p-Index From 2021 - 2026
4.309
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Model Metric untuk Mengukur Fleksibilitas Model Proses Bisnis Pamungkas, Endang Wahyu; Sinaga, Fernandes; Rochimah, Siti
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 1 No 2: Oktober 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.471 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201412113

Abstract

Abstrak Organisasi bisnis dunia saat ini banyak memanfaatkan sistem informasi digital untuk memberikan pemahaman mengenai manajemen proses bisnis yang mereka jalani. Pemanfaatan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan contoh teknologi dalam manajemen proses bisnis. Melalui sistem ini perusahaan dapat membangun dan mengembangkan proses bisnis. Selain itu, perusahaan juga dapat menyesuaikan proses bisnis secara cepat terhadap perubahan yang terjadi seiring bertambahnya kebutuhan dan informasi, berubahnya kondisi pasar, atau perubahan kebijakan. Sehubungan dengan perubahan proses bisnis yang sering terjadi, maka aspek fleksibilitas terhadap model proses yang dibangun harus ditingkatkan. Dalam mendukung peningkatan fleksibilitas tersebut tentunya dibutuhkan sebuah model untuk mengukur tingkat flesibelitas model proses bisnis. Model tersebut yang kemudian dapat digunakan oleh analis untuk melakukan perbandingan sehingga dapat diperoleh model proses bisnis yang paling fleksibel dan cocok dengan perusahaan. Hal ini dapat dianalisa dengan melibatkan aspek-aspek fleksibel yang telah diteliti pada penelitian-penelitian sebelumnya. Dalam paper ini akan dilakukan penelitian mengenai aspek fleksibitas dalam model proses bisnis untuk menghasilkan model metric yang dapat melakukan kuantifikasi tingkat fleksibilitas pada model proses bisnis. Model metric yang dihasilkan pada penelitian ini mampu melakukan perhitungan fleksibelitas pada model proses bisnis secara kuantitatif. Kata kunci: ERP, fleksibilitas, metadata, model metric, model proses bisnis, variasi Abstract Recently, business organizations in the world are making use of digital information systems to provide an understanding of the business process management in which they live. Utilization of Enterprise Resource Planning (ERP) system is an example of technology in business process management. Through this system, some companies can build and develop business process and can quickly adjust it to changes that occur with increasing needs and information, changing market conditions, or changes in policy towards the business process. According to changes in business process that frequently occur, then the flexibility aspect of the process models are built to be upgraded. This is because the process model can early describe the business process that run. So that the process model must have a high value of flexibility to deal with changes that happen. It can be analyzed with the involvement of the flexible aspects that have been investigated in previous studies. In this paper, we will do research on the flexibility of business process model to produce a model of metrics that can quantify the level of flexibility in business process models.Metric models in this study were able to perform calculations on the flexibility of business process models quantitatively. Keywords: business process model, ERP, flexibility, metadata, model metric, variation
Evaluasi Kombinasi Hipernin dan Sinonim untuk Klasifikasi Kebutuhan Non-Functional Berbasis ISO/IEC 25010 Hakim, Lukman; Rochimah, Siti; Fatichah, Chastine
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 5: Oktober 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2870.836 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.2019651422

Abstract

Kebutuhan non-fungsional dianggap mampu mendukung keberhasilan pengembangan perangkat lunak. Namun, kebutuhan non-fungsional sering diabaikan selama proses pengembangan perangkat lunak. Hal ini dikarenakan kebutuhan non-fungsional sering tercampur dengan kebutuhan fungsional. Disamping itu, standar kualitas yang beragam menyebabkan kebingungan dalam menentukan aspek kualitas. Pendekataan yang ada menggunakan ISO/IEC 9126 sebagai referensi untuk mengukur aspek kualitas. ISO/IEC 9126 merupakan standar lama yang dirilis pada tahun 2001. Peneliti sebelumnya mengungkapkan ambiguitas dalam enam sub-atribut pada struktur hirarkis ISO/IEC 9126. Hal ini menimbulkan keraguan serius tentang validitas standar secara keseluruhan. Oleh karena itu, standar kualitas yang digunakan sebagai referensi untuk mengukur aspek kualitas pada penelitian ini adalah ISO/IEC 25010. Selain itu, penelitian ini juga mengusulkan suatu sistem untuk mengidentifikasi aspek kualitas kebutuhan non-fungsional dengan menggunakan 1 level hipernim dan 20 sinonim yang disebut skenario 1. Skenario ini akan dibandingkan dengan 2 level hipernim dan 9 sinonim pada masing-masing sinonim yang disebut skenario 2. Kedua skenario tersebut akan menghasilkan dua data latih berbeda. Kedua data latih tersebut akan dibandingkan menggunakan dua model pengujian yaitu berdasarkan ground truth pakar dan sistem dengan menggunakan metode klasifikasi KNN dan SVM. Hasil pengujian menunjukkan skenario 1 terbukti memberikan nilai lebih baik dibandingkan skenario 2 pada kedua model pengujian, dimana nilai precision dari ground truth pakar, KNN, dan SVM masing-masing 49.3%, 81.0%, dan 74.6%.Abstract Non-Functional requirements are considered capable of supporting the success of software development. However, non-functional requirements are often ignored during the software development process. This is because the quality aspects of non-functional requirements are often mixed with functional requirements. in addition, the number of diverse quality standards causes confusion in determining quality aspects. The existing approach uses ISO / IEC 9126 as a reference to measure quality aspects. ISO / IEC 9126 is an old standard released in 2001. Previous researchers revealed ambiguity in six sub-attributes on the hierarchical structure of ISO / IEC 9126. This raises serious doubts about the validity of the overall standard. Therefore, the quality standard used as a reference to measure the quality aspects of this study is ISO / IEC 25010. In addition, this study also proposes a system to identify aspects of the quality of non-functional requirements using 1 hypernym level and 20 synonyms called scenario 1. This scenario will be compared with 2 hypernym levels and 9 synonyms in each synonym called scenario 2. Both scenarios will produce two different training data. The two training data will be compared using two testing models ie based on expert ground truth and systems using the KNN and SVM classification methods. The test results showed scenario 1 is proven to provide a better value than scenario 2 in both testing models, where the precision values of expert ground truth, KNN, and SVM  respectively 49.3%, 81.0%, and 74.6%.
Software similarity measurements using UML diagrams: A systematic literature review Triandini, Evi; Fauzan, Reza; Siahaan, Daniel O.; Rochimah, Siti; Suardika, I Gede; Karolita, Devi
Register: Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi Vol 8 No 1 (2022): January
Publisher : Information Systems - Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/register.v8i1.2248

Abstract

Every piece of software uses a model to derive its operational, auxiliary, and functional procedures. Unified Modeling Language (UML) is a standard displaying language for determining, recording, and building a software product. Several algorithms have been used by researchers to measure similarities between UML artifacts. However, there no literature studies have considered measurements of UML diagram similarities. This paper presents the results of a systematic literature review concerning similarity measurements between the UML diagrams of different software products. The study reviews and identifies similarity measurements of UML artifacts, with class diagram, sequence diagram, statechart diagram, and use case diagram being UML diagrams that are widely used as research objects for measuring similarity. Measuring similarity enables resolution of the problem domains of software reuse, similarity measurement, and clone detection. The instruments used to measure similarity are semantic and structural similarity. The findings indicate opportunities for future research regarding calculating other UML diagrams, compiling calculation information for each diagram, adapting semantic and structural similarity calculation methods, determining the best weight for each item in the diagram, testing novel proposed methods, and building or finding good datasets for use as testing material.
Correlation Analysis of ISO 25010 Modularity, CK Metrics, and Architecture Smells Alirridlo, Maulana; Tahara, Enrico Almer; Rochimah, Siti
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 9 No 6 (2025): December 2025
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29207/resti.v9i6.6825

Abstract

Open-source software projects face increasing challenges in maintaining design quality as they evolve, often resulting in technical debt accumulation and reduced maintainability. This study explores the relationship between software modularity, measured using ISO/IEC 25010 quality attributes, Chidamber and Kemerer (CK) object-oriented metrics, and architectural smells (AS) in Java-based open-source software. Six Java-based open-source projects were strategically selected based on varying complexity levels (ranging from 6-994 classes) and different application domains to ensure comprehensive analysis coverage using DesigniteJava to extract AS, CK metrics, and modularity indicators. Correlation analyses showed that architectural smells such as Cyclic Dependency, Ambiguous Interface, and God Component are strongly correlated with CK metrics like Weighted Methods per Class, Depth of Inheritance Tree, and Number of Children. These CK metrics also exhibited strong positive correlations with Cyclomatic Complexity, indicating that structurally complex components also tend to have more complex control logic. Dense Structure was found to negatively correlate with Coupling of Components Conformance, suggesting its effect on modularity compliance. On the other hand, smells like Feature Concentration and Scattered Functionality showed weak or inconsistent correlations with these metrics. The findings highlight the importance of addressing specific architectural smells to improve modularity and software quality.
Measuring the Quality of the Development Process Academic System with E-GQM Method Sarwosri, -; Nisa, Maidina Choirun; Rochimah, Siti; Akbar, Rizky Januar; Yuhana, Umi Laili
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/joiv.5.1.424

Abstract

In a software development project, aspects of software quality are fundamental; all stakeholders expect high-quality software. To ensure the quality of software products, it is necessary to ensure the software quality process. A software process is essential to be assessed from their quality. In the software development process, the developer needs guidance in carrying out every aspect of it. The goals to achieve and the procedure to measure for each aspect's goals performance must be determined. One method that can be used is the Extended Goal Question Metric method. This method determines what aspects must be achieved for each development process. A few goals to measure are defined for each aspect. For each goal, one or more goals determine one or more relevant questions. For each question, an appropriate metric is  determined. The next step is mapping between G to Q and Q to M. The measurement was conducted by calculating the goal value obtained from the metric calculation. From this metric, each goal's value could be obtained, whether it is achieved or not. The tests were carried out on the software process to develop the academic Directorate of Technology and Information System Development of Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Indonesia. Each goal's value exceeded 0.51 (for a scale of 0-1), which achieved the Software development process's quality. The total average score was 0.889.
Enhancing User Experience through UI Redesign Using the UEQ+ Method Setiawan, Wahyu Fajar; Amirullah, Afif; Rochimah, Siti
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 9, No 6 (2025)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.9.6.3596

Abstract

This research redesigned the User Interface (UI) of the XYZ e-wallet application, applying the User Experience Questionnaire Plus (UEQ+) testing method within the Design Thinking framework. This research contributes to the field by addressing the absence of comprehensive UI/UX evaluation in financial technology applications through an iterative design methodology. Initial UEQ+ assessment utilizing nine user experience questionnaire scales revealed significant usability issues, with intuitive use scoring 2.32 and clarity scoring 2.60, indicating substantial potential for improvement. The five stages of Design Thinking (Empathize, Define, Ideate, Prototype, Test) were systematically applied to solve the identified problems. Interactive prototyping in Figma facilitated real user testing of critical features, including the homepage, QRIS Payment, and History & Transfer notify. Post-redesign, there were significant increases in intuitive use (from 2.34 to 3.91; 67.1%), clarity (from 2.90 to 4.33; 49.3%), efficiency (from 3.25 to 4.44; 36.6%), trust metrics (from 3.41 to 4.51; 32.3%), and content quality (from 3.07 to 4.34; 41.4%). The statistical validation yielded a Cronbach’s Alpha of 0.965, indicating excellent reliability of the measurement. The high relationship among the factors (0.313-0.960) reflects a broad improvement. This study introduces the first empirically validated model that combines UEQ+ evaluation with Design Thinking for e-wallet applications, offering evidence-based UI/UX design guidelines for fintech, particularly valuable for Indonesian and similar developing markets where trust critically affects adoption.
QuickASP: PEMBANGKIT KODE PROGRAM ASP UNTUK APLIKASI BASIS DATA BERBASIS WEB Imam Kuswardayan; Rahmi Ika Noviana; Siti Rochimah
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 6, No 1 Januari 2007
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.431 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v6i1.a183

Abstract

Dalam pembuatan sistem aplikasi basis data berbasis web, perancangan antarmuka pengguna (presentation layer) dan lapisan bisnis (bussiness layer) merupakan tahap yang dilalui setelah pemahaman terhadap kebutuhan pengguna sistem. Adanya pola atau keteraturan dalam implementasi tahap ini menyebabkan pengembangan sistem akan lebih efisien jika menggunakan suatu aplikasi yang dapat menghasilkan kerangka dasar aplikasi web dengan cepat untuk kedua lapisan tersebut dan bahkan beserta kode programnya. Pada penelitian ini telah diimplementasikan suatu perangkat lunak yang selanjutnya disebut QuickASP. QuickASP membangkitkan kode ASP untuk membangun  homepage otomatis. Untuk membangkitkan kode ASP, QuickASP membutuhkan komponen berupa basis data dan file Cascading Style Sheets (CSS). Proses awal yang dilakukan QuickASP dalam membangkitkan kode program ASP adalah membaca informasi basis data berupa tabel-tabel, nama field dan tipe data. Setelah itu QuickASP akan membangkitkan file-file ASP beserta file-file pendukungnya berdasarkan hasil pengaturan tampilan halaman web yang dilakukan oleh pengguna.Uji coba QuickASP dilakukan pada tiga jenis basis data yaitu Microsoft Access, Microsoft SQL Server, dan Oracle. Dari hasil uji coba tersebut, QuickASP terbukti dapat membangkitkan homepage otomatis beserta fungsi–fungsi yang disediakan untuk modifikasi record dan fungsi navigasi.Kata kunci: QuickASP, file cascading style sheets, kode program ASP.
PERANGKAT LUNAK ANTAR MUKA GRAFIS SCHEMA DAN CUBE EDITOR MS ANALYSIS SERVICE BERBASIS WEB Faizal Johan; Widyanti Kartika; Siti Rochimah
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 6, No 1 Januari 2007
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.243 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v6i1.a184

Abstract

Aplikasi Web telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan lagi dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan meningkatnya teknologi internet membuat seorang administrator tidak perlu berada didepan komputer server untuk dapat melakukan pekerjaan administratif seperti membuat analisis proses secara online dari sebuah schema database untuk dibuat schema cube (data warehousing) dan melakukan perubahan pada schema yang sudah dibuat.Untuk dapat melakukan hal tersebut SQL Server 7.0 maupun SQL Server 2000 telah menyediakan fasilitas pengaksesan tabel dimensi, cube, relasi dan koneksi database dalam Analysis Manager menggunakan DSO (Decision Support Object) library component MS OLAP. Dengan adanya DSO connection, seorang administrator dapat memanipulasi schema, tabel, cube, dimension, relasi suatu schema cube dari database SQL Server secara langsung dengan menggunakan bahasa pemrograman yang mendukung, seperti MS Visual Basic, VBScript, MS Visual C++, MS.Net. Dalam penelitian ini dibuat aplikasi berbasis web yang merupakan tahap awal dari OLAP (Online Analytical Processing) suatu schema database dengan menggunakan SQL Analysis Service, Analysis Manager yang memungkinkan seorang administrator database untuk dapat melakukan pekerjaan administratif khususnya membuat schema dan cube (fact table) dari database yang dianalisis, membuat dan mengedit dimensi, dimana saja tanpa harus berada di komputer server. Kata Kunci : DSO, Cube, Measure,GUI, dimensi, fact table, ADO MD, SQL DMO, OLAP.
PENERAPAN REKAYASA ULANG ITERATIF PADA SISTEM INFORMASI AKADEMIK FTIF ITS SURABAYA Siti Rochimah; Choiru Zain; Darlis Heru Murti
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 5, No 1 Januari 2006
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.935 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v5i1.a202

Abstract

Selama penggunaannya, sistem warisan (legacy) dapat terjadi banyak aktifitas pemeliharaan (maintenance) yang dapat menyebabkan penurunan kualitas sistem. Ketika sistem mengalami penurunan sampai tingkat kritis, sistem warisan perlu direkayasa ulang.Untuk mempertahankan keberadaan dan keberlangsungan sistem perlu dilakukan rekayasa ulang secara bertahap dalam domain aplikasi sistem warisan. Dalam prosesnya, pada sistem warisan dilakukan rekayasa ulang komponen demi komponen baik program maupun data membentuk sistem tujuan yang telah direkayasa ulang. Proses ini berakhir sampai akhirnya sistem warisan habis menjadi sistem tujuan. Metode ini dinamakan Rekayasa Ulang Iteratif. Metode Rekayasa Ulang Iteratif memperhatikan satu hal yang sangat penting dari metode rekayasa ulang lain yaitu memastikan pembagian data dan fungsi antara sistem warisan dan sistem yang telah direkayasa ulang. Selain itu selama proses rekayasa ulang antara komponen warisan dan komponen yang telah direkayasa ulang dapat berjalan bersamaan. Implementasi dari Rekayasa Ulang Iteratif dalam penelitian ini dilakukan pada studi kasus Sistem Informasi Akademik FTIF ITS Surabaya. Hasil dari Rekayasa Ulang Iteratif ini telah dapat menyelesaikan permasalahan rekayasa ulang sistem warisan menjadi sistem yang telah direkayasa ulang sebagian yaitu pada proses login, frs, dan perwalian. Rekayasa ulang yang dilakukan pada ketiga proses tersebut menunjukkan bahwa proses Rekayasa Ulang Iteratif berhasil dilakukan karena diantara proses yang sudah direkayasa ulang dan sistem warisan dapat berjalan bersama. Dengan demikian proses Rekayasa Ulang Iteratif berlangsung tanpa membekukan Sistem Informasi Akademik FTIF ITS Surabaya yang merupakan sistem warisan. Dalam hal ini sistem warisan selain proses login, frs, dan perwalian yang masih ada masih terus berjalan sampai sistem warisan secara keseluruhan berhasil direkayasa ulang. Kata kunci: Rekayasa Ulang Iteratif, Sistem Warisan, Peremajaan Sistem Warisan.
PERANGKAT LUNAK "DIGITAL SIGNAGE MANAGER" Siti Rochimah; Kusbandono Ari Bowo
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 5, No 2 Juli 2006
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.889 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v5i2.a229

Abstract

Digital signage adalah suatu alat untuk menampilkan konten multimedia kepada umum. Digital signage pada umumnya terdiri dari dua komponen penting, yaitu manager dan player. Digital Signage Manager (DSM) adalah suatu perangkat lunak yang mempunyai fungsi mengelola perangkat lunak Digital Signage Player (DSP). Pengelolaan ini menyangkut pengaturan dan pengiriman konten, pengaturan DSP, dan pengaturan konten yang ada di DSP. Pada penelitian ini telah dibangun sebuah perangkat lunak DSM, yang merupakan bentuk pengembangan dari perangkat lunak yang sebelumnya telah ada yaitu BZNP-100, yang tidak lain adalah perangkat lunak untuk mengelola Sony Network Player NSP-100. DSM dibangun dengan tujuan untuk melengkapi kekurangan dan menambah beberapa fitur tambahan yang belum ada pada perangkat lunak sebelumnya, seperti: mendukung material Flash, mengirim Content Delivery Disc (CDD), menjadwalkan playlist, dan mendukung dua layar. BZNP-100 dan Sony Network Player NSP-100 merupakan digital signage yang dibuat oleh perusahaan elektronik Sony Corporation pada tahun 2003.Uji coba perangkat lunak DSM ini dilakukan dengan menjalankan skenario uji coba berdasarkan fungsionalitas masing-masing fitur. Uji coba dilakukan pada masing-masing fitur antara lain: login, konfigurasi, pembuatan material, manajemen DSP, manajemen playlist, memainkan material dan playlist, dan manajemen remote material dan playlist. Hasil uji coba menunjukkan bahwa perangkat lunak DSM telah berfungsi sesuai dengan tujuan yang diharapkan.Kata kunci: Digital signage, Digital Signage Manager (DSM), Digital Signage Player (DSP), Content Delivery Disc (CDD), plasma TV,  LCD.
Co-Authors ABDUL MUNIF Achmad Arwan Achmad Arwan Ahmadiyah, Adhatus Solichah Akbar, Fawwaz Ali Akbar, Rizky Januar Aldy Sefan Rezanaldy Alexander L. Romy Alirridlo, Maulana Alqis Rausanfita Amirullah, Afif Ana Tsalitsatun Ni'mah Andhik Ampuh Yunanto Andy Rachman Anggraini, Ratih Nur Esti Arifiani, Siska Arini R. Rosyadi Arrijal Nagara Yanottama Bagus Priambodo Balqis Hidayat, Sultana Bambang Jokonowo Bayu Priyambadha Bayu Priyambadha Bintang Nuralamsyah Butar Butar, Thio Marta Elisa Yuridis Chastine Fatichah Choiru Zain Daniel Oranova Daniel Oranova Siahaan Darlis Heru Murti Darlis Herumurti Denni Aldi Ramadhani Denni Aldi Ramadhani Denni Aldi Ramadhani Diana Purwitasari Dianni Yusuf Dimas Widya Liestio Pamungkas Dini Adni Navastara, Dini Adni Diniar Nabilah Ghassani Djoko Pramono Dwi Sunaryono Dyah Sulistyowati Rahayu Eko M. Yuniarno Eko Wahyu Wibowo Endang Wahyu Pamungkas Evi Triandini F.X. Arunanto Faizal Johan Fernandes Sinaga Galang Amanda Dwi P. Hadiningrum, Tiara Rahmania Haniefardy, Addien Haq, Arinal Hengki Suhartoyo Hidayatul Munawaroh I Gede Suardika Imam Kuswardayan Jan Claes Karolita, Devi Khairy, Muhammad Shulhan Kholed Langsari Kurniasari, Dias Tri Kurniawan, Adi Kusbandono Ari Bowo Laili Yuhana, Umi Lesmideyarti, Dwi Lukman Hakim Lutfi Rizal Gozali Mardiana, Bella Dwi Mardianto, Ricky Mauridhi Hery Purnomo Mohammad Ahmaluddin Zinni, Mohammad Ahmaluddin Montolalu, Billy Muhammad Iskandar Java Muhammad Sonhaji Akbar Muhammad Yusuf Muhsin Bayu Aji Fadhillah Mutia Rahmi Dewi Nisa, Maidina Choirun Nugroho, Supeno Mardi S. Nur Fajri Azhar Nuralamsyah, Bintang Oranova, Daniel Pamungkas, Dimas Widya Liestio Pertiwi, Kharisma Monika Dian Pradanita, Windy Rahmadia Prasetyo Putri, Divi Galih Quinevera, Stefanie R. Firman Insan M. Rachman, Andy Rahmi Ika Noviana Ratih Nindyasari Relaci Aprilia Istiqomah Reza Fauzan Ridho Rahman Hariadi Ridwan, Mochammad Arief Riyanarto Sarno Rizky Januar Akbar Santoso, Bagus Jati Saptarini, Istiningdyah Sarwosri Sarwosri Sarwosri Sarwosri, - Septiyawan Rosetya Wardhana Setiawan, Wahyu Fajar Siska Arifiani Steven Joses Suhadi Lili Suhadi Lili Supeno Mardi S. Nugroho Tahara, Enrico Almer Tampubolon, Andrew Lomaksan Manuel Ulima Inas Shabrina Vico Ade Candra Widyanti Kartika Windy Rahmadia Pradanita Yanuar Risah Prayogi Yuhana, Umi Laili Yulvida, Donata Yuniarno, Eko M. Yusuf, Dianni Zulhaydar Fairozal Akbar