Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Umur Formasi Jampang Anggota Cikarang Berdasarkan Kumpulan Nannofosil Gampingan di Sungai Cikarang, Geopark Ciletuh Pelabuhanratu Pratiwi, Santi Dwi; Chiyonobu, Shun; Rosana, Mega Fatimah
Bulletin of Scientific Contribution Vol 20, No 3 (2022): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v20i3.44145

Abstract

The Cikarang river, Ciletuh  Palabuhanratu Geopark is composed of sandstones and claystones in various grain sizes and thicknesses with carbonate claystone thicknesses varying from 10 to 20 cm, which is part of the Jampang Formation Cikarang Member. A total of 35 samples with 70 preparate slides of nannofossils from one station at Cikarang River  were prepared for microscopic observation and identification of nannofossil datum based on the nannofossil assemblages. The biostratigraphic framework consisting of 8 zonal and non-zonal events based on the occurrences of 40 species of calcareous nannofossil from 35 samples on the Jampang Formation Cikarang Member at Cikarang River. Biostratigraphic interval at Site Cikarang River was correlated for the NN1 (22.6 Ma) to NN 4 (17.973 Ma) in Early Miocene Zone. Eight nannofossil datum species covered the Early Miocene interval these are as follows: the first common occurrence of Sphenolithus heteromorphus (NN4); last common occurrence of Sphenolithus belemnos  (NN4/NN3); last occurrences of  Sphenolithus dissimilis (NN3); first occurrence of  Sphenolithus belemnos (NN3/NN2); first common occurrence Helicosphaera carteri (NN2); last common occurrence of Triquetrorhabdulus carinatus (NN2); the first occurrence of  Sphenolithus disbelemnos (NN2/NN1);  and the first occurrence of Sphenolithus dissimilis (NN1). The most unusual feature is the abundance of Sphenolithus, productivity of Discoaster is rare and Cyclicargolithus is a reticulofenestrid coccolith that dominates (more than 50% of the assemblage) from younger to oldest age boundary samples.
MINERAGRAFI BATUAN PENYUSUN TAMBANG DEEP MILL LEVEL ZONE (DMLZ) PT. FREEPORT INDONESIA Ruswanto, .; Rosana, Mega Fatimah; Yuningsih, Euis Tintin; Purwaiswanto, Bambang Antoro
Bulletin of Scientific Contribution Vol 15, No 2 (2017): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.34 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v15i2.13836

Abstract

ABSTRAKDeep Mill Level Zone (DMLZ) merupakan bagian dari cebakan East Erstberg Skarn System (EESS) dan merupakan tambang bawah tanah level ke-empat setelah Tambang Gunung Bijih Timur (GBT), Intermediate Ore Zone (IOZ) dan Deep Ore Zone (DOZ), yang memiliki cadangan sebesar 472 juta ton, dengan kadar tembaga 0,85% dan emas 0,72 g/t. Mineral bijih yang ditemukan berdasarkan analisa mineragrafi di DMLZ adalah kalkopirit, bornit, kovelit, hematit, sfalerit, galena dan pirit. mineral kalkopirit saling terikat dengan mineral pirit, galena dan sfalerit di batuan intrusi, kalkopirit berikatan dengan sfalerit di batugamping Ekmai, kalkopirit terlihat sebagai butiran bebas dan juga berikatan dengan pirit di batuserpih Ekmai, serta kalkopirit-sfalerit-bornit saling berikatan dan kalkopirit terlihat sebagai inklusi di dalam sfalerit dan juga kovelit hadir menggantikan bornit di beberapa bagian Kata kunci: Deep Mill Level Zone (DMLZ), East Ertberg Skarn System (EESS), mineragrafi, mineral bijih. ABSTRACTDeep Mill Level Zone (DMLZ) is one of underground mining in PT. Freeport Indonesia and part of East Erstberg Skarn System (EESS) Complex, located at 4th level below Gunung Bijih Timur (GBT), Intermediate Ore Zone (IOZ) dan Deep Ore Zone (DOZ) with reserve 472 milion ton with garde of Cu 0.85% and Au 0.72 g/t. Ore minerals in DMLZ based on minergraphy are chalcopyrite, bornite, covelite, hematit, sphalerite, galena and pyrite. Chalcopyrite minerals binds with pyrite-galena-sphalerite in intrusive rocks, chalcopyrite binds to sphalerite in the Ekmai limestone, chalcopyrite is seen as free-grained and binds to pyrite in the Ekmai shalestone, as well as chalcopyrite-sphalerite binding and viscous chalcopyrite as inclusions in the sphalerite and present covelite to replace the bornite in some parts Key words: Deep Mill Level Zone (DMLZ), East Ertberg Skarn System (EESS), mineragraphy, Ore minerals.
KARAKTERISTIK GEOMORFOLOGI DAERAH CIBENDA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIEMAS, CILETUH PALABUHANRATU UGG, PROVINSI JAWA BARAT: GEOMORPHOLOGICAL CHARACTERISTICS OF CIBENDA AND SURROUNDING AREA, CIEMAS DISTRICT, CILETUH PALABUHANRATU UGG, WEST JAVA PROVINCE Khoerunisa, Resa; Pratiwi, Santi Dwi; Rosana, Mega Fatimah
Journal of Geoscience Engineering and Energy VOLUME 6, NOMOR 1, FEBRUARI 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jogee.v6i1.21993

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di daerah Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, yang merupakan bagian dari Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi secara rinci karakteristik satuan geomorfologi yang berkembang serta mengelompokkan persebaran litologi pada setiap satuan. Analisis karakteristik geomorfologi dilakukan berdasarkan penginderaan jauh menggunakan data DEM SRTM, yang diolah dengan perangkat lunak ArcGIS, QGIS, dan Global Mapper, serta dilakukan observasi lapangan untuk pemetaan geomorfologi dan persebaran litologi sesuai standar ilmiah, guna memadukan hasil observasi dengan data penginderaan jauh. Peta yang digunakan memiliki skala 1:12.500. Analisis karakteristik geomorfologi dilakukan dengan pendekatan berdasarkan aspek-aspek geomorfologi, yaitu morfografi (bentuk lahan dan pola pengaliran), morfometri (kemiringan lereng), dan morfogenetik (proses endogen dan eksogen). Karakteristik geomorfologi di wilayah penelitian dapat dikelompokkan menjadi lima satuan geomorfologi, yaitu Satuan Geomorfologi Dataran Rendah Fluvial dengan litologi berupa alluvium, Satuan Geomorfologi Perbukitan Struktural Agak Landai dengan litologi berupa Batupasir dan Breksi, Satuan Geomorfologi perbukitan struktural agak curam dengan litologi berupa Batupasir dan Breksi, Satuan Geomorfologi perbukitan rendah struktural agak curam dengan litologi berupa Batupasir dan Breksi, dan Satuan Geomorfologi perbukitan struktural terjal dengan litologi berupa Lava Basaltik, Batupasir, dan Breksi. This research was conducted in the Cibenda area, Ciemas District, Sukabumi Regency, West Java Province, which is part of the Ciletuh Palabuhanratu Geopark. The objective of the study is to identify the characteristics of the developed geomorphological units and classify the distribution of lithology in each unit. The analysis of geomorphological characteristics was carried out using remote sensing with SRTM DEM data, processed using ArcGIS, QGIS, and Global Mapper software, along with field observations for geomorphological mapping and lithology distribution according to scientific standards, to integrate the field observations with remote sensing data. The map used has a scale of 1:12,500. Geomorphological characteristics analysis is carried out with an approach based on geomorphological aspects, such as morphography (landforms and drainage patterns), morphometry (slope), and morphogenetics (endogenous and exogenous processes). Geomorphological characteristics in the study area can be grouped into five geomorphological units, namely fluvial lowland geomorphology unit with lithology in the form of alluvium, structural hills geomorphology unit slightly sloping with lithology in the form of sandstone and breccia, steep structural hills geomorphology unit with lithology of sandstone and breccia, steep structural low hills geomorphology unit with lithology of sandstone and breccia, and steep structural hills geomorphology unit with lithology of basaltic lava, sandstone, and breccia.
IDENTIFIKASI MINERAL LEMPUNG PADA ENDAPAN HIDROTERMAL PROSPEK TABOBO-MALIFUT, HALMAHERA UTARA PROVINSI MALUKU UTARA Madi, Almun; Syafri, Ildrem; Rosana, Mega Fatimah
Bulletin of Scientific Contribution Vol 16, No 1 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.665 KB)

Abstract

Daerah penelitian terletak di Desa Tabobo, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Daerah penelitian juga merupakan bagian dari areal ekplorasi (IUP) PT. Beringin Halmahera Mineral. Secara geografis, daerah penelitian terletak pada koordinat 127049’- 127047’19 BT dan 1011’-1011’ LU. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mineral-mineral lempung yang terdapat di lokasi Tabobo. Metode penelitian yang dilakukan adalah survey lapangan, analisis laboratorium berupa analisis petrografi dan X-Ray Diffraction. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan dan analisis laboratorium, teridentifikasi mineral-mineral lempung seperti klorit, smektit montmorillonit, halloysit dan kaolinit. Hasil ini dapat dikatakan bahwa tipe alterasi mineral lempung Tabobo lebih menunjukkan pada tipe mineralisasi epitermal sulfida rendah.Kata kunci: Tabobo, Lempung, Mineral.
Petrology and Geochemistry of Igneous Rocks in Gunung Badak Complex, Ciletuh Palabuhanratu Geopark, Sukabumi, West Java Sentosa*, Millati Amalia; Rosana, Mega Fatimah; Endyana, Cipta
Aceh International Journal of Science and Technology Vol 14, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Graduate School of Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/aijst.14.1.45308

Abstract

Gunung Badak Complex is located in Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, which preserves significant records of tectonic evolution in Southern West Java. This research aims to characterize igneous rocks and interpret tectonic implications. The methodology includes petrographic analysis, major element geochemical characterization using X-Ray Fluorescence (XRF), and trace elements and Rare Earth Element (REE) analysis using Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS) from 8 selected samples. The results identify three distinct rock groups consisting of diorite (SiO 51.5-52.48%), basalt (SiO 50.69-52.52%), and serpentinized peridotite (SiO 40.59%, MgO 34.63%). Diorite and basalt exhibit tholeiitic affinity with low KO (0.25-0.69%), Mg# 49.67-58.13, indicating early-stage island arc magmatism. Serpentinized peridotite exhibits residual harzburgite characteristics with Mg# 89.29. Trace element geochemistry shows enrichment of LILE (Cs, Ba, Pb, Sr) relative to HFSE (Nb, Zr), with negative Nb-Ta anomalies and La/Nb ratios of 2.21-3.75 typical of subduction environments. Diorite-basalt displays moderate LREE enrichment ((La/Yb)N 1.40-2.63), while serpentinized peridotite shows LREE depletion ((La/Yb)N 0.54). Dy/Yb ratios (1.20-1.91) indicate magma sources from partial melting of spinel peridotite at depths 50 km. The geodynamic model indicates that serpentinized peridotite originated from lithospheric mantle in a supra-subduction zone (SSZ) environment during Eocene subduction initiation, while diorite and basalt formed during early Miocene island arc magmatism (~22 Ma).
KRITERIA KERUSAKAN AKIBAT PELEDAKAN PADA PEMBUATAN TEROWONGAN CIURUG, TAMBANG EMAS PONGKOR, KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT Suwandhi, Awang; Rosana, Mega Fatimah; Sudradjat, Adjat; Wattimena, Ridho Kresna
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12 No 2 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v12i2.36

Abstract

Untuk mencapai urat (vein) bijih di lokasi Central pada Level 500 mdpl, Ciurug, dibuat terowongan baru yang dinamakan RU4C-L500 dengan menerapkan teknik peledakan. Terowongan tersebut dirancang berukuran lebar 4 m, tinggi 4 m dan panjang 100 m sampai ke cross-cut menuju urat bijih. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan kriteria kerusakan terowongan yang diakibatkan oleh induksi getaran peledakan yang berpotensi menghasilkan overbreak, sehingga ukuran terowongan menjadi lebih lebar dari rencana semula. Pendekatan Blast Damage Index (BDI) digunakan sebagai metode untuk memperoleh tingkat kerusakan terowongan tersebut. Terowongan menerobos batuan andesit vulkanik yang berdasarkan hasil pengujian memiliki kecepatan rambat gelombang seismik 4157 m/det, densitas 2,37 g/cc dan kuat tarik 8,10 MPa. Batuan tersebut tergolong batuan berkekuatan sedang hingga keras dengan nilai Rock Mass Rating (RMR) antara 58,3 sampai 69,5. Data getaran peledakan diukur dengan menggunakan geofon pada jarak yang aman dari titik ledakan dan menghasilkan Peak Vector Sum (PVS) berkisar antara 2 mm/s sampai 120 mm/s. Hasil pengolahan data getaran menunjukkan, bahwa nilai BDI sebesar 2 yang mengidentifikasi adanya ambrukan terowongan karena induksi getaran peledakan terjadi pada jarak kurang dari 3 m dari titik ledakan. Besar getaran peledakan yang mengambrukan batuan andesit vulkanik tersebut mencapai PVS 1170 mm/s. Pada jarak antara 3,0 m sampai 10 m tidak terjadi kerusakan terowongan yang parah dan dapat direhabilitasi. Kondisi tersebut diidentifikasi oleh nilai BDI 0,5 sampai 1. Kemudian pada jarak di atas 10 m induksi getaran peledakan tidak lagi berpengaruh terhadap kerusakan atau kestabilan dinding terowongan. 
ALTERASI DI SUMUR PENGEBORAN SMN-1 DAN SMN-2 DI DAERAH PANAS BUMI SUMANI, KABUPATEN SOLOK, PROPINSI SUMATERA BARAT Sukaesih, Sukaesih; Rezky, Yuanno; Rosana, Mega Fatimah; Mardiana, Undang
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10 No 3 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v10i3.145

Abstract

Daerah penelitian berada di lokasi sumur pengeboran SMN-1 dan lokasi sumur pengeboran SMN-2 berada di daerah panas bumi Sumani, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tipe alterasi bawah permukaan dalam lingkungan sistem panas bumi daerah Sumani. Metode yang digunakan adalah melakukan deskripsi megaskopis, mikroskopis dananalisis karakterisasi terhadap batuan inti dari sumur SMN-1 (702 meter) dan SMN-2 (428 meter). Dilakukan juga pengukuran suhu pada sumur SMN-1 dan SMN-2 untuk mengetahui anomali gradien geothermal. Berdasarkan hasil penelitian diketahui jenis-jenis mineral yang terbentuk dalam batuan bawah permukaan dan tipe ubahan serta korelasi zonasi alterasi bawah permukaan. Mineral ubahan yang dijumpai dalam batuan inti sumur SMN-1 terdiri dari; montmorilonit, smektit, sulfat, silika, halit, hematit, oksida vanadium, arsenat, karbonat, zeolit, ilit, pirofilit, klorit, muskovit, dan opal. Mineral ubahan yangterbentuk dalam sumur SMN-2 terdiri dari; kaolinit, montmorilonit, smektit, hematit, posfat, silikat, zeolit dan karbonat. Berdasarkan hasil pengelompokan mineral ubahan yang terbentuk dalam batuan bawah permukaan, sumur SMN-1 didominasi oleh tipe argilik (hingga kedalaman 100 meter) dan tipe propilitik (100-702 meter), sedangkan Sumur SMN-2 merupakan tipe ubahan argilik. Gradien geothermal dari permukaan hingga kedalaman 700 m di sumur SMN-1 menunjukkan ratarata 12,86 o C/100 meter, sedangkan di sumur SMN-2 diperoleh rata-rata 7 derajat C/100 meter. 
ANALISIS FAKTOR DAN UNIVARIAT DALAM PENENTUAN POTENSI MINERALISASI CU, PB, ZN DI HALMAHERA BAGIAN BARAT, MALUKU UTARA Faizal, Reza Mochammad; Soepriadi, Soepriadi; Rosana, Mega Fatimah; Yuningsih, euis Tintin
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10 No 3 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v10i3.146

Abstract

Penelitian geokimia dengan menggunakan metode analisis kandungan unsur dari perconto endapan sungai aktif -80 mesh merupakan salah satu fase awal eksplorasi terutama untuk menemukan cebakan mineral logam. Halmahera bagian barat dengan tataan geologi yang kompleks dan berada dalam jalurmetalogenik yang berpotensi membentuk cebakan logam, menghasilkan rona geokimia yang sangat bervariasi dan menarik. Data geokimia sedimen sungai aktif yang tertuang dalam bentuk peta sebaran unsur menyajikan informasi awal yang penting tentang indikasi mineralisasi untuk ditindaklanjuti ke tahap penelitian lebih rinci. Penafsiran data geokimia di wilayah penelitian telah dilakukan dengan pendekatan analisis multivariat yaitu analisis faktor. Diperoleh asosiasi unsur yang berhubungan dengan unsur target Cu, Pb, Zn dengan Co, Fe, Ag dan Au. Litologi daerah penelitian berupa batuan volkanik berkomposisi andesit dan basalt. Terdapat indikasi mineralisasi berupa sulfida pirit dan batuan t erubah yang berupa silisifikasi, propilitisasi dan argilik. Di Halmahera bagian Barat diperkirakan mineralisasi logam yang terbentuk adalah bijih sulfida hidrotermal. 
PROFIL ENDAPAN LATERIT NIKEL DI POMALAA, KABUPATEN KOLAKA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA Kamaruddin, Hashari; Indrakususma, Riko Ardiansyah; Rosana, Mega Fatimah; Sulaksana, Nana; Yuningsih, Euis Tintin
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13 No 2 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v13i2.221

Abstract

Geologi daerah Pomalaa merupakan bagian dari batuan ultramafik Ofiolit Sulawesi Timur di lengan tenggara Sulawesi. Di daerah tersebut endapan laterit nikel Pomalaa terbentuk dari pelapukan batuan asal ultramafik yang didominasi oleh harzburgit terserpentinisasikan dan memiliki karakteristik tipe endapan laterit nikel hydrous Mg silicate. Lateritisasi terbentuk pada morfologi perbukitan bergelombang rendah dengan sudut kelerengan berkisar 10° sampai dengan 25°. Proses lateritisasi berlangsung dengan baik terutama pada topografi yang cenderung lebih landai yaitu 10° sampai dengan 15°, yang memungkinkan terbentuknya lateritisasi yang cukup dalam dengan zona saprolit yang tebal.
KETERKAITAN KELIMPAHAN UNSUR MAJOR DAN MINOR DENGAN ZONASI LATERIT NIKEL BLOK HZ (HARZBURGIT) DAN DN (DUNIT) DAERAH PULAU PAKAL, HALMAHERA TIMUR Rinawan, Fiandri Indragunawan; Rosana, Mega Fatimah; Heriawan, Mohammad N; Yuningsih, Euis Tintin
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13 No 3 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v13i3.230

Abstract

Keterkaitan kelimpahan unsur pada profil laterit nikel dilakukan berdasarkan hasil analisis kimia unsur major (Fe, SiO2, MgO, dan Al2O3) dan minor (Ni, Co, MnO, dan Cr2O3) menggunakan analisis univariat dan multivariat. Profil berupa tanah atau hancuran batuan hasil lapukan litologi ultrabasa harzburgit (Blok HZ) dan dunit (Blok DN) berumur Kapur hingga Jura, terletak di daerah Pulau Pakal, Halmahera Timur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antar unsur kimia major dan minor terhadap nilai koefisien korelasi kuat hingga sangat kuat baik negatif maupun positif yang terdistribusi pada profil laterit nikel Blok HZ dan DN. Penelitian ini fokus pada identifikasi fisik mineralogi bedrock dan analisis kimia profil laterit nikel. Identifikasi fisik di Blok HZ melibatkan 436 conto berasal dari 19 pemboran, kedalaman 10 m hingga 40 m. Adapun identifikasi fisik di Blok DN melibatkan 650 conto berasal dari 16 pemboran, kedalaman 11 m hingga 57 m. Komposisi mineral di Blok HZ terdiri dari mineral oksida besi limonit, gutit, jarosit, dan oksida mangan (zona limonit); krisopras, garnierit, magnetit, hematit, serpentin-krisotil, dan stiktit (zona saprolit); olivin-forsterit, piroksen-ortopiroksen, dan kromit (zona boulder/bedrock). Sedangkan di Blok DN terdiri dari mineral oksida besi limonit, gutit, dan oksida mangan (zona limonit); krisopras, jarosit, garnierit, magnetit, hematit, mineral lempung montmorilonit, kuarsa, serpentin-krisotil, dan talk (zona saprolit), olivin-forsterit, piroksen-hastingsit, dan kromit (zona boulder/bedrock). Analisis statistik univariat menunjukkan distribusi data relatif tidak normal dengan koefisien variasi > 0,5. Pada analisis statistik multivariat mengindikasikan nilai koefisien korelasi positif maupun negatif pada zonasi laterit nikel berupa hubungan unsur yang sangat kuat (± 0,80 - 1,00) dengan jumlah korelasi dominan. Koefisien korelasi pada Blok HZ diantaranya mengindikasikan pasangan unsur yang berkorelasi sangat kuat yaitu: unsur major-major (Fe vs MgO, Fe vs SiO2, SiO2 vs MgO, dan MgO vs Al2O3), minor-minor (Co vs MnO) serta  major-minor (Al2O3 vs Cr2O3, Fe vs Co, Fe vs MnO, dan SiO2 vs Co). Sedangkan pada Blok DN pasangan unsur yang berkorelasi sangat kuat yaitu: unsur major-major (Fe vs MgO), minor-minor (Co vs MnO) dan major-minor (Fe vs Co, Fe vs Cr2O3, Fe vs MnO, MgO vs Co, dan MgO vs MnO). Hal ini berkaitan dengan posisi masing-masing korelasi distribusi unsur kimia major dan minor tersebut pada zona profil laterit nikel Limonit, Saprolit dan Boulder/Bedrock.
Co-Authors Achmad Noerkhaerin Putra Achmad Rizal Adi Hardiyono, Adi Adjat Sudradjat Adjat Sudrajat Agus Didit Haryanto -, Agus Didit Haryanto Akhmad Fauzan Alamsyah, Irpan Almun Madi Andi Kurniawan Angga Syahputra, Muhammad Eko Ar-rouf, Ferdian Budi Arie Noor Rakhman Asri Arifin Asrial, Nouval Muamar Aton Patonah, Aton Azzaenuri, Mohammad Fachri Bahtiar, Wisnu Indra Bensaman, Benny Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alam Cecep Yandri Sunarie, Cecep Yandri Chiyonobu, Shun Cipta Endyana Dicky Muslim Diwantara, Raja Hertansyah Eko Tri Sumarnadi Agustinus Emi Sukiyah Ernowo Ernowo Euis Tintin Yuningsih Fachrudin, Kurnia Arfiansyah Fadhlurrohman Putrananda, Aditya Faizal, Reza Mochammad Faizal, Reza Mochammad Faurine, Nurul Rizma Fitriany, Ria Fivry Wellda Maulana Hafidhah Nurul Haq Heriawan, Mohammad N Hernadi, Deni Heru Sigit Purwanto Hill Gendoet Hartono Hiroharu Matsueda Ildrem Syafri Indra Kusuma, Riko Ardiansyah Indrakususma, Riko Ardiansyah Indrakususma, Riko Ardiansyah Ismail, Fajar Iyan Haryanto, Iyan Johanes Hutabarat Kamaruddin, Hashari Kamaruddin, Hashari Kemala Wijayanti, Kemala Khoerunisa, Resa Kurnia Arfiansyah, Kurnia Lia Jurnaliah Lili Fauzielly Marbun, Ardiansyah Maulana, Muhammad Hafidz Meiriyanto, Fernandy Mohamad Nur Heriawan Muhammad Hery Setiyawan Nana Sulaksana Nordin, Nazihah Nugraha, Katon Sena Ajie Nurahmah, Siti Chusnul Chatimah Nurzakiyah, Halimah Pradnya Paramarta Raditya Rendra Pratiwi, Prisca Nurul Purwaiswanto, Bambang Antoro Putri, Nisrina Nadellia Raden Isnu Hajar Sulistyawan, Raden Isnu Hajar Rangga Suteja, Rangga Rezky, Yuanno Rezky, Yuanno Ridho Kresna Wattimena Ridho Kresna Wattimena, Ridho Kresna Rinawan, Fiandri Indragunawan Rinawan, Fiandri Indragunawan Rompo, Ahmad Iryanto Rompo, Iryanto Ruswanto, . Santoso, STJ Budi Saputra, Dwie H. Sentosa*, Millati Amalia Soepriadi, Soepriadi Soepriadi, Soepriadi Sukaesih Sukaesih, Sukaesih Sukardan Tawil SUMARWAN, FIRMAN Suwandhi, Awang Suwandhi, Awang SYAH, MOHAMAD AKBAR Tampubolon, Armin Undang Mardiana Wibowo, Setiyo Widyariestha, Mira Winantris Winantris Wirdan, Muhammad Faisal Yanuar, Yerry Yuningsih, Euis Tintint Zakaria, Zulfiadi Zuzy Anna