Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

The Fish Community Of The Sario River Estuary In Manado City Dauhan, Dulce Maria; Rondonuwu, Ari B.; Rangan, Jety K.; Lumingas, Lawrence J. L.; M.Si, Fransine B.; Lohoo, Anneke V.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.54104

Abstract

The purpose of this research was to determine the fish species composition, relative abundance, and community structure, including ecological indices. The methods used in this study were general field survey methods and fish capture methods using the “swept area” method (Sparre & Venema, 1998). Data were collected based on the time of collection using beach seine gear. The research was conducted in several stages, including fish catching in the field, data analysis, and discussion. The results of this study showed that there were 13 species from 11 families of fish in the Sario River Estuary. The total population obtained in June and July was 292 individuals. 215 individuals were caught in June and 77 individuals were caught in July. The highest composition in both months was the species Ambassis urotaenia, while the lowest number was several species, namely Caranx ignobilis, Osteomugil cunnesius, and Zenarchopterus buffonis. The highest relative abundance in both months was the species Ambassis urotaenia (73.49% and 66.23%). The lowest relative abundance was Caranx ignobilis, Tylosurus crocodilus, and Zenarchopterus buffonis with values of (1.30%). Sillago sihama, Chelonodontops patoca (0.93%). The results of the study showed the community structure in Sario River Estuary in June and July (H' = 0.91 – 0,97, J' = 0.44 – 0.54, D = 0.49 -0.57). Keywords: Fish, Sario River Estuary, Relative Abundance, Community Structure Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis ikan, kelimpahan relatif dan struktur komunitas yang meliputi indeks ekologi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode umum survei lapangan dan metode penangkapan ikan menggunakan metode “swept area” (Sparre & Venema, 1998). Pengambilan data dilakukan berdasarkan waktu pengambilan menggunakan alat tangkap pukat pantai (beach seine). Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu penangkapan ikan di lapangan yang akan menjadi data, analisis data serta pembahasan.Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 13 spesies dari 11 famili ikan di Muara Sungai Sario. Dengan total populasi yang didapat pada bulan Juni dan sbulan Juli 292 individu. 215 individu tertangkap pada bulan Juni dan 77 individu tertangkap pada bulan Juli. Komposisi tertinggi pada kedua bulan adalah jenis Ambassis urotaenia, sedangkan jumlah terendah ada beberapa jenis yaitu Caranx ignobilis, Osteomugil cunnesius, Zenarchopterus buffonis. Kelimpahan relatif tertinggi pada kedua bulan adalah jenis Ambassis urotaenia (73,49% dan 66,23%). Sedangkan kelimpahan relatif terendah yaitu Caranx ignobilis, Tylosurus crocodilus dan Zenarchopterus buffonis dengan nilai (1,30%). Sillago sihama, Chelonodontops patoca (0,93%). Hasil penelitian menujukkan struktur komunitas di Muara Sungai Sario pada bulan Juni dan bulan Juli (H' = 0,91 – 0,97, J' = 0,44 – 0,54, D = 0,49 -0,57). Kata kunci: Ikan, Muara Sungai Sario, Kelimpahan Relative, Struktur Komunitas.
The Fish Community Of The Tondano River Estuary In Manado City: Dei, Katrin Dowena; Rondonuwu, Ari B.; Wantasen, Adnan S.; Mandagi, Stephanus; Mantiri, Rose O. S. E.; Kambey, Alex D.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.54156

Abstract

This study was conducted to determine the relative abundance, species composition, relative abundance, and structure of fish communities. The data collection method used was the “Swept area” method. Sampling was conducted twice. The first sampling was conducted on June 17, 2023, and the second sampling was conducted on July 4, 2023, at the Tondano River estuary. Data collection was conducted at low tide. The data analysis used was relative abundance, diversity index, evenness index, and dominance index. The results of this study showed that the fish species composition in the Tondano River estuary consisted of 15 families, 15 genera, and 18 species with a total of 288 individuals. Between the two observed months, June and July, the number of species was higher in June. Based on the data analysis, the highest relative abundance in the Tondano River estuary was in the June phase, namely the Ambassis urotaenia species with a value of 31.5%. The diversity of fish species in the June and July phases was classified as quite high, considering the relatively high evenness index and low dominance index. Keywords: Tondano River Estuary, Relative Abundance, Diversity Index. Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kelimpahan relatif, komposisi spesies ikan, kelimpahan relatif dan struktur komunitas ikan. Metode pengambilan data ikan menggunakan metode metode “Swept area”. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 2 kali. Pengambilan sampel pertama dilakukan pada bulan juni tanggal 17 juni 2023 dan pengambilan sampel kedua dilakukan pada bulan juli tanggal 4 juli 2023 yang berlokasi di Muara Sungai Tondano. Pengambilan data dilakukan pada waktu surut. Analisis data yang digunakan adalah kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, dan indeks dominansi. Hasil penelitian ini menunjukkan komposisi jenis ikan di Muara Sungai Tondano terdiri 15 famili, 15 genus dan 18 spesies dengan total 288 individu. Diantara kedua fase bulan yang diamati, yaitu bulan Juni dan bulan Juli, jumlah spesies lebih banyak ditemukan pada Juni. Berdasarkan hasil analisis data kelimpahan relatif tertinggi di Muara Sungai Tondano ada pada fase Juni yaitu spesies Ambassis urotaenia dengan nilai 31.5 %. Keanekaragaman jenis ikan pada fase bulan Juni dan Juli tergolong cukup tinggi dengan memperhatikan indeks kemerataan yang cukup tinggi dan indeks dominansi yang rendah. Kata kunci: Muara Sungai Tondano, Kelimpahan Relatif, Indeks Keanekaragaman.
Coral Fishes Community On The Artificial Coral Reefs Of Kareko Waters, North Lembeh Island District, Bitung City, North Sulawesi Awuy, Gisela; Rondonuwu, Ari B.; Kambey, Alex Denny
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 5 No. 2 (2017): ISSUE JULY - DECEMBER 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.5.2.2017.15811

Abstract

The aim of this research is to determine the species richness, individual abundance, and the ecology index of the coral fishes on the artificial reef of Kareko waters,  District of North Lembeh - Bitung City. The data is collected using “Visual Census” technique by scuba diving. The amount of the reef fishes found in the artificial coral reefs were 53 species. The abundance species in the artificial reefs which made from metal were 34 species and which made from concrete were 35 species. The total of number individuals of coral fishes from 47 species is 210.50 individuals/30m2. The total density was 7,017 individuals/m2. The highest relative density on iron-made reefs was found in Dascyllus trimaculatus (15.73%) and and which made from concrete were Dascyllus reticulatus (10.85%).  Based on H’, H’max, and H’min, the diversity Index  of coral fishes in both artificial reefs including high.Keywords : Coral Fishes, Artificial Reef, Kareko ABSTRAKTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kekayaan spesies, kelimpahan individu, dan indeks ekologi ikan karang pada terumbu buatan di Perairan Kareko. Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik “Sensus Visual” dengan melakukan penyelaman SCUBA. Jumlah spesies ikan karang yang ditemukan pada terumbu buatan yaitu 53 spesies. Kekayaan spesies di terumbu buatan yang terbuat dari besi berjumlah 34 spesies, sedangkan di terumbu buatan beton berjumlah 35 spesies. Kelimpahan individu total ikan karang dari 47 spesies yaitu 210,50 individu/30 m2 sedangkan kepadatan/densitas total adalah 7,017 individu/m2. Kepadatan relative tertinggi untuk terumbu buatan besi ditemukan pada jenis Dascyllus trimaculatus (15,73%) dan untuk terumbu buatan beton ditemukan pada jenis Dascyllus reticulatus (10,85%). Berdasarkan nilai H’, H’max, and H’min, indeks keanekeragaman ikan karang pada kedua jenis terumbu buatan tergolong tinggi.Keywords : Coral Fishes, Artificial Reef, Kareko
Coral Fishes At Artificial Reef In Bunaken National Park Arakan, South Minahasa Regency Wuwumbene, Riezky H. S.; Rondonuwu, Ari B.; Watung, Victor N. R.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 5 No. 2 (2017): ISSUE JULY - DECEMBER 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.5.2.2017.15909

Abstract

Artificial reefs already placed in the coast of the village of Arakan, South Minahasa regency since June 2015. Artificial reef, that would be the location of research are concrete and iron, mostly be the medium of coral transplantation. The pupose of the research are (1). To know the species coral reef fish (2). To know the number of each species and the density of the coral reef fish (3). To know the structure of coral reef fish communities. Data retrieval be done use with Visual Census Method in the 51 squaremeter area (lenght = 8,5 m, width = 6 m). This research find 15 families with 29 coral reef fish species and 1341  individual. The diversity index of artificial reefs with moderate diversity index and relative abudance is found in species Dascyllus trimaculatus 34,731 %,  Plotosus lineatus 21,593 %, and Dascyllus reticulatus 21,174 %.Keywords: Artificial reef, Community Structure, Arakan. ABSTRAKTerumbu buatan sudah diletakan pada perairan desa Arakan Kabupaten Minahasa Selatan pada bulan Juni 2015. Terumbu buatan yang menjadi lokasi penelitian berjenis beton dan besi, model yang terbuat dari besi lebih banyak diarahkan sebagai media transplantasi karang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kekayaan spesies ikan karang (2) Mengetahui kelimpahan individu dan kepadatan relatif ikan karang (3) Mengetahui struktur komunitas ikan karang. Pegambilan data dilakukan menggunakan metode Sensus Visual dengan luas pengamatan pada terumbu buatan  seluas 51 m2 (panjang = 8,5 meter dan lebar = 6 meter). Penelitian ini menemukan 15 famili dengan 29 spesies ikan karang dan kelimpahan individu total 1341 individu. Indeks keanekaragaman di daerah terumbu buatan dengan nilai indeks keanegaraman yang sedang dengan indeks dominasi rendah dan kelimpahan relatif terdapat pada spesies Dascyllus trimaculatus dengan nilai 34,731 %, Plotosus lineatus dengan nilai 21,593 %, dan Dascyllus reticulatus dengan nilai 21,174 %.Kata Kunci : Terumbu Buatan, Struktur Komunitas, Arakan.
Survival Rate and Growth of Acropora sp. Transplanted on Artificial Substrate in Kampung Ambong, Likupang Timur Antou, Kevin J. P.; Rondonuwu, Ari B.; Moningkey, Ruddy D.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 7 No. 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.22652

Abstract

60 coral specimens transplanted on three artificial substrates, namely bamboo, iron and concrete showed that the average length of coral fragments on the bamboo substrate for four months ranged from (7.45 - 10.11 cm) the highest increase in the highest coral length occurred in the second month (1.05 cm). On the average iron substrate, the average coral fragment length ranged (9.41 - 11.68 cm), the absolute increase in coral length was highest in the fourth month (0.94 cm). Whereas on the concrete substrate (5.23 - 6.77 cm) on the concrete substrate the absolute increase was highest in the third month (0.73 cm). The results of data analysis showed the rate of increase in coral Acropora sp. ranged (0.50 - 0.78 cm / month, on the bamboo substrate the rate of increase showed a better value of the iron and concrete substrate which was equal to (0.78 cm / month). In this study the survival of corals had a percentage that could be said to be successful. iron survival rate of 90% and on the concrete substrate by 70%.Keywords: Acropora sp, TransplantationABSTRAK60 spesimen karang yang ditransplantasi pada tiga substrat buatan yaitu bambu, besi dan beton menunjukkan bahwa rataan panjang fragmen karang pada substrat bambu selama empat bulan diperoleh berkisar (7,45 - 10,11 cm) pertambahan mutlak panjang karang tertinggi terjadi pada bulan kedua yaitu (1,05 cm). Pada substrat besi rataan panjang fragmen karang rata – rata berkisar (9,41 – 11.68 cm) pertambahan mutlak panjang karang tertinggi pada bulan keempat yaitu (0.94 cm). Sedangkan pada substrat beton (5,23 – 6,77 cm) pada substrat beton pertambahan mutlak tertinggi pada bulan ketiga (0,73 cm). Hasil analisis data menunjukkan laju pertambahan karang Acropora sp. berkisar (0.50 – 0.78 cm/bulan, pada substrat bambu laju pertambahan menunjukkan nilai yang lebih baik dari substrat besi dan beton yaitu sebesar (0.78 cm/bln). Dalam penelitian ini keberhasilan hidup karang mempunyai persentase yang bisa dikatakan berhasil. Pada substrat bambu dan besi tingkat kelangsungan hidup sebesar 90% dan pada substrat beton sebesar 70%.Kata Kunci : Acropora sp, Transplantasi
Co-Authors Adnan S. Wantasen Adnan Wantasen Alex D. Kambey Alex Denny Kambey Ali, Fajri Nurul Anneke V. Lohoo Antou, Kevin J. P. Ardi Lensun Awuy, Gisela Ayuni Sara Bataragoa, Nego Billy N. Ompi Carolus Paulus Paruntu Dauhan, Dulce Maria Dei, Katrin Dowena Delya Amale Fransine B. Manginsela Gaspar D. Manu, Gaspar D. Gaspar Manu Indri Manembu Janny D. Kusen John L Tombokan John L. Tombokan Joshian N.W. Schaduw Khristin I. F. Kondoy Khristin I. F. Kondoy, Khristin I. F. Kondoy, Khristin F I. Kurnia Tolule, Kurnia Lalita, Jans Lalita, Jans D. Lalita, Jans Djoike Laurentius T. X. Lalamentik Laurentius T. X. Lalamentik, Laurentius T. X. Laurentius Th. X. Lalamentik Lawrence J. L. Lumingas Losu, Anggun M.Si, Fransine B. Mandagi, Stephanus Manengkey, Hermanto Mantiri, Nicola R. K. Manurung, Nia Dopa Marsaoly, Rafil Marselo R. Manzanaris Medy Ompi Melani, Hellen Metris S. Wangkanusa Moningkey, Ruddy D. Nathasya sheilla Thiffany Carlos Nego E. Bataragoa Nego E. Bataragoa, Nego E. Ockstan Kalesaran Paransa, Darus Sa'adah Johanis Pitoy, Israel Podung, Thania Theresia Pongajouw, Oxha Putra Rangan, Jetty K. Rangan, Jety K. Rembet, Unstain Robert A. Bara Roeroe, Kakaskasen Andreas Rose O. S. E. Mantiri, Rose O. S. E. Ruddy D. Moningkey Ruddy Dj. Moningkey Rully Lempoy Rumengan, Antonius Petrus Rumping, Agustiani M. V. Ruru, Ricky Andreas Rusdiyanto Husuna Salaki, Meiske S. Sangari, Joudy R. R. Sangari, Joudy R.R Sanjaya Molongio Sasauw, Harpan Silvester B Pratasik Sinjal, Henky Steven Ch. Kaunang, Steven Ch. Suzanne L Undap Tilaar, Ferdinand F. Tombokan, Leonard J. Tualangi, Jehezkiel Timotius Unstain N. W. J. Rembet Unstain N. W. J. Rembet, Unstain N. W. J. Unstain N.W.J. Rembet Unstain NWJ Rembet Vctor N.R. Watung Victor N. R. Watung, Victor N. R. Wuwumbene, Riezky H. S.