Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penguatan Sumber Daya Manusia dan Penataan Jalur Trekking Untuk Mendukung Pengembangan Wisata Tirta di Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana I Nyoman Meirejeki; I Gede N Suta Waisnawa; I Ketut Suarta; I Komang Mahayana Putra
Madaniya Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.548

Abstract

Dalam pengembangan pariwisata perlu memperhatikan potensi dan daya tarik wisata di desa yang bersangkutan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperdayakan potensi dan daya tarik wisata yang ada di desa Batuagung dalam mendukung pengembangan wisata Tirta melalui berbagai penguatan yang terkaitan dengan: penataan jalur trekking, pelatihan kuliner, pelatihan etika profesi dan dengan pendampingan manajemen. Metode pelaksanaannya terdiri atas: observasi dan diskusi pembuatan disain jalur trekking, papan petunjuk arah, serta memberikan pelatihan kuliner dan etika profesi. Berdasarkan observasi awal ada beberapa potensi dan daya tarik wisata di desa Batuagung yang belum ditangani dengan baik seperti: 1) puncak JR (Jumpa Remaja); 2) monumen perjuangan yang bersejarah; 3) pemandangan alam yang indah dan hijau; 4) Sungai Tukadaya dengan air yang bening dan bersih arus yang cukup deras dengan batu yang besar-besar; dan 5) kurangnya kualitas sumber daya manusia yang berkaitan dengan penyediaan dan pelayanaan produk wisata kuliner. Dalam pemberdayaan potensi dan daya tarik wisata yang ada di desa Batuagung yang dilakukan melalui berbagai penguatan, ada beberapa kegiatan yang dilakukan, meliputi: 1) rapat persiapan kelengkapan perjalanan seperti surat tugas, absensi, pembagian tugas dan jadwal yang disepakati untuk terjun kelapangan; 2) penataan jalur trekking, menentukan titik signage membuat dan memasang signage; 3) pelatihan etika profesi kepada pedagang dan pengelola pariwisata; dan 4) pelatihan kuliner dengan bahan baku lokal kepada pedagang dan ibu-ibu anggota PKK. Dengan adanya berbagai penguatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan popularitas wisata tirta serta meningkatkan pendapatan masyarakat Batuagung.
Analysis of guest satisfaction through the service quality of the Aloha department at Aloft Bali Seminyak Gede Aditya Gunawan; Budi Susanto; I Nyoman Meirejeki; Ida Ayu Ketut Sumawidari
Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality Vol. 5 No. 1 (2022): JASTH: Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/jasth.v5i1.30-40

Abstract

This research discusses the assessment of guest satisfaction through the service quality that is provided by the Aloha department at Aloft Bali Seminyak. This research aim is to identify if the guest expectations match with the guest experience (perception) regarding the service quality provided by the Aloha department at Aloft Bali Seminyak and to analyze the indicators needed to be maintained and improve to enhance the service quality of the Aloha department. The data used in this research are quantitative. The method of data collection was observation and questionnaire. The total of respondents used in this research is 80 respondents with the incidental sampling method. Data analysis techniques applied in this research are Service Quality (ServQual) and Importance-Performance Analysis which use Cartesian diagrams. The result of the research indicates 4 indicators resulting negative gap, 11 indicators resulting positive gap, and 1 indicator with zero gaps between guest perception and expectation. The importance-Performance analysis found 3 indicators on Quadrant A which the major weakness need improvement, those indicators are cleanliness of the lobby area, the ability of the Aloha talent to provide fast and precheck-ink & check out services, and recognition of the guest name by the Aloha talent. However, there are 4 indicators found on Quadrant B as a major strength of services and they need to be maintained to make guest satisfaction.
Management model of tourism village based green tourism through a holistic approach in Blimbingsari Tourism Village, Melaya District Jembrana Regency I Nyoman Meirejeki; I Ketut Suarta; I Komang Mahayana Putra; Anak Agung Putu Swabawa; Putu Dana Pariawan Salain
Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality Vol. 5 No. 2 (2022): JASTH: Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/jasth.v5i2.65-75

Abstract

This study aims to design a tourism village management model in empowering the potential of tourism attractions and communities based on green tourism in Blimbingsari Village by using a holistic approach effectively. Data collection using survey methods, interviews, and Focus Group Discussion with judgment sampling method. Data analysis used descriptive methods based on input from selected people such as village heads, hamlet heads, youth association leader, tourism awareness groups and tourism actors in Blimbingsari village. Based on the results of the analysis, it shows a tourism village management model based on green tourism with a holistic approach seen from two aspects. In general, the management model related to the management of personal and communal tourism products goes through two stages, namely: 1) determining the unit according to operational demands, 2) making fair policies and rules in creating stability in operations. From the component aspect, management is carried out by involving all stakeholders who contribute to the development of the Blimbingsari tourism village, namely: government, private sector, community and managers. A holistic approach is applied when making fair policies that can meet the interests of the village and tourism product providers in Blimbingsari village. Its application also involves all stakeholders, because it can help develop a comprehensive tourism village that can create an integrated tourism village. So that the tourism village management model through a holistic approach will be able to create harmony in the community and be able to maintain environmental sustainability in the context of green tourism.
Pendampingan Pengembangan Potensi Wisata dan Pelatihan Digital Marketing di Desa Aan, Klungkung Muhamad Nova; Sang Nyoman Bagus Satya Wira; I Made Budiasa; I Nyoman Meirejeki
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6732

Abstract

Desa Aan merupakan salah satu desa yang dinobatkan sebagai desa wisata di Kabupaten Klungkung, Bali. Namun, minimnya pengetahuan pihak desa dan pokdarwis terkait pengelolaan desa wisata, khususnya dalam pemetaan dan penyusunan paket wisata yang dapat menarik wisatawan, dan penggunaan media teknologi dalam penyebaran informasi terkait destinasi-destinasi wisata di desa Aan juga belum optimal menjadi kendala utama yang dihadapi oleh perangkat desa Aan dalam mengembangkan desa wisata. Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali, menawarkan dua solusi aplikatif yaitu (1) memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pengelola desa wisata Aan dalam pengembangan potensi wisata desa Aan, dan penyusunan paket wisata Desa Aan, dan (2) memberikan pelatihan digital marketing kepada para pengelola destinasi wisata di Desa Aan, khususnya penggunaan website dan media sosial. Dua solusi tersebut telah berhasil diaplikasikan dan menghasilkan rerata tingkat kepuasan mitra yang tinggi; dalam aspek persiapan sebesar sangat puas, dalam aspek pelaksanaan sebesar sangat puas, dalam aspek evaluasi sebesar puas. Hal ini menunjukkan tingkat kesesuaian antara masalah yang dihadapi oleh mitra dengan solusi yang diaplikasikan oleh tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Konsep Tri Hita Karana dan sapta pesona pada desa wisata Penglipuran Budiarta, I Putu; Meirejeki, I Nyoman; Putra Yudistira, Cokorda Gede; Kanca, I Nyoman; Arjana, I Wayan Basi
Kajian Pendidikan, Seni, Budaya, Sosial dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Yayasan Mitra Persada Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58881/kpsbsl.v1i1.5

Abstract

The aim of this research is to review the tourist village of Penglipuran based on the theory of tourist destination. Penglipuran village is famous as one of the tourist destinations in Bali because of its society, which still preserves its traditional culture in its daily lives. The architecture of buildings and land processing still follows the concept of Tri Hita Karana, the philosophy of Balinese society regarding the balance of relations between God, humans, and their environment. Penglipuran Village succeeded in building tourism that benefited all of their communities without losing their culture and traditions. Penglipuran Village is one of the traditional villages in Bali that still maintains local wisdom until now. One of the local wisdom in Penglipuran village is the arrangement of a community spatial pattern that takes the Tri Mandala concept by dividing the roots into three zones. They are the main zone, middle, and Nista. Customs, values of mutual cooperation and kinship, as well as the local wisdom of the local community are based on the concept of Tri Hita Karana. The research method that we use is a qualitative method and a quantitative method to find bright spots from the papers that we made. The findings show that the tourist village of Penglipuran has already met the criteria as a tourist village destination and also meets the concept of Tri Hita Karana.
MICE Management dan Ecoenzym Farmstay Serta Homestay di Desa Blimbingsari, Jembrana, Bali I Nyoman Meirejeki; Muhamad Nova; Anak Agung Ayu Ngurah Harmini; Wahyuning Dyah
Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 3 (2024): Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/mapnj.v7i3.7113

Abstract

Blimbingsari Village, located in Jembrana Regency, Bali, has great potential for tourism development. Supported by its community awareness, Blimbingsari village can realize real applications for implementing community-based tourism. As a tourist village, Blimbingsari Village has a unique cultural and natural background that makes it a cultural tourist attraction. However, the tourist attraction of Blimbingsari Village still needs to be improved, especially in managing conventions and events, as well as implementing the concept of green tourism by recycling organic household waste. Thus, the obstacle identified is the lack of optimal management of conventions and events at the Blimbingsari Festival and the processing of residual household organic waste. This service activity aims to provide knowledge to the public regarding the management of conventions and events and the processing of organic waste as ecoenzymes. The mothod used in this activity is community development. This service activity is carried out in the form of combining theory and direct practice activities. The results of this service activity show an increase in knowledge in managing conventions and events and processing organic waste as ecoenzymes. The community also gave a positive response to the implementation of training on managing conventions and events and making ecoenzymes with. Through this activity, it is hoped that the community can implement sustainable green tourism in order to preserve the nature and culture in Blimbingsari village. Keywords: Ecoenzym, Farmstay, Homestay, MICE Management Desa Blimbingsari yang terletak di Kabupaten Jembrana, Bali, menyimpan potensi besar untuk pengembangan pariwisata. Didukung oleh kesadaran masyarakat, desa Blimbingsari dapat mewujudkan aplikasi nyata atas implementasi pariwisata berbasis komunitas, yaitu komunitas pemerhati pariwisata hijau di desa Blimbingsari. Sebagai desa wisata, desa Blimbingsari memiliki keunikan latar belakang budaya dan alam yang menjadikannya sebagai atraksi wisata budaya. Namun, daya tarik wisata desa Blimbingsari masih perlu ditingkatkan, utamanya dalam pengelolaan konvensi dan acara, serta pengimplementasian konsep pariwata hijau dengan pendauran ulang sisa-sisa bahan organik limbah rumah tangga. Kendala yang teridentifikasi adalah belum optimalnya pengelolaan konvensi dan acara pada Blimbingsari Festival dan pengolahan sisa limbah bahan organik rumah tangga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait pengelolaan konvensi dan acara dan pengolahan limbah organik sebagai ecoenzym. Metode yang digunakan adalah community development. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan menggabungkan teori dan praktik langsung. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan konvensi dan acara dan pengolahan limbah organik sebagai ecoenzym. Respon positif juga diberikan oleh masyarakat terhadappelaksanaan pelatihan pengelolaan konvensi dan acara dan pembuatan ecoenzym dengan. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat menerapkan pariwisata hijau yang berkelanjutan guna menjaga kelestarian alam dan budaya yang ada di desa Blimbingsari. Kata kunci: Ecoenzym, Farmstay, Homestay, MICE Management
The role of digital promotion in enhancing hotel competitiveness in Bali’s tourism sector Kencanawati, Anak Agung Ayu Mirah; Meirejeki, I Nyoman; Supiatni , Ni Nyoman; Suarta, I Ketut
Journal of Commerce, Management, and Tourism Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Aug 2025
Publisher : YAYASAN MITRA PERSADA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58881/jcmts.v4i2.366

Abstract

- In the digital era, hotel businesses are increasingly adopting digital promotional strategies due to their cost-effectiveness, speed, and ability to reach wide and diverse audiences. This study explores the role of digital promotion in enhancing hotel competitiveness in Bali’s tourism sector. Specifically, it aims to (1) identify which digital marketing media are predominantly utilized by hotel marketing departments, and (2) assess the impact of these digital tools on hotel room sales. To achieve these objectives, the research employs a qualitative descriptive method supported by data collection techniques such as observation, documentation, and interviews with marketing personnel across selected hotels in Bali. The analytical framework is based on digital promotion indicators, namely social media marketing, online advertising, official websites, and digital-based personal selling. The findings reveal that social media platforms—particularly Instagram—are the most dominant digital promotion tools used by hotels. Their visual-centric nature and real-time interaction features are highly effective in engaging potential tourists, especially among younger demographics. Additionally, websites integrated with booking engines and online advertising strategies also contribute significantly to driving direct bookings and enhancing consumer trust. The analysis further indicates a positive correlation between active digital promotion efforts and increased room occupancy rates. Hotels that consistently invest in curated digital content, interactive campaigns, and influencer collaborations have experienced notable growth in customer reach and booking conversions. In conclusion, digital promotion has become an essential marketing strategy for hotels in Bali. Its strategic use not only enhances visibility and brand awareness but also drives measurable improvements in room sales. Continued adaptation to emerging digital trends is recommended to maintain competitiveness in the evolving tourism landscape.
PELATIHAN PEMANDU WISATA DAN KULINER TRADISIONAL DI DESA WISATA BATUAGUNG Meirejeki, I Nyoman; Suarta, I Ketut; Putra, I Komang Mahayana; Solihin, Solihin; Budiarta, I Putu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34727

Abstract

Desa Batuagung, berlokasi di pusat Kota Negara, dekat jalan provinsi penghubung Denpasar dan Gilimanuk, menjadikan desa ini mudah diakses oleh para wisatawan. Kemudahan akses ini membuka gerbang bagi pengunjung untuk menjelajahi berbagai objek wisata yang memikat di Desa Batuagung. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan, untuk membantu para pengelola desa wisata, dalam mengembangkan potensi wisata di desa mereka. Berdasarkan kesepakatan dengan tokoh masyarakat, kegiatan prioritas yang akan dilakukan adalah, melatih para pemandu wisata dalam memandu wisatawan yang berkunjung, membuat buku saku. Bagi ibu-ibu, diberikan pelatihan dalam membuat kuliner tradisional yang memanfaatkan produk pertanian desa setempat. Pelatihan secara resmi dibuka oleh Bapak Kepala Desa. diikuti oleh 10 orang pemandu wisata dan 10 orang Ibu PKK dan para pedagang. Pendekatan pelatihan dalam kegiatan ini dilakukan dengan tiga langkah: Pertama, instruktur memberikan materi pelatihan kepada para peserta. Kedua, instruktur akan memberikan penjelasan singkat untuk membantu memahami materi. Tahap akhir, peserta diminta untuk mempraktekan materi yang telah diberikan. Dari Pelatihan yan dilakukan peserta pelatihan sangat puas terhadap pelatihan yang dilakukan. Hasil nyata dari pelatihan ini adalah buku saku dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebanyak 17 buku dan 5 jenis kuliner tradisional yang siap dijual kepada para pengunjung