Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH PLATAX

Community Structure of Seagrass in Coastal Waters of Bahoi Village, West Likupang Sub-district, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province Tolule, Kurnia; Kambey, Alex D.; Rondonuwu, Ari B.
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol 3, No 2 (2015): EDISI JULI - DESEMBER 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.3.2.2015.13221

Abstract

This study was aimed at revealing the structure of seagrass community in the coastal waters of Bahoi Village, West Likupang Sub-district, District of North Minahasa, North Sulawesi Province. Samples collection was conducted during the lowest tide period by deploying line transect and quadrate. Eight species of seagrasses were identified on this study, including species as follow: Enhalus acoroides, Thalassia hempricihii, Cymodocea rotundata, C. serrulata, Syringodium isoetifolium, Hlodule pinifolia, H. uninervis and Halophila ovalis. The highest density value ( 112.16 individual/m2) was calculated from transect III data on S. isoetifolium species. In term of relative density value, S. isoetifolium also has the highest value (35.176 %). Index dominance (C) was calculated as well from transect III data (0.477) while the highest diversity index  (H’) was calculated from transect I data (1.724). Keyword : structure, Analysis, seagrass ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji struktur komunitas lamun di perairan pantai Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Sulawesi Utara.Pengambilan sampel  dilaksanakan sekali pada saat surut terendah, data dikumpulkan berdasarkan garis transek dan kuadrat. Jenis lamun yang ditemukan dalam keseluruhan kuadrat di lokasi penelitian berjumlah 8 spesies yaitu : Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Syringodium isoetifolium, Halodule pinifolia, Halodule uninervis, dan Halophila ovalis. Kepadatan individu tertinggi terdapat pada transek III yaitu spesies Syringodium isoetifolium 112,16 ind/m2. Kepadatan relatif tertinggi terdapat pada spesies Syringodium isoetifolium (35,176 %). Indeks dominasi (C) yang tertinggi terdapat pada transek III 0.477 indeks keanekaragaman spesies (H’) yang tertinggi pada transek I 1.724. Keyword : structure, Analysis, seagrass 1Mahasiswa Program Studi MSP FPIK-UNSRAT 2Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi
Condition and the state of coral reef management in Lembeh Island waters of Bitung City Kaunang, Steven Ch.; Lalamentik, Laurentius T. X.; Rondonuwu, Ari B.
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol 3, No 2 (2015): EDISI JULI - DESEMBER 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.3.2.2015.13223

Abstract

Lembeh Island is a small island part of the minicipality of Bitung, It is an area that supportincluding the category of small island, but it is an area that support community life in the mainland who mainly living as fishermen. Those fishermen generally made coral reef ecosystems as a location for  fishing. This research is aimed to provide information such as ecological conditions and states of coral reef, that  can be used appropriately in planning and decision making for the development of Lembeh Island waters, especially in the management of coral reef ecosystems. Intern of coral cover Lembeh island can be categorized in good condition and the state of coral reef management can be seen from the utilization activity that still good but tend to degrade over time. The implication, shows that the management and development of today tend to cause less sustainableto coral ecosystems. Keywords : Lembeh Island, coral reef, manajement, sustainability   A B S T R A K Pulau Lembeh merupakan pulau di Kota Bitung, termasuk kategori pulau kecil, tetapi merupakan kawasan yang menunjang kehidupan masyarakat di daratan utama, Masyarakat Pulau Lembeh yang berprofesi sebagai nelayan, umumnya menjadikan ekosistem terumbu karang sebagai lokasi penangkapan ikan karang. Penelitian ini dapat memberikan informasi berupa kondisi ekologi serta status pengelolaan ekosistem terumbu karang, sehingga dapat digunakan secara tepat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan guna pengembangan perairan Pulau Lembeh, khususnya dalam pengelolaan ekosistem terumbu karang di masa mendatang. Kondisi terumbu karang Pulau Lembeh berdasarkan tutupan karang batu dapat dikategorikan baik, dan status pengelolaan terumbu karang dilihat dari kegiatan pemanfataan saat ini masih baik tapi cenderung menurunkan kualitas kawasan.  Implikasinya, memperlihatkan bahwa pengelolaan dan pembangunan saat ini cenderung ditata ke arah kurang berkelanjutan. ________________________________________________________________ Keywords : pulau lembeh, terumbu karang, pengelolaan, keberlanjutan _____________________ 1 Alumni Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK Unsrat 2Staf Pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi 3;Staf Pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi
Community Structure And Condition Of Coral Reefs In Poopoh Village Waters, Tombariri District, Minahasa Regency Marselo R. Manzanaris; Ari B. Rondonuwu; Silvester B. Pratasik
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.21439

Abstract

This study aims to provide information about coral reefs condition in Poopoh waters and as input For related stakeholders for future coral reef management and conservation. Data sampling employed SCUBA gear with Line Intercept Transect (LIT) at 3 M and 10 M depth. It used 30 M-transect line and each depth was laid 3 transects.Results showed that the highest number of hard coral colonies at 3 M depth was found in branching coral and the lowest in ACD, while at 10 M depth, the highest number of colonies was recorded in CMR and the lowest in ACB.  Based on percent cover, it was found that the depth of 3 M had moderate coral condition, while the depth of 10 M had poor condition. Both depths had low diversity index, high eveneness index, and low dominance index.Key words: coral reef condition,  percent cover, diversity, evenness, dominance.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang kondisi terumbu karang di perairan Desa Poopoh sebagai masukan bagi pihak-pihak terkait untuk pengelolaan dan pelestarian terumbu karang di masa mendatang.Pengambilan data terumbu karang menggunakan alat SCUBA dengan metode LIT (Line Intercept Transek) pada kedalaman 3 M dan 10 M. Penelitian in menggunakan 30 M panjang  transek, dan masing-masing kedalaman ditempatkan 3 transek.Jumlah koloni karang batu terbanyak di kedalaman 3 meter ditemukan pada jenis karang bercabang (CB), 4,33 koloni dan jumlah koloni terendah pada ACD, sedangkan pada kedalaman 10 M, koloni terbanyak ditemukan CMR dan terendah pada ACB.  Berdasarkan persentase tutupan, ditemukan bahwa kedalaman 3 meter memiliki kondisi terumbu karang sedang, sedangkan kedalaman 10 M memiliki kondisi terumbu karang buruk. Kedua kedalaman memiliki indeks keanekaragaman (H’) rendah, indeks kemerataan tinggi, dan indeks dominasi tergolong rendah.Kata kunci: kondisi terumbu karang, persen tutupan, keragaman, pemerataan, dominasi.
The Coral Fish in the Coastal Areas, Likupang Kampung Ambong Village, East Likupang District, North Minahasa Regency Ari B. Rondonuwu; Ruddy Dj. Moningkey; John L. Tombokan
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.21885

Abstract

The aims of this study, 1). To find out the number of species and the abundance of coral fishes; 2). To find out the biomasssa of target fish in carnivorous and herbivorous groups. Data collection was carried out at 5 meters depth using the Underwater Visual Census (UVC) method. The area observation is 150 m2. Coralivorous fish are found with 8 species and are categorized as medium. 28 species of target fish were found from carnivorous fish (13 species), and herbivorous fish (15 species).  For total individual number that is 81 individuals and a density that is 3240 individuals/Ha. The highest number of individuals is found in herbivorous fish. The high value of the ecological index shows the stability of the community and the ability of the environment that allows species of fish to grow and develop in their habitat. The target fish is generally in the class size of 16-20 cm and 21-25 cm. In general, reef fish from the group of herbivores are most commonly found in this location.Keywords: Coral Fishes, Likupang Kampung Ambong ABSTRAK Tujuan penelitian, yaitu 1). Untuk mengetahui jumlah spesies dan kelimpahan individu ikan karang; 2). Untuk mengetahui biomasssa ikan target kelompok karnivora dan herbivora.  Pengambilan data dilakukan pada kedalaman 5 meter dengan metode Underwater Visual Census (UVC). Luas areal pengamatan adalah 150 m2.   Ikan koralivora yang ditemukan berjumlah 8 spesies dan dikategorikan sedang.  Ditemukan 28 jenis ikan target dari ikan karnivora (13 spesies), dan ikan herbivora (15 spesies).  Untuk kelimpahan individu total yaitu 81 individu dan densitas 3240 individu/Ha.  Jumlah individu tertinggi ditemukan pada ikan herbivora.  Tingginya nilai indeks ekologi menunjukkan kemantapan komunitas dan kemampuan lingkungan yang memungkinkan jenis-jenis ikan untuk bertahan dan berkembang pada habitatnya.  Ikan target umumnya pada kelas ukuran 16 - 20 cm dan 21 – 25 cm.  Pada umumnya ikan karang dari kelompok herbivora yang paling banyak ditemukan di lokasi ini. Kata Kunci: Ikan Karang, Likupang Kampung Ambong, Biomassa
Coral Reef Conditions of Hogow and Dakokayu Islands Southeast Minahasa Regency Billy N. Ompi; Unstain N.W.J. Rembet; Ari B. Rondonuwu
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.22743

Abstract

This research objective was to determine the condition of Coral Reef ecosystems in Dakokayu and Hogow Islands, Southeast Minahasa Regency. The method that has been used in this studies that is Line Intercept Transect (LIT) by diving activities at 5 meter and 10 meters depth with 50 meters transect length. Each biota passed by the line transect recorded according based on shape of growth.Coral Reefs conditon in Hogow Island in 5 meters and 10 meters depth were categorized as a “Good” where the percentage of live coral cover in 5 meters depth is 70.12% and in 10 meters depth  is 55.78%. The condition of Coral Reefs on Dokokayu Island at a depth of 5 meters is categorized “Good” with the percentage of live coral cover is 56.32% while in the 10 meters depth it is categorized as “Medium” with the percentage of live coral cover is 48.10%. Water quality parameters such as temperature, salinity, brightness, pH, and dissolved oxygen (DO) are within the range of tolerance for Coral Reefs to survive.Keywords: Condition, Coral Reef, Hogow, DokokayuABSTRAKTujuan penelitian untuk mengetahui kondisi ekosistem terumbu karang di Pulau Dakokayu dan Pulau Hogow, Kabupaten Minahasa Tenggara.  Metode yang telah digunakan dalam penelitian ini yaitu Line Intercept Transek (LIT) dengan melakukan penyelaman pada kedalaman 5 dan 10 meter dengan panjang transek 50 meter.  Setiap biota yang dilewati transek akan dicatat menurut bentuk pertumbuhannya. Secara umum, kondisi terumbu karang di Pulau Hogow pada kedalaman 5 meter dan 10 meter, dikategorikan Baik dimana persentasi tutupan karang hidup pada kedalaman 5 meter sebesar 70,12% dan pada kedalaman 10 meter sebesar 55,78%.  Kondisi terumbu karang di Pulau Dokokayu pada kedalaman 5 meter dikategorikan Baik  dengan persentase tutupan karang hidup 56,32% sedangkan di kedalaman 10 meter dikategorikan  Sedang  dengan persentase tutupan karang hidup 48,10 %. Parameter kualitas perairan seperti suhu, salinitas, kecerahan, pH, dan oksigen terlarut (DO) berada dalam kisaran toleransi bagi terumbu karang untuk dapat bertahan hidup.Kata Kunci : Kondisi, Terumbu Karang, Hogow, Dokokayu
Structure Community of Mangrove at Tabulo Selatan Beach, Boalemo Regency Rusdiyanto Husuna; Adnan S. Wantasen; Ari B. Rondonuwu
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.23406

Abstract

This study aims to know the community structure of mangrove and the environmental condition in South Tabulo coast. Mean temperature at station 1, 2, and 3 was 310C, and water salinity varied between 28-30 ‰. Water pH was averagely 7 in all stations. Substrate measurements were visually done and through touches. Stations 1 and 2 had sandy muddy substrates, while station 3 was muddy. Mangroves of tree criterion were found 122 individuals of 7 species, Avicennia lanata, A. marina, Rhizophora apiculata, R. mucronata, Sonneratia alba, Bruguiera gymnorrhiza, and Ceriops tagal. Field observations showed that the highest species density was recorded in R. mucronata. The highest species frequency was found in S. alba, R. apiculata, and R. mucronata, while the highest species cover and importance value index were recorded in S. alba and R. apiculata dan R. mucronata. Based on diversity index, it was found that only 7 species were found in the study sites and it belonged to good condition. It indicates that the study sites are still in good ecological condition.Abstrak Keywords : Mangrove, community, Boalemo, diversity, importance value. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mangrove serta kondisi lingkungan di Pantai Tabulo Selatan. Berdasarkan hasil penelitian di Pantai Tabulo Selatan untuk pengukuran suhu pada stasiun 1, 2, dan 3 diperoleh hasil rata-rata 310C, dengan salinitas bervariasi antara 28-30 ‰. Pengukuran pH air pada semua stasiun pengamatan diperoleh hasil rata-rata 7. Pengamatan substrat dilakukan secara visual dengan cara meraba tekstur substrat pada setiap stasiun, dan substrat yang terdapat di lokasi penelitian pada stasiun 1 dan 2 adalah lumpur berpasir, pada stasiun 3 berlumpur. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada semua stasiun dengan kriteria pohon telah ditemukan 122 individu dari 7 spesies yang ditemukan yaitu Avicennia lanata, Avicennia marina, Rhizophora apiculata, R. mucronata, Sonneratia alba, Bruguiera gymnorrhiza dan Ceriops tagal. Berdasarkan pengamatana lapangan, kerapatan spesies tertinggi dimiliki oleh spesies Rhizophora mucronata, frekuensi spesies tertinggi dimiliki spesies S. alba, R. apiculata dan Rhizophora mucronata, penutupan spesies dan indeks nilai penting didapati spesies Sonneratia alba, Rhizophora apiculata dan R. mucronata.. Berdasarkan indeks keanekaragaman dapat dilihat bahwa hanya ada 7 spesies yang didapatkan pada lokasi penelitian dan termasuk dalam kriteria keanekaragaman baik. Hal ini menunjukkan bahwa di lokasi penelitian masih dalam kondisi ekologis yang cukup baik.Kata kunci : Mangrove, komunitas, Boalemo, keanekaragaman, nilai penting.
DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN IKAN KARANG FAMILI POMACENTRIDAE DI PERAIRAN TERUMBU KARANG DESA POOPOH KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA Ari B. Rondonuwu; John L Tombokan; Unstain NWJ Rembet
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 1 No. 2 (2013): EDISI JANUARI - APRIL 2013
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.1.2.2013.1250

Abstract

DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN IKAN KARANG FAMILI POMACENTRIDAE DI PERAIRAN TERUMBU KARANG DESA POOPOH KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA Distribution and Abundance of Coral Fishes the Family Pomacentridae in Coral Reef Waters Poopoh Village Sub-District Tombariri Minahasa Regency Ari B Rondonuwu1, John L Tombokan1, Unstain NWJ Rembet1   ABSTRACT This study aims to determine the distribution and abundance of reef fish (families Pomacentridae) in coral reef waters of Poopoh village District Tombariri.  This study was conducted at 3 stations. Data collected was done using visual census on the 50-meter transect line at 3 meters and 10 meters depths. In addition to revealing the number of species and abundance of individuals Pomacentridae, data analysis aimed to determine the community index. Based on the identification, obtained 41 species from 12 genera. 4 species has its presence in large numbers in all three observation stations, Chromis margaritifer, Pomacentrus mollucensis, Chrysiptera unimaculata, and the species with the largest number of individuals that is Chromis ternatensis. Based on depth, found 35 species with a total of 3863 individuals at a depth of 3 meters and 36 species at a depth of 10 meters with a total of 3810 individuals. Pomacentridae fish species diversity index ranged between 2.181-2.857. Dominance Index, are categorized low in the range of 0.081-0.197.. Keywords : coral fishes, Pomacentridae, coral reef, Poopoh   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan kelimpahan ikan karang famili pomacentridae  di perairan terumbu karang Desa Poopoh Kecama-tan Tombariri. Penelitian dilakukan di 3 lokasi. Pengambilan data dilakukan dengan metode sensus visual pada transek garis sepanjang 50 meter, kedalaman 3 meter dan 10 meter. Selain mengungkapkan jumlah spesies dan kelimpahan individu Pomacentridae, analisis data diarahkan untuk mengetahui indeks komunitas. Berdasarkan hasil identifikasi, diperoleh 41 spesies yang berasal dari 12 genera. 4 spesies kehadirannya dalam jumlah yang besar di ketiga stasiun pengamatan yaitu, Chromis margaritifer, Pomacentrus mollucensis, Chrysiptera unimaculata, dan spesies dengan jumlah individu terbesar yaitu Chromis ternatensis. Berdasarkan kedalaman, ditemukan 35 spesies dengan total 3863 individu pada kedalaman 3 meter dan 36 spesies di kedalaman 10 meter dengan jumlah total 3810 individu.  Indeks keanekaragaman spesies ikan Pomacentridae berkisar antara 2.181-2.857. Indeks dominasi, dikategorikan rendah pada kisaran 0.081- 0.197.   Kata kunci : ikan karang, Pomacentridae, terumbu karang, Poopoh       1 Laboratorium Pengelolaan Pesisir Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi
Coral Fishes the Famili Chaetodontidae in Coral Reef Waters of Para Island Sub District Tatoareng, Sangihe Kepulauan Regency Ari B. Rondonuwu; Unstain N.W.J. Rembet; Ruddy Dj. Moningkey; John L. Tombokan; Alex D. Kambey; Adnan S. Wantasen
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 1 No. 4 (2013): Edisi September - Desember 2013
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.1.4.2013.3705

Abstract

This study aims to determine the distribution and abundance of reef fish families chaetodontidae in coral reef waters of Para Island Sub District Tatoareng. This study was conducted at 4 stations. Data collected was done using visual census on the 50-meter transect line at 5 meters depth. In addition to revealing the number of species and abundance of individuals chaetodontidae, data analysis aimed to determine number of species, individual abundance, and the community index. Based on the identification, obtained 27 species from 3 genera and 217 number of individuals.  The highest number of species found at station Para 1.  7 species are always found in all observation stations, Chaetodon kleinii, C. punctatofasciatus, C. lunulatus, C. trifascialis, C. vagabundus, Heniochus varius, H. chrysostomus. The species with the largest number of individuals that is Chaetodon kleinii (45 individuals). Chaetodontidae fish species diversity index ranged between 2.207-2.866. Dominance Index are categorized low in the range of 0.078-0.122.  Similarity index are categorized high in the range of 0.922-0.971. Keywords : coral fishes, chaetodontidae, coral reef, Para Island
Distribusi dan Kelimpahan Pterapogon kauderni Koumans, 1933 (Apogonidae) di Selat Lembeh Bagian Timur, Kota Bitung Nathasya sheilla Thiffany Carlos; Ari B. Rondonuwu; Vctor N.R. Watung
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 2 No. 3 (2014): EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.2.3.2014.9124

Abstract

This study was aimed at knowing the distribution of Banggai cardinalfish, Pterapogon kauderni, using haphazard survey method. Data collection was done in Lembeh Strait,  Mawali, Batu Lubang, and Kareko. The fish found in 3 locations inhabited several habitats, such as anemone, corals, can, garbage, and sea urchin, in which sea urchin Diadema sp., is the habitat outnumbering the other habitats and the most used. The interesting point of this study is the fish were recorded in branching corals, and even there was one site where sufficient number of branching coral colonies was used as the habitat of Pterapogon kauderni. Thus, this study suggested that the distribution of  Pterapogon kauderni will follow the natural habitat condition and not be always dependent upon the sea urchin colony.   Keywords : Distribution, habitat, dominance ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui distribusi ikan capungan Pterapogon kauderni dengan metode survey jelajah. Pengambilan data penelitian dilakukan di Pulau Lembeh, kelurahan Mawali,Batu Lubang, Kareko. Ikan Pterapogon kauderni yang ditemukan pada 3 lokasi penelitian mendiami beberapa jenis habitat, seperti anemone, karang, kaleng/sampah dan bulu babi genus Diadema sp., yang merupakan habitat yang medominasi dibandingkan dengan habitat lainnya. Hal yang menarik dari penelitian ini adalah  ikan Pterapogon kauderni juga teramati di koloni-koloni karang bercabang, dan bahkan di satu lokasi beberapa jumlah koloni karang bercabang yang dijadikan habitat Pterapogon kauderni. Dengan demikian diduga bahwa sebaran populasi Pterapogon kauderni juga akan menyesuaikan dengan kondisi habitat alami yang ada dan tidak akan selalu tergantung pada koloni bulu babi.   Kata Kunci : Distribusi, habitat, dominasi 1 Bagian dari skripsi 2 Mahasiswa Program Studi Agrobisnis Perikanan FPIK-UNSRAT 3 Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulang
Morphometric Structure of Seagrass Halophila ovalis in Tongkeina, Bunaken Subdistrict, Manado City and Mokupa, Tombariri Subdistrict, Minahasa District Coastal Waters Delya Amale; Khristin I. F. Kondoy; Ari B. Rondonuwu
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 4 No. 2 (2016): EDISI JULI-DESEMBER 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.4.2.2016.14018

Abstract

Seagrass is vascular plant with rhizome roots system, trunk system and leafs that can be differenciated. Genesal characteristic of this family, amoy others, the leaf tend to have two branches, (and absent of) ligula as been found an Potamogetonaceae family, linier form af leaf, round, oval, sessile, enlarge branch with paraleel vfinger like ciramferule connected wirb crossed lower duct or perpendicular. This study was conducted in two locations namely Tongkeina, Bunaken Subdistrict, Manado City and Mokupa, Tombariri Subdistrict, Minahasa District coastal waters. Until recently there is no study yet been done regarding the comparison on morphological size of H. ovalis based on different sample location (near mangroves, seagrass beds and coral reefs) and comparing the result of morphological measurement among the locations studied. Data collection was done by using exploratory survey method where samples are directly collected, washed with seawater and put it on plastic bag. The sampling site was determined by using GPS before collecting the sample of H. ovalis that consist of 20 individuals from each station. The samples that been washed and labeled were then put in the plastic bag with alcohol to avoid the damage on seagrass sample. The results show that H. ovalis from Mokupa village is smaller than from Tongkaina. This is possibly caused the pressure of villager in Mokupa usually having their main activity to catch fish along the coastal areas which is treatening also the life of seagrass.  The discarded of both organic and non organic garbages remained from house holds and local tradiitional market also can hinder the growth of H. ovalis. Keyword : Morphometric, Halophila ovalis, Tongkaina, Mokupa   Abstrak Lamun adalah tumbuhan vascular sejati, memiliki akar dengan sistem perakaran rhizoma, struktur batang dan daun yang dibedakan dengan jelas. Halophila ovalis termasuk dalam family Hydrocharitaceae. Ciri-ciri umum dari famili ini antara lain daun cenderung bercabang dua, daunnya tidak memiliki ligula seperti yang dimiliki oleh famili Potamogetonaceae, bentuk daun linier (lurus), membulat, oval, sessile atau bercabang membesar dengan jari-jari paralel yang dihubungkan dengan saluran silang menurun atau perpendikuler. Penelitian ini dilaksanakan di dua lokasi yaitu di Perairan Pantai Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado dan Pantai Desa Mokupa Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Penelitian ini dilakukan karena belum ada data mengenai perbandingan morfometrik lamun Halophila ovalis di dua lokasi ini. Tujuan penelitian yaitu membandingkan ukuran morfologi Halophila ovalis berdasarkan stasiun pengambilan sampel (daerah dekat mangrove, Lamun, dan Terumbu Karang) dan membandingkan ukuran morfologi Halophila ovalis berdasarkan lokasi pengambilan sampel. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode survei jelajah, sampel langsung dikumpulkan, dicuci dengan air laut dan dimasukkan ke dalam kantung plastik sampel. Saat pengambilan sampel dilakukan, posisi diplot dengan menggunakan GPS dan dilanjutkan dengan pengambilan sampel lamun Halophila ovalis sebanyak 20 individu setiap stasiun, kemudian sampel lamun di cuci dan di masukan dalam plastik yang sudah di berikan lebel, dan diisi alkohol agar sampel lamun tidak rusak. Pada hasil yang di peroleh terlihat bahwa Spesies Halophila ovalis di desa Mokupa lebih kecil dibandingkan Halophila ovalis di Tongkaina. Hal ini disebabkan aktivitas masyarakat desa Mokupa dilakukan dipinggir pantai dan juga aktivitas pembuangan sampah organik. Kata Kunci : Morfrometrik, Halophila ovalis, Tongkaina, Mokupa 1Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK UNSRAT 2Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi
Co-Authors Adnan S. Wantasen Adnan Wantasen Alex D. Kambey Alex Denny Kambey Ali, Fajri Nurul Anneke V. Lohoo Antou, Kevin J. P. Ardi Lensun Awuy, Gisela Ayuni Sara Bataragoa, Nego Billy N. Ompi Carolus Paulus Paruntu Dauhan, Dulce Maria Dei, Katrin Dowena Delya Amale Fransine B. Manginsela Gaspar D. Manu, Gaspar D. Gaspar Manu Indri Manembu Janny D. Kusen John L Tombokan John L. Tombokan Joshian N.W. Schaduw Khristin I. F. Kondoy Khristin I. F. Kondoy, Khristin I. F. Kondoy, Khristin F I. Kurnia Tolule, Kurnia Lalita, Jans Lalita, Jans D. Lalita, Jans Djoike Laurentius T. X. Lalamentik Laurentius T. X. Lalamentik, Laurentius T. X. Laurentius Th. X. Lalamentik Lawrence J. L. Lumingas Losu, Anggun M.Si, Fransine B. Mandagi, Stephanus Manengkey, Hermanto Mantiri, Nicola R. K. Manurung, Nia Dopa Marsaoly, Rafil Marselo R. Manzanaris Medy Ompi Melani, Hellen Metris S. Wangkanusa Moningkey, Ruddy D. Nathasya sheilla Thiffany Carlos Nego E. Bataragoa Nego E. Bataragoa, Nego E. Ockstan Kalesaran Paransa, Darus Sa'adah Johanis Pitoy, Israel Podung, Thania Theresia Pongajouw, Oxha Putra Rangan, Jetty K. Rangan, Jety K. Rembet, Unstain Robert A. Bara Roeroe, Kakaskasen Andreas Rose O. S. E. Mantiri, Rose O. S. E. Ruddy D. Moningkey Ruddy Dj. Moningkey Rully Lempoy Rumengan, Antonius Petrus Rumping, Agustiani M. V. Ruru, Ricky Andreas Rusdiyanto Husuna Salaki, Meiske S. Sangari, Joudy R. R. Sangari, Joudy R.R Sanjaya Molongio Sasauw, Harpan Silvester B Pratasik Sinjal, Henky Steven Ch. Kaunang, Steven Ch. Suzanne L Undap Tilaar, Ferdinand F. Tombokan, Leonard J. Tualangi, Jehezkiel Timotius Unstain N. W. J. Rembet Unstain N. W. J. Rembet, Unstain N. W. J. Unstain N.W.J. Rembet Unstain NWJ Rembet Vctor N.R. Watung Victor N. R. Watung, Victor N. R. Wuwumbene, Riezky H. S.