Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Basicedu

Pengembangan Media Pembelajaran Maket Rangkaian Listrik Sederhana Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar Rahman, Jamas Fatkhur; Setiani, Rahyu
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8199

Abstract

Siswa pada jenjang SD memiliki tantangan tersendiri dalam mempelajari materi mata pelajaran IPA. Materi rangkaian listrik sederhana memerlukan media pembelajaran yang dapat memvisualisasikan pembelajaran dengan baik, salah satunya yaitu media maket sebagai media yang tepat untuk mengaplikasikan konsep rangkaian listrik sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan, menguji kevalidan, kepraktisan dan keefektifan media pembelajaran maket rangkaian listrik sederhana. Metode penelitian menggunakan R&D (Research and Development) dengan model ADDIE. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti mengenai kevalidan produk dari ahli materi mendapatkan skor rata-rata 4,8 pada kriteria “sangat valid” dan ahli media memperoleh skor rata-rata 4,5 pada kriteria “sangat valid”. Uji coba lapangan dilaksanakan berdasarkan hasil observasi guru pada uji skala kecil mencapai skor 4,8 dengan kriteria “sangat praktis” dan pada uji coba skala besar memperoleh skor 4,8 dengan kriteria “sangat praktis”. Hasil N-Gain pada uji coba skala kecil sebesar 0,73 dengan kategori efektivitas “tinggi” sedangkan uji coba skala besar memperoleh 0,72 dengan kategori “tinggi”. Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti bahwa produk yang dihasilkan dari pengembangan ini sangat baik sehingga dapat digunakan pada siswa kelas VI SDN 1 Keboireng Kabupaten Tulungagung
Analisis Nilai Karakter Religius Sila Ke-Satu Pancasila Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Fadila, Shela; Setiani, Rahyu
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8201

Abstract

Pancasila sebagai pedoman hidup pembentuk karakter bangsa serta pembentukan karakter dan nilai-nilai kebangsaan Pancasila berdampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsiskan dan juga menganalisis nilai karakter religius sila ke-satu Pancasila siswa kelas IV SDN 2 Mirigambar. Pendekatan kualitatif deskriptif yaitu dengan datang langsung dan mendeskripsikan kegiatan yang terjadi. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian dari analisis nilai karakter religius meliputi empat indikator yaitu 1) berdoa sebelum pembelajaran dan berdoa sesudah pembelajaran, 2) sholat dhuha berjamaah, 3) pembacaan surat yasin, 4) kegiatan hari besar keagamaan (Pondok Ramadhan). Berdasarkan indikator tersebut menunjukkan hasil bahwa terdapat beberapa siswa yang belum memenuhi indikator nilai karakter religius. Beberapa siswa tersebut adalah siswa (APM, NOK, QAM) telah melaksanakan empat indikator nilai karakter religius dan siswa (NAZ, YAP, AKW, VIAW) belum memenuhi pelaksanaan nilai karakter religius karena sering melamun, sering diam (karena belum sarapan), menjahili temannya, asik berbicara sendiri, dan kurang fokus dalam mengikuti kegiatan. Simpulan dari penelitian yaitu dari keempat indikator masih terdapat siswa yang mengalami beberapa permasalahan seperti kurang fokus, jahil kepada temannya, asik bercanda, melamun dan berbicara sendiri
Instrumen Asesmen Kreativitas IPA pada Kurikulum Merdeka Bab Wujud Zat dan Perubahannya Kelas IV Sekolah Dasar Setiani, Rahyu; Syafi'ah, Rohmatus; Afifah, Dian Septi Nur; Sari, Eka Yuliana; Dwikoranto, Dwikoranto
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8473

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir keratif, dan ketidaktersediaan instrumen asesmen untuk mengukur kreativitas IPA kelas IV SD melatarbelakangi penelitian ini. Tujuannya adalah menghsilkan instrumen kreativitas yang valid dan dapat digunakan dalam pembalajaran. Instrumen disusun melalui tahapan pendefinisian, desain, dan pengembangan, dengan menggunakan lembar kuesioner validasi untuk pengumpulan data. Data dari hasil validasi kemudian dianalisis secara kuantitatif deskriptif dengan membandingkan dengan tabel kriteria kevalidan yang telah ditetapkan. Hasilnya, instrumen asesmen kreativitas telah dirancang sebagai tes kemampuan berpikir kreatif dengan soal uraian. Penilaian terhadap aspek materi, konstruksi, dan Bahasa menunjukkan rerata skor masing-masing 4,53; 4,61; dan 4,66, kategori yang menunjukkan kevalidan yang sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen dapat digunakan dalam konteks pembelajaran untuk mengukur kreativitas siswa secara efektif. Peningkatan pengembangan instrumen penilaian kreativitas untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif pada mata pelajaran IPA kelas IV SD yang sebelumnya masih kurang merupakan dampak dari penelitian ini. Disarankan untuk pengembangan selanjutnya instrument asesmen kreativitas bukan hanya berupa soal tes tetapi juga dilengkapi dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang bukan hanya dapat mengukur kemampuan berpikir kreatif, namun juga dapat mengukur proses dan produk kreatifnya.
Pengembangan “Magic Box” Siklus Air pada Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Maharani, Putri Cahaya; Setiani, Rahyu
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i5.10537

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mendekripsikan proses pengembangan, kevalidan dan kepraktisan Magic Box siklus air pada model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Media Magic Box berisikan maket siklus air, materi, teka-teki silang, audio permasalahan dan nomor permasalahan. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas 5 dengan lokasi di SD Negeri 7 Kampungdalem. Pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Menggunakan teknik analisis data deskriptif. Pengembangan Magic Box dilakukan dalam 5 tahapan yaitu analisis (analisis kebutuhan dan kinerja), desain (desain magic box), pengembangan (validasi ahli), implementasi (uji coba produk), dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukan Magic Box siklus air memperoleh presentase kevalidan media 96,36% dan kevalidan materi 96,60% dengan kategori “sangat valid”. Kepraktisan berdasarkan observasi pembelajaran memperoleh presentase 99,3%, dan respon peserta didik memperoleh presentase 89,8%, dengan kategori “sangat praktis”. Hasil penelitian menunjukan bahwa media Magic Box sangat valid dan sangat praktis digunakan dalam pembelajaran tentang siklus air
Karakter Disiplin Peserta Didik pada Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Media Wordwall Kearifan Lokal Yunaeni, Herlin Samrotul; Setiani, Rahyu
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i5.10545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter disiplin peserta didik pada model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan media Wordwall materi kearifan lokal kelas VI SD Negeri 7 Kampungdalem Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan karakter disiplin peserta didik pada pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan media Wordwall kearifan lokal melalui indikator: (1) Tepat waktu, FAZ dan ME menujukan selalu tepat waktu, GSD menunjukkan datang terlambat (2) Membiasakan mengikuti aturan, FAZ dan ME menjaga ketertiban serta mengikuti aturan diskusi dan penugasan, sedangkan GSD patuh pada aturan penugasan (3) Tertib berpakaian, FAZ dan ME selalu rapi dengan seragam lengkap, sementara GSD mengenakan seragam sesuai jadwal dengan atribut tidak lengkap dan (4) Menggunakan fasilitas dengan baik, FAZ, ME, dan GSD menggunakan Wordwall untuk penugasan, mematikan kipas, dan merapikan tempat duduk setelah pembelajaran. Karakter disiplin peserta didik beragam dengan sebagian besar peserta didik telah menunjukan disiplin dalam proses pembelajaran
Pengembangan Media Permainan Ludo Materi Tata Surya pada Model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) Prasetiyo, Gangga Yoyok; Setiani, Rahyu
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10590

Abstract

Permainan dapat meningkatkan hasil belajar seseorang dalam aktivitasnya, sehingga permainan juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat permainan ludo yang dapat membantu peserta didik di kelas VI SDN 1 Trenceng mempelajari materi sistem tata surya. Melalui pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis validitas dan analisis kepraktisan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media permainan ludo layak diterapkan dalam proses pembelajaran karena memenuhi standar sesuai dengan kriteria validitas dan kepraktisan. Dalam pengembangan, media permainan ludo memperoleh skor validitas rata-rata 4,75 yang dikategorikan sebagai “sangat valid” untuk materi dan 4,67 untuk media yang dikategorikan sebagai “sangat valid”. Penilaian kelayakan berdasarkan pengamatan pembelajaran yang dilakukan secara keseluruhan pada pertemuan pertama dan kedua memperoleh skor rata-rata 4,65 yang dikategorikan sebagai “sangat layak”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi permainan ludo sistem tata surya yang digunakan dengan model pembelajaran TGT layak digunakan dalam pembelajaran