapatkan sampel yang diambil 36 responden, responden tersebut akan dikaji mengenai tingkat kecemasan dan dukungan orang tua dengan menghubungkan kualitas tidur pada mahasiswa S1 keperawatan tingkat akhir yang sedang  menyusun skripsi dengan cara menggunakan kuesioner, Kemudian data yang didapat akan diolah dengan bantuan komputerisasi dan diuji statistika menggunan Uji Spearman Rho. Hasil Penelitian: Sebagian besar tingkat kecemasan adalah kecemasan ringan sebanyak 16 orang (44.4%), Sebagian besar dukungan orang tua adalah mendukung sebanyak 21 orang (58.3%) dan sebagian besar kualitas tidur responden adalah baik sebanyak 21 orang (58.3%). Simpulan: Ada hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada mahasiswa S1 keperawatan tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi di Universitas Muhammadiyah Kudus dengan nilai p = 0,000 α 0,05, dan ada hubungan dukungan Orangtua dengan kualitas tidur pada mahasiswa S1 keperawatan tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi di Universitas Muhammadiyah Kudus dengan nilai p = 0,000 α 0,05
HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI DENGAN MOTIVASI SEMBUH PASIEN COVID-19 KASUS KONFIRMASI TANPA GEJALA DI PATI Heny Siswanti; Anny Rosiana Masithoh; Sri Karyati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1465

Abstract

Background: The results preliminary studies through observation and interviews, where 7 out of 10 Covid-19 sufferers who undergo quarantine said that the motivation to recover is very lacking because they feel embarrassed and afraid if they come home after recovering later. This shows that the patient feels that he or she does not maintain socializing so that the patient is exposed to Covid-19. The patient also said that the urge to recover was reduced due to the staff who did not provide counseling and the lack of invitation from health workers to carry out healing therapies such as sunbathing and taking vitamins. People think that this disease is contagious and kills so that sufferers of Covid-19 do not dare to go home, are afraid and ashamed in people's lives because they must be isolated. As many as 3 sufferers of Covid-19 stated that they would live better lives by maintaining health and distance from other people. Covid-19 sufferers say they always get support from their families via cellphones by communicating every day. Objective: To determine the relationship between self-acceptance with motivation to heal covid-19 patients case without symptoms confirmation at Hotel Kencana Pati. Method: This type of research is the analytical method of correlation with the cross sectional approach. The number of samples used was 49 respondents who were selected by consecutive sampling. To analyze the data using the Spearman rank test. Results: The results of the Spearman rank analysis test obtained a value of r count 0.765 (strong) and a value of ρ value of 0.000 less than 0.05, it can be concluded that there is a strong relationship between self-acceptance with motivation to heal covid-19 patients case without symptoms confirmation at Hotel Kencana Pati.
HUBUNGAN PELATIHAN DENGAN PROFESIONALISME KETERAMPILAN PERAWAT DALAM PROSES KEPERAWATAN DI RUANG PICU/NICU RSUD RA KARTINI KABUPATEN JEPARA Edi Wibowo Suwandi; Rusnoto Rusnoto; Muhammad Purnomo; Sri Karyati; Heny Siswanti; M. Octaviano Eka Mahendra
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i2.2280

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian bayi di Kabupaten Jepara terdapat 99 kasus kematian bayi pada tahun 2020, pelayanan keperawatan pada bayi dan anak harus sangat diperhatikan terutama di ruang intensif (PICU/NICU) yang memerlukan pelayanan keperawatan dengan gangguan penyakit serius, pelatihan menjadi faktor penting profesionalisme seorang perawat dalam pelayanan keperawatan pasien, di ruang PICU/NICU RSUD RA Kartini Kabupaten Jepara pada periode bulan desember 2021 didapat perawat yang mengikuti pelatihan profesionalisme keperawatan kurang dari 20 jam selama satu tahun sebanyak 19 perawat (63.3%), sedangkan yang mengikuti pelatihan profesionalisme keperawatan selama 20 jam atau lebih selama satu tahun sebanyak 11 responden (36.7%). Tujuan: Mengetahui hubungan pelatihan dengan profesionalisme keterampilan perawat dalam proses keperawatan di Ruang PICU/NICU RSUD RA Kartini Kabupaten Jepara. Metode: Jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Besar sampel 30 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner mengenai berapa lama (jam) pelatihan yang telah dijalani perawat selama satu tahun dibuktikan dengan sertifikat pelatihan serta lembar kuesioner profesionalisme keterampilan perawat tentang bagaimana keterampilan yang dilaksanakan perawat dalam proses keperawatan. Analisis data uji statistik Spearman Rho. Hasil Penelitian: Sebagian besar perawat memiliki pelatihan kurang baik yaitu sebanyak 17 responden (56,7%) dan sebagian besar profesionalisme keterampilan perawat dalam proses keperawatan baik yaitu sebanyak 19 responden (63,3%). Simpulan: Ada hubungan pelatihan dengan profesionalisme keterampilan perawat dalam proses keperawatan di ruang PICU/NICU RSUD RA Kartini Kabupaten Jepara dengan nilai p = 0,000 α 0,05.
Co-Authors Aditiya Puspanegara Afifah Nur Cahya Putri Ajeng Ana Zumrotun Nisak Anggita Sari, Devi Ani, Putri Anis Solikhah Annisa Yulianingrum Anny Rosiana Masithoh Anny Rosiana Masithoh Anny Rosiana Masithoh Arnika Dwi Asti Aryani Rosita Astuti, Delina Aziz, Muhammad Nur Bidara, Tanaya Trustha Budiono, Setiyo Desie Andriyani Desiyani Nani Devi Anggita Sari Dewi Hartinah Diah Ayu Puji Lestari Dian Heni Susanti Dwi ASTUTI Edi Wibowo Suwandi Edi Wibowo Suwandi Eva Untar Fuji Nurul Hidayah Futkhatin Nasikhah Hidayah, Fuji Nurul Ika Widyawati Ika Yuni Vera Indanah Iswatun Qasanah Karlina, Nonok Khasanah, Mufidatun Khasanah, Tia Meilana Uswatun Kriswidanarta, Arya Fabiano Kusumaningrum, Rafika Putri Ayu Lailatul Farikhah LAILATUL MAGHFIROH Lailatul Maghfiroh M. Octaviano Eka Mahendra Mardiana, Sri Siska Minggiwati, Nevi Misga, Nesdania Mohamad Khafidh Rio Irwansyah Muh Purnomo Muhamad Jauhar Muhammad Hasan Burhanudin Muhammad Khoirurosyid Muhammad Purnomo Muhammad Ridwanto Nafi'un Niam Nana Supriyatna Noor Hidayah Noor Hidayah Nugroho, Waluyo Budi Purbaningsih, Endah Sari Purnomo, Muh Putri Wulan Meilani R Rusnoto Rachmawati, Yuaninda Astri Ridwanto, Muhammad Rusnoto , R rusnoto rusnoto Rusnoto, R Safitri, Adinda Anisa Sari, Vera Zulfi Nofita Septiani Septiani shinta dwi kurnia Siti Haniyah Sri Karyati Srikaryati Subiwati Subiwati Sukarmin Sukarmin Sukarmin Sukarmin Sukarmin Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih, Sukesih Supardi Susanti, Dian Heni Tri Kurniati Umi Faridah Ummi Kulsum Vera Zulfi Nofita Sari Wahyu Dewi Asmara Yuli Susanti Yuli Susanti Yulianingrum, Annisa Yunus Mustaqim Zunia Khairunnisa