p-Index From 2021 - 2026
9.437
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pangan dan Gizi JURNAL GIZI INDONESIA Media Kesehatan Masyarakat Indonesia NUTRIRE DIAITA Journal of Nutrition College Jurnal Ekologi Kesehatan Indonesian Journal of Human Nutrition Jurnal Riset Gizi Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Darussalam Nutrition Journal GIZI INDONESIA Ilmu Gizi Indonesia Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Gizi Klinik Indonesia Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman (JGPS) Argipa (Arsip gizi dan Pangan) JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Amerta Nutrition Jurnal Kesehatan Indonesia JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS HSG (Health Science Growth) Journal Indonesian Journal of Global Health research Sport and Nutrition Journal Jurnal Sains Kesehatan Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Health Publica : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat International Journal of Multidisciplinary: Applied Business and Education Research Idea Pengabdian Masyarakat Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Nutrisia Jurnal Gizi dan Kuliner JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Journal of Health and Nutrition Research Asian Journal of Healthcare Analytics Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pedidikan (JARTIKA) Jurnal Riset Gizi Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Riset Gizi
Claim Missing Document
Check
Articles

The Perbedaan pengetahuan gizi, status gizi, dan produktivitas kerja pada tenaga kesehatan dan non-kesehatan : Indonesia Laras Sitoayu; Leyrina Rizky Utami; Lintang Purwara Dewanti; Putri Ronitawati; Yulia Wahyuni
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/argipa.v7i1.7258

Abstract

Nutrition for female workers has an important role, both for welfare and in order to increase discipline and productivity. Female workers are very prone to nutritional problems because the characteristics of female workers are different from that of male workers. This study aimed to determine the differences in nutritional knowledge, nutritional status and work productivity of female health workers (nakes) and female non-health workers (non-nakes) at RSIA Sammarie Basra, East Jakarta. This type of research is a quantitative study with adesign cross sectional. Subjects were 62 people consisting of 31 female nakes and 31 female non-nakes who were taken using the two difference test technique independent mean. Data collection was carried out by means of questionnaires and anthropometric measurements. Data analysis used independent t-test. Results: the average nutritional knowledge of the subjects was 62,65 (sufficient), nutritional status was 24,7 (normal), work productivity was 107,94 (sufficient). The significant variables were knowledge of nutrition and nutritional status; and the non-significant variable was work productivity. Conclusion: there were differences in nutritional knowledge and nutritional status for female health workers and female non-health workers, but there was no significant difference in work productivity for female health workers and female non-health workers at RSIA SamMarie Basra
Substitution of chayote, dragon fruit peel, and kepok banana peel on nutrient content and sensory of Vegetable Leather as high fiber snack Septia Rosdyaningrum; Laras Sitoayu; Putri Ronitawati; Vitria Melani; Reza Fadhilla
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 8, No 3 (2023): September
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v8i3.1017

Abstract

Consumption of vegetables and fruit in school-age children, which is still less than the recommended five servings/day in 2018, can increase the risk of nutritional problems in children due to low fiber consumption, leading to obesity. High-fiber snacks made from local food can be a solution. However, the availability is still limited. This research aims to develop snack products from chayote, dragon fruit peel, and Kepok banana peel. This quasi-experimental study was conducted from April 2021 to August 2022 at Saraswanti Indo Genetech Chemistry Laboratorium in Bogor. The sample consists of moderately trained  panelists, as many as 30 people. There were four concentration formulations of chayote, dragon fruit peel, and Kepok banana peel. Data were analyzed using One Way Anova and followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT). The result shows significant differences in color (p= 0,000), taste (p= 0,000), texture  (p= 0,000), and overall preference level between formulations (p= 0,002). The selected F2 contains a water content of 18,25%, ash content of 3,12%, protein of 2,82%, fat of 0,28%, carbohydrates of 75,53%, dietary fiber of 10,48 %, and a total plate count of 30 colonies/g. In conclusion, the F2 tends to be more liked by the panelists and can be considered high in fiber.
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI, KETERSEDIAAN PANGAN RUMAH TANGGA, DAN KONSUMSI SAYURAN PADA MASYARAKAT PENERIMA P2KP DAN NON P2KP Rahmawati Rasidin; Prita Dhyani Swamilaksita; Vitria Melani; Putri Ronitawati; Mury Kuswari
Journal of Nutrition College Vol 12, No 3 (2023): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i3.36723

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan bagian dari Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP). Penerima program ini merupakan sekelompk wanita yang tergabung dalam kelompok wanita tani. Melalui program ini diharapkan masyarakat penerima program memiliki pengetahuan gizi yang lebih baik dan tercapainya ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, terutama pada aspek ketersediaan dan konsumsi pangan, khususnya pada konsumsi sayuran.Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan gizi, ketersediaan pangan rumah tangga, dan konsumsi sayuran pada masyarakat penerima P2KP dan Non-P2KP.Metode: Penetian ini dilakukan pada bulan Maret 2021 – Agustus 2022 menggunakan analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 43 penerima P2KP dan 43 Non-P2KP. Pengambilan data tingkat pengetahuan gizi menggunakan kuesioner pengetahuan gizi, pada ketersediaan pangan rumah tangga menggunakan kuesioner HFIAS (Household Food Insecurity Access Scale), serta konsumsi sayuran menggunakan kuesioner FFQ (Food Frequency Questionnaire). Analisis data menggunakan uji statistik t-test independen dan Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil: Pada penerima P2KP nilai rata-rata tingkat pengetahuan gizi sebesar 93,00 sedangkan pada Non-P2KP memiliki nilai rata-rata 82,10 yang menunjukkan ada perbedaan dengan nilai (p=0,001). Pada variabel ketersedian pangan rumah tangga penerima P2KP memiliki skor nilai rata-rata 2,27 dan Non-P2KP memiliki skor nilai rata-rata sebesar 5,18 dengan nilai (p=0,001). Pada variabel konsumsi sayuran, penerima P2KP mengonsumsi rata-arta 25,276 kali per bulan, sedangkan pada Non-P2KP 9,102 kali per bulan (p=0,001).Simpulan: Ada perbedaan tingkat pengetahuan gizi, ketersediaan pangan rumah tangga, dan konsumsi sayuran pada masyarakat Penerima P2KP dan Non-P2KP. 
Pengaruh pemberian MI-Nut (Interactive Media on Nutrition) terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap gizi pada siswa di SD Negeri Sudimara Tangerang Novia Indri Saputri; Putri Ronitawati; Nadiyah Nadiyah; Rachmanida Nuzrina; Lintang Purwara Dewanti
Ilmu Gizi Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v7i1.353

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan dalam bidang gizi merupakan aspek yang harus diperhatikan dalam menentukan kesehatan masyarakat. Banyak masalah dan kesehatan yang bisa menyebabkan masalah gizi karena kurangnya pengetahuan mengenai gizi seimbang. Cara yang dapat memperbaiki pengetahuan seseorang, yaitu memberikan pendidikan gizi sejak masa kanakkanak. Tujuan: Untuk melihat efek pemberian MI-Nut (Interactive Media on Nutrition) dalam merubah pengetahuan serta sikap gizi pada siswa di SD Negeri Sudimara Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan Quasi-Eksperimental dengan rancangan two group pre-posttest with control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Responden berjumlah 58 siswa yang berasal dari dua sekolah yang berbeda. Sebanyak 33 siswa sebagai kelompok intervensi yang berasal dari SDN Sudimara sejumlah 11 siswa dan 25 siswa sebagai kelompok kontrol yang berasal dari SDN Sudimara 15 Tangerang. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Paired T- Test, Wilcoxon Sign Rank Test, Independent T-Test, dan Mann Whitney. Hasil: Ada perbedaan pengetahuan antara kelompok intervensi dan kelompok control (p=0,000). Ada perbedaan sikap antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,020). Kesimpulan: Media MI-Nut dapat meningkatkan pengetahuan pada anak sekolah dasar sebesar 31,85% dan sikap sebesar 2,42%.
Analisis kandungan energi dan zat gizi makro pada formula enteral non susu berbasis kacang merah (Phaseolus vulgaris) untuk pasien diabetes mellitus tipe II Ima Yudiyanti; Putri Ronitawati; Mertien Sa'Pang; Rianti Sri Widayati
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2023): Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i1.1283

Abstract

Background: Individuals at the age of 40 years face a 6-fold higher risk of developing Type II diabetes. Modification of enteral nutrition is necessary to address nutritional needs in patients with eating difficulties. Nutritional therapy for Type II diabetes patients should focus on controlling blood glucose levels by selecting foods with low glycemic index and high fiber content. Red beans, rich in protein, carbohydrates, and fiber, offer potential benefits in blood glucose control and as a dairy substitute for individuals with cow's milk allergies, making them a viable candidate for hospital-based enteral nutrition.Objectives: This study aims to determine the macronutrient content, flow test, food cost, and organoleptic test of non-dairy liquid food based on local ingredients. The study uses a completely randomized design.Methods: A complete randomized design was employed for this research. Product development activities were conducted in June 2022 at the Nutritional Kitchen of Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Hospital. Preparation of non-dairy liquid food using red beans as a base, proximate analysis of nutritional content, flow test through an NGT tube, food cost calculation, and organoleptic assessment involving ten respondents were carried out.Results: Proximate analysis of the formula yielded the following composition: water content 85,88%, ash 0,25%, protein 1,95%, fat 2,343%, carbohydrates 9,60%, and fiber 1,38%. The flow test for the red bean formula through the Fr 16 NGT tube demonstrated a rate of 50cc/31,90 seconds. The calculated food cost for one recipe of red bean formula was Rp. 8,734.00. Organoleptic evaluation results indicated that the majority of respondents favored the aroma (80%), taste (60%), color (100%), and texture (90%).Conclusion: The red bean formula meets the protein and carbohydrate requirements of the diabetes mellitus diet standards, while the fat and fiber content do not yet meet the diabetes mellitus diet standards.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN MINYAK BERULANG PADA PELAKU USAHA MAKANAN Putri Ronitawati; Viki Riantama; Khairizka Citra Palupir
JURNAL RISET GIZI Vol 8, No 2 (2020): November (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v8i2.6357

Abstract

Background: Based on SUSENAS (2013) data for 2013 cooking oil consumption figures were 8,92 liters/capita/year. The prediction of palm cooking oil consumption at the household level in 2014 is 9,21 liters/capita/year. The behavior of using it in the community which has a tendency to be spent by using it repeatedly or leaving oil that is not suitable for disposal into waterways or yards, can have a negative impact on health and the environment because repeatedly used oil can potentially cause cancer and narrowing of blood vessels that can trigger coronary heart disease, stroke and hypertension.Objectives: Knowing the factors related to recurrent oil use in food businesses in DKI Jakarta.Method: This study was conducted in five urban areas in DKI Jakarta by cross-sectional method. The population in this study were all food businesses in DKI Jakarta that use cooking oil, with a total sample of 88 respondents. The analysis used the chi-square test.Results: The results of this study indicate an understanding variable of 0,123, a reason variable of 0,104, a knowledge variable of 0,04, a consideration variable of 0,063, an attitude variable of 0,039, an availability variable of 0,264, and environmental variable of 0,045.Conclusion: These results stated that there was a relationship between knowledge, attitudes, and environment with the behavior of recurrent oil use in food businesses in DKI Jakarta. The next researchers expected to educate food businesses about the correct and appropriate use of recurrent oil.
Edukasi Melalui Video Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang ASI Eksklusif Salsabila Ramadhani; Laras Sitoayu; Yuni Pradilla Fitri; Yuni Ismawati; Putri Ronitawati
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i1.11257

Abstract

Latar Belakang: ASI eksklusif merupakan salah satu program yang sedang gencar digalakkan oleh bidang kesehatan untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada anak. Di Puskesmas Kedaung Wetan cakupan bayi usia 0 – 6 bulan yang memperoleh ASI eksklusif yaitu 22,1%, angka ini masih di bawah indikator capaian target yaitu 50%. Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya pengetahuan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh media edukasi video terhadap pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kedaung Wetan Kota Tangerang.Metode: Penelitian pre-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest without control group. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022. Subjek pada penelitian ini yaitu ibu hamil sebanyak 40 orang menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon.Hasil: Hasil dari 40 responden didapatkan bahwa 29 orang (72,5%) berumur 26 – 35 tahun, 39 orang (97,5%) sebagai ibu rumah tangga, 24 orang (60%) berpendidikan terakhir SD. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, didapatkan bahwa nilai p-value yaitu 0.0001 atau p 0.05 yaitu terdapat pengaruh pemberian media edukasi video terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaung Wetan.Kesimpulan:  Edukasi menggunakan video tentang ASI eksklusif efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kedaung Wetan Kota Tangerang
ANALISIS BIAYA DAN KANDUNGAN GIZI PADA MENU KARYAWAN DI JASABOGA X CIREBON Finandita Widia Andriani; Putri Ronitawati; Rachmanida Nuzrina; Nazhif Gifari
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 9, No 2 (2023): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v9i2.655

Abstract

Food service management requires 3 main cost components, namely food costs, labor costs, and overhead costs. The preparation of food costs has an impact on the quality of food and the nutritional content in each serving. At Catering X Cirebon, food financing prioritizes low prices, but still pays attention to the variety of meals with four choices of animal side dishes. The purpose of this study is to analyze the cost and nutritional content contained in the employee menu at Catering X. Research methods used are descriptive quantitative with data collection techniques using interviews and food weighing to determine portion standards. This study was conducted on 11th until 21st April 2022 during Ramadan. All data was collected from the population in this study with a total of 9 employees. Based on the results of the study, the entire employee menu served by Jasaboga X has not met the standards for fulfilling sahoor nutrition for workers. However, the low price strategy that has been set can meet commercial benefits and can still provide a variety of balanced nutritional foods, namely staple foods (rice), animal side dishes with 4 choices per day, vegetable side dishes, vegetables, and fruit. The advice that can be given by researchers in this study is that it is necessary to make portion standards starting from rice preparation, cutting vegetable and animal side dishes, vegetables, and fruit cutting to meet 40% of employee feeding standards.Suatu penyelenggaraan makanan memerlukan 3 komponen biaya utama yaitu biaya bahan (food cost), biaya tenaga kerja (labor cost), dan biaya overhead. Penyusunan biaya makanan berdampak pada kualitas makanan dan kandungan gizi dalam tiap porsi. Pada Jasaboga X Cirebon, pembiayaan makanan mengutamakan harga yang rendah, namun tetap memperhatikan variasi makan dengan empat pilihan lauk hewani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya dan kandungan gizi yang terkandung dalam menu sahur karyawan di Jasaboga X. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan penimbangan makanan untuk mengetahui standar porsi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 11-21 April 2022 saat puasa ramadhan. Data dikumpulkan dari seluruh anggota populasi dalam penelitian ini yaitu 9 orang karyawan. Berdasarkan hasil penelitian, keseluruhan menu karyawan yang disajikan oleh Jasaboga X belum memenuhi standar pemenuhan gizi sahur untuk pekerja. Akan tetapi, strategi harga rendah yang telah ditetapkan dapat memenuhi keuntungan komersil serta masih dapat menyediakan variasi makanan gizi seimbang yaitu terdapat makanan pokok (nasi), lauk hewani dengan 4 pilihan per hari, lauk nabati, sayur, dan buah. Saran yang dapat diberikan peneliti dalam penelitian ini adalah perlu dibuat standar porsi dimulai dari pemorsian nasi, pemotongan lauk nabati dan hewani, sayur, dan pemotongan buah untuk memenuhi 40% dari standar pemberian makan karyawan.
MUTU GIZI PANGAN, INDEKS MASSA TUBUH DAN KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI DI WILAYAH LOKUS STUNTING DESA SUKAMANTRI KABUPATEN TANGERANG Hanifah, Luthfi Nur; Nadiyah, Nadiyah; Dewanti, Lintang Purwara; Palupi, Khairizka Citra; Ronitawati, Putri
Journal of Nutrition College Vol 13, No 1 (2024): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i1.41285

Abstract

ABSTRACTBackground: Indonesia faces nutritional problems, including nutritional anemia. One of the most susceptible groups to anemia is teenage girls, as evidenced by the still high prevalence of iron deficiency anemia in teenage girls. The behaviour of teenage girls who consume more vegetable foods than animal proteins affects haemoglobin levels, as well as teenage girls' habits defining body image make them restrict their daily intake of food, thereby causing the teenager to suffer from anemia.Objective: To determine the correlation between the nutrition quality of foods and body mass index (BMI) with haemoglobin levels in teenage girls in the Stunting Locus Area of Sukamantri Village, Tangerang Regency.Methods: Respondents to this study were teenage girls aged 12 to 18 years. The study was conducted in two primary and two secondary schools with a cross-sectional research design. Subjects 141 teenage girls were selected by multistage cluster sampling. Haemoglobin levels were measured using the Mission Hb, weight measurement using digital scales, and height using microtoise food. Nutritional quality was measured using food recall 2x24 hours. Independent variables were the nutritional quality of food and body mass index, and the dependent variable was haemoglobin levels. The bivariate analysis used the Spearman and Pearson correlation test correlation tests.Results: The average haemoglobin level is 13.0 ± 1.40 g/dL. The Z-score ratio is based on BMI-for-age -0.03 ± 1.3 z-score, and the median quality of food nutrition value of food is 62.26±1.19%. There are no significant correlations between the nutritional quality of food, body mass index and haemoglobin levels of teenage girls (p>0.05).Conclusion: The nutritional value of food, body mass index, and haemoglobin levels are not significantly correlated. Keywords: Body Mass Index; Hemoglobin; Nutritional Quality of Food; Teenage Girls ABSTRAKLatar Belakang: Indonesia menghadapi permasalahan gizi, termasuk anemia gizi. Salah satu kelompok yang paling rentan terkena anemia adalah remaja putri, hal ini dibuktikan dengan masih tingginya prevalensi anemia defisiensi besi pada remaja putri. Perilaku remaja putri yang lebih banyak mengonsumsi makanan nabati dibandingkan protein hewani mempengaruhi kadar hemoglobin, begitu pula dengan kebiasaan remaja putri. Penurunan citra tubuh membuat mereka membatasi asupan makanan sehari-hari, sehingga menyebabkan remaja tersebut menderita anemia.Tujuan: Mengetahui hubungan kualitas gizi makanan dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di wilayah Lokus Stunting Desa Sukamantri Kabupaten Tangerang.Metode: Responden penelitian ini adalah remaja perempuan berusia 12 sampai 18 tahun. Penelitian dilakukan di empat sekolah, dua sekolah dasar dan dua sekolah menengah dengan desain penelitian cross-sectional.  Sebanyak 141 responden remaja putri yang dipilih secara multistage cluster sampling. Kadar hemoglobin diukur menggunakan Mission Hb, pengukuran berat badan menggunakan timbangan digital dan tinggi badan menggunakan microtoise. Kualitas gizi pangan diukur menggunakan food recall 2x24 jam. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu kualitas gizi makanan dan indeks massa tubuh, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini yaitu kadar hemoglobin. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi uji korelasi Spearman dan Pearson.Hasil: Rata-rata kadar hemoglobin 13.0 ± 1.40 g/dL. Rasio z-score berdasarkan BMI untuk usia -0.03 ±1.3 SD dan median kualitas makanan nilai gizi makanan adalah 62.26±1.19% Tidak ada hubungan yang bermakna antara kualitas gizi makanan, indeks massa tubuh dan kadar hemoglobin remaja putri (p>0.05).Simpulan: Nilai gizi makanan, indeks massa tubuh dan kadar hemoglobin tidak berhubungan nyata. Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh; Kadar Hemoglobin; Mutu Gizi Pangan; Remaja Putri
TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DAN CAIRAN, KUALITAS DIET, AKSES PANGAN SERTA AKTIVITAS FISIK DAN STATUS GIZI PENGENDARA OJEK ONLINE TANGERANG Nurhayati, Arin Fransisca; Palupi, Khairizka Citra; Mulyani, Erry Yudhya; Ronitawati, Putri; Sitoayu, Laras; Sapa'ang, Mertien
Journal of Nutrition College Vol 13, No 2 (2024): April
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i2.41223

Abstract

ABSTRACTBackground: Online motorcycle taxi drivers are one of the alternative jobs Indonesian demand with 4 million online motorcycle taxi drivers currently spread throughout Indonesia. Workers from the transportation industry also present high health problems due to overweight and obesity. Several factors can affect the nutritional status of the workforce, such as the type of activity (workload), individual labor factors (gender, age, physiological status, fitness level, and eating habits), as well as factors from the work environment (including: physical, chemical, biological, physiological, psychological science and ergonomics). Therefore, the nutritional status of online motorcycle taxis is one of the things that needs attention. Objectives: Analyze the relationship between the adequacy of nutrients and fluids, diet quality, consumption behavior and physical activity with the nutritional status of online ojek drivers in Tangerang. Methods: This study used a Cross Sectional study design. The sample size in this study was calculated using G*Power software, namely 92 samples selected by the non-probability sampling method by accidental sampling. Data on respondents' characteristics and consumption behavior were obtained from questionnaires, the level of adequacy of nutrients and fluids was obtained from the results of recall 1x24 hours for two days, diet quality was assessed from the Balanced Nutrition Index score (IGS 3-60), physical activity was calculated using the PAL form 1x24 hours. Nutritional status was obtained from anthropometric measurements. The data obtained were processed using the Pearson Chi-Square test. Results: There was a significant relationship between the level of adequacy of energy, carbohydrates, fat, frequency of buying food outside and nutritional status (P-value 0.000; 0.000; 0.041; 0.047). There was no significant association between protein adequacy, fiber adequacy, fluids, diet quality, physical activity, cooking frequency and delivery frequency with nutritional status (P-value 0.636; 0.489; 0.556; 0.282; 1.00; 0.056; 0.617).Conclusion: There was a relationship between the level of adequacy of energy, carbohydrates, fat, and the frequency of buying food outside with nutritional status and there was no relationship between the level of adequacy of protein, fiber, fluids, diet quality, physical activity, cooking frequency and frequency of delivery with nutritional status.Keywords: diet quality; food access; level of adequacy of nutrients and fluids; nutritional status; online motorcycle taxi; physical activity ABSTRAKLatar belakang: Pengendara ojek online merupakan salah satu alternatif pekerjaan yang diminati masyarakat Indonesia dengan 4 juta pengendara ojek online saat ini yang tersebar di seluruh Indonesia. Pekerja dari industri transportasi juga menyajikan permasalahan kesehatan yang tinggi karena kelebihan berat badan dan obesitas. Oleh karena itu, status gizi ojek online menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Tujuan: menganalisis hubungan tingkat kecukupan zat gizi dan cairan, kualitas diet, perilaku konsumsi serta aktivitas fisik dengan status gizi pengendara ojek online Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi Cross Sectional (potong lintang). Besar sampel pada penelitian ini dihitung menggunakan software G*Power yaitu 92 sampel yang dipilih dengan metode non probability sampling dengan cara accidental sampling. Data karakteristik responden dan perilaku konsumsi diperoleh dari kuesioner, tingkat kecukupan zat gizi dan cairan diperoleh dari hasil recall 1x24 jam selama 2 hari, kualitas diet dinilai dari skor Indeks Gizi Seimbang (IGS 3-60), aktivitas fisik dihitung menggunakan form PAL 1x24 jam serta status gizi diperoleh dari pengukuran antropometri. Data yang diperoleh diolah menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecukupan energi, karbohidrat, lemak, frekuensi membeli makanan di luar dengan status gizi (p value 0,000; 0,000; 0,041; 0,047). Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecukupan protein, tingkat kecukupan serat, cairan, kualitas diet, aktivitas fisik, frekuensi memasak dan frekuensi pesan antar dengan status gizi (p value 0,636; 0,489; 0,556; 0,282; 1,00; 0,056; 0,617). Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat kecukupan energi, karbohidrat, lemak, dan frekuensi membeli makanan di luar dengan status gizi. Tidak ada hubungan antara tingkat kecukupan protein, serat, cairan, kualitas diet, aktivitas fisik, frekuensi memasak dan frekuensi pesan antar dengan status gizi.Kata Kunci: akses pangan; aktivitas fisik; kualitas diet; ojek online; status gizi; tingkat kecukupan zat gizi dan cairan
Co-Authors Adhella Komala Dewi Aditya Sagara Putra Agnes Meila Candrasari Amelia, Sry Rizki Anggraeni, Diah Anggraeni, Dini Aprisa, Annisa Sekar Arofah, Sari Nur Asalwa, Nabila Ashifa Meyta Kristya Asmarani, Intan Dwi Aspiyani Aspiyani Bestari, Dania Senja BUDI SETIAWAN Budiarti, Tia Bunga F Ayupradinda Chairunissa Aulia Zikrika Dania Senja Bestari Dewanti, Lintang Purwara Dian Aryani Dudung Angkasa Dudung Angkasa Dudung Angkasa Dwi Noviyantini Elika Mareta Rahim Elistia Elvandari, Miliyantri Erry Yudhya Mulyani Erry Yudhya Mulyani Estofany, Fredy Fadilatunnisa Hayatunnufus Febriyani Febriyani Fenny Anngraeny Nasution Fernanda, Catrine Finandita Widia Andriani Fitria Damayanti, Fitria Gifari, Nazhif Gunawan, Caroline Ferisca Haerani, Rini Siti Hanifah, Luthfi Nur Harna Harna Harna, Harna Harna, Harna Harnum, Sofia Hartati, Lilik Sri Hazadina, Tsabitah Ima Yudiyanti Inggriani Puji Lestari Intan Ali Ramadhiany Intan Dwi Asmarani intan permata sari Ismawati, Yuni Juliani, Kurnia Dwi Karima, Nadina Khairizka Citra Khairizka Citra Palupir Laras Sitoayu Lestari, Khezia Nina Leyrina Rizky Utami Lubis, Stefany Maharani, Ceptia Mandar, Nurulhasna S Maria Tambunan Maya Fernandya Siahaan Michael Fujima Mika Puspita Milka Alana Sabu Mury Kuswari Nabilah, Anisa Nadina Karima Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadya Faradilla Nazhif Ghifari Ni Putu Dewi Ninda Aini Syaher Nisak, Nova Khairun Noven, Andreas Novia Indri Saputri Novianti, Anugerah Novianti, Anugerah Novianti, Anugrah Noviati, Anugrah Nur Azizah Nurhayati, Arin Fransisca Nurul Shiva Fauziah Palupi, Khairizka Citra Prabowo, Mas Dwi Yoga Prita Dhyani Swamilaksita Puspita Sari, Dian Putri Nurhasanah Putri Nurhasanah Putri Nurhasanah Yahya Putri Nurhasanah Yahya Putri, Debby Annisa Putri, Vira Herliana Rachmanida Nuzrina Rachmi Octaviana Rahmawati Rasidin Rakhmawati, Yenny Dewi RAMADHANI, SALSABILA Ratri Oktaria Jasmine Reza Fadhilla Rianti Sri Widayati Rifki, Muhammad Ainur Risa Martiana Risda, Rahmatia Rohmah, Alfy Daniyati Sa'pang, Mertien Sagala, Relina Salsabila Ramadhani Sarah Mardiyah Sari, Ira Purnama Sawitri, Titis Retno Septia Rosdyaningrum Shahdila, Jani Shidiqah, Raysah Sadiyah Simangunsong, Desi W.T Siti Badriyah Siti Badriyah Siti Mutia Rahmawati Swamilaksita, Prita Dyani Tiurma Sinaga Tri Puspita, Tri Ummanah Ummanah, Ummanah Utami, Dessy Aryanti Viki Riantama Vira Herliana Putri Vitria Melani Vitria Melani, Vitria Wahyu Pratama Wahyu Pratama Wahyuni, Yulia Yuni Ismawati Yuni Pradila Yuni Pradilla Fitri Zulidar, Nur Afni