Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Intizar

Pelaksanaan Mediasi dalam Sistem Peradilan Agama (Kajian Implementasi Mediasi dalam Penyelesaian Perkara di Pengadilan Agama Kelas I A Palembang) Rina Antasari
Intizar Vol 19 No 1 (2013): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini akan membahas tentang kebijakan peraturan tentang mediasi di agama pengadilan dan cara penyelesaian sengketa melalui mediasi dan pelaksanaan mediasi dalam kasus pengadilan di Pengadilan Agama Kelas I A Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Dari penelitian ini diketahui bahwa latar belakang aturan kebijakan mediasi di Pengadilan Agama adalah (a) manfaat yang bisa diperoleh jika mediasi digunakan sebagai alat dalam penyelesaian sengketa, yaitu proses mediasi bisa mengatasi masalah akumulasi materi, proses mediasi dipandang sebagai sarana penyelesaian sengketa yang lebih cepat dan lebih murah daripada proses litigasi, penegakan mediasi dapat memperluas akses bagi semua pihak untuk memperoleh rasa keadilan, (b) penyediaan upaya perdamaian mereka dalam undang-undang. (c) masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang suka damai. Pelaksanaan proses mediasi di pengadilan agama dilakukan dengan dua cara, yaitu mediasi litigasi awal, dan mediasi lebih litigasi.This article will discuss about regulatory policy on mediation in religious courts way dispute resolution through mediation according to Islamic law and implementation of mediation in settlement court cases in Religious Courts Class I A Palembang. This research is qualitative research Source of data used is primary data and secondary data primary. Data derived from field and secondary data consisted of a literature study. From this research note Background to the policy rules on mediation in the Religious Courts is (a) the benefits to be gained if mediation used as a means in the settlement of disputes, namely the mediation process could overcome the problem of accumulation of matter, the mediation process is viewed as a means of dispute resolution that is faster and cheaper than the litigation process, enforcement of mediation can expand access for all parties to gain a sense of justice, (b) provision their peace efforts in legislation. (c) Indonesian society is a society that likes peace. Implementation of the mediation process in the religious court done in two ways, namely mediation initial litigation, and mediation over litigation.
Peran Perempuan dalam Perencanaan Keluarga Responsif Gender Berbasis Agama di Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin Rina Antasari
Intizar Vol 22 No 2 (2016): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v22i2.942

Abstract

Tulisan ini judul “Peran Perempuan Dalam Perencanaan Keluarga Responsif Gender Berbasis Agama Di Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin”. Diawali dari hasil observasi dan pemikiran tentang perlunya dilakukan pengkajian lebih mendalam tentang hukum keluarga dalam kaitannya dengan hubungan relasi gender dalam keluarga pada masyarakat Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sungai Lilin. Agar tujuan PAR tercapai yakni: (1) agar terwujudnya keluarga yang responsive gender yakni keluarga yang telah memperhatikan kebutuhan keluarga tanpa adanya diskriminasi, (2) adanya perubahan dan perilaku/tindakan sosial langsung yang bermula dari keluarga, (3) penambahan pengetahuan mengenai situasi keluarga yang responsif gender yang terencana dan penambahan kemampuan bagi dampingan untuk mengubah situasi mereka mewujudkan keluarga yang responsif gender berbasis agama, maka program aksi riset ini dilakukan dengan menggunakan strategi dan langkah-langkah PAR. Sebagaian kecil warga dampingan sudah mulai menerapkan pengetahuan mengenai perencanaan keluarga responsif gender berbasis agama dalam keluarga mereka terutama melalui peran isteri bersama suami.This paper entitled "The Role of Women in Responsive Gender of Family Planning Based on Religion in Mulyo Rejo Village Sungai Lilin Musi Banyuasin". Starting from the observation and thought about the need to do much broader about family law in relation to gender relationships within the family in society of Mulyo Rejo village in Sungai Lilin. For the purpose of PAR achieved as follows: (1) for the realization of the family that has responsive gender, i.e families who have noticed the family's needs without discrimination, (2) the changes and behavioral / social action directly originate from the family, (3) the addition of knowledge concerning the family situation on responsive gender planned and the addition of capabilities for assistance to change their situation embodies responsive gender in family based on religion, then the action program of research is done by using strategies and measures PAR. Small part of residents has started to apply knowledge of responsive in family planning based on religion in their families, especially through the role of the wife with her husband.
RETRACTED: Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang dalam Perspektif Global dan Islam di Provinsi Sumatera Selatan Rr Rina Antasari
Intizar Vol 24 No 1 (2018): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v24i1.2184

Abstract

This paper has been found to be in Kafa’ah: Journal of Gender Studies, Vol. 8, No. 1 (Juni 2018), pp. 53-70, DOI: http://dx.doi.org/10.15548/jk.v1i1.198, entitled "PENANGANAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DALAM PERSPEKTIF GLOBAL DAN ISLAM DI PROVINSI SUMATERA SELATAN" The document and its content has been removed from Intizar, and reasonable effort should be made to remove all references to this article.
Penyelesaian Kasus Catcalling Menggunakan Cara Restoratif Justice Perspektif Asas Kepastian, Keadilan dan Kemanfaatan Hukum serta Hukum Islam Mufakkar, Sayyidina; Antasari, Rr Rina
Intizar Vol 29 No 2 (2023): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v29i2.20375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelesaian kasus catcalling menggunakan cara restoratif justice perspektif hukum. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan normatif. Penelitian ini menemukan bahwa menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2001, penyelesaian tindak pidana dengan yang tidak meninbulkan keresahan dan atau penolakan dari masyarakat, tidak berdampak konfik sosial, tidak berpotensi memecah belah bangsa, tidak bersifat radikalisme dan separatism dan bukan pelaku pengulangan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan sera bukan tindak pidana terorisme, tindak pidana terhadap keamanan Negara, tindak pidana korupsi maupun tindak pidana terhadap nyawa orang dapar diselesaikan dengan cara restorative justice. Akan tetapi dengan pendekatan asas kepastian, keadilan dan kemanfaatan, maka jika kasus catcalling di selesaikan dengan cara restorative justice maka ketiga unsur tersebut sulit untuk ditegakkan. Selain itu penyelesaian tersebut terkesan hanya memberikan peluang bebas bagi pelaku, sementara korban yang telah mengalami kerugian immaterial dan menderita trauma kecil kurang mendapat perhatian.