Claim Missing Document
Check
Articles

Asosiasi Skandium dan Potensi Keberadaan Unsur Tanah Jarang pada Profil Laterit Nikel pada Daerah Wasile, Halmahera Timur, Maluku Utara Fadhlurrohman Putrananda, Aditya; Rosana, Mega Fatimah; Yuningsih, Euis Tintint
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 25 No. 4 (2024): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v25i4.792

Abstract

Abstrak-Skandium dan Unsur Tanah Jarang merupakan sumber daya strategis yang berharga untuk berbagai aplikasi industri sehingga menjadi perhatian untuk eksplorasi sumber daya, ekstraksi berkelanjutan, dan aplikasi pada pengembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik profil laterit beserta kandungan unsur skandium dan potensi UTJ yang berkembang pada profil laterit nikel yang memiliki batuan dasar ultrabasa. Daerah penelitian berada pada Daerah Wasile, Halmahera Timur. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah analisis petrologi dan analisis geokimia,yaitu XRF, ICP-MS dan XRD. Hasil dari analisis petrologi menunjukkan bahwa profil laterit terdiri atas lapisan limonit, zona transisi, saprolit dan batuan dasar. Batuan dasar yang teramati merupakan jenis lerzolite dan serpentinit. Hasil analisis geokimia menunjukkan peningkatan komposisi unsur skandium dan UTJ pada zona saprolit. Kehadiran unsur-unsur ini menjadi potensi untuk korelasi terkait dengan genesis UTJ Ion Adsorption Type dan klasifikasi deposit lebih lanjut. Katakunci: Halmahera, profil laterit, skandium, UTJ.
Karakteristik Petrografi dan Geokimia Unsur Utama Batuan Vulkanik Pulau Ponelo, Gorontalo Utara Nurahmah, Siti Chusnul Chatimah; Rosana, Mega Fatimah; Haryanto, Iyan
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 25 No. 4 (2024): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v25i4.892

Abstract

Abstrak-Batuan vulkanik Pulau Ponelo terletak pada Kepulauan Ponelo di bagian utara Busur Utara Sulawesi yang mana asal usul mengenai batuan ini belum diketahui. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petrografi dan geokimia unsur utama batuan vulkanik Pulau Ponelo yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya. Metode penelitian menggunakan analisis mikroskopis (petrografi) dan geokimia (XRF). Batuan vulkanik Pulau Ponelo mrerupakan batuan andesit basaltik dengan beberapa tekstur, seperti porfiritik intergranular, glomeroporfiritik, seriate, serta berbagai tekstur mikro-plagioklas. Afinitas magma batuan vulkanik Pulau Ponelo berupa kalk-alkalin dengan terjadinya proses fraksinasi kristal, pencampuran magma, serta magma pada sistem magma plumbing berupa dekompresi adiabatik, konveksi, injeksi magma, serta degassing atau eksolusi air akibat peristiwa undercooling saat erupsi. Tatanan tektonik pembentukan batuan ini berupa zona subduksi busur kepulauan dengan karakteristik pengayaan fluida akibat adanya dehidrasi lempeng saat subduksi terjadi. Katakunci: Andesit basaltik Ponelo, busur kepulauan, Busur Utara Sulawesi.
GEOMORPHOLOGICAL FEATURES OF SIDAMULYA, SUKABUMI REGENCY, CILETUH PALABUHANRATU UGG PUTRI, NISRINA NADELLIA; Pratiwi, Santi Dwi; Rosana, Mega Fatimah
Journal of Geological Sciences and Applied Geology Vol 8, No 2 (2025): Journal of Geological Sciences and Applied Geology
Publisher : Faculty of Geological Engineering, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/gsag.v8i2.60948

Abstract

The Sidamulya region, located in the Ciracap Subdistrict of Sukabumi Regency, forms part of the Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (UGG) and exhibits unique geomorphological features influenced by geological structures and surface processes. This study focuses on analyzing the area’s geomorphology through morphographic, morphometric, and morphogenetic aspects using Digital Elevation Model (DEM) data processed via ArcGIS and field verification. The research identifies five geomorphological units, including denudational and volcanic hills with varying slope gradients, drainage patterns, and lithological compositions. These units are shaped by exogenic processes such as erosion, weathering, and sedimentation, with lithologies including sandstone, breccia, and andesitic-basaltic lava. The thematic maps produced from this study provide valuable insights into the region’s landscape evolution and contribute to sustainable management within the geopark area. Keyword: Sidamulya, Morphography, Morphometric, Morphogenetic, Geomorphology
IMPLICATION OF FRACTURE DENSITY ON UNSERPENTINIZED ULTRAMAFIC ROCKS TOWARD CHARACTERISTICS OF SAPROLITE ZONE IN SOROWAKO, SOUTH SULAWESI Wibowo, Setiyo; Rosana, Mega Fatimah; Haryanto, Agus Didit
Bulletin of Scientific Contribution Vol 15, No 2 (2017): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v15i2.13375

Abstract

ABSTRACTUsage of nickel-containing materials has increased over time in accordance with economic growth. The largest worldwide nickel resources occur in surface laterite deposits that have formed during chemical weathering of ultramafic rocks where the area that represent one of largest nickel reserves in Indonesia is Sorowako. This study aims to identify the characteristics of saprolite zone on unserpentinized ultramafic-hosted of nickel laterite deposit in Sorowako. Based on depth profile of nickel content in lateritic deposit, it is known that the Ni grades reach a maximum in saprolite zones so that identification of factors affecting the characteristics of saprolite zone is indispensable. Fracture density on ultramafic bedrocks played the important roles during laterisation and each fractures density type has the implication toward the saprolite zones. By classification of fracture density, high to medium fractured types of bedrocks indicated the thick saprolite zone while the low to unfractured types are thinner. Saprolite zones of high to medium fractured type are more silicified than others due to the originality of silica accumulation occupied along opening fractures and joints. High silica content which is commonly present on lower layer of saprolite zone should to be aware especially when the Ni grade still above the cut-off which potentially affected to ore grade dilution. ABSTRAKPenggunaan material berbahan nikel telah mengalami peningkatan dari waktu ke waktu seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Sumberdaya nikel terbesar di dunia terjadi pada endapan laterit di permukaan yang terbentuk selama proses pelapukan kimiawi dari batuan ultramafik dimana salah satu lokasinya dengan tingkat cadangan nikel terbesar di Indonesia berada di Sorowako. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik zona saprolit endapan nikel laterit pada batuan ultramafik tak terserpentinisasi di Sorowako. Berdasarkan profil kedalaman terhadap kandungan nikel pada endapan laterit, telah diketahui bahwa kadar Ni mencapai maksimum dalam zona saprolit sehingga identifikasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik zona saprolit sangat diperlukan. Densitas rekahan pada batuan ultramafik berperan penting selama proses lateritisasi dan setiap tipe densitas rekahan memiliki implikasi terhadap zona saprolit. Melalui klasifikasi densitas rekahan, tipe rekahan berdensitas tinggi hingga sedang pada batuan dasarnya mengindikasikan zona saprolit yang tebal sedangkan zona saprolit pada tipe densitas rekahan rendah hingga tanpa rekahan lebih tipis. Zona saprolit dengan tipe rekahan tinggi hingga sedang lebih tersilisifikasi dibandingkan dengan tipe lainnya disebabkan oleh akumulasi alamiah dari silika yang bertempat di sepanjang bukaan rekahan atau kekar. Kandungan silika tinggi yang umumnya terdapat di lapisan bawah zona saprolit seharusnya diwaspadai terutama ketika kadar Ni-nya masih diatas ambang keekonomian yang berpotensi menyebabkan dilusi pada kadar bijih. 
PALEOFLORA PADA BATUBARA CIHARA FORMASI BAYAH Faurine, Nurul Rizma; Winantris, .; Rosana, Mega Fatimah
Bulletin of Scientific Contribution Vol 19, No 3 (2021): Bulletins of Scientific Contribution : Geology
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v19i3.37586

Abstract

Formasi Bayah memiliki karakteristik litologi batuan salah satunya sisipan batubara. Batubara daerah penelitian terletak pada Cihara, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Batubara merupakan batuan sedimen organiklastik yang mudah terbakar terbentuk dari material sisa-sisa tumbuhan yang mengalami kompaksi pada endapan gambut. Polen dan spora memiliki struktur dinding yang resisten terhadap proses pembatubaraan. Sehingga fosil polen dan spora pada batubara terawetkan dengan cukup baik pada batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lingkungan pengendapan dan umur relatif pada batubara daerah penelitian. Preparasi polen dan spora dilakukan berdasarkan metode standar asam. Pendekatan identifikasi polen dan spora dilakukan berdasarkan karakteristiknya meliputi bentuk dan ukuran butir, tipe apertur serta ornamentasi pada eksin. Berdasarkan analisis palinologi ditemukan kehadiran Proxapertites operculatus, Proxapertites psilatus, Palmaepollenites kutchensis, dan Florschuetzia trilobata sebagai taksa penunjuk pada kala Eosen Akhir. Interpretasi lingkungan pengendapan batubara Cihara terendapkan pada lingkungan fluvial-deltaic hingga brackish swamp dengan umur relatif Eosen Akhir.
KARAKTERISTIK PETROLOGI DAN GEOKIMIA BATUAN PIROKLASTIK DAERAH SERAWET PROVINSI SULAWESI UTARA SYAH, MOHAMAD AKBAR; Rosana, Mega Fatimah; Hardiyono, Adi
Bulletin of Scientific Contribution Vol 18, No 2 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v18i2.28942

Abstract

Daerah Serawet, Sulawesi Utara memiliki sebaran batuan piroklastik yang cukup luas, sebagai aktifitas gunungapi berumur kuarter. Tulisan ini membahas mengenai karakteristik dari batuan piroklastik melalui pendekatan petrologi, petrografi, dan analisa geokimia menggunakan empat sampel batuan piroklastik pada daerah penelitian.  Hasil analisis megaskopis dan petrografi menunjukan bahwa batuan piroklastik berupa Tuf kasar berjenis tuf gelas berdasarkan identifikasi komposisi mineralogi dari hasil analisis petrografi.  Analisis geokimia major elemen menunjukan bahwa batuan berjenis dasit dan andesit. Seri magmatik tergolong kedalam seri magma “Kalk alkali” dan afinitas magmanya termasuk “Kalk- alkali tinggi”. Penentuan asal magma menunjukan bahwa magma berinteraksi dengan kontinen sedangkan kandungan Al2O3 yang cukup tinggi serta nilai TiO2 dan MgO yang rendah pada batuan piroklastik mengindikasikan bahwa batuan pada daerah penelitian termasuk kedalam setting tektonik busur kepulauan (Green, 1980 dalam Wilson, 1989). 
ALTERASI DAN MINERALISASI DAERAH GUNUNG BULEUD, DESA GARUMUKTI, KECAMATAN PAMULIHAN, KABUPATEN GARUT, PROVINSI JAWA BARAT Suteja, Rangga; Rosana, Mega Fatimah; Hardiyono, Adi
Bulletin of Scientific Contribution Vol 14, No 2 (2016): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2091.718 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v14i2.9798

Abstract

Research area is located in Garumukti, Pamulihan Region, Garut District, West Java Province. The purpose of this research is to determine alteration zone and mineralization type of the research area. Research methods include field observations survey and continued by laboratory analysis (petrography, mineragraphy and SWIR Terraspec analysis). The result indicated, there are three alteration zones: sub-propylitic (chlorite, illite, muscoivite, smektite-illite, muscovitic-illite), advance argilic (kaolinite, dickite, pyrophyllite) and silicification zone (quartz, cristobalite, chalcedony). Thin vein < 5 cm width, show quartz texture of mosaic/saccharoidal, colloform-crustiform bands, bladed and granule. Dissemination, interlocking and vein-like ore texture are found in this research area on pyrite, chalcopyrite and sphalerite. The mineral alteration assemblages of the deposit indicated that this research area is epitermal high sulphidation.  Keyword: Gunung Buleud. Alteration, Mineralization, Epithermal High Sulphidation Daerah penelitian terletak di Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tipe alterasi dan mineralisasi serta sebarannya di daerah penelitian. Metode penelitian yang dilakukan adalah pemetaan geologi dan analisis laboratorium (analisis petrografi, mineragrafi dan SWIR Terraspec). Berdasarkan hasil penelitian di lapangan dan analisis laboratorium daerah penelitian terbagi menjadi tiga zona alterasi yaitu zona sub-propilitik (klorit, ilit, muskovit, smektit-ilit, muskovit-ilit), zona argilik lanjut (kaolinit, dikit, piropilit) dan silisifikasi (kuarsa, kristobalit, kalsedon). Terdapat vein tipis (<5 cm) dengan tekstur berupa mosaic/saccharoidal, colloform-crustiform bands, bladed dan granular. Sementara pada zona silisifikasi setempat2 terdapat tekstur vuggy. Tekstur mineral bijih yang ditemukan meliputi diseminasi, interlocking dan vein-like. Mineral bijih yang di temukan di daerah penelitian berupa mineral pirit, kalkopirit dan sfalerit. Tipe endapan alterasi mineral daerah penelitian mengindikasikan tipe endapan epitermal sulfida tinggi. Kata kunci: Gunung Buleud, alterasi, mineralisasi, epitermal sulfida tinggi
DOMAIN GEOLOGI SEBAGAI DASAR PEMODELAN ESTIMASI SUMBERDAYA NIKEL LATERIT PERBUKITAN ZAHWAH, SOROWAKO, KABUPATEN LUWU TIMUR, PROVINSI SULAWESI SELATAN Hernadi, Deni; Rosana, Mega Fatimah; Haryanto, Agus Didit
Bulletin of Scientific Contribution Vol 15, No 2 (2017): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.125 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v15i2.13379

Abstract

ABSTRACTGood quality geochemistry data (Assay) reflects on geological modeling of lateritic resource geology guaranted. Strengthen of the geological modeling process is absolutely influenced by the Exploratory Data Analysis (EDA) process which aims to separate the geological domains of laterite deposits based on the characteristic of geochemistry, the weathering material and the lateral and vertical lithology composition of the laterite nickel deposits on Zahwah Hill study area, Sorowako, Luwu Timur Regency, South Sulawesi Province. Identification of population distribution of simple geochemical data based on graph of histogram, scatter plot and terniary diagram is a powerful tool to facilitate and separate nickel laterite domains. The impact of domain generalization will provide an overview of the geological model based on natural conditions of nickel laterite deposit, which will be constructed the process of mineral resource estimation based on zonation more reliable. Understanding nickel laterite weathering process is an essential and complementary fundamental trought dissociate geological domain of nickel laterit concept. Base on identification Zahwah hill lithology consist of ultramafic rock; harzburgit and dunit, chareterized by low serpentinized into unserpentized rock. Where the content of silica is very abundant and spread evenly on study diarea. The enrichment of Nickel ore in laterite deposits is found in the -1-inch material fraction only. In general, the geological domain of nickel laterite deposit on Zahwah hills Block Model Laterite Nickel Resources are separated into 3 parts of the limonite zone, saprolite zone and bedrock zone. Keyword: domain, geochemistry, laterite, nikel, saprolite  ABSTRAKKualitas data geokimia (Assay) yang baik mencerminkan terhadap penjaminan pemodelan geologi sumberdaya laterit. Kekuatan proses pemodelan geologi sangat dipengaruhi oleh proses Exploratory Data Analysis (EDA) yang bertujuan memisahkan domain geologi endapan laterit berdasarkan karaktersitik geokimia, material hasil pelapukan dan litologi penyusun baik lateral maupun vertikal pada endapan Nikel laterit pada area Penelitan Perbukitan Zahwah, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan. Identifikasi distribusi populasi data geokimia secara sederhana berdasarkan grafik histogram, scatter plot dan terniary diagram merupakan media yang ampuh untuk memudahkan dan memisahkan domain Nikel laterit. Dampak generalisasi domain akan memberikan gambaran model geologi berdasarkan kondisi natural endapan nikel laterit sehingga akan memudahkan proses estimasi sumberdaya mineral berdasarkan zonasi. Pemahaman tentang teori pelapukan endapan nikel laterit merupakan konsep penting yang mendasar dan saling melengkapi terhadap proses memisahkan domain geologi laterit. Berdasarkan identifikasi litologi penyusun Perbukitan Zahwah merupakan batuan ultramafic yaitu batuan Harzburgit dan dunit. Dengan tingkat serpentinisasi rendah hingga tak terserpentinisasi. Dimana kandungan silika sangat melimpah dan tersebar merata diarea penelitan. Pengayaan bijih Nikel pada endapan laterite hanya terdapat pada material fraksi -1 inci. Proses domain geologi endapan nikel laterit pada Blok Medol Sumberdaya Nikel laterit Perbukitan Zahwah secara umum dipisahkan menjadi 3 bagian yaitu zona limonit, zona saprolit dan zona bedrock. Kata kunci: domain, geokimia, laterit, nikel, saprolit
PERAN KARAKTERISTIK MORFOMETRI DAERAH ALIRAN SUNGAI BUOL TERHADAP BANJIR DI WILAYAH BUKAL, TILOAN, MOMUNU DAN BIAU, PROVINSI SULAWESI TENGAH Tawil, Sukardan; Sukiyah, Emi; Rosana, Mega Fatimah; Muslim, Dicky
Bulletin of Scientific Contribution Vol 17, No 2 (2019): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.043 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v17i2.23172

Abstract

ABSTRAKDaerah Aliran Sungai (DAS) Buol terletak di lengan utara Pulau Sulawesi. Bentuk DAS yang menyerupai angka 7 cenderung berbentuk paralel, menandakan ada dua sungai besar yang menyatu di wilayah hilir. Bagian hilir tampak lebar, seolah membentuk bejana besar yang dapat menyebabkan aliran S. Buol tergenang dalam jangka waktu lama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar peran morfometri DAS terhadap fenomena banjir di wilayah tersebut. Beragam metode digunakan untuk ekstraksi data dari Citra Landsat, SRTM, peta topografi dan peta tematik yang dilakukan di studio. Deskripsi dan pengukuran obyek dilakukan di lapangan. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif menghasilkan visualisasi dalam bentuk grafik, peta dan tabel. Analisis dilakukan terhadap 17 sub-DAS Buol. Luas sub DAS berkisar dari 2,82 sampai 335,4 km2.. Secara umum DAS Buol menunjukkan bentuk lahan pedataran dan perbukitan. Pola pengaliran di DAS Buol yakni subtrellis, subdendritik, subrektangular dan anastomotik. Morfometri berperan terhadap zona bencana geologi di dataran banjir di Timur dan Timur laut DAS Buol mencakup sebagian wilayah Kecamatan Bukal, Kecamatan Momunu dan Kecamatan Biau. Pada SDB6 bentuk DAS adalah bulu burung serta SDB7 dan SDB8 memiliki bentuk DAS radial. Nilai kerapatan pengaliran (Dd) yaitu SDB6 (1,98), SDB7 (2,44), SDBS8 (1,30), SDB6 (1,98), SDB7 (2,44) dan SDBS8 (1,30). Bila nilai Dd berkisar antara 0,25 – 10, maka alur sungai melewati batuan dengan resistensi keras sehingga sedimen yang terangkut aliran sungai relatif lebih kecil. Berdasarkan hasil rekapitulasi, debit banjir dapat diperkirakan hingga 100 tahun.Kata Kunci : DAS Buol, Morfometri, Pola Pengaliran, BanjirABSTRACTThe Buol watershed is located in the northern arm of Sulawesi Island. A watershed shape that resembles the number 7 tends to be parallel, indicating there are two major rivers that converge in the downstream region. The downstream section is wide, forming a large vessel that can cause the flow of S. Buol to be inundated for a long time. This research was conducted to find out how far the role of watershed morphometric on flood phenomena in the region. Various methods are used for data extraction from Landsat Imagery, SRTM, topographic maps and thematic maps conducted in the studio. Description and measurement of the object is done in the field. Data analysis using quantitative-descriptive approach produces visualization in the form of graph, map and table. The analysis was conducted on 17 Buol sub-watersheds. The area of the sub-watershed ranges from 2.82 to 335.4 sq.km. In general, the Buol watershed shows the shape of the plains and hills. The drainage pattern are subtrellis, subdendritic, subrectangular and the anastomotic. The morphometric relationship to the geological disaster zone in the flood plains of East and Northeast Buol watershed in some areas covers Bukal Subdistrict, Momunu Subdistrict and Biau Subdistrict. SDB6 sub-watershed forms like bird feathers, while SDB7 and SDB8 are radial. The drainage density (Dd) are SDB6 (1.98), SDB7 (2.44), SDBS8 (1.30), SDB6 (1.98), SDB7 (2.44) and SDBS8 (1.30). If the Dd value ranges from 0.25 - 10, the river channel passes through rocks with hard resistance so that the sediment transported by the river flow is relatively smaller. Based on the recapitulation results, flood discharge can be estimated up to 100 years.Key word : Buol watershed, Morphometric, Drainage pattern, Flood
Studi Zona Stockwork Pada Main Grasberg Intrusion (MGI) Untuk Optimalisasi Produksi Pada Tambang Bawah Tanah Grasberg, PT. Freeport Indonesia, Papua, Indonesia SUMARWAN, FIRMAN; Rosana, Mega Fatimah; Hutabarat, Johanes
Bulletin of Scientific Contribution Vol 18, No 2 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v18i2.27329

Abstract

Tambang bawah tanah Grasberg merupakan salah satu cebakan porfiri Cu-Au yang berlokasi didalam Distrik Ertsberg, tepat dibawah tambang terbuka Grasberg. Studi ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas tambang melalui pemetaan mineral dan sampling, sayatan tipis, sayatan poles, uji metalurgi droptest, dan uji abrasi batuan. Hasil studi menunjukkan zona stockwork pada instrusi MGI adalah alterasi potasik dengan kehadiran mineral Kalkopirit, Bornite, Pirit, Tenantite, dan Digenite sebagai mineral primer. Analisa metalurgi menunjukan tingkat kekerasan batuan normal-lunak dan tingkat resistensi batuan sedang, yang menjadi referensi bahwa zona stockwork alterasi potasik MGI merupakan zona yang paling efektif pada produksi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave.
Co-Authors Achmad Noerkhaerin Putra Achmad Rizal Adi Hardiyono, Adi Adjat Sudradjat Adjat Sudrajat Agus Didit Haryanto -, Agus Didit Haryanto Akhmad Fauzan Alamsyah, Irpan Almun Madi Andi Kurniawan Angga Syahputra, Muhammad Eko Ar-rouf, Ferdian Budi Arie Noor Rakhman Asri Arifin Asrial, Nouval Muamar Aton Patonah, Aton Azzaenuri, Mohammad Fachri Bahtiar, Wisnu Indra Bensaman, Benny Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alam Cecep Yandri Sunarie, Cecep Yandri Chiyonobu, Shun Cipta Endyana Dicky Muslim Diwantara, Raja Hertansyah Eko Tri Sumarnadi Agustinus Emi Sukiyah Ernowo Ernowo Euis Tintin Yuningsih Fachrudin, Kurnia Arfiansyah Fadhlurrohman Putrananda, Aditya Faizal, Reza Mochammad Faizal, Reza Mochammad Faurine, Nurul Rizma Fitriany, Ria Fivry Wellda Maulana Hafidhah Nurul Haq Heriawan, Mohammad N Hernadi, Deni Heru Sigit Purwanto Hill Gendoet Hartono Hiroharu Matsueda Ildrem Syafri Indra Kusuma, Riko Ardiansyah Indrakususma, Riko Ardiansyah Indrakususma, Riko Ardiansyah Ismail, Fajar Iyan Haryanto, Iyan Johanes Hutabarat Kamaruddin, Hashari Kamaruddin, Hashari Kemala Wijayanti, Kemala Khoerunisa, Resa Kurnia Arfiansyah, Kurnia Lia Jurnaliah Lili Fauzielly Marbun, Ardiansyah Maulana, Muhammad Hafidz Meiriyanto, Fernandy Mohamad Nur Heriawan Muhammad Hery Setiyawan Nana Sulaksana Nordin, Nazihah Nugraha, Katon Sena Ajie Nurahmah, Siti Chusnul Chatimah Nurzakiyah, Halimah Pradnya Paramarta Raditya Rendra Pratiwi, Prisca Nurul Purwaiswanto, Bambang Antoro Puspita, Fadillah Putri, Nisrina Nadellia Raden Isnu Hajar Sulistyawan, Raden Isnu Hajar Rangga Suteja, Rangga Rezky, Yuanno Rezky, Yuanno Ridho Kresna Wattimena Ridho Kresna Wattimena, Ridho Kresna Rinawan, Fiandri Indragunawan Rinawan, Fiandri Indragunawan Rompo, Ahmad Iryanto Rompo, Iryanto Ruswanto, . Santi Dwi Pratiwi Santoso, STJ Budi Saputra, Dwie H. Sentosa*, Millati Amalia Soepriadi, Soepriadi Soepriadi, Soepriadi Sukaesih Sukaesih, Sukaesih Sukardan Tawil SUMARWAN, FIRMAN Suwandhi, Awang Suwandhi, Awang SYAH, MOHAMAD AKBAR Tampubolon, Armin Undang Mardiana Wibowo, Setiyo Widyariestha, Mira Winantris Winantris Wirdan, Muhammad Faisal Yanuar, Yerry Yuningsih, Euis Tintint Zakaria, Zulfiadi Zuzy Anna